Tag: kbb

  • Usai Terkatung-katung, Keluarga Ade Kembali Desa Puteran, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat

    Usai Terkatung-katung, Keluarga Ade Kembali Desa Puteran, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat

    POJOKBANDUNG.COM, BANDUNG BARAT – Satu keluarga asal Desa Puteran, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat yang terkatung-katung di Papua akhirnya bisa kembali ke kampung halamannya. Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Pelatihan, Produktivitas, Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi (P3TKT) Disnakertrans KBB, Dewi Andani, Senin (1/6/2026).

    Ia menambahkan, satu keluarga yang hidup terkatung-katung di Papua tersebut berhasil dipulangkan ke kampung halamannya dengan keadaan sehat. “Alhamdulillah sudah sampai lagi di kampung halamannya, tiba Minggu dini hari sekitar jam 01.30 WIB,” katanya.

    Masih kata dia, peristiwa tersebut berawal ketika sang kepala keluarga yakni Ade Halidan bersama istrinya Peni Herawati, serta dua anaknya berangkat ke Papua satu tahun lalu untuk berkerja di perkebunan kelapa sawit.  “Jadi awalnya sekeluarga ini ada yang menawari kerja di perkebunan sawit, mereka dibawa dulu ke Kalimantan. Kemudian dijanjikan kerja di Sorong, makanya mereka dibawa kesana,” katanya.

    Lebih lanjut ia mengatakan, usai tiba di tempat tujuan ternyata pekerjaan yang dijanjikan tidak ada lantaran perusahaan yang ditujunya ilegal. Bahkan Ade sempat bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.  “Ya mungkin sempat bekerja serabutan buat bertahan hidup. Akhirnya karena nasibnya enggak jelas juga, ditampung di dinas sosial di Sorong dan dipindahkan ke sebuah yayasan,” katanya.

    Ia menegaskan, usai berhasil dipulangkan ke kampung halamannya pihaknya akan berkoordinasi terkait pembinaan dan pelatihan untuk mendapatkan pekerjaan yang layak.  “Nanti Dinas Sosial dan Dinas Tanaga Kerja KBB akan memberikanm pendampingan untuk keluarga tersebut, nanti kita fasilitasi kepada program dinas supaya kedepannya bisa tersalurkan ke lowongan pekerjaan,” tandasnya. (kro)

  • Sampah Rumah Tangga dan Pasar Nyaris Tumpah ke Saguling di Kampung Cililin Timur

    Sampah Rumah Tangga dan Pasar Nyaris Tumpah ke Saguling di Kampung Cililin Timur

    POJOKBANDUNG.COM, KAB. BANDUNG BARAT – Sampah rumah tangga dan pasar di Kampung Cililin Timur, Desa Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), menumpuk dan nyaris tumpah ke bantaran Waduk Saguling. Kepala Desa Cililin, Tedi Kusniadi, mengatakan pihaknya telah melakukan penutupan di area tersebut namun warga tetap membuang sampah ke area ini.

    “Pembuangan sampah RW itu dari dulu pernah saya tutup, dan kemarin juga sempat saya tutup. Cuma memang susahnya warga,” katanya, Senin (18/5/2026).

    Ia menambahkan, pada awalnya lokasi tersebut digunakan untuk membuang sampah oleh warga sekitar. Namun kebiasaan itu diikuti oleh warga lain yang berasal dari RW lainnya. “Kami juga sudah berkoordinasi dengan Citarum Harum. Selain sampah rumah tangga, di situ juga ada sampah dari pasar. Kalau air meluap, sampahnya ikut ngalir ke sana (Waduk Saguling),” katanya.

    Lebih lanjut ia mengatakan, hingga saat ini pemerintah desa belum memiliki lokasi Tempat Pembuangan Sementara (TPS). Oleh karena itu, kendati sudah ditutup warga tetap beraktivitas membuang sampah ke tempat tersebut.

    “Kalau ditutup, warga bertanya buang sampah ke mana. Untuk lahan pengganti buat TPS sementara sampai saat ini belum ada,” katanya.

    Lebih lanjut ia mengatakan, akses menjadi kendala lain persoalan pengangkutan sampah. Pasalnya, armada sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (Dlh) tak bisa menjangkau area tersebut.

    “Jalan menuju titik penumpukan sampah sempit dan berada di sekitar lahan warga, sehingga armada pengangkut sampah dari Dinas Lingkungan Hidup KBB belum dapat menjangkau area secara optimal,” katanya.

    Ia menegaskan, pihaknya terus memberikan imbauan kepada warga agar tidak membuang sampah sembarangan, mengingat dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.

    “Sekarang fokusnya satu-satu dulu, selesaikan persoalan di Rancapanggung, nanti baru dilanjutkan ke yang lain,” pungkasnya. (kro)

  • Begini Cerita Urip Ripana Guru Bahasa Inggris di Kampung Gabusgirang Desa Karangtanjung Cililin KBB

    POJOKBANDUNG.COM, KAB. BANDUNG BARAT – Salah seorang guru SDN Giriasih di Kampung Gabusgirang, Desa Karangtanjung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat menceritakan perjuangannya mengajar di sekolah yang berada di kawasan terpencil.

