Penulis: Azam

  • Timnas Putri Indonesia Lawan Singapura, Jadi Tolak Ukur Perkembangan

    Timnas Putri Indonesia Lawan Singapura, Jadi Tolak Ukur Perkembangan

    POJOKBANDUNG.COM, KOTA BANDUNG – Timnas Putri Indonesia akan menjalani ujian penting saat menghadapi Singapura dalam laga FIFA Women’s Matchday di Stadion Arcamanik, Kota Bandung, Rabu (3/6/2026) malam. Pertandingan ini menjadi kesempatan bagi skuad Garuda Pertiwi untuk mengukur hasil pembinaan sekaligus melanjutkan tren positif yang mulai terbentuk dalam beberapa bulan terakhir.

    Duel melawan Singapura merupakan pertandingan pertama dari dua agenda FIFA Matchday yang dijalani Indonesia pada Juni 2026. Setelah menghadapi Singapura, pasukan asuhan Satoru Mochizuki dijadwalkan bertemu Kamboja pada 9 Juni mendatang. Secara peringkat FIFA, Indonesia memang lebih diunggulkan. Garuda Pertiwi saat ini menempati peringkat ke-106 dunia, sedangkan Singapura berada di posisi ke-152.

    Meski demikian, perbedaan peringkat tidak membuat kubu Indonesia lengah. Mochizuki menilai pertandingan internasional selalu menghadirkan tantangan tersendiri, terlebih ketika berhadapan dengan tim yang tengah membangun fondasi baru. Pelatih asal Jepang itu mengatakan persiapan tim sebenarnya telah berlangsung cukup panjang. Pemusatan latihan sudah digelar sejak awal Mei sehingga para pemain memiliki waktu memadai untuk memahami materi latihan dan meningkatkan kondisi fisik.

    Menurut Mochizuki, tujuan utama dari laga internasional bukan sekadar mengejar kemenangan. Yang lebih penting adalah memberikan pengalaman bertanding kepada para pemain agar perkembangan mereka semakin cepat.

    “Persiapan sudah dilakukan sejak awal Mei dan seharusnya cukup. Harapannya pertandingan internasional seperti ini bisa memberikan pengalaman dan membantu perkembangan pemain,” ujar Mochizuki.

    Laga melawan Singapura juga memiliki arti penting karena menjadi salah satu tolok ukur perkembangan sepak bola putri Indonesia di bawah arahannya. Mochizuki mengakui masih belum memiliki gambaran utuh mengenai kekuatan terbaru Singapura. Pergantian pelatih membuat pendekatan permainan lawan berpotensi berubah dibandingkan pertemuan-pertemuan sebelumnya. Ia bahkan menyebut pelatih Singapura, Mihoko Ishida, sebagai sahabat dekat yang memiliki kualitas kepelatihan baik. Karena itu, Indonesia harus tetap berhati-hati meski berstatus unggulan.

    “Pelatih mereka teman baik saya dan juga pelatih yang bagus. Kami harus berhati-hati karena belum tahu secara pasti bagaimana mereka akan bermain sekarang,” kata Mochizuki.

    Bagi Indonesia, pertandingan ini juga menjadi kesempatan untuk melanjutkan momentum positif setelah meraih kemenangan 4-2 atas Kaledonia Baru pada ajang FIFA Women’s Series, April lalu. Kemenangan tersebut memberi suntikan kepercayaan diri bagi pemain-pemain muda Indonesia yang dalam beberapa tahun terakhir terus mendapat kesempatan tampil di level internasional.

    Nama-nama seperti Claudia Scheunemann diharapkan kembali menjadi motor permainan tim. Kehadiran pemain muda bertalenta itu menjadi salah satu simbol regenerasi yang sedang berjalan di tubuh Garuda Pertiwi. Di sisi lain, pertandingan kali ini akan berlangsung tanpa kehadiran penonton di stadion. Situasi tersebut dinilai Mochizuki menghadirkan tantangan sekaligus keuntungan tersendiri bagi timnya.

    Menurut dia, atmosfer pertandingan memang akan terasa berbeda tanpa dukungan langsung dari tribun. Namun, kondisi tersebut dapat membantu pemain tampil lebih lepas karena tidak terbebani tekanan dari penonton.

    “Kalau ada penonton biasanya pemain lebih gugup. Karena kali ini tidak ada, mungkin pemain bisa bermain lebih lepas tanpa tekanan,” ujarnya.

    Sementara itu, Singapura datang ke Bandung dengan semangat membangun era baru bersama Mihoko Ishida. Pelatih asal Jepang tersebut mengaku antusias menjalani pertandingan pertamanya menghadapi Indonesia. Ishida mengatakan seluruh pemain menunjukkan komitmen tinggi selama masa persiapan. Fokus utama timnya saat ini bukan hanya hasil pertandingan, melainkan melihat sejauh mana perkembangan yang telah dicapai sejak memulai program baru.

    “Perjalanan kami baru saja dimulai. Kami ingin melihat seberapa baik kami bisa bermain melawan Indonesia dan Kamboja,” ujar Ishida.

    Meski memiliki keterbatasan informasi mengenai Indonesia, staf pelatih Singapura tetap melakukan analisis terhadap sejumlah pertandingan Garuda Pertiwi. Dari hasil pengamatannya, Ishida menilai salah satu kekuatan utama Indonesia terletak pada aspek fisik pemain yang cukup menonjol dibandingkan banyak tim di kawasan.

    Penilaian tersebut menjadi sinyal bahwa Singapura tidak datang ke Bandung hanya untuk bertahan. Mereka berupaya mencari cara meredam agresivitas Indonesia dan memanfaatkan setiap peluang yang muncul. Pertandingan ini pada akhirnya bukan hanya soal hasil akhir. Bagi kedua tim, laga FIFA Matchday menjadi bagian penting dari proses pembangunan jangka panjang sepak bola putri masing-masing negara.

    Indonesia memang memiliki peluang lebih besar untuk meraih kemenangan. Namun, Singapura yang sedang bertransformasi berpotensi memberikan perlawanan sengit. Karena itu, Garuda Pertiwi dituntut tampil disiplin sejak menit awal. Jika mampu menjaga konsistensi permainan seperti saat mengalahkan Kaledonia Baru, Indonesia berpeluang membuka FIFA Matchday Juni 2026 dengan hasil positif di hadapan publik sepak bola nasional. (pra)

     

    Prediksi Susunan Pemain

    Indonesia (4-3-3)

    Iris De Rouw, Pauline van De Pol, Emily Nahon, Safira Ika, Vivi Oktavia, Helsya Maeisyaroh, Viny Silfianus, dan Felicia De Zeeuw, Isa Warps, Reva Oktaviani, Aulia Al Mabruroh.

