Pedagang Oleh-oleh di Jalur Cileunyi – Nagreg Sepi Pembeli, Banting Stir Jual Jas Hujan Hingga Bensin

POJOKBANDUNG.COM, KAB. BANDUNG – Suasana berbeda terlihat di sepanjang jalur mudik Cileunyi hingga Nagreg pada musim Lebaran tahun ini. Deretan kios oleh-oleh yang biasanya ramai diserbu pemudik, kini tampak lengang. Sejumlah pedagang mengaku penjualan turun drastis dibandingkan dua tahun sebelumnya.

Pedagang Oleh-oleh di Jalur Cileunyi – Nagreg Sepi Pembeli, Banting Stir Jual Jas Hujan Hingga Bensin

Toko panganan oleh-oleh di Jalur Cileunyi – Nagreg sepi pengunjung, Jumat (20/3/2026) Foto-foto :AGUNG EKO SUTRISNO/ POJOK BANDUNG

Salah seorang pedagang, Heru (45), mengatakan kondisi ini mulai terasa sejak awal pekan arus mudik. Jika sebelumnya pembeli bisa datang silih berganti, kini banyak kendaraan hanya melintas tanpa berhenti.

“Biasanya H-3 sampai H-1 itu ramai, orang beli makanan atau oleh-oleh buat keluarga di kampung. Sekarang mah sepi, paling yang berhenti cuma beberapa saja,” ujarnya saat ditemui di kiosnya, Jumat (20/3/2026).

Menurut Heru, penurunan jumlah pembeli berdampak langsung pada pendapatan harian. Ia menyebut omzet tahun ini turun hingga lebih dari separuh dibandingkan musim mudik dua tahun lalu.

Kondisi serupa dirasakan pedagang lainnya, Sita (38). Ia mengaku harus memutar otak agar tetap bisa bertahan, terutama untuk menutup biaya operasional dan membayar pegawai.

“Kalau cuma mengandalkan jualan makanan, nggak nutup. Sekarang terpaksa jual bensin eceran sama buka parkir buat pemudik yang mau istirahat,” katanya.

Di beberapa titik jalur tersebut, memang terlihat pedagang mulai menambah layanan. Selain menjual makanan ringan dan oleh-oleh khas, mereka menyediakan bensin eceran dalam botol serta membuka lahan parkir sederhana di depan kios.

Langkah ini dilakukan sebagai strategi bertahan di tengah perubahan pola mudik. Banyak pemudik kini memilih perjalanan lebih cepat tanpa banyak berhenti, atau sudah menyiapkan kebutuhan sejak dari kota asal.

Selain itu, faktor efisiensi pengeluaran juga diduga memengaruhi daya beli pemudik. Beberapa pengendara yang ditemui mengaku lebih fokus pada biaya perjalanan dibandingkan membeli oleh-oleh di jalan.

“Sekarang lebih hemat, beli secukupnya saja. Takut biaya membengkak di jalan,” ujar Rudi (29), pemudik asal Bandung yang hendak menuju Jawa Tengah.

Meski demikian, para pedagang tetap berharap situasi dapat membaik hingga puncak arus mudik dan arus balik nanti. Mereka menggantungkan harapan pada pemudik yang mungkin masih akan berhenti di perjalanan pulang.

“Harapan masih ada di arus balik. Biasanya orang lebih santai, mungkin bisa mampir,” kata Heru.

Di tengah sepinya pembeli, para pedagang di jalur Cileunyi – Nagreg hanya bisa bertahan dengan berbagai cara, menjaga usaha tetap hidup di tengah arus mudik yang terus berubah dari tahun ke tahun. (kus)

 

loading...

Feeds

Bapor Korpri Subang Gelar Ngabret Pedal Tournamen

POJOKBANDUNG.COM, SUBANG-Badan Pembina Olahraga Korps Pegawai Republik Indonesia (BAPOR KORPRI) Kabupaten Subang menyelenggarakan Ngabret Padel Mini Tournament Session 1 yang …

Keluarga Petarung MMA, Yudi Cahyadi Bangga

POJOKBANDUNG.COM, SUMEDANG – Petarung Mixed Martial Art (MMA) asal Desa Trunamanggala, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Yudi Cahyadi (34), gagal melangkah …