POJOKBANDUNG.COM, JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mulai berfokus mengantisipasi lonjakan penumpang Tahun Baru 2026.
Salah satu titik yang mendapat perhatian lebih yaitu Pelabuhan Gilimanuk dan Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengimbau pihak terkait untuk mengantisipasi lonjakan arus penumpang penyeberangan pada musim liburan.
Terutama di Pelabuhan Gilimanuk dan Bandara I Gusti Ngurah Rai. Sebab, Pulau Bali adalah salah satu destinasi wisata favorit.
”Kami harus mengantisipasi yang ingin dan yang kembali dari liburan. Senantiasa waspada dan memastikan semua kapal-kapal yang akan digunakan layak,” ujarnya.
Menurut Dudy, keselamatan pelayaran adalah prioritas utama.
Dia mengingatkan petugas agar mewaspadai potensi cuaca ekstrem.
Cuaca ekstrem memang menjadi perhatian.
Sebab, hujan disertai angin kencang bisa memicu munculnya gelombang besar di laut.
Beberapa waktu lalu, satu kapal pinisi karam di perairan Denpasar Selatan akibat cuaca buruk.
”Pastikan kapal benar-benar layak melaut dan informasi cuaca dari BMKG harus terus diperbarui kepada masyarakat,” papar Dudy.
Sementara, Bandara I Gusti Ngurah Rai merupakan salah satu pintu masuk utama pariwisata nasional, bahkan internasional.
Untuk itu, keselamatan, keamanan, serta pelayanan kepada masyarakat dan wisatawan harus semakin optimal.
Balik Awal
Sejumlah masyarakat ternyata memutuskan kembali lebih cepat ke Jakarta di momen libur panjang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Dari data PT Jasa Marga, arus lalu lintas menuju Jabotabek pada H+2 Natal 2025 terpantau mulai meningkat.
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menyampaikan, pada H+2 libur Hari Raya Natal 2025 atau pada Sabtu (27/12) pukul 06.00 WIB sampai Minggu (28/12) pukul 06.00 WIB, arus lalu lintas kembali ke wilayah Jabotabek meningkat.
Totalnya 168.614 kendaraan yang kembali ke wilayah Ibukota dan sekitarnya. Itu angka kumulatif dari empat Gerbang Tol (GT) Utama.
Yakni, GT Cikupa (dari arah Merak), GT Ciawi (dari arah Puncak), dan GT Cikampek Utama (dari arah Trans Jawa) dan GT Kalihurip Utama (dari arah Bandung).
”Total volume lalin yang kembali ke wilayah Jabotabek ini meningkat 15,66 persen jika dibandingkan lalin normal yakni 145.778 kendaraan,” paparnya.
Adapun untuk distribusi lalu lintas kembali ke Jabotabek ini berasal dari tiga arah.
Mayoritas berasal dari arah Timur (Trans Jawa dan Bandung) sebanyak 78.835 kendaraan (46,75 persen).
Kemudian, 45.815 kendaraan (27,17 persen) dari arah Barat (Merak) dan 43.964 kendaraan (26,07 persen) dari arah Selatan (Puncak).
Meski arus balik sudah mulai terdeteksi, namun Jasa Marga juga mencatat masih adanya pergerakan masyarakat meninggalkan Jabotabek pada H-7 sampai H+2 Kamis (18/12) pukul 06.00 WIB sampai Minggu (28/12) pukul 06.00 WIB di empat GT Utama.
Kendaraan yang bergerak menuju Wilayah Timur Trans Jawa masih tinggi, tercatat sebanyak 40.904 kendaraan, atau meningkat 23,19 persen dibandingkan lalu lintas normal sebanyak 33.204 kendaraan.
Volume lalu lintas juga terlihat meningkat di ruas tol yang dikelola JTT di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Untuk wilayah Jawa Tengah misalnya.
Pada GT Kalikangkung. (raf/mia/aph/Jawa Pos)




