    Pelatih: Satoru Mochizuki

     

    Singapura (4-4-2)

    Izairida Shakira, Rosnani Azman, Yasmine Zaharin, Syazwani Ruzi, Irsalina Irwan, Itianiwati Rosielin, Sarah Zu’risqha, Dhaniyah Qasimah, Chloe Koh, Danelle Tan, Raudhah.

    Pelatih: Mihoko Ishida

     

    5 Pertemuan Terakhir Indonesia Putri vs Singapura

    07/12/2025: Singapura W vs Indonesia W 1-3 (SEA Games)

    02/12/2024: Singapura W vs Indonesia W 0-3 (ASEAN Championship W)

    28/05/2024: Indonesia W vs Singapura W 5-1 (Friendly Match)

    10/10/2022: Singapura W vs Indonesia 1-2 (Friendly Match)

    12/07/2022: Indonesia W vs Singapura W 0-2 (ASEAN Championship W)

     

    5 Pertandingan Terakhir Indonesia Putri

    15/04/2026: Indonesia W vs New Caledonia W 4-2 (FIFA Women’s Series)

    12/04/2026: Indonesia W vs D.R. Congo W 1-7 (FIFA Women’s Series)

    17/12/2025: Indonesia W vs Thailand W 0-2 (SEA Games)

    14/12/2025: Vietnam W vs Indonesia W 5-0 (SEA Games)

    07/12/2025: Singapore W vs Indonesia W 1-3 (SEA Games)

     

    5 Pertandingan Terakhir Singapura Putri

    10/12/2025: Thailand W vs Singapore W 2-0 (SEA Games)

    07/12/2025: Singapore W vs Indonesia W 1-3 (SEA Games)

    28/11/2025: Singapore W vs Seychelles W 7-0 (Friendly Match)

    25/11/2025: Singapore W vs Seychelles W 9-0 (Friendly Match)

    29/10/2025: Singapore W vs Saudi Arabia W 0-5 (Friendly Match)

     

     

     

  • Timnas Putri Indonesia Siap Hadapi Singapura dan Kamboja dalam Garuda Championship Series

    Timnas Putri Indonesia Siap Hadapi Singapura dan Kamboja dalam Garuda Championship Series

    POJOKBANDUNG.COM, KOTA BANDUNG – Pelatih sepakbola Timnas Putri Indonesia Satoru Mochizuki (kanan) bersama pesepakbola Timnas Putri Indonesia Remini Rumbewas (kiri) memberikan keterangan saat konferensi pers jelang Garuda Championship Series di Kota Bandung, Selasa (2/6/2026).

    Timnas Putri Indonesia Siap Hadapi Singapura dan Kamboja dalam Garuda Championship Series
    Pelatih sepakbola Timnas Putri Indonesia Satoru Mochizuki (kanan) bersama pesepakbola Timnas Putri Indonesia Remini Rumbewas (kiri) memberikan keterangan saat konferensi pers jelang Garuda Championship Series di Kota Bandung, Selasa (2/6/2026). Foto-foto : Taofik Achmad Hidayat/ Pojok Bandung.

    Timnas Putri Indonesia akan menghadapi Timnas Singapura dan Timnas Kamboja dalam Garuda Championship Series di Stadion Arcamanik pada 3-9 Juni 2026 mendatang. (opk)

  • Bapor Korpri Subang Gelar Ngabret Pedal Tournamen

    Bapor Korpri Subang Gelar Ngabret Pedal Tournamen

    POJOKBANDUNG.COM, SUBANG-Badan Pembina Olahraga Korps Pegawai Republik Indonesia (BAPOR KORPRI) Kabupaten Subang menyelenggarakan Ngabret Padel Mini Tournament Session 1 yang berlangsung di Flash Padel Subang.
    Ngabret Padel Mini Tournament Session 1 terselenggara atas inisiasi BAPOR KORPRI Subang yang bekerjasama dengan Bank BJB, Perumda PDAM Tirta Rangga Subang serta Flash Padel.
    Turnamen tersebut diikuti oleh 12 pasangan peserta dari unsur ASN, swasta, dan BUMD. Pada kompetisi tersebut, pasangan Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita yang berpasangan dengan Seka berhasil meraih juara pertama.
    Sementara itu, pasangan H. Iman dan Hendra meraih juara kedua, serta pasangan Iwan Syahrul Anwar dan Temi menempati posisi juara ketiga.
    Dani Muhammad selaku ketua pelaksana kegiatan, menyampaikan bahwa Ngabret Padel Mini Tournament ini merupakan turnamen Padel yang diselenggarakan oleh BAPOR KORPRI Kabupaten Subang dengan peserta dari unsur ASN, pegawai pemerintahan, pegawai perbankan dan pegawai BUMD di Kabupaten Subang serta pelatih Flash Padel Subang.
    Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya olahraga sebagai bagian dari pola hidup sehat.
    Selain itu, turnamen ini juga menjadi media untuk memperkenalkan olahraga padel kepada masyarakat Kabupaten Subang.
    “Memasyarakarkan Olahraga dan Mengolahragakan Masyarakat, itulah harapan saya, ” ujarnya, Sabtu.
    Turnamen ini merupakan pelaksanaan Session 1 dan diharapkan dapat terus berlanjut pada kesempatan berikutnya dengan penyelenggaraan yang lebih baik, lebih meriah, serta melibatkan lebih banyak peserta. (anr)
  • Produksi Padi Sumedang Capai 294 Ribu Ton

