Blog

  • BNN Tak Bisa Tindak Penghisap Lem

    BNN Tak Bisa Tindak Penghisap Lem

    PERGAULAN BEBAS : Para anjal asyik berbincang disela mengamen. Terkait para pengguna lem, BNN Kota Cimahi tidak bisa menindaknya. Sebab, di dalam Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009, BNN tidak mempunyai kewenangan untuk melakukan tindakan tersebut.
    PERGAULAN BEBAS : Para anjal asyik berbincang disela mengamen. Terkait para pengguna lem, BNN Kota Cimahi tidak bisa menindaknya. Sebab, di dalam Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009, BNN tidak mempunyai kewenangan untuk melakukan tindakan tersebut.

    POJOKBANDUNG.id, CIMAHI – Banyaknya anak-anak yang ngelem sangat memprihatinkan. Sebab, menghisap lem aibon termasuk dalam penyalahgunaan narkoba yang masuk dalam kategori zat adiktif. Untuk mencegahnya cukup sulit. Sebab, lem aibon mudah didapat karena dijual bebas dimana-mana.

    Salah seorang anak yang telah ketergantungan ngelem, Asep mengaku ngelem dari tahun 2007 hingga saat ini. Diawali dari sekedar coba-coba, hingga kini menjadi hobi bagi dirinya. “Awalnya coba-coba sih dulu. Ya gimana yah, enak aja ngelem itu,” ujarnya saat ditemui di kawasan Cimindi, Minggu (04/10/2015).

    Asep mengatakan, dirinya sudah putus sekolah, terakhir hanya mengenyam pendidikan di bangku kelas 1 Sekolah Menengah Pertama (SMP). Dirinya bersama teman lainnya tinggal di Rumah Singgah Sahabat Anak Jalanan (Sahaja) di kawasan Ciputri. “Niat berhenti ngelem sih mau, tapi gimana ya susah. Kalau sekolah sudah berhenti, males aja kalau sekolah mah,” katanya.

    Namun demikian, dirinya berkeinginan untuk berhenti dari mengamen dan ingin segera bekerja. Ketika disinggung apakah ada niatan untuk bersekolah kembali, Asep mengungkapkan bahwa dirinya sudah tidak ada niatan lagi untuk bersekolah. Kini kesehariannya hanya mengamen dan menjadi juru parkir bersama teman-teman lainnya.

    “Kalau sekolah sudah gak mau, sekarang pengen kerja aja. Kepingin sih berhenti ngamen sama dapet kerjaaan dan pengen tercapai cita-cita jadi pemain bola dan biar bisa bahagiain orangtua,” ungkapnya.

    Sementara anak lainnya, Agus Hidayat mangaku mengkonsumsi lem merupakan hobi bagi dirinya. Menurutnya, mengkonsumsi lem tersebut terasa ketagihan. Namun kini, dirinya sudah berhenti untuk mengkonsumsi lem.

    “Ngelem dari tahun 2010 sampai 2012, rasanya itu enak kayak mabok puyeng-puyeng kepala. Tapi sekarang alhadulillah udah nggak ngelem lagi udah gak kuat sekarang. Nyium baunya aja udah gak mau,” ungkapnya.

    Agus mengatakan, dirinya sudah putus sekolah. Sehingga kini keseharian dirinya bersama teman-teman lainnya hanya mengamen dan menjadi juru parkir. “Sudah putus sekolah. Sehari-hari ya paling ngamen sama markiran. Kalau ngelem sih udah enggak, paling ngerokok doang” kata Agus.

    Terkait penyalahgunaan Lem Aibon dikalangan remaja di Kota Cimahi, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cimahi tidak bisa menindaknya. Sebab, di dalam Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009, BNN tidak mempunyai kewenangan untuk melakukan tindakan tersebut.

    “BNN memiliki batasan-batasan yakni kriteria umur, dalam menanggulangi penyalahgunaan lem. Untuk kondisi seperti ini, kita tidak bisa menindak para pengguna lem. Jangankan lem, obat-obatan saja kami tidak berhak melakukan tindakan,” ujar Kepala Seksi Rehabilitasi BNN Kota Cimahi, Syamsul Anwar.

    Menurutnya, dibatasi penindakannya dalam artian pendekatan hukumnya. BNN dalam kapasitasnya sebagai lembaga yang merehabilitasi, karena lem tersebut masuk kategori, sehingga sudah menjadi tugas BNN untuk melakukan rehabilitasi.

    “Zat lem tersebut memang termasuk dalam kategori berbahaya untuk jenis narkoba. Untuk mereka yang kecanduan lem, sudah menjadi tugas BNN untuk merehabilitasinya,” ucapnya.

