Tag: sumedang

  • Produksi Padi Sumedang Capai 294 Ribu Ton

    Produksi Padi Sumedang Capai 294 Ribu Ton

    POJOKBANDUNG.COM, SUMEDANG – Kabupaten Sumedang mencatat produksi padi sekitar 294 ribu ton pada 2025. Jumlah tersebut jauh melampaui kebutuhan konsumsi masyarakat yang hanya sekitar 103 ribu ton per tahun.
    Kondisi itu menjadikan Sumedang sebagai salah satu daerah dengan surplus beras di Jawa Barat sekaligus berkontribusi terhadap pasokan pangan regional.
    Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Sumedang, Tono Suhartono, mengatakan surplus beras yang dimiliki Sumedang mencapai lebih dari 190 ribu ton.
    “Produksi kita sekitar 294 ribu ton, sementara kebutuhan hanya 103 ribu ton. Artinya, kita memiliki surplus cukup besar, lebih dari 190 ribu ton,” kata Tono, Senin (1/6/2026).
    Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan sektor pertanian di Sumedang masih mampu menjaga produktivitas meski dihadapkan pada berbagai tantangan, termasuk perubahan iklim dan ketidakpastian cuaca.
    Diungkapkan, data DPKP menunjukkan Kecamatan Buahdua menjadi wilayah dengan produksi padi tertinggi, yakni sekitar 43,19 ribu ton. Posisi berikutnya ditempati Kecamatan Conggeang dengan produksi 32,18 ribu ton, Kecamatan Ujungjaya 30,25 ribu ton, Kecamatan Tanjungkerta 24,68 ribu ton, serta Kecamatan Sumedang Selatan sebesar 23,9 ribu ton.
    “Kecamatan-kecamatan tersebut menjadi sentra produksi padi sekaligus penopang utama ketahanan pangan di Kabupaten Sumedang,” ungkapnya.
    Tono menjelaskan, surplus produksi padi tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat Sumedang, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan beras di daerah lain di Jawa Barat.
    “Produksi yang melampaui kebutuhan daerah menjadi modal penting dalam menjaga ketahanan pangan. Karena itu, produktivitas pertanian harus terus dipertahankan,” ujarnya.
    Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu mendapat perhatian, di antaranya ketersediaan air, perbaikan infrastruktur irigasi, penerapan teknologi pertanian, serta regenerasi petani.
    Menurut Tono, upaya menjaga swasembada beras harus dilakukan secara berkelanjutan agar produksi tetap stabil dari musim ke musim.
    “Kami harus memastikan berbagai faktor pendukung pertanian tetap terjaga agar produksi padi di Sumedang dapat terus memenuhi kebutuhan masyarakat dan menghasilkan surplus,” katanya.
    Pemerintah daerah melalui DPKP terus mendorong penguatan sektor pertanian sebagai langkah menjaga ketahanan pangan sekaligus mempertahankan posisi Sumedang sebagai salah satu daerah surplus beras di Jawa Barat. (gun)
  • Seni Tari Umbul Asli Sumedang Dipastikan Akan Semakin Dikenal

    Seni Tari Umbul Asli Sumedang Dipastikan Akan Semakin Dikenal

    POJOKBANDUNG.COM, SUMEDANG – Seni Tari Umbul asli Sumedang dipastikan akan semakin dikenal seiring dengan berbagai upaya pelestarian melalui berbagai event.

    Hal itu terlihat dari adanya gelaran Pasanggiri Tari Umbul yang dilaksanakan di SMK Korpri Sumedang, pada Sabtu (30/5/2026).

    Ketua Panitia Endang Yadi mengatakan, Tari Umbul merupakan salah satu seni tradisi warisan budaya yang syarat akan seni, sejarah, kebersamaan, dan keceriaan masyarakat.

    Yang mana kata Endang, Pasanggiri ini diselenggarakan sebagai upaya nyata dalam melestarikan dan merevitalisasi serta mengenakan kembali kekayaan budaya lokal kepada generasi muda.

    Peserta Pasanggiri berasal dari pelajar khususnya, pelajar SMP, MTS di Kabupaten Sumedang yang konsen terhadap seni tari umbul.

    Ternyata sedikitnya 178 grup tari umbul dari 17 sekolah berpartisipasi pada Pasanggiri tersebut yang terdiri dari 15 SMP dan 2 Mts di Sumedang

    “Adapun dari tim Dewan Juri, untuk menjaga objektivitas dan kualitas penilaian, kami menghadirkan Dewan Juri yang sangat berkompeten di bidangnya dari Perguruan Tinggi Institut Seni Budaya Indonesia Bandung atau dari ISBI Bandung dan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang juga dari SMKN 10 Bandung,” kata Endang kepada Radar Sumedang (grup Pojok Bandung). (jim)

  • Keluarga Petarung MMA, Yudi Cahyadi Bangga

    Keluarga Petarung MMA, Yudi Cahyadi Bangga

    POJOKBANDUNG.COM, SUMEDANG – Petarung Mixed Martial Art (MMA) asal Desa Trunamanggala, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Yudi Cahyadi (34), gagal melangkah ke panggung Ultimate Fighting Championship (UFC) setelah kalah Technical Knock Out (TKO) dari petarung asal Cina, Xie Bin, pada ronde pertama ajang Road to UFC Season 5. Pertandingan tersebut digelar di Galaxy International Convention Center (GICC), Galaxy Macau, Cotai, Macau, Kamis (28/5) malam.

