Blog

  • Persib Siap Beri Perlawanan

    Persib Siap Beri Perlawanan

     

    IRFAN ADITAMA/Kaltim Post LAGA: Tony Sucipto saat berusaha menghalau serangan Mitra Kukar di laga semifinal leg I Piala Presiden.
    IRFAN ADITAMA/Kaltim Post
    LAGA: Tony Sucipto saat berusaha menghalau serangan Mitra Kukar di laga semifinal leg I Piala Presiden.

    POJOKBANDUNG.ID, PERSIB -Skuad Persib boleh dibilang pincang saat melawan Mitra Kukar di leg I semifinal Piala Presiden. Sebab, juara dua kali Liga Indonesia itu tampil tanpa separuh kekuatan utama. Tapi, di leg kedua nanti, Maung Bandung bungah karena lima pilar akan bergabung kembali setelah lepas dari sanksi kartu. Mereka adalah Hariyono, Ilija Spasojevic, Zulham Zamrun, Achmad Jufriyanto, dan Vladimir Vujovic.

    “Pemain inti yang selalu mendapat tempat utama, seperti Hariyono dan Spaso, pasti menjadi starter lagi. Mereka telah menjadi ruh permainan kami sejak fase grup,” ungkap Djadjang Nurdjaman, arsitek Persib pascapertandingan kontra Mitra Kukar.

    Soal kekalahan, pelatih yang akrab disapa Djanur itu tak terlampau kecewa. Dia menyebut permainan para legiun pelapis, semisal Yandi Sofyan dan Rudiyana, sudah maksimal.

    “Saya ucapkan selamat kepada Mitra Kukar yang bisa menang 1-0. Tapi saya apresiasi positif pemain lapis yang turun karena mampu memberikan perlawanan,” ungkap Djanur. “Kami siap membalas di Bandung,” tegasnya.

    Naga Mekes sendiri wajib waspada karena Zulkifli dan Abdul Gamal bakal absen di Bandung nanti karena akumulasi kartu kuning. Namun Jafri Sastra terbantu dengan kehadiran satu pilar lainnya yang semalam absen. “Insya Allah, Eka Ramdani yang sempat cedera bisa tampil di putaran kedua,” ungkap Jafri. (radarbandung/abe/zal)

  • Soal Kekeringan BPBD Tunggu Arahan Bupati

    Soal Kekeringan BPBD Tunggu Arahan Bupati

    Para bocah asyik main layangan di lahan yang kering. BPBD Kabupaten Bandung masih menunggu intruksi resmi dari Bupati Bandung untuk melakukan perpanjangan status tanggap darurat kekeringan yang berakhir pada 5 Oktober.
    Para bocah asyik main layangan di lahan yang kering. BPBD Kabupaten Bandung masih menunggu instruksi resmi dari Bupati Bandung untuk melakukan perpanjangan status tanggap darurat kekeringan yang berakhir pada 5 Oktober.

    POJOKBANDUNG.ID, SOREANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung masih menunggu instruksi resmi dari Bupati Bandung Dadang Naser untuk melakukan perpanjangan status tanggap darurat kekeringan yang berakhir pada 5 Oktober. “Kami masih melakukan evaluasi dan menunggu instruksi dari bupati apakah tanggap darurat kekeringan akan diperpanjang atau tidak,” tutur Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bandung, Cecep Hendrawan.
    Kendati demikian, pihaknya masih melakukan distribusi air bersih ke sejumlah daerah di Kabupaten Bandung yang mengalami kekeringan.

    Cecep menyebutkan, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait prakiraan berakhirnya musim kemarau yang disebabkan oleh elnino.
    Selama masa tanggap darurat yang dimulai 15 September lalu, lanjut Cecep, pihaknya telah melakukan berbagai kegiatan seperti pendistribusian torn, jerigen dan pompa manual ke sejumlah daerah yang menjadi titik rawan kekeringan. “Kita juga memberi sekat bakar di lokasi yang berpotensi terjadi kebakaran lahan,” imbuhnya.

