Tag: jabar area terbaru
-

Produksi Padi Sumedang Capai 294 Ribu Ton
POJOKBANDUNG.COM, SUMEDANG – Kabupaten Sumedang mencatat produksi padi sekitar 294 ribu ton pada 2025. Jumlah tersebut jauh melampaui kebutuhan konsumsi masyarakat yang hanya sekitar 103 ribu ton per tahun.Kondisi itu menjadikan Sumedang sebagai salah satu daerah dengan surplus beras di Jawa Barat sekaligus berkontribusi terhadap pasokan pangan regional.Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Sumedang, Tono Suhartono, mengatakan surplus beras yang dimiliki Sumedang mencapai lebih dari 190 ribu ton.“Produksi kita sekitar 294 ribu ton, sementara kebutuhan hanya 103 ribu ton. Artinya, kita memiliki surplus cukup besar, lebih dari 190 ribu ton,” kata Tono, Senin (1/6/2026).Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan sektor pertanian di Sumedang masih mampu menjaga produktivitas meski dihadapkan pada berbagai tantangan, termasuk perubahan iklim dan ketidakpastian cuaca.Diungkapkan, data DPKP menunjukkan Kecamatan Buahdua menjadi wilayah dengan produksi padi tertinggi, yakni sekitar 43,19 ribu ton. Posisi berikutnya ditempati Kecamatan Conggeang dengan produksi 32,18 ribu ton, Kecamatan Ujungjaya 30,25 ribu ton, Kecamatan Tanjungkerta 24,68 ribu ton, serta Kecamatan Sumedang Selatan sebesar 23,9 ribu ton.“Kecamatan-kecamatan tersebut menjadi sentra produksi padi sekaligus penopang utama ketahanan pangan di Kabupaten Sumedang,” ungkapnya.Tono menjelaskan, surplus produksi padi tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat Sumedang, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan beras di daerah lain di Jawa Barat.“Produksi yang melampaui kebutuhan daerah menjadi modal penting dalam menjaga ketahanan pangan. Karena itu, produktivitas pertanian harus terus dipertahankan,” ujarnya.Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu mendapat perhatian, di antaranya ketersediaan air, perbaikan infrastruktur irigasi, penerapan teknologi pertanian, serta regenerasi petani.Menurut Tono, upaya menjaga swasembada beras harus dilakukan secara berkelanjutan agar produksi tetap stabil dari musim ke musim.“Kami harus memastikan berbagai faktor pendukung pertanian tetap terjaga agar produksi padi di Sumedang dapat terus memenuhi kebutuhan masyarakat dan menghasilkan surplus,” katanya.Pemerintah daerah melalui DPKP terus mendorong penguatan sektor pertanian sebagai langkah menjaga ketahanan pangan sekaligus mempertahankan posisi Sumedang sebagai salah satu daerah surplus beras di Jawa Barat. (gun) -

Unpad Buka Sejumlah Prodi Baru Pascasarjana, Perkuat Budaya Riset
POJOKBANDUNG.COM, SUMEDANG – Guna memperkuat budaya penelitian sekaligus mendukung target menjadi pusat pendidikan dan pengetahuan berkelas dunia, Universitas Padjadjaran (Unpad) membuka sejumlah program studi baru jenjang pascasarjana. Pembukaan prodi baru tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat serta tantangan masa depan.
Direktur Akademik Unpad Prof. Aliya Nur Hasanah mengatakan, penguatan program pascasarjana diharapkan mampu melahirkan inovasi untuk menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat melalui riset dan pengembangan ilmu pengetahuan.
“Selaras dengan keinginan menuju pusat pendidikan dan pengetahuan berkelas dunia, maka program pascasarjana diharapkan dapat memberi inovasi-inovasi untuk menyelesaikan berbagai masalah di masyarakat,” ujar Prof Aliya di Kampus Jatinangor Sumedang.
Ia menambahkan, beberapa program studi baru yang dibuka di antaranya Magister (S2) Hubungan Internasional, Magister Ilmu dan Teknologi Pangan, Doktor (S3) Perikanan dan Kelautan Berkelanjutan, serta Doktor Fisika.
Selain itu, Fakultas Kedokteran Unpad juga membuka program Spesialis Gizi Klinik serta sejumlah program Subspesialis, yakni Patologi Klinik, Dermatologi Venereologi dan Estetika, Ilmu Kesehatan Mata, serta Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi.
Menurut Prof. Aliya, pembukaan program spesialis dan subspesialis dilatarbelakangi meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan seiring tingginya beban penyakit dan perkembangan teknologi medis yang semakin kompleks. “Perkembangan teknologi medis dan kasus penyakit yang semakin kompleks membutuhkan penanganan khusus dari konsultan atau subspesialis tingkat lanjut,” katanya.
Tak hanya membuka prodi baru, kata ia, Unpad juga menghadirkan berbagai skema pendidikan pascasarjana yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa. Program tersebut meliputi Magister Berbasis Project (MBP), Magister jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), Magister Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), jalur Alumni Berprestasi dan Berkinerja, hingga program double degree dengan perguruan tinggi dalam dan luar negeri.
Prof. Aliya menjelaskan, sistem pembelajaran PJJ memungkinkan mahasiswa mengikuti perkuliahan secara daring melalui platform digital tanpa mengurangi kualitas pembelajaran dibanding program reguler. “Capaian pembelajaran Magister PJJ tidak ada perbedaan dengan magister reguler, hanya model pembelajarannya dilakukan melalui jarak jauh,” jelasnya.
Sementara pada program RPL, pengalaman kerja profesional dapat dikonversi menjadi satuan kredit semester (SKS) akademik sehingga masa studi menjadi lebih singkat namun tetap memiliki capaian pembelajaran setara program reguler.
Adapun program Magister Berbasis Project yang dilaksanakan di Kantor Perwakilan Unpad Jakarta ditujukan bagi kalangan profesional dengan pendekatan pembelajaran berbasis kasus nyata di tempat kerja.
Unpad juga menyediakan program double degree bersama sejumlah perguruan tinggi mitra. Di antaranya bersama Binus University melalui program Digital Technology in Fishery, Digital Technology in Marine Science, dan Digital Economy, serta bersama Telkom University melalui program Cyber Forensics Law.
Untuk mendukung pembiayaan pendidikan, Unpad menyediakan berbagai beasiswa seperti Beasiswa Unggulan Pascasarjana Padjadjaran (BUPP), Beasiswa Program Doktoral Padjadjaran (BPDP), Beasiswa Guruku, hingga Unpad ASEAN Scholarship (UAS). Selain itu tersedia pula beasiswa pemerintah seperti LPDP, PMDSU, TIAS, dan KNB.
Pendaftaran sejumlah program pascasarjana Unpad masih dibuka hingga 13 Juli 2026 melalui laman resmi penerimaan mahasiswa baru Unpad. (tha)
-