    Kendati gagal mendapatkan kontrak menuju UFC, keluarga tetap merasa bangga atas pencapaian Yudi yang berhasil tampil di ajang pencarian talenta petarung Asia tersebut.

    Istri Yudi, Karina Wilson, mengaku tetap memberikan dukungan penuh kepada suaminya meskipun hasil pertandingan belum sesuai harapan.

    “Bangga banget, karena nggak semua atlet bisa masuk ke sana. Saya tetap bangga dan percaya Allah pasti punya jalan yang lebih baik. Sekarang belum menang, mungkin ke depannya ada sesuatu yang lebih bagus lagi,” ujar Karina.

    Ia berharap kondisi Yudi tetap baik usai pertandingan dan dapat segera pulih untuk kembali ke tanah air.

    “Semoga nggak kenapa-kenapa, soalnya lihat ada darah segala macam. Semoga cepat pulih dan pulang ke Sumedang,” katanya.

    Ia juga meminta Yudi untuk tetap semangat dan tidak menyerah dalam mengejar karier di dunia MMA. Menurutnya, masih banyak kesempatan yang bisa diraih di masa mendatang.

    “Tetap bangga pastinya. Mudah-mudahan bangkit lagi, ada lagi kesempatan. Jangan menyerah, masih banyak kesempatan buat ke depannya,” ucapnya.

    Nama Yudi Cahyadi sendiri bukan sosok asing di dunia MMA Indonesia. Dalam perjalanan kariernya, ia pernah menjadi juara One Pride MMA di kelas Featherweight atau kelas bulu 65 kilogram.

    Sementara itu, Road to UFC merupakan program pencarian talenta petarung Asia yang digelar UFC untuk menjaring atlet potensial dari berbagai negara. Ajang tersebut menjadi pintu masuk bagi para petarung Asia untuk mendapatkan kontrak resmi dan tampil di kompetisi UFC. (gun)

  • Unpad Buka Sejumlah Prodi Baru Pascasarjana, Perkuat Budaya Riset

    Unpad Buka Sejumlah Prodi Baru Pascasarjana, Perkuat Budaya Riset

    POJOKBANDUNG.COM, SUMEDANG – Guna memperkuat budaya penelitian sekaligus mendukung target menjadi pusat pendidikan dan pengetahuan berkelas dunia, Universitas Padjadjaran (Unpad) membuka sejumlah program studi baru jenjang pascasarjana. Pembukaan prodi baru tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat serta tantangan masa depan.

    Direktur Akademik Unpad Prof. Aliya Nur Hasanah mengatakan, penguatan program pascasarjana diharapkan mampu melahirkan inovasi untuk menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat melalui riset dan pengembangan ilmu pengetahuan.

    “Selaras dengan keinginan menuju pusat pendidikan dan pengetahuan berkelas dunia, maka program pascasarjana diharapkan dapat memberi inovasi-inovasi untuk menyelesaikan berbagai masalah di masyarakat,” ujar Prof Aliya di Kampus Jatinangor Sumedang.

    Ia menambahkan, beberapa program studi baru yang dibuka di antaranya Magister (S2) Hubungan Internasional, Magister Ilmu dan Teknologi Pangan, Doktor (S3) Perikanan dan Kelautan Berkelanjutan, serta Doktor Fisika.

    Selain itu, Fakultas Kedokteran Unpad juga membuka program Spesialis Gizi Klinik serta sejumlah program Subspesialis, yakni Patologi Klinik, Dermatologi Venereologi dan Estetika, Ilmu Kesehatan Mata, serta Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi.

    Menurut Prof. Aliya, pembukaan program spesialis dan subspesialis dilatarbelakangi meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan seiring tingginya beban penyakit dan perkembangan teknologi medis yang semakin kompleks. “Perkembangan teknologi medis dan kasus penyakit yang semakin kompleks membutuhkan penanganan khusus dari konsultan atau subspesialis tingkat lanjut,” katanya.

    Tak hanya membuka prodi baru, kata ia, Unpad juga menghadirkan berbagai skema pendidikan pascasarjana yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa. Program tersebut meliputi Magister Berbasis Project (MBP), Magister jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), Magister Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), jalur Alumni Berprestasi dan Berkinerja, hingga program double degree dengan perguruan tinggi dalam dan luar negeri.

    Prof. Aliya menjelaskan, sistem pembelajaran PJJ memungkinkan mahasiswa mengikuti perkuliahan secara daring melalui platform digital tanpa mengurangi kualitas pembelajaran dibanding program reguler. “Capaian pembelajaran Magister PJJ tidak ada perbedaan dengan magister reguler, hanya model pembelajarannya dilakukan melalui jarak jauh,” jelasnya.

