Kategori: subang
-

Bapor Korpri Subang Gelar Ngabret Pedal Tournamen
POJOKBANDUNG.COM, SUBANG-Badan Pembina Olahraga Korps Pegawai Republik Indonesia (BAPOR KORPRI) Kabupaten Subang menyelenggarakan Ngabret Padel Mini Tournament Session 1 yang berlangsung di Flash Padel Subang.Ngabret Padel Mini Tournament Session 1 terselenggara atas inisiasi BAPOR KORPRI Subang yang bekerjasama dengan Bank BJB, Perumda PDAM Tirta Rangga Subang serta Flash Padel.Turnamen tersebut diikuti oleh 12 pasangan peserta dari unsur ASN, swasta, dan BUMD. Pada kompetisi tersebut, pasangan Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita yang berpasangan dengan Seka berhasil meraih juara pertama.Sementara itu, pasangan H. Iman dan Hendra meraih juara kedua, serta pasangan Iwan Syahrul Anwar dan Temi menempati posisi juara ketiga.Dani Muhammad selaku ketua pelaksana kegiatan, menyampaikan bahwa Ngabret Padel Mini Tournament ini merupakan turnamen Padel yang diselenggarakan oleh BAPOR KORPRI Kabupaten Subang dengan peserta dari unsur ASN, pegawai pemerintahan, pegawai perbankan dan pegawai BUMD di Kabupaten Subang serta pelatih Flash Padel Subang.Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya olahraga sebagai bagian dari pola hidup sehat.Selain itu, turnamen ini juga menjadi media untuk memperkenalkan olahraga padel kepada masyarakat Kabupaten Subang.“Memasyarakarkan Olahraga dan Mengolahragakan Masyarakat, itulah harapan saya, ” ujarnya, Sabtu.Turnamen ini merupakan pelaksanaan Session 1 dan diharapkan dapat terus berlanjut pada kesempatan berikutnya dengan penyelenggaraan yang lebih baik, lebih meriah, serta melibatkan lebih banyak peserta. (anr) -

TPS Jalancagak di Tutup, Kinerja DLH Subang Disorot
POJOKBANDUNG.COM, SUBANG-:Kinerja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Subang dan Pemerintah Kecamtan Jalancagak, kini mendapat banyak sorotan menyusul tak kunjung tertanggulanginya kondisi darurat sampah di wilayah tersebut.
Pasalanya, hingga rapat ke empat antara pihak DLH Subang dan para pihak lainnya belum ada langkah kongkret dalam penanganan tumpukan sampah di TPS Camperenik Jalancagak
Tokoh Pemuda Jalancagak Kang Beno mengatakan sejauh ini belum ada langkah kongkret dari Pemkab Subang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Pemcam Jalancagak dalam penanganan darurat sampah.
“Pertanyaannya, sampai kapan kita akan menghadapi kondisi seperti ini?. Kini menghadapi darurat sampah yang semakin mengkhawatirkan,” tuturnya.
Penutupan TPS Jalancagak bukan solusi. Penutupan TPS hanya akan memunculkan babak baru persoalan sampah di wilayah Jalancagak, terlebih dari penataan lingkungan di desa -desa dan menyisakan risiko munculnya TPS liar jika pengawasan dan solusi pengganti tak berjalan cepat.
“Pertanyaanya, apakah kita harus kembali melihat potret ceceran sampah di kiri dan kanan jalan raya?. Kalau memang itu kembali harus terulang, moto jalancagak camperenik lupakan saja. Memang terdengar tidak elok, tapi jika tidak dimulai sekarang, kita hanya akan menunda ledakan sampah yang lebih parah lagi,” kata Beno,Jumat (8/5/2026).
Sementara itu, DLH Subang mengakui kondisi darurat sampah di wilayah Jalancagak belum tertangani maksimal. Pihaknya juga menegaskan hingga kini pihaknya masih berupaya mencari formulasi terbaik soal penanganan soal sampah di TPS Jalancagak.
