POJOKBANDUNG.COM, DEMAK – Sepuluh desa di Demak, Jawa Tengah, kebanjiran akibat tanggul Sungai Tuntang di Desa Trimulyo dan Sidoharjo jebol, pada Sabtu (4/4/2026). BPBD Demak mencatat 3.529 KK atau 13.106 jiwa terdampak bencana tersebut.
Pembenahan tanggul yang belum rampung dapat memicu banjir susulan. Sejumlah desa yang terendam di antaranya Desa Ploso dan Grogol Kecamatan Karangtengah; Desa Trimulyo, Sidoharjo, Turitempel, Tlogorejo, dan Bumiharjo di Kecamatan Guntur. Di Kecamatan Wonosalam, luapan air sungai menerjang Desa Lempuyang dan Desa Sarimulyo. Sementara, di Kecamatan Kebonagung yang terdampak adalah Desa Solowire.
Kabid Darlog Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak Suprapto mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk menangani banjir. Banjir berdampak pada 3.529 KK atau 13.106 jiwa. Rumah warga terendam air. Dari catatan BPBD, sebanyak 2.867 jiwa terpaksa mengungsi ke tempat pengungsian.
Air dari Sungai Tuntang yang meluap tersebut juga membanjiri 46 tempat ibadah, 22 sekolah, 791 hektare (Ha) lahan pertanian, serta merusak satu jembatan. Bahkan, menelan satu korban jiwa. ”Intensitas curah hujan yang tinggi menjadi penyebab meluapnya Sungai Tuntang hingga mengakibatkan tanggul jebol. Ini karena debit air dari hulu ke hilir terus meningkat,” jelas Suprapto.
Surut
Banjir yang merendam 10 desa tersebut mulai surut. Saat ini, Pemkab Demak berfokus menambal yang tanggul jebol agar tidak ada banjir susulan.
Sebelumnya, tanggul Sungai Tuntang di Dukuh Solondoko dan di Dukuh Solowire jebol serta di Desa Sidoharjo jebol. Genangan menyebabkan 10 desa terendam. BPBD telah mengirimkan bantuan seperti obat-obatan, air bersih, perlengkapan bayi untuk korban banjir. (hib/aph/Jawa Pos)




