    Syamsul menjelaskan, pihaknya sudah mencoba mencarikan alternatif lain. Selain itu, pihaknya pun sudah berkoordinasi dengan pihak Satpol PP Kota Cimahi untuk menangani kasus tersebut. Sementara untuk tempat rehabilitasinya, pihaknya juga sudah bekerjasama dengan Rumah Cemara.

    “Kita sudah mencoba mencarikan alternatif lain untuk menangani kasus penyalagunaan lem. Dalam waktu dekat kita akan melaksanakan Operasi Kasih. Kegiatan tersebut, untuk mencari anak jalanan sesuai dengan kriteria umur yang akan direhabilitasi,” jelasnya.

    (RadarBandung/ham)

  • Proyek Jalan Saguling Diusulkan Tender Ulang

    Proyek Jalan Saguling Diusulkan Tender Ulang

    MOCHAMAD HABIBI/RADAR BANDUNG PARIPURNA : Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bandung Barat tentang APBD Perubahan di Grandhotel Lembang, Kamis (1/10/2015). Keluarnya nota Komisi III yang mengusulkan tender ulang proyek Jalan Saguling dibenarkan Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat Aa Umbara Sutisna.
    PARIPURNA : Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bandung Barat tentang APBD Perubahan di Grandhotel Lembang, Kamis (1/10/2015). Keluarnya nota Komisi III yang mengusulkan tender ulang proyek Jalan Saguling dibenarkan Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat Aa Umbara Sutisna.

    POJOKJABANDUNG.com, LEMBANG – Komisi III DPRD Kabupaten Bandung Barat mengusulkan tender ulang proyek perbaikan jalan sepanjang 16 kilometer di wilayah Kecamatan Saguling. Seperti diketahui proyek senilai Rp 23 miliar itu sudah dimenangkan oleh PT. Imemba Contractor yang beralamat di Bekasi.

    Keluarnya nota Komisi III yang mengusulkan tender ulang dibenarkan Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat Aa Umbara Sutisna. Nota komisi itu merupakan kesimpulan atas berbagai laporan yang masuk ke Komisi III, rapat dengan Dinas Bina Marga, Sumberdaya Air, Mineral, dan Pertambangan (DBMSMP) Kabupaten Bandung Barat, PT. Imemba, dan pengecekan ke lokasi proyek.

    “Saya perlu luruskan sedikit, kalimat dari nota komisi III itu tidak tegas minta tender ulang tapi lebih tepatnya hasil tender yang dimenangkan PT. Imemba dibatalkan. Dan pada kalimat lainnya ada permintaan penijauan ulang. Karena ada dua kalimat yang mengandung arti berbeda dimata unsur pimpinan, yaitu dibatalkan dan ditinjau ulang. Oleh karena itulah sebelum dibahas lebih lanjut perlu penegasan,” kata Aa Umbara di Lembang, Minggu (4/10/2015).

    Namun, Aa tidak menapik jika nota komisi berupa pembatalan tender itu pada ujungnya tender ulang. Akan tetapi sebelum DPRD Kabupaten Bandung Barat berkirim surat kepada bupati, usulan dari Komisi III tersebut masih harus dipelajari terlebih dahulu.

    “Jika memang usulannya tender ulang tentunya harus memiliki dasar hukum yang kuat.  Jangan malah nantinya jadi bumerang bagi dewan, walaupun kami sadari bahwa pengerjaan proyek jalan di Saguling ini mengundang kontroversi sejak dari awal dikerjakan,” ungkap Aa.

    Laporan dari Komisi III juga menyebutkan sudah 15 hari tidak ada pekerjaan di ruas jalan yang diperbaiki tersebut.  Komisi III mengecek langsung ke lapangan akhrir September lalu. “Jadi pertanyaan kenapa PT. Imemba tidak melaksanakan pekerjaaan.  Apakah tidak sanggup menyelesaikan pekerjaan atau ada persoalan lain, tentunya ini menjadi salah satu poin dewan ketika akan mengirim surat kepada bupati,” ujarnya.

    Ia memperkirakan jika pelaksaan perbaikan jalan kondisinya masih seperti sekarang kecil kemungkinan bisa selesai tahun ini. Pemerintahn yang akan dirugikan karena tidak berhasil melaksanakan pembangunan sesuai jadwal. Begitupun dengan masyarakat masih harus menunggu waktu lagi untuk bisa menikmati jalan mulus.

