Tag: Berita Wisata

  • Seni Tari Umbul Asli Sumedang Dipastikan Akan Semakin Dikenal

    Seni Tari Umbul Asli Sumedang Dipastikan Akan Semakin Dikenal

    POJOKBANDUNG.COM, SUMEDANG – Seni Tari Umbul asli Sumedang dipastikan akan semakin dikenal seiring dengan berbagai upaya pelestarian melalui berbagai event.

    Hal itu terlihat dari adanya gelaran Pasanggiri Tari Umbul yang dilaksanakan di SMK Korpri Sumedang, pada Sabtu (30/5/2026).

    Ketua Panitia Endang Yadi mengatakan, Tari Umbul merupakan salah satu seni tradisi warisan budaya yang syarat akan seni, sejarah, kebersamaan, dan keceriaan masyarakat.

    Yang mana kata Endang, Pasanggiri ini diselenggarakan sebagai upaya nyata dalam melestarikan dan merevitalisasi serta mengenakan kembali kekayaan budaya lokal kepada generasi muda.

    Peserta Pasanggiri berasal dari pelajar khususnya, pelajar SMP, MTS di Kabupaten Sumedang yang konsen terhadap seni tari umbul.

    Ternyata sedikitnya 178 grup tari umbul dari 17 sekolah berpartisipasi pada Pasanggiri tersebut yang terdiri dari 15 SMP dan 2 Mts di Sumedang

    “Adapun dari tim Dewan Juri, untuk menjaga objektivitas dan kualitas penilaian, kami menghadirkan Dewan Juri yang sangat berkompeten di bidangnya dari Perguruan Tinggi Institut Seni Budaya Indonesia Bandung atau dari ISBI Bandung dan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang juga dari SMKN 10 Bandung,” kata Endang kepada Radar Sumedang (grup Pojok Bandung). (jim)

  • Long Weekend Jadi Momen Short Escape,  tiket.com Ungkap Tren Hotel Favorit bagi Wisatawan

    Long Weekend Jadi Momen Short Escape, tiket.com Ungkap Tren Hotel Favorit bagi Wisatawan

    POJOKBANDUNG.COM, JAKARTA – Long weekend kini tidak lagi identik dengan jadwal yang padat atau perjalanan jauh. Di tengah rutinitas yang semakin sibuk, banyak orang justru memanfaatkan akhir pekan panjang untuk melakukan short escape melalui pengalaman menginap yang nyaman, praktis, dan sesuai dengan suasana liburan yang diinginkan. Melihat tren tersebut, tiket.com sebagai online travel agent (OTA) pertama di Indonesia menghadirkan beragam pilihan akomodasi yang dapat menjadi inspirasi masyarakat untuk menikmati waktu rehat dengan lebih maksimal.

    Mulai dari pilihan hotel bernuansa alam, family-friendly resort, hingga staycation di tengah kota. “Long weekend saat ini bukan hanya tentang bepergian, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat menikmati waktu istirahat dengan lebih berkualitas. Karena itu, banyak konsumen kini memilih akomodasi yang sesuai dengan kebutuhan mereka, baik untuk recharge, quality time bersama keluarga, maupun sekadar mencari suasana baru,” kata Cisyelya Bunyamin, SVP of Accommodation, tiket.com.

    Untuk membantu masyarakat menentukan pilihan menginap selama long weekend, berikut beberapa tipe hotel yang dapat menjadi inspirasi short escape sesuai mood liburan:

    1. Recharge yang suasana tenang di hotel bernuansa alam Hotel dengan konsep nature stay masih menjadi pilihan favorit bagi wisatawan yang ingin beristirahat dari hiruk pikuk aktivitas sehari-hari. Udara yang sejuk, area hijau terbuka, dan suasana yang lebih tenang membuat pengalaman menginap terasa lebih rileks dan menyegarkan.

    Selain menikmati suasana santai, akomodasi bernuansa alam juga identik dengan aktivitas slow morning, berjalan santai di area outdoor, hingga menikmati quality time tanpa distraksi.

    Beberapa destinasi seperti Bandung, Batu, dan Ubud menawarkan pilihan akomodasi dengan panorama alam yang menenangkan. Bobocabin Rancaupas menghadirkan pengalaman menginap di tengah udara pegunungan yang sejuk.

    Sementara itu, The Singhasari Resort Batu dikenal dengan area resort yang luas dan panorama pegunungan yang nyaman untuk short escape. Untuk pilihan di Ubud, Puri Saraswati Dijiwa Ubud menawarkan pengalaman menginap dengan sentuhan khas Bali dan area hijau yang asri.

    2. Family getaway untuk menikmati quality time bersama keluarga

    Libur akhir pekan yang panjang juga menjadi momen favorit bagi banyak keluarga untuk menikmati quality time tanpa harus mengambil cuti panjang.

    Karena itu, hotel yang ramah keluarga masih menjadi salah satu kategori akomodasi yang paling diminati, terutama hotel dengan fasilitas seperti kids club, playground, aktivitas anak, hingga kamar berkapasitas besar.

    Grand Tjokro Premiere Bandung misalnya, dikenal dengan fasilitas ramah keluarga, mini zoo, serta area bermain anak yang lengkap.

    Di Yogyakarta, Eastparc Hotel Yogyakarta menawarkan berbagai aktivitas anak hingga area outdoor yang luas sehingga cocok untuk liburan keluarga.

    Sementara itu, Pullman Ciawi Vimala Hills Resort Spa & Convention di kawasan Puncak menghadirkan suasana resort yang nyaman untuk menikmati waktu bersama keluarga tanpa perlu keluar area penginapan.

    3. Staycation untuk Bersantai di Tengah Kota

    Bagi masyarakat yang ingin menikmati long weekend tanpa harus bepergian jauh, staycation di tengah kota juga tetap menjadi pilihan yang praktis dan fleksibel.

    Selain lebih hemat waktu perjalanan, staycation juga memungkinkan masyarakat menikmati suasana baru tanpa harus keluar kota. Hotel-hotel di pusat kota kini menghadirkan pengalaman menginap yang semakin lengkap, mulai dari rooftop pool, spa, gym, hingga akses mudah ke pusat hiburan dan kuliner.

    Vasa Hotel Surabaya menjadi salah satu pilihan untuk menikmati waktu santai dengan fasilitas premium di tengah kota. Sementara itu, HARRIS Suites FX Sudirman menawarkan pengalaman staycation dengan akses langsung ke pusat gaya hidup dan hiburan di Jakarta.

    “Melihat tren masyarakat yang semakin menjadikan pengalaman menginap sebagai bagian penting dari menikmati long weekend, tiket.com juga menghadirkan program Stay with Benefits untuk memberikan pengalaman liburan yang lebih nyaman sekaligus menguntungkan bagi konsumen. Melalui berbagai penawaran cashback, masyarakat dapat menikmati short escape dengan lebih praktis dan hemat,” jelas Cisyelya.

    Untuk melengkapi pengalaman menginap selama long weekend, tiket.com menghadirkan berbagai promo akomodasi melalui program Stay with Benefits yang berlaku hingga 31 Agustus 2026.

    Promo berlaku setelah konsumen menyelesaikan proses pemesanan melalui situs maupun aplikasi tiket.com:

    ● Stay with Benefits: Cashback hingga Rp50.000 untuk pemesanan 5 room nights

    ● Stay with Benefits Pro: Cashback hingga Rp200.000 untuk pemesanan 10 room nights

    ● Stay with Benefits Elite: Cashback hingga Rp250.000 untuk pemesanan 20 room nights

    Menariknya, konsumen juga berkesempatan mendapatkan cashback hingga Rp500.000 dari lebih dari satu program Stay with Benefits sekaligus, selama telah bergabung, memenuhi syarat, dan melakukan klaim sesuai ketentuan yang berlaku di masing-masing program. Dengan demikian, konsumen bisa menikmati benefit tambahan dari beberapa promo dalam satu periode pemesanan.

    Jadi, sudah menentukan short escape favoritmu untuk long weekend kali ini? Temukan berbagai pilihan akomodasi sesuai mood liburanmu dan nikmati pengalaman menginap yang lebih nyaman dengan beragam penawaran menarik dari tiket.com. (**)

  • Rasakan Liburan ke Malaysia yang Kini Lebih Praktis Bisa dari Berbagai Kota!

    Rasakan Liburan ke Malaysia yang Kini Lebih Praktis Bisa dari Berbagai Kota!

    POJOKBANDUNG.COM, JAKARTA – Liburan singkat ke luar negeri kini semakin mudah dijangkau, terutama bagi wisatawan yang berangkat dari kota selain Jakarta.

    Seiring dengan semakin banyaknya pilihan penerbangan langsung, perjalanan ke destinasi terdekat seperti Malaysia kini dapat direncanakan dengan lebih fleksibel, praktis, dan efisien waktu.

    Malaysia menjadi salah satu destinasi yang kian diminati, didukung oleh ketersediaan rute langsung dari berbagai kota di Indonesia.

    Selain Jakarta, rute menuju Kuala Lumpur, Penang, hingga Johor Bahru kini dapat diakses dari kota-kota seperti Medan, Padang, Pekanbaru, hingga Surabaya. Ketersediaan rute ini memberikan kemudahan bagi wisatawan untuk bepergian tanpa perlu transit, sehingga waktu liburan dapat dimanfaatkan secara optimal.

