Kategori: Bandung

  • BTN Dukung Akulturasa ITB, Industri Kuliner Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi

    BTN Dukung Akulturasa ITB, Industri Kuliner Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi

    POJOKBANDUNG.COM, BANDUNG- Industri kuliner tidak lagi sekadar urusan makanan dan minuman. Namun, menyimpan potensi besar untuk menggerakkan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, hingga melahirkan inovasi yang berdampak luas bagi masyarakat.

    Makanya, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mendukung festival Akulturasa Institut Teknologi Bandung (ITB) yang akan digelar di kawasan Kampus Kampus ITB, Jalan Ganesha, pada 20-21 Juni 2026. Kepala Kantor Wilayah BTN Jawa Barat Asvianti Handaru W menuturkan, Akulturasa ITB menjadi ruang penting yang sejalan dengan komitmen BTN dalam mendukung ekosistem pertumbuhan ekonomi kreatif dan industri pangan nasional. Festival ini mempertemukan akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat dalam satu ekosistem kolaboratif.

    Asvianti menilai, investasi terbaik bukan hanya pada proyek yang menghasilkan keuntungan finansial semata. Tapi juga kegiatan yang mampu menciptakan dampak ekonomi dan sosial jangka panjang.

    “Dalam satu ekosistem kolaboratif ini dapat memperkuat jejaring, membuka peluang usaha, dan mendorong pertumbuhan ekonomi sektor kuliner,” kata Asvianti usai acara pengenalan Akulturasa di International Relation Office (IRO) ITB, Selasa (2/6).

    Industri kuliner merupakan salah satu sektor yang memiliki daya tahan kuat. Sekaligus kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Sektor tersebut juga menjadi ruang tumbuh bagi jutaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di berbagai daerah.

    “Industri makanan dan minuman memiliki efek berganda yang sangat besar. Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, sektor ini juga menciptakan lapangan kerja dan membuka peluang usaha bagi banyak masyarakat,” terangnya.

    Karena itu, BTN terus memperkuat dukungannya terhadap pelaku UMKM. Baik melalui program pembiayaan, pendampingan usaha, serta pemanfaatan teknologi digital. Sehingga pelaku usaha dapat meningkatkan daya saing sekaligus memperluas pasar mereka.

    Transformasi digital menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari oleh pelaku usaha. Termasuk di sektor kuliner. Karena mampu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memberikan pengalaman transaksi yang lebih baik bagi konsumen.

    “Bank tidak hanya hadir sebagai penyedia pembiayaan. Kami juga ingin membantu UMKM naik kelas melalui pendampingan dan digitalisasi agar bisnis mereka semakin kuat dan berkelanjutan,” jelas Asvianti.

    Makanya, selama penyelenggaraan Akulturasa ITB, BTN juga mendorong penggunaan transaksi digital oleh pengunjung maupun tenant. Selain memberikan kemudahan dan kecepatan dalam bertransaksi, langkah tersebut diharapkan dapat memperluas literasi keuangan digital di tengah masyarakat.

    Mengingat, teknologi finansial memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan bisnis kuliner. Sistem pembayaran yang praktis dan aman memungkinkan pelaku usaha lebih fokus mengembangkan produk serta meningkatkan pelayanan kepada pelanggan.

    Di sisi lain, BTN mengapresiasi kolaborasi yang terbangun antara dunia pendidikan dan industri melalui Akulturasa ITB. Perguruan tinggi memiliki posisi penting sebagai pusat inovasi yang dapat menjawab berbagai tantangan masa depan. Termasuk isu ketahanan pangan dan perubahan perilaku konsumen.

    “Akulturasa ITB diharapkan dapat menjadi momentum untuk inovasi, keberlanjutan, pengembangan talenta muda, serta praktik bisnis pangan yang bertanggung jawab terhadap ekonomi, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

    Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Komunikasi, Kemitraan, Kealumnian, dan Administrasi ITB, Dr. Andryanto Rikrik Kusmara, S.Sn., M.Sn., menjelaskan bahwa festival tersebut lahir dari keinginan kampus untuk menghadirkan berbagai hasil riset dosen dan mahasiswa kepada masyarakat luas.

    Menurut Rikrik, selama ini banyak inovasi yang dihasilkan sivitas akademika ITB. Namun belum memiliki ruang yang cukup untuk diperkenalkan secara luas. Karena itu, Akulturasa hadir sebagai wadah yang menjembatani dunia akademik dengan masyarakat.

    “Makanya saya lapor ke Rektor, dan disambut baik. Ini sangat inspiratif sehingga dibuatkan acara yang lebih besar di bawah payung Akulturasa. Ada kultur dan rasa, pertemuan sains, teknologi, seni dan budaya yang digabungkan,” ujar Rikrik.

    Dia menjelaskan, sedikitnya empat fakultas terlibat dalam penyelenggaraan festival tersebut. Yakni Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH), Fakultas Teknologi Industri Kesehatan, Sekolah Farmasi, dan Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD).

    Melalui kolaborasi tersebut, masyarakat akan diperlihatkan berbagai inovasi pangan hasil penelitian dosen dan mahasiswa. Salah satunya, produk pangan fermentasi yang dikembangkan dari bahan baku lokal seperti umbi-umbian dan rempah-rempah.

    “Jadi lewat festival ini kami harapkan dapat mengundang sivitas ITB maupun masyarakat datang ke ITB untuk melihat berbagai fenomena makanan yang diolah sedemikian rupa. Dari hasil lokal, teknologi lokal, olahan lokal, lalu bagaimana kemudian masyarakat bisa memanfaatkan apa yang sudah diperbuat oleh ITB,” paparnya.

    Rikrik menilai, keberadaan festival tersebut juga disambut antusias oleh dosen dan mahasiswa. Sebab, inovasi yang selama ini dikembangkan di laboratorium dan ruang kelas dapat langsung diperkenalkan kepada masyarakat. Serta berpotensi memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.

    “Nanti saya harapkan banyak ide-ide muncul dari UKM kita, dari masyarakat, dari adik-adik, dari pedagang dan sebagainya. Semoga apa yang sudah dimiliki oleh ITB ini bisa berdampak pada peningkatan keekonomian kita,” harapnya.

    Akulturasa ITB terbuka bagi masyarakat umum. Selain menjadi ajang edukasi dan pameran inovasi pangan, festival tersebut juga diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat dalam memperkuat ekosistem pangan nasional yang inovatif dan berkelanjutan.

  • Bandara Husein Sastranegara Tetap Siap Siaga Operasional, Ini Kata Komandan Lanud Husein Sastranegara Marsma TNI M D Irman Fathurrahman

    Bandara Husein Sastranegara Tetap Siap Siaga Operasional, Ini Kata Komandan Lanud Husein Sastranegara Marsma TNI M D Irman Fathurrahman

    POJOKBANDUNG.COM, KOTA BANDUNG – Wacana kembali dibukanya Bandara Husein Sastranegara untuk penerbangan komersial mendapat respons positif dari jajaran TNI AU.