    Produksi Padi Sumedang Capai 294 Ribu Ton

    POJOKBANDUNG.COM, SUMEDANG – Kabupaten Sumedang mencatat produksi padi sekitar 294 ribu ton pada 2025. Jumlah tersebut jauh melampaui kebutuhan konsumsi masyarakat yang hanya sekitar 103 ribu ton per tahun.
    Kondisi itu menjadikan Sumedang sebagai salah satu daerah dengan surplus beras di Jawa Barat sekaligus berkontribusi terhadap pasokan pangan regional.
    Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Sumedang, Tono Suhartono, mengatakan surplus beras yang dimiliki Sumedang mencapai lebih dari 190 ribu ton.
    “Produksi kita sekitar 294 ribu ton, sementara kebutuhan hanya 103 ribu ton. Artinya, kita memiliki surplus cukup besar, lebih dari 190 ribu ton,” kata Tono, Senin (1/6/2026).
    Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan sektor pertanian di Sumedang masih mampu menjaga produktivitas meski dihadapkan pada berbagai tantangan, termasuk perubahan iklim dan ketidakpastian cuaca.
    Diungkapkan, data DPKP menunjukkan Kecamatan Buahdua menjadi wilayah dengan produksi padi tertinggi, yakni sekitar 43,19 ribu ton. Posisi berikutnya ditempati Kecamatan Conggeang dengan produksi 32,18 ribu ton, Kecamatan Ujungjaya 30,25 ribu ton, Kecamatan Tanjungkerta 24,68 ribu ton, serta Kecamatan Sumedang Selatan sebesar 23,9 ribu ton.
    “Kecamatan-kecamatan tersebut menjadi sentra produksi padi sekaligus penopang utama ketahanan pangan di Kabupaten Sumedang,” ungkapnya.
    Tono menjelaskan, surplus produksi padi tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat Sumedang, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan beras di daerah lain di Jawa Barat.
    “Produksi yang melampaui kebutuhan daerah menjadi modal penting dalam menjaga ketahanan pangan. Karena itu, produktivitas pertanian harus terus dipertahankan,” ujarnya.
    Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu mendapat perhatian, di antaranya ketersediaan air, perbaikan infrastruktur irigasi, penerapan teknologi pertanian, serta regenerasi petani.
    Menurut Tono, upaya menjaga swasembada beras harus dilakukan secara berkelanjutan agar produksi tetap stabil dari musim ke musim.
    “Kami harus memastikan berbagai faktor pendukung pertanian tetap terjaga agar produksi padi di Sumedang dapat terus memenuhi kebutuhan masyarakat dan menghasilkan surplus,” katanya.
    Pemerintah daerah melalui DPKP terus mendorong penguatan sektor pertanian sebagai langkah menjaga ketahanan pangan sekaligus mempertahankan posisi Sumedang sebagai salah satu daerah surplus beras di Jawa Barat. (gun)
  • Usai Terkatung-katung, Keluarga Ade Kembali Desa Puteran, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat

    Usai Terkatung-katung, Keluarga Ade Kembali Desa Puteran, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat

    POJOKBANDUNG.COM, BANDUNG BARAT – Satu keluarga asal Desa Puteran, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat yang terkatung-katung di Papua akhirnya bisa kembali ke kampung halamannya. Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Pelatihan, Produktivitas, Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi (P3TKT) Disnakertrans KBB, Dewi Andani, Senin (1/6/2026).

    Ia menambahkan, satu keluarga yang hidup terkatung-katung di Papua tersebut berhasil dipulangkan ke kampung halamannya dengan keadaan sehat. “Alhamdulillah sudah sampai lagi di kampung halamannya, tiba Minggu dini hari sekitar jam 01.30 WIB,” katanya.

    Masih kata dia, peristiwa tersebut berawal ketika sang kepala keluarga yakni Ade Halidan bersama istrinya Peni Herawati, serta dua anaknya berangkat ke Papua satu tahun lalu untuk berkerja di perkebunan kelapa sawit.  “Jadi awalnya sekeluarga ini ada yang menawari kerja di perkebunan sawit, mereka dibawa dulu ke Kalimantan. Kemudian dijanjikan kerja di Sorong, makanya mereka dibawa kesana,” katanya.

    Lebih lanjut ia mengatakan, usai tiba di tempat tujuan ternyata pekerjaan yang dijanjikan tidak ada lantaran perusahaan yang ditujunya ilegal. Bahkan Ade sempat bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.  “Ya mungkin sempat bekerja serabutan buat bertahan hidup. Akhirnya karena nasibnya enggak jelas juga, ditampung di dinas sosial di Sorong dan dipindahkan ke sebuah yayasan,” katanya.

    Ia menegaskan, usai berhasil dipulangkan ke kampung halamannya pihaknya akan berkoordinasi terkait pembinaan dan pelatihan untuk mendapatkan pekerjaan yang layak.  “Nanti Dinas Sosial dan Dinas Tanaga Kerja KBB akan memberikanm pendampingan untuk keluarga tersebut, nanti kita fasilitasi kepada program dinas supaya kedepannya bisa tersalurkan ke lowongan pekerjaan,” tandasnya. (kro)

  • Bandara Husein Sastranegara Tetap Siap Siaga Operasional, Ini Kata Komandan Lanud Husein Sastranegara Marsma TNI M D Irman Fathurrahman

    Bandara Husein Sastranegara Tetap Siap Siaga Operasional, Ini Kata Komandan Lanud Husein Sastranegara Marsma TNI M D Irman Fathurrahman

    POJOKBANDUNG.COM, KOTA BANDUNG – Wacana kembali dibukanya Bandara Husein Sastranegara untuk penerbangan komersial mendapat respons positif dari jajaran TNI AU.

    Komandan Lanud Husein Sastranegara Marsma TNI M D Irman Fathurrahman menegaskan pihaknya siap menjalankan operasional bandara kapan pun keputusan resmi pemerintah pusat diterbitkan.

    Komandan Lanud Husein Sastranegara Marsma TNI M D Irman Fathurrahman menjelaskan kesiapan Bandara Husein tidak hanya dari sisi personel, tetapi juga sarana dan prasarana penerbangan yang hingga kini masih aktif digunakan.

    “Kapan pun dibuka kami siap melaksanakan. Tinggal menunggu perintah pimpinan dan surat resmi dari Kementerian Perhubungan melalui Angkatan Udara,” Irman usai menghadiri kegiatan di Balai Kota Bandung, Senin (1/6/2026).

    Irman menyebutkan fasilitas utama bandara masih dalam kondisi layak untuk mendukung operasional pesawat berbadan besar, Airbus maupun Boeing. Aktivitas penerbangan militer dan VVIP pun hingga saat ini masih rutin dilakukan di kawasan Lanud Husein Sastranegara.

    Menurut Irman, kondisi landasan dan fasilitas penerbangan tidak menjadi kendala utama apabila pemerintah memutuskan membuka kembali penerbangan sipil dari Bandung. Persoalan yang dinilai perlu segera dibenahi justru berada di luar area bandara, terutama akses jalan menuju lokasi.

    Irman menyoroti kondisi jalur dari Gerbang Tol Pasteur menuju kawasan bandara yang dinilai masih membutuhkan perhatian serius. Saat hujan deras turun, kawasan kerap dilanda genangan hingga banjir yang menghambat mobilitas kendaraan.

    “Mudah-mudahan jalan menuju pangkalan maupun bandara bisa segera diperbaiki. Termasuk akses keluar masuk tol dari Pasteur sampai ke bandara,” katanya.