    Melalui tiket.com sebagai online travel agent (OTA) yang customer-centric, wisatawan kini semakin mudah menemukan berbagai opsi perjalanan dalam satu platform. Mulai dari pilihan rute, jadwal, hingga penawaran harga yang menarik, seluruh kebutuhan perjalanan dapat dipersiapkan dengan lebih cepat dan nyaman sejak awal.

    “Perjalanan ke Malaysia selalu menjadi salah satu opsi utama, terutama untuk liburan singkat. Di tiket.com, kami melihat wisatawan Indonesia kini semakin berminat untuk berangkat dari sejumlah kota lain, tidak lagi terpusat di Jakarta. Melalui promo Ini BARU Murah! Malaysia, kami ingin memberikan kemudahan sekaligus nilai tambah agar perjalanan menjadi lebih fleksibel, terjangkau, dan nyaman,” ujar Andi Hendrawan, Director of Transportation, tiket.com.

    Berikut tiga destinasi di Malaysia yang menawarkan pengalaman berbeda untuk liburan singkat:

    Kuala Lumpur: Menjelajahi city vibes dari pagi hingga malam

    Sebagai ibu kota Malaysia, Kuala Lumpur menghadirkan dinamika kota dengan beragam aktivitas. Mulai dari landmark ikonik seperti Menara Kembar Petronas hingga kawasan belanja di Bukit Bintang, wisatawan dapat menikmati pengalaman yang lengkap. Di sela perjalanan, Nasi Kandar Pelita bisa menjadi pilihan dengan cita rasa yang kuat. Menjelang sore, kunjungi Jalan Petaling, lalu tutup hari di Jalan Alor Night Market dengan deretan street food yang selalu ramai. Perjalanan ke Kuala Lumpur kini semakin terjangkau dengan tiket pulang-pergi (return) mulai dari harga Rp800.000-an dari Pekanbaru, hingga mulai dari Rp1,6 jutaan dari Surabaya.

    Penang: Surga kuliner dan sentuhan heritage

    Dikenal sebagai salah satu destinasi kuliner terbaik di Asia Tenggara, Penang menawarkan pengalaman yang lebih santai dengan kekayaan budaya yang kuat. Di George Town, wisatawan dapat menikmati perpaduan bangunan heritage dan street art yang khas. Ragam kuliner seperti char kway teow, asam laksa, sampai Nasi Deen Maju menjadi daya tarik tersendiri. Akses ke Penang tersedia dengan tiket pulang-pergi (return) mulai dari Rp760.000 dari Medan.

    Johor Bahru: Suasana tenang untuk liburan singkat
    Terletak di selatan Malaysia, Johor Bahru menjadi pilihan ideal bagi wisatawan yang mencari suasana lebih santai. Kawasan Mount Austin menawarkan berbagai kafe untuk bersantai, sementara LEGOLAND Malaysia menghadirkan pengalaman rekreasi yang lebih playful. Untuk berbelanja, Johor Premium Outlets menjadi destinasi yang tidak boleh dilewatkan. Dari Jakarta, perjalanan ke Johor Bahru tersedia dengan harga tiket mulai dari Rp1,8 Juta (return).

    Di tengah tingginya minat perjalanan ke Malaysia, tiket.com menghadirkan promo Ini BARU Murah! Malaysia yang berlangsung mulai dari 13-19 April 2026. Melalui promo ini, wisatawan dapat menikmati diskon hingga 35% serta instant cashback hingga Rp350.000 untuk berbagai produk di platform tiket.com, mulai dari tiket pesawat, hotel, hingga aktivitas wisata.

    “Dengan kemudahan akses yang dihadirkan tiket.com sebagai OTA pertama di Indonesia, wisatawan dapat langsung memanfaatkan waktu mereka di destinasi tujuan, baik untuk menikmati suasana kota, kuliner, maupun berbagai pengalaman lainnya. Melalui promo ini, kami juga ingin memastikan perjalanan menjadi lebih praktis sekaligus memberikan nilai tambah bagi para wisatawan,” tambah Andi.
    Jadi tunggu apalagi? Saatnya rencanakan perjalanan Anda sekarang dan manfaatkan penawaran menarik yang tersedia di aplikasi maupun situs tiket.com untuk berbagai kebutuhan perjalanan. Nikmati kemudahan merencanakan liburan ke Malaysia dengan lebih praktis dari kota keberangkatan pilihan Anda. (**)

  • Bukan Hanya Taman Biasa, Kiara Artha Park Bandung yang Bikin Wisatawan Betah Berlama-lama

    Bukan Hanya Taman Biasa, Kiara Artha Park Bandung yang Bikin Wisatawan Betah Berlama-lama

    POJOKBANDUNG.COM, KOTA BANDUNG – Lonjakan pengunjung terjadi di Kiara Artha Park pada H+3 libur Hari Raya Idulfitri 2026, ribuan warga memadati ruang terbuka hijau di kawasan timur Kota Bandung sejak sore hingga malam hari, menjadikan taman Kiara Artha Park salah satu destinasi favorit wisata urban selama libur Lebaran.

    Memasuki pukul 17.00 WIB, arus kendaraan menuju kawasan Batununggal mulai mengalami kepadatan. Kondisi yang menandakan tingginya minat masyarakat untuk menghabiskan waktu liburan di ruang publik yang menawarkan kombinasi rekreasi, hiburan, dan estetika visual dalam satu lokasi.

    Fenomena yang memperlihatkan perubahan pola wisata masyarakat yang kini cenderung memilih tempat terbuka dengan konsep modern dan multifungsi. Kiara Artha Park tidak hanya berfungsi sebagai taman, tetapi juga menjadi pusat interaksi sosial yang diminati berbagai kalangan, mulai dari keluarga hingga generasi muda.

    Daya tarik utama Kiara Artha Park terletak pada perpaduan arsitektur modern dengan suasana senja yang dramatis. Cahaya lampu taman yang mulai menyala saat matahari terbenam menciptakan nuansa sinematik yang banyak diburu pengunjung untuk kebutuhan konten media sosial.

    Area yang luas memungkinkan beragam aktivitas dilakukan secara bersamaan. Pengunjung terlihat melakukan olahraga ringan, bermain bersama anak, hingga menikmati kuliner di deretan kafe berkonsep industrial yang mengelilingi kawasan taman.

    Salah satu fasilitas yang paling diminati penyewaan skuter listrik. Anak-anak hingga orang dewasa tampak memanfaatkan wahana ini untuk berkeliling area taman tanpa mengganggu pejalan kaki, berkat penataan ruang yang cukup rapi.

    Seorang wisatawan asal Jakarta, Amelia Syachqy mengaku sengaja datang untuk merasakan suasana malam di Kiara Artha Park sebelum kembali ke ibu kota. Ia menilai tempat ini memiliki nuansa yang berbeda dibanding ruang publik yang ada.

    Amelia mengungkapkan pencahayaan dan tata ruang taman memberikan pengalaman visual yang menarik, bahkan memiliki kemiripan dengan taman-taman di luar negeri, terutama dari sisi estetika untuk fotografi.

    Bagi warga lokal, keberadaan taman Kiara Artha Park menjadi solusi rekreasi terjangkau dengan fasilitas yang relatif lengkap. Warga Antapani, Oky Raditya menyebut aspek keamanan, alasan utama dirinya rutin berkunjung bersama keluarga.

    “Area terbuka yang luas membuat anak-anak bisa bermain dengan leluasa, sementara orang tua tetap dapat mengawasi dari jarak aman. Kondisi yang menciptakan kenyamanan dalam menikmati waktu bersama keluarga,” ujar Oky, Senin (23/3/2026).

    Dampak positif juga dirasakan oleh pelaku usaha di sekitar kawasan. Penyedia jasa skuter listrik, Khumiz menyebut jumlah penyewa tetap stabil bahkan meningkat.

    “Adanya pergeseran tren wisata ke arah pengalaman yang menggabungkan aktivitas fisik dengan teknologi, terutama di kalangan anak muda yang aktif di media sosial,” ucap Khumiz.

    Atraksi unggulan lain yang tak pernah sepi penonton Dancing Fountain. Pertunjukan air mancur menari ini menjadi magnet utama yang dinanti pengunjung setiap malam.

    Mahasiswa, Arhan Khan mengungkapkan momen pertunjukan menjadi bagian paling dinantikan karena visualnya dinilai menarik dan mudah dibagikan di platform digital media sosial.

    Selain daya tarik visual, faktor aksesibilitas juga menjadi keunggulan. Lokasi Kiara Artha Park yang strategis membuatnya mudah dijangkau baik menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum.

    Kebersihan fasilitas toilet dan tempat ibadah turut menjadi nilai tambah. Kondisi yang membuat pengunjung merasa nyaman untuk berlama-lama berada di area taman hingga malam hari.

    Seorang fotografer amatir, Bayu Sagara menilai pencahayaan di waktu blue hour menjadi salah satu yang terbaik di Bandung. Minimnya polusi cahaya dinilai mendukung hasil foto dengan komposisi yang lebih dramatis.

    Bayu menyebut siluet pengunjung dengan latar langit senja menciptakan dimensi visual yang kuat, menjadikan lokasi taman ideal untuk pengambilan foto bertema urban.

    Dari sisi keamanan, situasi di lapangan terpantau kondusif. Petugas keamanan terlihat rutin melakukan patroli, sementara pengaturan zona antara area komersial dan ruang bebas publik membantu menjaga kelancaran arus pengunjung.