    Komandan Lanud Husein Sastranegara Marsma TNI M D Irman Fathurrahman menegaskan pihaknya siap menjalankan operasional bandara kapan pun keputusan resmi pemerintah pusat diterbitkan.

    Komandan Lanud Husein Sastranegara Marsma TNI M D Irman Fathurrahman menjelaskan kesiapan Bandara Husein tidak hanya dari sisi personel, tetapi juga sarana dan prasarana penerbangan yang hingga kini masih aktif digunakan.

    “Kapan pun dibuka kami siap melaksanakan. Tinggal menunggu perintah pimpinan dan surat resmi dari Kementerian Perhubungan melalui Angkatan Udara,” Irman usai menghadiri kegiatan di Balai Kota Bandung, Senin (1/6/2026).

    Irman menyebutkan fasilitas utama bandara masih dalam kondisi layak untuk mendukung operasional pesawat berbadan besar, Airbus maupun Boeing. Aktivitas penerbangan militer dan VVIP pun hingga saat ini masih rutin dilakukan di kawasan Lanud Husein Sastranegara.

    Menurut Irman, kondisi landasan dan fasilitas penerbangan tidak menjadi kendala utama apabila pemerintah memutuskan membuka kembali penerbangan sipil dari Bandung. Persoalan yang dinilai perlu segera dibenahi justru berada di luar area bandara, terutama akses jalan menuju lokasi.

    Irman menyoroti kondisi jalur dari Gerbang Tol Pasteur menuju kawasan bandara yang dinilai masih membutuhkan perhatian serius. Saat hujan deras turun, kawasan kerap dilanda genangan hingga banjir yang menghambat mobilitas kendaraan.

    “Mudah-mudahan jalan menuju pangkalan maupun bandara bisa segera diperbaiki. Termasuk akses keluar masuk tol dari Pasteur sampai ke bandara,” katanya.

    Kondisi infrastruktur penunjang itu dinilai menjadi salah satu faktor penting apabila Bandara Husein kembali melayani penerbangan komersial dalam jumlah besar. Sebab, kelancaran akses penumpang menjadi bagian penting dalam mendukung operasional bandara.

    Irman pun mengungkapkan komunikasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) terus dilakukan terkait berbagai kebutuhan penataan kawasan sekitar bandara. Koordinasi itu mencakup pembenahan drainase hingga akses transportasi.

    Irman memastikan hubungan antara Lanud Husein dengan pemerintah daerah berjalan baik dan intensif. Berbagai persoalan yang berkaitan dengan operasional bandara dibahas secara berkala agar kesiapan tetap terjaga.

    “Komunikasi dengan pemerintah kota maupun pemerintah provinsi selalu kami lakukan,” ujarnya.

    Pernyataan kesiapan muncul di tengah kembali menguatnya pembahasan soal pengoperasian Bandara Husein Sastranegara setelah sebelumnya sebagian besar penerbangan dialihkan ke Bandara Kertajati di Majalengka.

    Sejumlah kalangan menilai keberadaan Bandara Husein masih memiliki peran strategis karena lokasinya berada dekat pusat Kota Bandung dan menjadi pilihan praktis bagi masyarakat maupun pelaku bisnis.

    Selain faktor kedekatan lokasi, aksesibilitas dan efisiensi waktu perjalanan juga menjadi alasan Bandara Husein masih diminati banyak penumpang dari Bandung Raya dan wilayah sekitarnya.

    Meski demikian, keputusan pembukaan kembali penerbangan komersial tetap berada di tangan pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan bersama otoritas terkait lainnya.

    Lanud Husein Sastranegara pun kini menunggu keputusan resmi sambil memastikan seluruh fasilitas, personel, dan dukungan operasional tetap dalam kondisi siap digunakan sewaktu-waktu.(dsn)

  • Pedagang di Terminal Cicaheum Kota Bandung Minta BRT Dikaji Ulang

    Pedagang di Terminal Cicaheum Kota Bandung Minta BRT Dikaji Ulang

    POJOKBANDUNG.COM, KOTA BANDUNG – Rencana perpindahan aktivitas Terminal Cicaheum ke Terminal Leuwipanjang kembali menuai penolakan dari para pedagang dan warga terminal yang selama puluhan tahun menggantungkan hidup di kawasan Terminal Cicaheum.  Mereka meminta pemerintah mengkaji ulang kebijakan proyek Bus Rapid Transit (BRT) karena dinilai mengancam mata pencaharian masyarakat kecil.

    Perwakilan warga terminal dan pedagang Terminal Cicaheum, Ronny mengatakan sebagian besar pedagang hingga pekerja informal di sekitar terminal belum siap menghadapi penutupan aktivitas terminal. Kompensasi maupun solusi pengganti yang dijanjikan pemerintah hingga kini belum memberikan kepastian yang jelas.

    “Kami hanya meminta jangan ditutup dulu sebelum ada kejelasan. Karena kehidupan kami memang dari jualan di sini. Kalau langsung dipindahkan atau ditutup, kami harus makan dari mana,” ujar Ronny saat ditemui di Terminal Cicaheum, Senin (1/6/2026).

    Ronny mengungkapkan aspirasi tersebut sebelumnya sudah disampaikan kepada pihak Kementerian Perhubungan, Dinas Perhubungan, hingga pengelola proyek BRT saat sosialisasi berlangsung di kawasan terminal. Dalam pertemuan itu, para pedagang meminta pemerintah mempertimbangkan ulang dampak sosial yang muncul akibat relokasi terminal.

    Menurut Ronny, yang terdampak bukan hanya pedagang kios resmi, tetapi juga pedagang asongan, tukang cuci kendaraan, buruh jasa angkut, hingga warga yang tinggal di sekitar terminal. Sebagian bahkan menjadikan lapak jualan sebagai tempat tinggal bersama keluarga mereka.

    “Kami ini bukan hanya jualan, ada yang tidur di sini, anak-anaknya tinggal di sini juga. Jadi kalau dipindah mendadak, kami bingung harus bagaimana,” katanya. (dsn)

  • Jalan Rusak Bahayakan Pengendara Sepeda Motor di Jalan Gunung Batu Kota Bandung

    Jalan Rusak Bahayakan Pengendara Sepeda Motor di Jalan Gunung Batu Kota Bandung

    POJOKBANDUNG.COM, KOTA BANDUNG – Pengemudi kendaraan melintasi jalan berlubang di kawasan Gunung Batu, Kota Bandung, Minggu (31/5/2026).

    Jalan Rusak Bahayakan Pengendara Sepeda Motor di Jalan Gunung Batu Kota Bandung
    Pengemudi kendaraan melintasi jalan berlubang di kawasan Gunung Batu, Kota Bandung, Minggu (31/5/2026). Foto-foto : Taofik Achmad Hidayat/Pojok Bandung.