    Sementara pada program RPL, pengalaman kerja profesional dapat dikonversi menjadi satuan kredit semester (SKS) akademik sehingga masa studi menjadi lebih singkat namun tetap memiliki capaian pembelajaran setara program reguler.

    Adapun program Magister Berbasis Project yang dilaksanakan di Kantor Perwakilan Unpad Jakarta ditujukan bagi kalangan profesional dengan pendekatan pembelajaran berbasis kasus nyata di tempat kerja.

    Unpad juga menyediakan program double degree bersama sejumlah perguruan tinggi mitra. Di antaranya bersama Binus University melalui program Digital Technology in Fishery, Digital Technology in Marine Science, dan Digital Economy, serta bersama Telkom University melalui program Cyber Forensics Law.

    Untuk mendukung pembiayaan pendidikan, Unpad menyediakan berbagai beasiswa seperti Beasiswa Unggulan Pascasarjana Padjadjaran (BUPP), Beasiswa Program Doktoral Padjadjaran (BPDP), Beasiswa Guruku, hingga Unpad ASEAN Scholarship (UAS). Selain itu tersedia pula beasiswa pemerintah seperti LPDP, PMDSU, TIAS, dan KNB.

    Pendaftaran sejumlah program pascasarjana Unpad masih dibuka hingga 13 Juli 2026 melalui laman resmi penerimaan mahasiswa baru Unpad. (tha)

  • DLHK Sumedang Percantik Kawasan Tahura Gunung Kunci dan Tahura Palasari

    DLHK Sumedang Percantik Kawasan Tahura Gunung Kunci dan Tahura Palasari

    POJOKBANDUNG.COM, SUMEDANG – Pemerintah Kabupaten Sumedang melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) tengah tancap gas mempercantik kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Gunung Kunci dan Tahura Palasari.

    Langkah ini bertujuan memberikan jaminan keamanan serta kenyamanan ekstra bagi wisatawan yang ingin melepas penat di pusat kota Sumedang.
    Kepala Bidang Kehutanan DLHK Kabupaten Sumedang, Amalia Hermayanti, menegaskan bahwa pihaknya sedang mengejar target perbaikan fasilitas secara bertahap.
    “Kami terus melakukan pembenahan di Tahura Gunung Kunci. Tim sudah menyelesaikan perbaikan jogging track dan memasang pagar pengaman di area luar kawasan,” kata Amalia saat ditemui di Tahura Gunung Kunci, Jumat (29/5/2026).
    Lanjut Amalia, DLHK Sumedang saat ini memprioritaskan empat titik krusial. Dari target tersebut, dua titik telah rampung 100 persen. Selanjutnya, petugas akan segera menyentuh area parkir dan taman bermain yang menjadi titik kumpul favorit keluarga.
    Ia pun memaparkan sejumlah pembenahan di Tahura Gunung Kunci seperti jogging track untuk kenyamanan pelari pagi, pagar kawasan, penataan areal parkir, revitalisasi taman bermain anak-anak.
    “Insyaallah, bulan ini seluruh fasilitas di Gunung Kunci akan beres. Bagi kami, keselamatan pengunjung adalah prioritas utama,” ujarnya.
    Tak sampai disitu DLHK juga mulai menyentuh Tahura Palasari. Saat ini, pemerintah telah membangun dua unit toilet di area atas dan menyediakan lahan parkir di bagian bawah.
    Menariknya, DLHK berencana mengaktifkan kembali pos loket pembayaran di Palasari.
    Langkah strategis ini bertujuan agar pengelolaan wisata lebih optimal dan terintegrasi. Jadi, pengunjung tidak hanya terpaku pada satu lokasi, tetapi juga bisa mengeksplorasi keindahan Palasari dengan mudah.
    Kendati demikian, fasilitas terus meningkat, pengelola tetap mempertahankan harga tiket yang sangat ramah di kantong.
    “Kabar baiknya, satu tiket sudah mencakup akses ke dua lokasi sekaligus (Gunung Kunci & Palasari) Pengunjung dapat mendapatkan harga tiket untuk 2 lokasi, pelajar atau nak-anak hanya Rp 5.000 dan dewasa Rp 10.000 per orang. Kami berharap dengan wajah baru ini, Tahura Gunung Kunci dan Palasari siap menjadi destinasi wisata hijau unggulan di Sumedang,” katanya. (jim)
  • Kembangkan Ubi Cilembu Lewat Kultur Jaringan dan Hilirisasi