“Hari ini rapat yang ke empat kalinya ya, bersama Muspika Jalancagak dan para kepala desa. Untuk masalah sampah di TPS Jalancagak kita tutup sementara. Untuk sampah dari desa desa akan kita tangani olah armada DLH sambil kita berupaya mencari formulasi terbaik soal penanganan soal sampah di TPS Jalancagak, ” ujar Andri Kadis LH Subang, Kamis (7/5/2026). (anr)
-

Bahas Pembanguan PSN, Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Inginkan Panyung Hukum
POJOKBANDUNG.COM, SUBANG-Bupati Subang Reynaldy Putra Andita hadir dalam Rapat Monitoring Evaluasi dan Penyelesaian AGHT Pekerjaan Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban di Jawa Barat, yang berlangsunh di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Bupati Subang Reynaldy hadir dalam Rapat Monitoring Evaluasi dan Penyelesaian AGHT Pekerjaan Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban di Jawa Barat, yang berlangsunh di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (7/5/2026). Foto-foto:M.Anwar/Pojok Bandung Rapat tersebut diinisiasi oleh Jaksa Agung Muda Intelijen untuk membahas hambatan dalam pembangunan akses tol Patimban yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional di Kabupaten Subang.
Pada kesempatan itu Bupati Subang hadir bersama Kepala Kejaksaan Negeri Subang, menyampaikan salah satu hambatan yang terjadi dalam proses pembangunan akses tol Patimban adalah oknum pengusaha tambang yang tidak mau mengikuti aturan sesuai aturan yang telah ditentukan melalui Peraturan Bupati Subang No. 21 Tahun 2025 tentang pembatasan jam operasional kendaraan angkutan barang
“Sudah ada komitmen tekrait jam operasional kendaraan besar melalui Peraturan Bupati namun ternyata pembatasan jam operasional dilanggar,” ujar Bupati dalam keterangannya.
Pembangunan PSN di wilayah Subang harus tetap berjalan, namun masyarakat tidak terganggu akibat aktivitas tambang, karena di Subang masih banyak tambang ilegal yang beroperasi dan mengatasnamakan PSN.
“Intinya salah satu permasalahan di Subang yaitu banyaknya galian yang tidak berizin bahkan di tanah negara dan tanah pribadi tanpa izin”tegasnya
Penandatanganan nota kesepakatan antara Pemerintah Daerah Kabupaten Subang dengan pengusaha tambang yang berisi total kebutuhan material galian untuk PSN, pajak bagi daerah, dan deposit perbaikan jalan namun hal tersebut belum menemukan titik temu.
“Kita hitung kebutuhan PSN, industri berapa, kita hitung nah kita tarik pajak dari jumlah yang dibutuhkan. Lalu ada deposit untuk perbaikan jalan karena hampir 450 M anggaran Provinsi di Subang sehingga tidak mau jalan yang sedang dibangun rusak lagi”paparnya
Ia juga menegaskan Pemkab Subang di bawah komandonya, pada prinsipnya mendukung percepatan pembangunan PSN di wilayah Kabupaten Subang, namun Pemerintah Daerah Kabupaten Subang harus memiliki payung hukum yang memadai agar seluruh proses berjalan aman dan sesuai aturan.
“Kita ingin mendukung PSN agar cepat selesai, tapi galian ini masih ngeyel bahkan tidak menaati jam operasional yang saya canangkan. Ketika ada galian tanpa pajak tentu itu kerugian negara. Kami butuh jaminan dan payung hukum yang jelas agar pembangunan PSN di Subang berjalan lancar,”tegasnya. (anr)
-

Kapolsek Sagalaherang: Materi Bullying untuk Anak SD Sebagai Tindakan Pencegahan
POJOKBANDUNG.COM, SUBANG– Dalam rangka penguatan karakter peserta didik dalam era digitalisasi saat ini, Polsek Sagalaherang Polres Subang mengadakan sosialisasi etika media dan anti-bullying ke siswa sekolah.
Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan di SDN Sangkuriang yang terletak di Desa
Cicadas Kecamatan Sagalaherang Subang pada Jumat (8/5/2026).Materi yang disampaikan meliputi pengenalan etika dalam menggunakan media sosial, cara berkomunikasi yang sopan baik di media sosial maupun di dunia nyata. Serta pemahaman mengenai dampak negatif dari bullying, baik secara fisik, verbal maupun psikis
Kapolsek Sagalaherang AKP Irfan Taufik Firmansyah mengatakan sosialisaai atau kampanye ini menekankan stop perundungan fisik, verbal, maupun sosial, serta mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.
“Poin penting sosialisasi yang kami sampaikan yakni jenis-jenis Bullying: Meliputi fisik (memukul, menendang) verbal (menghina, mengolok-olok) dan sosial (mengucilkan) kata AKP Irfan Taufik Firmansyah.
Ia juga menyampaikan, dampak serius terkait Bullying dapat merusak mental korban. “Dampak bullying ini dapat menurunkan prestasi, dan memiliki konsekuensi hukum serius,” ucapnya.