    Kesadaran pengunjung dalam menjaga kebersihan juga dinilai meningkat. Banyak warga yang tertib membuang sampah pada tempatnya, mencerminkan kepedulian terhadap fasilitas publik.

    Di sektor kuliner, beragam pilihan makanan tersedia di dalam kawasan taman. Mulai dari jajanan tradisional hingga menu internasional, semuanya dapat dinikmati tanpa harus keluar dari area wisata.

    Salah seorang pengunjung, Sidkiah mengaku terbantu dengan kelengkapan fasilitas tersebut. Ia dapat bersantai sambil menikmati makanan tanpa perlu repot mencari tempat lain di luar taman.

    Menjelang pukul 19.00 WIB, suasana Kiara Artha Park semakin ramai dengan dominasi cahaya lampu yang menciptakan nuansa futuristik. Area tangga beton dipadati pengunjung yang ingin mendapatkan posisi terbaik menyaksikan pertunjukan air mancur.

    Ramainya aktivitas dan interaksi sosial yang terjadi menunjukkan Kiara Artha Park telah berkembang menjadi lebih dari sekadar ruang terbuka hijau. Taman kini menjadi simbol gaya hidup urban baru di Kota Bandung.(dsn)

     

     

  • Kebun Binatang Bandung Masih Tutup, Status Buka di Google Berpotensi Membingungkan Warga

    Kebun Binatang Bandung Masih Tutup, Status Buka di Google Berpotensi Membingungkan Warga

    POJOKBANDUNG.COM, KOTA BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) hingga kini masih tertutup dan belum melayani kunjungan publik, meski di Google Search tercantum status buka yang berpotensi menimbulkan kebingungan masyarakat.

    Kebun Binatang Bandung Masih Tutup, Status Buka di Google Berpotensi Membingungkan Warga
    Gerbang Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) tampak tertutup tanpa aktivitas pengunjung, Senin (23/3/2026). Pemkot Bandung menegaskan operasional kebun binatang masih dihentikan meski di Google Search tercantum status buka.Foto-foto: Diwan Sapta Nurmawan/Pojok Bandung.

    Pemkot Bandung menegaskan tidak ada perubahan status operasional Kebun Binatang Bandung hingga Senin, 23 Maret 2026, dan seluruh aktivitas kunjungan masih dihentikan sepenuhnya.

    Kepala Bidang Inventarisasi Aset BMD BKAD Kota Bandung, Awal Haryanto menyebut informasi digital yang beredar belum mencerminkan kondisi faktual di lapangan.

    Awal menjelaskan, status buka yang muncul di Google terjadi karena sistem belum memperbarui data terbaru terkait penutupan Kebun Binatang Bandung.

    “Ketidaksinkronan kerap terjadi pada platform pihak ketiga yang tidak selalu terhubung langsung dengan pembaruan kebijakan pemerintah daerah,” ujar Awal, Senin (23/3/2026).

    Awal menegaskan kebijakan penutupan Kebun Binatang Bandung merupakan keputusan resmi yang masih berlaku dan belum dicabut.

    “Status di Google itu belum ter-update. Pada kenyataannya, Kebun Binatang Bandung masih ditutup dan belum menerima kunjungan,” ucapnya.

    Awal menekankan masyarakat sebaiknya tidak menjadikan informasi dari mesin pencari sebagai satu-satunya rujukan dalam menentukan tujuan wisata. Verifikasi melalui kanal resmi pemerintah dinilai penting agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat dan terkini.

    Awal menilai perbedaan informasi dapat memicu kebingungan, terutama bagi wisatawan luar daerah yang mengandalkan pencarian digital. Penutupan Kebun Binatang Bandung merupakan bagian dari proses penataan besar yang tengah dilakukan pemerintah kota.

    “Evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan, termasuk rencana penunjukan pengelola baru melalui mekanisme yang sah dan transparan,” jelasnya.

    Menurutnya, penataan ditujukan untuk memastikan pengelolaan ke depan lebih profesional, akuntabel, serta memenuhi standar layanan publik yang lebih baik. Selain itu, aspek kesejahteraan satwa juga menjadi fokus utama dalam proses pembenahan yang sedang berlangsung.

    “Seluruh tahapan masih berjalan dan belum ada keputusan resmi terkait waktu pembukaan kembali untuk umum,” ujar Awal.(dsn)

  • Jamin Keamanan Wisatawan, Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono Pimpin Patroli di Jalur Wisata

    Jamin Keamanan Wisatawan, Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono Pimpin Patroli di Jalur Wisata

    POJOKBANDUNG.COM, SUBANG-Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono pimpin kegiatan Patroli Mobile Monitoring di jalur wisata di Subang, Minggu (22/3/2026).

    Jamin Keamanan Wisatawan, Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono Pimpin Patroli di Jalur Wisata
    Berikan rasa aman kepada masyarakat, Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono memimpin kegiatan Patroli Mobile Monitoring di jalur wisata di Subang, Minggu (22/3/2026). Foto-foto:M.Anwar/Pojok Bandung

    Hal itu dilakukan Kapolres beserta jajaranya guna memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat di sejumlah destinasi wisata di kabupaten berjuluk Kota Nanas ini yang tengah menikmati liburan lebaran tahun ini.

    Salah satu fokus utama patroli ini adalah kawasan wisata yang berada di wilayah pegunungan, diantaranya Destinasi Wisata D’Castello.

    “Tujuan dari patroli ini, kami ingin memastikan masyarakat dapat menikmati liburan dengan aman dan nyaman. Kehadiran Polri, khususnya Polres Subang, di tengah masyarakat bertujuan memberikan rasa aman dan menjaga ketertiban di berbagai lokasi wisata,” ujar Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono

    Patroli dilakukan guna mengantisipasi potensi kepadatan arus lalu lintas serta memberikan pelayanan terbaik bagi wisatawan. Diharapkan dengan adanya pengamanan ini, masyarakat dapat merasa lebih tenang dan menikmati liburan tanpa kendala berarti.

    Selain Wisata D’Castello, patroli juga dilakukan di sejumlah destinasi Wisata lainnya, seperti TWA Tangkuban Parahu.

    Ia juga menyampaikan bahwa kehadiran personel di lapangan selain mengatur lalu lintas, petugas aktif memberikan imbauan langsung kepada pengendara.

    “Kami berupaya menciptakan situasi jalan raya yang aman dan nyaman bagi wisatawan. Kami mengimbau pengguna jalan untuk selalu mematuhi aturan demi mencegah kecelakaan,” ujar AKBP Dony Eko Wicaksono disela sela patroli.

    Dari pantauan hingga malam hari, sekira pukul 20.30 WIB volume kendaraan di jalur wisata Subang-Bandung terpantau meningkat namun arus lalu lintas tetap berjalan lancar dan terkendali.

    Pengamanan akan terus dilakukan selama musim libur lebaran guna menjamin kenyamanan masyarakat yang berkunjung ke wilayah hukum Polres Subang.

    Hal ini menunjukkan komitmen Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya di jalur wisata yang kini mengalami peningkatan mobilitas selama momentum Hari Raya Idul Fitri. (Anr)

     

  • Kebun Binatang Bandung Ditutup Sementara, Target Pengelola Baru Diumumkan Mei 2026

    Kebun Binatang Bandung Ditutup Sementara, Target Pengelola Baru Diumumkan Mei 2026

    POJOKABANDUNG.ID, KOTA BANDUNG – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan memastikan Kebun Binatang Bandung tidak dapat dibuka untuk sementara waktu setelah tidak mengantongi izin operasional dari Kementerian Kehutanan. Keputusan diambil lantaran belum adanya lembaga konservasi yang siap bertanggung jawab atas pengelolaan dan kesejahteraan satwa.

    Kebun Binatang Bandung Ditutup Sementara, Target Pengelola Baru Diumumkan Mei 2026
    Suasana gerbang utama Bandung Zoo tampak sepi dan tertutup, menggambarkan terhentinya aktivitas wisata sejak Agustus lalu. Kondisi yang berdampak langsung pada pedagang kecil yang menggantungkan hidup dari ramainya pengunjung, terutama saat momentum Lebaran.Foto-foto : Diwan Sapta Nurmawan/Pojok Bandung.

    Farhan menegaskan penutupan ini bukan semata persoalan administratif, tetapi menyangkut aspek penting dalam pengelolaan satwa yang harus memenuhi standar konservasi. Tanpa adanya lembaga resmi yang ditunjuk, operasional kebun binatang dinilai berisiko terhadap keberlangsungan hidup satwa.

    Meski demikian, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan nasib para pegawai tetap menjadi perhatian utama. Farhan menyebut komitmen terhadap kesejahteraan karyawan akan dijaga sesuai kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya.

    Selain itu, kondisi satwa juga menjadi prioritas dalam masa transisi ini. Pemerintah memastikan hewan-hewan yang berada di kawasan kebun binatang tetap mendapatkan perawatan dan perlindungan yang layak selama belum ada pengelola baru.

    Alternatif destinasi wisata, Farhan mengarahkan masyarakat untuk mengunjungi Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda (Tahura) yang berada tidak jauh dari pusat kota. Lokasi yang dinilai mampu menjadi pilihan wisata alam yang sejuk dan edukatif bagi warga.

    “Tahura dapat ditempuh sekitar 30 menit dari kawasan Kebun Binatang Bandung, sehingga tetap mudah dijangkau wisatawan yang ingin menghabiskan waktu libur di tengah alam terbuka,” ujar Farhan, Kamis (19/3/2026).

