Tag: kota bandung

  • Timnas Putri Indonesia Lawan Singapura, Jadi Tolak Ukur Perkembangan

    Timnas Putri Indonesia Lawan Singapura, Jadi Tolak Ukur Perkembangan

    POJOKBANDUNG.COM, KOTA BANDUNG – Timnas Putri Indonesia akan menjalani ujian penting saat menghadapi Singapura dalam laga FIFA Women’s Matchday di Stadion Arcamanik, Kota Bandung, Rabu (3/6/2026) malam. Pertandingan ini menjadi kesempatan bagi skuad Garuda Pertiwi untuk mengukur hasil pembinaan sekaligus melanjutkan tren positif yang mulai terbentuk dalam beberapa bulan terakhir.

    Duel melawan Singapura merupakan pertandingan pertama dari dua agenda FIFA Matchday yang dijalani Indonesia pada Juni 2026. Setelah menghadapi Singapura, pasukan asuhan Satoru Mochizuki dijadwalkan bertemu Kamboja pada 9 Juni mendatang. Secara peringkat FIFA, Indonesia memang lebih diunggulkan. Garuda Pertiwi saat ini menempati peringkat ke-106 dunia, sedangkan Singapura berada di posisi ke-152.

    Meski demikian, perbedaan peringkat tidak membuat kubu Indonesia lengah. Mochizuki menilai pertandingan internasional selalu menghadirkan tantangan tersendiri, terlebih ketika berhadapan dengan tim yang tengah membangun fondasi baru. Pelatih asal Jepang itu mengatakan persiapan tim sebenarnya telah berlangsung cukup panjang. Pemusatan latihan sudah digelar sejak awal Mei sehingga para pemain memiliki waktu memadai untuk memahami materi latihan dan meningkatkan kondisi fisik.

    Menurut Mochizuki, tujuan utama dari laga internasional bukan sekadar mengejar kemenangan. Yang lebih penting adalah memberikan pengalaman bertanding kepada para pemain agar perkembangan mereka semakin cepat.

    “Persiapan sudah dilakukan sejak awal Mei dan seharusnya cukup. Harapannya pertandingan internasional seperti ini bisa memberikan pengalaman dan membantu perkembangan pemain,” ujar Mochizuki.

    Laga melawan Singapura juga memiliki arti penting karena menjadi salah satu tolok ukur perkembangan sepak bola putri Indonesia di bawah arahannya. Mochizuki mengakui masih belum memiliki gambaran utuh mengenai kekuatan terbaru Singapura. Pergantian pelatih membuat pendekatan permainan lawan berpotensi berubah dibandingkan pertemuan-pertemuan sebelumnya. Ia bahkan menyebut pelatih Singapura, Mihoko Ishida, sebagai sahabat dekat yang memiliki kualitas kepelatihan baik. Karena itu, Indonesia harus tetap berhati-hati meski berstatus unggulan.

    “Pelatih mereka teman baik saya dan juga pelatih yang bagus. Kami harus berhati-hati karena belum tahu secara pasti bagaimana mereka akan bermain sekarang,” kata Mochizuki.

    Bagi Indonesia, pertandingan ini juga menjadi kesempatan untuk melanjutkan momentum positif setelah meraih kemenangan 4-2 atas Kaledonia Baru pada ajang FIFA Women’s Series, April lalu. Kemenangan tersebut memberi suntikan kepercayaan diri bagi pemain-pemain muda Indonesia yang dalam beberapa tahun terakhir terus mendapat kesempatan tampil di level internasional.

    Nama-nama seperti Claudia Scheunemann diharapkan kembali menjadi motor permainan tim. Kehadiran pemain muda bertalenta itu menjadi salah satu simbol regenerasi yang sedang berjalan di tubuh Garuda Pertiwi. Di sisi lain, pertandingan kali ini akan berlangsung tanpa kehadiran penonton di stadion. Situasi tersebut dinilai Mochizuki menghadirkan tantangan sekaligus keuntungan tersendiri bagi timnya.

    Menurut dia, atmosfer pertandingan memang akan terasa berbeda tanpa dukungan langsung dari tribun. Namun, kondisi tersebut dapat membantu pemain tampil lebih lepas karena tidak terbebani tekanan dari penonton.

    “Kalau ada penonton biasanya pemain lebih gugup. Karena kali ini tidak ada, mungkin pemain bisa bermain lebih lepas tanpa tekanan,” ujarnya.

    Sementara itu, Singapura datang ke Bandung dengan semangat membangun era baru bersama Mihoko Ishida. Pelatih asal Jepang tersebut mengaku antusias menjalani pertandingan pertamanya menghadapi Indonesia. Ishida mengatakan seluruh pemain menunjukkan komitmen tinggi selama masa persiapan. Fokus utama timnya saat ini bukan hanya hasil pertandingan, melainkan melihat sejauh mana perkembangan yang telah dicapai sejak memulai program baru.

    “Perjalanan kami baru saja dimulai. Kami ingin melihat seberapa baik kami bisa bermain melawan Indonesia dan Kamboja,” ujar Ishida.

    Meski memiliki keterbatasan informasi mengenai Indonesia, staf pelatih Singapura tetap melakukan analisis terhadap sejumlah pertandingan Garuda Pertiwi. Dari hasil pengamatannya, Ishida menilai salah satu kekuatan utama Indonesia terletak pada aspek fisik pemain yang cukup menonjol dibandingkan banyak tim di kawasan.

    Penilaian tersebut menjadi sinyal bahwa Singapura tidak datang ke Bandung hanya untuk bertahan. Mereka berupaya mencari cara meredam agresivitas Indonesia dan memanfaatkan setiap peluang yang muncul. Pertandingan ini pada akhirnya bukan hanya soal hasil akhir. Bagi kedua tim, laga FIFA Matchday menjadi bagian penting dari proses pembangunan jangka panjang sepak bola putri masing-masing negara.

    Indonesia memang memiliki peluang lebih besar untuk meraih kemenangan. Namun, Singapura yang sedang bertransformasi berpotensi memberikan perlawanan sengit. Karena itu, Garuda Pertiwi dituntut tampil disiplin sejak menit awal. Jika mampu menjaga konsistensi permainan seperti saat mengalahkan Kaledonia Baru, Indonesia berpeluang membuka FIFA Matchday Juni 2026 dengan hasil positif di hadapan publik sepak bola nasional. (pra)

     

    Prediksi Susunan Pemain

    Indonesia (4-3-3)

    Iris De Rouw, Pauline van De Pol, Emily Nahon, Safira Ika, Vivi Oktavia, Helsya Maeisyaroh, Viny Silfianus, dan Felicia De Zeeuw, Isa Warps, Reva Oktaviani, Aulia Al Mabruroh.

    Pelatih: Satoru Mochizuki

     

    Singapura (4-4-2)

    Izairida Shakira, Rosnani Azman, Yasmine Zaharin, Syazwani Ruzi, Irsalina Irwan, Itianiwati Rosielin, Sarah Zu’risqha, Dhaniyah Qasimah, Chloe Koh, Danelle Tan, Raudhah.

    Pelatih: Mihoko Ishida

     

    5 Pertemuan Terakhir Indonesia Putri vs Singapura

    07/12/2025: Singapura W vs Indonesia W 1-3 (SEA Games)

    02/12/2024: Singapura W vs Indonesia W 0-3 (ASEAN Championship W)

    28/05/2024: Indonesia W vs Singapura W 5-1 (Friendly Match)

    10/10/2022: Singapura W vs Indonesia 1-2 (Friendly Match)

    12/07/2022: Indonesia W vs Singapura W 0-2 (ASEAN Championship W)

     

    5 Pertandingan Terakhir Indonesia Putri

    15/04/2026: Indonesia W vs New Caledonia W 4-2 (FIFA Women’s Series)

    12/04/2026: Indonesia W vs D.R. Congo W 1-7 (FIFA Women’s Series)

    17/12/2025: Indonesia W vs Thailand W 0-2 (SEA Games)

    14/12/2025: Vietnam W vs Indonesia W 5-0 (SEA Games)

    07/12/2025: Singapore W vs Indonesia W 1-3 (SEA Games)

     

    5 Pertandingan Terakhir Singapura Putri

    10/12/2025: Thailand W vs Singapore W 2-0 (SEA Games)

    07/12/2025: Singapore W vs Indonesia W 1-3 (SEA Games)

    28/11/2025: Singapore W vs Seychelles W 7-0 (Friendly Match)

    25/11/2025: Singapore W vs Seychelles W 9-0 (Friendly Match)

    29/10/2025: Singapore W vs Saudi Arabia W 0-5 (Friendly Match)

     

     

     

  • Timnas Putri Indonesia Siap Hadapi Singapura dan Kamboja dalam Garuda Championship Series

    Timnas Putri Indonesia Siap Hadapi Singapura dan Kamboja dalam Garuda Championship Series

    POJOKBANDUNG.COM, KOTA BANDUNG – Pelatih sepakbola Timnas Putri Indonesia Satoru Mochizuki (kanan) bersama pesepakbola Timnas Putri Indonesia Remini Rumbewas (kiri) memberikan keterangan saat konferensi pers jelang Garuda Championship Series di Kota Bandung, Selasa (2/6/2026).

    Timnas Putri Indonesia Siap Hadapi Singapura dan Kamboja dalam Garuda Championship Series
    Pelatih sepakbola Timnas Putri Indonesia Satoru Mochizuki (kanan) bersama pesepakbola Timnas Putri Indonesia Remini Rumbewas (kiri) memberikan keterangan saat konferensi pers jelang Garuda Championship Series di Kota Bandung, Selasa (2/6/2026). Foto-foto : Taofik Achmad Hidayat/ Pojok Bandung.