Siap Jadi Pemasok Bahan Baku MBG, Ketua Kopdes Merah Putih Jalancagak: Kita Buka Peluang Ekonomi Baru
POJOKBANDUNG.COM, SUBANG-Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih Jalancagak menunjukkan kesiapannya menjadi salah satu pemasok bahan baku utama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).Langkah ini dimulai dengan melakukan pertemuan bersama dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau pengelola dapur MBG di wilayah itu.Ketua Koperasi Merah Putih Desa Jalancagak Beno mengatakan, kehadiran para pengelola dapur MBG merupakan langkah awal kolaborasi antara Kopdes dengan SPPG.Kolaborasi ini diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa sekaligus memperkuat posisi petani lokal dalam rantai pasok bahan baku.Selain membangun kolaborasi, pertemuan ini ingin menegaskan posisi Kopdea sebagai mitra SPPG sesuai regulasi. Yang mana, peran Kopdes sebagai penyedia bahan baku bagi SPPG.“Kami siap bahan baku berkualitas dan kuantitas hasil produksi sesuai dengan standar MBG,” ujar Beno saat ditemui , Jumat (29/5)Selain itu, Kolaboraai ini merupakan bagian dari upaya mendorong kemandirian ekonomi desa sekaligus menjadikan Kopdes Merah Putih Desa Jalancagak sebagai pionir pemasok bahan baku untuk SPPG, khusunya di wilayah desa Jalancagak.“Kita berharap kerja sama ini bisa mengangkat kesejahteraan masyarakat, sekaligus menjadi contoh bagi desa lain dalam mengelola potensi lokal,” ujarnya.Dirinya berharap kolaborasi ini mampu melibatkan lebih banyak petani lokal agar manfaatnya dapat dirasakan. (anr) -