    Jalan rusak berlubang tersebut di sayangkan oleh pengendara yang melintas di jalan di kawasan Gunung Batu, Kota Bandung tersebut dikarenakan dapat menyebabkan kecelakaan bagi pengendaran motor apa bila melintas dengan kecepatan penuh. (opk)

  • Pemalakan dan Premanisme Meresahkan, KDM Pastikan Pelaku Ditindak Tegas

    POJOKBANDUNG.COM – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengeluarkan imbauan keras kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak melakukan aksi pemalakan maupun praktik premanisme jalanan. Penegasan tersebut disampaikan guna mencegah terjadinya keresahan di tengah warga sekaligus menjaga citra positif Provinsi Jawa Barat sebagai destinasi yang aman, tertib, dan ramah bagi setiap pendatang.

    Langkah tegas dari orang nomor satu di Jawa Barat ini dikeluarkan menyusul viralnya unggahan rekaman video di media sosial yang menunjukkan dugaan aksi pemalakan terhadap pengemudi mobil bernomor polisi pelat B (asal Jakarta). Berdasarkan kronologi di lapangan, insiden tersebut terjadi di kawasan Jalan Ir. H. Djuanda, Gang Dago Timur, Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung.

    Peristiwa pemalakan itu berlangsung sesaat setelah berakhirnya laga pertandingan pamungkas antara Persib Bandung melawan Persijap Jepara, Sabtu malam, 30 Mei 2026. Dalam potongan video yang beredar luas, tampak seorang oknum pria menghentikan paksa kendaraan yang tengah melintas lalu meminta sejumlah uang secara intimidatif kepada sang pengemudi.

    Menanggapi gangguan ketertiban umum di wilayah ibu kota provinsi tersebut, Gubernur Dedi Mulyadi menyatakan bahwa pihak pemerintah daerah langsung bergerak cepat melakukan koordinasi taktis dengan jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat. Sinergi ini dilakukan guna memastikan proses penegakan hukum terhadap pelaku dapat berjalan secara cepat, tepat, dan transparan.

    “Terkait kasus pemalakan dan tindakan premanisme yang terjadi di kawasan Dago, Kota Bandung, saya sudah berkoordinasi langsung secara intensif dengan Kapolda Jabar. Berkat respons cepat dari aparat di lapangan, saat ini pelaku yang bersangkutan telah berhasil diringkus dan sedang menjalani proses pemeriksaan hukum lebih lanjut di markas Kepolisian Sektor (Polsek) Coblong,” terang Dedi Mulyadi saat memberikan keterangan pers, Minggu, 31 Mei 2026.

    Lebih lanjut, Dedi memberikan peringatan keras kepada seluruh warga Jawa Barat agar tidak sekali-kali mencoba melakukan tindakan pemerasan dalam bentuk apa pun. Penindakan hukum tanpa tebang pilih akan diterapkan secara konsisten, baik jika korbannya merupakan sesama warga lokal maupun masyarakat dari luar daerah yang sedang berkunjung ke wilayah Jawa Barat.

    Pemerintah Provinsi bersama jajaran aparat penegak hukum berkomitmen penuh melakukan pembersihan ruang publik dari aksi premanisme karena dinilai merusak rasa aman, kenyamanan, serta mengganggu roda perekonomian dari sektor pariwisata daerah.

    Gubernur juga mengimbau generasi muda dan masyarakat luas untuk menjauhi mentalitas jalanan dan beralih mencari nafkah melalui jalur yang legal dan produktif. Menurutnya, ruang untuk mencari rezeki yang halal di Jawa Barat masih terbuka lebar lewat kerja keras dan kreativitas, jauh lebih terhormat dibandingkan menempuh cara-cara instan bergaya preman yang merugikan keselamatan orang lain. Menutup keterangannya, Dedi menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Polsek Coblong serta Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Bandung yang dinilai sangat responsif dalam menindaklanjuti laporan keresahan masyarakat di jagat maya.

  • bank bjb Tingkatkan Layanan Perbankan melalui Kerjasama dengan Lanud Husein Sastranegara

    bank bjb Tingkatkan Layanan Perbankan melalui Kerjasama dengan Lanud Husein Sastranegara

    POJOKBANDUNG.COM – bank bjb kembali menegaskan komitmennya dalam memperluas sinergi strategis guna mengakselerasi pertumbuhan bisnis. Salah satu bentuk nyata dari komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan kerjasama dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara khususnya di wilayah Jawa Barat.

    Kerjasama yang telah terjalin kini kembali diperkuat melalui Penandatanganan Pedoman Kerjasama antara bank bjb dengan Pangkalan Udara TNI AU Husein Sastranegara yang dilaksanakan pada hari Senin Tanggal 25 Mei 2026 bertempat di Lanud Husein Sastranegara.

    Penandatanganan dilakukan langsung oleh Komandan Lanud Husein Sastranegara Marsekal Pertama TNI MD Irman Fathurahman, S.E., M.M bersama Pemimpin Cabang bank bjb Tamansari Adytia Sovana. Turut hadir Pemimpin Divisi Dana dan Jasa Konsumer bank bjb, Maman Rukmana, serta jajaran manajemen bank bjb lainnya.

    Melalui penandatanganan pedoman kerjasama ini, kedua pihak kembali menegaskan komitmen untuk memperkuat kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi anggota kesatuan.  Kerjasama ini mencakup layanan penyaluran tunjangan kinerja bagi 441 anggota Lanud Husein Sastranegara melalui produk tandamata payroll bank bjb, pemberian fasilitas kredit ritel, bantuan penagihan, dan pembayaran kolektif angsuran fasilitas kredit ritel.

    Kolaborasi ini sekaligus bukti nyata komitmen bank bjb dalam memperluas jangkauan layanan kepada berbagai segmen institusi. Dengan terus menghadirkan berbagai solusi layanan keuangan mulai dari layanan tabungan payroll, transaksi digital, hingga fasilitas kredit yang dapat dimanfaatkan oleh anggota dan dukungan jaringan layanan yang luas serta transformasi digital yang terus dikembangkan. bank bjb optimis mampu meningkatkan penetrasi layanan perbankan dan memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh anggota Lanud Husein Sastranegara.

    Melalui kolaborasi dengan institusi strategis seperti TNI AU, bank bjb juga memperkuat posisinya sebagai mitra pembangunan ekonomi daerah dan nasional. Kerjasama ini menjadi bagian dari upaya bank bjb dalam mendukung pertumbuhan ekonomi melalui penguatan sektor keuangan yang inklusif dan berkelanjutan.

    Selanjutnya, kerjasama antara bank bjb dan TNI AU diharapkan dapat terus diperkuat serta diperluas ke berbagai kesatuan lainnya, khususnya di wilayah Jawa Barat. Penguatan kolaborasi tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih besar, tidak hanya bagi kedua institusi, tetapi juga bagi peningkatan kualitas layanan keuangan bagi seluruh anggota TNI AU.

