Pemalakan dan Premanisme Meresahkan, KDM Pastikan Pelaku Ditindak Tegas

Written by

in

,

POJOKBANDUNG.COM – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengeluarkan imbauan keras kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak melakukan aksi pemalakan maupun praktik premanisme jalanan. Penegasan tersebut disampaikan guna mencegah terjadinya keresahan di tengah warga sekaligus menjaga citra positif Provinsi Jawa Barat sebagai destinasi yang aman, tertib, dan ramah bagi setiap pendatang.

Langkah tegas dari orang nomor satu di Jawa Barat ini dikeluarkan menyusul viralnya unggahan rekaman video di media sosial yang menunjukkan dugaan aksi pemalakan terhadap pengemudi mobil bernomor polisi pelat B (asal Jakarta). Berdasarkan kronologi di lapangan, insiden tersebut terjadi di kawasan Jalan Ir. H. Djuanda, Gang Dago Timur, Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung.

Peristiwa pemalakan itu berlangsung sesaat setelah berakhirnya laga pertandingan pamungkas antara Persib Bandung melawan Persijap Jepara, Sabtu malam, 30 Mei 2026. Dalam potongan video yang beredar luas, tampak seorang oknum pria menghentikan paksa kendaraan yang tengah melintas lalu meminta sejumlah uang secara intimidatif kepada sang pengemudi.

Menanggapi gangguan ketertiban umum di wilayah ibu kota provinsi tersebut, Gubernur Dedi Mulyadi menyatakan bahwa pihak pemerintah daerah langsung bergerak cepat melakukan koordinasi taktis dengan jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat. Sinergi ini dilakukan guna memastikan proses penegakan hukum terhadap pelaku dapat berjalan secara cepat, tepat, dan transparan.

“Terkait kasus pemalakan dan tindakan premanisme yang terjadi di kawasan Dago, Kota Bandung, saya sudah berkoordinasi langsung secara intensif dengan Kapolda Jabar. Berkat respons cepat dari aparat di lapangan, saat ini pelaku yang bersangkutan telah berhasil diringkus dan sedang menjalani proses pemeriksaan hukum lebih lanjut di markas Kepolisian Sektor (Polsek) Coblong,” terang Dedi Mulyadi saat memberikan keterangan pers, Minggu, 31 Mei 2026.

Lebih lanjut, Dedi memberikan peringatan keras kepada seluruh warga Jawa Barat agar tidak sekali-kali mencoba melakukan tindakan pemerasan dalam bentuk apa pun. Penindakan hukum tanpa tebang pilih akan diterapkan secara konsisten, baik jika korbannya merupakan sesama warga lokal maupun masyarakat dari luar daerah yang sedang berkunjung ke wilayah Jawa Barat.

Pemerintah Provinsi bersama jajaran aparat penegak hukum berkomitmen penuh melakukan pembersihan ruang publik dari aksi premanisme karena dinilai merusak rasa aman, kenyamanan, serta mengganggu roda perekonomian dari sektor pariwisata daerah.

Gubernur juga mengimbau generasi muda dan masyarakat luas untuk menjauhi mentalitas jalanan dan beralih mencari nafkah melalui jalur yang legal dan produktif. Menurutnya, ruang untuk mencari rezeki yang halal di Jawa Barat masih terbuka lebar lewat kerja keras dan kreativitas, jauh lebih terhormat dibandingkan menempuh cara-cara instan bergaya preman yang merugikan keselamatan orang lain. Menutup keterangannya, Dedi menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Polsek Coblong serta Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Bandung yang dinilai sangat responsif dalam menindaklanjuti laporan keresahan masyarakat di jagat maya.