    Sebelumnya Wakil Bupati Bandung Barat Yayat T Soemitra mengatakan  bahwa  pekerjaannya akan beres tahun ini. Jika ingin mengejar selesai tahun ini, PT Imemba harus mengambil sejumlah langkah luar biasa.

    Sesuai jadwal prroyek ini mulai dikerjakan per 27 Juli dengan lamanya pengerjaan 150 hari kalender atau lima bulan. Jika pengerjaannya lancar harusnya beres 23 Desember 2015.

    (RadarBandung/bie)

  • Polda Jabar Bantu Damkar Padamkan Api

    Polda Jabar Bantu Damkar Padamkan Api

    PERSIAPAN: Sebanyak 50 personel Brimob Polda Jabar bersiap membantu memedamkan api di Gunung Parang yang terletak di Kampung Cihuni, Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta.
    PERSIAPAN: Sebanyak 50 personel Brimob Polda Jabar bersiap membantu memedamkan api di Gunung Parang yang terletak di Kampung Cihuni, Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta.

    POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Polda Jabar turunkan Brimob guna memadamkan api di Gunung Parang yang terletak di Kampung Cihuni, Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, yang sampai dengan hari ini Minggu (4/10/2015) masih terbakar.

    “Kita kirimkan sebanyak 50 personel Brimob dan juga kendaraan water canon guna membantu pemadaman disana,” kata KabidHumas Polda Jabar Kombes Pol Sulistyo Pudjo saat dihubungi wartawan, Minggu (4/10/2015).

    Pudjo menjelaskan, Gunung Parang yang merupakan tebing batu andesit tertinggi ke dua di Asia, termasuk dalam urutan 10 besar tebing alam tertinggi di dunia, terbakar sejak Sabtu (3/10/2015).

    “Api sampai saat ini berdasarkan pantauan anggota kami di lapangan, masih jauh dari pemukiman warga,” jelasnya.

    Pudjo mengatakan, guna mengantisipasi adanya korban jiwa dalam kebakaran hutan tersebut, menutup wisata panjat tebing di kawasan gunung parang.

    “Untuk hari ini pemanjat tebing di gunung Parang, seluruhnya sudah keluar dari area gunung Parang. Berdasarkan catatan dari pengelola wisata dan para guide pemanjat gunung Parang, sudah tidak ada kegiatan pemanjatan disana,” kata Pudjo.

    Untuk penanggulan lebih lanjut, sambung Pudjo, pihaknnya bersama aparat dan juga pemerintah daerah setempat, akan melakukan pemadaman bara api yang masih menyala sampai sekarang.

    “Kita akan melakukan pemadaman di titik-titik api melalui pintu-pintu masuk dari desa wisata Pesangrahan dan Desa Sukamulya,” tutup Pudjo.

    (RadarBandung/sar)

  • Razia Gabungan, Dua Orang Positif Narkoba

    Razia Gabungan, Dua Orang Positif Narkoba

    ILUSTRASI
    ILUSTRASI

    POJOKBANDUNG.com, LEMBANG – Petugas gabungan dari Badan Narkotika Nasional (BNN), kepolisian, Satpol PP dan Sub Denpom TNI AD melakukan razia terhadap pengunjung cafe di kawasan Lembang Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (3/10/2015) malam. Razia yang diadakan petugas cukup mengagetkan para pengunjung cafe.

    Selama tiga jam menggelar razia, petugas langsung mengadakan tes urin terhadap para pengunjung, hasilnya dua orang positif teridentifikasi menggunakan narkoba jenis ganja. Kedua pelaku langsung digelendang ke Kantor BNN untuk dimintai keterangan. “Pengunjung yang positif mengkonsumsi narkoba berasal dari Lembang, mereka langsung dibawa BNN untuk diproses lebih lanjut, ” ujar Kapolsek Lembang, Kompol Oki Bagus, Minggu (4/10/2015).

    Oki mengatakan, razia semacam ini akan rutin dilakukan untuk mencegah peredaran narkotika di wilayah hukumnya. “Kami bersama petugas akan rutin menggelar razia di cafe maupun tempat-tempat lainnya yang disinyalir bisa jadi tempat peredaran dan penyalahgunaan narkoba, “tuturnya.

    Selain menggelar razia narkoba ke cafe-cafe, pada waktu bersamaan kepolisian juga mengadakan operasi patuh khususnya terhadap pengguna kendaraan bermotor. Hal ini untuk mencegah tindak pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

    “Kendaraan sepeda motor dari arah Bandung kita masukkan ke halaman Mapolsek untuk diperiksa kelengkapan surat-surat kendaraan bermotornya, “ucapnya.