    Timnas Putri Indonesia akan menghadapi Timnas Singapura dan Timnas Kamboja dalam Garuda Championship Series di Stadion Arcamanik pada 3-9 Juni 2026 mendatang. (opk)

  • Pemkot Bandung Siapkan Razia Miras Usai Temukan Banyak Bobotoh Mabuk saat Pesta Juara Persib

    Pemkot Bandung Siapkan Razia Miras Usai Temukan Banyak Bobotoh Mabuk saat Pesta Juara Persib

    POJOKBANDUNG.COM, KOTA BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bakal memperketat pengawasan minuman keras pada setiap agenda besar di Kota Bandung setelah menemukan banyak warga dalam kondisi mabuk saat perayaan juara Persib Bandung, Minggu (24/5/2026). Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyebut razia miras akan dilakukan sejak dua hari hingga 24 jam guna mencegah gangguan keamanan dan keselamatan masyarakat.

    Langkah disiapkan sebagai bahan evaluasi setelah pesta juara Persib dipadati ratusan ribu Bobotoh dari berbagai daerah di Jawa Barat. Meski perayaan berlangsung meriah dan relatif kondusif, Pemkot Bandung menemukan sejumlah orang bergelimpangan dalam kondisi mabuk di beberapa titik keramaian pusat kota. Farhan mengatakan temuan itu didapat saat dirinya bersama jajaran melakukan pemantauan langsung di kawasan Alun-alun Bandung pada dini hari.

    Kondisi warga yang kehilangan kesadaran akibat konsumsi alkohol dinilai sangat membahayakan, terutama di tengah kepadatan massa dan arus kendaraan. “Untuk evaluasi ke depan, kalau ada acara serupa, dua hari hingga 24 jam sebelumnya akan dilakukan razia minuman keras. Karena tadi subuh saat kami keliling di alun-alun banyak orang bergelimpangan dalam keadaan mabuk. Itu sangat membahayakan,” ujar Farhan, Minggu (24/5/2026).

    Farhan mengungkapkan pesta kemenangan Persib seharusnya menjadi momentum kebahagiaan bersama tanpa diwarnai perilaku yang berpotensi menimbulkan kericuhan. Karena itu, pengawasan terhadap peredaran dan konsumsi minuman keras akan menjadi fokus utama pemkot pada kegiatan serupa berikutnya. Farhan menilai secara umum rangkaian konvoi dan pesta juara Persib tetap berjalan sukses. Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar), Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, manajemen Persib, serta aparat keamanan dinilai mampu menjaga situasi tetap terkendali di tengah membludaknya massa Bobotoh.

    “Secara keseluruhan sudah sangat baik. Kerja sama antara Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kota, dan Persib sendiri berjalan sangat baik. TNI dan Kepolisian juga membantu luar biasa,” katanya.

    Selain evaluasi soal miras, Farhan juga menyoroti kedewasaan Bobotoh dalam menjaga ketertiban selama pertandingan hingga konvoi berlangsung. Ia mengapresiasi para suporter yang tidak menyalakan flare selama laga berlangsung dan baru melakukan selebrasi setelah acara resmi selesai. Menurut Farhan, sikap tertib kedewasaan menunjukkan perubahan positif dalam budaya dukungan sepak bola di Kota Bandung.

    Di tengah lautan manusia yang memenuhi jalanan kota, suasana tetap dapat dikendalikan tanpa gangguan besar yang menghambat jalannya acara. Rombongan konvoi diketahui mulai bergerak dari kawasan Gedung Sate sekitar pukul 08.00 WIB. Pada awal perjalanan, arus kendaraan dan massa masih relatif lancar sebelum akhirnya terjadi kepadatan saat memasuki pusat kota.

    Kepadatan mulai terlihat di kawasan Alun-alun Bandung dan Jalan Asia Afrika karena tingginya antusiasme Bobotoh yang ingin menyambut langsung skuad Persib dan trofi juara. Meski lalu lintas sempat tersendat, aparat gabungan tetap mampu menjaga situasi tetap aman. Farhan menyebut keberhasilan pengamanan tidak lepas dari keterlibatan TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, hingga relawan yang disiagakan di sejumlah titik strategis. Petugas terus melakukan pengaturan massa agar arus konvoi tetap berjalan dan tidak memicu penumpukan berlebihan.

    Perayaan juara Persib musim ini menjadi salah satu agenda dengan tingkat keramaian tertinggi di Kota Bandung sepanjang tahun 2026. Ribuan kendaraan dan lautan Bobotoh memenuhi sejumlah ruas jalan utama sejak pagi hingga malam hari.

    Meski demikian, Pemkot Bandung memastikan evaluasi tetap dilakukan menyeluruh. Pemerintah ingin memastikan pesta rakyat berskala besar berikutnya tetap berlangsung aman, tertib, dan tidak diwarnai gangguan akibat konsumsi minuman keras.

    Farhan berharap euforia kemenangan Persib dapat terus dirayakan secara positif oleh masyarakat. Ia juga meminta seluruh pihak bersama-sama menjaga Bandung tetap aman dan nyaman saat menjadi pusat perayaan besar yang melibatkan massa dalam jumlah besar.(dsn)

  • Kuota Sekolah di Kota Bandung 2026 Dirancang Ulang, Pemerintah Prioritaskan Siswa Rawan Putus Sekolah

    Kuota Sekolah di Kota Bandung 2026 Dirancang Ulang, Pemerintah Prioritaskan Siswa Rawan Putus Sekolah

    POJOKBANDUNG.COM, KOTA BANDUNG – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung bersama Balai Besar Pengembangan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat resmi melakukan verifikasi dan validasi (verval) daya tampung Sekolah Penerimaan Murid Baru (SPMB) Kota Bandung tahun 2026. Kegiatan dilakukan untuk memastikan kuota dan rombongan belajar (robel) sekolah negeri dan swasta sesuai dengan kondisi riil serta kepadatan penduduk di setiap wilayah.

    Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Asep Saeful Gufron menegaskan proses verval bertujuan menyamakan pemahaman perhitungan kapasitas sekolah, sekaligus menganalisis kondisi riil dan kepadatan penduduk, sehingga usulan daya tampung sekolah akurat dan transparan. “SPMB ini milik warga Kota Bandung. Kami ingin memastikan setiap anak mendapat tempat sesuai haknya,” ujar Asep, Rabu (20/5/2026).

    Asep menjelaskan verval daya tampung SPMB 2026 mengacu pada regulasi yang berlaku, termasuk Permendikdasmen No. 3 Tahun 2025 dan Kepmendikdasmen No. 14 Tahun 2026 yang mengatur mekanisme jumlah peserta didik dan rombongan belajar. BBPMP Jabar berperan sebagai verifikator akhir sekaligus penjamin mutu, sementara Dinas Pendidikan Kota Bandung bertugas menyusun draf dan melakukan analisis lapangan.

    Menurutnya, masyarakat yang ingin memastikan validitas pendaftaran diminta mengecek dokumen seperti Kartu Keluarga (KK) dan Akta Kelahiran sebelum mendaftar melalui jalur domisili, afirmasi dan prestasi, maupun jalur mutasi dengan maksimal kuota 5 persen. Semua informasi resmi tersedia secara transparan melalui situs spmb.bandung.go.id. Asep mengungkapkan dari sisi kuota, terjadi pergeseran signifikan pada jenjang SD dan SMP. Untuk SD Negeri, kuota menurun dari 23.217 siswa pada 2025 menjadi 22.824 siswa pada estimasi 2026, dengan jumlah rombel turun dari 857 menjadi 788.

    “Penurunan ini mencerminkan penyesuaian kapasitas terhadap kondisi riil sekolah dan kepadatan wilayah,” katanya. Sebaliknya, jenjang SMP Negeri justru mengalami peningkatan kuota, dari 19.406 siswa pada 2025 menjadi 19.914 siswa di estimasi 2026, sementara rombel bertambah dari 583 menjadi 597. Peningkatan ini untuk mengakomodasi pertumbuhan lulusan SD dan memastikan transisi pendidikan berjalan lancar.

    Lebih lanjut, Asep pun menjelaskan proyeksi lulusan TK 2025/2026 mencapai 27.313 siswa, dengan kategori ekonomi, 7.082 siswa berada di desil bawah (pendapatan < Rp2,5 juta) yang menjadi prioritas bantuan sosial, 14.452 siswa berada di desil atas (ekonomi menengah ke atas), dan 5.779 siswa membutuhkan verifikasi lebih lanjut.

    Sementara itu, proyeksi lulusan SD 2025/2026 mencapai 32.298 siswa. Dari total ini, 9.173 siswa masuk kategori desil bawah, 17.980 siswa desil atas, dan 5.145 siswa memerlukan verifikasi data tambahan. Pemkot Bandung menekankan pentingnya pemetaan ini untuk merencanakan kapasitas sekolah dan jalur afirmasi bagi siswa kurang mampu.

    Selain itu, Asep menyebutkan analisis pemetaan siswa rawan melanjutkan pendidikan (RMP) menunjukkan dari lulusan TK desil bawah, sebanyak 48 persen akan diarahkan ke SD Negeri (3.367 siswa) dan 52 persen ke SD Swasta (3.715 siswa). Strategi dirancang agar semua siswa RMP tetap mendapatkan akses pendidikan dasar tanpa hambatan ekonomi. Untuk jenjang SMP, proyeksi sebaran siswa RMP dari lulusan SD desil bawah mencatat 64 persen diarahkan ke SMP Negeri (5.907 siswa) dan 36 persen ke SMP Swasta (3.266 siswa).

    Langkah ini bertujuan meminimalkan risiko putus sekolah dan memastikan pemerataan pendidikan di seluruh wilayah Kota Bandung. Asep Saeful Gufron menekankan kebijakan ini bukan hanya soal angka kuota, tetapi juga strategi sosial, etiap anak, terutama yang berasal dari keluarga kurang mampu, mendapat kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan, baik di sekolah negeri maupun swasta.