DLHK Sumedang Percantik Kawasan Tahura Gunung Kunci dan Tahura Palasari
POJOKBANDUNG.COM, SUMEDANG – Pemerintah Kabupaten Sumedang melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) tengah tancap gas mempercantik kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Gunung Kunci dan Tahura Palasari.
Langkah ini bertujuan memberikan jaminan keamanan serta kenyamanan ekstra bagi wisatawan yang ingin melepas penat di pusat kota Sumedang.Kepala Bidang Kehutanan DLHK Kabupaten Sumedang, Amalia Hermayanti, menegaskan bahwa pihaknya sedang mengejar target perbaikan fasilitas secara bertahap.“Kami terus melakukan pembenahan di Tahura Gunung Kunci. Tim sudah menyelesaikan perbaikan jogging track dan memasang pagar pengaman di area luar kawasan,” kata Amalia saat ditemui di Tahura Gunung Kunci, Jumat (29/5/2026).Lanjut Amalia, DLHK Sumedang saat ini memprioritaskan empat titik krusial. Dari target tersebut, dua titik telah rampung 100 persen. Selanjutnya, petugas akan segera menyentuh area parkir dan taman bermain yang menjadi titik kumpul favorit keluarga.Ia pun memaparkan sejumlah pembenahan di Tahura Gunung Kunci seperti jogging track untuk kenyamanan pelari pagi, pagar kawasan, penataan areal parkir, revitalisasi taman bermain anak-anak.“Insyaallah, bulan ini seluruh fasilitas di Gunung Kunci akan beres. Bagi kami, keselamatan pengunjung adalah prioritas utama,” ujarnya.Tak sampai disitu DLHK juga mulai menyentuh Tahura Palasari. Saat ini, pemerintah telah membangun dua unit toilet di area atas dan menyediakan lahan parkir di bagian bawah.Menariknya, DLHK berencana mengaktifkan kembali pos loket pembayaran di Palasari.Langkah strategis ini bertujuan agar pengelolaan wisata lebih optimal dan terintegrasi. Jadi, pengunjung tidak hanya terpaku pada satu lokasi, tetapi juga bisa mengeksplorasi keindahan Palasari dengan mudah.Kendati demikian, fasilitas terus meningkat, pengelola tetap mempertahankan harga tiket yang sangat ramah di kantong.“Kabar baiknya, satu tiket sudah mencakup akses ke dua lokasi sekaligus (Gunung Kunci & Palasari) Pengunjung dapat mendapatkan harga tiket untuk 2 lokasi, pelajar atau nak-anak hanya Rp 5.000 dan dewasa Rp 10.000 per orang. Kami berharap dengan wajah baru ini, Tahura Gunung Kunci dan Palasari siap menjadi destinasi wisata hijau unggulan di Sumedang,” katanya. (jim) -

Kembangkan Ubi Cilembu Lewat Kultur Jaringan dan Hilirisasi
POJOKBANDUNG.COM, SUMEDANG – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Sumedang terus mengembangkan Ubi Cilembu sebagai komoditas unggulan daerah melalui inovasi kultur jaringan serta penguatan hilirisasi UMKM guna meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan petani.Kepala DPKP Sumedang, Tono Soehartono, mengatakan pengembangan Ubi Cilembu dilakukan secara terintegrasi mulai dari hulu hingga hilir agar komoditas khas tersebut tetap berkelanjutan dan mampu bersaing di pasar.“Pengembangan Ubi Cilembu ini terus kami dorong melalui kultur jaringan dan hilirisasi agar bisa memperluas produksi sekaligus meningkatkan daya saing pasar,” kata Tono, Jumat (29/5).Ia menjelaskan, Ubi Cilembu merupakan komoditas khas Sumedang yang memiliki karakteristik rasa manis seperti madu setelah dipanggang. Karakteristik tersebut menjadi pembeda utama dibandingkan ubi jalar lainnya.Menurutnya, ciri khas tersebut menjadi potensi besar agar Ubi Cilembu dapat bersaing di pasar global sebagai komoditas unggulan daerah.“Sebagaimana dimaklumi bahwa Ubi Cilembu itu cuma ada di Cilembu. Yang membedakan itu adalah madunya dan itu menjadi potensi daya saing. Kalau tidak ada madu, itu bukan Cilembu,” ujarnya.Tono menuturkan, pengembangan komoditas tersebut kini dilakukan melalui teknologi kultur jaringan untuk memperluas budidaya tanpa sepenuhnya bergantung pada kondisi tanah asal Cilembu.Ia menyebutkan, uji coba penanaman telah dilakukan di sejumlah wilayah dengan melibatkan kelompok tani dan aparat kewilayahan, termasuk penanaman sekitar 5.000 bibit melalui kerja sama dengan 26 titik Polsek.“Dari uji coba itu ada yang berhasil dan ada yang belum, ini menjadi bahan evaluasi kami untuk pengembangan berikutnya,” katanya.Sentra Ubi Cilembu di Kabupaten Sumedang saat ini tersebar di empat kecamatan utama, yakni Pamulihan, Rancakalong, Tanjungsari, dan Sukasari dengan total luas lahan sekitar 462 hektare.Sementara itu, Desa Cilembu sebagai wilayah asal memiliki sekitar 229 hektare lahan budidaya dengan produksi rata-rata berkisar 1.600 hingga 1.900 ton per tahun.Tono mengatakan, produktivitas Ubi Cilembu di Sumedang berada pada kisaran 15 hingga 20 ton per hektare dan dapat mencapai 40 ton per hektare dalam kondisi optimal.Meski memiliki potensi besar, pengembangan komoditas tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama ketergantungan pada kondisi tanah spesifik serta fluktuasi produksi akibat faktor cuaca.“Selain itu, tantangan kita adalah menjaga kontinuitas produksi karena permintaan pasar terus meningkat,” ujarnya.Ia mengungkapkan, permintaan Ubi Cilembu untuk kebutuhan olahan dan ekspor dapat mencapai 12 hingga 40 ton per bulan sehingga kontinuitas produksi menjadi faktor penting dalam pengembangan komoditas tersebut.Selain penguatan budidaya, Pemerintah Kabupaten Sumedang juga mendorong hilirisasi Ubi Cilembu melalui pengembangan produk UMKM seperti bakpia ubi yang memanfaatkan rasa manis alami tanpa tambahan gula.“Ubi Cilembu ini bisa diolah menjadi berbagai produk, termasuk bakpia tanpa gula tambahan karena sudah manis alami,” katanya.Tono berharap pengembangan Ubi Cilembu dapat memperkuat ketahanan ekonomi petani sekaligus menjadikan komoditas tersebut sebagai salah satu unggulan berkelanjutan Kabupaten Sumedang. (gun) -