    Dalam operasi tersebut, polisi berhasil menilang pemilik kendaraan yang tidak punya SIM dan STNK. Bahkan sepeda motor yang diduga hasil curian berhasil disita polisi.

    “Selama operasi berlangsung, kami menindak pemilik kendaraan yang tidak memiliki STNK sebanyak 38 sepeda motor, SIM 2 orang, serta belasan motor yang diduga merupakan hasil curian, “tandasnya.

    (RadarBandung/bie)

  • Peserta IOXC Tewas Saat Beraksi

    Peserta IOXC Tewas Saat Beraksi

    Ilustrasi
    Ilustrasi

    POJOKBANDUNG.com, DAYEUHKOLOT –  Seorang peserta Indonesian Open X Sports Championship (IOXC) tewas akibat kecelakaan saat beraksi dalam kejuaraan speda BMX tersebut, Sabtu (3/10/2015) lalu.

    Pembina Bandung BMX, Asep Tubagus mengatakan Muhammad Taufan Munggaran ,17, meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit beberapa saat setelah kejadian.

    Diceritakannya, peristiwa memilikan tersebut terjadi pada Sabtu (3/10/2015) lalu sekitar pukul 16.30, saat itu Taufan sedang melakukan sejumlah trik dalam lomba yang digelar di Telkom university tersebut.

    “Almarhum memperagarakan berbagai trik dengan mulus, tapi saat melakukan No Hander (melayang dengan menempelkan stang di perut sambil merentangkan tangan) dia terjatuh,”tutur Asep, Minggu (4/10/2015).

    Diduga Taufan terlalu lama menikmati trik berbahaya tersebut. Sata melayang sebenarnya dia telah menggapai stang speda, namun saat landing ban belakangnya menghantam arena, akibatnya dia terjatuh dan dadanya menghantam stang. “Dia sempat berdiri dan menarik sepedanya, tapi kemudian terjatuh lagi,” katanya.

    Di lokasi kejadian, taufan sempat ditanganioleh tim medis yang tersedia,karena kritis dia dibawa ke RS Muhammadiyah. Dalam perjalanan, rider BMX asal Bandung tersebut meninggal dunia.

    Dalam pertandingan tersebut, katanya, Taufan sudah mengikuti prosedur pengamanan yang sangat ketat. Bahkan, dia memakai helm full face, saat pesepeda lain merasa keberatan memakai helm yang menutup wajah tersebut. “Sebelum pertandingan, dia update status kalau ia ingin melepaskan beban-beban,” katanya.

    Komunitas dan organisasi BMX yang diikuti Taufan, katanya, menyumbang sebagai ungkapan bela sungkawa kepada keluarga Taufan. Almarhum pun dimakamkan Minggu (4/10/2015) pagi di dekat rumahnya di Jalan Kebongedang, Kota Bandung.

    “Kami sangat kehilangan sosok muda yang bersemangat. Park atau arena untuk pertandingan kali ini akan didedikasikan atas nama Taufan. Dia saat itu sedang mengikuti kualifikasi pertandingan,” katanya.

    Indonesia Open X Sports Championship (IOXC) di Convention Hall Telkom University merupakan event internasional yang diikuti berbagai negara di dunia, di antaranya Malaysia, Kanada, Thailand, Perancis, dan Hongaria.

    Kegiatan tahunan yang diselenggarakan sejak tahun 2000 ini diikuti 26 peserta BMX cabang flat line dan 76 peserta BMX Park. Selain itu, diikuti juga peserta cabang skateboard. Kegiatan dilaksanakan sejak Jumat (2/10/2015).

    (RadarBandung/mld)

  • Anggaran Proyek Sumur Resapan Rp900 Juta

    Anggaran Proyek Sumur Resapan Rp900 Juta

    SUMUR RESAPAN: Dinas Binamarga dan Pengairan (DMP) Kota Bandung akan buat sumur resapan sebanyak 222 titik di jalan-jalan protokol. Hal itu untuk antisipasi banjir, bahkan DMP juga mengeruk sungai baik sampah maupun sidementasi.
    SUMUR RESAPAN: Dinas Binamarga dan Pengairan (DMP) Kota Bandung akan buat sumur resapan sebanyak 222 titik di jalan-jalan protokol. Hal itu untuk antisipasi banjir, bahkan DMP juga mengeruk sungai baik sampah maupun sidementasi.

    POJOKJABAR.com, BANDUNG – Antisipasi banjir menjelang musim hujan, Dinas Binamarga dan Pengairan (DMP) Kota Bandung akan buat sumur resapan sebanyak 222 titik di jalan-jalan protokol. “Kami sudah menganggarkan dana sebesar Rp900 juta, APBD murni 2015,” ujar Sekretaris DBMP Kota Bandung Didi Ruswandi di Balai Kota, Jumat (2/10/2015).

