POJOKBANDUNG.COM, KABUPATEN BANDUNG – PLN Unit Pelaksana Pengatur Beban Jawa Barat (UP2B Jawa Barat) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menggelar pelatihan pembuatan sabun lerak dan eco enzyme di Desa Cangkuang Wetan, Kabupaten Bandung.
Kegiatan pelatihan pembuatan sabun lerak dan eco enzyme di Desa Cangkuang Wetan, Kabupaten Bandung yang dihelat PLN UP2B Jawa Barat ini bertujuan mengubah limbah organik menjadi produk ramah lingkungan bernilai tambah.
Kegiatan yang digelar PLN UP2B Jawa Barat ini berlangsung sebagai pelatihan keempat dari lima seri pelatihan pengolahan sampah organik ini diikuti oleh ibu rumah tangga di Desa Cangkuang Wetan, Kabupaten Bandung.
Mereka diperkenalkan secara langsung pada proses pembuatan sabun alami dari buah lerak dan eco enzyme.
Proses sederhana dimulai dengan merendam sekitar sepuluh butir buah lerak dalam satu liter air selama satu hingga dua hari hingga teksturnya melunak.
Setelah itu, buah diperas hingga mengeluarkan busa alami, lalu direbus selama kurang lebih 15 menit.
Untuk menambah aroma segar, ditambahkan serai atau kulit jeruk sebagai pewangi alami.
Satu sendok garam juga ditambahkan untuk memperkaya hasil, sebelum larutan didinginkan, disaring, dan dimasukkan ke wadah bersih.
Hasil akhirnya adalah cairan sabun alami multifungsi yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga membantu mengurangi penggunaan sabun kemasan plastik sekali pakai
Warga juga dibimbing membuat Eco Enzyme dengan rumus standar 3:1:10, yaitu 3 bagian sisa sayuran atau kulit buah, 1 bagian gula, dan 10 bagian air bersih.
Bahan-bahan tersebut dicampur dalam wadah plastik bermulut lebar hingga terisi maksimal 60% dari kapasitas wadah.
Setelah diberi label tanggal pembuatan, wadah ditutup rapat lalu disimpan di tempat teduh dengan sirkulasi udara baik.
Proses fermentasi berlangsung selama tiga bulan di iklim tropis hingga menghasilkan cairan berwarna cokelat dengan aroma asam segar khas fermentasi.
Cairan inilah yang disebut eco enzyme, yang dapat digunakan sebagai pembersih lantai, detergen alami, pupuk organik, bahkan penyegar udara di rumah
“Kegiatan ini bentuk implementasi PLN terkait aspek Environmental, Social & Goverance (ESG). Menjadi wujud nyata PLN berkolaborasi dengan warga untuk menciptakan solusi hijau yang sederhana namun berdampak besar,” ujar General Manager PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali, Munawwar Furqan.
Sabun lerak dikenal sebagai pembersih alami berbahan buah lerak yang kaya saponin, antibakteri, aman di kulit, serta biodegradable.
Sementara itu, eco enzyme merupakan cairan hasil fermentasi sisa buah dan sayuran yang dapat digunakan sebagai pembersih serbaguna sekaligus membantu mengurangi emisi gas rumah kaca.
Manager PLN UP2B Jabar, Akhmad Duli, menambahkan bahwa program ini merupakan investasi jangka panjang di bidang pendidikan lingkungan.
Melalui pelatihan sabun lerak dan eco enzyme, warga tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tapi juga kesadaran baru bahwa sampah bisa diolah, dimanfaatkan, dan bahkan memberi nilai tambah.
Kepala Desa Cangkuang Wetan, Asep Kusmiadi, menyampaikan apresiasi dan berharap keterampilan ini tidak hanya dipakai untuk kebutuhan sehari-hari, tapi juga berkembang menjadi usaha kecil yang bisa menambah penghasilan warga. Wilayah desa cukup padat dan kerap menghadapi masalah sampah rumah tangga.
Dengan adanya pelatihan ini, Ibu Rumah Tangga, terutama, mendapat bekal nyata.
Warga yang awalnya berpikir membuat sabun itu sulit ternyata mudah sekali.
Sabun lerak wangi, lembut di tangan dan bisa dipakai untuk mencuci baju maupun piring.
Warga senang karena bisa mengurangi sampah plastik kemasan sabun sekaligus hemat biaya belanja bulanan.
Warga sangat antusias dan merasa seperti ikut sekolah lagi, tapi kali ini sekolah tentang bagaimana menjaga bumi dari rumah.
Melalui pendekatan pendidikan berkelanjutan, PLN berharap program ini tidak hanya membekali keterampilan dasar, tetapi juga membangun ekosistem pembelajaran hijau di masyarakat. (**)




