    Dialah Urip Ripana seorang guru bahasa Inggris berusia 27 tahun, ia menceritakan awal mula memilih untuk mengajar di SDN Giriasih dan perjalanan menuju sekolah yang dialaminya setiap hari.

    Ia mengatakan, dirinya merupakan alumnus sekolah yang berjarak 2,6 kilometer dari jalan utama Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat tersebut. Kesehariannya menuju lokasi sekolah yang terjal dan rawan longsor ternyata kebiasaannya sejak dulu.

    “Sudah terbiasa dulu saya jalan kaki pulang pergi saat bersekolah maupun kuliah juga. Sesuatu yang sangat menghawatirkan di sini adalah saat curah hujan tinggi karena akses jalan sering tertutup oleh material longsor,” katanya saat ditemui belum lama ini.

    Ia menambahkan, saat musim penghujan tiba tidak jarang batu berukuran cukup besar jatuh dari atas bukit. Terlebih jalan berukuran lebar satu meter tersebut merupakan akses satu-satunya yang dilewati untuk menuju sekolah.

    “Yang paling sering ada baru berjatuhan menghalangi jalan dan hal itu harus kami hadapi ketika musim hujan datang,” katanya.

    Statusnya sebagai guru honorer saat ini masih dinikmatinya. Terlebih adanya Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 7 Tahun 2026 yang mengatur masa penugasan guru honorer dibatasi hingga 31 Desember 2026.

    “Menurut saya sangat menghawatirkan bagi guru honorer. Saya tahu pemerintah tidak akan mungkin membiarkan nasib kami (guru honorer),” katanya.

    Masih kata dia, terkait kebijakan pemerintah pusat tersebut memaksa dirinya untuk setiap hari mengupdate informasi terbaru. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui pasti alasan pemerintah membatasi masa tugas guru honorer hingga tahun 2026.

    “Itu bukan pemutusan tapi maksudnya agar kami diperpanjang dengan status yang baru bukan diberhentikan agar kami status jelas dan disejahterakan, mungkin seperti itu,” katanya.

    Ia menegaskan, pemerintah harus menyadari bahwa keberadaan tenaga guru honorer di Indonesia merupakan solusi di tengah keterbatasan guru yang ada di saat ini.

    “Hampir semua sekolah kekurangan guru kalau sekarang guru honorer dirumahkan bagaimana dengan nasib anak-anak (siswa),” tandasnya. (kro)

     

  • Jelang Libur Long Weekend Kota Bandung Mulai Macet, Pasteur dan Kawasan Sukajadi Ramai

    Jelang Libur Long Weekend Kota Bandung Mulai Macet, Pasteur dan Kawasan Sukajadi Ramai

    POJOKBANDUNG.COM, KOTA BANDUNG – Terpantau dari lokasi Kamis (14/5/2026), kawasan Pasteur, tepatnya di Jalan Dr Djunjunan mulai mengalami kepadatan.

    Jelang Libur Long Weekend Kota Bandung Mulai Macet, Pasteur dan Kawasan Sukajadi Ramai
    Kendaraan memadati kawasan Gerbang Tol Pasteur dan Sukajadi, Kota Bandung Kamis (14/5/2026). Foto-foto : Taofik Achmad Hidayat/Pojok Bandung.

    Kendaraan terpantau hilir mudik keluar dari gerbang tol maupun arah sebaliknya.

    Selain di Pasteur, kepadatan juga nampak terjadi di kawasan Sukajadi kendaraan wisatawan yang ingin mengarah ke sejumlah tempat lokasi di wilayah Lembang, Kabupaten Bandung Barat. (opk)

  • Tertimpa Longsor, Warga di Kampung Cibitung, Desa Ganjarsari, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat Terluka

    Tertimpa Longsor, Warga di Kampung Cibitung, Desa Ganjarsari, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat Terluka

    POJOKBANDUNG.COM, KAB. BANDUNG BARAT – Seorang warga di Kampung Cibitung, Desa Ganjarsari, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat mengalami luka usai tertimpa material longsor pada Selasa (5/4/2026).

    Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Umum Kecamatan Cikalongwetan, Pipin Irawan menjelaskan, peristiwa longsor tersebut dipicu lantaran hujan intensitas tinggi yang menyebabkan rumah korban roboh.

    “Longsor terjadi sekitar pukul 12.30 WIB akibat hujan deras yang menyebabkan tebing tanah di sekitar permukiman menjadi labil dan akhirnya runtuh menimpa rumah warga,” katanya, Rabu (6/5/2026).

    Ia menambahkan, seorang penghuni rumah mengalami luka akibat tertimpa material longsor berupa tanah dan puing rumah. Akibatnya, korban dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

    “Satu rumah warga tertimpa material tanah dan seorang penghuni sempat tertimbun. Korban yang tertimpa bernama Kurnia Atmaja, yang saat kejadian berada di dalam rumah,” katanya.

    Lebih lanjut ia mengatakan, melihat peristiwa tersebut warga setempat langsung berupaya mengevakuasi korban yang tertimbun material longsor.