Diskanak Sumedang Pastikan Stok Hewan Kurban Surplus
POJOKBANDUNG.COM, SUMEDANG – Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Sumedang memastikan ketersediaan hewan kurban untuk Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
Berdasarkan hasil monitoring dan pendataan, neraca supply-demand menunjukkan surplus pada seluruh jenis hewan kurban.
Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Sumedang, Asep Aan Dahlan mengatakan, surplus hewan kurban meliputi sapi sebanyak 740 ekor, domba 2.734 ekor, dan kambing 625 ekor. “Ketersediaan hewan kurban di Kabupaten Sumedang dipastikan aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat di moment Iduladha tahun ini,” ujarnya, Kamis (28/5/2026).
Selain memastikan ketersediaan, Diskanak juga terus melakukan pengawasan kesehatan dan kelayakan hewan kurban agar masyarakat mendapatkan hewan yang sehat dan sesuai syariat.
Pengawasan dilakukan melalui pemeriksaan ante mortem dan post mortem, pengawasan lalu lintas hewan, penerbitan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH), serta sertifikat veteriner.
“Menyambut Hari Raya Iduladha kemarin kami melakukan pemeriksaan kesehatan dan kelayakan hewan kurban guna memastikan hewan yang diperjualbelikan dalam kondisi sehat, layak, dan sesuai syariat,” kata Asep.
Menurutnya, pemeriksaan dilakukan secara langsung oleh petugas untuk memantau kondisi fisik hewan, kesehatan umum, serta memastikan hewan bebas dari penyakit menular.
“Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dalam memilih hewan kurban,” katanya.
Diskanak Sumedang juga mengimbau masyarakat agar membeli hewan kurban di tempat penjualan resmi dan memastikan hewan telah diperiksa oleh petugas kesehatan hewan. (gun)
-

IPDN Salurkan Daging Kurban untuk Warga dan Petugas Kampus
POJOKBANDUNG.COM, SUMEDANG – Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) menggelar penyerahan daging hewan kurban dalam rangka Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah di Balairung Rudini Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Rabu (27/5/2026) lalu.
Kegiatan tersebut melibatkan sivitas akademika IPDN, petugas kampus, masyarakat sekitar, hingga insan media.
Rektor IPDN Dr. Halilul Khairi mengatakan pelaksanaan kurban di lingkungan kampus dilakukan secara terpusat agar pengelolaan dan distribusi daging berjalan tertib serta merata.
Menurutnya, seluruh keluarga besar IPDN menyerahkan hewan kurban melalui satu kepanitiaan sehingga penyaluran manfaat dapat menjangkau lebih banyak penerima.
“Kami tinggal dan bekerja di tempat yang sama. Karena itu, panitia mengoordinasikan seluruh proses kurban dalam satu pelaksanaan,” ujar Halilul Khairi.
Ia menjelaskan, panitia memprioritaskan pembagian daging kurban kepada petugas kebersihan, pengamanan dalam (Pamdal), petugas taman, serta masyarakat sekitar Kecamatan Jatinangor dan Cibeusi yang sehari-hari beraktivitas di lingkungan kampus IPDN.
“Pada pelaksanaan tahun ini, jumlah hewan kurban di IPDN mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Selama beberapa tahun terakhir, kontribusi terbesar berasal dari para praja melalui pola sumbangan bersama,” katanya.
Namun, pihak kampus melakukan evaluasi terhadap mekanisme tersebut karena dinilai lebih tepat masuk kategori sedekah sukarela dibanding ibadah kurban secara fikih.
“Tahun lalu jumlahnya bisa mencapai belasan ekor. Tahun ini hanya tiga ekor sapi dari lingkungan kampus utama. Tahun depan kami akan merancang pola yang lebih baik,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia Kurban IPDN Drs. H. Ujud Rusdia menyebutkan panitia menerima tiga ekor sapi dan tiga ekor domba di Kampus Jatinangor. Bantuan hewan kurban tersebut di antaranya berasal dari Rektor IPDN serta Bank BJB. (tha)
-

