Persib Bandung Tak Terbendung, Taklukkan Persija Jakarta, Maung Bandung jadi Juara Paruh Musim

POJOKBANDUNG.COM, KOTA BANDUNG – Persib Bandung memastikan diri sebagai juara paruh musim Super League 2025–2026 setelah meraih kemenangan krusial atas rival abadinya, Persija Jakarta, dengan skor tipis 1-0.

Persib Bandung Tak Terbendung, Taklukkan Persija Jakarta, Maung Bandung jadi Juara Paruh Musim

Winger Persib Bandung Beckham Putra melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Persija Jakarta pada laga pekan ke-17 BRI Super League di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Minggu (11/1/2026). Foto-foto:Taofik Achmad Hidayat/Pojok Bandung

Kemenangan Persib Bandung tersebut diraih dalam laga bertajuk El Clasico Indonesia yang digelar pada pekan ke-17 Super League 2025–2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Minggu (11/1/2026).

Pertandingan Persib Bandung lawan Persija Jakarta berlangsung dengan tensi tinggi sejak menit awal, seiring ambisi kedua tim untuk mengamankan posisi puncak klasemen di akhir putaran pertama kompetisi.

Gol semata wayang Persib Bandung dicetak oleh Beckham Putra saat laga baru berjalan lima menit.

Gol cepat itu menjadi pembeda dalam duel panas dua kekuatan besar sepak bola nasional.

Beckham Putra memanfaatkan celah di lini pertahanan Persija Jakarta untuk melepaskan penyelesaian yang tak mampu dibendung penjaga gawang lawan.

Gol tersebut sekaligus menyulut atmosfer stadion yang dipadati puluhan ribu Bobotoh, yang tanpa henti memberikan dukungan sepanjang pertandingan.

Sebelum laga, Persib Bandung dan Persija Jakarta sama-sama mengoleksi 35 poin dari 16 pertandingan.

Tambahan tiga poin membuat Persib Bandung kini mengantongi 38 poin.

Raihan itu mengantarkan Persib Bandung ke puncak klasemen, menggeser Borneo FC yang sebelumnya berada di posisi teratas dengan 37 poin.

Sementara itu, Persija Jakarta harus rela turun ke peringkat ketiga dengan tetap mengoleksi 35 poin, diikuti Malut United di posisi keempat dengan 34 poin.

Hasil ini memastikan Persib Bandung keluar sebagai juara paruh musim Super League 2025–2026 dan menegaskan konsistensi mereka sepanjang putaran pertama. Pelatih Persib Bandung Bojan Hodak menilai pertandingan berjalan ketat dan minim peluang, sesuai dengan prediksinya sebelum laga.

“Saya sudah katakan sebelumnya, jangan mengira akan ada banyak peluang. Ini seperti pertandingan final, tidak ada yang mau kalah,” ujar Bojan Hodak seusai pertandingan.

Menurut Bojan Hodak, Persija Jakarta hanya mampu menciptakan satu tembakan berbahaya sepanjang laga, sementara Persib Bandung juga tidak memiliki banyak peluang.

“Kami bisa mencetak satu gol dan mungkin bisa menghasilkan satu atau dua gol lagi. Ini normal terjadi di pertandingan seperti ini dan saya senang kami menang,” kata Bojan Hodak.

Ia juga memberi apresiasi khusus kepada Beckham Putra yang menjadi penentu kemenangan Persib Bandung.

“Bagus untuk Beckham karena dia mencetak gol,” ujar Bojan Hodak.

Selain performa tim, Bojan Hodak memuji sikap Bobotoh yang menjaga atmosfer stadion tetap kondusif.

“Hari ini atmosfernya fantastis. Tidak ada flare, selama 90 menit mereka bernyanyi. Itu seperti memberi energi tambahan,” ucap Bojan Hodak.

Ia bahkan menyebut Bobotoh layak menjadi contoh bagi suporter sepak bola di Indonesia. Terkait catatan pribadinya yang belum pernah kalah dari Persija Jakarta, Bojan Hodak memilih merendah.

“Saya merasa sangat-sangat beruntung. Tapi tentu ini bagus,” kata Bojan Hodak.

Meski berhasil menjadi juara paruh musim, Bojan Hodak menegaskan pencapaian tersebut belum menentukan apa pun.

“Ini baru separuh musim dan liga baru akan berakhir bulan Mei. Juara di separuh awal liga tidak terlalu penting,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Persib Bandung kini menghadapi tantangan kelelahan pemain akibat jadwal yang lebih padat dibanding tim lain.

“Kami memainkan tujuh pertandingan lebih banyak dari tim lain. Beberapa pemain mengalami cedera otot ringan karena kelelahan,” kata Bojan Hodak.

Jeda dua pekan ke depan akan dimanfaatkan Persib Bandung untuk memulihkan kondisi pemain sebelum memasuki putaran kedua dan melanjutkan kiprah di AFC Champions League Two.

“Kami masih punya pertandingan tambahan di Asia, mungkin dua, mungkin empat,” ujar Bojan Hodak.

Sementara itu, pencetak gol kemenangan, Beckham Putra, menyebut kemenangan ini sebagai momen spesial dalam kariernya.

“Saya orang Bandung, jadi saya tahu betul bagaimana atmosfer di sini. Ini kebanggaan dan mimpi yang terwujud,” ujar Beckham Putra.

Ia menilai gol cepat menjadi kunci dalam laga derbi yang sarat tekanan.

“Di laga seperti ini, kita harus memanfaatkan peluang sekecil apa pun,” kata Beckham Putra.

Beckham Putra juga menyebut selebrasi “ice cold” yang dilakukannya sebagai ekspresi spontan dan sudah menjadi ciri khasnya. Di kubu lawan, pelatih Persija Jakarta Mauricio Souza melontarkan kritik keras terhadap kualitas pertandingan.

“Bagi saya, ini pertandingan yang sangat lemah, baik secara teknis maupun taktis,” ujar Mauricio Souza.

Ia menilai laga terlalu sering terhenti sehingga mengurangi intensitas permainan.

“Penonton hanya melihat sepak bola sekitar 46 atau 47 menit. Sisanya bola mati,” kata Mauricio Souza.

Mauricio Souza juga menyinggung kepemimpinan wasit dan menyebut ritme pertandingan kerap terputus.

Meski mengakui kartu merah pemainnya sudah tepat, Mauricio Souza menilai ada keputusan lain yang tidak konsisten.

“Pemain Bandung seharusnya mendapat kartu kuning untuk pelanggaran dari belakang,” ujar Mauricio Souza.

Kendati demikian, hasil akhir tak terbantahkan.

Persib Bandung menutup putaran pertama sebagai pemuncak klasemen, sementara Persija Jakarta harus kembali mengevaluasi performa menjelang paruh kedua musim. (pra)

 

loading...

Feeds

Bapor Korpri Subang Gelar Ngabret Pedal Tournamen

POJOKBANDUNG.COM, SUBANG-Badan Pembina Olahraga Korps Pegawai Republik Indonesia (BAPOR KORPRI) Kabupaten Subang menyelenggarakan Ngabret Padel Mini Tournament Session 1 yang …

Keluarga Petarung MMA, Yudi Cahyadi Bangga

POJOKBANDUNG.COM, SUMEDANG – Petarung Mixed Martial Art (MMA) asal Desa Trunamanggala, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Yudi Cahyadi (34), gagal melangkah …