    Asep juga menekankan pentingnya integrasi sistem SPMB berbasis online. Mekanisme ini, masyarakat bisa memantau proses seleksi secara real-time, mengurangi praktik ketidaktransparanan, dan memberikan kepastian bagi keluarga yang mendaftar. Selain kuota, verifikasi dokumen juga menjadi fokus utama. Dokumen yang tidak valid bisa menyebabkan pendaftaran gagal, sehingga masyarakat diimbau memastikan KK, Akta Kelahiran, dan dokumen pendukung lainnya lengkap dan sesuai persyaratan sebelum melakukan pendaftaran.

    Kolaborasi Dinas Pendidikan Kota Bandung dengan BBPMP Jabar dapat menghasilkan data daya tampung yang akurat dan berkualitas, sekaligus menjadi acuan bagi kebijakan pendidikan berikutnya, termasuk pengembangan kapasitas sekolah, penyesuaian rombel, dan strategi afirmasi bagi siswa RMP.

    “Pendidikan yang adil, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Setiap langkah verifikasi, proyeksi kuota, dan pemetaan siswa RMP dapat memberikan dampak positif bagi tercapainya pemerataan pendidikan di seluruh kota,” ujar Asep.(dsn)

  • Stok Beras di Kota Bandung Dijamin Aman, DKPP Siapkan 131 Ton Cadangan dan 44 Gerakan Pangan Murah

    Stok Beras di Kota Bandung Dijamin Aman, DKPP Siapkan 131 Ton Cadangan dan 44 Gerakan Pangan Murah

    POJOKBANDUNG.COM, KOTA BANDUNG – Harga beras masih di atas harga eceran tertinggi (HET), Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung perkuat bantuan pangan, ATM Beras hingga Program Pangersa untuk ribuan keluarga miskin.

    Pemkot Bandung memastikan stok beras untuk kebutuhan masyarakat masih dalam kondisi aman meski harga di pasaran hingga kini masih berada di atas HET.

    Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar mengungkapkan hasil monitoring menunjukkan ketersediaan beras di Kota Bandung masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan warga dalam beberapa waktu ke depan. Pemkot juga terus memantau pergerakan harga dan distribusi pangan agar tidak terjadi gejolak di tengah tingginya permintaan masyarakat.

    Gin Gin menjelaskan di tengah harga beras yang belum stabil, pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional saat ini sedang menyalurkan bantuan pangan kepada 146.232 keluarga penerima manfaat di Kota Bandung.

    “Bantuan diberikan untuk alokasi Februari dan Maret 2026 sebagai bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat,” ujar Gin Gin usai pemantauan di sejumlah pasar tradisional, ritel modern hingga gudang Bulog, Senin (11/5/2026).

    Menurutnya, setiap keluarga penerima bantuan mendapatkan 10 kilogram beras kualitas medium dan minyak goreng sebanyak dua liter setiap bulan. Program menyasar keluarga miskin yang dinilai paling terdampak oleh kenaikan harga kebutuhan pokok dalam beberapa bulan terakhir.

    Gin Gin mengatakan selain bantuan dari pemerintah pusat, Pemkot Bandung juga menyiapkan langkah antisipasi melalui pengadaan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) sebanyak 131,3 ton beras pada tahun 2026. Program menjadi salah satu strategi menjaga stabilitas pangan sekaligus mendukung pengentasan kemiskinan di Kota Bandung.

    Gin Gin menjelaskan sebagian cadangan beras nantinya akan dialokasikan untuk Program ATM Beras yang menyasar 2.000 kepala keluarga miskin. Para penerima merupakan warga yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), namun belum menerima bantuan dari Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

    “Setiap penerima manfaat akan memperoleh 10 kilogram beras premium setiap bulan selama satu tahun penuh. Penyaluran dilakukan menggunakan 20 unit ATM Beras yang tersebar di berbagai wilayah Kota Bandung untuk mempermudah distribusi bantuan kepada masyarakat,” katanya.

    Gin Gin menyebut saat ini Kota Bandung memiliki total 46 unit ATM Beras. Sebanyak 40 unit merupakan milik Pemerintah Kota Bandung, sementara enam unit lainnya berasal dari Baznas Kota Bandung yang ikut mendukung program ketahanan pangan masyarakat kurang mampu.

    “Sebanyak 26 unit ATM Beras saat ini pengisian stoknya disuplai langsung oleh Baznas Kota Bandung. Dari dukungan, sebanyak 1.950 kepala keluarga telah merasakan manfaat bantuan pangan secara rutin,” ungkapnya.

    Tidak hanya fokus pada bantuan beras, DKPP Kota Bandung juga akan meluncurkan Program Pangersa pada tahun 2026. Untuk membantu masyarakat di daerah rentan rawan pangan sekaligus wilayah dengan risiko stunting yang masih membutuhkan perhatian serius.

    Gin Gin menjelaskan Program Pangersa akan menyasar 1.832 kepala keluarga miskin yang masuk dalam DTSEN dan belum menerima bantuan sosial PKH maupun BPNT.

    “Bantuan diberikan dalam bentuk paket pangan bergizi guna meningkatkan kualitas konsumsi keluarga penerima manfaat,” jelasnya.

    Setiap penyaluran, warga akan menerima lima kilogram beras premium, satu ekor ayam, satu kilogram ikan lele, satu kilogram telur serta sayuran segar. Bantuan direncanakan disalurkan dua kali dalam setahun kepada masing-masing penerima manfaat.

    Gin Gin juga menyiapkan langkah pengendalian harga melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebanyak 44 kali selama tahun 2026. Program akan digelar di berbagai wilayah Kota Bandung dengan dukungan pendanaan dari APBD Kota Bandung, APBD Provinsi Jawa Barat, Badan Pangan Nasional hingga CSR BUMN.

    “Gerakan Pangan Murah, masyarakat akan mendapatkan akses bahan pokok dengan harga lebih terjangkau dibanding harga pasar. Komoditas utama yang disediakan beras SPHP kualitas medium kemasan lima kilogram yang bekerja sama dengan Perum Bulog,” ujar Gin Gin.

    Gin Gin menambahkan seluruh rangkaian program mampu menjaga stabilitas pasokan pangan, menekan lonjakan harga beras serta memastikan masyarakat berpenghasilan rendah tetap mendapatkan akses kebutuhan pokok di tengah kondisi ekonomi yang masih fluktuatif.(dsn)

  • Euforia Persib Bandung Belum Selesai, Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan Minta Bobotoh Tetap Tertib

    Euforia Persib Bandung Belum Selesai, Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan Minta Bobotoh Tetap Tertib

    POJOKBANDUNG.COM, KOTA BANDUNG – Kemenangan Persib Bandung atas Persija Jakarta disambut euforia besar oleh Bobotoh di berbagai wilayah Jawa Barat. Namun di balik perayaan euforia, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mencatat sedikitnya 10 insiden terjadi selama konvoi dan selebrasi kemenangan, Minggu (10/5/2026) malam. Mayoritas kejadian berupa kecelakaan lalu lintas yang melibatkan suporter di jalan raya.

    Kapolda Jabar, Irjen Pol Rudi Setiawan mengajak Bobotoh tetap menjaga keselamatan dan ketertiban saat merayakan kemenangan Persib. Irjen Pol Rudi mengatakan aparat mendukung penuh antusiasme masyarakat, namun perayaan tidak boleh mengorbankan keamanan publik.

    “Ya, kita menyambut gembira atas kemenangan Persib kemarin. Tinggal dua pertandingan lagi, yaitu tanggal 17 dan 23. Kita bersama seluruh pendukung Bobotoh mendoakan supaya Persib juara lagi,” ujar Irjen Pol Rudi di Kantor Bank Indonesia Jawa Barat, Senin (11/5/2026).

    Irjen Pol Rudi mengingatkan perayaan kemenangan harus dilakukan dengan tetap mematuhi aturan. Keselamatan menjadi hal utama yang tidak boleh diabaikan di tengah euforia ribuan suporter yang turun ke jalan. Silakan merayakan kemenangan, tapi jaga keselamatan. Jangan sampai merayakan kemenangan akhirnya melupakan keselamatan,” katanya.

    Selain itu, Irjen Pol Rudi meminta Bobotoh tidak mengganggu masyarakat lain yang tengah beraktivitas di jalan raya. Ia menilai seluruh pengguna jalan memiliki hak yang sama dan harus dihormati selama perayaan berlangsung.

    “Jangan mengganggu yang lain. Pada saat kita merayakan, tentunya ada saudara-saudara kita lain yang punya kepentingan di jalan,” ucapnya.

    Irjen Pol Rudi juga menegaskan agar tidak ada aksi vandalisme maupun perusakan fasilitas umum selama konvoi kemenangan Persib berlangsung. Seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab menjaga fasilitas yang telah dibangun bersama di Jawa Barat.

    “Jangan merusak. Apa yang sudah ada harus dijaga dan dipelihara. Kita sama-sama menjaga apa yang sudah dibangun di Jawa Barat,” tegas Irjen Pol Rudi.

    Terkait isu bentrokan antarpendukung yang sempat beredar, Irjen Pol Rudi memastikan situasi keamanan secara umum tetap terkendali, tidak ada gangguan besar yang sampai mengganggu kondusivitas wilayah.

    “Saya rasa tidak ada ya, meskipun kalau hanya perselisihan antara supporter di Bogor dan lain-lain, ya itu mungkin sudah terjadi. Tapi sudah kondusif,” kata Irjen Pol Rudi.

    Sementara itu, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengungkapkan lonjakan aktivitas masyarakat pascapertandingan menyebabkan tingginya angka kecelakaan di sejumlah ruas jalan Kota Bandung.