    Pembuatan sumur resapan ini, dibagi enam wilayah, masing-masing wilayah membutuhkan biaya sekitar Rp15 juta. Karenanya, untuk pengadaannya tidak membutuhkan lelang, namun penunjukan langsung.

    Selain itu, DBMP juga berencana menambah tim katak dan jurig Cai yang bertugas mengeruk sungai baik sampah maupun sidementasi. “Tim yang semula 9 tim ditambah menjadi 13 tim mulai pekan depan yang diperkirakan sudah masuk musim penghujan,” ujar Didi.

    Didi mengatakan, tim katak dan jurig cai setiap  bergerak menghasilkan 32 kubik sampah di satu sungai. Untuk anggaran pemeliharaan sungai dianggarkan Rp 5 miliar. Menurut Didi, titik banjir yang harus diwaspadai diantaranya Pagarsih, Gedebage, Panyileukan, Majahlega, Cinambo, Pasteur dan Surapati.

    Didi mengatakan khusus untuk mengeruk sidementasi disediakan dua alat berat diprioritaskan sungai yang sidementasinya tinggi. Dua alat berat mengeruk sungai bergerak bergantian namun saat sungai Cikajang  yang ada di Antapani sidementasi sudah tinggi namun warga menolak alat berat masuk ke wilayah Antapani. “Kami tak bisa memaksa mengeruk sungai jika dilarang warga,” ujar Didi.

    Didi menjelaskan, angkut 32 kubik sampah di sungai. DBMP sendiri punya delapan tim yang mengangkut sampah di sepanjang sungai di Kota Bandung.

    Dengan beraksinya ke delapan tim ini, lanjut Didi, dipastikan banyak sampah yang berkurang. Namun, karena sekarang masih dalam musim kemarau, sehingga banyak sampah yang nampak di permukaan. “Sebenarnya, secara keseluruhan banyak sampah yang sudah diangkut, tapi ya kita belum tahu apa bisa mengurangi banjir,” tambahnya.

    Menjelang memasuki musim penghujan, tambah Didi, pihaknya berencana menambah tim pembersih sungai ini. “Agar hasilnya maksimal, ya akan lebih baikkalau jumlah timnya di tambah,” katanya.

    Jumlah tim yang ada sekarang dua tim dari Unit Pelayanan Teknis (UPT) Daerah aliran sungai (DAS), yang membersihkan sampah dibendungan.  Sementaraitu, enam timsisanya, emrupakan tim dari bidang pengairan. “Satu tim terdiri dari 10 orang. Jadi jika dijumlahkan semuanya sekitar 80 orang,” terangnya.

    Mereka adalah tim yang mengankut ampah dari sungai ke pinggir sungai. Setelah sampah diangkut ke pinggir sungai, ada tim lain yang membersihkannya.  “Tim ini bertugas sudah lama, dan bekerja setiap hari,” terangnya.

    Menurut Didi, kawasan yang tergolong paling banyak menghasilkan sampah adalah, Sungai Citepus dan Cikapundung Kolot. Dengan bagian sungai yang paling sulit dibersihkan adalah Sungai Citepus Bagian atas. “Jadi di kawasan ini, banyaktebing dan aliransungai mengerucut, sehingga menyulitkan pengangutan sampah,” paparnya.

    Sedangkan, sungai yang paling berpotensi mengakiatkan banjir karena sumbatan sampahnya adalah, Sungai Citepus di kawasan Basar Baru-Cibadak. “Di Sungai ini aliran air sering meluap,” tambahnya.

    Karenanya, lanjut Didi, Pihaknya meminta masyarakat untuk sadar agar tidak membuang sampah ke sungai.

    (RadarBandung/mur)

  • Spesialis Pembobol ATM di Bandung Dicokok

    Spesialis Pembobol ATM di Bandung Dicokok

    ILUSTRASI
    ILUSTRASI

    POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. AH (28) dan DC (25) bukannya mendapatkan pundi-pundi rupiah, malah berakhir bui. Kedua pemuda amatiran itu dibekuk Polsekta Astana Anyar (Astar), Kota Bandung lantaran telah melakukan percobaan pembobolan anjungan tunai mandiri (ATM).

    DC dibekuk saat beraksi di ATM BRI Jalan Peta, Kota Bandung pada Selasa 15 September karena aksinya tersebut dicurigai security setempat Dikdik Sodikin. Dengan cekatan Dikdik langsung menghubungi anggota kepolisian.