Selanjutnya Irfan mengajak siswa untuk berani melapor kepada guru atau polisi, tidak menjadi bystander (diam saja), dan saling menghormati.
“Sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya preventif Polri dalam menekan angka kenakalan remaja,” katanya.
Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga diisi dengan sesi tanya jawab dan diskusi interaktif sehingga siswa dapat lebih memahami materi yang disampaikan.
Dengan adanya sosialisasi ini diharapkan seluruh warga sekolah dapat bersama-sama mencegah terjadinya bullying serta membangun budaya positif di SDN Sangkuriang.
Kapolsek Sagalaherang AKP Irfan Taufik Firmansyah saat menyampaikan materi bahaya Bullying kepada Murid SDN Sangkuriang. (anr)
-

Sys Santo Jabat Anggota DPRD Subang Gantikan Almarhum Daeng Agung
POJOKBANDUNG.COM, SUBANG- H.Sys Santo Delvis Kader PDI Perjuangan resmi mengemban amanah sebagai anggota DPRD Subang melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW) untuk masa jabatan 2024-2029. Ia hadir menggantikan mendiang Almarhum Daeng Agung.
Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan berlangsung khidmat di Gedung DPRD Subang, Kamis (7/5/2026)
Usai pelantikan, Sys Santo menyampaikan rasa terima kasih sekaligus komitmennya untuk melanjutkan napas perjuangan pendahulunya.
“Ini adalah amanah pergantian antar waktu. Almarhum Pak Agung Daeng beliau adalah sahabat saya. Bismillah, saya akan melanjutkan kebaikan kebaikan yang sudah beliau lakukan, terutama konsistensi turun ke masyarakat di Dapil 6 maupun di wilayah Subang ” ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa dirinya akan segera menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja baru di DPRD Subang.
Ia juga menilai komunikasi dengan sesama anggota dewan menjadi langkah awal yang penting dalam menjalankan tugas legislatif.
“Jadi untuk ke depannya saya pasti lebih banyak komunikasi sama rekan -rekan,” katanya.
Sys yang mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) 6 di Kabupaten Subang itu akan menempati posisi di Komisi I DPRD.
“Prinsipnya adalah menjalankan tugas kedewanan, fungsi kontrol, dan turun ke masyarakat. Itu yang utama. Perintah Ketua Umum PDI Perjuangan Ibu Megawati Soekarnoputri sangat jelas, kader harus berada di tengah tengah rakyat,” pungkasnya.
Diketahui, Sys Santo menggantikan almarhum Dang Agung yang sebelumnya merupakan anggota DPRD Subang dari Fraksi Partai PDI Perjuangan Kabupaten Subang.
Kursi tersebut kosong setelah Dang Agung meninggal dunia pada 5 Agustus 2025 dan kemudian diisi melalui mekanisme PAW sesuai ketentuan yang berlaku. (anr)
-

BAZNAS Subang Gelar Pelatihan Juru Sembelih Halal alias Juleha
POJOKBANDUNG.COM, SUBANG-Juru sembelih halal (Juleha) mengikuti pelatihan penyembelihan hewan kurban. Kegiatan ini yang diinisiai Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Subang, bertempat di Aula BAZNAS Subang , Kamis(7/5/2026).
Ketua BAZNAS Subang, Ahmad Sukandar, mengatakan pelatihan ini dilaksanakan dalam rangka memberikan ketrampilan penyembelihan hewan kurban yang halal dan thayyiban jelang Hari Raya Idul Adha tahun ini.
Menurutnya, masih banyak juru sembelih yang melakukan proses penyembelihan tanpa memahami kaidah syariat secara tepat.
“Pelatihan Juleha ini dalam rangka memberikan kapasitas kepada para juru sembelih tentang standar sembelih yang halal. Sebab saat ini ditengarai banyak juru sembelih hewan kurban asal menyembelih saja, tidak tahu standarnya,” ujar Ahmad.
Ia menyebut terdapat empat saluran utama yang wajib terputus dalam proses penyembelihan, yakni saluran pernapasan (Al hulqum), saluran makanan dan minuman (Al mari’), serta dua urat nadi di sisi kiri dan kanan leher hewan.
“Ada empat saluran yang harus terputus saat menyembelih hewan. Empat saluran ini harus terputus agar hasil penyembelihan dianggap halal. Artinya tidak cukup hanya halal tetapi juga wajib thayyiban. Artinya thayyiban hewan kurban harus sejahtera sebelum, saat dan setelah penyembelihan halal,” jelas Ahmad kepada awak media.