    “Proses evakuasi berlangsung sekitar 20 menit dengan melibatkan masyarakat setempat. Korban sempat tertimbun, namun warga bergerak cepat melakukan evakuasi hingga akhirnya berhasil diselamatkan dalam kondisi hidup,” katanya.

    Ia menyebut, korban bersama keluarga saat ini mengungsi untuk sementara waktu ke rumah kerabat terdekat untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

    “Total terdapat satu kepala keluarga dengan empat jiwa yang terdampak akibat kejadian tersebut. Mereka terpaksa mengungsi sementara ke rumah kerabat terdekat,” katanya.

    “Saat ini, kebutuhan paling mendesak bagi korban meliputi terpal, logistik, serta bantuan sandang dan pangan untuk menunjang kehidupan sehari-hari selama masa pemulihan,” tandasnya. (kro)

  • Ratusan Korban Dugaan Penipuan Proyek Perumahan Emeralda Resort Datangi DPRD KBB

    Ratusan Korban Dugaan Penipuan Proyek Perumahan Emeralda Resort Datangi DPRD KBB

    POJOKBANDUNG.COM, KAB. BANDUNG BARAT – Ratusan korban dugaan penipuan proyek perumahan Emeralda Resort di Desa Jayamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mendatangi kantor DPRD KBB, Selasa (5/5/2026).

    Kehadiran korban perumahan yang tak kunjung dibangun tersebut untuk melakukan mediasi yang difasilitasi oleh DPRD KBB untuk bertemu pengembang yakni PT Yanpro Land.

    Untuk diketahui, hingga saat ini setidaknya tercatat sebanyak 106 korban yang mengalami kerugian finansial yang mencapai angka Rp68 miliar.

    Salah seorang korban, Riki mengatakan, ketidakhadiran Direktur PT Yanpro Land, Yana Priatna pada agenda mediasi ini bukti tidak adanya itikad baik dari pengembang.

    “Rencananya akan mediasi lagi. Tadi kuasa hukumnya janji akan datang Minggu depan, kita tunggu saja,” katanya, Selasa (5/5/2026).

    Ia menambahkan, sejak tahun 2022 dirinya telah menyetorkan uang Rp475 juta, namun hingga tahun 2026 bangunan rumah tak kunjung dibangun.

    “Saya bayar Rp 475 juta dari tahun 2022, dijanjikan tahun 2026 tapi gak ada kabar. Kami para konsumen pokoknya menuntut pengembalian uang 100 persen,” katanya.

    Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD KBB, Nur Djulaeha mengaku kecewa karena pengembang tak hadir dari upaya mediasi yang dilakukan oleh DPRD.

    “Kita sangat menyesalkan pengembang tak hadir saat diberi kesempatan, malah kirim perwakilan kuasa hukum yang gak tau persoalannya,” katanya.

    “Kami tegaskan di rapat bahwa sesuai hasil kesepakatan akan ada lagi mediasi lanjutan. Memang kami ini lebih ke mediasi dan fasilitasi,” imbuhnya.

    Ia menegaskan, indikasi pelanggaran dalam kasus ini cukup kuat, terutama melihat besarnya nilai kerugian dan minimnya progres pembangunan.

    “Nilai kerugian sangat besar, dan sebagian konsumen bahkan sudah melunasi. Tapi pembangunan tidak berjalan. Ini bukan sekadar keterlambatan biasa,” ujarnya.

    Sementara  itu, Kuasa hukum pengembang perumahan Emeralda Resort Padalarang, Robbi Prasetyo mengatakan pihaknya tengah menjajaki langkah-langkah koordinasi, termasuk dengan pihak legislatif.

    “Kita usahakan untuk menjajaki pembayaran dan mengoordinasikannya dengan Komisi III maupun Komisi IV,” katanya.

    Terkait tuntutan korban, pihaknya akan segera berkoordinasi lebih lanjut guna menentukan langkah hukum maupun solusi terbaik bagi para konsumen.

    “Karena ada hal baru, kami akan berkoordinasi dan sebagai kuasa hukum akan memberikan saran-saran serta solusi terkait pengembalian tersebut,” ucapnya.

    Ia menegaskan, ke depan fokus utama pembahasan tidak lagi pada aspek lain, melainkan pada skema pengembalian dana kepada konsumen.

    “Ke depannya fokus pembahasan bukan lagi hal lain, tetapi soal pengembalian. Iya, fokusnya ke pengembalian,” tegasnya. (kro)

  • Usai Viral Konsumsi Rumput, Rizki Akhirnya Akan Dapat Bantuan Sosial

    Usai Viral Konsumsi Rumput, Rizki Akhirnya Akan Dapat Bantuan Sosial

    POJOKBANDUNG.COM, KAB. BANDUNG BARAT – Dinas Sosial (Dinsos) KBB akan memfasilitasi bantuan sosial bagi seorang anak penyandang disabilitas asal Desa Gadobangkong, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat.

    Seperti diketahui, seorang anak penyandang disabilitas bernama Muhammad Rizki berusia 11 tahun viral di media sosial lantaran kebiasaannya mengonsumsi rumput.