    Dia menerangkan, ada 62 Desa di 26 kecamatan se-Kabupaten Bandung yang mengalami kekeringan. Hingga saat ini, masih banyak masyarakat yang melakukan pengajuan distribusi air bersih.
    Dengan memperhatikan bertambahnya permintaan pasokan air bersih dan prediksi cuaca BMKG, kata Cecep, tidak menutup kemungkinan bila nanti status ini akan kembali diperpanjang mengingat musim kemarau masih cukup panjang melanda wilayahnya. Terlebih, adanya prakiraan musim penghujan akan mulai terjadi di akhir Oktober ini bahkan bisa saja di pertengahan Nopember nanti. “Makanya, tanggap darurat kekeringan mungkin akan diperpanjang 21 hari ke depan sebagaimana arahan resmi kepala daerah,” ungkapnya. (radarbandung/mld)

  • Bupati Siap Bantu Ribuan Honorer

    Bupati Siap Bantu Ribuan Honorer

     

    IST BANTU HONORER : Bupati Bandung, Dadang Naser, mengaku siap memfasilitasi ribuan tenaga honorer kategori dua di KBB yang terhambat menjadi calon pegawai negeri sipil akibat tidak mendapatkan rekomendasi Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung tahun 2005.
    IST
    BANTU HONORER : Bupati Bandung, Dadang Naser, mengaku siap memfasilitasi ribuan tenaga honorer kategori dua di KBB yang terhambat menjadi calon pegawai negeri sipil akibat tidak mendapatkan rekomendasi Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung tahun 2005.

    POJOKBANDUNG.ID, NGAMPRAH – Bupati Bandung, Dadang Naser, mengaku siap memfasilitasi ribuan tenaga honorer kategori dua di Kabupaten Bandung Barat yang terhambat menjadi calon pegawai negeri sipil akibat tidak mendapatkan rekomendasi Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung tahun 2005. Syaratnya, tidak ada manipulasi data dalam memenuhi syarat administrasi tersebut. “Kalau datanya lengkap, kami siap membantu. Silakan Sekda ketemu Sekda, BKD ketemu BKD. Jangan sampai terhambat, karena ini menyangkut nasib orang,” ujar Dadang seusai menjadi inspektur upacara pada peringatan HUT TNI di Lapangan Upacara Pemkab Bandung Barat, Ngamprah, Senin (5/10).

    Dadang mengungkapkan, saat ini pendataan ulang tengah dilakukan terhadap honorer kategori I dan II oleh masing-masing pemerintah daerah. Pendataan tersebut dilakukan untuk memverifikasi para honorer yang nantinya akan diangkat menjadi CPNS.
    Pengangkatan honorer kategori II di Kabupaten Bandung Barat saat ini terhambat lantaran tidak mendapatkan rekomendasi Sekda Kabupaten Bandung pada tahun 2005. Sesuai dengan aturan, honorer kategori II yang bisa diangkat menjadi CPNS merupakan angkatan 2005-2006.
    “Saya kira itu bukan kendala. Saya siap turun tangan untuk mengatasi hal ini. Namun, jangan sampai ada kebocoran ataupun manipulasi data,” katanya.

    Seperti diketahui, saat ini ada 1.150 honorer kategori II yang tidak mendapatkan rekomendasi dari Sekda Kabupaten Bandung. Selain itu, 80 honorer K2 lainny yang lulus tes CPNS tidak mendapatkan Nomor Induk Kepegawaian akibat masalah yang sama.

    Sekretaris Daerah KBB, Maman Sulaiman Sunjaya mengakui, banyaknya honorer yang tidak mendapatkan rekomendasi Sekda Bandung saat itu akibat tidak tercantum dalam database kepegawaian. Soalnya, sejumlah honorer saat itu bekerja di bawah pemerintah kecamatan, tidak langsung di bawah Pemda.
    “Akibatnya, banyak dari mereka yang tidak tercantum dalam database. Nah, agar ini tidak terulang, saat ini kami sedang melakukan pendataan ulang,” tuturnya.