Menurunya pelatihan Juleha ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas para juru sembelih agar memahami tata cara penyembelihan hewan kurban sesuai syariat Islam dan standar halal.
Tidak cukup hanya halal tetapi juga wajib thayyiban. Artinya thayyiban hewan kurban harus sejahtera sebelum, saat dan setelah penyembelihan halal,” jelas Ahmad kepada awak media.
Pelatihan diikuti sekitar 35 peserta dari 30 kecamatan di Kabupaten Subang. Para peserta mendapatkan pembekalan teknis sekaligus pemahaman syariat mengenai tata cara penyembelihan hewan yang benar dan halal. (anr)
-

Bupati Subang Reynaldy Putra Komitmen Jaga Iklim Investasi Kondusif
POJOKBANDUNG.COM, SUBANG- Bupati Subang Reynaldy Putra dampingi Wakil Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Faisol Riza di acara Grand Opening PT. Beka Wire Indonesia yang berlokasi di CP Industrial Estate, pada Rabu (06/05/2026).
Bupati Subang menyampaikan bahwa kehadiran PT. Beka Wire Indonesia merupakan penanda semakin kuatnya kepercayaan dunia industri terhadap Kabupaten Subang sebagai daerah tujuan investasi.
“Kehadiran PT. Beka Wire Indonesia tentu menjadi langkah strategis dalam memperkuat sektor industri manufaktur di Subang, sekaligus menjadi penanda semakin kuatnya kepercayaan dunia industri terhadap Kabupaten Subang sebagai daerah tujuan investasi,”ujarnya
Ia berharap agar PT. Beka Wire Indonesia dapat tumbuh bersama dengan melibatkan tenaga kerja lokal dan dapat memberikan dampak positif berkelanjutan.
“Kami berharap PT.Beka Wire Indonesia dapat tumbuh bersama masyarakat melibatkan tenaga kerja lokal, serta memberikan dampak positif yang berkelanjutan”ungkapnya.
Pria yang akrab disapa Kang Rey ini juga menegaskan komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Subang bersama unsur Forkopimda dalam menjaga iklim investasi yang kondusif di Subang.
“Kami bersama Forkopimda Kabupaten Subang berkomitmen untuk menjaga keamanan dan kenyamanan investasi di Kabupaten Subang. Apabila terdapat kendala, silakan dilaporkan dan akan kami tindak secara tegas tanpa kompromi”tegasnya.
Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza, menyampaikan apresiasinya atas diresmikannya PT. Beka Wire Indonesia di tengah tantangan kondisi geopolitik global.
Ia juga mengapresiasi upaya Pemkab Subang dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif.
“Terima kasih kepada Bupati Subang atas kerja kerasnya dalam meyakinkan para investor bahwa Kabupaten Subang merupakan tempat yang aman dan nyaman untuk berinvestasi”tambahnya. (anr)
-

Oknum PNS di Subang Ditangkap Polisi, Modus Tawarkan Proyek Fiktif
POJOKBANDUNG.COM, SUBANG- MR (52) Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di salah satu dinas di Kabupaten Subang ditangkap Sat Reskrim personel Polres Subang. Pria tersebut melakoni aksi penipuan bermodus menawarkan proyek fiktif.
Dalam kasus tersebut, Polisi tidak hanya menangkap MR, seorang karyawan swasta asal Kabupaten Cianjur berinisial NR turut diamankan.
Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono mengatakan para tersangka melakoni penipuan dan penggelapan dengan modus operandi menawarkan proyek piktif. Tersangka NR berperan membuat dokumen fiktif berupa surat pemesanan dan berita acara serah terima dana. M.R meyakinkan korban dengan mengaku sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
“Peran kedua tersangka ini berbeda, tersangka RN berperan membuat dokumen fiktif, sedangkan tersangka M.R meyakinkan korban dengan mengaku sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Dari perbuatannya, tersangka M.R diketahui menerima uang sebesar Rp15.000.000 untuk kepentingan pribadi, “ungkap Kapolres dalam konferensi pers, Selasa malam.
Pengungkapan kasus ini dilakukan pada Kamis, 23 April 2026, setelah Sat Reskrim Polres Subang mendapatkan informasi terkait keberadaan tersangka M.R. Petugas kemudian mengamankan tersangka di Kantor Kesbangpol Kabupaten Subang untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Dalam perkara ini, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa tiga bundel rekening koran, lima bundel berita acara serah terima dana, serta lima bundel surat pemesanan.
Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 492 dan/atau Pasal 486 dan/atau Pasal 20 huruf c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, dengan ancaman pidana penjara maksimal empat tahun.
Kapolres Subang menegaskan bahwa pihaknya akan terus berkomitmen dalam memberantas segala bentuk tindak kejahatan serta mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan.
“Polres Subang tidak memberi ruang bagi pelaku kejahatan. Penegakan hukum dilakukan secara tegas, profesional, dan terukur. Kami juga mengajak masyarakat untuk segera melapor apabila menemukan atau menjadi korban tindak pidana,” tegas Kapolres Subang AKBP Dony. (anr)
-

BPBD Subang Imbau Warga Waspadai Bencana Hidrometeorologi
POJOKBANDUNG.COM, SUBANG- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Subang mengimbau masyarakat mewaspadai bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor yang dipicu cuaca ekstrem.
Imbauan dari BPBD menyusul terjadinya sejumlah peristiwa tanah longsor di sejumlah wilayah. Salah satu titik tanah longsor terjadi di jalur provinsi Bukanagara yang berada di wilayah Kecamatan Cisalak, pada Minggu (3/5/2026).
“Kami mengimbau kepada masyarakat, terutama yang tinggal di daerah rawan agar meningkatkan kewaspadaan potensi bencana,” kata Kalak BPBD Subang Udin Jazudin, Senin (4/5/2026).
Peristiwa terbaru terjadi, kemarin di jalan provinsi penghubung Desa Darmaga- Desa Cupunagara atau tepatnya di wilayah Desa Cupunagara Kecamatan Cisalak, Kebupaten Subang.
Meski tak menimbulkan korban jiwa, kejadian tersebut menyebabkan terganggu lalu lintas di daerah itu lantaran adanya penerapan sistem buka tutup arus lalu lintas.
Kejadian longsor di jalur Bukanagara ini bukan kali pertama melainkan kerap terjadi akibat intensitas hujan deras menyebabkan terjadi longsor.
“Berdasarkan hasil asesmen BPBD, di wilayah itu ditemukan beberapa titik longsor, meski skalanya kecil, tepatanya di wilayah Blok Pasir Bedil. Oleh karena itu kami mengimbau warga, khusunya bagi pengendara agar lebih hati hati dan waspa saat melintasi jalur ini, terlebih saat turun hujan,” tambahnya.
Sementara itu, Uca pemilik kios di Jalur Bukanagara mengatakan, sebelum terjadi longsor, hujan deras mengguyur sebagian besar wilayah itu sejak siang hingga sore.
Hujan deras yang berlangsung lama menyebabkan kondisi tanah menjadi labil dan memicu terjadinya tanah longsor di dua lokasi.
Material longsor menutup akses jalan antar desa dengan lebar lebih kurang 3 meter dan panjang terdampak sekitar 30 meter.
“Kemarin, BPBD, TNI, Polri, Satpol PP, Tagana dan warga melakukan pembersihan material longsor. Sekarang akses jalan sudah normal kembali,” katanya. (anr)
-

Pemda Subang Dukung Penetapan Lahan Baku Sawah Jadi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan
POJOKBANDUNG.COM, SUBANG– Bupati Subang Reynaldy Putra menghadiri Rapat Koordinasi yang membahas terkait luasan 87% Lahan Baku Sawah (LBS) menjadi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).
Rapat tersebut berlangsung di Ruang Rapat Prambanan, gedung Direktorat Jenderal Tata Ruang Kementerian ATR/BPN, Kebayoran Baru, Jakarta, pada Rabu (29/04/2026).
Rapat Koordinasi tersebut dihadiri Bupati Subang, Reynaldy bersama 14 Kepala Daerah lain di Jawa Barat dan dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi didampingi Direktur Jenderal (Dirjen) Tata Ruang Kementerian ATR/BPN Dr. Ir. Suyus Windayan.
Kehadiran Bupati Subang dalam rapat koordinasi tersebut sebagai bentuk dukungan Pemkab Subang terhadap langkah strategis yang selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam menjaga ketahanan pangan nasional melalui pengendalian alih fungsi lahan pertanian.
“Bentuk dukungan Pemkab Subang ini diwujudkan melalui penetapan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) yang ditargetkan mencapai 87 persen pada tahun 2029,” ujar Reynaldy.