    Kepala Dinsos KBB, Idad Saadudin mengatakan, pihaknya saat ini akan segera mengurusi kelengkapan administrasi kependudukan (Adminduk) untuk proses pemberian bantuan.

    “Untuk bansos yang pertama NIK kita rubah sesuai DESIL-nya. Kemarin KK ikut dengan ibunya sekarang sudah dipisah dengan ayahnya,” katanya, Kamis (30/1/2026).

    Ia menambahkan, pembaharuan data tersebut dilakukan guna memenuhi kebutuhan Rizki dari sisi bantuan sosial (Bansos). Termasuk penanganan lanjutan yang akan dilakukan.

    “Tentu saja ini disesuaikan dengan kondisi DESIL yang ada, mudah-mudahan bisa disesuaikan jadi DESIL satu sampai lima,” katanya.

    Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya pun melakukan pembaharuan data tersebut agar yang bersangkutan dapat diberikan penanganan lanjutan.

    “Untuk memfasilitasi pembinaan mudah-mudahan kita rekomendasikan ke Wyataguna dalam rangka rehabilitasi tunawicara dan intelektual yang lemah,” katanya.

    Sebelumnya, Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail memastikan penanganan Muhammad Rizki oleh Pemkab Bandung Barat akan dilakukan secara komprehensif.

    “Jadi doanya dari semuanya, Rizki selalu diberikan kesehatan. Nanti juga akan disekolahkan juga serta dilakukan rehabilitasi terkait gangguan mental dan juga tunawicaranya,” katanya. (kro)

  • Hingga Kamis, Akses Kawasan Wisata Curug Malela di Rongga KBB Tertutup Longsor

    Hingga Kamis, Akses Kawasan Wisata Curug Malela di Rongga KBB Tertutup Longsor

    POJOKBANDUNG.COM, KAB. BANDUNG BARAT – Akses kawasan wisata Curug Malela di Desa Cicadas, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB), masih tertutup material longsor pada Kamis (30/4/2026).

    Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Asep Dendih mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan Curug Malela yang terdampak bencana longsor.

    “Kita terus berkoordinasi untuk pembersihan material longsor yang menutup akses masuk kawasan wisata,” katanya saat dihubungi, Kamis (30/4/2026).

    Ia menambahkan, hingga saat ini aktivitas wisata di Curug Malela masih ditutup. Selain akses yang masih tertutup, kebijakan itu juga dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

    “Pembersihan material longsor pun dilakukan secara hati-hati karena khawatir ada longsor susulan. Untuk wisata Curug Malela ditutup sampai waktu yang tidak ditentukan,” katanya.

    Sementara itu, petugas lapangan BPBD KBB, Suheri mengatakan, hingga saat ini memang akses masuk Curug Malela belum bisa dilewati karena tertutup material longsor.

    “Sudah tiga hari akses Curug Malela masih tertutup material longsor. Ada sekitar enam titik longsor di lokasi,” katanya.

    Ia menambahkan, peristiwa longsor tersebut tidak hanya menutup akses masuk tetapi juga berdampak terhadap sejumlah bangunan yang ada di area Curug Malela.

    “Ada sekitar 4 warung masyarakat yang terbawa longsor pada saat kejadian terjadi. Tapi Alhamdulillah tidak ada korban,” katanya.

    Ia menegaskan, hingga saat ini petugas belum melakukan pembersihan material longsor lantaran terkendala lokasi yang terjal dan cuaca yang masih turun hujan intensitas tinggi.

    “Di wilayah selatan ini memang masih terjadi hujan intensitas tinggi. Jadi masih berpotensi terjadi longsor susulan,” katanya. (kro)

  • Ziarah Kubur di TPU Kampung Barunyatuh Korban Longsor Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Cisarua, KBB Saat Lebaran 1446 Hijriyah  Diselimuti Rasa Haru

    Ziarah Kubur di TPU Kampung Barunyatuh Korban Longsor Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Cisarua, KBB Saat Lebaran 1446 Hijriyah Diselimuti Rasa Haru

    POJOKBANDUNG.COM, KAB. BANDUNG BARAT – Suasana ziarah kubur bagi warga Kampung Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat di lebaran 1446 Hijriyah ini diselimuti rasa haru.

    Betapa tidak, puluhan warga di kawasan tersebut meninggal dunia lantaran menjadi korban tanah longsor yang terjadi beberapa waktu lalu.

    Kesedihan tersebut begitu terasa di lokasi Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kampung Barunyatuh. Puluhan korban selamat mendatangi area makan untuk mendoakan para korban.

    Untuk diketahui, di TPU ini setidaknya 28 korban meninggal dunia akibat bencana longsor dimakamkan.

    Salah satu peziarah, Eha (41) menjelaskan, kedatangannya ke makam untuk mendoakan sejumlah anggota keluarganya yang meninggal dunia akibat bencana tanah longsor ini.

    “Ini makam kakak saya Imas, suaminya Dadang serta dua anaknya Pipin Kuswandi dan Andri. Jadi jumlahnya ada 4 orang,” katanya, Sabtu (21/3/2026).