    Kondisi infrastruktur penunjang itu dinilai menjadi salah satu faktor penting apabila Bandara Husein kembali melayani penerbangan komersial dalam jumlah besar. Sebab, kelancaran akses penumpang menjadi bagian penting dalam mendukung operasional bandara.

    Irman pun mengungkapkan komunikasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) terus dilakukan terkait berbagai kebutuhan penataan kawasan sekitar bandara. Koordinasi itu mencakup pembenahan drainase hingga akses transportasi.

    Irman memastikan hubungan antara Lanud Husein dengan pemerintah daerah berjalan baik dan intensif. Berbagai persoalan yang berkaitan dengan operasional bandara dibahas secara berkala agar kesiapan tetap terjaga.

    “Komunikasi dengan pemerintah kota maupun pemerintah provinsi selalu kami lakukan,” ujarnya.

    Pernyataan kesiapan muncul di tengah kembali menguatnya pembahasan soal pengoperasian Bandara Husein Sastranegara setelah sebelumnya sebagian besar penerbangan dialihkan ke Bandara Kertajati di Majalengka.

    Sejumlah kalangan menilai keberadaan Bandara Husein masih memiliki peran strategis karena lokasinya berada dekat pusat Kota Bandung dan menjadi pilihan praktis bagi masyarakat maupun pelaku bisnis.

    Selain faktor kedekatan lokasi, aksesibilitas dan efisiensi waktu perjalanan juga menjadi alasan Bandara Husein masih diminati banyak penumpang dari Bandung Raya dan wilayah sekitarnya.

    Meski demikian, keputusan pembukaan kembali penerbangan komersial tetap berada di tangan pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan bersama otoritas terkait lainnya.

    Lanud Husein Sastranegara pun kini menunggu keputusan resmi sambil memastikan seluruh fasilitas, personel, dan dukungan operasional tetap dalam kondisi siap digunakan sewaktu-waktu.(dsn)

  • Pedagang di Terminal Cicaheum Kota Bandung Minta BRT Dikaji Ulang

    Pedagang di Terminal Cicaheum Kota Bandung Minta BRT Dikaji Ulang

    POJOKBANDUNG.COM, KOTA BANDUNG – Rencana perpindahan aktivitas Terminal Cicaheum ke Terminal Leuwipanjang kembali menuai penolakan dari para pedagang dan warga terminal yang selama puluhan tahun menggantungkan hidup di kawasan Terminal Cicaheum.  Mereka meminta pemerintah mengkaji ulang kebijakan proyek Bus Rapid Transit (BRT) karena dinilai mengancam mata pencaharian masyarakat kecil.

    Perwakilan warga terminal dan pedagang Terminal Cicaheum, Ronny mengatakan sebagian besar pedagang hingga pekerja informal di sekitar terminal belum siap menghadapi penutupan aktivitas terminal. Kompensasi maupun solusi pengganti yang dijanjikan pemerintah hingga kini belum memberikan kepastian yang jelas.

    “Kami hanya meminta jangan ditutup dulu sebelum ada kejelasan. Karena kehidupan kami memang dari jualan di sini. Kalau langsung dipindahkan atau ditutup, kami harus makan dari mana,” ujar Ronny saat ditemui di Terminal Cicaheum, Senin (1/6/2026).

    Ronny mengungkapkan aspirasi tersebut sebelumnya sudah disampaikan kepada pihak Kementerian Perhubungan, Dinas Perhubungan, hingga pengelola proyek BRT saat sosialisasi berlangsung di kawasan terminal. Dalam pertemuan itu, para pedagang meminta pemerintah mempertimbangkan ulang dampak sosial yang muncul akibat relokasi terminal.

    Menurut Ronny, yang terdampak bukan hanya pedagang kios resmi, tetapi juga pedagang asongan, tukang cuci kendaraan, buruh jasa angkut, hingga warga yang tinggal di sekitar terminal. Sebagian bahkan menjadikan lapak jualan sebagai tempat tinggal bersama keluarga mereka.

    “Kami ini bukan hanya jualan, ada yang tidur di sini, anak-anaknya tinggal di sini juga. Jadi kalau dipindah mendadak, kami bingung harus bagaimana,” katanya. (dsn)

  • Seni Tari Umbul Asli Sumedang Dipastikan Akan Semakin Dikenal

    Seni Tari Umbul Asli Sumedang Dipastikan Akan Semakin Dikenal

    POJOKBANDUNG.COM, SUMEDANG – Seni Tari Umbul asli Sumedang dipastikan akan semakin dikenal seiring dengan berbagai upaya pelestarian melalui berbagai event.

    Hal itu terlihat dari adanya gelaran Pasanggiri Tari Umbul yang dilaksanakan di SMK Korpri Sumedang, pada Sabtu (30/5/2026).

    Ketua Panitia Endang Yadi mengatakan, Tari Umbul merupakan salah satu seni tradisi warisan budaya yang syarat akan seni, sejarah, kebersamaan, dan keceriaan masyarakat.

    Yang mana kata Endang, Pasanggiri ini diselenggarakan sebagai upaya nyata dalam melestarikan dan merevitalisasi serta mengenakan kembali kekayaan budaya lokal kepada generasi muda.

    Peserta Pasanggiri berasal dari pelajar khususnya, pelajar SMP, MTS di Kabupaten Sumedang yang konsen terhadap seni tari umbul.

    Ternyata sedikitnya 178 grup tari umbul dari 17 sekolah berpartisipasi pada Pasanggiri tersebut yang terdiri dari 15 SMP dan 2 Mts di Sumedang

    “Adapun dari tim Dewan Juri, untuk menjaga objektivitas dan kualitas penilaian, kami menghadirkan Dewan Juri yang sangat berkompeten di bidangnya dari Perguruan Tinggi Institut Seni Budaya Indonesia Bandung atau dari ISBI Bandung dan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang juga dari SMKN 10 Bandung,” kata Endang kepada Radar Sumedang (grup Pojok Bandung). (jim)

  • Hari Ini Negara Mulai Ambil Alih Kendali Ekspor, Masa Transisi Tujuh Bulan, Transaksi Batu Bara, Kelapa Sawit, dan Ferro Alloy Wajib Dilaporkan ke Danantara

    Hari Ini Negara Mulai Ambil Alih Kendali Ekspor, Masa Transisi Tujuh Bulan, Transaksi Batu Bara, Kelapa Sawit, dan Ferro Alloy Wajib Dilaporkan ke Danantara

    POJOKBANDUNG.COM, JAKARTA – Pemerintah resmi memberlakukan kebijakan baru terkait Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) mulai hari ini (1/6/2026). Melalui kebijakan tersebut, ekspor batu bara, kelapa sawit, dan ferro alloy (besi paduan) akan berada di bawah koordinasi badan usaha milik negara (BUMN) bernama PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI).