    Namun demikian, Farhan mengakui daya tarik Tahura belum sepenuhnya menggantikan kebun binatang, terutama dari sisi keanekaragaman satwa. Saat ini, jenis hewan yang dapat ditemui di sana masih terbatas, monyet dan rusa.

    Untuk mengantisipasi kebingungan masyarakat, Pemkot Bandung akan segera menyampaikan informasi penutupan secara luas. Pengumuman akan dipasang secara fisik di area kebun binatang serta disebarluaskan melalui berbagai kanal media.

    Tak hanya itu, koordinasi internal juga akan dilakukan. Farhan menyebut pihaknya akan menggelar konsolidasi dengan seluruh pegawai guna memastikan transisi berjalan lancar tanpa menimbulkan gejolak.

    Farhan kembali menekankan pentingnya peran masyarakat dalam memahami kondisi ini. Warga diimbau untuk tetap menjadikan wisata alam sebagai pilihan, sembari menunggu kejelasan masa depan Kebun Binatang Bandung.

    “Proses penentuan pengelola baru terus berjalan. Pemerintah menargetkan Mei 2026 sudah ada kepastian terkait lembaga konservasi yang akan mengambil alih pengelolaan kebun binatang,” ucapnya.

    Farhan menyatakan penunjukan ini akan dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan aspek profesionalitas dan komitmen terhadap konservasi satwa.

    “Selama masa transisi, pengelolaan aset dan kawasan kebun binatang masih berada di bawah kendali Kementerian Kehutanan, Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, serta Badan Aset Pemerintah Kota Bandung,” katanya.

    Langkah diambil untuk memastikan tidak ada kekosongan tanggung jawab terhadap aset maupun satwa yang ada di dalamnya.

    Farhan menambahkan melalui kondisi ini, masyarakat dapat memahami situasi yang terjadi sekaligus tetap memiliki alternatif wisata yang aman dan nyaman selama masa penutupan berlangsung.(dsn)

  • Kunjungi Candi Buddha Tertua di Indonesia, UKP Pariwisata Usung Pariwisata Berbasis Konservasi Budaya

    Kunjungi Candi Buddha Tertua di Indonesia, UKP Pariwisata Usung Pariwisata Berbasis Konservasi Budaya

    POJOKBANDUNG.COM, KAMPAR – Mengakhiri rangkaian kunjungan kerja di Provinsi Riau, Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, Zita Anjani, meninjau langsung kawasan Candi Muara Takus di Kabupaten Kampar, Minggu (8/2/2026).

    Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen UKP Pariwisata dalam mendorong pengembangan destinasi wisata berbasis konservasi budaya dan keberlanjutan lingkungan.

    Candi Muara Takus dikenal sebagai salah satu situs cagar budaya penting di Sumatera yang memiliki nilai sejarah dan arkeologis tinggi.

    Dalam kunjungan tersebut, Zita Anjani menegaskan bahwa pengembangan pariwisata di kawasan bersejarah harus mengedepankan prinsip pelestarian sebagai fondasi utama.

    “Pengembangan pariwisata harus berjalan seiring dengan upaya konservasi. Candi Muara Takus bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga warisan budaya yang harus dilestarikan untuk generasi mendatang,” ujar Zita Anjani.

    Ia menekankan bahwa pendekatan wisata konservasi tidak hanya menjaga keaslian dan kelestarian situs, tetapi juga membangun kesadaran kolektif masyarakat dan wisatawan terhadap pentingnya merawat warisan sejarah bangsa.

    Menurutnya, pengelolaan yang tepat dapat menghadirkan keseimbangan antara perlindungan cagar budaya dan pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar.

    “Ketika pelestarian menjadi prioritas, pariwisata justru akan tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan. Kita ingin masyarakat sekitar menjadi bagian dari ekosistem, merasakan manfaat ekonomi tanpa mengorbankan nilai sejarah dan lingkungan,” tambahnya.

    Kunjungan ini sekaligus menjadi penegasan komitmen pemerintah dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pengembangan destinasi wisata berbasis budaya dan sejarah.

    Melalui kolaborasi yang terarah, diharapkan Candi Muara Takus dapat terus terjaga keasliannya sekaligus berkembang sebagai destinasi edukatif dan berdaya saing.

    Rangkaian kunjungan kerja di Provinsi Riau ini menegaskan fokus UKP Pariwisata pada pembangunan pariwisata yang berpijak pada konservasi budaya, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat sebagai pilar utama keberlanjutan. (**)

  • Didominasi Wisatawan Korea Selatan, Sanggraloka Ubud Bali Jadi Barometer Baru “Eco-Luxury Retreat” di Indonesia

    Didominasi Wisatawan Korea Selatan, Sanggraloka Ubud Bali Jadi Barometer Baru “Eco-Luxury Retreat” di Indonesia

    POJOKBANDUNG.COM, UBUD – Di tengah pergeseran pasar pariwisata Bali menuju segmen wellness dan retret premium, Sanggraloka Ubud mencatat dominasi wisatawan Korea Selatan sebagai pasar utama tamu asing sepanjang akhir 2025, menandai perubahan pola permintaan yang signifikan di pulau dewata.

    Berdasarkan estimasi internal, tingkat hunian Sanggraloka Ubud pada akhir 2025 telah mencapai kisaran 65-70 persen pada masa soft-opening yang mencerminkan kuatnya penerimaan pasar terhadap konsep eco-luxury wellness retreat yang mengedepankan privasi, alam, dan budaya Bali.

    Momentum ini hadir di tengah tren pariwisata Bali yang menguat pada periode Natal dan Tahun Baru 2025/2026.

    Gubernur Bali I Wayan Koster menyampaikan bahwa kunjungan wisatawan mancanegara telah menembus lebih dari 20.000 kedatangan per hari, meningkat dari kisaran 17.000 kedatangan per hari sebelum Natal dan Tahun Baru.

    Secara akumulatif, Bali telah menerima sekitar 6,7 juta kunjungan wisman dari Januari hingga pertengahan Desember 2025, naik sekitar 400.000 kunjungan dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang mencatat 6,3 juta wisatawan.

    Sebagai retret yang mengedepankan slow dan meaningful journey, Sanggraloka Ubud merancang alur pengalaman tamu sebagai sebuah perjalanan utuh, dimulai dari Forest Path dan kawasan sungai sebagai fase healing & emotional cleansing. Melalui outdoor escalator, tamu diarahkan turun perlahan menuju jalur hutan dan area sungai untuk mengikuti melukat dan sound bath by the river, membantu tubuh dan pikiran kembali ke kondisi seimbang.

    Setelah fase pemulihan ini, tamu memasuki kebun organik sebagai ruang connection & meaning making, mengenal proses tanam, lebah penyerbuk, hingga panen bahan segar yang menjadi inti pengalaman Sanggraloka Ubud.

    Perjalanan ini kemudian berpuncak pada farm-to-table dining dan cooking class, di mana makanan tidak lagi sekadar hidangan, melainkan perayaan atas alam, budaya, dan proses yang telah dialami tamu sejak awal. Rangkaian pengalaman berurutan ini terbukti mendorong length of stay, kunjungan berulang, serta memperkuat positioning Sanggraloka Ubud sebagai destinasi retret bernilai lebih dari sekadar akomodasi.

    Prospek industri 2026 juga menunjukkan ruang pertumbuhan yang kuat. Pemerintah menargetkan 16–17,6 juta kunjungan wisatawan mancanegara pada 2026 serta 1,18 miliar perjalanan wisatawan nusantara, sejalan dengan arah quality tourism dan minat khusus.

    Outlook regional Asia Pasifik mengindikasikan pemulihan dan pertumbuhan perjalanan lintas negara yang ditopang konektivitas dan pergerakan intra-Asia, sementara indikator permintaan perjalanan menuju paruh pertama 2026 tetap positif, memperkuat relevansi destinasi yang menggabungkan alam, budaya, dan wellness.

    Turis Korea Selatan Mendominasi

    Tren pasar Asia juga menunjukkan momentum kuat. Di tingkat properti, Sanggraloka Ubud mencatat meningkatnya kontribusi tamu asal Korea Selatan dengan proporsi sekitar ±28–32 persen dari total tamu asing di akhir 2025.

    Pola ini menegaskan meningkatnya minat pasar Asia terhadap destinasi wellness dan retreat berbasis alam dan budaya, selaras dengan pengalaman yang dikurasi Sanggraloka Ubud. Minat wisatawan Korea Selatan terhadap Sanggraloka Ubud selaras dengan karakteristik pasar Korea yang sangat menghargai privasi, estetika alam yang tenang, pengalaman healing, serta perjalanan bernilai emosional, di mana vila privat, lanskap hijau Ubud, ritual wellness Bali, dan suasana retret yang eksklusif menjadi faktor utama dalam keputusan berlibur mereka.

    “Kami melihat bahwa tamu kini datang dengan ekspektasi yang lebih dalam. Mereka menginginkan pengalaman yang menenangkan, autentik, dan bermakna. Capaian akhir 2025 menjadi validasi bagi arah yang kami pilih. Masuk 2026, kami akan memperdalam kualitas pengalaman, bukan sekadar mengejar volume,” ujar Komang Kariyana, General Manager Sanggraloka Ubud.

    Selain segmen wellness, fasilitas family-friendly dan celebration-ready, mulai dari kids playground, wedding chapel, hingga ruang budaya, turut memperluas jangkauan segmen tanpa menghilangkan karakter Sanggraloka Ubud sebagai retret yang tenang dan privat.

