Operasi SAR Hari Keenam Longsor di Kampung Pasir Kuning Desa Pasirlangu Cisarua KBB, Tiga Korban Kembali Ditemukan

POJOKBANDUNG.COM, KAB. BANDUNG BARAT – Operasi pencarian dan pertolongan korban longsor di Kampung Pasir Kuning Desa Pasirlangu Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat memasuki hari keenam, Kamis (29/1/2026).

Operasi SAR Hari Keenam Longsor di Kampung Pasir Kuning Desa Pasirlangu Cisarua KBB, Tiga Korban Kembali Ditemukan

Memasuki hari keenam, Kamis (29/1/2026), tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI, dan relawan masih berjibaku dengan material lumpur tebal di lokasi longsor Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Foto-foto : Diwan Sapta Nurmawan/Pojok Bandung

Tim SAR gabungan kembali mengevakuasi tiga korban yang ditemukan di area longsoran di Kampung Pasir Kuning Desa Pasirlangu dan selanjutnya diserahkan kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk proses identifikasi.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menjelaskan sejak hari pertama operasi hingga Kamis sore pukul 15.05 WIB, total 56 kantong jenazah telah diserahkan kepada Tim DVI.

Seluruh kantong jenazah merupakan hasil evakuasi bertahap dari lokasi terdampak longsor.

Abdul Muhari menuturkan kantong jenazah yang diterima Tim DVI tidak seluruhnya berisi jasad utuh.

Sebagian di antaranya berupa potongan anggota tubuh korban sehingga membutuhkan proses pendalaman dan pencocokan data secara lebih rinci oleh tim forensik.

“Seluruh temuan korban langsung diserahkan ke Tim DVI untuk dilakukan identifikasi lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar Abdul Muhari, Kamis (29/1/2026).

Abdul Muhari mengungkapkan lokasi penemuan korban pada hari keenam operasi berada di sektor A1 dan sektor B1. Kedua sektor tersebut hingga kini masih menjadi fokus utama pencarian karena diduga masih terdapat korban yang tertimbun material longsoran.

Untuk mempercepat proses pencarian dan evakuasi, tim SAR gabungan terus memperkuat dukungan peralatan berat di lapangan.

“Sedikitnya 15 unit ekskavator telah dikerahkan guna membuka timbunan tanah dan material bangunan yang menutup area pencarian,” katanya.

Menurutnya, selain alat berat, anjing pelacak juga dikerahkan untuk membantu mendeteksi keberadaan korban di bawah reruntuhan. Penggunaan berbagai metode pencarian dilakukan secara simultan dengan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel.

Hingga saat ini, penanganan bencana longsor tersebut masih difokuskan pada operasi pencarian dan pertolongan korban. Seluruh unsur yang terlibat bekerja secara terpadu di bawah koordinasi terpadu pos komando di lokasi bencana.

“Cuaca menjadi salah satu tantangan utama dalam pelaksanaan operasi. Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih kerap terjadi di sekitar lokasi longsor, sehingga berpotensi memperlambat proses pencarian sekaligus meningkatkan risiko pergerakan tanah susulan,” jelasnya.

Abdul Muhari menegaskan meski dihadapkan pada kondisi cuaca yang tidak menentu, semangat tim SAR gabungan tetap terjaga. Tercatat sebanyak 3.229 personel dari berbagai unsur terlibat aktif dalam operasi kemanusiaan, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, relawan, hingga unsur tenaga medis dan logistik.

Sementara itu, berdasarkan laporan Tim DVI per Rabu (28/1/2026) pukul 22.00 WIB, sebanyak 40 jenazah korban longsor telah berhasil diidentifikasi. Jenazah yang telah teridentifikasi segera diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

“BNPB memperkirakan masih terdapat 24 korban yang hingga kini belum ditemukan dan masih dalam proses pencarian. Jumlah bersifat sementara dan akan terus diperbarui sesuai dengan perkembangan hasil operasi di lapangan,” ungkapnya.

Abdul Muhari mengatakan proses identifikasi terhadap kantong jenazah yang telah diserahkan kepada Tim DVI masih terus berlangsung. Tim forensik bekerja secara teliti untuk memastikan keakuratan identitas korban sebagai bentuk penghormatan terhadap korban dan keluarga yang ditinggalkan.

Abdul Muhari menambahkan operasi pencarian dan pertolongan dijadwalkan kembali dilanjutkan, Jumat (30/1/2026) pagi. Tim SAR gabungan akan kembali menyisir sektor A dan sektor B yang dinilai masih memiliki potensi ditemukannya korban.

“Masyarakat untuk tetap bersabar serta memberikan dukungan kepada keluarga korban dan tim petugas di lapangan, seraya berharap seluruh korban yang masih dinyatakan hilang dapat segera ditemukan,” ujar Abdul Muhari.(dsn)

loading...

Feeds

Keluarga Petarung MMA, Yudi Cahyadi Bangga

POJOKBANDUNG.COM, SUMEDANG – Petarung Mixed Martial Art (MMA) asal Desa Trunamanggala, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Yudi Cahyadi (34), gagal melangkah …