    Informasi lebih lanjut dapat mengunjungi jaringan kantor bank bjb terdekat yang tersebar di 17 Provinsi di Indonesia maupun call center bjb Call 14049 atau dapat mengakses website resmi www.bankbjb.co.id mengikuti kanal resmi bank bjb guna memperoleh pembaruan terkini seputar program dan kegiatan lainnya.

  • Lapak Kurban Kolektif di Kota Bandung Dinilai Efektif, Penjualan Hewan Kurban Lebih Tertib

    Lapak Kurban Kolektif di Kota Bandung Dinilai Efektif, Penjualan Hewan Kurban Lebih Tertib

    POJOKBANDUNG.COM, KOTA BANDUNG – Sehari setelah Hari Raya Iduladha 2026, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung mulai melakukan evaluasi dan penertiban terhadap lapak penjualan hewan kurban yang masih bertahan di sejumlah titik permukiman warga. Pengawasan dilakukan bersama aparat kewilayahan dan Satpol PP untuk memastikan area bekas penjualan kembali tertib dan bersih.
    Kepala DKPP Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar mengatakan penataan lapak hewan kurban tahun ini dinilai lebih baik dibanding tahun sebelumnya karena para pedagang mulai mengikuti aturan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terkait lokasi berjualan.
    Mayoritas pedagang kini memilih berjualan secara kolektif di lapak resmi yang sudah ditentukan kewilayahan sehingga pengawasan menjadi lebih mudah dilakukan.
    “Sekarang pedagang mulai lebih paham. Banyak yang berjualan bersama di satu titik yang memang sudah ditentukan,” ujar Gin Gin, Kamis (28/5/2026).
    DKPP sebelumnya mewajibkan seluruh pedagang hewan kurban mengantongi rekomendasi dari kewilayahan sebelum membuka lapak penjualan di Kota Bandung.
    Gin Gin mengungkapkan pemkot juga mengatur lokasi penjualan minimal berjarak 200 meter dari kawasan permukiman warga untuk mengurangi gangguan lingkungan dan menjaga ketertiban umum.
    “Aturan turut disertai kewajiban pengelolaan limbah hewan kurban agar area penjualan tidak menimbulkan bau maupun pencemaran lingkungan setelah aktivitas kurban selesai,” katanya.
    Gin Gin menilai pengawasan ketat yang dilakukan sejak sebelum Iduladha cukup efektif menekan munculnya lapak liar di kawasan padat penduduk. Meski demikian, petugas masih menemukan beberapa pedagang yang mencoba membuka lapak di dekat area pemukiman menjelang hari terakhir penjualan hewan kurban.
    Gin Gin mengatakan lapak yang melanggar aturan tetap dapat ditindak dan dibongkar apabila mengganggu ketertiban lingkungan maupun melanggar ketentuan yang sudah ditetapkan pemerintah.
    “Penertiban dilakukan bersama Satpol PP dan aparat kewilayahan yang sebelumnya telah melakukan pemetaan titik penjualan hewan kurban di setiap kelurahan,” ucapnya.
    Menurutnya, selain menertibkan lapak, petugas juga melakukan pemantauan terhadap kebersihan area bekas penjualan hewan kurban H+1 Iduladha. Pedagang diminta segera membersihkan kandang sementara, sisa pakan, hingga limbah hewan agar tidak memicu keluhan warga sekitar.
    Gin Gin menyebut pola penjualan kolektif yang mulai diterapkan pedagang tahun ini memberi dampak positif terhadap pengawasan kesehatan hewan maupun pengendalian lingkungan.
    “Sistem kolektif, petugas lebih mudah melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban sekaligus memantau kondisi kebersihan di lokasi penjualan,” kata Gin Gin.
    Gin Gin menambahkan kesadaran pedagang terhadap aturan penjualan hewan kurban tahun ini terus meningkat sehingga pelaksanaan Iduladha di tahun mendatang dapat berlangsung lebih tertib, sehat, dan ramah lingkungan bagi masyarakat Kota Bandung.(dsn)
  • Prioritaskan Siswa RMP dan Disabilitas, Pemkot Bandung Pastikan Tak Ada Anak Putus Sekolah

    Prioritaskan Siswa RMP dan Disabilitas, Pemkot Bandung Pastikan Tak Ada Anak Putus Sekolah

    POJOKBANDUNG.COM, KOTA BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan jalur afirmasi dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 menjadi prioritas utama untuk melindungi hak pendidikan anak dari keluarga tidak mampu dan penyandang disabilitas. Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung menegaskan tidak boleh ada satu pun anak kehilangan akses sekolah hanya karena faktor ekonomi maupun keterbatasan fisik dan mental.

    Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Asep Saeful Gufron mengatakan penguatan jalur afirmasi tahun ini menjadi bentuk keberpihakan pemerintah terhadap kelompok rentan, khususnya siswa kategori Rawan Melanjutkan Pendidikan (RMP) dan peserta didik berkebutuhan khusus.

    Untuk jenjang SMP, Pemkot Bandung menyiapkan kuota afirmasi sebesar 30 persen dari total daya tampung sekolah negeri. Kuota diperuntukkan bagi siswa RMP dan penyandang disabilitas. Sementara untuk tingkat SD, jalur afirmasi disediakan sebesar 15 persen guna memastikan pemerataan akses pendidikan sejak usia dini.

    Asep menjelaskan kebijakan menjadi langkah konkret pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan melalui sektor pendidikan. Sekolah harus menjadi ruang aman dan terbuka bagi seluruh anak tanpa memandang latar belakang ekonomi keluarga maupun kondisi fisik siswa.

    Dalam pelaksanaannya, Pemkot Bandung menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai dasar utama penentuan siswa RMP. Peserta yang masuk kategori Desil 1 hingga Desil 5 diprioritaskan mendapatkan akses melalui jalur afirmasi.

    “Kelompok mencakup masyarakat sangat miskin, miskin, rentan miskin hingga keluarga menengah bawah yang membutuhkan bantuan sosial pendidikan,” ujar Asep, Kamis (28/5/2026).

    Pendataan siswa RMP dilakukan 4 hingga 8 Mei 2026 melalui sistem Dapodik, agar pemerintah dapat memetakan kebutuhan kursi sekolah secara lebih akurat sebelum tahapan pendaftaran umum dimulai.

    Dalam mekanismenya, sistem akan menempatkan siswa ke sekolah negeri terdekat berdasarkan domisili. Jika kuota sekolah tujuan telah penuh, sistem otomatis mengalihkan siswa ke sekolah lain yang masih memiliki daya tampung tersedia.

    “Orang tua juga dapat memantau status kepesertaan DTSEN secara daring melalui laman resmi yang telah disediakan Dinas Pendidikan Kota Bandung,” katanya.

    Tak hanya fokus pada siswa kurang mampu, Disdik Kota Bandung juga memberi perhatian khusus terhadap peserta didik penyandang disabilitas. Setiap sekolah minimal wajib menerima tiga siswa berkebutuhan khusus dalam proses SPMB tahun ini. Kebijakan yang menjadi bagian dari penguatan pendidikan inklusif di Kota Bandung.