    Memasuki 2026, Sanggraloka Ubud memproyeksikan pertumbuhan yang terukur dengan menjaga keseimbangan antara okupansi, tarif premium, dan pengalaman bernilai tambah.

    Fokus diarahkan pada penguatan wellness retreat, culinary experience, dan boutique events melalui paket terkurasi untuk mendorong diversifikasi pendapatan di luar kamar.

    Sejalan dengan strategi tersebut, Sanggraloka Ubud menyiapkan sejumlah pengembangan fasilitas dan pengalaman baru sepanjang 2026, termasuk rencana pembangunan Wellness Pavilion (yoga & breathwork), pengembangan Forest Path sebagai ruang kontemplatif di tengah alam, serta Art & Craft Studio untuk kolaborasi perajin dan seniman lokal.

    Seluruh pengembangan dirancang bertahap dengan prinsip keberlanjutan dan sensitivitas lingkungan.

    “Bagi kami, 2026 bukan tentang ekspansi agresif, melainkan pendalaman kualitas, baik dari sisi pengalaman tamu, keberlanjutan operasional, maupun dampak positif bagi komunitas,” tutur Komang.

    Dengan fondasi okupansi akhir 2025 yang solid, tren Nataru Bali yang menguat, prospek industri 2026 yang positif, serta rencana pengembangan yang terukur, Sanggraloka Ubud memasuki 2026 sebagai retret mewah yang siap memperkuat posisinya dalam ekosistem pariwisata berkelanjutan Bali.

    Tentang Sanggraloka Ubud

    Sanggraloka Ubud adalah Luxury Organic Farm & Retreat Resort di Bresela, Ubud, Bali, tempat tamu bisa menemukan kombinasi sempurna antara kenyamanan modern dan keindahan alami Bali.

    Resort ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas kelas dunia, antara lain tiga kolam renang outdoor dengan panorama hutan tropis, restoran dengan hidangan segar farm-to-table, hingga wellness center yang menawarkan pijat dan perawatan khas Bali. Ada juga kids playground, wedding chapel berkapasitas 150 orang, cooking class, serta amphitheater untuk pertunjukan budaya. Tak kalah istimewa, tamu bisa langsung turun ke Sungai Oos untuk melukat, ikut sesi sound bath, atau sekadar bermain air.

    Semuanya didukung komitmen ramah lingkungan, mulai dari pengelolaan sampah berkelanjutan hingga kebun organik yang dikelola secara berkelanjutan. Sanggraloka Ubud bukan sekadar resort, melainkan gaya hidup yang memadukan wellness, kemewahan, dan kehangatan Bali.

    Informasi lebih lanjut, silakan mengunjungi https://sanggralokaubud.com, Instagram, dan Tiktok. (**)

     

  • Pasar Malam PPJ di Alun-alun Tanjungsari Jadi Magnet Warga Saat Libur Sekolah

    Pasar Malam PPJ di Alun-alun Tanjungsari Jadi Magnet Warga Saat Libur Sekolah

    POJOKBANDUNG.COM, SUMEDANG – Kehadiran Pasar Malam dan Hiburan Rakyat di Alun-alun Tanjungsari menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat untuk mengisi waktu luang, terutama pada momen libur sekolah.

    Kegiatan hiburan rakyat tersebut digelar oleh Putra Pajajaran Enterprise (PPJ) dengan melibatkan Karang Taruna Kecamatan dan Karang Taruna Desa Tanjungsari, Kabupaten Sumedang di Alun-alun Tanjungsari.

    Beragam wahana permainan, hiburan, serta lapak pedagang UMKM turut memeriahkan suasana Alun-alun Tanjungsari.

    Tak hanya anak-anak, orang dewasa hingga keluarga tampak antusias menikmati hiburan yang disuguhkan.

    Salah seorang pengunjung, Dani, mengaku terhibur dengan adanya pasar malam tersebut. Ia sengaja mengajak keluarganya untuk menikmati hiburan dan mengisi waktu luang bersama.

    “Keberadaan pasar malam menjadi alternatif hiburan yang terjangkau dan dekat bagi warga,” ujarnya.

    Danramil 1004 Tanjungsari, Kapten Inf Agus Hermawan, mengatakan Hiburan Rakyat yang kembali digelar oleh PPJ kali ini benar-benar ditujukan untuk menghibur masyarakat Tanjungsari dan sekitarnya. Ia berharap kegiatan tersebut dapat membawa berkah bagi seluruh warga.

    “Kami berharap dengan adanya hiburan rakyat ini bisa membawa berkah bagi warga Tanjungsari dan sekitarnya,” ungkap Kapten Agus.

    Kapten Agus menjelaskan, manfaat dari kegiatan hiburan rakyat ini dapat dilihat dari berbagai sudut pandang, terutama dari sisi ekonomi. Kehadiran pasar malam mampu menggerakkan roda perekonomian warga, mulai dari pedagang UMKM hingga anggota Karang Taruna yang terlibat dalam pengelolaan parkir dan keamanan.

    “Ini tentunya harus menjadi berkah yang melimpah bagi para pedagang dan UMKM di sekitar lokasi,” katanya.

    Sementara itu, Kepala Desa Tanjungsari, Erry Supriyadi, menyampaikan bahwa kegiatan hiburan rakyat ini dapat menjadi momentum kebangkitan UMKM di wilayah Tanjungsari dan sekitarnya. Ia menilai, owner PPJ yang merupakan warga Kecamatan Tanjungsari memiliki niat tulus untuk membantu meningkatkan perekonomian masyarakat.

    “Pemilik PPJ, Ibu Dini dan Pak Ajun, memiliki niat tulus menggelar hiburan rakyat dengan tujuan meningkatkan penghasilan UMKM,” tutur Erry.

    Menurutnya, kegiatan tersebut patut didukung karena melibatkan Karang Taruna Kecamatan dan Desa Tanjungsari sebagai pelaksana, sehingga memberikan ruang pemberdayaan bagi generasi muda.

    “Apalagi kegiatan ini dilaksanakan oleh adik-adik Karang Taruna Kecamatan dan Desa Tanjungsari,” ujarnya.

    Penanggung jawab kegiatan dari Putra Pajajaran Enterprise dan Karang Taruna, Igan, mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan amanah yang diberikan oleh owner PPJ serta Forkopimcam Tanjungsari. Ia berharap kolaborasi lintas pihak dapat terus berjalan dengan solid.

    “Kami berharap kolaborasi dari berbagai pihak, baik PPJ maupun Karang Taruna Kecamatan dan Desa Tanjungsari, bisa berjalan solid sehingga harapan bersama dapat tercapai,” katanya.

    Igan juga menyampaikan bahwa sebelum kegiatan dibuka secara resmi, PPJ telah melaksanakan bakti sosial dengan memberikan bantuan kepada warga terdampak cuaca ekstrem di Desa Kutamandiri.

    “Kegiatan sosial yang biasanya dilaksanakan pada Jumat Berkah di lokasi hiburan, kali ini kami salurkan lebih dulu kepada warga Desa Kutamandiri yang terdampak hujan deras dan angin kencang,” ungkapnya.

    Ia berharap hiburan rakyat yang digelar untuk kedua kalinya ini dapat berjalan lancar, aman, dan memberikan manfaat serta berkah bagi masyarakat sekitar. (tha)

  • Alhamdulillah Ada Berkah dari Patung Kuda Nil, eh Macan Putih

    Alhamdulillah Ada Berkah dari Patung Kuda Nil, eh Macan Putih

    POJOKBANDUNG.COM, KEDIRI – Dari awalnya diledek sebagai hasil persilangan macan dengan kuda nil, Patung Macan Putih di Desa Balongjeruk, Kabupaten Kediri, kini malah mendatangkan rezeki bagi warga sekitar dalam beragam bentuk.

    Alhamdulillah Ada Berkah dari Patung Kuda Nil, eh Macan Putih
    Patung macan putih di Desa Balongjeruk, Kediri, viral karena bentuknya yang unik. Foto : Dok. INSTAGRAM. Sementara foto atas, Suwari berpose di depan patung macan putih yang sedang viral. Foto : Diana Yunita Sari/Radar Kediri

    Saking banyaknya yang mencarinya, sang pematung bahkan sempat “berkantor” di sekitar hasil karyanya tersebut.

    ADA “gula” di pertigaan Desa Balongjeruk, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, yang menarik banyak “semut” untuk datang.

    Bahkan ada yang dari luar kota, berombongan menaiki bus.

    Mereka penasaran untuk melihat langsung atraksi utama di tempat yang masuk wilayah Kecamatan Kunjang tersebut: Patung Macan Putih.

    Tentu tak lupa setelahnya melakukan “ritual” penting zaman ini: berswafoto, lalu mengunggahnya ke media sosial. Yang pada akhirnya membuat semakin banyak orang yang tertarik untuk datang.

    “Mboten nyangka (tidak menyangka) Mbak bisa viral seperti ini. Awalnya saya pikir ramai-ramai ada kecelakaan, ternyata warga mengerubungi patung saya,” kata Suwari sang pematung kepada Radar Kediri Grup Jawa Pos.

    Padahal, patung tersebut awalnya justru jadi bahan ledekan di media sosial. Bentuknya yang agak “tak lazim” dari tampilan macan pada umumnya, terutama dari sisi wajah, melahirkan sejumlah guyonan.

    Mulai “dugaan” kalau itu hasil kawin silang macan dengan kuda nil, pertanyaan “itu macan atau zebra sih”, sampai sebutan “kapibara yang menyamar”.