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, pemerintah ingin memastikan manfaat pengelolaan sumber daya alam memberikan nilai tambah lebih besar bagi perekonomian nasional. “Tujuannya memperkuat pengawasan dan tata kelola ekspor, mencegah praktik under invoicing, transfer pricing, serta pelarian devisa hasil ekspor,” kata Airlangga di Jakarta, kemarin (31/5/2026).

    Menurut dia, tiga komoditas yang menjadi tahap awal implementasi tersebut merupakan penyumbang utama ekspor nasional. Sepanjang 2025, nilai ekspor batu bara, kelapa sawit beserta turunannya, dan ferro alloy mencapai USD 66,13 miliar atau sekitar 23,4 persen dari total ekspor Indonesia.

    Tiga komoditas itu juga menjadi penopang surplus neraca perdagangan yang telah berlangsung selama 71 bulan berturut-turut.

    Dalam masa transisi yang dimulai 1 Juni, aktivitas ekspor masih dilakukan eksportir seperti biasa. Namun, seluruh kegiatan ekspor wajib dilaporkan kepada PT DSI melalui sistem yang terintegrasi dengan portal CEISA 4.0 milik Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

    Airlangga menegaskan, pemerintah memberikan ruang penyesuaian bagi pelaku usaha. Implementasi penuh kebijakan ekspor satu pintu ditargetkan berlaku paling lambat 1 Januari 2027.

    “Kami menjaga kepastian usaha, kelancaran arus barang, realisasi ekspor, serta menghormati kontrak-kontrak dagang yang sudah berjalan,” ujarnya.

    Pemerintah meyakini sistem baru tersebut akan meningkatkan akurasi pencatatan nilai ekspor sehingga penerimaan negara lebih optimal. Selain itu, pengawasan yang lebih terintegrasi diharapkan mampu menekan praktik perdagangan ilegal maupun pelaporan nilai ekspor di bawah harga pasar.

    Dia menambahkan, mekanisme pungutan ekspor dan bea keluar tidak mengalami perubahan. Pengelolaan pungutan sektor sawit tetap dilakukan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), sedangkan bea keluar tetap berada di bawah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

    “Tentu ini akan terus kami monitor hingga evaluasi tiga bulan pertama. Ekspor ilegal akan ditertibkan,” tambahnya.

    DHE SDA Wajib Masuk Bank Himbara

    Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan, melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2026, eksportir diwajibkan merepatriasi seluruh DHE SDA ke dalam negeri dengan tingkat kepatuhan 100 persen.

    Eksportir sektor nonmigas wajib menempatkan 100 persen DHE SDA pada rekening khusus di dalam negeri selama minimal 12 bulan. Sementara itu, eksportir migas wajib menempatkan sedikitnya 30 persen DHE SDA selama paling singkat tiga bulan.

    Dalam aturan baru tersebut, penempatan DHE SDA wajib dilakukan melalui bank-bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Selain itu, konversi DHE SDA dari valuta asing ke rupiah dibatasi maksimal 50 persen.

    Meski demikian, pemerintah tetap memberikan relaksasi bagi eksportir tertentu, terutama yang memiliki pembeli dari negara mitra dagang Indonesia yang terikat perjanjian bilateral atau kerja sama perdagangan.

    “Berikut ketentuannya, eksportir yang sudah terikat perjanjian bilateral diperbolehkan menempatkan sebagian DHE SDA pada bank non-Himbara. Porsi penempatannya maksimal 30 persen dengan jangka waktu paling lama tiga bulan,” jelasnya.

    Terkait negara yang memperoleh pengecualian, dia menyebut Amerika Serikat menjadi salah satu yang sudah dipastikan. Pemerintah juga membuka kemungkinan pengecualian bagi perusahaan asing yang menggunakan pembiayaan dari luar negeri.

    Danantara Siapkan Tata Kelola Ketat

    Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengatakan, pemerintah telah menyiapkan masa transisi sekitar tujuh bulan agar implementasi kebijakan berjalan optimal tanpa mengganggu aktivitas pelaku usaha.

    Menurut dia, Danantara mendapat mandat besar untuk memastikan pengelolaan sumber daya alam nasional memberikan manfaat maksimal bagi perekonomian dan masyarakat. Karena itu, aspek tata kelola menjadi prioritas utama.

    Dony menegaskan seluruh proses pengelolaan dana akan dirancang agar dapat diawasi publik. Di sisi lain, Danantara juga mengembangkan sistem teknologi yang akan menjadi tulang punggung operasional perusahaan. Sistem tersebut dirancang untuk mendukung pengelolaan dana secara aman, efisien, dan dapat dipertanggungjawabkan. (mim/oni/Jawa Pos)

  • Rangkaian Haji Selesai, Jemaah Mulai Tiba Hari Ini, Menhaj Minta PPIH Kawal yang Belum Tawaf Ifadah

    Rangkaian Haji Selesai, Jemaah Mulai Tiba Hari Ini, Menhaj Minta PPIH Kawal yang Belum Tawaf Ifadah

    POJOKBANDUNG.COM, JAKARTA – Rangkaian ibadah haji 2026 sudah berakhir. Sesuai dengan jadwal, hari ini (1/6/2026) jemaah mulai tiba di tanah air setelah sebelumnya menjalankan puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), serta di Masjidilharam.

    Rangkaian Haji Selesai, Jemaah Mulai Tiba Hari Ini, Menhaj Minta PPIH Kawal yang Belum Tawaf Ifadah
    Jemaah calon haji Indonesia saat berada di tenda jelang puncak ibadah haji di Arafah, Senin (25/5). Foto: KEMENHAJ Sementara foto atas, Ilustrasi. Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf bersama Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak bersiap mengikuti rapat kerja bersama Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/2/2026). Foto : Salman Toyibi/ Jawa Pos.

    Di antara rombongan jemaah haji yang tiba di tanah air hari ini adalah dari Embarkasi Jakarta-Pondok Gede. Berdasarkan data yang ditetapkan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Kloter 1 Embarkasi Jakarta-Pondok Gede mendarat malam ini pukul 22.45 WIB setelah sebelumnya lepas landas dari Jeddah pukul 08.00 waktu setempat.

    “Total ada 17 kloter yang pulang dari Arab Saudi pada 1 Juni.” Demikian Kemenhaj dalam keterangan tertulis kemarin (31/5/2026).