    “Pos mobile kita tidak jauh dari lokasi.  Beberapa menit anggota kita langsung ke lokasi dan memepet tersangka DC,” kata Kapolsekta Astar Bandung AKBP Suhanda, di Mapolsekta Astar, Jumat (2/10). Tanpa perlawanan DC dibekuk di tempat kejadian perkara.

    Hasil pengembangan, polisi mengarah pada tersangka AH. AH ini juga pernah melakukan aksi serupa dengan DC di ATM BNI Jalan Kopo, Kota Bandung pada Rabu 2 September. “Akhirnya di kontrakannya AH berhasil kita amankan berikut barang bukti,” ungkapnya.

    AH dan DC dalam upaya percobaan  pembobolan pertama, di ATM BNI nihil hasil. Dikira mulut ATM yang digondolnya berisikan duit, ternyata ‘zonk’. “Dikira mulut ATM ada uang, ternyata enggak ada,” kata Kapolsek.

    Aksi kedua tersangka abal-abal ini terekam CCTV yang ada di dalamnya. Pantauan wartawan dalam CCTV yang diperlihatkan, keduanya asyik membongkar ATM dengan alat linggis kecil, obeng, palu. Mereka hanya menggunakan topi dan masker saat beraksi.

    Selain tersangka, polisi mengamankan beberapa barang bukti seperti mulut ATM, dan satu keping CD merek wincor Nixdrof.

    DC mengaku, aksi tersebut dilakukan lantaran terinsipirasi dari film action yang dilihatnya dari televisi. Tanpa rencana yang matang dan berbekalkan alat seadanya, pemuda asal Depok tersebut dengan spontan melakukan aksi percobaan pembobolan ATM.

    “Awalnya sayang memang membutuhkan uang, lihat caranya di televisi. Saya spontan saja tidak mengintai ATM mana yang akan diambil. Kalau kelihatan aman saya masuk,” ungkap DC yang mengenakan baju tahanan Polsek Astana Anyar.

    Akibat perbuatannya tersangka kini harus merasakan dinginnya sel di Mapolsekta Astar. Keduanya dijerat pasal 363 KUHpidana dan 53 Jo 363. Adapun ancaman hukuman penjara yakni tujuh tahun penjara.

    (RadarBandung/sar)

  • Digelar, Okto”Beer”Fest di The Traders & Shoot Medan

    Digelar, Okto”Beer”Fest di The Traders & Shoot Medan

    Okto 'beer' Fest di Medan
    Okto ‘beer’ Fest di Medan

    POJOKSATU.id, MEDAN- Oktoberfest adalah festival dua-mingguan yang diadakan setiap tahun di München, Bayern, Jerman, pada akhir September dan awal Oktober. Festival ini merupakan salah satu acara paling terkenal di kota ini dan juga merupakan festival Bir terbesar di dunia.

    Ajang ini biasanya diadakan selama enam belas hari dan termasuk hari Minggu pertama bulan Oktober.Dan ini kali ke empatnya The Traders & Shoot ikut merayakan Festival Oktoberfest dengan mengadakan Okto’Beer’Fest untuk memanjakan para pecinta Bir di kota Medan.

    Acara Okto’Beer”Fest tahun ini akan menjadi Festival terbesar di Kota Medan dan akan berlangsung selama 4 hari dari Tanggal 1 -4 Oktober 2015 dan pastinya akan dikemas semenarik mungkin.

    Selain itu acara ini akan ada Bir lokal maupun Import dan dilengkapi dengan International Buffet dan German Food. Dan juga akan dimeriahkan oleh Bavarian Dancer, Live Music, Game dan masih banyak lagi. (sdf)

  • Kabut Menipis, Kualanamu Beroperasi Normal

    Kabut Menipis, Kualanamu Beroperasi Normal

    Bandara Kualanamu diselimuti kabut asap. (foto: posmetro medan)
    Bandara Kualanamu diselimuti kabut asap. (foto: posmetro medan)

    POJOKSATU.id, MEDAN-Kabut asap kiriman dari kebakaran hutan dan lahan di Riau dan Sumatera Selatan yang beberapa hari belakangan menyelimuti Kota Medan, perlahan mulai menipis pada Minggu (20/9/2015) pagi.

    Jarak pandang sudah mencapai 5 ribu meter. Meski beberapa hari belakangan diselimuti asap, tapi kondisi udara di Medan belum masuk level berbahaya.