    Kembangkan Ubi Cilembu Lewat Kultur Jaringan dan Hilirisasi

    POJOKBANDUNG.COM, SUMEDANG – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Sumedang terus mengembangkan Ubi Cilembu sebagai komoditas unggulan daerah melalui inovasi kultur jaringan serta penguatan hilirisasi UMKM guna meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan petani.
    Kepala DPKP Sumedang, Tono Soehartono, mengatakan pengembangan Ubi Cilembu dilakukan secara terintegrasi mulai dari hulu hingga hilir agar komoditas khas tersebut tetap berkelanjutan dan mampu bersaing di pasar.
    “Pengembangan Ubi Cilembu ini terus kami dorong melalui kultur jaringan dan hilirisasi agar bisa memperluas produksi sekaligus meningkatkan daya saing pasar,” kata Tono, Jumat (29/5).
    Ia menjelaskan, Ubi Cilembu merupakan komoditas khas Sumedang yang memiliki karakteristik rasa manis seperti madu setelah dipanggang. Karakteristik tersebut menjadi pembeda utama dibandingkan ubi jalar lainnya.
    Menurutnya, ciri khas tersebut menjadi potensi besar agar Ubi Cilembu dapat bersaing di pasar global sebagai komoditas unggulan daerah.
    “Sebagaimana dimaklumi bahwa Ubi Cilembu itu cuma ada di Cilembu. Yang membedakan itu adalah madunya dan itu menjadi potensi daya saing. Kalau tidak ada madu, itu bukan Cilembu,” ujarnya.
    Tono menuturkan, pengembangan komoditas tersebut kini dilakukan melalui teknologi kultur jaringan untuk memperluas budidaya tanpa sepenuhnya bergantung pada kondisi tanah asal Cilembu.
    Ia menyebutkan, uji coba penanaman telah dilakukan di sejumlah wilayah dengan melibatkan kelompok tani dan aparat kewilayahan, termasuk penanaman sekitar 5.000 bibit melalui kerja sama dengan 26 titik Polsek.
    “Dari uji coba itu ada yang berhasil dan ada yang belum, ini menjadi bahan evaluasi kami untuk pengembangan berikutnya,” katanya.
    Sentra Ubi Cilembu di Kabupaten Sumedang saat ini tersebar di empat kecamatan utama, yakni Pamulihan, Rancakalong, Tanjungsari, dan Sukasari dengan total luas lahan sekitar 462 hektare.
    Sementara itu, Desa Cilembu sebagai wilayah asal memiliki sekitar 229 hektare lahan budidaya dengan produksi rata-rata berkisar 1.600 hingga 1.900 ton per tahun.
    Tono mengatakan, produktivitas Ubi Cilembu di Sumedang berada pada kisaran 15 hingga 20 ton per hektare dan dapat mencapai 40 ton per hektare dalam kondisi optimal.
    Meski memiliki potensi besar, pengembangan komoditas tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama ketergantungan pada kondisi tanah spesifik serta fluktuasi produksi akibat faktor cuaca.
    “Selain itu, tantangan kita adalah menjaga kontinuitas produksi karena permintaan pasar terus meningkat,” ujarnya.
    Ia mengungkapkan, permintaan Ubi Cilembu untuk kebutuhan olahan dan ekspor dapat mencapai 12 hingga 40 ton per bulan sehingga kontinuitas produksi menjadi faktor penting dalam pengembangan komoditas tersebut.
    Selain penguatan budidaya, Pemerintah Kabupaten Sumedang juga mendorong hilirisasi Ubi Cilembu melalui pengembangan produk UMKM seperti bakpia ubi yang memanfaatkan rasa manis alami tanpa tambahan gula.
    “Ubi Cilembu ini bisa diolah menjadi berbagai produk, termasuk bakpia tanpa gula tambahan karena sudah manis alami,” katanya.
    Tono berharap pengembangan Ubi Cilembu dapat memperkuat ketahanan ekonomi petani sekaligus menjadikan komoditas tersebut sebagai salah satu unggulan berkelanjutan Kabupaten Sumedang. (gun)
  • Diskanak Sumedang Pastikan Stok Hewan Kurban Surplus

    Diskanak Sumedang Pastikan Stok Hewan Kurban Surplus

    POJOKBANDUNG.COM, SUMEDANG – Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Sumedang memastikan ketersediaan hewan kurban untuk Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.

    Berdasarkan hasil monitoring dan pendataan, neraca supply-demand menunjukkan surplus pada seluruh jenis hewan kurban.

    Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Sumedang, Asep Aan Dahlan mengatakan, surplus hewan kurban meliputi sapi sebanyak 740 ekor, domba 2.734 ekor, dan kambing 625 ekor. “Ketersediaan hewan kurban di Kabupaten Sumedang dipastikan aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat di moment Iduladha tahun ini,” ujarnya, Kamis (28/5/2026).

    Selain memastikan ketersediaan, Diskanak juga terus melakukan pengawasan kesehatan dan kelayakan hewan kurban agar masyarakat mendapatkan hewan yang sehat dan sesuai syariat.

    Pengawasan dilakukan melalui pemeriksaan ante mortem dan post mortem, pengawasan lalu lintas hewan, penerbitan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH), serta sertifikat veteriner.

    “Menyambut Hari Raya Iduladha kemarin kami melakukan pemeriksaan kesehatan dan kelayakan hewan kurban guna memastikan hewan yang diperjualbelikan dalam kondisi sehat, layak, dan sesuai syariat,” kata Asep.