Pemda Subang mendukung penetapan lahan baku sawah (LBS) menjadi Lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) di berbagai wilayah, termasuk Kabupaten Subang, guna memperkuat ketahanan pangan nasional serta mencegah alih fungsi lahan pertanian
Selanjutnya, LBS di Kabupaten Subang yang telah ditetapkan sebagai lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) wajib dilindungi dan tidak dapat dialihfungsikan untuk kepentingan lain, baik perumahan maupun industri.
“Di tengah arus industrialisasi, kabupaten Subang ini salah satu kabupaten di provinsi jawa barat dengan status sebagai lumbung padi nasional. Artinya, status ini harus tetap dipertahankan dengan mencegah penyusutan lahan produktif akibat pembangunan,” ujar Reynaldy. (anr)
xxxxxx
Kunjungi BAF Fair Bandung, Dapatkan Promo Spesial di Lokasi
Foto: BAF Fair Bandung 2026 (Dok: BAF)
Bandung – Sukses menggelar Road to BAF Fair Bandung pada 19 dan 26 April 2026 lalu, PT Bussan Auto Finance (BAF) kembali menyapa BAF Friends khusus kota Bandung, melalui BAF Fair yang akan terselenggara mulai 29 April hingga 3 Mei 2026 bertempat di Atrium Bandung Indah Plaza (BIP) lantai Ground Floor (GF).
xxxxxx
Srikandi PLN di Pasirluyu Kota Bandung: Menyalakan Cahaya Kehidupan di Posyandu Combrang
RADARBANDUNG.ID, KOTA BANDUNG – Pagi di Kelurahan Pasirluyu, Kota Bandung, biasanya dimulai dengan keriuhan yang biasa. Namun, bagi seorang perempuan yang melangkah menuju RW 08, pagi itu terasa begitu personal. Ia bukan sekadar datang membawa atribut perusahaan, melainkan membawa empati seorang ibu dan semangat seorang Srikandi. Di sanalah, di sebuah sudut bernama Posyandu Combrang, sebuah transformasi besar sedang ditenun melalui langkah-langkah kecil yang penuh cinta.
“Di tangan kami, Posyandu ini kembali bernapas,” bisiknya dalam hati saat melihat deretan balita yang datang dalam gendongan. Ada yang tersenyum malu, ada yang menangis pelan karena asing dengan keramaian, namun semuanya membawa satu hal yang sama: harapan untuk tumbuh sehat.
Melalui inisiatif Srikandi Movement – CERIA (Cegah Risiko Penyakit Ibu & Anak), PLN hadir membersamai dalam menjaga kesehatan keluarga. Ruangan yang dulunya sunyi dan sederhana, kini tampak lebih hidup. Warna-warna baru di dindingnya seolah mencerminkan energi yang mulai tumbuh di hati para ibu yang hadir.
Kehadiran para tenaga kesehatan dari Puskesmas Regol menambah riuh dalam setiap percakapan. Mereka berbicara tentang ASI eksklusif dan racikan MP-ASI dengan penuh kesabaran. Di sudut lain, para ibu menyimak dengan serius, sesekali mengangguk saat keraguan mereka tentang gizi anak terjawab. Ibu hamil kini lebih percaya diri menatap masa kehamilan, memahami risiko, dan tahu kapan harus mencari bantuan medis.
Perubahan nyata tidak hanya terlihat pada para peserta. Para kader Posyandu Combrang mengalami evolusi yang luar biasa. Mereka yang sebelumnya menjalankan kegiatan secara konvensional, kini telah menjelma menjadi motor penggerak yang terstruktur.
Dukungan Srikandi PLN memberikan mereka “senjata” baru: pengetahuan administrasi yang rapi, kemampuan memantau tumbuh kembang secara presisi, hingga teknik edukasi yang persuasif. Kini, mereka bukan lagi sekadar petugas pencatat berat badan, melainkan agen perubahan yang mampu menggerakkan kesadaran kolektif warga di lingkungannya sendiri.
Secara fisik, Posyandu Combrang telah berbenah. Fasilitas yang dulunya menjadi keterbatasan, kini menjadi penunjang utama. Alat tensi meter yang akurat, kursi dan meja yang layak, hingga lemari arsip yang tertata, semuanya hadir untuk memberikan kenyamanan. Bahkan, aliran air bersih yang dulu sering terkendala, kini mengucur lancar.
Namun, momen yang paling emosional adalah saat aliran listrik PLN menyala di ruangan itu. Cahaya lampu yang berpijar bukan sekadar penerangan fisik, melainkan simbol kehidupan baru. Pelayanan menjadi lebih optimal, kipas angin memberikan kesejukan bagi semua, dan kegiatan pelayanan kesehatan bisa dilakukan dengan standar yang jauh lebih baik. Posyandu ini benar-benar telah “hidup”.