    “Laporan dari Dinas Kesehatan ada 10 kejadian insiden yang melibatkan Bobotoh, kebanyakannya kecelakaan lalu lintas. Tapi Alhamdulillah semuanya bisa kita tangani dan tidak ada korban meninggal dunia,” ujar Farhan saat ditemui di Balai Kota Bandung, Senin (11/5/2026).

    Selain itu, Kepala PSC Dinkes Kota Bandung, Eka Anugrah mengungkapkan data Public Safety Center (PSC) Dinas Kesehatan Kota Bandung mencatat kecelakaan terjadi di sejumlah titik, mulai dari Jalan Caringin, Jalan Sentot, lampu merah Buah Batu, Jalan Ir H Djuanda, Jalan Margacinta, Gasibu, Jalan Gegerkalong Isola, Jalan Otista, Lengkong, hingga Jalan Cikutra.

    Eka Anugrah menyebut total terdapat 11 korban dalam insiden kecelakaan lalu lintas. Delapan orang di antaranya harus dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

    “Izin melaporkan kejadian kegawatdaruratan medis pasca Persib menang lawan Persija. Jumlah kejadian kecelakaan lalu lintas ada 10 kasus dengan total 11 korban dan delapan korban dirujuk,” ujar Eka.

    Menurutnya, selain kecelakaan, PSC juga menangani satu korban kerusuhan di depan Bank BCA Dago yang mengalami pendarahan di kepala dan dirujuk ke RSHS Bandung. Petugas turut menangani seorang Bobotoh yang pingsan di bawah Flyover Pasopati serta satu kasus serangan jantung di kawasan Cinambo usai pertandingan berlangsung.

    Eka pun mengungkapkan penanganan korban dibantu relawan ambulans karena beberapa lokasi kejadian cukup jauh dari kantor PSC. Seluruh laporan kedaruratan diterima melalui layanan 112, 119, serta hotline WhatsApp PSC Dinkes Kota Bandung 08112442119.

    Farhan mengingatkan euforia Persib diperkirakan masih akan berlangsung hingga akhir Mei 2026 seiring dua laga penting yang tersisa. Karena itu, ia meminta masyarakat tetap mengedepankan keselamatan dan menjaga ketertiban selama perayaan berlangsung.

    “Silakan bergembira, tapi tetap utamakan keselamatan. Kita ingin semua sehat, semua selamat,” ujar Farhan.(dsn)

     

     

  • IndoBuildTech Bandung 2026 Dibuka, Jadi Ajang Inovasi dan Kolaborasi Industri Konstruksi

    IndoBuildTech Bandung 2026 Dibuka, Jadi Ajang Inovasi dan Kolaborasi Industri Konstruksi

    POJOKBANDUNG.COM, KOTA BANDUNG – Pameran material bangunan, arsitektur, dan desain interior terbesar di Indonesia,  resmi dibuka di Sudirman Grand Ballroom, Kota Bandung, Rabu (7/5/2026). Pameran yang berlangsung hingga 10 Mei 2026 itu menjadi langkah strategis memperluas pasar industri konstruksi dan desain di Jawa Barat yang terus tumbuh.

    Pembukaan pameran dipimpin Direktur PT Debindo Global Expo, Rafidi Iqra Muhammad, dan dihadiri perwakilan pemerintah daerah, asosiasi profesi, hingga komunitas industri konstruksi dan arsitektur.

    Dalam sambutannya, Rafidi menyebut IndoBuildTech hadir sebagai platform strategis yang mempertemukan pelaku industri dengan pasar secara langsung.

    “Melalui pameran ini kami berharap lahir inovasi, kolaborasi, serta pertumbuhan industri bahan bangunan dan arsitektur di Indonesia, khususnya Jawa Barat,” ujarnya.

    Ajang business-to-business (B2B) tersebut menghadirkan berbagai merek lokal maupun nasional yang menampilkan beragam produk dan solusi konstruksi. Mulai dari material bangunan, furnitur, lighting, smart home technology, hingga teknologi konstruksi dan arsitektur terkini.

    Selain menjadi arena promosi produk, IndoBuildTech Bandung 2026 juga dimanfaatkan para pelaku industri untuk memperluas jaringan bisnis dan membuka peluang kerja sama strategis.

    Sejumlah pejabat dan tokoh industri turut hadir dalam pembukaan tersebut. Di antaranya Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Jawa Barat Indra Maha, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung Ronny Ahmad Nurdin, Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jawa Barat Adrianto Santoso, serta Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Jawa Barat Hambali.

    Ketua PII Jawa Barat, Hambali, mengapresiasi penyelenggaraan IndoBuildTech di Bandung. Menurut dia, pameran tersebut menjadi wadah strategis menghadirkan informasi produk, jasa, dan teknologi terbaru di sektor konstruksi.

    “Momentum ini juga memperkuat kolaborasi antara arsitek, insinyur, dan pelaku industri untuk mendorong kemajuan sektor konstruksi di Indonesia,” katanya.

    Sementara itu, Ketua IAI Jawa Barat Adrianto Santoso menilai IndoBuildTech bukan sekadar pameran produk, tetapi juga ruang berbagi ilmu dan pengembangan wawasan di bidang arsitektur.

    “Kehadiran pameran ini diharapkan meningkatkan daya saing profesi dan industri di tengah perkembangan global yang semakin pesat,” ujarnya.

    Kepala Disdagin Kota Bandung Ronny Ahmad Nurdin menambahkan, penyelenggaraan IndoBuildTech memiliki arti penting sebagai ruang temu berbagai pemangku kepentingan sektor konstruksi dan infrastruktur.

    Ia berharap kegiatan tersebut melahirkan berbagai inovasi yang mendukung pembangunan infrastruktur berkelanjutan sekaligus meningkatkan kualitas produk, layanan, dan sumber daya manusia.

    “Semoga kegiatan ini memberi dampak ekonomi yang luas dan memperkuat sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat,” ucapnya.

    Tak hanya menghadirkan pameran produk, IndoBuildTech Bandung 2026 juga menyuguhkan berbagai program edukatif dan interaktif. Pengunjung dapat mengikuti seminar arsitektur, talkshow desain interior, business matching, hingga diskusi panel bersama praktisi dan ahli di bidang konstruksi serta desain.

    Beberapa agenda unggulan di antaranya Seminar Peluang dan Tantangan Teknologi dari AP3I, Architectural Book Review oleh ICAN dan IAI Jawa Barat, serta Designer Talks bersama HDII Jawa Barat.

    Program-program tersebut dirancang untuk memperluas wawasan terkait tren desain, inovasi material, dan perkembangan teknologi industri konstruksi. Selain itu, sejumlah peserta pameran juga menghadirkan demo produk, peluncuran inovasi terbaru, hingga promo khusus bagi pengunjung.

    Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap penyelenggaraan IndoBuildTech Bandung 2026 menjadi momentum lahirnya berbagai inovasi dan kolaborasi baru yang mampu mendorong perkembangan industri konstruksi, arsitektur, dan interior nasional.

    Melalui sinergi antara pemerintah, asosiasi profesi, pelaku industri, dan masyarakat, pameran ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem industri konstruksi dan desain sekaligus menghadirkan solusi pembangunan masa depan yang lebih inovatif dan berkelanjutan.(**)

  • Bantuan Pangan di Kota Bandung Melonjak 146 Ribu Penerima, Pemkot Kejar Stabilitas Harga Beras dan Minyak Goreng

    Bantuan Pangan di Kota Bandung Melonjak 146 Ribu Penerima, Pemkot Kejar Stabilitas Harga Beras dan Minyak Goreng

    POJOKBANDUNG.COM, KOTA BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mempercepat penyaluran bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng kepada 146.232 keluarga penerima manfaat pada periode Februari hingga Maret 2026. Program yang menjadi langkah strategis untuk menjaga daya beli warga sekaligus menekan gejolak harga pangan di tengah tekanan ekonomi.

    Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar mengungkapkan lonjakan jumlah penerima bantuan menjadi sorotan utama. Dibandingkan periode Oktober hingga November 2025 yang hanya menjangkau 80.221 penerima, kini terjadi peningkatan signifikan sebanyak 66.011 keluarga di seluruh wilayah Kota Bandung.

    Program Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) yang digulirkan ini tidak hanya berfungsi sebagai bantuan sosial, tetapi juga menjadi instrumen pengendalian inflasi daerah, terutama pada komoditas pokok seperti beras dan minyak goreng yang kerap memicu kenaikan harga.

    “Seluruh penerima tersebar di 30 kecamatan dan 151 kelurahan. Pemerataan distribusi menjadi fokus agar tidak terjadi kesenjangan akses pangan di tingkat wilayah,” ujar Gin Gin, Minggu (3/5/2026).

    Gin Gin menjelaskan data penerima bantuan sendiri mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang ditetapkan Kementerian Sosial Republik Indonesia, sehingga penyaluran diklaim lebih tepat sasaran dan minim potensi tumpang tindih.

    “Bantuan pangan yang disalurkan bersumber dari Cadangan Pangan Pemerintah yang dikelola Badan Pangan Nasional melalui Perum Bulog. Skema memastikan stok pangan tetap terjaga sekaligus mendukung stabilisasi pasokan di pasar,” katanya.

    Gin Gin mengungkapkan setiap keluarga penerima mendapatkan 10 kilogram beras kualitas medium dan 2 liter minyak goreng per bulan. Untuk efisiensi distribusi, bantuan diberikan sekaligus untuk dua bulan, setiap penerima memperoleh total 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng dalam satu kali penyaluran.

    “Jumlah yang dinilai cukup untuk membantu kebutuhan konsumsi dasar rumah tangga dalam jangka pendek,” ungkapnya.