    Menurutnya, pemeriksaan dilakukan secara langsung oleh petugas untuk memantau kondisi fisik hewan, kesehatan umum, serta memastikan hewan bebas dari penyakit menular.

    “Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dalam memilih hewan kurban,”  katanya.

    Diskanak Sumedang juga mengimbau masyarakat agar membeli hewan kurban di tempat penjualan resmi dan memastikan hewan telah diperiksa oleh petugas kesehatan hewan. (gun)

  • IPDN Salurkan Daging Kurban untuk Warga dan Petugas Kampus

    IPDN Salurkan Daging Kurban untuk Warga dan Petugas Kampus

    POJOKBANDUNG.COM, SUMEDANG – Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) menggelar penyerahan daging hewan kurban dalam rangka Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah di Balairung Rudini Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Rabu (27/5/2026) lalu.

    Kegiatan tersebut melibatkan sivitas akademika IPDN, petugas kampus, masyarakat sekitar, hingga insan media.

    Rektor IPDN Dr. Halilul Khairi mengatakan pelaksanaan kurban di lingkungan kampus dilakukan secara terpusat agar pengelolaan dan distribusi daging berjalan tertib serta merata.

    Menurutnya, seluruh keluarga besar IPDN menyerahkan hewan kurban melalui satu kepanitiaan sehingga penyaluran manfaat dapat menjangkau lebih banyak penerima.

    “Kami tinggal dan bekerja di tempat yang sama. Karena itu, panitia mengoordinasikan seluruh proses kurban dalam satu pelaksanaan,” ujar Halilul Khairi.

    Ia menjelaskan, panitia memprioritaskan pembagian daging kurban kepada petugas kebersihan, pengamanan dalam (Pamdal), petugas taman, serta masyarakat sekitar Kecamatan Jatinangor dan Cibeusi yang sehari-hari beraktivitas di lingkungan kampus IPDN.

    “Pada pelaksanaan tahun ini, jumlah hewan kurban di IPDN mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Selama beberapa tahun terakhir, kontribusi terbesar berasal dari para praja melalui pola sumbangan bersama,” katanya.

    Namun, pihak kampus melakukan evaluasi terhadap mekanisme tersebut karena dinilai lebih tepat masuk kategori sedekah sukarela dibanding ibadah kurban secara fikih.

    “Tahun lalu jumlahnya bisa mencapai belasan ekor. Tahun ini hanya tiga ekor sapi dari lingkungan kampus utama. Tahun depan kami akan merancang pola yang lebih baik,” katanya.

    Sementara itu, Ketua Panitia Kurban IPDN Drs. H. Ujud Rusdia menyebutkan panitia menerima tiga ekor sapi dan tiga ekor domba di Kampus Jatinangor. Bantuan hewan kurban tersebut di antaranya berasal dari Rektor IPDN serta Bank BJB. (tha)

  • Kodim Sumedang Tanam 185 Pohon, Perkuat Kepedulian Lingkungan

    Kodim Sumedang Tanam 185 Pohon, Perkuat Kepedulian Lingkungan

    POJOKBANDUNG.COM, SUMEDANG – Kodim 0610/Sumedang melaksanakan kegiatan Pembinaan Lingkungan Hidup di Blok Gunung Geulis, Desa Kamal, Kecamatan Tanjungmedar, Kabupaten Sumedang, Selasa (26/5). Kegiatan itu sebagai upaya mendukung pelestarian alam sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan hidup.

    Dandim 0610/Sumedang Letkol Arh Kusuma Ardianto S.I.P., M.Han melalui Kasdim 0610/Sumedang Mayor Inf Deni Zenal Mutaqin menyampaikan kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian TNI AD terhadap kelestarian alam dan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, persoalan lingkungan saat ini semakin kompleks sehingga memerlukan sinergi seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kebersihan, kelestarian, dan keseimbangan lingkungan hidup.

    “Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran serta partisipasi seluruh komponen masyarakat dalam menjaga kebersihan, kelestarian dan keseimbangan lingkungan hidup. Permasalahan lingkungan saat ini semakin kompleks sehingga diperlukan sinergi dan kepedulian bersama demi masa depan generasi mendatang,” ujarnya.

    Ia menambahkan, pembinaan lingkungan hidup juga diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih hijau, sehat, dan asri, sekaligus memperkuat ketahanan wilayah melalui kepedulian bersama terhadap kelestarian alam.

    Dandim menegaskan kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen Kodim 0610/Sumedang dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan pelestarian alam sebagai investasi bagi generasi penerus bangsa.