    Menipisnya kabut asap juga berdampak positif bagi dunia penerbangan, khususnya di Bandara KNIA. Jika pada Sabtu (19/9) lalu, 16 penerbangan kedatangan dan keberangkatan dibatalkan akibat kabut asap, tapi pada Minggu (20/9) pagi penerbangan di bandara berstandar internasional itu berjalan normal.

    Duty Manager Bandara KNIA Baiquni SH mengatakan, meski penerbangan di KNIA normal, namun bandara kota tujuan ada yang bermasalah karena diguyur hujan deras. Seperti Garuda Indonesia GA 7124 seharusnya berangkat pukul 15.40 Wib terpaksa dibatalkan karena Lhokseumawe yang menjadi tujuan diguyur hujan.

    “Hanya satu penerbangan keberangkatan saja yang dibatalkan itupun karena di Lhokseumawe turun hujan,” sebutnya.

    Selain satu penerbangan dibatalkan akibat hujan, dua penerbagangan kedatangan juga terpaksa dibatalkan akibat cuaca. Penerbangan Garuda Indonesia GA 0262 jadwal keberangkatan dari Sibolga pukul 15.20 Wib dan penerbangan Wings IW 1255 jadwal keberangkatan dari Sibolga jadwal keberangkatan sekira pukul 15.25 Wib.

    “Jarang pandang pada pagi hari berkisar 1.000 meter. Namun dari pukul 11.00 Wib-13.00 Wib jarak pandang berkisar 3.000 meter,” tandasnya.

    Sementara itu Petugas Prakirawan (forecester) BMKG Bandara Kuala Namu Darul ketika dikonfirmasi Minggu (20/9) malam menyebutkan, jumlah titik api (hot spot) hingga Minggu (20/9) sekira pukul 16.00 Wib berkurang dibandingkan sehari sebelumnya. Jika pada Sabtu (19/9) hingga pukul 05.00 Wib jumlah titik api sebanyak 596 sedangkan hingga Minggu (20/9) pukul 16.00 Wib jumlah titik api sebanyak 256.

    Untuk wilayah Jambi terdapat 21 titik api, Padang 2 titik api, Babel 19 titik api, Riau 18 titik api, Lampung 20 titik api, Kepri 1 titik api dan Sumut 3 titik api. (sdf)

  • Enam Menu Baru Khas Jawa Diluncurkan Resto Cabe Merah

    Enam Menu Baru Khas Jawa Diluncurkan Resto Cabe Merah

    Menu baru di Resto Cabe Merah
    Menu baru di Resto Cabe Merah

    POJOKSATU.id, MEDAN- Resto Cabe Merah di Plaza Medan Fair, kembali meluncurkan enam menu baru khas Jawa. Menu-menu ini diharapkan dapat menambah varian baru bagi pencinta kuliner Kota Medan.

    Keenam menu tersebut adalah nasi bakar ikan teri, nasi bakar tempe ayam cincang, nasi sup tulang iga, iga penyet, ikan bakar dan ayam bakar sambel hijau. “Ini kita luncurkan sekaligus setelah empat tahun kita tak mengeluarkan menu baru,” kata penanggung jawab Resto Cabe Merah, Benny Purba, Jumat (18/9/2015).

    Menurutnya, dengan enam menu baru ini, maka jumlah menu di restoran ini menjadi 60, seluruhnya khas Jawa. “Seluruhnya jadi 60 menu, sehingga pengunjung dapat mencoba menu yang berbeda dari hari biasanya,” katanya di restoran yang berada di Gedung Baru lantai 2 Unit 2 D/E Plaza Medan Fair.

    Dikatakannya, untuk menu baru tersebut mendapat respon cukup baik dari konsumen. Meski dengan harga premium, namun pengunjung dapat menikmati menu komplit yang dijamin kelezatannya.

    “Nasi bakarnya dibakar selama 5 sampai 10 menit saja untuk menimbulkan aroma wangi khas daun pisang. Untuk teman nasi bakarnya, kita menyandingkan dengan ayam goreng, tahu dan tempe goreng serta lalapan. Menu ini menjadi salah satu menu favorit,” tuturnya.

    Sedangkan untuk menu yang menggunakan iga dan daging sapi, lanjutnya, diproses sedemikian rupa menggunakan presto. Kunci dari menu daging sapi agar enak adalah daging sapinya lembut dan segar.

    Benny menambahkan, menu-menu lama juga banyak yang menjadi favorit. Di antaranya, nasi uduk komplit, nasi rames kuning, soto, tongseng Medan dan sate. Ada juga makanan ringan Puyunghai, Chinese Food yang sudah diadopsi.

    “Puyunghai ini juga banyak dipesan. Isinya itu campuran dari tepung, sayur-sayuran, daging ayam dan telur, lalu digoreng dengan toping kacang polong. Sedangkan saosnya kita gunakan saos asam manis,” katanya.