Memasuki tahun 2026, jejak Srikandi Movement di Pasirluyu tidak lantas memudar. Sebaliknya, manfaatnya justru meluas. Posyandu Combrang kini dipercaya menjadi titik distribusi utama program Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi balita dan ibu hamil. Ini adalah bukti sahih bahwa infrastruktur yang dibangun telah berfungsi sebagai pusat layanan kesehatan masyarakat yang mandiri dan berkelanjutan.
Tak jauh dari bangunan posyandu, kebun hidroponik yang pernah ditanam bersama kini menjadi pemandangan hijau yang menyejukkan. Kangkung, selada, dan pakcoy tumbuh subur dan telah dipanen berkali-kali. Hasil panen ini bukan sekadar urusan perut, melainkan edukasi nyata bahwa gizi sehat bisa lahir dari halaman rumah sendiri. Dari setiap helai daun hijau yang dipetik, ada gizi yang terserap dan harapan yang terus bersemi di meja makan warga.
Di tengah semua pencapaian teknis itu, ada satu memori yang takkan terlupakan. Seorang warga bernama Bu Nunung mendekat, menggenggam erat tangan sang Srikandi PLN dengan mata yang berkaca-kaca. “Terima kasih sudah memperhatikan kami,” ucapnya lirih namun sarat makna.
Kalimat sederhana itu adalah muara dari seluruh kerja keras ini. Dampak program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) terus bergulir. Menjadikan ibu yang lebih cerdas, kader yang percaya diri, dan anak-anak yang memiliki pondasi kesehatan yang kuat untuk masa depan mereka.
Langkah kecil di Pasirluyu ini adalah bukti bahwa perubahan besar bukanlah hal yang mustahil. Srikandi PLN telah membuktikannya. Mereka hadir tidak hanya untuk menerangi, tapi juga untuk menyalakan harapan di hati setiap keluarga. (**)
-

Warga Jalancagak Keluhkan Air PDAM Kecil, PDAM Akui Gangguan dan Siapkan Solusi
POJOKBANDUNG.COM, SUBANG- Permasalahan distribusi air bersih dari PDAM di Desa Jalancagak, Kabupaten Subang, kembali dikeluhkan warga. Sejumlah wilayah seperti RT 10, RT 11, hingga RT 13 dilaporkan mengalami aliran air kecil sejak lama, bahkan terjadi secara berulang hingga saat ini.

Dirut PDAM Subang Lukman NH bersama Dirtek Nana saat berada di Pemerintah Desa Jalancagak pada Kamis (30/4/2026). Foto-foto:M.Anwar/Pojok Bandung Perwakilan desa menyampaikan bahwa keluhan tersebut bukan persoalan baru. Warga telah lama mengeluhkan debit air yang kecil, terutama di beberapa titik yang cukup padat penduduk.
“Masalah ini sebenarnya sudah lama. Air kecil terutama di RT 13, juga di RT 11 dan RT 10. Itu sudah dibuktikan juga oleh pihak kecamatan,”ujar Indra, Kamis (30/4/2026).
Menurutnya, salah satu penyebab yang berkembang di lapangan adalah adanya pembagian distribusi air antara siang dan malam akibat meningkatnya jumlah pelanggan. Selain itu, diduga juga adanya keterbatasan sarana seperti alat pendorong (booster) yang berdampak pada tekanan air ke pelanggan.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Teknik PDAM Subang, Nana Ruhana, mengakui adanya penurunan pelayanan air sejak Februari hingga saat ini.
Menurutnya, penurunan tersebut disebabkan berkurangnya debit air produksi dari sumber mata air Cipondok sekitar 5 liter per detik.
“Penurunan debit ini berdampak pada kontinuitas pelayanan. Yang sebelumnya bisa mengalir sekitar 10 jam, sekarang di beberapa wilayah menjadi di bawah itu,” jelasnya.
Nana menjelaskan, berkurangnya debit air kemungkinan besar disebabkan oleh dampak longsor yang mengakibatkan adanya sumbatan pada jaringan pipa.
Material seperti tanah dan batu diduga masuk ke dalam pipa sehingga menghambat aliran air.“Kemungkinan besar akibat longsor. Ada sumbatan di jaringan pipa, dan saat ini kami sedang mencari titik sumbatan tersebut,” ujarnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, PDAM Subang telah menyiapkan sejumlah langkah jangka pendek dan jangka panjang.