    “Kodim 0610/Sumedang akan terus hadir di tengah masyarakat dalam setiap upaya menjaga kelestarian alam, karena lingkungan yang sehat dan hijau merupakan salah satu pondasi penting dalam mewujudkan ketahanan wilayah yang kuat, aman dan sejahtera,” pungkasnya. Selain pemberian materi sosialisasi lingkungan hidup oleh CDK Kehutanan Wilayah IX Hajid, SP, kegiatan juga diisi dengan aksi penanaman sebanyak 185 pohon yang terdiri atas sukun, alpukat, mangga, durian, dan petai, masing-masing sebanyak 37 pohon. (tha)

  • Ribuan Bobotoh Padati Rumah H. Umuh Muchtar, Rayakan Hattrick Juara Persib Bandung dengan ‘Ngagogo’ Ikan

    Ribuan Bobotoh Padati Rumah H. Umuh Muchtar, Rayakan Hattrick Juara Persib Bandung dengan ‘Ngagogo’ Ikan

    POJOKBANDUNG.COM, SUMEDANG – Ribuan bobotoh dari berbagai wilayah di Jawa Barat memadati halaman rumah Manager Persib Bandung, H. Umuh Muchtar, dalam acara syukuran Persib Bandung usai meraih gelar juara.

    Suasana penuh kegembiraan mewarnai kegiatan yang dipusatkan di kediaman Manager Persib Bandung, H. Umuh Muchtar, dengan berbagai hiburan dan kegiatan kebersamaan.

    Acara syukuran tersebut diisi dengan penampilan penyanyi Ade Astrid serta kegiatan ngagogo atau menangkap ikan bersama yang menjadi daya tarik bagi para bobotoh Persib Bandung yang hadir.

    Ribuan warga tampak antusias mengikuti kegiatan dan menikmati momen kebersamaan dalam perayaan tersebut.

    Manager Persib Bandung H. Umuh Muchtar menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh bobotoh yang hadir untuk merayakan keberhasilan Persib meraih gelar juara secara bersama-sama.

    “Pencapaian yang luar biasa, Persib hattrick juara. Saya pernah bilang akan mengajak bobotoh sebanyak-banyaknya untuk makan dan hiburan di rumah saya. Alhamdulillah hari ini bisa terwujud,” ujarnya, Senin (25/5/2026).

    Umuh mengaku telah menyiapkan sekitar 2.000 kilogram ikan yang ditaburkan ke kolam untuk kemudian ditangkap langsung oleh masyarakat menggunakan tangan kosong dalam tradisi ngagogo.

    “Alhamdulillah warga tumplek berbahagia ngagogo ikan bersama. Tidak ada yang kalah atau menang, yang penting hari ini kita semua bahagia karena Persib juara,” ucapnya.

    Salah seorang peserta ngagogo, Ratnasih, mengaku merasa sangat bahagia karena berhasil mendapatkan banyak ikan dari kegiatan tersebut.

    “Senang sekali, alhamdulillah dapat banyak ikan. Selain dapat ikan juga bisa ikut merasakan kebahagiaan merayakan Persib juara bersama ribuan bobotoh lainnya,” katanya.

    Selain ngagogo ikan, suasana semakin meriah dengan penampilan Ade Astrid yang menghibur para bobotoh.

    Sejumlah warga tampak berjoget dan bernyanyi bersama mengikuti alunan musik. (tha)

  • Unpad Luncurkan Beasiswa Guru, Perkuat Kompetensi Pendidik Indonesia

    Unpad Luncurkan Beasiswa Guru, Perkuat Kompetensi Pendidik Indonesia

    POJOKBANDUNG.COM, SUMEDANG – Upaya meningkatkan mutu pendidikan nasional melalui penguatan kompetensi tenaga pendidik, Universitas Padjadjaran (Unpad) meluncurkan Program Beasiswa Guru bertajuk “Guruku: Guru Unggul Raih Kualitas”.

    Program ini membuka kesempatan bagi para guru untuk melanjutkan pendidikan jenjang Magister (S2) di Unpad melalui 18 program studi yang telah disediakan dengan berbagai skema bantuan pendidikan.

    Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Prof. Atip Latipulhayat mengatakan peningkatan akses terhadap pendidikan yang bermutu menjadi tantangan penting dalam pembangunan pendidikan nasional.

    “Kompetensi guru merupakan salah satu faktor utama yang menentukan kualitas pendidikan. Yang sekarang akan kita kejar adalah akses terhadap pendidikan yang bermutu. Salah satu elemen penting untuk mencapai hal tersebut adalah kompetensi guru,” ujarnya saat memberikan sambutan peluncuran program tersebut di Bale Sawala, Gedung Rektorat Unpad Kampus Jatinangor, beberapa waktu lalu.

    Ia menjelaskan, secara kualifikasi hampir seluruh guru di Indonesia telah memenuhi syarat pendidikan minimal D4 atau S1. Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya sejalan dengan peningkatan kompetensi yang dimiliki para guru.

    “Karena itu, Program Beasiswa Guru Unpad diharapkan dapat melahirkan tenaga pendidik yang tidak hanya memenuhi syarat pendidikan formal, tetapi juga memiliki kompetensi unggul dan mampu mendorong peningkatan kualitas pembelajaran,” tambahnya.

    Dalam program tersebut, Unpad menyediakan tiga skema pembiayaan, yakni beasiswa penuh yang menanggung 100 persen biaya pendidikan, beasiswa parsial sebesar 75 persen, serta beasiswa dukungan sebesar 50 persen biaya pendidikan bagi peserta yang diterima pada program Magister sesuai ketentuan.