    Pemkot Bandung juga menaruh perhatian serius pada kualitas bantuan. Pengawasan dilakukan secara berlapis mulai dari gudang penyimpanan hingga proses distribusi di lapangan.

    “Pemeriksaan bertujuan memastikan beras dan minyak goreng yang diterima masyarakat dalam kondisi layak konsumsi, sekaligus mencegah adanya penurunan kualitas selama proses pengiriman,” jelasnya.

    Gin Gin menyebutkan hingga 2 Mei 2026, realisasi penyaluran telah mencapai 41.403 penerima atau sekitar 28 persen dari total target. Distribusi tahap awal ini sudah menjangkau 8 kecamatan dan 28 kelurahan.

    “Capaian menunjukkan proses distribusi masih terus berjalan dan akan diperluas ke wilayah lainnya dalam waktu dekat. Pemkot Bandung menargetkan seluruh penerima dapat terlayani secara bertahap,” tegasnya.

    Percepatan distribusi menjadi kunci agar bantuan segera dirasakan masyarakat, terutama di tengah fluktuasi harga bahan pokok yang masih terjadi di sejumlah pasar.

    “Selain membantu konsumsi rumah tangga, program mampu menahan laju inflasi pangan dengan menjaga ketersediaan dan aksesibilitas komoditas utama,” ujar Gin Gin.

    Gin Gin menambahkan melalui intervensi pangan ini, stabilitas harga dapat terjaga dan tekanan ekonomi masyarakat berpenghasilan rendah dapat berkurang secara signifikan.(dsn)

  • Mantap! BPJS Ketenagakerjaan Bandung Suci Perkuat Layanan bagi Buruh di Balai Kota

    Mantap! BPJS Ketenagakerjaan Bandung Suci Perkuat Layanan bagi Buruh di Balai Kota

    POJOKBANDUNG.COM, KOTA BANDUNG- Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kota Bandung berlangsung meriah dengan semangat kolaborasi yang kuat antara elemen buruh, pengusaha, dan pemerintah.

    Melalui kegiatan bertajuk “Gebyar May Day 2026” yang digelar di Balai Kota Bandung pada Minggu, 3 Mei 2026, ratusan pekerja berkumpul untuk mengikuti rangkaian acara yang menekankan pentingnya sinergi dan kebersamaan.

    Momentum ini menjadi bukti nyata bahwa hubungan industrial di Kota Bandung terus dibangun di atas landasan harmonisasi dan dialog. BPJS Ketenagakerjaan Bandung Suci turut mengambil peran strategis dalam menyukseskan perhelatan tersebut sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kesejahteraan pekerja. Selain berkontribusi dalam menyediakan berbagai doorprize menarik bagi para peserta, BPJS Ketenagakerjaan juga membuka booth layanan khusus di lokasi acara.

    Kehadiran booth ini dimaksudkan untuk memberikan kemudahan akses bagi para pengunjung yang ingin berkonsultasi mengenai program perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan secara langsung.

    Pps. Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bandung Suci, Suarni menjelaskan bahwa partisipasi ini merupakan hasil kerja sama erat dengan Disnaker dan Forum Komunikasi Serikat Pekerja serta Serikat Buruh Kota Bandung.

    Menurutnya, May Day adalah momen yang tepat untuk menyapa langsung para peserta. Pihaknya hadir guna memastikan para buruh mendapatkan informasi yang akurat mengenai manfaat program, rencana pembayaran iuran, serta berbagai fitur layanan lainnya.

    Lebih lanjut, Suarni berharap kehadiran tim BPJS Ketenagakerjaan di lapangan dapat membantu masyarakat pekerja mendapatkan penjelasan yang lebih jelas dan komprehensif. Mengingat sebagian besar anggota serikat pekerja di Bandung merupakan peserta aktif, edukasi mengenai manfaat program sangat krusial untuk memberikan rasa aman selama mereka bekerja.

    Sebagai bentuk apresiasi, BPJS Ketenagakerjaan juga membagikan souvenir bagi para pengunjung yang aktif berinteraksi di booth layanan mereka. Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, dalam sambutannya menekankan bahwa peringatan May Day harus menjadi momentum penguat kolaborasi antar pemangku kepentingan. Ia mengajak seluruh pihak untuk mempererat hubungan antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah sebagai fasilitator. Dengan semangat gotong royong ini, ia optimis visi mewujudkan Bandung yang unggul dapat tercapai melalui stabilitas ekonomi dan ketenagakerjaan yang terjaga baik.

    Iskandar juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, termasuk Dinas Ketenagakerjaan dan Forum Komunikasi Serikat Pekerja/Serikat Buruh. Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana, menambahkan bahwa perayaan di tingkat kota ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan yang telah dimulai sejak 1 Mei lalu, mencakup koordinasi keberangkatan buruh ke Jakarta hingga acara puncak di daerah. Yayan menjelaskan bahwa Gebyar May Day tahun ini mengusung semangat “Buruh Sejahtera, Pengusaha Maju, dan Pemerintah Berwibawa”.

    Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 500 pekerja yang mewakili 14 serikat pekerja di Kota Bandung. Meski kapasitas lokasi cukup terbatas, antusiasme peserta tetap tinggi. Ia berharap peringatan ini tidak hanya sekadar ajang perayaan tahunan, tetapi juga menjadi ruang dialog yang efektif untuk menyelesaikan berbagai persoalan ketenagakerjaan melalui musyawarah.

    Selain aspek formal, acara ini juga menyediakan berbagai layanan publik yang menyentuh kebutuhan dasar pekerja. Mulai dari layanan kependudukan, layanan ketenagakerjaan, aksi donor darah, hingga pemberian santunan bagi anak yatim dan panggung hiburan.

    Keberagaman layanan ini menunjukkan bahwa kolaborasi lintas sektor mampu memberikan manfaat yang luas dan nyata, melampaui sekadar perayaan seremonial di atas panggung. Ketua Panitia Gebyar May Day 2026, Hermawan, menegaskan bahwa soliditas 14 serikat pekerja yang terlibat mencerminkan komitmen bersama dalam menjaga kondusivitas kota.

    Rangkaian acara juga diisi dengan kegiatan fisik seperti jalan sehat dan aksi kebersihan melalui gerakan “Bandung Asri”. Hal ini menunjukkan bahwa kaum buruh di Kota Bandung tidak hanya peduli pada isu kesejahteraan di tempat kerja, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial terhadap kebersihan lingkungan kota.

    Melalui kolaborasi yang terus terjaga antara BPJS Ketenagakerjaan, pemerintah, dan serikat buruh, peringatan May Day di Kota Bandung diharapkan mampu memperkuat hubungan industrial yang harmonis. Dengan terjaminnya perlindungan sosial dan terbukanya ruang dialog, kesejahteraan pekerja dapat meningkat seiring dengan keberlanjutan dunia usaha.

    Semangat kebersamaan di Balai Kota Bandung ini menjadi simbol optimisme bagi masa depan ketenagakerjaan yang lebih baik di Kota Kembang. (sol)

  • Waduh! Truk Misterius Tabrak Pengendara Motor di Jalan A H Nasution Kota Bandung, Korban Meninggal Seketika

    Waduh! Truk Misterius Tabrak Pengendara Motor di Jalan A H Nasution Kota Bandung, Korban Meninggal Seketika

    POJOKBANDUNG.COM, KOTA BANDUNG – Seorang pengendara sepeda motor, berinisial GN meninggal seketika setelah terlibat kecelakaan lalu lintas dengan sebuah truk yang belum diketahui identitasnya di Jalan A H Nasution, Kelurahan Cipadung, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung, Selasa (14/4/2026) sekitar pukul 20.02 WIB. Insiden kecelakaan menyisakan tanda tanya besar lantaran pengemudi truk langsung melarikan diri usai kejadian.

    GN, warga Kota Bandung meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka parah setelah terjatuh dari sepeda motor yang dikendarainya usai diduga terserempet kendaraan berat.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan bermula saat korban mengendarai sepeda motor Honda Beat bernomor polisi D 2683 ACZ dari arah barat menuju timur di ruas Jalan A H Nasution. Kondisi lalu lintas saat itu dilaporkan relatif lancar.

    Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Bandung, Fiekry Adi Perdana menjelaskan peristiwa nahas terjadi saat korban berada di titik kejadian perkara (TKP) dan bersinggungan dengan kendaraan lain.

    Menurut Fiekry, sepeda motor yang dikendarai korban diduga tersenggol oleh kendaraan jenis light truck yang melaju di jalur berlawanan. Benturan menyebabkan korban kehilangan kendali hingga akhirnya terjatuh ke badan jalan.

    “Setiba di TKP, kendaraan korban tersenggol atau terserempet oleh kendaraan yang diduga jenis light truck,” ujar Fiekry saat dikonfirmasi, Rabu (15/4/2026).

    Akibat benturan itu, korban mengalami luka fatal dan dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian. Tidak ada kesempatan bagi korban untuk mendapatkan pertolongan medis karena kondisinya sudah tidak tertolong.

    Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan olah TKP dan mengevakuasi jasad korban. Selanjutnya, jenazah GN dibawa ke instalasi forensik RS Hasan Sadikin Bandung untuk penanganan lebih lanjut.

    “Korban meninggal dunia di TKP dan langsung dibawa ke Forensik RSHS Kota Bandung,” kata Fiekry.

    Hasil penyelidikan sementara mengungkap kecelakaan diduga terjadi saat korban hendak berbelok ke kanan. Pada saat bersamaan, truk melaju dari arah berlawanan dan menyenggol bagian kendaraan korban.

    Benturan yang terjadi dalam waktu singkat itu membuat korban tidak sempat menghindar. Posisi kendaraan yang berlawanan arah memperbesar risiko tabrakan, terlebih jika jarak sudah terlalu dekat.