    Untuk mengikuti jalur disabilitas, calon peserta didik diwajibkan melampirkan rekomendasi tertulis dari Unit Layanan Disabilitas Dinas Pendidikan Kota Bandung. Dokumen menjadi dasar penyesuaian layanan pendidikan agar sekolah mampu memberikan pendampingan sesuai kebutuhan siswa.

    Asep menilai sekolah reguler di Kota Bandung harus mulai bertransformasi menjadi ruang belajar yang inklusif. Keberagaman kondisi siswa bukan hambatan dalam proses pendidikan, melainkan tanggung jawab bersama yang harus difasilitasi negara melalui sistem penerimaan yang adil.

    “Setelah proses pemetaan selesai, sekolah asal melakukan verifikasi dan validasi data, 11 hingga 15 Mei 2026. Dalam tahap ini, petugas akan memeriksa kelengkapan dokumen, Kartu Keluarga Kota Bandung dan KTP orang tua guna memastikan keabsahan data domisili peserta,” jelasnya.

    Asep menyampaikan orang tua siswa juga diminta menandatangani surat pernyataan kesediaan ditempatkan di sekolah hasil pemetaan sistem, untuk menghindari penolakan sepihak dan memastikan seluruh siswa afirmasi memperoleh kepastian bangku sekolah.

    Kepastian penempatan siswa afirmasi diumumkan, 22 Mei 2026. Jika masih terdapat sisa kuota yang belum terisi, pemerintah akan mengalihkannya ke kuota afirmasi non-penempatan sehingga masyarakat tetap dapat memilih sekolah secara mandiri saat masa pendaftaran resmi dibuka.

    Siswa jalur afirmasi SMP diberi fleksibilitas lebih luas dengan pilihan hingga dua SMP Negeri dan dua SMP Swasta dalam wilayah domisili. Kebijakan disiapkan untuk antisipasi keterbatasan daya tampung sekolah negeri sekaligus memastikan siswa RMP tetap memperoleh akses pendidikan melalui dukungan pembiayaan pemerintah.

    Selain menjamin akses sekolah, Asep juga menegaskan larangan pungutan kepada siswa afirmasi. Ia meminta seluruh kepala sekolah tidak mengaitkan proses daftar ulang dengan biaya apa pun.

    “Program sekolah gratis harus benar-benar dirasakan siswa dari keluarga kurang mampu agar tidak muncul hambatan baru dalam proses pendidikan,” ungkapnya.

    Tahapan pendaftaran jalur afirmasi dan prestasi dijadwalkan berlangsung, 8 hingga 12 Juni 2026. Hasil seleksi final akan diumumkan, 19 Juni 2026, sedangkan daftar ulang dilakukan pada 22 hingga 23 Juni 2026. Seluruh proses dapat dipantau secara daring untuk menjaga transparansi sekaligus mencegah praktik titip-menitip siswa dalam penerimaan murid baru.

    “Kami ingin SPMB 2026 menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam melindungi masa depan anak-anak di Kota Bandung, tanpa memandang latar belakang ekonomi,” ujar Asep Saeful Gufron.(dsn)

  • Baru 104 Ekor Masuk RPH Kota Bandung, Pemotongan Hewan Kurban 2026 Menurun

    Baru 104 Ekor Masuk RPH Kota Bandung, Pemotongan Hewan Kurban 2026 Menurun

    POJOKBANDUNG.COM, KOTA BANDUNG – Aktivitas pemotongan hewan kurban di Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Bandung mengalami penurunan cukup signifikan saat Hari Raya Iduladha 2026. Hingga akhir Mei, jumlah hewan yang terdaftar untuk dipotong di RPH baru mencapai 104 ekor, jauh lebih rendah dibanding tahun-tahun sebelumnya.

    Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar mengatakan penurunan terlihat dari berkurangnya antrean pemotongan di dua RPH milik pemerintah, RPH Cirangrang dan RPH Ciroyom.

    “Tahun ini yang baru mendaftar sekitar 104 ekor. Ciroyom sekitar 74 ekor dan Cirangrang sekitar 30 ekor,” ujar Gin Gin, Rabu (27/5/2026).

    Gin Gin mengungkapkan jumlah pendaftar menurun dibanding tahun lalu yang sempat mencapai sekitar 127 hingga 177 ekor selama periode Iduladha. Aktivitas pemotongan tahun ini juga dinilai tidak seramai tahun sebelumnya.

    Meski terjadi penurunan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tetap membuka layanan pemotongan hewan kurban di RPH untuk masyarakat umum. Fasilitas disediakan agar proses pemotongan berlangsung lebih higienis, aman, dan sesuai aturan kesehatan hewan.

    Gin Gin memastikan layanan RPH dapat dimanfaatkan warga Kota Bandung yang ingin melakukan pemotongan hewan kurban secara resmi dan terkontrol.

    Menurutnya, untuk menggunakan fasilitas layanan RPH, masyarakat diwajibkan memiliki KTP Kota Bandung serta melakukan pendaftaran terlebih dahulu karena kapasitas pemotongan terbatas.

    Gin Gin menjelaskan sistem pendaftaran dilakukan untuk mengatur jadwal pemotongan agar tidak terjadi penumpukan hewan maupun antrean panjang saat hari raya kurban. Selain itu, warga juga diperbolehkan membawa juru potong sendiri selama mengikuti ketentuan operasional yang berlaku di RPH.

    “Jadi masyarakat bisa memanfaatkan fasilitas kami, bahkan boleh membawa juru potong sendiri,” katanya.

    Gin Gin juga menetapkan biaya retribusi pemotongan yang relatif murah, Rp35 ribu per ekor. Tarif yang berlaku untuk penggunaan fasilitas RPH selama momentum Iduladha.

    “Keberadaan RPH menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin memastikan proses penyembelihan dilakukan secara bersih dan memenuhi standar kesehatan,” ucapnya.

    Gin Gin mengatakan Petugas DKPP juga melakukan pengawasan ketat selama proses pemotongan untuk memastikan hewan yang dipotong telah lolos pemeriksaan kesehatan dan layak dikurbankan.

    Selain pemeriksaan kesehatan hewan, pengawasan dilakukan terhadap kebersihan lokasi, penanganan limbah, hingga distribusi daging kurban agar tetap aman untuk masyarakat.

    Gin Gin berharap masyarakat semakin memanfaatkan fasilitas RPH resmi dibanding melakukan pemotongan di lokasi yang kurang memadai. Selain lebih tertib, pemotongan di RPH dinilai mampu meminimalkan risiko pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan.

    “Meski jumlah pemotongan tahun ini menurun, Pemkot Bandung memastikan layanan RPH tetap berjalan optimal selama Iduladha 2026 demi mendukung pelaksanaan kurban yang aman, sehat, dan sesuai syariat,” ujar Gin Gin.(dsn)

  • Iduladha, Pedagang Dadakan Peralatan Sate di Pasar Ciroyom, Kota Bandung Menjamur

    Iduladha, Pedagang Dadakan Peralatan Sate di Pasar Ciroyom, Kota Bandung Menjamur

    POJOKBANDUNG.COM, KOTA BANDUNG – Pedagang melayani pembeli peralatan sate di pinggir jalan Kawasan Pasar Ciroyom, Kota Bandung, Selasa (26/5/2026).