    Ia menambahkan, momen lebaran kali ini begitu terasa menyedihkan tak sebahagia seperti tahun sebelumnya. Pasalnya, keluarga inti menjadi korban tanah longsor.

    “Sedih banget kehilangan keluarga di momen Idulfitri ini gak bisa kumpul. Jadi kita doakan. Mereka sudah saya anggap sebagai orang tua sendiri pengganti ibu dan bapak karena mereka sudah gak ada,” katanya.

    Ia menegaskan, suasana Lebaran tahun ini terasa sangat berbeda. Kebiasaan berkumpul, makan bersama, dan bercanda kini hanya tinggal kenangan.

    “Tapi Lebaran sekarang kakak juga sudah tiada. Padahal kalau ngumpul Lebaran suka makan-makan, senda gurau, makanya sekarang kehilangan banget,” tandasnya. (kro)

  • Bus Kecelakaan Beruntun di Jalan Raya Cijamil  Ngamprah KBB, Sejumlah Kendaraan Rusak

    Bus Kecelakaan Beruntun di Jalan Raya Cijamil Ngamprah KBB, Sejumlah Kendaraan Rusak

    POJOKBANDUNG.COM, KAB. BANDUNG BARAT – Satu bus pariwisata mengalami kecelakaan beruntun di Jalan Raya Cijamil, Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (18/3/2026).

    Diduga peristiwa yang terjadi sekitar pukul 11.20 WIB tersebut lantaran dipicu oleh fungsi rem yang tidak berfungsi dan akhirnya berhenti usai masuk ke kadang milik warga.

    Akibat peristiwa tersebut, sejumlah kendaraan mengalami kerusakan dan sejumlah pengendara mengalami kerusakan. Salah satunya mobil Brio dengan Nopol D 1071 ALT.

    Seorang saksi mata, Heri (45) menjelaskan, bus tersebut hilang kendali dari arah Cisarua menuju Ngamprah dan menabrak sejumlah kendaraan yang dilewatinya.

    “Saya lagi di dekat Gedung DPRD Bandung Barat. Dari arah atas ada bus melaju kencang, diduga rem blong, soalnya dari atas sudah teriak-teriak ‘awas-awas rem blong’,” katanya, Rabu (18/3/2026).

    Ia menambahkan, saat itu mobil Brio berwarna hitam tersebut nampak terseret lalu terpental dan mengalami kerusakan yang cukup parah di belakang.

    “Mobil Brio itu terseret cukup jauh, kurang lebih 20 meter, lalu terpental ke pinggir. Dua orang yang berada di dalam mobil Brio mengalami luka dan langsung dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis,” katanya.

    Saksi lainnya, Hendri (40) mengatakan, dirinya luput dari peristiwa tersebut dan melihat langsung bus pariwisata ini terjun ke ladang milik warga.

    “Dari atas, sudah kelihatan hilang kendali dan langsung masuk ke ladang warga,” katanya.

    Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait penyebab dan jumlah korban yang disebabkan oleh peristiwa bus rem blong tersebut. (KRO)

  • Lahan Relokasi Korban Longsor di Desa Pasirlangu Cisarua KBB Harus Aman dari Bencana

    Lahan Relokasi Korban Longsor di Desa Pasirlangu Cisarua KBB Harus Aman dari Bencana

    POJOKBANDUNG.COM, KAB BANDUNG BARAT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat bersama Badan Geologi mulai mencari lahan relokasi bagi warga terdampak longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

    Lahan Relokasi Korban Longsor di Desa Pasirlangu Cisarua KBB Harus Aman dari Bencana
    Petugas SAR Gabungan melakukan pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat menggunakan alat berat, Jumat (30/1/2026). Foto : HENDRA HIDAYAT-TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/ POJOK BANDUNG

    Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Barat Ade Zakir mengatakan, saat ini ada tiga titik lahan milik pemerintah desa yang diprediksi bakal jadi tempat hunian baru warga terdampak bencana.

    “Titiknya kita sudah identifikasi yang secara visual atau diskusi ringan dengan Geologi aman. Kemarin sudah tiga titik yang kita survei,” katanya, Selasa (3/2/2026).

    Ia menambahkan, terkait penetapan lahan tersebut masih menunggu keputusan pasti stakeholder terkait yakni kesepakatan antara pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan pihak terkait lainnya.

    “Setelah ada keputusan resmi, Pemkab Bandung Barat akan mengajukan permohonan kajian lanjutan kepada Badan Geologi guna memastikan faktor keamanan dan kelayakan lokasi secara menyeluruh,” jelasnya.

    Lebih lanjut ia mengatakan, hasil kajian tersebut nantinya akan menjadi dasar bagi Pemkab Bandung Barat untuk berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait pembangunan rumah relokasi bagi warga terdampak.

    “Tapi nanti tentu kalau sudah pasti kita akan berkirim surat dan memperoleh rekomendasi resmi tentang keamaan lokasi yang akan dipakai. Dari BNPB yang penting ada tanah nanti, yang bangun kami (BNPB),” kata Ade Zakir.

    Ia menegaskan, lokasi relokasi rumah korban longsor tidak akan keluar dari wilayah Desa Pasirlangu agar warga tetap dapat beraktivitas di lingkungan asalnya.