    Menurutnya, dengan konsep yang berbeda dengan kebanyakan resto Jawa yang ada di Medan, ia optimis dapat menarik pelanggan. Mengingat, selain menyajikan menu makanan yang dapat dinikmati pengunjung dari segala kalangan, konsep tempatnya juga didesain seperti rumah pribadi, menyerupai ruang makan di rumah, teras dan halaman.

    “Kita selalu siap bersaing dengan resto khas Jawa lainnya. Kami terus berusaha memantapkan rasa makanan, mempertahankan keramah-tamahan dari setiap staf dengan senyum, serta selalu menjaga kebersihan,” pungkasnya. (sdf)

  • Chris John Hadir di Sumut Super Fight

    Chris John Hadir di Sumut Super Fight

      Promotor Tinju Sumut Munir Nasution (kanan) diabadikan bersama dengan Chris Jhon (kiri) yang siap hadir dalam kejuaraan tinju  profesional tingkat nasional yang akan digelar di Gedung Serba Guna Jalan Willem Iskandar Medan.

    Promotor Tinju Sumut Munir Nasution (kanan) diabadikan bersama dengan Chris Jhon yang siap hadir dalam kejuaraan tinju profesional tingkat nasional yang akan digelar di Gedung Serba Guna Jalan Willem Iskandar Medan.

    POJOKSATU.id, MEDAN- Yohannes Christian John atau lebih dikenal sebagai Chris John siap hadir dalam pertandingan tinju profesional tingkat nasional bertajuk “Sumut Super Fight”  yang dikemas Federasi Tinju Profesional Indonesia (FTPI) Sumut di Gedung Serba Guna Jalan Willem Iskandar Medan, Desember mendatang.

    “Chris John merupakan sosok yang tidak asing lagi bagi masyarakat di Indonesia, khususnya masyarakat yang mencintai olahraga tinju. Petinju legendaris sekaligus kebanggaan bangsa Indonesia telah memutuskan siap hadir dalam perhelatan tinju profesional yang digelar PTPI Sumut,” ujar Promotor Tinju Sumut Munir Nasution di Medan, Selasa (15/9/2015).

    Ia menambahkan, petinju dengan julukan ‘The Dragon’  akan memberikan motivas kepada petinju yang bertarung dalam kejuaraan nasional dan perbaikan peringkat nasional. Hal ini dilakukan agar jejak petinju profesional yang berkarir sejak 1998 dapat diikuti petinju Indonesia, khususnya Sumut yang merupakan salah satu barometer perkembangan tinju di tanah air.

    Dia menuturkan, sepak terjang Chris John dalam dunia tinju internasional telah mempertahankan gelar juara dunia sebanyak 18 kali di kelas Bulu versi World Boxing Association (WBA). Begitu beliau (Chris Jhon) mendengar FTPI Sumut akan menggelar pertandingan profesional kejuaraan nasional langsung memberikan respon positif. Petinju yang menjadi ikon Indonesia ini, langsung memberikan lampu hijau untuk hadir di Medan menyaksikan pertandingan.

    Lebih lanjut ia mengatakan, perhelatan tinju profesional sekaligus merupakan acara pelantikan kepengurusan FTPI Sumut dan kejuaraan tinju nasional ini merupakan yang pertama kali sejak kepengurusan FTPI Pusat dilantik di Jakarta, 28 Agustus lalu. Ketua FTPI Pusat memberikan kepercayaan kepada FTPI Sumut untuk menggelar tinju profesional tingkat nasional.

    “Kepercayaan yang diberikan FTPI Pusat membuktikan perkembangan tinju Profesional di Sumut semakin berkembang dengan pesat. Tidak hanya itu saja, bagi petinju amatir diberikan kesempatan dan peluang untuk menggali ilmu di kancah tinju profesional,” terangnya.

    Munir memaparkan, pagelaran tinju profesional menampilkan  lima partai yang terdiri dari 2 partai kejuaraan nasional dan 3 partai perbaikan peringkat nasional. Pertandingan ini diharapkan akan memberikan motivasi kepada petinju Sumut yang akan bertarung di arena PON XIX di Jawa Barat Tahun depan.

    “Kejuaraan tinju Profesional tingkat nasional di Medan akan kembali membangkit prestasi petinju-petinju Sumut. Dari kejuaraan ini akan muncul petinju-petinju yang dapat mengharumkan nama bangsa dan Negara Indonesia di ajang tinju profesional dalam tingkat internasional,” (sdf)