    Sementara itu, Rektor Unpad Prof. Arief S. Kartasasmita mengatakan program tersebut merupakan bentuk komitmen kampus dalam mendukung peningkatan kapasitas guru di Indonesia.

    “Kami percaya bahwa pendidikan adalah masa depan anak-anak Indonesia. Unpad harus ikut serta memberikan kesempatan dan fasilitas agar para guru di Indonesia dapat meningkatkan kapasitasnya,” katanya.

    Menurutnya, Unpad telah menetapkan satu penerima beasiswa penuh, yakni Ihwan Subekti, S.Pd, guru SD Negeri 1 Bojong, Kabupaten Pangandaran. “Ihwan terpilih berdasarkan rekomendasi Dinas Pendidikan Kabupaten Pangandaran atas prestasi serta inovasi yang dilakukannya di bidang pendidikan,” tandasnya. (tha)

  • Tekan Stunting dengan Cegah Pernikahan Dini, Begini  Penjelasan Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila

    Tekan Stunting dengan Cegah Pernikahan Dini, Begini Penjelasan Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila

    POJOKBANDUNG.COM, SUMEDANG – Upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sumedang tidak hanya difokuskan pada pemenuhan gizi balita, tetapi juga dimulai sejak remaja putri sebagai calon ibu masa depan.

    Hal itu disampaikan Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila dalam Rapat Koordinasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting di Ruang Rapat Tadjimalela Bapperida, Kamis (21/5/2026).

    Menurutnya, perhatian terhadap kesehatan remaja putri menjadi langkah penting dalam mencegah lahirnya generasi stunting. Edukasi gizi, konsumsi tablet penambah darah, hingga penerapan pola hidup sehat perlu terus diperkuat sejak usia remaja.

    “Remaja putri merupakan calon ibu di masa depan. Pencegahan anemia dan penguatan edukasi kesehatan harus menjadi prioritas agar mereka siap melahirkan generasi sehat dan berkualitas,” kata Fajar.

    Selain itu, Fajar juga menyoroti pentingnya pencegahan pernikahan usia dini yang dinilai memiliki dampak besar terhadap kesehatan ibu dan anak.

    Menurutnya, pernikahan dini tidak hanya memunculkan persoalan sosial, tetapi juga meningkatkan risiko stunting akibat belum siapnya kondisi fisik maupun mental pasangan muda dalam membangun keluarga.

    Karena itu, ia meminta semu elemen masyarakat mulai dari orang tua, tokoh agama, tenaga pendidik, hingga lingkungan sekitar untuk aktif memberikan pendampingan kepada generasi muda.

    “Pencegahan pernikahan dini harus menjadi perhatian bersama. Dibutuhkan edukasi dan pengawasan agar generasi muda memiliki kesiapan yang matang sebelum berkeluarga,” katanya.

    Dikatakan, saat ini angka stunting di Kabupaten Sumedang tercatat turun menjadi 6,6 persen dari sebelumnya 6,9 persen. Pemerintah daerah menargetkan penurunan lebih lanjut melalui pendekatan preventif, edukatif, dan kolaboratif di tengah masyarakat. (gun)

  • Harkitnas Jadi Momentum Kebangkitan Kemandirian Daerah

    Harkitnas Jadi Momentum Kebangkitan Kemandirian Daerah

    POJOKBANDUNG.COM, SUMEDANG – Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) Ke-118 Tahun 2026 dijadikan momentum memperkuat semangat kemandirian daerah di Kabupaten Sumedang.

    Hal tersebut disampaikan Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir saat memimpin upacara Harkitnas tingkat Kabupaten Sumedang di Lapangan Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Rabu (20/5/2026).

    Dalam amanatnya, Dony menegaskan bahwa kebangkitan nasional bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi menjadi pengingat untuk terus keluar dari ketertinggalan menuju kemajuan dan kemandirian bangsa.

    “Kebangkitan berarti proses menyesuaikan dan melepaskan diri dari ketidaktahuan dan ketertinggalan,” kata Dony saat membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Digital RI Meutya Hafid.

    Menurutnya, semangat kebangkitan diwujudkan pemerintah melalui berbagai program strategis nasional yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, layanan cek kesehatan gratis, hingga koperasi desa dan kelurahan Merah Putih menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian bangsa.

    Di Kabupaten Sumedang sendiri, kata Dony, semangat kemandirian diwujudkan melalui berbagai program daerah, mulai dari gerakan wirausahawan muda, revolusi pertanian dengan penyediaan pupuk, air, benih dan alat mesin pertanian (alsintan), pengembangan UMKM unggulan melalui UMKM Center, hingga program Kadeudeuh Simpati bagi penggerak masyarakat desa.

    Ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan Harkitnas sebagai momentum kebangkitan bersama untuk membangun daerah dan bangsa.

    “Momentum ini menginspirasi kita memikirkan kembali arti penting kehidupan berbangsa dan bernegara, menjaga kedaulatan NKRI, serta mengisi kemerdekaan dengan belajar, bekerja dan beribadah sebaik-baiknya,” ujarnya.