    “Data sementara 53 yang tertimbun dan terancam, tapi datanya masih fluktuatif. Lokasinya masih di Pasirlangu karena kalau jauh nanti takutnya tidak dihuni,” ucap Ade Zakir.

    Selain persoalan hunian, Pemkab Bandung Barat juga memikirkan keberlanjutan mata pencaharian warga yang terdampak, khususnya mereka yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian.

    “Tentu kita harus menyesuaikan pertama mata pencaharian, mereka ada di sini sehingga hunian jangan jauh-jauh. Kebanyakan kan dari sektor pertanian, kita support. Kita lihat dari keseluruhan yang kita pikirkan hunian relokasi dan mata pencaharian. Nanti dari dinas akan menganalisa,” ujar Ade Zakir.

    Ia menegaskan, Pemkab Bandung Barat lebih memilih pembangunan Hunian Tetap (Huntap) dibandingkan Hunian Sementara (Huntara), dengan memanfaatkan tanah carik desa yang ada.

    “Sebenarnya kita memilih opsi Hunian Tetap (Huntap). Barangkali untuk memanfaatkan tanah carik Desa kan harus ada persetujuan melalui musyawarah Desa. Itu sedang kita dorong. Kita gak bisa memaksakan untuk cepat. Karena menyesuaikan situasi dan kondisi sikologis para perangkat desa.” tandasnya.

    Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD KBB, Nurjulaeha mengatakan, Pemkab Bandung Barat harus memiliki pertimbangan matang saat menentukan lokasi relokasi bagi warga terdampak bencana di Pasirlangu.

    “Kalau ada tanah yang bisa ditempati untuk relokasi di sana itu perlu pertimbangan yang matang dan kajian lagi,” imbuhnya.

    Ia menegaskan, pertimbangan matang tersebut perlu dilakukan agar warga terdampak bencana benar-benar berada di lokasi relokasi yang aman.

    “Jangan sampai mereka yang sekarang korban itu ditempatkan di area yang rawan longsor juga itu yang harus benar-benar diperlukan kajian yang sangat teliti,” pungkasnya. (kro)

    RENCANA RELOKASI LAHAN

    – Pemkab Bandung Barat mencari lahan relokasi bagi warga terdampak longsor.

    – Sudah tiga titik lahan milik pemdes yang disurvei.

    – Penetapan lahan menunggu keputusan pemdes, BPD dan pihak terkait lainnya.

    – Pemkab Bandung Barat mengajukan kajian kepada Badan Geologi memastikan faktor keamanan dan kelayakan.

    – Lokasi relokasi rumah korban longsor masih disekitar Desa Pasirlangu.

    – Lokasi relokasi tidak jauh agar warga tetap beraktivitas di lingkungan asalnya.

    – Selain hunian, pemkab menyiapkan keberlanjutan mata pencaharian warga.

    – Khususnya warga terdampak yang menggantungkan dari sektor pertanian.

    UPDATE DATA KORBAN

    1. 155 warga terdampak.

    2. 75 orang selamat.

    3. 85 jenazah sudah ditemukan.

    4. 61 jenazah sudah teridentifikasi.

    5. 20 jenazah dalam proses identifikasi.

    #Update data terakhir Selasa (3/2/2026) pukul 18.20 WIb

     

     

     

     

     

     

  • Operasi SAR Hari Keenam Longsor di Kampung Pasir Kuning Desa Pasirlangu Cisarua KBB, Tiga Korban Kembali Ditemukan

    Operasi SAR Hari Keenam Longsor di Kampung Pasir Kuning Desa Pasirlangu Cisarua KBB, Tiga Korban Kembali Ditemukan

    POJOKBANDUNG.COM, KAB. BANDUNG BARAT – Operasi pencarian dan pertolongan korban longsor di Kampung Pasir Kuning Desa Pasirlangu Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat memasuki hari keenam, Kamis (29/1/2026).

    Operasi SAR Hari Keenam Longsor di Kampung Pasir Kuning Desa Pasirlangu Cisarua KBB, Tiga Korban Kembali Ditemukan
    Memasuki hari keenam, Kamis (29/1/2026), tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI, dan relawan masih berjibaku dengan material lumpur tebal di lokasi longsor Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Foto-foto : Diwan Sapta Nurmawan/Pojok Bandung

    Tim SAR gabungan kembali mengevakuasi tiga korban yang ditemukan di area longsoran di Kampung Pasir Kuning Desa Pasirlangu dan selanjutnya diserahkan kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk proses identifikasi.

    Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menjelaskan sejak hari pertama operasi hingga Kamis sore pukul 15.05 WIB, total 56 kantong jenazah telah diserahkan kepada Tim DVI.

    Seluruh kantong jenazah merupakan hasil evakuasi bertahap dari lokasi terdampak longsor.

    Abdul Muhari menuturkan kantong jenazah yang diterima Tim DVI tidak seluruhnya berisi jasad utuh.

    Sebagian di antaranya berupa potongan anggota tubuh korban sehingga membutuhkan proses pendalaman dan pencocokan data secara lebih rinci oleh tim forensik.

