POJOKBANDUNG.COM, SUMEDANG – Guna memperkuat budaya penelitian sekaligus mendukung target menjadi pusat pendidikan dan pengetahuan berkelas dunia, Universitas Padjadjaran (Unpad) membuka sejumlah program studi baru jenjang pascasarjana. Pembukaan prodi baru tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat serta tantangan masa depan.
Direktur Akademik Unpad Prof. Aliya Nur Hasanah mengatakan, penguatan program pascasarjana diharapkan mampu melahirkan inovasi untuk menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat melalui riset dan pengembangan ilmu pengetahuan.
“Selaras dengan keinginan menuju pusat pendidikan dan pengetahuan berkelas dunia, maka program pascasarjana diharapkan dapat memberi inovasi-inovasi untuk menyelesaikan berbagai masalah di masyarakat,” ujar Prof Aliya di Kampus Jatinangor Sumedang.
Ia menambahkan, beberapa program studi baru yang dibuka di antaranya Magister (S2) Hubungan Internasional, Magister Ilmu dan Teknologi Pangan, Doktor (S3) Perikanan dan Kelautan Berkelanjutan, serta Doktor Fisika.
Selain itu, Fakultas Kedokteran Unpad juga membuka program Spesialis Gizi Klinik serta sejumlah program Subspesialis, yakni Patologi Klinik, Dermatologi Venereologi dan Estetika, Ilmu Kesehatan Mata, serta Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi.
Menurut Prof. Aliya, pembukaan program spesialis dan subspesialis dilatarbelakangi meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan seiring tingginya beban penyakit dan perkembangan teknologi medis yang semakin kompleks. “Perkembangan teknologi medis dan kasus penyakit yang semakin kompleks membutuhkan penanganan khusus dari konsultan atau subspesialis tingkat lanjut,” katanya.
Tak hanya membuka prodi baru, kata ia, Unpad juga menghadirkan berbagai skema pendidikan pascasarjana yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa. Program tersebut meliputi Magister Berbasis Project (MBP), Magister jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), Magister Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), jalur Alumni Berprestasi dan Berkinerja, hingga program double degree dengan perguruan tinggi dalam dan luar negeri.
Prof. Aliya menjelaskan, sistem pembelajaran PJJ memungkinkan mahasiswa mengikuti perkuliahan secara daring melalui platform digital tanpa mengurangi kualitas pembelajaran dibanding program reguler. “Capaian pembelajaran Magister PJJ tidak ada perbedaan dengan magister reguler, hanya model pembelajarannya dilakukan melalui jarak jauh,” jelasnya.
Sementara pada program RPL, pengalaman kerja profesional dapat dikonversi menjadi satuan kredit semester (SKS) akademik sehingga masa studi menjadi lebih singkat namun tetap memiliki capaian pembelajaran setara program reguler.
Adapun program Magister Berbasis Project yang dilaksanakan di Kantor Perwakilan Unpad Jakarta ditujukan bagi kalangan profesional dengan pendekatan pembelajaran berbasis kasus nyata di tempat kerja.
Unpad juga menyediakan program double degree bersama sejumlah perguruan tinggi mitra. Di antaranya bersama Binus University melalui program Digital Technology in Fishery, Digital Technology in Marine Science, dan Digital Economy, serta bersama Telkom University melalui program Cyber Forensics Law.
Untuk mendukung pembiayaan pendidikan, Unpad menyediakan berbagai beasiswa seperti Beasiswa Unggulan Pascasarjana Padjadjaran (BUPP), Beasiswa Program Doktoral Padjadjaran (BPDP), Beasiswa Guruku, hingga Unpad ASEAN Scholarship (UAS). Selain itu tersedia pula beasiswa pemerintah seperti LPDP, PMDSU, TIAS, dan KNB.
Pendaftaran sejumlah program pascasarjana Unpad masih dibuka hingga 13 Juli 2026 melalui laman resmi penerimaan mahasiswa baru Unpad. (tha)