    Dony berharap semangat Harkitnas mampu memperkuat komitmen seluruh elemen masyarakat dalam mendukung visi pembangunan Kabupaten Sumedang menuju daerah yang Sejahtera, Agamis, Maju, Profesional, dan Kreatif. (gun)

  • Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan Resmikan Masjid An Nur Tantya Sudhirajati

    Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan Resmikan Masjid An Nur Tantya Sudhirajati

    POJOKBANDUNG.COM, SUMEDANG – Semangat pengabdian kepada masyarakat kembali ditunjukkan para alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 2003 Batalion Tantya Sudhirajati melalui peresmian Masjid An Nur Tantya Sudhirajati di Desa Cibitung, Kecamatan Buahdua, Selasa (19/5/2026).

    Peresmian masjid dilakukan langsung oleh Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan dan dihadiri Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila, jajaran pejabat utama Polda Jabar, unsur Forkopimcam, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga setempat.

    Masjid tersebut berdiri di atas tanah wakaf seluas 687 meter persegi dengan luas bangunan sekitar 180 meter persegi. Pembangunan masjid bermula dari wakaf tanah yang diberikan almarhum Didi dan Hajar Eka Jarnasi, orang tua Kompol Purna Wirawan Cahyadi.

    Pembangunan dimulai dengan peletakan batu pertama pada 7 November 2025 dan selesai pada April 2026. Seluruh proses pembangunan terlaksana berkat gotong royong alumni Akpol 2003 bersama dukungan masyarakat dan pemerintah desa.

    Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan mengapresiasi kekompakan para alumni yang dinilai mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

    “Ini bukti bahwa pengabdian tidak berhenti ketika seseorang menjalankan tugas kedinasan, tetapi terus hidup melalui karya yang memberikan manfaat bagi sesama,” ujarnya.

    Menurutnya, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga dapat menjadi pusat kegiatan sosial, pendidikan agama, dan pembinaan generasi muda.

    Kapolda juga menyampaikan komitmennya untuk membantu penyempurnaan pembangunan masjid, salah satunya melalui pembangunan pagar agar fasilitas tersebut semakin nyaman dimanfaatkan masyarakat.

    Sementara itu, Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila menyampaikan apresiasi atas kontribusi alumni Akpol 2003 dalam mendukung pembangunan spiritual masyarakat di Kabupaten Sumedang.

    “Atas nama Pemerintah Kabupaten Sumedang, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya. Kehadiran masjid ini menjadi berkah besar bagi masyarakat Desa Cibitung,” katanya.

    Ia berharap keberadaan Masjid An Nur Tantya Sudhirajati dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, kepolisian, dan masyarakat dalam membangun kehidupan sosial yang religius dan harmonis. (gun)

  • Kebakaran Hebat Landa Pabrik Teh di Ciptasari Pamulihan Sumedang

    Kebakaran Hebat Landa Pabrik Teh di Ciptasari Pamulihan Sumedang

    POJOKBANDUNG.COM, SUMEDANG – Kebakaran hebat melanda sebuah pabrik tahu di kawasan Tebing Boma Desa Ciptasari, Kecamatan Pamulihan, Sumedang Sabtu (16/5/2026) pagi. Kebakaran diduga dipicu cerobong asap yang ambruk, sehingga merembet ke tumpukan kayu bakar di area pabrik.

    Asap hitam pekat terlihat membumbung tinggi saat api melahap bangunan bagian produksi dan gudang penyimpanan kayu bakar.

    Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi langsung melakukan upaya pemadaman agar api tidak menjalar ke bangunan lain di sekitar lokasi kejadian.

    Proses pemadaman turut dibantu petugas gabungan dari PMI, TNI-Polri, serta warga sekitar. Namun, upaya pemadaman sempat terkendala akses jalan menuju lokasi yang sempit.

    Kapolsek Pamulihan, Iptu Iwan Kurniawan, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait penyebab pasti kebakaran. Meski demikian, dugaan sementara api berasal dari cerobong asap pabrik.

    “Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kemungkinan api berasal dari cerobong asap  yang menimpa penggorengan, kemudian api merembet ke tumpukan kayu bakar di area pabrik dan atap pabrik tahu,” ujar Iptu Iwan Kurniawan.

    Api baru berhasil dipadamkan sekitar tiga jam kemudian setelah tiga unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi kejadian.

    “Alhamdulillah berkat kerjasama petugas gabungan serta masyarakat api sudah bisa dipadamkan sekira 2 jam, dilanjutkan proses pendinginan,” ujarnya.

    Iwan menambahkan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian materi masih dalam proses pendataan oleh petugas.

    “Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, sementara kerugian material masih kami hitung,” katanya.

    Akibat kebakaran tersebut, arus lalu lintas di jalur alternatif Sumedang–Subang sempat mengalami gangguan. Sejumlah kendaraan kecil dialihkan melalui jalan desa guna mengurai kepadatan kendaraan di sekitar lokasi kejadian. (gun)