POJOKBANDUNG.COM, KOTA BANDUNG – Hasil polling yang digelar di berbagai platform media sosial yakni Instagram dan TikTok Media Grup Metropolitan yang terdiri dari Radar Bandung, Metropolitan, Pojoksatu, Radar Cianjur, Radar Depok, Radar Bekasi dan Radar Sukabumi menunjukkan mayoritas responden menilai program MBG belum tepat sasaran dan belum sepenuhnya menjadi solusi bagi masyarakat.

Ilustrasi. Para petugas menyiapkan menu MBG. Hasil polling yang digelar di berbagai platform media sosial yakni Instagram dan TikTok Media Grup Metropolitan yang terdiri dari Radar Bandung, Metropolitan, Pojoksatu, Radar Cianjur, Radar Depok, Radar Bekasi dan Radar Sukabumi menunjukkan mayoritas responden menilai program MBG belum tepat sasaran dan belum sepenuhnya menjadi solusi bagi masyarakat. Foto-foto:Taofik Achmad Hidayat/Pojok Bandung
Pada polling pertama dengan pertanyaan “Apakah program MBG sudah tepat sasaran?”, total 6.012 responden berpartisipasi dengan jangkauan mencapai 102.288 akun. Hasilnya, sebanyak 66,93 persen responden menyatakan program tersebut belum tepat sasaran, sementara hanya 33,07 persen yang menilai sudah tepat.
Jika dirinci, di TikTok sebanyak 65,95 persen responden memilih “belum”, sedangkan di Instagram angkanya lebih tinggi, yakni 74,96 persen. Hal ini menunjukkan kecenderungan persepsi negatif yang cukup kuat di kedua platform.
Polling kedua mengangkat pertanyaan “Apakah program MBG sudah menjadi solusi bagi masyarakat?”. Dari total 7.005 responden dengan jangkauan 198.127 akun, sebanyak 63,20 persen menjawab belum menjadi solusi, dan hanya 36,80 persen yang menilai program tersebut sudah menjadi solusi.
Di TikTok, responden yang menjawab “belum” mencapai 58,81 persen, sementara di Instagram melonjak hingga 80,92 persen. Perbedaan ini memperlihatkan tingkat skeptisisme yang lebih tinggi dari pengguna Instagram terhadap efektivitas program MBG.
Sementara itu, pada polling ketiga terkait dampak ekonomi dengan pertanyaan “Apakah program MBG berdampak positif pada ekonomi lokal?”, hasilnya relatif lebih berimbang. Dari total 4.206 responden dengan jangkauan 87.541 akun, sebanyak 55,06 persen menyatakan belum berdampak positif, sedangkan 44,94 persen menilai sudah memberikan dampak positif.
Di TikTok, hasilnya nyaris imbang dengan 50,69 persen menjawab “belum” dan 49,31 persen “sudah”. Namun di Instagram, mayoritas 71,59 persen responden tetap menilai program ini belum memberi dampak signifikan pada ekonomi lokal.
Secara keseluruhan, polling yang melibatkan 17.223 responden dari berbagai jaringan media dengan total jangkauan 387.956 akun ini memperlihatkan tren persepsi publik yang masih cenderung kritis terhadap program MBG.
Kontribusi responden terbesar berasal dari Radar Cianjur dengan 10.671 pemilih dan jangkauan 311.428 akun, disusul Pojoksatu dengan 2.572 pemilih. Sementara berdasarkan platform, TikTok mendominasi partisipasi dengan 14.373 responden, jauh di atas Instagram yang mencatat 2.924 responden.
Dari sisi waktu partisipasi, distribusi pemilih cenderung bervariasi di tiap media. Beberapa media mencatat lonjakan partisipasi di hari ketiga, seperti Metropolitan (57,29 persen) dan Pojoksatu (43,27 persen), sementara lainnya seperti Radar Sukabumi didominasi pada hari pertama.
Hasil polling ini menjadi cerminan awal persepsi publik di media sosial yang dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemangku kebijakan. Meski demikian, diperlukan kajian lebih mendalam dan komprehensif untuk mengukur efektivitas program MBG secara menyeluruh di lapangan.
Dan untuk menyeimbangkan pemberitaan, jurnalis Metropolitan pun berusaha konfirmasi hasil polling tersebut kepada Nanik Sudaryati Deyang sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi melalui nomor WA. Namun hingga beberapa hari kiriman pertanyaan melalui aplikasi WhatsApp tersebut tak kunjung juga dibalas.
Sementara itu, Ketua Forum Pimred Metropolitan Grup, Azam Munawar mengatakan, polling di Instagram dan Tiktok ini akan terus dilaksanakan.
“Karena respon netizen baik di Instagram maupun Tiktok di Media Grup Metropolitan ini cukup bagus maka kami akan terus mentajikan polling ini dan mengemasnya semenarik mungkin dengan beragam isu yang sedang ramai-ramainya menjadi sorotan warga,” kata Azam.
“Tak lupa kami mengajak seluruh warga untuk ikut meramaikan polling di akun-akun Media Grup Metropolitan ini,” pungkas Azam. (met/kro)




