Sapi Kurban Masuk Ruangan SIM, Tukang Jagal Terluka
POJOKBANDUNG.COM, SUMEDANG – Seekor sapi kurban mengamuk saat hendak disembelih di halaman uji praktik SIM Polres Sumedang, Rabu (27/5/2026). Sapi tersebut lepas dari kendali panitia hingga sempat masuk ke area pelayanan pembuatan SIM dan BPKB Satlantas.
Sapi berukuran sedang yang merupakan pemberian Bupati Sumedang itu membuat suasana di lingkungan Mapolres sempat tegang. Sejumlah tukang jagal bersama anggota kepolisian yang bertugas dalam penyembelihan hewan kurban Hari Raya Iduladha berupaya keras menangkap sapi yang terus memberontak.
Akibat besarnya tenaga sapi yang masih muda tersebut, seorang tukang jagal mengalami luka pada bagian tangan. “Tenaganya besar, sapinya masih muda. Cuma sedikit luka di tangan,” ujar salah seorang tukang jagal, Bulat.
Beruntung, kesigapan panitia kurban membuat sapi tidak sampai masuk lebih jauh ke ruang pelayanan masyarakat. Namun, sejumlah fasilitas di area lapang uji praktik SIM mengalami kerusakan.
Tiang pembatas jalur ujian praktik SIM motor tampak berserakan akibat diterjang sapi sebelum akhirnya berhasil ditenangkan. “Untung enggak sampai masuk ke dalam. Ya, merusak itu saja, jalur lalu lintas di lapang uji SIM,” tuturnya.
Demi alasan keamanan, sapi tersebut kemudian langsung disembelih di lokasi berbeda dari hewan kurban lainnya. Pada pelaksanaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah tahun ini, Polres Sumedang menyembelih sebanyak sembilan ekor sapi dan enam ekor domba kurban.
Selanjutnya, daging kurban dikemas menggunakan daun pisang dan bongsang (keranjang tahu) untuk dibagikan kepada masyarakat. (gun)
-

Kodim Sumedang Tanam 185 Pohon, Perkuat Kepedulian Lingkungan
POJOKBANDUNG.COM, SUMEDANG – Kodim 0610/Sumedang melaksanakan kegiatan Pembinaan Lingkungan Hidup di Blok Gunung Geulis, Desa Kamal, Kecamatan Tanjungmedar, Kabupaten Sumedang, Selasa (26/5). Kegiatan itu sebagai upaya mendukung pelestarian alam sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan hidup.
Dandim 0610/Sumedang Letkol Arh Kusuma Ardianto S.I.P., M.Han melalui Kasdim 0610/Sumedang Mayor Inf Deni Zenal Mutaqin menyampaikan kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian TNI AD terhadap kelestarian alam dan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, persoalan lingkungan saat ini semakin kompleks sehingga memerlukan sinergi seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kebersihan, kelestarian, dan keseimbangan lingkungan hidup.
“Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran serta partisipasi seluruh komponen masyarakat dalam menjaga kebersihan, kelestarian dan keseimbangan lingkungan hidup. Permasalahan lingkungan saat ini semakin kompleks sehingga diperlukan sinergi dan kepedulian bersama demi masa depan generasi mendatang,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembinaan lingkungan hidup juga diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih hijau, sehat, dan asri, sekaligus memperkuat ketahanan wilayah melalui kepedulian bersama terhadap kelestarian alam.
Dandim menegaskan kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen Kodim 0610/Sumedang dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan pelestarian alam sebagai investasi bagi generasi penerus bangsa.
“Kodim 0610/Sumedang akan terus hadir di tengah masyarakat dalam setiap upaya menjaga kelestarian alam, karena lingkungan yang sehat dan hijau merupakan salah satu pondasi penting dalam mewujudkan ketahanan wilayah yang kuat, aman dan sejahtera,” pungkasnya. Selain pemberian materi sosialisasi lingkungan hidup oleh CDK Kehutanan Wilayah IX Hajid, SP, kegiatan juga diisi dengan aksi penanaman sebanyak 185 pohon yang terdiri atas sukun, alpukat, mangga, durian, dan petai, masing-masing sebanyak 37 pohon. (tha)
-