    Tapi, angin berbalik.

    Dari guyonan lahirlah keingintahuan.

    Buntut banyaknya orang yang datang mendorong munculnya pasar kaget.

    Termasuk para penjual merchandise yang menjajakan beragam kaus dengan gambar si patung sebagai daya tarik utama.

    Suwari juga kecipratan rezeki.

    Banyak sekali yang mencari pria 70 tahun itu.

    Mulai yang ingin tahu cerita pembuatan, diajak foto bersama, sampai yang menawarkan pekerjaan.

    Itu yang membuatnya sempat memilih “berkantor” di sebuah warung tak jauh dari patung karyanya.

    “Untuk memudahkan orang mencari,” katanya.

    Danyang Desa

    Untuk semua perputaran ekonomi buntut populernya Patung Macan Putih itu, tak ada sepeser pun dana desa yang terpakai.

    Semua murni dari kantong pribadi Kepala Desa Balongjeruk Safi’i.

    Rinciannya, Rp 2 juta untuk ongkos pematung dan Rp 1,5 juta untuk material.

    Macan putih diambil dari folklor setempat tentang danyang atau penunggu desa yang berwujud macan putih.

    Cerita rakyat yang sama juga dikenal luas di berbagai wilayah di Kediri.

    Kota Kediri dan klub sepak bola Persik Kediri, misalnya, menggunakan logo dan julukan Macan Putih.

    Mengutip situs resmi Pemkot Kediri, ikon binatang tersebut diambil dari kisah Bubuksah dan Gagang Aking yang tergambar dalam relief yang ada di Gua Selomangleng.

    Menurut Safi’i, niat awalnya ingin membuat ikon desa yang dibangun di pertigaan sebagai tetenger.

    Dulu ada beringin di sana untuk tanda lokasi.

    “Biasanya banyak yang tanya Desa Balongjeruk apanya beringin. Lalu kami berniat ada ikon dan dipilihlah macan,” katanya.

    Sekretaris Desa Balongjeruk Ardan Setiadi menyebut, ada cerita dari para sesepuh bahwa yang membersamai pembabat Desa Balongjeruk adalah macan putih.

    “Akhirnya Pak Kades menghendaki apa yang menjadi usulan masyarakat itu dengan konsekuensi akan membangun monumen dengan dana pribadi,” katanya.

    Nama Suwari mengapung sebagai pematung.

    Sebab, dia punya rekam jejak panjang dengan karya yang bertebaran di sekolah, rumah, dan berbagai bangunan lain.

    Pengerjaan mulai 1 Desember lalu.

    Delapan belas hari kemudian selesai. Tapi Pemdes dan warga Balongjeruk tidak menyangka jika hasilnya akan seperti itu.

    “Sing mboten dinyana-nyana kan ngoten niku (yang tidak disangka-sangka kan seperti itu). Sebelumnya bikin patung elang itu bagus. Kok pas bikin macan blendet,” kata Ardan.

    Datangkan Rezeki

    Tapi, dari macan blendet itu, Balongjeruk kini dikenal luas. Sebagian warganya juga mendapat penghasilan tambahan.

    Meskipun, diakui Safi’I, sempat muncul wacana untuk mengganti patung tersebut. Mungkin karena saking banyaknya kritikan. Rencana itu awalnya bakal dibahas di musyawarah desa tahun ini.

    Dan, begitu kabar penggantian itu terdengar, Safi’i menyebut, ada seniman di Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, yang berniat membelinya dengan harga tinggi. “Mau dibawa ke galerinya,” katanya.

    Seniman itu juga yang menawari diskon jika ingin membangun ulang patung menggunakan jasanya. “Tapi, patung lama diminta tidak dihancurkan dan akan dia bawa,” katanya.

    Namun, dampak positif yang dihadirkan sejauh ini membuat Pemdes dan warga Balongjeruk akhirnya sepakat untuk mempertahankan si Macan Putih.

    Mau dibilang mirip kuda nil atau zebra tak masalah, dia telah menjadi gula yang dicari para semut. (sad/rq/ttg/Jawa Pos)

  • Kemenhub Fokus Antisipasi Lonjakan Penumpang Tahun Baru, Bali Jadi Perhatian

    Kemenhub Fokus Antisipasi Lonjakan Penumpang Tahun Baru, Bali Jadi Perhatian

    POJOKBANDUNG.COM, JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mulai berfokus mengantisipasi lonjakan penumpang  Tahun Baru 2026.

    Salah satu titik yang mendapat perhatian lebih yaitu Pelabuhan Gilimanuk dan Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali.

    Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengimbau pihak terkait untuk mengantisipasi lonjakan arus penumpang penyeberangan pada musim liburan.

    Terutama di Pelabuhan Gilimanuk dan Bandara I Gusti Ngurah Rai. Sebab, Pulau Bali adalah salah satu destinasi wisata favorit.

    ”Kami harus mengantisipasi yang ingin  dan yang kembali dari liburan. Senantiasa waspada dan memastikan semua kapal-kapal yang akan digunakan layak,” ujarnya.

    Menurut Dudy, keselamatan pelayaran adalah prioritas utama.

    Dia mengingatkan petugas agar mewaspadai potensi cuaca ekstrem.

    Cuaca ekstrem memang menjadi perhatian.

    Sebab, hujan disertai angin kencang bisa memicu munculnya gelombang besar di laut.

    Beberapa waktu lalu, satu kapal pinisi karam di perairan Denpasar Selatan akibat cuaca buruk.

    ”Pastikan kapal benar-benar layak melaut dan informasi cuaca dari BMKG harus terus diperbarui kepada masyarakat,” papar Dudy.

    Sementara, Bandara I Gusti Ngurah Rai merupakan salah satu pintu masuk utama pariwisata nasional, bahkan internasional.

    Untuk itu, keselamatan, keamanan, serta pelayanan kepada masyarakat dan wisatawan harus semakin optimal.

    Balik Awal

    Sejumlah masyarakat ternyata memutuskan kembali lebih cepat ke Jakarta di momen libur panjang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

    Dari data PT Jasa Marga, arus lalu lintas menuju Jabotabek pada H+2 Natal 2025 terpantau mulai meningkat.

    Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menyampaikan, pada H+2 libur Hari Raya Natal 2025 atau pada Sabtu (27/12)  pukul 06.00 WIB sampai Minggu (28/12) pukul 06.00 WIB, arus lalu lintas kembali ke wilayah Jabotabek meningkat.

    Totalnya 168.614 kendaraan yang kembali ke wilayah Ibukota dan sekitarnya. Itu  angka kumulatif dari empat Gerbang Tol (GT) Utama.

    Yakni, GT Cikupa (dari arah Merak), GT Ciawi (dari arah Puncak), dan GT Cikampek Utama (dari arah Trans Jawa) dan GT Kalihurip Utama (dari arah Bandung).

    ”Total volume lalin yang kembali ke wilayah Jabotabek ini meningkat 15,66 persen jika dibandingkan lalin normal yakni 145.778 kendaraan,” paparnya.

    Adapun untuk distribusi lalu lintas kembali ke Jabotabek ini berasal dari tiga arah.

    Mayoritas berasal dari arah Timur (Trans Jawa dan Bandung) sebanyak 78.835 kendaraan (46,75 persen).

    Kemudian,  45.815 kendaraan (27,17 persen) dari arah Barat (Merak) dan 43.964 kendaraan (26,07 persen) dari arah Selatan (Puncak).

    Meski arus balik sudah mulai terdeteksi, namun Jasa Marga juga mencatat masih adanya pergerakan masyarakat meninggalkan Jabotabek pada H-7 sampai H+2 Kamis (18/12) pukul 06.00 WIB sampai Minggu (28/12)  pukul 06.00 WIB di empat GT Utama.

    Kendaraan yang bergerak menuju Wilayah Timur Trans Jawa masih   tinggi, tercatat sebanyak 40.904 kendaraan, atau meningkat 23,19 persen dibandingkan lalu lintas normal sebanyak 33.204 kendaraan.

    Volume lalu lintas juga terlihat meningkat di ruas tol yang dikelola JTT di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Untuk wilayah Jawa Tengah misalnya.

    Pada GT Kalikangkung. (raf/mia/aph/Jawa Pos)

     

     

     

  • Kapal Pesiar Berlabuh di Buleleng Bawa 2.636 Wisman, Tapi Jumlah Penumpang Penyeberangan ke Bali di Ketapang Turun 5 Persen

    Kapal Pesiar Berlabuh di Buleleng Bawa 2.636 Wisman, Tapi Jumlah Penumpang Penyeberangan ke Bali di Ketapang Turun 5 Persen

    POJOKBANDUNG.COM, BANYUWANGI – Sebagai salah satu pintu masuk ke Bali, arus wisatawan menuju Pulau Dewata tentunya dapat dipantau dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur.

    Dari data yang tercatat hingga Rabu (24/12/2025), belum terlihat geliat sebagaimana liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) pada tahun-tahun sebelumnya.

    Ketua DPC Gapasdap (Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan) Banyuwangi Nurjatim menyebutkan, jika dihitung langsung, jumlah penumpang dan kendaraan yang menyeberang mengalami penurunan sekitar 5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

    Dia menambahkan, tingkat keterisian kapal pada momen jelang Natal juga tidak maksimal.

    Kapal penyeberangan, lanjut Nurjatim, hanya terisi paling tinggi sekitar 75 persen. Bahkan, rata-rata keterisian berada di kisaran 50 hingga 60 persen.