    Khusus untuk honorer K2 yang lolos tes CPNS tetapi belum mendapatkan NIK, lanjut dia, Pemkab akan berupaya berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar diberi kebijakan khusus. Hal itu disebabkan perubahan kebijakan daerah setelah Kabupaten Bandung Barat menjadi daerah otonomi baru pada 2007. (radarbandung/bie)

  • Bawa Sabu, Polda Amankan DJ

    Bawa Sabu, Polda Amankan DJ

    Ilustrasi
    Ilustrasi

    POJOKJABAR.com, BANDUNG –  Seorang pria yang berprofesi disc jockey (DJ) ditangkap polisi di tempat hiburan di Jalan Siliwangi, Kota Bogor. DJ yang diketahui berinisial B (35) itu menyembunyikan narkoba jenis sabu di meja DJ yang ada di tempat hiburan tesebut.

    Direktur Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jawa Barat, Kombes Pol Ermi Widyatno, melalui Kabag Bin Opsnal, AKBP Mulyadi, mengatakan, B ditangkap setelah dirinya mengakui sabu seberat 1,7 gram di meja DJ itu merupakan miliknya. DJ B mengakui hal tersebut setelah diperiksa dan dinyatakan positif menggunakan narkoba setelah dicek urinenya.

    “Penangkapan DJ B ini merupakan salah satu orang yang terjaring dari kegiatan operasi yang kami lakukan di sebuah tempat hiburan di Kota Bogor pada Selasa 29 September 2015 sekitar pukul 22.00 sampai pukul 03.00,” ujar Mulyadi di ruang kerjanya di Markas Polda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Senin (5/10/2015).

    Dikatakan Mulyadi, sebanyak 32 pengunjung tempat hiburan itu terindikasi mengunakan narkoba setelah dicek urinenya. Dari ke-32 yang terindikasi positif tersebut, sebanyak empat orang menggunakan sabu dan 28 orang menggunakan ekstasi.

    Adapun jurmlah yang dites urine mencapai sekitar 108 orang yang terdiri dari pengunjung, karyawan, dan pemandu lagu.

    “Kegiatan operasi ini kami terjunkan 111 personil gabungan bersama Polisi Militer. Sebanyak 60 pengujung, 28 karyawan, dan 20 pemandu lagu kami tes urinenya. Setelah mengetahui jumlah yang positif narkoba banyak, kami melakukan penggeledahan,” ujar Mulyadi.

    Pihaknya, lanjut Mulyadi, menemukan narkoba sabu yang diduga milik DJ B dan sebanyak 15 butir pil ekstasi. Pil ekstasi tersebut ditemukan di belakang speaker. Adapun berdasarkan hasil penyelidikan, ekstasi tersebut diduga milik seorang oknum karyawan tempat hiburan tersebut yang berinisial R (25).

    “Keduanya mengakui sebagai pemilik barang tersebut setelah kami melakukan pemeriksaan intensif terhadap 32 orang tersebut selama dua hari. Berdasarkan hasil pemeriksaan, keduanya mendapatkan barang haram itu dari orang lain. Dan pemasok tersebut masih kami dalami,” ujar Mulyadi.

    Mulyadi menjelaskan, tempat hiburan tersebut memang merupakan target operasi Ditresnarkoba Polda Jabar. Pihaknya mendapatkan informasi jika sering terjadi transaksi narkoba di tempat hiburan tersebut. Berbekal informasi tersebut, pihaknya melakukan operasi secara mendadak.

    “Untuk kedua tersangka, yakni B dan R kami jerat pasal 112 ayat 2 UU 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ancamannya hukuman penjara paling lama 12 tahun. Sedangkan 30 orang yang terindikasi narkoba lainnya dikenakan wajib lapor dan kami lakukan penyelidikan lebih lanjut,” ujar Mulyadi.

