POJOKBANDUNG.COM, KOTA BANDUNG – Perayaan kemenangan Persib Bandung membuat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung harus menambah personel dan bekerja sejak dini hari demi membersihkan tumpukan sampah di pusat kota. DLH Kota Bandung menerjunkan total 112 petugas kebersihan untuk menangani lonjakan sampah selama dua hari perayaan kemenangan Persib Bandung.
Penambahan personel dilakukan setelah volume sampah di pusat kota meningkat tajam dan menyebar di sedikitnya 11 titik keramaian bobotoh.
Kepala DLH Kota Bandung, Darto mengatakan tambahan personel diperlukan karena kondisi lapangan jauh lebih berat dibanding hari biasa. Selain jumlah sampah yang besar, petugas juga harus menangani material berbahaya seperti flare, petasan, dan botol kaca yang tercecer di sejumlah ruas jalan.
“Biasanya tim bekerja normal, tapi selama dua hari ini kami tambah 56 personel sehingga totalnya menjadi 112 orang untuk penanganan di 11 titik rawan,” ujar Darto, Senin (25/5/2026).
Darto menjelaskan kawasan Jalan Asia Afrika menjadi salah satu titik dengan penumpukan sampah paling tinggi setelah ribuan bobotoh memadati pusat Kota Bandung untuk merayakan keberhasilan Persib menjuarai kompetisi.
Sampah plastik mendominasi tumpukan yang diangkut petugas. Namun DLH juga menemukan banyak botol kaca bekas minuman keras dan flare berbahan logam yang membuat proses pengangkutan menjadi lebih berat dan memakan waktu lebih lama.
Darto mengungkapkan di kawasan Cikapayang saja petugas berhasil mengumpulkan tiga karung besar flare dan enam karung kecil botol kaca. Jenis sampah itu disebut tidak biasa ditemukan dalam aktivitas kebersihan rutin sehari-hari.
“Mayoritas memang plastik, tetapi flare dan botol kaca ini cukup menonjol. Flare itu berbahan logam sehingga bobot sampah jadi jauh lebih berat,” katanya.
Darto menyebut DLH Kota Bandung mencatat total 112 ton sampah berhasil diangkut selama Sabtu dan Minggu atau sepanjang rangkaian pesta kemenangan Persib berlangsung. Jumlah berasal dari jalur konvoi, trotoar, taman kota, hingga area publik yang dipadati warga.
Meski personel telah ditambah, proses pembersihan tidak berjalan sesuai target. Hingga Senin (25/5) pagi pukul 05.30 WIB, kondisi di sejumlah titik, masih belum sepenuhnya bersih karena volume sampah terlalu besar.
Menurutnya, petugas juga sempat menghentikan aktivitas pembersihan pada malam hari akibat hujan deras yang mengguyur Kota Bandung. DLH memilih istirahatkan petugas untuk menjaga kondisi kesehatan mereka sebelum kembali bekerja pada waktu subuh.
“Karena hujan, tim kami hentikan dulu sementara supaya tidak sakit. Subuh baru bergerak lagi, tapi ternyata sampai pagi pun pekerjaan belum selesai,” ungkap Darto.
Selain menangani sampah pesta juara Persib, DLH juga mendapat tanggung jawab tambahan mengamankan area kunjungan Presiden RI di Bandung. Lokasi pendaratan helikopter presiden dipastikan bersih dari sampah maupun benda berbahaya.
DLH bahkan menurunkan dua unit road sweeper untuk membersihkan area tersebut sejak dua hari sebelum agenda kunjungan berlangsung, untuk memastikan keamanan area pendaratan helikopter.
“Kami pastikan area heli benar-benar steril. Dari dua hari sebelumnya sudah kami bersihkan total agar aman,” ujar Darto.
Darto menambahkan lonjakan sampah pasca perayaan Persib juara kembali, menjadi tantangan besar bagi Kota Bandung. Di tengah euforia ribuan bobotoh yang memadati jalanan, petugas kebersihan harus bekerja ekstra demi mengembalikan kondisi kota tetap bersih dan nyaman dilalui warga.(dsn)
