    Kemudian, setelah menempuh perjalanan udara sekitar 10 jam, ada tujuh kloter yang mendarat pada 1 Juni. Sedangkan 10 kloter lainnya mendarat pada 2 Juni.

    Data hingga 30 Mei menyebutkan, ada sekitar 130 jemaah yang wafat. Jumlah ini menurun drastis dibandingkan tahun lalu. Pada jumlah hari operasional yang sama pada 2025, jemaah yang wafat mencapai 267 orang. Di antara upaya untuk mencegah kasus kematian adalah memperketat pemeriksaan kesehatan sebelum keberangkatan.

    Sebelumnya, Menhaj Mochammad Irfan Yusuf menuturkan, fase puncak ibadah haji di Mina resmi berakhir pada 13 Zulhijah 1447 H. Seluruh jemaah haji Indonesia yang mengambil pilihan Nafar Tsani telah meninggalkan tenda-tenda di Mina. Mereka kemudian kembali ke hotel masing-masing di Makkah dengan aman, tertib, dan lancar.

    Dia menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh tahapan puncak haji tahun ini. Menurutnya, keberhasilan fase Mina merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur penyelenggara, petugas, dan jemaah haji Indonesia.

    “Mina clear dari jemaah haji Indonesia,” ujarnya di Makkah (30/5/2026).

    Layanan Tetap Berlanjut

    Data Kemenhaj menyebutkan, jemaah yang mengambil pilihan Nafar Awal telah kembali ke hotel pada 12 Zulhijah. Sementara itu, jemaah Nafar Tsani kembali ke hotel pada 13 Zulhijah setelah menyelesaikan rangkaian ibadah di Mina.

    Meski fase Mina telah selesai, Irfan menegaskan, bahwa layanan kepada jemaah haji tetap berlanjut. Sebagian jemaah telah melaksanakan tawaf ifadah pada 10 hingga 13 Zulhijah. Sebagian lainnya akan menyelesaikan tawaf ifadah dan rangkaian ibadah lainnya sebelum kembali ke Indonesia.

    Irfan menginstruksikan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi untuk terus mengawal dan mendampingi jemaah yang belum melaksanakan tawaf ifadah. Pendampingan ini penting untuk mengantisipasi kepadatan di area tawaf serta memastikan jemaah lanjut usia dan jemaah berisiko tinggi tetap mendapatkan perhatian prioritas. (wan/ttg/Jawa Pos)

     

     

  • Bahasa Prancis Disarankan Jadi Ekstrakurikuler Saja, Prabowo Instruksikan Pengajaran di Sekolah setelah Sebelumnya Bahasa Portugis

    Bahasa Prancis Disarankan Jadi Ekstrakurikuler Saja, Prabowo Instruksikan Pengajaran di Sekolah setelah Sebelumnya Bahasa Portugis

    POJOKBANDUNG.COM, PARIS–Di hadapan Presiden Brasil Lula da Silva yang berkunjung ke Jakarta pada 23 Oktober tahun lalu, Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan pengajaran bahasa Portugis—bahasa nasional di Brasil—diajarkan di sekolah. Tujuh bulan berselang, saat dijamu Presiden Prancis Emmanuel Macron di Paris, giliran bahasa Prancis yang diwajibkan untuk diajarkan.

    “Sekarang saya sudah instruksikan bahwa semua tingkatan sekolah-sekolah Indonesia harus belajar bahasa Prancis melihat perkembangan dunia ke depan,” kata Prabowo saat dijamu Macron Kamis (28/5/2026) lalu.

    Padahal, sampai sekarang, tak tampak ada gerakan penerapannya di sekolah atau madrasah. Bagaimana nantinya dengan bahasa Prancis?

    Pengamat pendidikan Jejen Musfah menyebut, pada prinsipnya dia setuju dengan penambahan bahasa asing yang diajarkan di sekolah atau madrasah, termasuk bahasa Prancis. Namun, dia memberikan sejumlah catatan.

    “Sebaiknya cukup di jenjang SMA, MA, atau SMK saja. Karena bisa jadi bekal untuk kuliah atau kerja di sana (Prancis),” tuturnya kepada Jawa Pos kemarin (29/5/2026).

    Itu pun, lanjutnya, tidak di kelompok kurikulum inti. “Dalam bentuk ekstrakurikuler setengah wajib,” jelasnya.

    Kemudian, tambah Jejen, pelajaran bahasa Prancis itu tidak diberlakukan di sekolah secara menyeluruh, melainkan di sekolah tertentu atau unggulan. Misalnya, di Madrasah Aliyah (MA) yang mempunyai jurusan bahasa. Kemudian di MAN Insan Cendekia, Sekolah Garuda, Taruna Nusantara, Sekolah Maung (khusus di Jawa Barat), Sekolah Rakyat, dan sejenisnya.

    Pelajaran bahasa Prancis yang bersifat tidak wajib itu dikhususkan menyasar peserta didik yang berminat melanjutkan studi ke Prancis atau bekerja di sana. Untuk sumber daya guru, Jejen menyebut, jumlahnya sebenarnya banyak.

    “Hanya komitmen negara merekrutnya bagaimana,” tuturnya.

    Relasi Indonesia-Prancis

    Dalam pertemuan Prabowo-Macron tersebut dibahas pula penguatan kerja sama di bidang pertahanan, pendidikan, riset, hingga percepatan penyelesaian perjanjian Indonesia-European CEPA. Prabowo menyatakan, Indonesia ingin memperluas kerja sama pendidikan dengan Prancis.

    Indonesia, kata Prabowo, juga membuka peluang investasi lebih besar bagi perusahaan-perusahaan Prancis. Dia menyambut postifi pembentukan France-Indonesia High Level Business Consult yang dinilai penting untuk memperkuat hubungan ekonomi kedua negara. “Kita akan sangat gembira dengan partisipasi dan kehadiran perusahaan-perusahaan Prancis di ekonomi Indonesia,” ujarnya.

    Di bidang geopolitik, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia dan Prancis memiliki pandangan serupa mengenai pentingnya stabilitas Timur Tengah. Dia juga mengapresiasi sikap Prancis yang mendukung solusi dua negara bagi Palestina. “Indonesia tetap berpandangan tidak mungkin ada perdamaian di Timur Tengah tanpa solusi dua negara, tanpa keadilan bagi rakyat Palestina,” ucapnya. (lyn/wan/mia/ttg/Jawa Pos)

  • Jalan Rusak Bahayakan Pengendara Sepeda Motor di Jalan Gunung Batu Kota Bandung

    Jalan Rusak Bahayakan Pengendara Sepeda Motor di Jalan Gunung Batu Kota Bandung

    POJOKBANDUNG.COM, KOTA BANDUNG – Pengemudi kendaraan melintasi jalan berlubang di kawasan Gunung Batu, Kota Bandung, Minggu (31/5/2026).