    (RadarBandung/sar)

  • Keterlaluan, Bikin KTP-el Sampai Setahun

    Keterlaluan, Bikin KTP-el Sampai Setahun

    IST PAS FOTO : Petugas tengah mengambil gambar salah seorang warga untuk pas foto KTP-elektronik.  Sejumlah warga mengeluhkan lambatnya pembuatan Kartu Tanda Penduduk elektrokik (KTP-el) di Kabupaten Bandung, bahkan prosesnya bisa sampai satu tahun.
    IST
    PAS FOTO : Petugas tengah mengambil gambar salah seorang warga untuk pas foto KTP-elektronik. Sejumlah warga mengeluhkan lambatnya pembuatan Kartu Tanda Penduduk elektrokik (KTP-el) di Kabupaten Bandung, bahkan prosesnya bisa sampai satu tahun.

    POJOKBANDUNG.ID, SOREANG– Sejumlah warga mengeluhkan lambatnya pembuatan Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) di Kabupaten Bandung, bahkan prosesnya bisa sampai satu tahun.

    Warga Desa Cipagalo Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Muhammad Adiyanto ,22, mengaku, sampai saat ini dia tidaK mendapat fisik KTP-el, padahal perekaman dilakukan tahun lalu. “Saya melakukan perekaman tahun 2014, tapi sampai sekarang tidak jadi-jadi KTP-elnya,” keluh Adiyanto, Senin (5/10).

    Akibat belum mendapat fisik KTP-el, Adiyanto saat hendak membuat surat izin mengemudi (SIM) menjadi terhambat. Sebab, pihak kepolisian meminta bukti kependudukan berupa KTP-el untuk membuat SIM. “KTP lama sudah habis masa berlakunya, jadinya tidak bisa buat SIM,” katanya.

    Beberapa kali Adiyanto berusaha menanyakan kapan KTP-el miliknya akan jadi ke pihak Kecamatan Bojongsoang. Namun, petugas di kecamatan selalu aja ada alasannya, seperti blanko habis, atau alasan lainnya.
    “Kalau sampai satu tahun tidak jadi mah keterlaluan. Gimana kalau orang sangat butuh, misalkan mau ke luar negeri,” imbuhnya.

    Dia berharap pemerintah bisa memperbaiki pelayanan pembuatan KTP karena banyak persyaratan berbagai keperluan yang menggunakan KTP-el.
    Hal serupa dikatakan warga Kecamatan Baleendah, Donni ,34.  Sejak setahun lalu saat melakukan perekaman data di Kantor Kecamatan Baleendah, dia belum juga menerima KTP elektronik. Hal serupa dialami warga Baleendah lainnya. “Setiap saya ke kantor kecamatan menanyakan KTP saya kapan jadinya, petugas kecamatan bilang harus antre, blanko habis, atau alasan lainnya. Saya sangat menyayangkan hal ini karena seharusnya bisa cepat,” katanya.

    Keterlambatan ini, katanya, bisa membuat warga berpikir untuk memberikan uang pelicin kepada petugas kecamatan supaya KTP elektroniknya cepat dicetak. Padahal, pemerintah wajib memberikan pelayanan tersebut secara gratis.

    Sementara, Kasi Identitas Penduduk pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bandung, Santi Rosmayanti, sebenarnya waktu yang dibutuhkan untuk mencetak KTP-el tidaklah lama, namun ada beberapa hal yang membuat pencetakan butuh waktu lama. “Biasanya warga belum mengetahui proses pembuatan KTP-el. Padahal, paling lambat KTP-el bisa diterima oleh warga tiga pekan setelah perekaman,”ujarnya.

    Waktu tiga pekan tersebut kata Santi, diasumsikan warga melakukan perekaman di Kecamatan, setelah itu mengajukan pencetakan. Setiap Kecamatan diberi jadwal pencetakan setiap pekan, namun kadang-kadang Kecamatan mengajukan pencetakan ke kantor Dinas Kependudukan dan catatan Sipil setelah pemohon pencetakan sudah mencapai ratusan orang, dengan alasan efisiensi. “Nah, masih banyak warga yang menganggap jika sudah melakukan perekaman tinggal menunggu fisiknya, padahal mereka harus mengajukan kembali pencetakan setelah melakukan perekaman,”paparnya.