    Fiekry menduga adanya unsur kecerobohan dari pengemudi truk yang terlibat dalam kecelakaan. Dugaan ini diperkuat dengan tindakan pengemudi yang tidak berhenti setelah kejadian.

    Alih-alih memberikan pertolongan, pengemudi truk justru melanjutkan perjalanan dan meninggalkan lokasi, sehingga menyulitkan proses identifikasi kendaraan yang terlibat.

    “Pengendara truk diduga ceroboh karena tidak menghentikan kendaraan dan tidak memberikan pertolongan setelah kecelakaan,” ujar Fiekry.

    Hingga kini, pihak Satlantas Polrestabes Bandung masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap identitas pengemudi truk misterius. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan untuk memperjelas kronologi kejadian.

    Selain itu, polisi juga tengah mengumpulkan bukti tambahan, termasuk kemungkinan rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian, guna mempercepat pengungkapan kasus tabrak lari yang menewaskan pengendara motor.(dsn)

  • Harga Plastik Naik, Pelaku UMKM di Bandung Raya Pilih Untung Tipis Asal Harga Tak Naik

    Harga Plastik Naik, Pelaku UMKM di Bandung Raya Pilih Untung Tipis Asal Harga Tak Naik

    POJOKBANDUNG.COM, KOTA BANDUNG – Kenaikan harga plastik yang mencapai 30 hingga 50 persen dalam sepekan terakhir mulai menekan pelaku UMKM, khususnya pedagang minuman dan kuliner di Bandung. Meski biaya produksi melonjak, sebagian besar pelaku usaha memilih tidak menaikkan harga jual demi menjaga daya beli pelanggan yang masih lemah.

    Pedagang minuman dan warung, Fitri mengaku lonjakan harga terasa saat belanja bahan kemasan cup, sedotan, dan plastik minuman. Ia menyebut modal yang sebelumnya berkisar Rp900 ribu kini tembus lebih dari Rp1 juta untuk kebutuhan yang sama. Menurut Fitri, pilihan untuk menaikkan harga bukan keputusan mudah. Ia masih menahan kenaikan harga jual, meski konsekuensinya harus merelakan margin keuntungan yang terus tergerus.

    “Kalau dinaikkan Rp1.000 sampai Rp2.000, takut pelanggan kabur. Jadi sementara ditanggung dulu,” ujar Fitri, Selasa (7/4/2026).

    Kondisi serupa diungkapkan pedagang di kawasan Lengkong Kecil, Saupri mencatat kenaikan harga plastik mencapai sekitar 20 persen, dengan harga cup plastik ukuran standar naik dari Rp9 ribu menjadi Rp11 ribu per 50 buah, sementara tutup plastik naik dari Rp4 ribu menjadi Rp5 ribu.

    “Kenaikan ini, tidak hanya berdampak pada pedagang minuman, tetapi juga pelaku usaha kuliner secara luas. Pasalnya, kemasan plastik menjadi kebutuhan utama dalam operasional harian, terutama untuk layanan bawa pulang,” kata Saupri.

    Lebih jauh, Saupri menyebut pelaku usaha kuliner menghadapi tekanan berlapis. Selain kemasan, harga bahan baku makanan juga ikut merangkak naik, terutama komoditas buah yang kini semakin sulit didapat di pasaran. Saupri mengungkapkan di sejumlah pasar Andir dan Ciroyom, harga buah melonjak signifikan. Mangga kaweni misalnya, naik dari Rp18 ribu menjadi Rp25 ribu per kilogram. Alpukat dari Rp22 ribu menjadi Rp28 ribu, buah naga dari Rp15 ribu ke Rp20 ribu, dan melon dari Rp17 ribu menjadi Rp25 ribu per kilogram.

    “Kenaikan ini diduga dipicu oleh terbatasnya pasokan di tingkat pedagang grosir, adanya pemborongan oleh pemasok besar yang membuat barang semakin langka di pasar tradisional,” ucapnya.

    Dampaknya, Saupri menambahkan pedagang kuliner kini dihadapkan pada dilema. Jika harga dinaikkan, mereka khawatir kehilangan pelanggan. Namun jika takaran bahan dikurangi, kualitas rasa produk ikut berubah dan berpotensi mengecewakan konsumen. Kondisi serupa juga dirasakan pelaku usaha kopi kekinian, Didin menyebut kenaikan harga plastik secara langsung memukul margin usaha, terutama karena kemasan menjadi bagian tak terpisahkan dari produk minuman siap saji.

    “Untuk sekarang kami belum berani menaikkan harga, karena daya beli masyarakat masih belum stabil. Takaran juga tetap dipertahankan supaya kualitas rasa tidak berubah,” kata Didin.

    Didin pun menambahkan, hingga saat ini belum ada alternatif bahan kemasan ramah lingkungan yang benar-benar bisa menggantikan fungsi plastik untuk produk minuman kopi dan jus. Didin juga mengungkapkan kenaikan harga plastik mulai terasa sejak akhir pekan lalu. Harga cup plastik yang sebelumnya Rp15 ribu kini naik menjadi Rp19 ribu, dan tren kenaikan diperkirakan masih akan berlanjut.

    Para pelaku UMKM berharap kondisi ini terus berlanjut, pelaku UMKM tidak menutup kemungkinan akan melakukan penyesuaian harga dalam waktu dekat. Namun langkah penyesuaian harga jual tetap menjadi opsi terakhir di tengah kekhawatiran turunnya daya beli masyarakat. Di tengah tekanan biaya produksi yang meningkat, pelaku UMKM kini bertaruh pada loyalitas pelanggan. Mereka memilih bertahan, meski harus mengorbankan keuntungan, demi menjaga keberlangsungan usaha di tengah situasi yang belum pasti.

    Kenaikan harga plastik juga dirasakan di sejumlah pasar di Kabupaten Bandung Barat. Harga plastik di pasar Tagog Padalarang yang mengalami kenaikan yakni plastik kiloan (PE/PP/bening) Rp19.000-Rp22.000 per kilogram, plastik kresek/hitam Rp15.000-Rp25.000 per pack.  Sementara itu, plastik PE bening besar Rp20.000-Rp59.000 per pack, tali rafia Rp23.000-Rp25.000 per gulung, plastik PP roll Rp14.000-Rp112.000 tergantung ukuran, gelas plastik Rp23.000-Rp55.000, serta styrofoam Rp35.000-Rp55.000.

    Pedagang plastik di Pasar Tagog Padalarang, Kiki (48) mengatakan, kenaikan harga tersebut merata di setiap jenis plastik yang menjadi pemakaian rutin warga maupun para pedagang.

    “Harga plastik naik hampir semua jenis, mulai dari kantong, gelas, sedotan, hingga styrofoam. Biaya operasional kami ikut terdampak signifikan,” katanya.

    Ia menambahkan, lonjakan harga ini membuat pelaku usaha kecil kesulitan menyesuaikan biaya produksi tanpa memangkas keuntungan.

    “Setiap kali harga naik, kami harus menghitung ulang modal, stok, dan harga jual. Jika terus berlanjut, usaha kecil bisa kesulitan bertahan,” katanya.

    Sementara itu, Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menyampaikan pemerintah saat ini tengah membahas langkah mitigasi atas kenaikan harga plastik, yang dipicu oleh lonjakan biaya bahan baku akibat ketidakpastian pasokan global, termasuk dampak konflik di Timur Tengah.

    Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut telah berdampak pada pelaku UMKM, sehingga pemerintah menyiapkan langkah untuk menjaga keberlangsungan usaha kecil dan menengah. Maman mengakui bahwa sejumlah pelaku UMKM telah menyampaikan keluhan terkait naiknya harga plastik untuk kemasan produk.

    “Sudah ada aspirasi yang masuk. Kebutuhan plastik untuk bungkus produk memang naik. Tapi kami akan siapkan mitigasinya,” kata Maman.

    Ia mengatakan Kementerian UMKM akan berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan untuk menentukan langkah yang tepat dalam mengatasi dampak kenaikan bahan baku plastik. Terkait detail langkah yang akan diambil, Maman menilai masih terlalu dini untuk dijelaskan sebelum pembahasan teknis selesai

    Di sisi lain, Anggota Komisi VI DPR RI Firnando Ganinduto mengingatkan pemerintah untuk segera melakukan intervensi pasar dan melindungi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dari kenaikan harga plastik beberapa waktu terakhir. Menurut dia, kenaikan harga plastik lebih dari dua kali lipat telah menekan margin keuntungan pelaku usaha kecil dan berada dalam posisi dilematis karena tidak dapat dengan mudah menaikkan harga jual tanpa berisiko kehilangan konsumen.

    “Ini bukan sekadar kenaikan harga biasa, tetapi sudah masuk kategori tekanan biaya yang serius bagi UMKM,” kata Firnando dalam keterangannya di Jakarta.

    Ia mengatakan kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut tanpa respons kebijakan yang konkret dari pemerintah. Kementerian Perdagangan, kata dia, perlu segera mengambil langkah strategis untuk mengendalikan harga dan memastikan ketersediaan bahan baku di pasar domestik.

    “Jika tidak segera diintervensi, dampaknya bisa meluas ke penurunan daya tahan usaha kecil dan berpotensi memicu inflasi sektor informal,” ujarnya.

    Kenaikan harga plastik dipicu oleh terganggunya pasokan global dan industri petrokimia. Menurutnya, fenomena ini merupakan bentuk nyata dari cost push inflation, di mana kenaikan biaya input produksi memaksa pelaku usaha menanggung beban tambahan. Dalam kondisi ini, UMKM menjadi pihak yang paling rentan karena keterbatasan daya tawar dan akses terhadap alternatif bahan baku.