Bupati Subang Reynaldy Putra Sebut Semangat Iduladha Tingkatkan Gotong Royong
POJOKBANDUNG.COM, SUBANG- Bupati Subang Reynaldy Putra menyampaikan perayaan Iduladha 1447 Hijriah menjadi peristiwa penting untuk memperkuat nilai keikhlasan, semangat kepedulian, dan solidaritas dalam kehidupan sosial.
Dia juga berharap semangat Iduladha 1447 dapat meningkatkan semangat gotong royong dan kebersamaan seluruh masyarakat serta stakeholder sehingga kemajuan di wilayah itu betul betul dapat tercapai sesuai harapan.
“Iduladha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah penyembelihan hewan kurban, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya semangat berbagi, kepedulian sosial dan meningkatkan semangat gotong royong, sehingga apa yang kita harapkan bersama dapat terwujud, yakni mewujudakan daerah ini (kabupaten Subang) yang unggul, maju, komptitif, dan religius dengan penuh keberkahan, ” ujar Reynaldy saat sambutan Iduladha di Masjid Agung Al-Musabaqoh Subang, Rabu (27/5/2026).
Ia juga mengucapkan selamat Iduladha bagi seluruh kaum muslimin muslimat, dan mengajak agar menjadikan Iduladha sebagai penguat kebersamaan.
“Pemerintah Daerah Kabupaten Subang mengucapkan Selamat Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Semoga menjadi momentum keikhlasan, kepedulian, dan kebersamaan di tengah kehidupan masyarakat,” ucapnya.
Pada kesempatan itu, Bupati yang akrab disapa Kang Rey ini menyampaikan upaya pemerintah daerah dalam menciptakan pembangunan melalui program program unggulannya serta tema Iduladha 1447 Hijriah.
“Adapun tema Iduladha 1437 Hiriah, “Dengan Berqurban Bukti Nyata Ngawangun Bareng Rakyat, Peduli Berbagi, Bersinergi menuju Kabupaten Subang yang Religi” diangkat untuk mengajak kita bahwa Qurban bukan hanya ibadah tapi wujud nyata kepedulian sosial dan semangat gotong royong membangun Subang,” ujarnya.
Terakhir, Ia juga mengajak seluruh jamaah shalat Iduladha untuk mendo’akan 543 jamaah haji asal Subang dan seluruh jamaah haji yang telah melaksanakan wukuf, agar diberi kemudahan dan mendapat haji yang mabru dan mabrurah,
“Semoga seluruh jamaah haji diberikan kesehatan, kelancaran dalam beribadah, dan kembali ke tanah air menjadi haji hajjah mabrur dan mabrurah,” pungkasnya.
Setelah Shalat Id, ia bersama jajaran pejabat Pemkab Subang menyerahkan hewan kurban secara simbolis kepada Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Musabaqoh Subang dengan sapi 3 ekor dan 6 ekor domba untuk dibagikan ke beberapa masjid di Kabupaten Subang, dengan 1 ekor sapi untuk DKM Al-Musabaqoh Subang. (anr)
-

Jalan Talun Kidul Sumedang Utara Mulus Dihotmix
POJOKBANDUNG.COM, SUMEDANG – Warga RW 05 Lingkungan Talun Kidul Kelurahan Talun, Kecamatan Sumedang Utara, menyambut gembira perbaikan Jalan Talun Kidul yang dilakukan melalui pengaspalan hotmix sepanjang sekitar 118 meter, Sabtu (23/5/2026). Perbaikan jalan tersebut dilaksanakan menggunakan anggaran dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Sumedang sebesar Rp119 juta.
Ketua RW 05 Kelurahan Talun, Hendra Purnama, mengatakan warga merasa senang karena kondisi jalan sebelumnya sudah banyak yang berlubang dan rusak sehingga mengganggu aktivitas masyarakat, kini kondisinya mulus dihotmix. “Alhamdulillah warga sangat gembira dengan adanya perbaikan jalan ini. Sebelumnya kondisi jalan banyak yang berlubang dan rusak, apalagi kalau turun hujan sering tergenang air sehingga mengganggu perjalanan warga,” ujar Hendra, Minggu (24/5/2026).
Menurutnya, keberadaan jalan yang lebih baik akan membuat aktivitas masyarakat menjadi lebih nyaman dan lancar, baik untuk pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat. Hendra juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sumedang dan semua pihak yang telah membantu merealisasikan pembangunan jalan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, Wakil Bupati M. Fajar Aldila, anggota DPRD Sumedang Hendri Darmawan, Lurah Talun Deni Irawan, serta pihak lainnya yang telah membantu perbaikan jalan ini,” katanya. Dengan baiknya kondisi infrastruktur jalan, Hendra mengajak warga untuk bersama-sama menjaga dan memeliharanya.
“Mari kita jaga bersama sama supaya jalannya awet, jangan buang sampah ke jalan apalagi saat hujan, jangan kebut-kebutan, jangan parkir kendaraan menghalangi jalan umum,” ucapnya.
Hendra berharap perbaikan infrastruktur di kawasan Talun Kidul dapat terus dilanjutkan karena masih ada sebagian ruas jalan yang kondisinya rusak.
“Sebagian jalan Talun Kidul masih ada yang rusak. Mudah-mudahan ke depan bisa segera diperbaiki juga agar aktivitas warga semakin lancar,” tuturnya. (gun)
-