Dalam jangka pendek, PDAM akan melakukan normalisasi jaringan untuk mengembalikan debit air yang berkurang, serta memasang pompa dari reservoir Kasomalang guna meningkatkan stabilitas distribusi air ke wilayah Jalancagak.
“Dengan pemasangan pompa, pelayanan akan lebih stabil. Walaupun debit belum maksimal, kontinuitas bisa lebih baik,” kata Nana.
Sementara itu, solusi jangka panjang yang disiapkan adalah pemanfaatan sumber mata air alternatif, yakni mata air Cikanyere di wilayah Curugrendeng.
“Sekitar 10 persen dari potensi mata air Cikanyere bisa dimanfaatkan, dan ini menjadi solusi untuk pelayanan jangka panjang, khususnya di wilayah Ciseti dan sekitarnya,” jelasnya.
PDAM Subang juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan yang terjadi serta meminta warga untuk tetap bersabar.
“Kami memahami kebutuhan air sangat penting. Kami terus berupaya memaksimalkan pelayanan,” ujar Nana.
Masyarakat yang mengalami keluhan juga diminta untuk menyampaikan laporan melalui kantor cabang PDAM Jalancagak agar dapat segera ditindaklanjuti.
Sementara itu, Direktur Umum PDAM Subang, Lukman N.H., mengapresiasi sinergi yang telah terjalin antara PDAM dan Pemerintah Desa Jalancagak dalam menangani permasalahan ini.
Ia berharap komunikasi yang baik antara masyarakat, pemerintah desa, dan PDAM dapat terus ditingkatkan agar solusi yang diambil lebih cepat dan tepat sasaran. (anr)
-

Polres Subang Ungkap Komplotan Curas Spesialis Motor, Tiga Pelaku Diamankan
POJOKBANDUNG.COM, SUBANG– Satuan Reserse Kriminal Polres Subang kembali nerhasil mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan (curas) spesialis sepeda motor yang meresahkan masyarakat. Dalam kasus ini, tiga orang pelaku dan barang bukti berhasil diamankan.

Polres Subang menggelar konferensi pers kasus pencurian dengan kekerasan (curas) di Mapolres, Kamis (30/4/2026). Foto-foto : M.Anwar/Pojok Bandung Hal itu disampikan Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wocaksono dalam konferensi pers yang digelar di Aula Mapolres Subang, pada Kamis (30/4/2026).
Kapolres menjelaskan, pengungkapan kasus ini bermula dari laporan polisi yang diterima pada 20 April 2026 terkait aksi curas yang terjadi di wilayah Kalijati. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu, 18 April 2026 sekitar pukul 04.30 WIB, di depan SMK Yadika, Desa Kalijati Barat, Kabupaten Subang.
Korbannya adalah Maz (20), seorang mahasiswa. Ia menjadi sasaran aksi kejahatan para pelaku saat melintas di lokasi kejadian pada waktu dini hari.
“Modusnya, para pelaku ini membuntuti korban kemudian melancarkan aksinya di tempat yang sepi dengan cara memepet korban dan mengancam korban dengan senjata tajam jenis celurit. Karena merasa nyawanya terancam korban pun memilih meninggalkan sepeda motornya lalu menyelamatkan diri,” terang Dony.
Setelah korban melarikan diri, pelaku membawa kabur sepeda motor milik korban. Atas kejadian tersebut, korban segera melapor ke pihak kepolisian.
Dari hasil penyelidikan intensif, petugas berhasil mengamankan tiga orang tersangka, masing-masing berinisial ES (24), AB (20), dan EJ (18).
“Ketiganya memiliki peran berbeda dalam melancarkan aksi kejahatan tersebut, mulai dari sebagai joki, pelaku yang menodongkan senjata tajam, hingga eksekutor yang mengambil kendaraan korban, ” ungkapnya.
Dari tangan para tersangka, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu bilah celurit, dua unit sepeda motor Honda Beat tanpa nomor polisi beserta kunci, tiga unit telepon genggam (Vivo, Realme, Infinix) dua dompet warna Hitam, tiga jaket.
Kapolres menegaskan bahwa pihaknya saat ini masih melakukan pendalaman untuk mengungkap kemungkinan adanya TKP lain maupun keterlibatan dalam jaringan kejahatan serupa.
“Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 479 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan,” tegasnya.
Terakhir, Kapolres juga menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta menindak tegas setiap bentuk tindak kriminalitas di wilayah itu. (anr)


