POJOKBANDUNG.COM, KOTA BANDUNG – Lonjakan pengunjung terjadi di Kiara Artha Park pada H+3 libur Hari Raya Idulfitri 2026, ribuan warga memadati ruang terbuka hijau di kawasan timur Kota Bandung sejak sore hingga malam hari, menjadikan taman Kiara Artha Park salah satu destinasi favorit wisata urban selama libur Lebaran.
Memasuki pukul 17.00 WIB, arus kendaraan menuju kawasan Batununggal mulai mengalami kepadatan. Kondisi yang menandakan tingginya minat masyarakat untuk menghabiskan waktu liburan di ruang publik yang menawarkan kombinasi rekreasi, hiburan, dan estetika visual dalam satu lokasi.
Fenomena yang memperlihatkan perubahan pola wisata masyarakat yang kini cenderung memilih tempat terbuka dengan konsep modern dan multifungsi. Kiara Artha Park tidak hanya berfungsi sebagai taman, tetapi juga menjadi pusat interaksi sosial yang diminati berbagai kalangan, mulai dari keluarga hingga generasi muda.
Daya tarik utama Kiara Artha Park terletak pada perpaduan arsitektur modern dengan suasana senja yang dramatis. Cahaya lampu taman yang mulai menyala saat matahari terbenam menciptakan nuansa sinematik yang banyak diburu pengunjung untuk kebutuhan konten media sosial.
Area yang luas memungkinkan beragam aktivitas dilakukan secara bersamaan. Pengunjung terlihat melakukan olahraga ringan, bermain bersama anak, hingga menikmati kuliner di deretan kafe berkonsep industrial yang mengelilingi kawasan taman.
Salah satu fasilitas yang paling diminati penyewaan skuter listrik. Anak-anak hingga orang dewasa tampak memanfaatkan wahana ini untuk berkeliling area taman tanpa mengganggu pejalan kaki, berkat penataan ruang yang cukup rapi.
Seorang wisatawan asal Jakarta, Amelia Syachqy mengaku sengaja datang untuk merasakan suasana malam di Kiara Artha Park sebelum kembali ke ibu kota. Ia menilai tempat ini memiliki nuansa yang berbeda dibanding ruang publik yang ada.
Amelia mengungkapkan pencahayaan dan tata ruang taman memberikan pengalaman visual yang menarik, bahkan memiliki kemiripan dengan taman-taman di luar negeri, terutama dari sisi estetika untuk fotografi.
Bagi warga lokal, keberadaan taman Kiara Artha Park menjadi solusi rekreasi terjangkau dengan fasilitas yang relatif lengkap. Warga Antapani, Oky Raditya menyebut aspek keamanan, alasan utama dirinya rutin berkunjung bersama keluarga.
“Area terbuka yang luas membuat anak-anak bisa bermain dengan leluasa, sementara orang tua tetap dapat mengawasi dari jarak aman. Kondisi yang menciptakan kenyamanan dalam menikmati waktu bersama keluarga,” ujar Oky, Senin (23/3/2026).
Dampak positif juga dirasakan oleh pelaku usaha di sekitar kawasan. Penyedia jasa skuter listrik, Khumiz menyebut jumlah penyewa tetap stabil bahkan meningkat.
“Adanya pergeseran tren wisata ke arah pengalaman yang menggabungkan aktivitas fisik dengan teknologi, terutama di kalangan anak muda yang aktif di media sosial,” ucap Khumiz.
Atraksi unggulan lain yang tak pernah sepi penonton Dancing Fountain. Pertunjukan air mancur menari ini menjadi magnet utama yang dinanti pengunjung setiap malam.
Mahasiswa, Arhan Khan mengungkapkan momen pertunjukan menjadi bagian paling dinantikan karena visualnya dinilai menarik dan mudah dibagikan di platform digital media sosial.
Selain daya tarik visual, faktor aksesibilitas juga menjadi keunggulan. Lokasi Kiara Artha Park yang strategis membuatnya mudah dijangkau baik menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum.
Kebersihan fasilitas toilet dan tempat ibadah turut menjadi nilai tambah. Kondisi yang membuat pengunjung merasa nyaman untuk berlama-lama berada di area taman hingga malam hari.
Seorang fotografer amatir, Bayu Sagara menilai pencahayaan di waktu blue hour menjadi salah satu yang terbaik di Bandung. Minimnya polusi cahaya dinilai mendukung hasil foto dengan komposisi yang lebih dramatis.
Bayu menyebut siluet pengunjung dengan latar langit senja menciptakan dimensi visual yang kuat, menjadikan lokasi taman ideal untuk pengambilan foto bertema urban.
Dari sisi keamanan, situasi di lapangan terpantau kondusif. Petugas keamanan terlihat rutin melakukan patroli, sementara pengaturan zona antara area komersial dan ruang bebas publik membantu menjaga kelancaran arus pengunjung.
Kesadaran pengunjung dalam menjaga kebersihan juga dinilai meningkat. Banyak warga yang tertib membuang sampah pada tempatnya, mencerminkan kepedulian terhadap fasilitas publik.
Di sektor kuliner, beragam pilihan makanan tersedia di dalam kawasan taman. Mulai dari jajanan tradisional hingga menu internasional, semuanya dapat dinikmati tanpa harus keluar dari area wisata.
Salah seorang pengunjung, Sidkiah mengaku terbantu dengan kelengkapan fasilitas tersebut. Ia dapat bersantai sambil menikmati makanan tanpa perlu repot mencari tempat lain di luar taman.
Menjelang pukul 19.00 WIB, suasana Kiara Artha Park semakin ramai dengan dominasi cahaya lampu yang menciptakan nuansa futuristik. Area tangga beton dipadati pengunjung yang ingin mendapatkan posisi terbaik menyaksikan pertunjukan air mancur.
Ramainya aktivitas dan interaksi sosial yang terjadi menunjukkan Kiara Artha Park telah berkembang menjadi lebih dari sekadar ruang terbuka hijau. Taman kini menjadi simbol gaya hidup urban baru di Kota Bandung.(dsn)




