    “Kami sendiri tidak tahu faktor pastinya apa, tetapi dari konsumen di lapangan, mereka mengaku khawatir dengan informasi cuaca dan banjir di Bali,” ungkap Nurjatim kepada Radar Banyuwangi Grup Jawa Pos kemarin.

    Berdasarkan data produksi ASDP Ketapang, sejak Selasa (23/12) pukul 20.00 WIB hingga Rabu (24/12) pukul 08.00 WIB, tercatat ada 23.162 penumpang yang menyeberang ke Bali.

    Rinciannya, 1.488 kendaraan roda dua, 2.386 kendaraan roda empat, 279 bus, dan 2.245 truk. Jumlah ini masih belum banyak berubah dibandingkan data angkutan sehari sebelumnya.

    Kekhawatiran akan kondisi cuaca di Selat Bali juga diduga menjadi salah satu penyebab menurunnya animo penumpang kapal.

    Bahkan, kemarin, operasional kapal di Pelabuhan ASDP Ketapang sempat dihentikan selama 40 menit karena angin kencang disertai hujan deras yang dianggap mengganggu aktivitas pelayaran.

    Penutupan dilakukan pukul 14.15 WIB dan kembali dibuka pada pukul 14.55 WIB.

    Korsatpel BPTD Ketapang Bayu Kusumo Nugroho mengatakan, penutupan dilakukan karena jarak pandang turun drastis.

    “Dari laporan nakhoda di laut, visibilitas saat itu hanya sekitar 50 meter. Selain itu, kecepatan angin mencapai 27–30 knot,” katanya.

    Kunjungi Sejumlah Destinasi

    Di sisi lain, sektor pariwisata Bali Utara mendapat kunjungan wisatawan dalam jumlah besar.

    Mengutip Radar Bali Grup Jawa Pos kemarin, kapal pesiar mewah MV Celebrity Millennium berlabuh di perairan Celukan Bawang, Buleleng. Kapal berbendera Malta tersebut membawa sedikitnya 2.636 wisatawan mancanegara (wisman).

    Kapal milik operator Celebrity Cruises ini terpantau lego jangkar tepat pukul 06.00 Wita.

    Satu jam berselang, ribuan penumpang mulai turun melalui dermaga untuk memulai paket tur di Kabupaten Buleleng.

    Kepala Dinas Pariwisata Buleleng Gede Dody Sukma Oktiva Askara mengatakan, kedatangan kapal pesiar dengan ribuan wisatawan merupakan momentum untuk mendongkrak kunjungan wisatawan di pengujung tahun.

    “Kehadiran turis juga berdampak pada perekonomian di sekitar pelabuhan dan destinasi wisata,” ujarnya.

    Dody menjelaskan, para wisatawan mengunjungi sejumlah destinasi di Bali Utara.

    Mulai dari wisata sejarah dan budaya di Puri Gede Buleleng, Gedong Kertya, Pabean, hingga Pura Beji.

    Setelah seharian mengeksplorasi panorama dan budaya Buleleng, Celebrity Millennium bertolak kembali pada pukul 16.30 Wita. Kapal melanjutkan perjalanan menuju destinasi berikutnya, Port Klang, Malaysia.

    Meningkat Drastis

    Jika penyeberangan ke Bali lesu, hal tersebut tidak terjadi pada geliat wisatawan ke Yogyakarta.

    Saking ramainya, banyak warganet menyebut di berbagai platform bahwa “satu Indonesia ke Jogja”.

    Sultan HB X bahkan mengimbau masyarakat yang hanya bermaksud melintas Yogyakarta agar menghindari kawasan tengah kota.

    Misalnya, bagi pengendara dari arah Solo menuju Purworejo, disarankan untuk belok kiri di kawasan Prambanan melalui Piyungan.

    Radar Jogja Grup Jawa Pos melaporkan, banyaknya wisatawan yang berlibur, khususnya di kawasan Malioboro, menjadi berkah tersendiri bagi pelaku usaha jasa foto baju adat.

    Jumlah pelanggan dan pendapatan mereka meningkat drastis dibandingkan hari biasa.

    Irsad Syarif Masjid, salah seorang fotografer lepas khusus baju adat, mengakui adanya peningkatan konsumen yang signifikan pada libur Nataru kali ini.

    Pada hari biasa, ia rata-rata hanya melayani 10 hingga 15 tamu. Namun saat libur panjang, ia bahkan bisa melayani lebih dari 25 tamu per hari.

    “Kenaikannya hampir tiga kali lipat,” ujarnya saat ditemui di depan Kantor Kepatihan Yogyakarta kemarin (24/12).

    Harga yang dibanderol untuk paket foto satu orang berada di kisaran Rp 125 ribu hingga Rp 130 ribu. Pelanggan sudah dapat mengakses sebanyak 20 file foto.

    Wisatawan asal Jawa Barat Faisal Fahruddin menyampaikan, ia memilih Jogjakarta karena daya tariknya sebagai kota budaya yang memiliki kekayaan sejarah. Ia datang bersama istri dan anaknya karena bertepatan dengan libur sekolah.

    “Kami bisa mengajak anak liburan sekaligus edukasi ke museum-museum,” ujarnya. (fre/aif/uli/eps/oso/idr/raf/ttg)

  • Kemenhub Pakai Drone untuk Pantau Kemacetan dan Kondisi Darurat Saat Libur Nataru

    Kemenhub Pakai Drone untuk Pantau Kemacetan dan Kondisi Darurat Saat Libur Nataru

    POJOKBANDUNG.COM, JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meminta operator angkutan mematuhi standar keselamatan untuk menekan angka fatalitas atau kematian akibat kecelakaan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

    Pemantauan udara serta tilang berbasis drone juga digunakan guna melihat serta menindak pelanggar lalu lintas (lalin) selama libur Nataru.

    Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan, terkait libur Nataru pihaknya telah meminta Direktur Jenderal Perhubungan Darat untuk bertemu seluruh pemangku kepentingan. Khususnya operator bus.

    ”Mengingatkan ulang standar keselamatan di moda darat,” tegasnya.

    Dia juga melihat kesiapan perangkat pendukung.

    Termasuk, pemantauan udara dan tilang elektronik berbasis drone.

    Kendaraan penyelamatan kecelakaan yang dilengkapi peralatan evakuasi juga disediakan.

    Menurut Dudy, penggunaan teknologi membantu mengantisipasi kejadian di lintasan perjalanan.

    ”Sehingga, kemacetan atau kondisi darurat bisa termonitor lebih awal dan ditangani lebih cepat,” ucapnya.

    Ketika terjadi kecelakaan, kata Dudy, Kemenhub akan meninjau dan mengevaluasi bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

    Itu untuk memastikan penyebab dan langkah perbaikan.

    Selain itu, untuk menjaga kelancaran arus lalin, skema rekayasa lalu lintas seperti contraflow dan one way disiapkan dengan mengutamakan keselamatan pengguna jalan.

    Pergerakan Penumpang

    H-3 Natal, sebanyak 32.533 orang meninggalkan Pulau Jawa menuju Sumatera melalui Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara.

    Puncak arus Nataru pada moda penyebrangan diperkirakan terjadi Selasa (23/12/2025) dan Rabu (24/12/2025).

    Data Posko Merak periode 22 Desember 2025 pukul 00.00-23.59 WIB atau H-3, tercatat 32.533 penumpang dan 7.131 unit kendaraan telah menyeberang menuju Sumatera.

    Ada 117 perjalanan kapal dari Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara.

    Kendaraan roda dua tercatat 799 unit (turun 48,9 persen), kendaraan roda empat 3.745 unit (turun 27,8 persen), truk 2.197 unit (turun 30,9 persen), dan bus 390 unit (turun 12,6 persen).

    ”Secara kumulatif sejak H-10 sampai H-3, penumpang dari Jawa ke Sumatera 271.994 orang atau turun 0,4 persen dan kendaraan 64.360 unit, turun 3,5 persen,” jelas Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo.

    Heru memastikan infrastruktur pelabuhan dan fasilitas pendukung siap mendukung kelancaran Nataru. Pihaknya telah merancang skenario saat kepadatan meningkat. Itu untuk menekan potensi antrean di pelabuhan.

    Puncak penerbangan Nataru di bandara terjadi pada 20-21 Desember 2025. Pada hari pertama, pergerakan pesawat mencapai 3.738 penerbangan dengan 517 ribu penumpang. Sedangkan, hari kedua terdapat 3.695 penerbangan dan 512 ribu penumpang pesawat.

    Direktur Utama InJourney Airports Mohammad R. Pahlevi mengungkapkan, pada periode 15-21 Desember 2025, jumlah pergerakan penumpang pesawat di bandara mencapai 3,4 juta penumpang dengan 25 ribu penerbangan.

    ”Pemanfaatan slot time atau ketersedian waktu keberangkatan dan kedatangan penerbangan cukup tinggi, hampir 90 persen,” paparnya.

    Menurut Pahlevi, saat ini, sudah 479 extra flight yang sudah digunakan oleh maskapai. Adapun, bandara tersibuk di antaranya Soekarno-Hatta Tangerang (1,19 juta penumpang), I Gusti Ngurah Rai (461 ribu penumpang), Juanda (288 ribu penumpang), Sultan Hasanuddin (211 ribu penumpang), dan Kualanamu (146 ribu penumpang).