    Jalan Rusak Bahayakan Pengendara Sepeda Motor di Jalan Gunung Batu Kota Bandung
    Pengemudi kendaraan melintasi jalan berlubang di kawasan Gunung Batu, Kota Bandung, Minggu (31/5/2026). Foto-foto : Taofik Achmad Hidayat/Pojok Bandung.

    Jalan rusak berlubang tersebut di sayangkan oleh pengendara yang melintas di jalan di kawasan Gunung Batu, Kota Bandung tersebut dikarenakan dapat menyebabkan kecelakaan bagi pengendaran motor apa bila melintas dengan kecepatan penuh. (opk)

  • Mantap! PSG Juara Liga Champions Beruntun Usai Kalahkan Arsenal Lewat Adu Penalti yang Dramatis

    Mantap! PSG Juara Liga Champions Beruntun Usai Kalahkan Arsenal Lewat Adu Penalti yang Dramatis

    POJOKBANDUNG.COM, HUNGARIA -Paris Saint-Germain (PSG) akhirnya mewujudkan mimpi besar mereka dengan menjuarai Liga Champions 2026.  PSG mengalahkan Arsenal melalui drama adu penalti 4-3 setelah kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit pada final Liga Champions 2026 di Puskas Arena, Hungaria, Minggu (31/5/2026) dini hari WIB.

    Mantap! PSG Juara Liga Champions Beruntun Usai Kalahkan Arsenal Lewat Adu Penalti yang Dramatis
    Pemain PSG rayakan kemenangan usai Gabriel Magelhaes gagal cetak gol. Foto : Dailymail. Sementara foto atas, Kemenangan ini membuat PSG mencatat sejarah sebagai salah satu klub elite Eropa yang mampu mempertahankan gelar Liga Champions secara beruntun. Foto : Istimewa
    Keberhasilan ini menjadi pencapaian bersejarah bagi Paris Saint-Germain yang selama bertahun-tahun berusaha menaklukkan kompetisi paling bergengsi antarklub Eropa tersebut.
    Arsenal Unggul Cepat Lewat Kai Havertz Pertandingan berlangsung sengit sejak menit awal. Arsenal langsung mengejutkan PSG dengan gol cepat yang dicetak Kai Havertz pada menit keenam. Berawal dari kemelut di lini pertahanan PSG, bola liar berhasil dimanfaatkan Havertz yang bergerak cepat menuju kotak penalti.
    Dari sudut sempit, pemain asal Jerman itu melepaskan tembakan yang gagal diantisipasi kiper Matvei Safonov. Gol tersebut membuat Arsenal tampil lebih percaya diri dan mampu mengimbangi permainan PSG sepanjang babak pertama.
    Penalti Dembele Selamatkan PSG Memasuki babak kedua, PSG meningkatkan tekanan untuk mencari gol penyama kedudukan. Usaha mereka membuahkan hasil ketika Khvicha Kvaratskhelia dijatuhkan Cristhian Mosquera di dalam kotak penalti.
    Wasit Daniel Siebert tanpa ragu menunjuk titik putih. Ousmane Dembele yang dipercaya sebagai algojo sukses menjalankan tugasnya dengan sempurna.
    Dembele mengirim bola ke sisi kiri gawang, sementara David Raya bergerak ke arah yang berlawanan. Gol tersebut membuat skor berubah menjadi 1-1. Setelah gol penyama itu, kedua tim sama-sama menciptakan sejumlah peluang berbahaya.
    Namun hingga waktu normal berakhir, tidak ada tambahan gol yang tercipta.
    Drama Extra Time dan Kontroversi Penalti
    Laga kemudian berlanjut ke babak perpanjangan waktu. Arsenal mencoba menambah energi dengan memasukkan Martin Zubimendi dan Eberechi Eze, sedangkan PSG menurunkan Warren Zaire-Emery.
    Salah satu momen penting terjadi pada menit ke-102 ketika Noni Madueke terjatuh di area penalti setelah berduel dengan Nuno Mendes.
    Para pemain Arsenal dan pelatih Mikel Arteta sempat melancarkan protes keras kepada wasit karena menganggap terjadi pelanggaran. Namun Daniel Siebert memutuskan untuk melanjutkan pertandingan dan tidak memberikan penalti.
    Meski Arsenal tampil lebih agresif pada babak kedua extra time, rapatnya pertahanan PSG membuat skor tetap bertahan 1-1 hingga peluit panjang berbunyi.
    PSG Menang 4-3 dalam Adu Penalti
    Babak adu penalti menjadi penentu juara Liga Champions 2026.
    Goncalo Ramos sukses membuka keunggulan PSG sebelum Viktor Gyokeres menyamakan kedudukan untuk Arsenal.
    Desire Doue kemudian mencetak gol untuk PSG, sementara Eberechi Eze gagal menjalankan tugasnya setelah tendangannya melebar dari sasaran. Arsenal sempat menyamakan skor melalui Declan Rice setelah David Raya menggagalkan eksekusi Nuno Mendes.
    Adu penalti berlangsung ketat hingga penendang kelima. Lucas Beraldo berhasil mencetak gol untuk PSG.
    Sebaliknya penendang terakhir Arsenal, Gabriel Magalhaes gagal menaklukkan Safonov setelah tendangannya melambung di atas mistar gawang.
    Kegagalan Gabriel memastikan kemenangan PSG 4-3 dalam adu penalti sekaligus mengantarkan Les Parisiens meraih gelar Liga Champions 2026.
    PSG Ukir Sejarah di Eropa
    Keberhasilan ini menjadi tonggak penting dalam sejarah Paris Saint-Germain. PSG akhirnya mampu mengangkat trofi Si Kuping Besar untuk kedua kalinya berturut-turut. Di bawah arahan Luis Enrique, PSG menunjukkan mental juara sepanjang musim dan menutup perjalanan mereka dengan kemenangan dramatis atas Arsenal di partai puncak.
    Trofi Liga Champions 2026 sekaligus menegaskan status PSG sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Eropa saat ini.
    Bagi pelatih Luis Enrique, dia mengikuti jejak Zinedina Zidane (Real Madrid) yang mmpu mempertahankan gelar trofi Liga Champions secara beruntun. (rak/radar surabaya)
  • Keluarga Petarung MMA, Yudi Cahyadi Bangga

    Keluarga Petarung MMA, Yudi Cahyadi Bangga

    POJOKBANDUNG.COM, SUMEDANG – Petarung Mixed Martial Art (MMA) asal Desa Trunamanggala, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Yudi Cahyadi (34), gagal melangkah ke panggung Ultimate Fighting Championship (UFC) setelah kalah Technical Knock Out (TKO) dari petarung asal Cina, Xie Bin, pada ronde pertama ajang Road to UFC Season 5. Pertandingan tersebut digelar di Galaxy International Convention Center (GICC), Galaxy Macau, Cotai, Macau, Kamis (28/5) malam.