    Iduladha, Pedagang Dadakan Peralatan Sate di Pasar Ciroyom, Kota Bandung Menjamur
    Pedagang melayani pembeli peralatan sate di pinggir jalan Kawasan Pasar Ciroyom, Kota Bandung, Selasa (26/5/2026). Foto-foto : Taofik Achmad Hidayat/Pojok Bandung.

    Pedagang dadakan peralatan sate seperti kipas, arang dan lidi tusuk yang dijual dari Rp5 ribu hingga Rp10 ribu itu ramai diburu warga untuk membakar daging pada Iduladha 1447 H. (opk)

  • Pasokan Bawang Merah di Kota Bandung Jelang Idul Adha

    Pasokan Bawang Merah di Kota Bandung Jelang Idul Adha

    POJOKBANDUNG.COM, KOTA BANDUNG – Kementerian Pertanian memperkuat sinergi dengan petani bawang merah, Pemda dan asosiasi terkait untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga bawang merah jelang Idul Adha 1447 Hijriah.

    Pasokan Bawang Merah di Kota Bandung Jelang Idul Adha
    Warga membeli bawang merah di Pasar Ciroyom , Kota Bandung, Selasa (26/5/2026).
    Foto-foto : Taofik Achmad Hidayat/ Pojok Bandung.

    Saat ini produksi nasional rata-rata mencapai dua juta ton konde basah atau setara 1,3 juta ton rogol kering panen per tahun sementara kebutuhan konsumsi nasional mencapai 1,26 juta ton per tahun. (Opk)

  • Kolaborasi Taro x Pokémon Hadir di Bandung, Angkat Semangat Petualangan Lintas Generasi

    Kolaborasi Taro x Pokémon Hadir di Bandung, Angkat Semangat Petualangan Lintas Generasi

    POJOKBANDUNG.COM, BANDUNG- Semangat petualangan yang selama ini menjadi identitas Taro, pionir makanan ringan yang sudah eksis selama 40 tahun di Indonesia, kembali hadir melalui kolaborasi spesial bersama Pokémon, IP global asal Jepang yang dikenal lewat pengalaman petualangan dan koleksinya yang telah melekat lintas generasi. 

    Jika Taro selama puluhan tahun dikenal dengan filosofi petualangan yang mendorong keberanian dan eksplorasi, Pokémon menghadirkan pengalaman petualangan melalui aktivitas mengoleksi karakter favorit yang terus berkembang hingga kini melalui Trading Card Game (TCG) dan budaya koleksi lintas generasi.

    Melalui kolaborasi ini, Taro menghadirkan 16 stiker Taro Pokémon yang dapat ditemukan secara acak di dalam kemasan Taro bertanda khusus. Pengalaman “brewek” senantiasa menggabungkan keseruan eksplorasi serta aktivitas koleksi dalam satu rangkaian acara interaktif.

    Setelah mendapat respons positif di Jakarta dan Surabaya, rangkaian acara “Brewek Taronya, Tangkap Pokémonnya” kini hadir di Bandung, kota yang dikenal dengan kultur komunitas dan gaya hidup kreatif yang kuat. 

    Bertempat di Trans Studio Mall Bandung pada 23 Mei 2026, pengunjung dapat menikmati berbagai aktivitas interaktif, mulai dari brewek massal untuk menemukan stiker Pokémon, meet and greet dengan Pikachu, hingga kesempatan untuk mendapatkan Taro Pokemon Card serta POKEMON TCG Ledakan Peniada secara gratis.

    “Kolaborasi Taro dan Pokémon berangkat dari kesamaan nilai, yaitu semangat petualangan tanpa batas. Kami melihat antusiasme masyarakat terhadap pengalaman mengoleksi dan aktivitas interaktif terus berkembang di berbagai kota, termasuk Bandung yang memiliki kultur komunitas dan gaya hidup kreatif yang kuat. Setelah mendapat respons positif di Jakarta dan Surabaya, kami ingin menghadirkan keseruan yang sama bagi masyarakat Bandung melalui pengalaman ‘brewek’ yang menyenangkan dan relevan lintas generasi,” ujar Dwiki Akbar, Senior Brand Manager Taro. 

    Event ini turut dimeriahkan oleh beberapa penggemar Pokemon ternama, yakni Dwi Hartono Wongso (@hyperpotatoes), Punipun, Tara & Gema, serta Roby Kazuya dengan Darius Drew yang memandu jalannya acara sebagai MC. 

    Di luar rangkaian aktivitas on-ground, masyarakat luas juga tetap dapat berpartisipasi dalam program koleksi ini. Caranya, cukup mengumpulkan 5 stiker Taro Pokémon bertanda khusus, lalu mengakses taroverse.id untuk mengunggah stiker tersebut dan memperoleh 1 Poké Ball. 

    Poké Ball yang terkumpul dapat ditukarkan dengan berbagai hadiah menarik, mulai dari Taro Promo Card, kartu Pokémon TCG, hingga merchandise eksklusif seperti tumbler, tote bag, dan lunchbox Taro edisi Pokémon. Peserta juga berkesempatan mengikuti undian berhadiah utama berupa perjalanan ke Jepang untuk 5 orang beruntung.

    Dwi Hartono Wongso (@hyperpotatoes), seorang Pokémon Enthusiast yang turut hadir dalam acara Brewek Taro mengatakan, antusiasme pengunjung di 3 kota mulai dari Jakarta, Surabaya hingga Bandung benar-benar luar biasa, terutama dari komunitas dan para kolektor yang datang. 

    “Menurut saya, ini menunjukkan bahwa Pokémon bukan hanya soal karakter, tapi juga pengalaman mengoleksi dan kebersamaan. Kolaborasi Taro dan Pokémon ini jadi menarik karena menghadirkan sensasi ‘brewek’ yang bikin penasaran. Kita tidak pernah tahu kartu atau stiker apa yang akan didapat. Ini yang membuat pengalaman koleksi terasa seperti petualangan dan semakin seru untuk diikuti,” ujarnya. 

    Melalui kehadirannya di Bandung, Taro kembali menegaskan komitmennya untuk terus relevan dengan generasi masa kini, sekaligus menjaga kedekatan emosional lintas generasi. Dengan menggabungkan kekuatan nostalgia, budaya koleksi Pokémon, serta semangat petualangan khas Taro, kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan pengalaman menyenangkan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mempererat kebersamaan keluarga dan komunitas.

