Dubes Iran Sebut Trump Tak Mau Perang, AS dan Inggris Tarik Tentara dari Pangkalan Militer di Qatar

POJOKBANDUNG.COM, TEHERAN – Al-Udeid, pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Qatar, termasuk salah satu yang diserang Iran dalam Perang 12 Hari Tahun Lalu.

Dubes Iran Sebut Trump Tak Mau Perang, AS dan Inggris Tarik Tentara dari Pangkalan Militer di Qatar

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Foto : Maryland Daily Record. Sementara foto atas, AS dan Qatar membuka pos komando gabungan bilateral pertama di Timur Tengah. Foto : Dok. US Central Command via Al Arabiya.

Dan, kemarin (15/1/2026), di tengah meningkatnya tensi di kawasan Timur Tengah, AS mendadak mengevakuasi sejumlah tentara mereka.

Seorang petinggi militer Negeri Paman Sam itu mengatakan, langkah tersebut merupakan bentuk pencegahan.

Inggris pun mengikuti langkah sekutunya tersebut.

Iran, seperti dikatakan seorang pejabat seniornya, sudah mengabari negara-negara Timur Tengah yang ketempatan pangkalan militer AS.

Jika Washington DC benar menyerang mereka seperti yang mereka lakukan ke Venezuela, Teheran akan menyerang balik pangkalan-pangkalan tersebut.

Presiden AS Donald Trump secara provokatif sebelumnya menggertak, kalau Iran menghukum gantung para demonstran yang tertangkap, tindakan keras akan diambil.

Namun, Trump tak secara spesifik menyebut apa yang dimaksud dengan tindakan keras itu.

Menurut sumber di Israel, Trump sebenarnya sudah memutuskan untuk melakukan intervensi ke Iran.

“Tapi, belum jelas dalam bentuk apa atau dalam skala militer seperti apa,” kata sumber tersebut seperti dikutip The Guardian dari Reuters.

Adapun Iran mengumumkan tidak ada rencana eksekusi hukuman gantung untuk pelaku teror (istilah yang digunakan Teheran untuk menyebut mereka yang tertangkap karena melakukan kerusuhan saat demonstrasi, red).

“Tidak akan ada hukuman gantung hari ini atau besok,” kata Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam wawancara dengan jaringan televisi AS Fox News (14/1/2026).

Araghchi menegaskan bahwa situasi di Iran telah terkendali. Dia pun mendesak AS untuk memilih jalan diplomasi.

“Sekarang sudah tenang. Kami mengendalikan semuanya dan mari kita berharap kebijaksanaan akan menang dan kita tidak berakhir dalam situasi ketegangan tinggi yang akan menjadi bencana bagi semua orang,” kata Araghchi.

Trump juga mengaku telah mendengar batalnya rencana eksekusi tersebut.

“Kami telah diberitahu bahwa pembunuhan di Iran sedang berhenti, sudah berhenti, sudah berhenti, jadi saya telah diberitahu hal itu dari sumber yang dapat dipercaya,” ujar Trump, seperti dikutip dari AFP.

Menahan Diri

Kalau sumber di Israel menyatakan Trump sudah berniat melakukan intervensi, Duta Besar Iran untuk Pakistan Amiri Moghadam, menyatakan sebaliknya.

Sebagaimana dilansir media terkemuka Pakistan, Dawn, Moghadam menyebut kalau Trump tak berniat menyerang alias tak menginginkan perang.

Trump, dari informasi yang didapatkan Moghadam, juga meminta Iran untuk tidak menyerang kepentingan AS di Timur Tengah.

Informasi tersebut, yang tak dia ungkap sumbernya dari siapa, dia dapat kemarin (15/1/2026) sekitar pukul 1.00 waktu Pakistan.

Moghadam menambahkan, warga Iran punya hak untuk berdemonstrasi dan pemerintah juga telah membuka ruang diskusi.

Tentang kerusuhan yang terjadi selama demonstrasi yang berlangsung sejak akhir tahun lalu, termasuk perusakan masjid, dia menuding itu dilakukan kelompok bersenjata.

Sampai berita ini selesai ditulis pukul 19.00 WIB tadi malam, belum ada respons dari Gedung Putih terkait kaim Moghadam tersebut.

Adapun Turki mendukung penuh jalur dialog antara Teheran dan Washington.

“Sudah pasti AS dan Iran akan menyelesaikan sendiri persoalan ini, baik melalui mediator, pihak lain, atau dialog langsung. Kami terus mengikuti perkembangan,” kata Menteri Luar Negeri Hakan Fidan di Istanbul, seperti dikutip Al Jazeera.

Penerbangan Normal Lagi

Sementara itu, Iran kemarin sempat menutup wilayah udaranya, kecuali untuk penerbangan internasional dari dan ke Teheran.

Tapi beberapa jam kemudian, negeri tetangga Irak tersebut sudah membuka kembali zona terbang komersialnya.

Mengutip Al Jazeera, sejumlah penerbangan domestik dari dan ke Teheran terdata sudah mulai berjalan.

Sebelumnya, Lufthansa mengatakan kalau mereka akan menghindari wilayah udara Iran dan Irak “sampai pemberitahuan lebih lanjut”. Grup tersebut, yang meliputi Austrian Airlines, Brussels Airlines, Discover Airlines, Eurowings, Swiss, dan ITA Airways, berdalih kalau langkah itu diambil “karena situasi terkini di Timur Tengah.” (idr/ttg/Jawa Pos)

loading...

Feeds

Keluarga Petarung MMA, Yudi Cahyadi Bangga

POJOKBANDUNG.COM, SUMEDANG – Petarung Mixed Martial Art (MMA) asal Desa Trunamanggala, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Yudi Cahyadi (34), gagal melangkah …