POJOKBANDUNG.COM, KAB. BANDUNG – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bandung melakukan evaluasi menyeluruh atas insiden padamnya sebagian lampu di Stadion Si Jalak Harupat yang terjadi saat pertandingan Grup A Piala Presiden 2025 antara Arema FC melawan Oxford United pada Kamis malam (10/7/2025).

Ilustrasi suasana penonton piala presiden di stadion Si Jalak Harupat Kabupaten Bandung. Foto-foto:TAOFIK ACHMAD HIDAYAT / POJOK BANDUNG
Kepala Dispora Kabupaten Bandung, Erwin Rinaldi, mengatakan bahwa insiden di Piala Presiden 2025 tersebut menjadi catatan penting bagi pihaknya untuk segera memperkuat sistem kelistrikan stadion.
Berdasarkan hasil evaluasi teknis, diketahui bahwa penyebab utama padamnya lampu saat Piala Presiden 2025 adalah overheat pada panel distribusi listrik utama.
“Ini jadi bahan evaluasi serius kami. Panel distribusi mengalami panas berlebih yang memicu padamnya lampu sebagian. Untungnya teknisi sudah siaga dan langsung lakukan penanganan dengan metode bypass,” ujar Erwin, Minggu (13/7/2025).
Erwin mengungkapkan bahwa masalah pada panel ini sebenarnya telah terdeteksi sejak asesmen awal bersama PLN sebulan sebelum turnamen berlangsung. Sejumlah komponen vital sudah menunjukkan gejala kerusakan dan berpotensi mengganggu sistem listrik saat beban puncak.
“Kita memang sudah mewaspadai kemungkinan ini sejak awal. Sayangnya, pengadaan komponen baru membutuhkan waktu, sehingga penanganan sementara yang kita lakukan adalah bypass kelistrikan,” jelasnya.
Evaluasi juga mencakup prosedur teknis darurat dan kesiapsiagaan tim di lapangan. Menurut Erwin, respons cepat tim teknis menjadi faktor kunci yang memungkinkan pertandingan tetap dapat dilanjutkan setelah lampu kembali menyala dalam waktu sekitar 30 menit.
“Meski mengganggu jalannya laga, kami bersyukur semua bisa dikendalikan. Tapi tentu ini jadi alarm bagi kami untuk tidak menunda perbaikan menyeluruh,” tambahnya.
Dispora memastikan bahwa hasil evaluasi ini akan ditindaklanjuti dengan rencana jangka panjang penggantian panel dan komponen kelistrikan secara menyeluruh, begitu anggaran dari APBD tersedia.
“Perbaikannya tidak bisa instan karena komponennya tidak tersedia di pasaran umum. Tapi akan kami prioritaskan agar stadion siap menghadapi event skala besar lainnya,” ujar Erwin.
Untuk jangka pendek, Dispora memastikan bahwa seluruh sisa pertandingan Piala Presiden 2025 tetap aman, karena sistem kelistrikan kini dalam pemantauan ketat oleh tim gabungan dari Dispora, PLN, dan vendor teknis.
“Seluruh teknisi tetap siaga. Kami tidak ingin insiden serupa terulang,” tegas Erwin.
Evaluasi ini, lanjut Erwin, bukan hanya soal teknis kelistrikan, tetapi juga bagian dari upaya memastikan Stadion Si Jalak Harupat sebagai venue utama di Jawa Barat benar-benar memenuhi standar profesional, baik untuk laga nasional maupun internasional.
“Kami ingin SJH tetap menjadi kebanggaan Kabupaten Bandung. Maka setiap peristiwa, termasuk insiden lampu ini, harus dijadikan pelajaran untuk perbaikan menyeluruh,” pungkasnya. (kus)




