  • Pemkot Bandung Siapkan Razia Miras Usai Temukan Banyak Bobotoh Mabuk saat Pesta Juara Persib

    Pemkot Bandung Siapkan Razia Miras Usai Temukan Banyak Bobotoh Mabuk saat Pesta Juara Persib

    POJOKBANDUNG.COM, KOTA BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bakal memperketat pengawasan minuman keras pada setiap agenda besar di Kota Bandung setelah menemukan banyak warga dalam kondisi mabuk saat perayaan juara Persib Bandung, Minggu (24/5/2026). Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyebut razia miras akan dilakukan sejak dua hari hingga 24 jam guna mencegah gangguan keamanan dan keselamatan masyarakat.

    Langkah disiapkan sebagai bahan evaluasi setelah pesta juara Persib dipadati ratusan ribu Bobotoh dari berbagai daerah di Jawa Barat. Meski perayaan berlangsung meriah dan relatif kondusif, Pemkot Bandung menemukan sejumlah orang bergelimpangan dalam kondisi mabuk di beberapa titik keramaian pusat kota. Farhan mengatakan temuan itu didapat saat dirinya bersama jajaran melakukan pemantauan langsung di kawasan Alun-alun Bandung pada dini hari.

    Kondisi warga yang kehilangan kesadaran akibat konsumsi alkohol dinilai sangat membahayakan, terutama di tengah kepadatan massa dan arus kendaraan. “Untuk evaluasi ke depan, kalau ada acara serupa, dua hari hingga 24 jam sebelumnya akan dilakukan razia minuman keras. Karena tadi subuh saat kami keliling di alun-alun banyak orang bergelimpangan dalam keadaan mabuk. Itu sangat membahayakan,” ujar Farhan, Minggu (24/5/2026).

    Farhan mengungkapkan pesta kemenangan Persib seharusnya menjadi momentum kebahagiaan bersama tanpa diwarnai perilaku yang berpotensi menimbulkan kericuhan. Karena itu, pengawasan terhadap peredaran dan konsumsi minuman keras akan menjadi fokus utama pemkot pada kegiatan serupa berikutnya. Farhan menilai secara umum rangkaian konvoi dan pesta juara Persib tetap berjalan sukses. Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar), Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, manajemen Persib, serta aparat keamanan dinilai mampu menjaga situasi tetap terkendali di tengah membludaknya massa Bobotoh.

    “Secara keseluruhan sudah sangat baik. Kerja sama antara Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kota, dan Persib sendiri berjalan sangat baik. TNI dan Kepolisian juga membantu luar biasa,” katanya.

    Selain evaluasi soal miras, Farhan juga menyoroti kedewasaan Bobotoh dalam menjaga ketertiban selama pertandingan hingga konvoi berlangsung. Ia mengapresiasi para suporter yang tidak menyalakan flare selama laga berlangsung dan baru melakukan selebrasi setelah acara resmi selesai. Menurut Farhan, sikap tertib kedewasaan menunjukkan perubahan positif dalam budaya dukungan sepak bola di Kota Bandung.

    Di tengah lautan manusia yang memenuhi jalanan kota, suasana tetap dapat dikendalikan tanpa gangguan besar yang menghambat jalannya acara. Rombongan konvoi diketahui mulai bergerak dari kawasan Gedung Sate sekitar pukul 08.00 WIB. Pada awal perjalanan, arus kendaraan dan massa masih relatif lancar sebelum akhirnya terjadi kepadatan saat memasuki pusat kota.

    Kepadatan mulai terlihat di kawasan Alun-alun Bandung dan Jalan Asia Afrika karena tingginya antusiasme Bobotoh yang ingin menyambut langsung skuad Persib dan trofi juara. Meski lalu lintas sempat tersendat, aparat gabungan tetap mampu menjaga situasi tetap aman. Farhan menyebut keberhasilan pengamanan tidak lepas dari keterlibatan TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, hingga relawan yang disiagakan di sejumlah titik strategis. Petugas terus melakukan pengaturan massa agar arus konvoi tetap berjalan dan tidak memicu penumpukan berlebihan.

    Perayaan juara Persib musim ini menjadi salah satu agenda dengan tingkat keramaian tertinggi di Kota Bandung sepanjang tahun 2026. Ribuan kendaraan dan lautan Bobotoh memenuhi sejumlah ruas jalan utama sejak pagi hingga malam hari.

    Meski demikian, Pemkot Bandung memastikan evaluasi tetap dilakukan menyeluruh. Pemerintah ingin memastikan pesta rakyat berskala besar berikutnya tetap berlangsung aman, tertib, dan tidak diwarnai gangguan akibat konsumsi minuman keras.

    Farhan berharap euforia kemenangan Persib dapat terus dirayakan secara positif oleh masyarakat. Ia juga meminta seluruh pihak bersama-sama menjaga Bandung tetap aman dan nyaman saat menjadi pusat perayaan besar yang melibatkan massa dalam jumlah besar.(dsn)

  • BPJS Ketenagakerjaan Bandung Suci Perkuat Mekanisme CoB dengan Jasa Raharja Pada Penanganan Kasus Kecelakaan Lalu Lintas

    BPJS Ketenagakerjaan Bandung Suci Perkuat Mekanisme CoB dengan Jasa Raharja Pada Penanganan Kasus Kecelakaan Lalu Lintas

    POJOKBANDUNG.COM, KOTA BANDUNG – BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Bandung Suci melakukan pembinaan dan mendorong mitra – mitra Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) dengan harapan semakin optimal dalam memberikan layanan terbaik bagi peserta.

    Hal itu dikatakan Pps. Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bandung Suci, Suarni saat membuka langsung acara Sosialisasi bersama PLKK terkait Peningkatan Efektivitas Pelayanan Kecelakaan Kerja melalui Coordination of Benefit (CoB) dengan Jasa Raharja yang digelar di Ballroom Mercure City Centre Hotel, Bandung (12/05/2026).

    PLKK merupakan layanan kesehatan berupa klinik, puskesmas, balai pengobatan, praktek dokter bersama, dan rumah sakit yang telah bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan pelayanan akibat adanya kecelakaan kerja, atau dugaan penyakit akibat kerja yang dialami peserta. Kegiatan ini dihadiri oleh PIC Rumah Sakit dan Klinik mitra PLKK BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Bandung Suci sebanyak 21 fasilitas kesehatan yang terletak di wilayah Kota Bandung, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Sumedang. Dalam pelaksanaan CoB antara BPJS Ketenagakerjaan dan Jasa Raharja, khususnya pada penanganan kasus kecelakaan lalu lintas yang merupakan kecelakaan kerja, Jasa Raharja bertindak sebagai penjamin pertama sesuai ketentuan yang berlaku dan BPJS Ketenagakerjaan sebagai penjamin lanjutan setelah batas plafon penjaminan Jasa Raharja terpenuhi.

    Penguatan implementasi CoB dimaksudkan untuk mendukung proses penjaminan yang lebih efektif serta penerapan penggunaan formularium obat dan compendium alat Kesehatan Jasa Raharja yang berlaku sebagai acuan dalam penjaminan pelayanan kesehatan CoB. Pada kegiatan ini juga dilakukan monitoring dan evaluasi e-PLKK 2.0 agar semua mitra PLKK memahami akan alur layanan, kriteria kecelakaan kerja maupun penyakit akibat kerja, serta hal-hal terkait prosedur pemberian layanan terhadap peserta BPJS Ketenagakerjaan.

