POJOKBANDUNG.COM, SUMEDANG – Kabupaten Sumedang mencatat produksi padi sekitar 294 ribu ton pada 2025. Jumlah tersebut jauh melampaui kebutuhan konsumsi masyarakat yang hanya sekitar 103 ribu ton per tahun.
Kondisi itu menjadikan Sumedang sebagai salah satu daerah dengan surplus beras di Jawa Barat sekaligus berkontribusi terhadap pasokan pangan regional.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Sumedang, Tono Suhartono, mengatakan surplus beras yang dimiliki Sumedang mencapai lebih dari 190 ribu ton.
“Produksi kita sekitar 294 ribu ton, sementara kebutuhan hanya 103 ribu ton. Artinya, kita memiliki surplus cukup besar, lebih dari 190 ribu ton,” kata Tono, Senin (1/6/2026).
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan sektor pertanian di Sumedang masih mampu menjaga produktivitas meski dihadapkan pada berbagai tantangan, termasuk perubahan iklim dan ketidakpastian cuaca.
Diungkapkan, data DPKP menunjukkan Kecamatan Buahdua menjadi wilayah dengan produksi padi tertinggi, yakni sekitar 43,19 ribu ton. Posisi berikutnya ditempati Kecamatan Conggeang dengan produksi 32,18 ribu ton, Kecamatan Ujungjaya 30,25 ribu ton, Kecamatan Tanjungkerta 24,68 ribu ton, serta Kecamatan Sumedang Selatan sebesar 23,9 ribu ton.
“Kecamatan-kecamatan tersebut menjadi sentra produksi padi sekaligus penopang utama ketahanan pangan di Kabupaten Sumedang,” ungkapnya.
Tono menjelaskan, surplus produksi padi tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat Sumedang, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan beras di daerah lain di Jawa Barat.
“Produksi yang melampaui kebutuhan daerah menjadi modal penting dalam menjaga ketahanan pangan. Karena itu, produktivitas pertanian harus terus dipertahankan,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu mendapat perhatian, di antaranya ketersediaan air, perbaikan infrastruktur irigasi, penerapan teknologi pertanian, serta regenerasi petani.
Menurut Tono, upaya menjaga swasembada beras harus dilakukan secara berkelanjutan agar produksi tetap stabil dari musim ke musim.
“Kami harus memastikan berbagai faktor pendukung pertanian tetap terjaga agar produksi padi di Sumedang dapat terus memenuhi kebutuhan masyarakat dan menghasilkan surplus,” katanya.
Pemerintah daerah melalui DPKP terus mendorong penguatan sektor pertanian sebagai langkah menjaga ketahanan pangan sekaligus mempertahankan posisi Sumedang sebagai salah satu daerah surplus beras di Jawa Barat. (gun)
