Usai Tuntaskan Pengobatan Hampir 200 Pasien Dalam Sehari, Para Relawan Gerakan Anak Negeri Langsung Sisir Wilayah Terisolir di Tapanuli Tengah

POJOKBANDUNG.COM, TAPANULI TENGAH – Gerakan Anak Negeri telah mengobati hampir 200 penyintas bencana alam di Sumatera Utara, dalam sehari, Kamis (11/12/2025).

Usai Tuntaskan Pengobatan Hampir 200 Pasien Dalam Sehari, Para Relawan Gerakan Anak Negeri Langsung Sisir Wilayah Terisolir di Tapanuli Tengah

Jumlah donasi yang digawangi Gerakan Anak Negeri (GAN) hingga Kamis (22/13/2025) pukul 18.00 WIB. Foto : Dokumentasi GAN. Sementara foto atas, Tim Relawan Gerakan Anak Negeri saat menyiapkan obat-obatan bagi para pengungsi bencana di Sumatera.Foto : Dokumentasi GAN.

Usai Tuntaskan Pengobatan Hampir 200 Pasien Dalam Sehari, Para Relawan Gerakan Anak Negeri Langsung Sisir Wilayah Terisolir di Tapanuli Tengah

Sambungan jumlah donasi yang digawangi Gerakan Anak Negeri (GAN) hingga Kamis (22/13/2025) pukul 18.00 WIB. Foto : Dokumentasi GAN. Sementara foto atas, Tim Relawan Gerakan Anak Negeri saat menyiapkan obat-obatan bagi para pengungsi bencana di Sumatera.Foto : Dokumentasi GAN.

Namun pengabdian tak berhenti di situ, Gerakan Anak Negeri berencana akan mendatangi lokasi lain, yang masih jarang terjangkau petugas medis di wilayah Tapanuli Tengah.

Penanggung jawab Gerakan Anak Negeri, Hazairin Sitepu menyebut, pihaknya bakal melakukan kegiatan kemanusiaan di salah satu kecamatan yang pernah menjadi pusat perdagangan kuno dan pintu masuk IsIam pertama di Nusantara, yakni Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Usai Tuntaskan Pengobatan Hampir 200 Pasien Dalam Sehari, Para Relawan Gerakan Anak Negeri Langsung Sisir Wilayah Terisolir di Tapanuli Tengah

Logo Gerakan Anak Negeri (GAN).Foto : Dokumentasi GAN.

“Kami telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat, yang mana saat ini yang dibutuhkan penanganan pasca bencana,” ungkap Hazairin, Kamis (11/13/2025).

Tim Gerakan Anak Negeri akan mengadakan layanan kesehatan di Desa Kampung Mudik, Kecamatan Barus.

Rencananya akan ada dua wilayah yang akan dijadikan sebagai layanan kesehatan.

“Yang pertama titiknya bisa diakses oleh kendaraan roda empat, dan satu titik lainnya hanya dapat diakses oleh kendaraan roda dua,” paparnya.

Menurut Hazairin, sebelumnya memang pernah ada bantuan medis untuk warga Barus, namun dikirimkan melalui helikopter, sehingga dikhawatirkan diagnosisnya tidak tepat.

“Oleh sebab itu, Kecamatan Barus menjadi salah satu wilayah yang akan kita kunjungi di hari Jumat, 12 Desember 2025,” terangnya.

Sebelumnya, Ratusan warga Desa Gunung Kelambu, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah geruduk posko pengobatan Gerakan Anak Negeri, Kamis, 11 Desember 2025.

Di hari ke-10 Gerakan Anak Negeri terus konsisten memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Sumatera.

Usai lebih dari 8 hari memberikan pelayanan kesehatan di wilayah Tapanuli Selatan, kini Tim Gerakan Anak Negeri pun menyisir wilayah terdampak bencana lain, yakni Tapanuli Tengah.

Para relawan yang bergerak dari Bogor ini pun membuat posko kesehatan darurat di Desa Gunung Kelambu, Kecamatan Badiri.

Kedatangan Tim Anak Negeri disambut hangat oleh warga. Terbukti, masyarakat pun turut membantu untuk menyiapkan posko pengobatan.

Petugas penyuluh KB Kecamatan Badiri, Rizwan Irawan mengatakan, masyarakat sangat terbantu dengan adanya posko kesehatan dari Tim Gerakan Anak Negeri.

Pasalnya, sejak pertama bencana alam melanda, bantuan logistik sudah disuplai oleh pemerintah dan swasta, namun tidak dengan layanan kesehatan.

“Jadi dua minggu pasca banjir, kalo makanan, sembako itu alhamdulillah ada dari pemerintah dan swasta pun membantu,” kata Rizwan.

“Kalo sekarang, karena belum maksimalnya pelayanan kesehatan, maka kita bersyukur sekali dengan adanya Gerakan Anak Negeri yang melakukan pengobatan,” tegas Penyuluh KB ini. (met)

 

 

loading...

Feeds

Keluarga Petarung MMA, Yudi Cahyadi Bangga

POJOKBANDUNG.COM, SUMEDANG – Petarung Mixed Martial Art (MMA) asal Desa Trunamanggala, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Yudi Cahyadi (34), gagal melangkah …