    Kendati gagal mendapatkan kontrak menuju UFC, keluarga tetap merasa bangga atas pencapaian Yudi yang berhasil tampil di ajang pencarian talenta petarung Asia tersebut.

    Istri Yudi, Karina Wilson, mengaku tetap memberikan dukungan penuh kepada suaminya meskipun hasil pertandingan belum sesuai harapan.

    “Bangga banget, karena nggak semua atlet bisa masuk ke sana. Saya tetap bangga dan percaya Allah pasti punya jalan yang lebih baik. Sekarang belum menang, mungkin ke depannya ada sesuatu yang lebih bagus lagi,” ujar Karina.

    Ia berharap kondisi Yudi tetap baik usai pertandingan dan dapat segera pulih untuk kembali ke tanah air.

    “Semoga nggak kenapa-kenapa, soalnya lihat ada darah segala macam. Semoga cepat pulih dan pulang ke Sumedang,” katanya.

    Ia juga meminta Yudi untuk tetap semangat dan tidak menyerah dalam mengejar karier di dunia MMA. Menurutnya, masih banyak kesempatan yang bisa diraih di masa mendatang.

    “Tetap bangga pastinya. Mudah-mudahan bangkit lagi, ada lagi kesempatan. Jangan menyerah, masih banyak kesempatan buat ke depannya,” ucapnya.

    Nama Yudi Cahyadi sendiri bukan sosok asing di dunia MMA Indonesia. Dalam perjalanan kariernya, ia pernah menjadi juara One Pride MMA di kelas Featherweight atau kelas bulu 65 kilogram.

    Sementara itu, Road to UFC merupakan program pencarian talenta petarung Asia yang digelar UFC untuk menjaring atlet potensial dari berbagai negara. Ajang tersebut menjadi pintu masuk bagi para petarung Asia untuk mendapatkan kontrak resmi dan tampil di kompetisi UFC. (gun)

  • Unpad Buka Sejumlah Prodi Baru Pascasarjana, Perkuat Budaya Riset

    Unpad Buka Sejumlah Prodi Baru Pascasarjana, Perkuat Budaya Riset

    POJOKBANDUNG.COM, SUMEDANG – Guna memperkuat budaya penelitian sekaligus mendukung target menjadi pusat pendidikan dan pengetahuan berkelas dunia, Universitas Padjadjaran (Unpad) membuka sejumlah program studi baru jenjang pascasarjana. Pembukaan prodi baru tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat serta tantangan masa depan.

    Direktur Akademik Unpad Prof. Aliya Nur Hasanah mengatakan, penguatan program pascasarjana diharapkan mampu melahirkan inovasi untuk menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat melalui riset dan pengembangan ilmu pengetahuan.

    “Selaras dengan keinginan menuju pusat pendidikan dan pengetahuan berkelas dunia, maka program pascasarjana diharapkan dapat memberi inovasi-inovasi untuk menyelesaikan berbagai masalah di masyarakat,” ujar Prof Aliya di Kampus Jatinangor Sumedang.

    Ia menambahkan, beberapa program studi baru yang dibuka di antaranya Magister (S2) Hubungan Internasional, Magister Ilmu dan Teknologi Pangan, Doktor (S3) Perikanan dan Kelautan Berkelanjutan, serta Doktor Fisika.

    Selain itu, Fakultas Kedokteran Unpad juga membuka program Spesialis Gizi Klinik serta sejumlah program Subspesialis, yakni Patologi Klinik, Dermatologi Venereologi dan Estetika, Ilmu Kesehatan Mata, serta Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi.

    Menurut Prof. Aliya, pembukaan program spesialis dan subspesialis dilatarbelakangi meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan seiring tingginya beban penyakit dan perkembangan teknologi medis yang semakin kompleks. “Perkembangan teknologi medis dan kasus penyakit yang semakin kompleks membutuhkan penanganan khusus dari konsultan atau subspesialis tingkat lanjut,” katanya.

    Tak hanya membuka prodi baru, kata ia, Unpad juga menghadirkan berbagai skema pendidikan pascasarjana yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa. Program tersebut meliputi Magister Berbasis Project (MBP), Magister jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), Magister Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), jalur Alumni Berprestasi dan Berkinerja, hingga program double degree dengan perguruan tinggi dalam dan luar negeri.

    Prof. Aliya menjelaskan, sistem pembelajaran PJJ memungkinkan mahasiswa mengikuti perkuliahan secara daring melalui platform digital tanpa mengurangi kualitas pembelajaran dibanding program reguler. “Capaian pembelajaran Magister PJJ tidak ada perbedaan dengan magister reguler, hanya model pembelajarannya dilakukan melalui jarak jauh,” jelasnya.

    Sementara pada program RPL, pengalaman kerja profesional dapat dikonversi menjadi satuan kredit semester (SKS) akademik sehingga masa studi menjadi lebih singkat namun tetap memiliki capaian pembelajaran setara program reguler.

    Adapun program Magister Berbasis Project yang dilaksanakan di Kantor Perwakilan Unpad Jakarta ditujukan bagi kalangan profesional dengan pendekatan pembelajaran berbasis kasus nyata di tempat kerja.

    Unpad juga menyediakan program double degree bersama sejumlah perguruan tinggi mitra. Di antaranya bersama Binus University melalui program Digital Technology in Fishery, Digital Technology in Marine Science, dan Digital Economy, serta bersama Telkom University melalui program Cyber Forensics Law.

    Untuk mendukung pembiayaan pendidikan, Unpad menyediakan berbagai beasiswa seperti Beasiswa Unggulan Pascasarjana Padjadjaran (BUPP), Beasiswa Program Doktoral Padjadjaran (BPDP), Beasiswa Guruku, hingga Unpad ASEAN Scholarship (UAS). Selain itu tersedia pula beasiswa pemerintah seperti LPDP, PMDSU, TIAS, dan KNB.

    Pendaftaran sejumlah program pascasarjana Unpad masih dibuka hingga 13 Juli 2026 melalui laman resmi penerimaan mahasiswa baru Unpad. (tha)