    “Seluruh temuan korban langsung diserahkan ke Tim DVI untuk dilakukan identifikasi lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar Abdul Muhari, Kamis (29/1/2026).

    Abdul Muhari mengungkapkan lokasi penemuan korban pada hari keenam operasi berada di sektor A1 dan sektor B1. Kedua sektor tersebut hingga kini masih menjadi fokus utama pencarian karena diduga masih terdapat korban yang tertimbun material longsoran.

    Untuk mempercepat proses pencarian dan evakuasi, tim SAR gabungan terus memperkuat dukungan peralatan berat di lapangan.

    “Sedikitnya 15 unit ekskavator telah dikerahkan guna membuka timbunan tanah dan material bangunan yang menutup area pencarian,” katanya.

    Menurutnya, selain alat berat, anjing pelacak juga dikerahkan untuk membantu mendeteksi keberadaan korban di bawah reruntuhan. Penggunaan berbagai metode pencarian dilakukan secara simultan dengan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel.

    Hingga saat ini, penanganan bencana longsor tersebut masih difokuskan pada operasi pencarian dan pertolongan korban. Seluruh unsur yang terlibat bekerja secara terpadu di bawah koordinasi terpadu pos komando di lokasi bencana.

    “Cuaca menjadi salah satu tantangan utama dalam pelaksanaan operasi. Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih kerap terjadi di sekitar lokasi longsor, sehingga berpotensi memperlambat proses pencarian sekaligus meningkatkan risiko pergerakan tanah susulan,” jelasnya.

    Abdul Muhari menegaskan meski dihadapkan pada kondisi cuaca yang tidak menentu, semangat tim SAR gabungan tetap terjaga. Tercatat sebanyak 3.229 personel dari berbagai unsur terlibat aktif dalam operasi kemanusiaan, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, relawan, hingga unsur tenaga medis dan logistik.

    Sementara itu, berdasarkan laporan Tim DVI per Rabu (28/1/2026) pukul 22.00 WIB, sebanyak 40 jenazah korban longsor telah berhasil diidentifikasi. Jenazah yang telah teridentifikasi segera diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

    “BNPB memperkirakan masih terdapat 24 korban yang hingga kini belum ditemukan dan masih dalam proses pencarian. Jumlah bersifat sementara dan akan terus diperbarui sesuai dengan perkembangan hasil operasi di lapangan,” ungkapnya.

    Abdul Muhari mengatakan proses identifikasi terhadap kantong jenazah yang telah diserahkan kepada Tim DVI masih terus berlangsung. Tim forensik bekerja secara teliti untuk memastikan keakuratan identitas korban sebagai bentuk penghormatan terhadap korban dan keluarga yang ditinggalkan.

    Abdul Muhari menambahkan operasi pencarian dan pertolongan dijadwalkan kembali dilanjutkan, Jumat (30/1/2026) pagi. Tim SAR gabungan akan kembali menyisir sektor A dan sektor B yang dinilai masih memiliki potensi ditemukannya korban.

    “Masyarakat untuk tetap bersabar serta memberikan dukungan kepada keluarga korban dan tim petugas di lapangan, seraya berharap seluruh korban yang masih dinyatakan hilang dapat segera ditemukan,” ujar Abdul Muhari.(dsn)

  • Badut Cimahi Hibur Anak Korban Bencana Longsor di Desa Pasirlangu Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat

    Badut Cimahi Hibur Anak Korban Bencana Longsor di Desa Pasirlangu Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat

    POJOKBANDUNG.COM, KABUPATEN BANDUNG BARAT – Anggota Badut Nyentrik Cimahi Bandung Sauyunan (Necis) menghibur anak-anak korban bencana tanah longsor di posko pengungsian Kampung Sukaraja, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (27/1/2026).

    Badut Necis Hibur Anak Korban Bencana Longsor di Desa Pasirlangu Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat
    Anggota Badut Nyentrik Cimahi Bandung Sauyunan (Necis) menghibur anak-anak korban bencana tanah longsor di posko pengungsian Kampung Sukaraja, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (27/1/2026).
    Foto-foto:Taofik Achmad Hidayat/Pojok Bandung.

    Kegiatan trauma healing tersebut bertujuan untuk memotivasi anak juga memulihkan kondisi psikologis sekaligus menghibur anak-anak dari trauma bencana alam longsor di lingkungan tempat tinggal mereka. (opk)

  • Alfamart Kirim Bantuan Bagi Korban Longsor di Kampung Pasir Kuning Desa Pasirlangu Cisarua KBB

    Alfamart Kirim Bantuan Bagi Korban Longsor di Kampung Pasir Kuning Desa Pasirlangu Cisarua KBB

    POJOKBANDUNG.COM, KABUPETAN BANDUNG BARAT – Kepedulian dan bantuan terhadap korban bencana longsor di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), terus berdatangan.

    Salah satu bantuan bagi korban bencana longsor di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, KBB tersebut berasal dari minimarket Alfamart yang menyalurkan bantuan berupa bahan kebutuhan pokok.

