POJOKBANDUNG.COM, SUMEDANG – Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Tuti Ruswati memastikan bahwa kebijakan zero emisi di lingkungan Pemda Sumedang yang semula dilaksanakan setiap hari Jumat tanpa kendaraan bermotor dialihkan ke hari Rabu. Kebijakan ini kata Sekda Tuti dilaksanakan dalam mendukung efisiensi energi dan mengurangi mobilitas serta konsumsi bahan bakar.
“Untuk kegiatan Jumsih (Jumat bersih) dan Jumat ngangkot, kita alihkan ke hari Rabu sehingga ada Rabu ngangkot dan Rabu bersih. Karena hari Jumat seluruh ASN WFH, dan ada sanksinya sesuai peraturan perundang-undangan. Karena BKPSDM, Diskominfo dan Bagian organisasi bagaimana regulasi yang kita terapkan masuk sanksinya,” kata Tuti saat dikonfirmasi Radar Sumedang usai apel pagi di lapangan PPS, Senin (6/4/2026).
Adapun terkait dengan kebijakan Work From Home (WFH) setiap hari Jumat bagi ASN eselon IV ke bawah, dipastikan akan dilaksanakan mulai pekan ini.
“Untuk eselon dua dan tiga itu masih tetap hadir di kantor, tetapi jajaran staf tetap WFH. Dengan tujuan efisiensi energi keseluruhan dari mulai listrik, BBM dan air. Tentu nanti akan dihitung dampak dari efisiensi ini, kita bisa hemat berapa untuk efisensi sumberdaya,” ujarnya seraya menambahkan untuk rapat bisa melalui virtual zoom.
Meski demikian lanjut Tuti, ada beberapa ketentuan yang harus dilaksanakan saat ASN WFH. Terlebih Pemda Sumedang memilki aplikasi e-office dan ini sudah berjalan sehingga untuk absensi dilakukan jam 07.30 sampai absensi sore jam 16.00 WIB. “Jadi untuk laporan kinerja harian tetap diisi di e-office pada hari itu juga,” ucapnya.
Tak sampai disitu, penggunaan kendaraan dinas juga akan dibatasi hingga 50 persen setiap harinya dengan sistem pengaturan bergiliran di masing-masing perangkat daerah.
“Pengurangan penggunaan kendaraan ini untuk menekan konsumsi BBM. Jadi harus diatur secara efektif dan disiplin,” tegas Tuti.
Lebih lanjut dirinya memaparkam tantangan yang kini sedang dihadapi. Yang mana, seluruh jajaran pemerintah daerah Kabupaten Sumedang harus mulai beradaptasi menghadapi kondisi global, khususnya krisis energi yang kini melanda berbagai negara.
“Seluruh dunia saat ini menghadapi krisis energi. Dampaknya sangat luas, termasuk kemungkinan kenaikan harga BBM dalam waktu dekat yang akan berpengaruh pada seluruh sektor,” paparnya.
Oleh karenanya, Sekda Tuti meminta seluruh ASN menerapkan pola hidup hemat energi, baik di lingkungan kantor maupun rumah tangga. Ia menekankan hal-hal sederhana namun berdampak besar, seperti mematikan lampu saat ruangan cukup terang, mengoptimalkan penggunaan AC, serta memastikan tidak ada kebocoran air.
Ia juga mengingatkan bahwa penggunaan listrik dan air yang berlebihan merupakan bentuk pemborosan anggaran, sehingga kesadaran individu menjadi kunci dalam upaya efisiensi.
“Kalau ruangan masih terang oleh cahaya matahari, lampu tidak perlu dinyalakan. AC juga harus digunakan seperlunya. Ini hal kecil, tapi kalau dilakukan bersama dampaknya besar,” jelas Tuti. (jim)




