    “Pemerintah perlu segera melakukan stabilitas melalui beberapa langkah, seperti pengawasan distribusi bahan baku serta penguatan industri petrokimia dalam negeri guna mengurangi ketergantungan terhadap pasokan global,” tandasnya. (arh/jpc/dsn/kro)

    DATA DAN FAKTA

    – Kenaikan harga plastik yang mencapai 30 hingga 50 persen.

    – Kenaikan plastik membuat UMKM harus mengeluarkan modal lebih besar.

    – Kenaikan plastik belum membuat UMKM menaikkan harga.

    – UMKM masih menahan kenaikan harga jual, meski margin keuntungan berkurang.

    – Harga cup plastik ukuran standar naik dari Rp9 ribu menjadi Rp11 ribu per 50 buah.

    – Sementara tutup plastik naik dari Rp4 ribu menjadi Rp5 ribu.

    – Harga plastik kiloan (PE/PP/bening) Rp19.000-Rp22.000 per kilogram.

    – Harga plastik kresek/hitam Rp15.000-Rp25.000 per pack.

    – Plastik PE bening besar Rp20.000-Rp59.000 per pack.

    – Harga tali rafia Rp23.000-Rp25.000 per gulung.

    – Harga plastik PP roll Rp14.000-Rp112.000 tergantung ukuran.

    – Harga gelas plastik Rp23.000-Rp55.000.

     

     

  • Bukan Hanya Taman Biasa, Kiara Artha Park Bandung yang Bikin Wisatawan Betah Berlama-lama

    Bukan Hanya Taman Biasa, Kiara Artha Park Bandung yang Bikin Wisatawan Betah Berlama-lama

    POJOKBANDUNG.COM, KOTA BANDUNG – Lonjakan pengunjung terjadi di Kiara Artha Park pada H+3 libur Hari Raya Idulfitri 2026, ribuan warga memadati ruang terbuka hijau di kawasan timur Kota Bandung sejak sore hingga malam hari, menjadikan taman Kiara Artha Park salah satu destinasi favorit wisata urban selama libur Lebaran.

    Memasuki pukul 17.00 WIB, arus kendaraan menuju kawasan Batununggal mulai mengalami kepadatan. Kondisi yang menandakan tingginya minat masyarakat untuk menghabiskan waktu liburan di ruang publik yang menawarkan kombinasi rekreasi, hiburan, dan estetika visual dalam satu lokasi.

    Fenomena yang memperlihatkan perubahan pola wisata masyarakat yang kini cenderung memilih tempat terbuka dengan konsep modern dan multifungsi. Kiara Artha Park tidak hanya berfungsi sebagai taman, tetapi juga menjadi pusat interaksi sosial yang diminati berbagai kalangan, mulai dari keluarga hingga generasi muda.

    Daya tarik utama Kiara Artha Park terletak pada perpaduan arsitektur modern dengan suasana senja yang dramatis. Cahaya lampu taman yang mulai menyala saat matahari terbenam menciptakan nuansa sinematik yang banyak diburu pengunjung untuk kebutuhan konten media sosial.

    Area yang luas memungkinkan beragam aktivitas dilakukan secara bersamaan. Pengunjung terlihat melakukan olahraga ringan, bermain bersama anak, hingga menikmati kuliner di deretan kafe berkonsep industrial yang mengelilingi kawasan taman.

    Salah satu fasilitas yang paling diminati penyewaan skuter listrik. Anak-anak hingga orang dewasa tampak memanfaatkan wahana ini untuk berkeliling area taman tanpa mengganggu pejalan kaki, berkat penataan ruang yang cukup rapi.

    Seorang wisatawan asal Jakarta, Amelia Syachqy mengaku sengaja datang untuk merasakan suasana malam di Kiara Artha Park sebelum kembali ke ibu kota. Ia menilai tempat ini memiliki nuansa yang berbeda dibanding ruang publik yang ada.

    Amelia mengungkapkan pencahayaan dan tata ruang taman memberikan pengalaman visual yang menarik, bahkan memiliki kemiripan dengan taman-taman di luar negeri, terutama dari sisi estetika untuk fotografi.

    Bagi warga lokal, keberadaan taman Kiara Artha Park menjadi solusi rekreasi terjangkau dengan fasilitas yang relatif lengkap. Warga Antapani, Oky Raditya menyebut aspek keamanan, alasan utama dirinya rutin berkunjung bersama keluarga.

    “Area terbuka yang luas membuat anak-anak bisa bermain dengan leluasa, sementara orang tua tetap dapat mengawasi dari jarak aman. Kondisi yang menciptakan kenyamanan dalam menikmati waktu bersama keluarga,” ujar Oky, Senin (23/3/2026).

    Dampak positif juga dirasakan oleh pelaku usaha di sekitar kawasan. Penyedia jasa skuter listrik, Khumiz menyebut jumlah penyewa tetap stabil bahkan meningkat.

    “Adanya pergeseran tren wisata ke arah pengalaman yang menggabungkan aktivitas fisik dengan teknologi, terutama di kalangan anak muda yang aktif di media sosial,” ucap Khumiz.

    Atraksi unggulan lain yang tak pernah sepi penonton Dancing Fountain. Pertunjukan air mancur menari ini menjadi magnet utama yang dinanti pengunjung setiap malam.

    Mahasiswa, Arhan Khan mengungkapkan momen pertunjukan menjadi bagian paling dinantikan karena visualnya dinilai menarik dan mudah dibagikan di platform digital media sosial.

    Selain daya tarik visual, faktor aksesibilitas juga menjadi keunggulan. Lokasi Kiara Artha Park yang strategis membuatnya mudah dijangkau baik menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum.

    Kebersihan fasilitas toilet dan tempat ibadah turut menjadi nilai tambah. Kondisi yang membuat pengunjung merasa nyaman untuk berlama-lama berada di area taman hingga malam hari.

    Seorang fotografer amatir, Bayu Sagara menilai pencahayaan di waktu blue hour menjadi salah satu yang terbaik di Bandung. Minimnya polusi cahaya dinilai mendukung hasil foto dengan komposisi yang lebih dramatis.

    Bayu menyebut siluet pengunjung dengan latar langit senja menciptakan dimensi visual yang kuat, menjadikan lokasi taman ideal untuk pengambilan foto bertema urban.

    Dari sisi keamanan, situasi di lapangan terpantau kondusif. Petugas keamanan terlihat rutin melakukan patroli, sementara pengaturan zona antara area komersial dan ruang bebas publik membantu menjaga kelancaran arus pengunjung.

    Kesadaran pengunjung dalam menjaga kebersihan juga dinilai meningkat. Banyak warga yang tertib membuang sampah pada tempatnya, mencerminkan kepedulian terhadap fasilitas publik.

    Di sektor kuliner, beragam pilihan makanan tersedia di dalam kawasan taman. Mulai dari jajanan tradisional hingga menu internasional, semuanya dapat dinikmati tanpa harus keluar dari area wisata.

    Salah seorang pengunjung, Sidkiah mengaku terbantu dengan kelengkapan fasilitas tersebut. Ia dapat bersantai sambil menikmati makanan tanpa perlu repot mencari tempat lain di luar taman.

    Menjelang pukul 19.00 WIB, suasana Kiara Artha Park semakin ramai dengan dominasi cahaya lampu yang menciptakan nuansa futuristik. Area tangga beton dipadati pengunjung yang ingin mendapatkan posisi terbaik menyaksikan pertunjukan air mancur.

    Ramainya aktivitas dan interaksi sosial yang terjadi menunjukkan Kiara Artha Park telah berkembang menjadi lebih dari sekadar ruang terbuka hijau. Taman kini menjadi simbol gaya hidup urban baru di Kota Bandung.(dsn)

     

     

  • Remisi Lebaran 2026 di Lapas Sukamiskin, 303 Napi Dapat Pengurangan Hukuman, 1 Orang Langsung Bebas

    Remisi Lebaran 2026 di Lapas Sukamiskin, 303 Napi Dapat Pengurangan Hukuman, 1 Orang Langsung Bebas

    POJOKBANDUNG.COM, KOTA BANDUNG – Sebanyak 303 narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Sukamiskin, Kota Bandung, sudah menerima Remisi Khusus (RK) Hari Raya Idul Fitri 2026. Dari jumlah terdata, satu orang narapidana dipastikan langsung bebas usai mendapatkan remisi, sementara ratusan lainnya memperoleh pengurangan masa hukuman.

    Kepala Lapas Kelas I Sukamiskin, Fajar Nur Cahyono menyampaikan pemberian remisi ini merupakan bagian dari kebijakan rutin pemerintah dalam rangka perayaan Hari Raya Idul Fitri, dengan tetap mengacu pada syarat administratif dan substantif yang ketat.

    Fajar Nur Cahyono mengungkapkan data per 21 Maret 2026 mencatat, total penghuni Lapas Sukamiskin mencapai 472 orang. Dari jumlah terdata, sebanyak 470 orang berstatus narapidana dan dua lainnya masih berstatus tahanan. Sementara itu, narapidana yang beragama Islam tercatat sebanyak 407 orang.

    Fajar menjelaskan dari total napi Muslim, sebanyak 303 orang dinyatakan memenuhi syarat untuk diusulkan menerima Remisi Khusus Idul Fitri tahun ini. Rinciannya, 302 orang mendapatkan Remisi Khusus I atau pengurangan sebagian masa pidana, dan satu orang memperoleh Remisi Khusus II yang membuatnya langsung bebas.

    Lebih lanjut Fajar menjelaskan remisi hanya diberikan kepada narapidana yang telah memenuhi sejumlah persyaratan, di antaranya telah menjalani masa pidana lebih dari enam bulan dan berkelakuan baik selama menjalani pembinaan di dalam lapas.