    Bantuan dari Alfamart diserahkan secara langsung di Posko Darurat Bencana Kantor Desa Pasirlangu Kecamatan Cisarua, KBB pada Senin (26/1/2026) dan diterima oleh bagian logistik BPBD KBB.

    Bantuan terdiri dari air mineral, beras, gula, mie instant, biskuit, minyak goreng, dan kebutuhan mendesak lainnya.

    Branch Manager Alfamart, Agus Tri Susanto mengatakan bahwa bantuan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian Alfamart terhadap masyarakat yang tengah menghadapi musibah.

    “Kami turut berduka atas terjadinya bencana longsor ini. Kami berharap bantuan yang disalurkan bisa bermanfaat bagi para korban bencana, bahkan untuk para rewalan yang bertugas mengingat proses evakuasi masih terus berlangsung,” jelasnya.

    Agus mengatakan sebagai Toko Komunitas Alfamart akan terus berupaya agar kehadirannya memberikan manfaat bagi masyarakat serta berkomitment untuk berkontribusi dalam kemanusiaan melalui program sosial perusahaan. (**)

  • 34 Korban Longsor di Kampung Pasir Kuning, Pasirlangu Cisarua Bandung Barat  Dievakuasi

    34 Korban Longsor di Kampung Pasir Kuning, Pasirlangu Cisarua Bandung Barat Dievakuasi

    • POJOK BANDUNG.COM, KAB. BANDUNG BARAT- Petugas SAR gabungan berhasil menemukan sembilan kantong jenazah (body pack) korban longsor di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Senin (26/1/2026).
    34 Korban Longsor di Kampung Pasir Kuning, Pasirlangu Cisarua Bandung Barat  Dievakuasi
    Keluarga korban longsor di Pasir Kuning Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), tampak berduka saat Disaster Victim Identification (DVI) kedatangan kantung jenazah Senin (26/1/2026). Sementara foto atas, Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian Permana saat memberikan keterangan update longsor di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Bandung Barat, Senin (26/1/2026). Foto-foto:HENDRA HIDAYAT/POJOK BANDUNG

    “Hingga Senin pukul 17.12 WIB kami sampaikan progress operasi SAR penemuan di hari ketiga ini kami telah menemukan sembilan bodypack,” kata Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, Senin (26/1/2026).

    Ia menambahkan, penemuan bodypack tersebut langsung diserahkan kepada tim DVI Polda Jawa Barat untuk proses identifikasi.

    “Sembilan penemuan tersebut di sektor Alpha 1 hingga Alpha 2. Di lokasi yang dilaporkan oleh kepala desa. Jadi di lokasi tersebut banyak rumah warga,” katanya.

    Masih kata dia, hingga operasi pencarian korban di hari ketiga tim SAR gabungan telah berhasil mengumpulkan 34 kantong jenazah.

    “Jadi total dalam pencarian petugas sebanyak 46 orang berdasarkan laporan dari kepala desa,” katanya.

    Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan menjelaskan, hingga saat ini tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat hingga hari ketiga operasi identifikasi korban bencana telah menerima total 34 kantong jenazah.

    “Hingga hari ini, Senin 26 Januari 2026 sekitar pukul 16.57 WIB, Pos DVI Polda Jawa Barat telah menerima 34 kantong jenazah. Hari ini kami menerima tambahan 9 kantong jenazah, yang terdiri dari 8 jenazah dan 1 bagian tubuh,” katanya.

    Ia menambahkan, dari total 34 kantong jenazah tersebut, sebanyak 20 korban telah teridentifikasi melalui proses pencocokan data antemortem dan postmortem yang dilakukan oleh tim gabungan.

    “Dari 20 korban yang sudah teridentifikasi, sebagian telah diserahkan kepada keluarga yang sejak awal standby di Pos DVI Polda Jawa Barat,” katanya.

    Masih kata dia, sisa kantong jenazah yang masih dalam proses identifikasi sebanyak 14 bodypack dan tersebar di sejumlah rumah sakit untuk pemeriksaan lanjutan.

    “Dari 14 kantong jenazah yang masih diproses, 4 berada di RSUD Cibabat dan 4 lainnya di RS Sartika Asih. Sisanya masih berada di Pos DVI untuk dilakukan proses identifikasi lebih lanjut,” katanya.

    Ia menyebut, jenazah yang dirujuk ke rumah sakit umumnya merupakan korban yang memerlukan pemeriksaan DNA karena kondisi jenazah tidak memungkinkan dilakukan identifikasi melalui metode lain.

    “Untuk jenazah tertentu, khususnya yang memerlukan penanganan DNA, kami membutuhkan waktu lebih lama. Oleh karena itu, jenazah tersebut kami semayamkan terlebih dahulu di rumah sakit yang telah ditentukan,” katanya. (KRO)

    Grafis

    1. Total Warga Terdampak 113 orang
    2. Selamat 23 orang
    3. Korban ditemukan 34 kantong jenazah
    4. Korban teridentifikasi 20 jenazah
    5. Masih dalam proses identifikasi 14 kantong jenazah
    6. Dalam pencarian 46 orang

    Update Senin 26 Januari 2026 hingga pukul 17.12 WIB

    Sumber : Basarnas