    Selain itu, saat ini dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil sedang fokus menyelesaikan 117.997 KTP-el yang belum tercetak dari 2012-2014. Sehingga, bisa jadi warga yang belum menerima fisik KTP-el termasukan dalam data tersebut.

    Dalam sehari, katanya, dinasnya mencetak sekitar 4.000 KTP elektronik. Pada 2015 pihaknya memiliki target untuk mencetak 200 ribu KTP elektronik. Namun akibat kekosongan blanko selama dua bulan, baru 106.000 yang dicetak.
    Setelah mendapat pasokan 98.000 blanko tambahan, dinasnya mengebut pencetakan KTP elektronik. Selain itu, tiga tim mobile berkeliling ke seluruh kecamatan untuk menjaring para pemohon KTP. Pencetakan KTP pun dibantu printer KTP elektronik yang diujicobakan di Kecamatan Baleendah, Rancaekek, Cileunyi, dan Cilengkrang. (radarbandung/mld)

  • Awas Tembok Sangkuriang Rawan Ambruk

    Awas Tembok Sangkuriang Rawan Ambruk

    MENINJAU : Anggota Dewan DPRD Kota Cimahi mendatangi Lapangan Sangkuriang di Gg. Cisangkan Girang RT 02 RW 10 Kel. Padasuka Kec. Cimahi Tengah Kota Cimahi, Senin (5/10/2015). Kedatangan dewan tersebut untuk mengecek kondisi retaknya tembok stadion yang dikhawatirkan ambruk menimpa warga.
    MENINJAU : Anggota Dewan DPRD Kota Cimahi mendatangi Lapangan Sangkuriang di Gg. Cisangkan Girang RT 02 RW 10 Kel. Padasuka Kec. Cimahi Tengah Kota Cimahi, Senin (5/10/2015). Kedatangan dewan tersebut untuk mengecek kondisi retaknya tembok stadion yang dikhawatirkan ambruk menimpa warga.

    POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Anggota Dewan DPRD Kota Cimahi mendatangi Lapangan Sangkuriang di Gg. Cisangkan Girang RT 02 RW 10 Kel. Padasuka Kec. Cimahi Tengah Kota Cimahi, Senin (5/10/2015). Kedatangan anggota dewan tersebut merupakan tindak lanjut dari keluhan warga terkait keretakan pada tembok stadion sangkuriang yang dikhawatirkan ambruk.

    Anggota Komisi III DPRD Kota Cimahi, Enang Sahri menuturkan, kondisi tembok memang sudah miring. Terlebih banyak masyarakat yang berlalu lalang di sepanjang jalan tersebut jelas sangat membahayakan. “Sangat disayangkan kalau menunggu sampai ambruk. Dengan benteng sebesar ini kalau ambruk ketika ada orang sedang lewat atau anak kecil pasti akan membahayakan,” ujarnya, Senin (6/10/2015).

    Enang mengatakan, terkait hal tersebut pihaknya berharap ada perhatian dari pemerintah kota untuk segera diselesaikan. Saat ini, pengelolaan lapangan tersebut milik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Cimahi.

    “Di sisi lain memang pengelolaan sudah diserahkan kepada BUMD, tapi di sisi lain juga BUMD tidak diberikan biaya untuk pemeliharaan lapangan ini,” tuturnya.

    Dijelaskan Enang, lapangan sangkuriang merupakan salah satu sarana olahraga kebanggaan milik Cimahi. Semestinya, lapangan tersebut dikembalikan kepada Pemerintah Kota Cimahi agar bisa terpelihara.

    “Sudah hampir empat tahun semenjak tahun 2012 dikelola oleh BUMD masih tidak ada penyelesaian saja. Tapi kalau diserahkan kembali ke Pemkot, maka anggaran bisa dari APBD,” jelasnya.

    Lebih lanjut Enang mengatakan, pemerintah kota melalui kementrian olahraga menyebutkan bahwa stadion-stadion yang memiliki nilai sejarah lebih didahulukan dalam pemeliharaannya. “Lebih baik lapangan ini dikembalikan ke pemkot agar terpelihara,” ungkapnya.

    Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kota Cimahi, Edy Sofyan menuturkan bahwa BUMD telah mengajukan permohonan anggaran. Saat itu, rencananya akan dibuat untuk sport mall.

    “Namun sport mall itu tidak tahu seperti apa karena belum disosialisasikan. Selain itu, banyak warga juga yang menolak rencana tersebut,” ujarnya.

    Menurutnya, saat ini lapangan sangkuriang perlu segera dikakukan perbaikan. Untuk mencegah agar tidak ambruk menimpa warga. “Ya segera diperbaiki dulu saja sementara supaya jangan roboh, karena banyak warga yang lewat siang maupun malam disini,” ungkapnya.

    (RadarBandung/ham)

  • Emil Ngambek, Taman Film Rusak

    Emil Ngambek, Taman Film Rusak

    RAMDHANI/RADAR BANDUNG NOBAR PERSIB : Para Bobotoh larut dalam kegembiraan saat nobar Persib Bandung di Taman Film, belum lama ini.  Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil sempat marah-marah di medsos karena ulah oknum bobotoh yang merusak Taman Film usai nobar.
    RAMDHANI/RADAR BANDUNG
    NOBAR PERSIB : Para Bobotoh larut dalam kegembiraan saat nobar Persib Bandung di Taman Film, belum lama ini. Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil sempat marah-marah di medsos karena ulah oknum bobotoh yang merusak Taman Film usai nobar.

    – Meski nampak marah-marah di media sosial, namun Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan, hal itu merupakan tanda sayangnya kepada bobotoh. “Jadi wali kota atau tidak, saya ini bobotoh, jadi saya sayang kepada bobotoh,” ujar orang nomor satu di Kota Bandung ini, Senin (05/10).

    Kekesalan Emil nampak di media sosial, selepas nonton bareng (Nobar) Persib Bandung di Taman Film, dan berbuntut perusakan taman oleh bobotoh. Di akun instagramnya, Emil bahkan menggunakan kata ‘maneh’ kepada para bobotoh. Namun, Emil menyangkal itu merupakan bentuk dari kekesalannya. “Itu bentuk ‘kanyaah’ saya kepada bobotoh,” katanya. Meski demikian, Emil tetap meminta kepada oknum-oknum bobotoh, untuk bertanggung jawab sebacara moril. “Jangan sampai kita bangun taman susah-susah. Lalu dirusak begitu saja,” tambahnya.

    Menurut Emil, beberapa bagian taman yang rusak adalah pohon dan tanaman-tanaman di sekitarnya. Padahal, lanjut Emil, itu merupakan hal yang penting karena bisa mengurangi suara yang ke luar dari Taman Film.
    Meski demikian, Emil mengaku mengapresiasi para petinggi viking dan bomber, yang sudah menemuinya, dan mengaku akan memperbaiki taman yang rusak. “Saya apresiasi, kedatangan mereka menemui saya. Seharusnya, sekarang kondisi taman sudah membaik,” tambahnya.

    Sebenarnya, lanjut Emil, acara nobar ini sudah disebar di berbagai tempat, seperti di Stadion Sidolik, Taman Cikapundung. Namun, karena di Taman Film ada oknum, sehingga mengakibatkan ada kekacauan. Ke depan, kata Emil, untuk menggelar nobar dengan kapasitas berlebih, harus di tempat yang lebih besar. “Bisa saja kita gelar di Taman Film lagi. Tapi dengan catatan, penyelenggara bisa menjamin agar tidak over kapasitas,” tambahnya.

    Sementara, Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman ( Distankam) Kota Bandung Arif Prasetya mengatakan, kerusakan Taman film ini, lebih dikarenakan kerusakan mental. “Kalau kerusakan fisik belum kita hitung berapa total kerugiannya, api yang jelas kerusakan mental warga yang memicu keributan sampai pengrusakan,” ujar Arif.
    Arif mengatakan, kerusakan terjadi pata tanaman tegak, cover crop yang terinjak-injak dan rumput sintetis. Namun, harapan Arif, kerusakan tidak terlalu parah, sehingga biaya renovasi tidak terlalu besar. “Tapi kita belum hitung berapa jumlah kerugiannya. Karena harga setiap tanaman yang ditanam di taman-taman, berbeda-beda,” tambahnya.