Unpad Luncurkan Beasiswa Guru, Perkuat Kompetensi Pendidik Indonesia
POJOKBANDUNG.COM, SUMEDANG – Upaya meningkatkan mutu pendidikan nasional melalui penguatan kompetensi tenaga pendidik, Universitas Padjadjaran (Unpad) meluncurkan Program Beasiswa Guru bertajuk “Guruku: Guru Unggul Raih Kualitas”.
Program ini membuka kesempatan bagi para guru untuk melanjutkan pendidikan jenjang Magister (S2) di Unpad melalui 18 program studi yang telah disediakan dengan berbagai skema bantuan pendidikan.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Prof. Atip Latipulhayat mengatakan peningkatan akses terhadap pendidikan yang bermutu menjadi tantangan penting dalam pembangunan pendidikan nasional.
“Kompetensi guru merupakan salah satu faktor utama yang menentukan kualitas pendidikan. Yang sekarang akan kita kejar adalah akses terhadap pendidikan yang bermutu. Salah satu elemen penting untuk mencapai hal tersebut adalah kompetensi guru,” ujarnya saat memberikan sambutan peluncuran program tersebut di Bale Sawala, Gedung Rektorat Unpad Kampus Jatinangor, beberapa waktu lalu.
Ia menjelaskan, secara kualifikasi hampir seluruh guru di Indonesia telah memenuhi syarat pendidikan minimal D4 atau S1. Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya sejalan dengan peningkatan kompetensi yang dimiliki para guru.
“Karena itu, Program Beasiswa Guru Unpad diharapkan dapat melahirkan tenaga pendidik yang tidak hanya memenuhi syarat pendidikan formal, tetapi juga memiliki kompetensi unggul dan mampu mendorong peningkatan kualitas pembelajaran,” tambahnya.
Dalam program tersebut, Unpad menyediakan tiga skema pembiayaan, yakni beasiswa penuh yang menanggung 100 persen biaya pendidikan, beasiswa parsial sebesar 75 persen, serta beasiswa dukungan sebesar 50 persen biaya pendidikan bagi peserta yang diterima pada program Magister sesuai ketentuan.
Sementara itu, Rektor Unpad Prof. Arief S. Kartasasmita mengatakan program tersebut merupakan bentuk komitmen kampus dalam mendukung peningkatan kapasitas guru di Indonesia.
“Kami percaya bahwa pendidikan adalah masa depan anak-anak Indonesia. Unpad harus ikut serta memberikan kesempatan dan fasilitas agar para guru di Indonesia dapat meningkatkan kapasitasnya,” katanya.
Menurutnya, Unpad telah menetapkan satu penerima beasiswa penuh, yakni Ihwan Subekti, S.Pd, guru SD Negeri 1 Bojong, Kabupaten Pangandaran. “Ihwan terpilih berdasarkan rekomendasi Dinas Pendidikan Kabupaten Pangandaran atas prestasi serta inovasi yang dilakukannya di bidang pendidikan,” tandasnya. (tha)
-

Bukan Lagi Hura-hura, Kini Anak Muda Sumedang Pamer Aktivitas Olahraga
POJOKBANDUNG.COM, SUMEDANG – Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengaku lega melihat antusiasme warga yang memanfaatkan fasilitas publik untuk beraktivitas fisik.
Salah satunya terlihat di kawasan Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS) yang setiap hari ramai dikunjungi masyarakat untuk berjalan kaki maupun berlari. “Saya sendiri senang jalan kaki dan lari di jogging track PPS. Saya juga bergabung dengan komunitas Sumedang Walkers. Mudah-mudahan ini bisa menginspirasi masyarakat bahwa tubuh sehat dapat diperoleh melalui pola hidup bersih dan sehat serta olahraga yang teratur,” kata Bupati Dony dalam sebuah kegiatan di PPS, belum lama ini.
Menurutnya, tren olahraga kini tidak hanya berkembang di kalangan orang dewasa, tetapi juga menjadi gaya hidup generasi muda. Fenomena tersebut terlihat dari semakin banyaknya anak muda yang membagikan aktivitas olahraga di media sosial dibandingkan aktivitas hiburan yang kurang produktif.
“Saya bersyukur sekarang anak-anak muda di Sumedang kalau posting di media sosial bukan lagi hura-hura di diskotik, tetapi sedang jogging, running, boxing, berenang, bersepeda, maupun fitnes di gym. Saya senang melihat perubahan ini karena menginspirasi kalangan dewasa untuk ikut hidup sehat,” ungkap Dony.
Tren olahraga yang berkembang di kalangan generasi muda sejalan dengan meningkatnya kesadaran terhadap pentingnya kesehatan fisik dan mental. Berbagai komunitas lari, sepeda, jalan santai, hingga olahraga kebugaran kini tumbuh di berbagai kecamatan dan menjadi ruang positif bagi anak muda untuk berinteraksi sekaligus menjaga kesehatan.
Dony berharap semangat hidup sehat tersebut terus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, puskesmas, sekolah, komunitas olahraga, dan masyarakat. Dengan demikian, budaya hidup sehat tidak hanya menjadi tren sesaat, melainkan menjadi kebiasaan yang melekat dalam kehidupan sehari-hari.
“Ini bagian dari pola hidup bersih dan sehat. Kalau budaya olahraga semakin masif, masyarakat akan semakin sehat, produktif, dan pada akhirnya kualitas hidup masyarakat Sumedang juga akan meningkat,” pungkasnya. (jim)
-

Peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator atau PKA Diminta Bisa Berikan Kontribusi Nyata
POJOKBANDUNG.COM, SUBANG- Sekretaris BPSDM Provinsi Jawa Barat, Yudi Kuncoro, hadiri kegiatan Paparan Advokasi Hasil Studi Lapangan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati II, pada Kamis (21/05/2026).
Ia berharap kegiatan tersebut mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Subang.
“Saya berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari proses pembelajaran aktualisasi kepemimpinan kinerja, tetapi juga memberikan kontribusi nyata berupa sumbangsih pemikiran dan saran perbaikan bagi peningkatan kualitas pelayanan publik di lingkungan Pemda Subang.Ini sangat penting, ” ujarnya.
Diketahui, kegiatan Studi Lapangan PKA Angkatan I Tahun 2026 tersebut diikuti oleh 40 peserta dan didampingi dua orang pembimbing. Sebelumnya, para peserta telah melaksanakan observasi selama satu bulan di BKPSDM dan Dinas PUPR kabupaten Subang.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Subang yang akrab disapa Kang Asep Nuroni, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut, sebab dinilai sejalan dengan upaya peningkatan kualitas birokrasi dan penguatan kapasitas aparatur sipil negara di Kabupaten Subang.
“Kami menyambut baik kegiatan ini karena sejalan dengan upaya peningkatan kualitas birokrasi dan penguatan kapasitas kepemimpinan aparatur sipil negara”ungkapnya.
Ia berharap hasil observasi dan kajian lapangan tersebut dapat menjadi masukan konstruktif bagi Pemda Subang, khususnya perangkat daerah yang menjadi lokus studi lapangan.
“Kami berharap hasil kajian dan rekomendasi yang disampaikan nantinya dapat menjadi masukan konstruktif bagi Pemerintah Kabupaten Subang, khususnya perangkat daerah yang menjadi lokus studi lapangan ”harapnya.
Ia menegaskan komitmen Pemda Subang dalam meningkatkan tata kelola pemerintahan dan pengembangan sumber daya manusia aparatur.
“Pemerintah Kabupaten Subang terus berkomitmen meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, serta pengembangan sumber daya manusia aparatur yang profesional dan berintegritas”tegasnya.
Ia juga berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kegiatan tersebut untuk memperluas wawasan dan membangun inovasi dalam kepemimpinan birokrasi.
“Kami berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk memperdalam wawasan, memperkuat jejaring kolaborasi, serta membangun semangat inovasi dalam kepemimpinan birokrasi”pungkasnya. (anr)
-

Tekan Stunting dengan Cegah Pernikahan Dini, Begini Penjelasan Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila
POJOKBANDUNG.COM, SUMEDANG – Upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sumedang tidak hanya difokuskan pada pemenuhan gizi balita, tetapi juga dimulai sejak remaja putri sebagai calon ibu masa depan.
Hal itu disampaikan Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila dalam Rapat Koordinasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting di Ruang Rapat Tadjimalela Bapperida, Kamis (21/5/2026).
Menurutnya, perhatian terhadap kesehatan remaja putri menjadi langkah penting dalam mencegah lahirnya generasi stunting. Edukasi gizi, konsumsi tablet penambah darah, hingga penerapan pola hidup sehat perlu terus diperkuat sejak usia remaja.
“Remaja putri merupakan calon ibu di masa depan. Pencegahan anemia dan penguatan edukasi kesehatan harus menjadi prioritas agar mereka siap melahirkan generasi sehat dan berkualitas,” kata Fajar.
Selain itu, Fajar juga menyoroti pentingnya pencegahan pernikahan usia dini yang dinilai memiliki dampak besar terhadap kesehatan ibu dan anak.
Menurutnya, pernikahan dini tidak hanya memunculkan persoalan sosial, tetapi juga meningkatkan risiko stunting akibat belum siapnya kondisi fisik maupun mental pasangan muda dalam membangun keluarga.
Karena itu, ia meminta semu elemen masyarakat mulai dari orang tua, tokoh agama, tenaga pendidik, hingga lingkungan sekitar untuk aktif memberikan pendampingan kepada generasi muda.
“Pencegahan pernikahan dini harus menjadi perhatian bersama. Dibutuhkan edukasi dan pengawasan agar generasi muda memiliki kesiapan yang matang sebelum berkeluarga,” katanya.
Dikatakan, saat ini angka stunting di Kabupaten Sumedang tercatat turun menjadi 6,6 persen dari sebelumnya 6,9 persen. Pemerintah daerah menargetkan penurunan lebih lanjut melalui pendekatan preventif, edukatif, dan kolaboratif di tengah masyarakat. (gun)