    Antisipasi Cuaca Ekstrem

    Menko PMK Pratikno menyampaikan, seluruh aspek pelayanan Nataru sudah siap. Langkah antisipasi terhadap potensi cuaca ekstrem juga telah disusun. Petugas terus memantau Nataru di sejumlah titik.

    Pada Senin (22/12), misalnya.

    Dia bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, serta perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) dan Kemenhub sidak di Pelabuhan Merak, Banten.

    Lintas sektor, kata dia, sudah siap menghadapi cuaca buruk. Penyelenggara transportasi, kepolisian, dan TNI memastikan kelancaran, keamanan, dan kenyamanan perjalanan masyarakat.

    Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyatakan, saat ini, ada 50 posko di Banten. Posko ini terdiri atas pos pengamanan dan pos pelayanan terpadu.

    ”Posko tersebut difokuskan untuk mengamankan empat objek utama, yakni arus penyeberangan di Pelabuhan Merak, kegiatan ibadah Natal, aktivitas masyarakat pada malam pergantian tahun, serta destinasi wisata,” jelasnya. (raf/mia/Jawa Pos)

  • Simak Outlook Pariwisata 2026: Liburan Singkat Jadi Pola Utama, Momentum dan Harga Kian Menentukan Rencana Perjalanan Masyarakat

    Simak Outlook Pariwisata 2026: Liburan Singkat Jadi Pola Utama, Momentum dan Harga Kian Menentukan Rencana Perjalanan Masyarakat

    POJOKBANDUNG.COM, JAKARTA – Online travel agent (OTA) pertama di Indonesia, tiket.com bersama Lokadata resmi meluncurkan tiket.com Tourism Trends 2025 & Outlook 2026: Redefining The New Shape of Travel.

    Sebuah program tahunan tiket.com yang didukung oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia untuk mengulas tren perjalanan dan perubahan perilaku konsumen pariwisata Indonesia.

    “Forum ini menjadi ruang penting untuk membaca arah pasar, merespons perilaku wisatawan nusantara, sekaligus menyelaraskan strategi pemerintah dan industri ke depan. Pariwisata Indonesia perlu terus beradaptasi dengan menghadirkan produk yang relevan, berkualitas, dan berkelanjutan. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah dan pelaku industri, kami optimistis pariwisata nasional tidak hanya mampu menghadapi tantangan, tetapi juga tumbuh semakin tangguh dan berdaya saing di 2026,” kata Ni Luh Enik Ermawati, Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia.

    Dalam laporan tiket.com Tourism Trends 2025 & Outlook 2026: Redefining The New Shape of Travel ini, data menunjukkan bahwa pariwisata Indonesia memasuki fase kalibrasi ulang (recalibration), di mana pola bepergian masyarakat Indonesia mulai lebih stabil dan terdefinisi. Perjalanan kini tidak sekadar tentang frekuensi, tetapi tentang makna: kebersamaan keluarga, kualitas pengalaman, dan fleksibilitas waktu.

    Berdasarkan survei konsumen tiket.com yang diolah oleh Lokadata, sebanyak 76% masyarakat melakukan perjalanan dengan tujuan untuk berlibur dan berekreasi.

    Orientasi wisata pun masih berpusat pada liburan keluarga.

    Sementara itu, bepergian dengan teman, pasangan maupun solo travel menempati posisi menengah.

    Data menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia lebih nyaman bepergian dengan lingkaran terdekat, dianggap lebih nyaman, aman, fleksibel dan sesuai dengan preferensi mereka sendiri.

    Pola ini mengarahkan bahwa perjalanan bukan hanya aktivitas rekreatif, tetapi sebuah ruang untuk memperkuat koneksi emosional dalam lingkaran terdekat.

    Kalibrasi ulang ini pun tercermin dari pola pemesanan konsumen.

    Berdasarkan data tiket.com, sepanjang 2025, seluruh kategori pariwisata mencatat pertumbuhan positif bila dibandingkan setahun sebelumnya, dimana pemesanan transportasi tumbuh 23%,  akomodasi meningkat 20%, dan atraksi wisata melonjak hingga 38%.

    Dari data tersebut, menunjukkan bahwa terjadinya pergeseran preferensi konsumen terhadap moda transportasi, pilihan akomodasi dan jenis atraksi yang dipilih. Untuk transportasi adanya pergeseran ke moda darat, kereta api yang meningkat 47% dan bus yang meningkat 46%,  karena harga yang lebih terjangkau, kemudahan akses, fleksibilitas rute, dan konektivitas antar wilayah, serta  sangat relevan untuk perjalanan musiman dan short to medium distance.

    Sedangkan untuk preferensi akomodasi pun bergeser ke non-hotel atau villa, dimana pemesanan villa meningkat 44%; yang didorong oleh meningkatnya minat perjalanan bersama keluarga maupun teman-teman, dimana wisatawan cenderung mencari akomodasi yang menawarkan ruang lebih luas dan privasi yang lebih baik. Lalu, untuk pemesanan kategori atraksi wisata, pemesanan tiket playground melonjak secara signifikan sebesar 71%; dimana bagi keluarga urban, playground menjadi pilihan untuk tetap merayakan momen liburan tanpa harus melakukan perjalanan jarak jauh dan tetap menawarkan pengalaman berkualitas.

    Salah satu temuan utama dalam laporan ini adalah menguatnya tren short trip.

    Hampir 70%  perjalanan berlangsung selama 1–3 hari, sejalan dengan kebiasaan masyarakat memanfaatkan long weekend dan libur nasional. Pola ini menjadikan perjalanan singkat sebagai rutinitas baru yang praktis dan mudah direncanakan, serta diproyeksikan semakin stabil di 2026, dengan family travel dan perjalanan domestik sebagai pendorong utama pergerakan pariwisata.

    “Hasil riset ini menunjukkan bahwa konsumen Indonesia semakin mengutamakan perjalanan domestik singkat berbasis momentum. Pertumbuhan akomodasi dan atraksi yang pesat membuka peluang untuk menghadirkan produk perjalanan yang lebih modular, family-friendly, dan terintegrasi dengan inspirasi digital. Sebagai OTA yang customer centric, tiket.com ingin menjadi mitra terpercaya masyarakat dalam merancang pengalaman liburan yang relevan, terjangkau, dan seamless,” kata Tifanny Tjiptoning, Chief Strategy Officer tiket.com.

    Sejalan dengan hasil riset tiket.com dan Lokadata, Kementerian Pariwisata RI menilai perubahan perilaku wisatawan ini sebagai sinyal positif bagi penguatan pariwisata domestik.

    “Dalam pola perjalanan wisatawan nusantara, jarak menjadi faktor penting dalam menentukan destinasi karena berpengaruh langsung terhadap biaya dan pilihan moda transportasi. Selain transportasi, akomodasi dan kuliner masih menjadi komponen pengeluaran terbesar. Data menunjukkan, 42,8% wisatawan nusantara menjadikan wisata kuliner sebagai motivasi utama berlibur, disusul wisata belanja, kota dan pedesaan, bahari, serta petualangan,” kata Firnandi Gufron, Asisten Deputi Strategi dan Komunikasi Pemasaran, Kementerian Pariwisata RI.

    Dari sisi destinasi, arus utama pariwisata Indonesia tetap didominasi tujuan domestik seperti Bali, Yogyakarta, dan Bandung sebagai destinasi favorit.

    Sementara untuk destinasi internasional terfavorit di antaranya seperti Jepang dan Korea Selatan. Di luar destinasi mainstream tersebut, juga mulai bermunculan emerging destinations seperti Wakatobi, Manado, Pangandaran, hingga Sorong. Hal ini menunjukkan peningkatan minat dan preferensi wisatawan untuk mengeksplorasi destinasi alternatif.

    Pola pemesanan pun  menunjukkan karakter momentum-driven: tiket transportasi cenderung dibeli lebih awal untuk mengamankan harga dan ketersediaan, sementara akomodasi lebih sering  dipesan mendekati tanggal perjalanan.

    Perilaku wisatawan pun semakin  digital.

    Sebanyak 89%  responden mencari inspirasi perjalanan melalui media sosial, terutama TikTok dan Instagram.

    Kesadaran terhadap pariwisata berkelanjutan turut menunjukkan perkembangan positif. Sebanyak 67% responden pernah menginap di akomodasi ramah lingkungan dan 94% terbuka untuk mencobanya kembali.

    Suwandi Ahmad, Chief Data Officer Lokadata, menambahkan, laporan ini menunjukkan bahwa pariwisata Indonesia berada pada fase recalibration dengan karakter pasar yang sangat momentum-driven.

    ”Konsumen tetap ingin bepergian, namun lebih selektif dalam mengatur pengeluaran dan sangat bergantung pada momen libur panjang serta promo,” katanya.

    Dengan meluncurkan riset ini, tiket.com menegaskan komitmennya untuk terus hadir di momen yang paling relevan bagi wisatawan Indonesia.

    Seiring perilaku perjalanan  yang sangat dipengaruhi kalender liburan dan momen besar, tiket.com secara konsisten menghadirkan campaign tematik.

    Di antaranya seperti Online Tiket Week (OTW), Tiket Hari Raya (THR), serta BCA tiket.com Travel Fair.

    Selain itu, perjalanan untuk konser dan perhelatan olahraga juga terus menjadi bagian penting dalam menggerakkan mobilitas wisatawan, memastikan masyarakat memiliki akses ke promo dan inspirasi perjalanan yang tepat, pada waktu yang tepat. (**)