    Suarni berharap melalui pertemuan ini diharapkan dapat terjalin komunikasi yang lebih baik dan pemahaman yang seimbang antara Rumah Sakit, Klinik, dan BPJS Ketenagakerjaan.

    Kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berpengaruh terhadap efektifitas pelayanan yang diberikan oleh mitra layanan kepada peserta BPJS Ketenagakerjaan.

    “Selain terjalinnya keseragaman pemahaman pada implementasi CoB ini, kami juga memastikan tata kelola pelayanan kesehatan berjalan lebih efektif sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku”, jelas Suarni. (Sol)

  • Kuota Sekolah di Kota Bandung 2026 Dirancang Ulang, Pemerintah Prioritaskan Siswa Rawan Putus Sekolah

    Kuota Sekolah di Kota Bandung 2026 Dirancang Ulang, Pemerintah Prioritaskan Siswa Rawan Putus Sekolah

    POJOKBANDUNG.COM, KOTA BANDUNG – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung bersama Balai Besar Pengembangan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat resmi melakukan verifikasi dan validasi (verval) daya tampung Sekolah Penerimaan Murid Baru (SPMB) Kota Bandung tahun 2026. Kegiatan dilakukan untuk memastikan kuota dan rombongan belajar (robel) sekolah negeri dan swasta sesuai dengan kondisi riil serta kepadatan penduduk di setiap wilayah.

    Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Asep Saeful Gufron menegaskan proses verval bertujuan menyamakan pemahaman perhitungan kapasitas sekolah, sekaligus menganalisis kondisi riil dan kepadatan penduduk, sehingga usulan daya tampung sekolah akurat dan transparan. “SPMB ini milik warga Kota Bandung. Kami ingin memastikan setiap anak mendapat tempat sesuai haknya,” ujar Asep, Rabu (20/5/2026).

    Asep menjelaskan verval daya tampung SPMB 2026 mengacu pada regulasi yang berlaku, termasuk Permendikdasmen No. 3 Tahun 2025 dan Kepmendikdasmen No. 14 Tahun 2026 yang mengatur mekanisme jumlah peserta didik dan rombongan belajar. BBPMP Jabar berperan sebagai verifikator akhir sekaligus penjamin mutu, sementara Dinas Pendidikan Kota Bandung bertugas menyusun draf dan melakukan analisis lapangan.

    Menurutnya, masyarakat yang ingin memastikan validitas pendaftaran diminta mengecek dokumen seperti Kartu Keluarga (KK) dan Akta Kelahiran sebelum mendaftar melalui jalur domisili, afirmasi dan prestasi, maupun jalur mutasi dengan maksimal kuota 5 persen. Semua informasi resmi tersedia secara transparan melalui situs spmb.bandung.go.id. Asep mengungkapkan dari sisi kuota, terjadi pergeseran signifikan pada jenjang SD dan SMP. Untuk SD Negeri, kuota menurun dari 23.217 siswa pada 2025 menjadi 22.824 siswa pada estimasi 2026, dengan jumlah rombel turun dari 857 menjadi 788.

    “Penurunan ini mencerminkan penyesuaian kapasitas terhadap kondisi riil sekolah dan kepadatan wilayah,” katanya. Sebaliknya, jenjang SMP Negeri justru mengalami peningkatan kuota, dari 19.406 siswa pada 2025 menjadi 19.914 siswa di estimasi 2026, sementara rombel bertambah dari 583 menjadi 597. Peningkatan ini untuk mengakomodasi pertumbuhan lulusan SD dan memastikan transisi pendidikan berjalan lancar.

    Lebih lanjut, Asep pun menjelaskan proyeksi lulusan TK 2025/2026 mencapai 27.313 siswa, dengan kategori ekonomi, 7.082 siswa berada di desil bawah (pendapatan < Rp2,5 juta) yang menjadi prioritas bantuan sosial, 14.452 siswa berada di desil atas (ekonomi menengah ke atas), dan 5.779 siswa membutuhkan verifikasi lebih lanjut.

    Sementara itu, proyeksi lulusan SD 2025/2026 mencapai 32.298 siswa. Dari total ini, 9.173 siswa masuk kategori desil bawah, 17.980 siswa desil atas, dan 5.145 siswa memerlukan verifikasi data tambahan. Pemkot Bandung menekankan pentingnya pemetaan ini untuk merencanakan kapasitas sekolah dan jalur afirmasi bagi siswa kurang mampu.

    Selain itu, Asep menyebutkan analisis pemetaan siswa rawan melanjutkan pendidikan (RMP) menunjukkan dari lulusan TK desil bawah, sebanyak 48 persen akan diarahkan ke SD Negeri (3.367 siswa) dan 52 persen ke SD Swasta (3.715 siswa). Strategi dirancang agar semua siswa RMP tetap mendapatkan akses pendidikan dasar tanpa hambatan ekonomi. Untuk jenjang SMP, proyeksi sebaran siswa RMP dari lulusan SD desil bawah mencatat 64 persen diarahkan ke SMP Negeri (5.907 siswa) dan 36 persen ke SMP Swasta (3.266 siswa).

    Langkah ini bertujuan meminimalkan risiko putus sekolah dan memastikan pemerataan pendidikan di seluruh wilayah Kota Bandung. Asep Saeful Gufron menekankan kebijakan ini bukan hanya soal angka kuota, tetapi juga strategi sosial, etiap anak, terutama yang berasal dari keluarga kurang mampu, mendapat kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan, baik di sekolah negeri maupun swasta.

    Asep juga menekankan pentingnya integrasi sistem SPMB berbasis online. Mekanisme ini, masyarakat bisa memantau proses seleksi secara real-time, mengurangi praktik ketidaktransparanan, dan memberikan kepastian bagi keluarga yang mendaftar. Selain kuota, verifikasi dokumen juga menjadi fokus utama. Dokumen yang tidak valid bisa menyebabkan pendaftaran gagal, sehingga masyarakat diimbau memastikan KK, Akta Kelahiran, dan dokumen pendukung lainnya lengkap dan sesuai persyaratan sebelum melakukan pendaftaran.

    Kolaborasi Dinas Pendidikan Kota Bandung dengan BBPMP Jabar dapat menghasilkan data daya tampung yang akurat dan berkualitas, sekaligus menjadi acuan bagi kebijakan pendidikan berikutnya, termasuk pengembangan kapasitas sekolah, penyesuaian rombel, dan strategi afirmasi bagi siswa RMP.

    “Pendidikan yang adil, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Setiap langkah verifikasi, proyeksi kuota, dan pemetaan siswa RMP dapat memberikan dampak positif bagi tercapainya pemerataan pendidikan di seluruh kota,” ujar Asep.(dsn)