    “Narapidana juga wajib aktif mengikuti program pembinaan dengan hasil baik, tidak sedang menjalani hukuman disiplin dalam enam bulan terakhir, serta tidak sedang menjalani pidana pengganti denda atau uang pengganti,” ujar Fajar saat ditemui di kantornya, Minggu (22/3/2026).

    Menurutnya, syarat lainnya, narapidana harus menunjukkan penurunan tingkat risiko, bukan merupakan terpidana mati atau pidana seumur hidup, serta tidak sedang menjalani program Cuti Menjelang Bebas.

    Fajar mengungkapkan besaran remisi yang diusulkan bervariasi, tergantung lama masa pidana yang telah dijalani. Untuk Remisi Khusus I, sebanyak 12 orang mendapat pengurangan 15 hari, 230 orang mendapat pengurangan satu bulan, 54 orang mendapat satu bulan 15 hari, dan enam orang memperoleh remisi dua bulan.

    Sementara itu, satu narapidana yang menerima Remisi Khusus II mendapatkan pengurangan masa pidana selama satu bulan yang langsung mengantarkannya pada kebebasan di momen Lebaran tahun ini.

    Di sisi lain, Fajar menyebut terdapat 104 narapidana yang tidak diusulkan mendapatkan remisi pada Idul Fitri 2026. Hal ini disebabkan berbagai faktor administratif maupun substantif yang belum terpenuhi.

    “Rinciannya, sebanyak 58 orang masih menjalani pidana subsider, 24 orang sedang dalam proses usulan pembebasan bersyarat, dan tiga orang berstatus pidana seumur hidup,” ungkapnya.

    Selain itu, Fajar mengatakan terdapat pula tiga narapidana yang masuk dalam daftar register F atau tercatat melakukan pelanggaran disiplin, sehingga tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan remisi.

    “Sebanyak 11 narapidana lainnya masih dalam proses pengajuan remisi susulan, sementara tiga orang belum memenuhi syarat minimal masa pidana enam bulan,” katanya.

    Fajar menegaskan proses pengusulan remisi dilakukan secara transparan dan berbasis sistem melalui Sistem Database Pemasyarakatan (SDP), guna memastikan akurasi data serta menghindari potensi penyimpangan.

    “Remisi ini bukan sekadar pengurangan masa hukuman, tetapi juga bentuk apresiasi negara kepada warga binaan yang menunjukkan perubahan perilaku ke arah yang lebih baik,” ujar Fajar.

    Fajar menambahkan pemberian remisi khusus Idul Fitri ini dapat menjadi motivasi bagi para narapidana untuk terus berperilaku baik dan aktif mengikuti program pembinaan, sehingga siap kembali ke masyarakat setelah menjalani masa pidana.(dsn)

  • Ini Rekomendasi Lima Destinasi Favorit Selama Libur Lebaran di Jabar

    Ini Rekomendasi Lima Destinasi Favorit Selama Libur Lebaran di Jabar

    POJOKBANDUNG.COM- Jumlah kunjungan wisata di Jawa Barat selama masa libit Hari Raya Idul Fitri 1447 diprediksi bakal meningkat.

    Berdasarkan data Badan Pusat Statistik pada tahun lalu sebanyak 211,76 juta wisatawan nusantara menghabiskan waktunya untuk berlibur di Tanah Pasundan. Dari jumlah tersebut, angka tertinggi berada di bulan April dengan catatan 22,52 juta perjalanan.

    Kondisi demikian terjadi karena di bulan April tahun lalu terdapat momen libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah.

    Berkaca dari tahun lalu, diprediksi jumlah kunjungan wisatawan akan kembali meningkat di masa libur panjang kali ini. Dari sekian banyak destinasi wisata, sedikitnya ada tujuh tempat yang kemungkinan besar bakal diserbu pengunjung pada libur panjang nanti.

    Berikut tujuh destinasi wisata populer di Jawa Barat:

    1.⁠ ⁠Pantai Pangandaran
    Pantai Pangandaran menjadi salah satu destinasi yang sering dikunjungi. Setiap akhir pekan, pantai ini selalu ramai dipadati ribuan pengunjung dari berbagai daerah. Jumlahnya diyakini akan meningkat saat libur lebaran nanti.

    Tak hanya Pantai Pangandaran (pantai timur dan pantai barat), destinasi di sekitarnya juga menjadi incaran para wisatawan. Tempat-tempat seperti Pantai Madasari, Pantai Batuhiu, Pantai Batukaras, hingga Green Canyon (Cukang Taneuh) selalu disinggahi banyak pengunjung.

    Berbagai daya tarik tersaji mulai dari pemandangan alam, wisata air, water sport, atau sekadar berburu kuliner laut. Meski selalu ramai, Pangandaran nyatanya masih menggoda masyarakat untuk berbondong-bondong datang berwisata.

    2.⁠ ⁠Ciwidey Bandung
    Setiap libur panjang, kawasan Ciwidey selalu macet dipadati wisatawan dari berbagai daerah. Tujuan mereka sama, menikmati udara dingin khas dataran tinggi sembari mengunjungi beberapa destinasi seperti Situ Patenggang, Ranca Upas, atau Kawah Putih.

    Tak hanya itu, bahkan ada wisatawan yang hanya sekadar melihat hamparan kebun teh yang menyegarkan mata. Pemandangan cantik tersebut dapat dilihat secara gratis sepanjang jalan Ciwidey sampai ke kawasan Rancabali.
    Sebagai oleh-oleh, tersaji banyak pilihan seperti Kalua Jeruk, Dodol, Peyeum, atau buah stroberi khas Ciwidey. Di sana juga terdapat banyak rumah makan yang menawarkan kuliner khas Sunda dan juga Nusantara.

    3.⁠ ⁠Puncak Bogor
    Kawasan Puncak di Kabupaten Bogor menjadi langganan wisatawan di momen-momen liburan. Setiap akhir pekan, wilayah Puncak selalu ramai karena banyak daya tarik yang bisa dikunjungi masyarakat.

    Salah satu yang paling favorit adalah Taman Safari Indonesia. Di sana, pengunjung bisa melihat berbagai jenis hewan yang dilepasliarkan seperti di habitat aslinya. Selain itu, Taman Safari Indonesia juga menyiapkan beberapa wahana seperti rumah hantu, roller coaster, kereta gantung, dan permainan-permainan lainnya.

    Di kawasan Puncak, kalian juga bisa mengunjungi kebun teh, air terjun, hingga banyak rumah makan, mulai dari yang berkonsep tradisional hingga modern semisal Cimory Riverside atau HeHa Waterfall. Selain itu, di sana juga tersedia jasa sport tourism paralayang yang menantang adrenaline.

    4.⁠ ⁠Pantai Palabuhanratu
    Pantai Palabuhanratu menjadi destinasi wisata unggulan di ujung selatan Kabupaten Sukabumi. Lokasinya yang bersinggungan langsung dengan Samudera Hindia menjadikan pantai ini sangat eksotis dan menarik untuk dikunjungi.

    Selain Pantai Palabuhanratu, ada beberapa destinasi lainnya yang sayang bila dilewatkan. Di sekitar Palabuhanratu, terdapat wisata Pantai Karang Hawu yang ikonik, Pantai Citepus yang populer untuk keluarga, dan Pantai Cimaja untuk pecinta olahraga selancar.

    Jika ingin melipir lebih jauh lagi, kalian bisa singgah di Geyser Cisolok dan lanjut ke Kampung Adat Gelar Alam. Selain itu, bisa juga menikmati landscape pemandangan menakjubkan di kawasan Geopark Ciletuh.

    5.⁠ ⁠Lembang Bandung
    Kawasan Lembang juga selalu ramai di momen libur Idul Fitri. Para wisatawan yang berkunjung ke Lembang, biasanya singgah di destinasi-destinasi favorit seperti Floating Market, Farm House, The Great Asia Africa, atau Lembang Park & Zoo.

    Tak hanya itu, berbagai hidangan kuliner bisa kalian nikmati saat berkunjung ke kawasan Lembang. Dusun Bambu, Darmaga Sunda, Asep Stroberi, dan banyak tempat lainnya bisa menjadi alternatif untuk mengisi waktu libur nanti.

    Saking ramainya, kemacetan menjadi hal lumrah di sepanjang wilayah Lembang. Meski demikian, hal tersebut tidak menyurutkan antusiasme masyarakat untuk liburan di kawasan Lembang dan sekitarnya.

  • Untuk Memperkuat Jaringan, Indosat Hadirkan  AIvolusi5G di Kota Bandung

    Untuk Memperkuat Jaringan, Indosat Hadirkan AIvolusi5G di Kota Bandung

    1. POJOKBANDUNG.COM, KOTA BANDUNG – Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) menghadirkan pengalaman AIvolusi5G di berbagai titik strategis Kota Bandung khususnya di lokasi dengan aktivitas digital tinggi, yang mengintegrasikan kecanggihan Artificial Intelligence (AI) dengan jaringan generasi terbaru untuk mengelola trafik secara lebih cerdas dan efisien.
    Untuk Memperkuat Jaringan, Indosat Hadirkan  AIvolusi5G di Kota Bandung
    Executive Vice President (EVP) Head of Cirlce Jakarta Raya Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) Swandi Tjia (keempat kanan) dan Senior VP Head of Region West Java Mgs. Moh. Ali Safitri (ketiga kanan) menyosialisasikan teknologi AIvolusi5G kepada runner di sela-sela kegiatan The Unstoppable AIvolusi5G Run di Kiara Artha Park, Kota Bandung, Minggu, (15/2/2026).
    Foto-foto : Taofik Achmad Hidayat/ Pojok Bandung.

    Kegiatan yang diawali dengan Fun Run ini juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan pelaku UMKM lokal sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat melalui konektivitas digital.(opk)