    Meski demikian, Arif mengaku tidak akan meminta ganti rugi kepada bobotoh. Karena itu sudah tanggungjawabnya. “Kalau mau minta ganti rugi juga ke siapa,” tegasnya.
    Arif mengimbau masyarakat, untuk ikut menjaga taman-taman yang sudah dibangun. “Jangan sampai kami kerjaannya hanya merenovasi taman saja,” tambahnya.
    Untuk mengklarifikasi masalah itu, salah satu pentolan Viking Persib Club (VPC), Yana Umar langsung menemui orang nomor satu di Kota Bandung tersebut untuk meluruskan permasalahan yang ada. “Tadi (kemarin) sudah ada pertemuan silaturahmi di Balai Kota, sekalian silaturahmi dan membahas soal Taman Film, mengklarifikasi kesalahpahaman. Pak Emil menyebutkan Viking dan Bomber, tapi seharusnya oknum,” ujar Yana, saat ditemui di Graha Persib, Senin (5/10).

    Dari hasil pertemuan itu, Yana mengatakan, untuk sementara Taman Film Bandung dilarang untuk digunakan. Hal itu bertujuan memberi shock teraphy kepada masyarakat dan bobotoh agar bisa menjaga dan mencintai fasilitas publik yang ada di kota berjuluk Paris Van Java ini. “Kata Pak Emil, sementara ini Taman Film tidak bisa digunakan, mungkin sebagai bentuk peringatan, kalau mau memakai silakan tapi harus menjaga,” kata Yana.

    Yana mengaku, sejak diresmikan telah menyarankan agar tidak nonton bareng di Taman Film jika Persib sedang berlaga di luar kandang. Sebab, lanjutnya, yang datang untuk menyaksikan tim kesayangannya berlaga, bobotoh selalu berjubel untuk mendukung tim besutan Djadjang Nurdjaman itu berlaga. “Saya menyarankan, seharusnya taman film jangan dipakai untuk Nobar. Soalnya rawan, kalau kapasitas besar sih tidak masalah. Apalagi kemarin posisinya semifinal,” pungkasnya. (radarbandung/mur/pra)

  • Diduga Bodong,  LP3I Bandung Non-aktif

    Diduga Bodong, LP3I Bandung Non-aktif

     

     FT-A HL KHAIRIZAL MARIS/RADAR BANDUNG SAMBANGI LP3I : Petugas kepolisian saat mengunjungi kampus LP3I di Kota Bandung kawasan Jalan Pahlawan, Kota Bandung, Senin (5/10).
    SAMBANGI LP3I : Petugas kepolisian saat mengunjungi kampus LP3I di Kota Bandung kawasan Jalan Pahlawan, Kota Bandung, Senin (5/10).

    OJOKBANDUNG.ID,BANDUNG – Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) melalui Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) mengerahkan timnya untuk berkoordinasi dengan Kopertis 4 Jawa Barat, terkait dinonaktifkannya kampus Politeknik

    Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi Indonesia (LP3I) di Kota Bandung.
    Penonaktifan kampus tersebut, merupakan langkah lanjutan hasil investigasi Kemenristek, terhadap 200 lebih kampus bodong di sejumlah wilayah di Indonesia.
    “Terkait penutupan kampus LP3I yang diduga bodong, hari ini (kemarin)  kita kirimkan tim koordinasi dengan pihak Kopertis 4 Jabar di Jatinangor, sejauh ini baru itu saja,” ujar Wadir Krimsus AKBP Gupuh. S melalui Kasubdit IV Tipidter AKBP Ade saat dihubungi wartawan, Senin (5/10).

    Ade menuturkan, koordinasi tersebut untuk menentukan langkah berikutnya dalam penyelidikan kampus bodong tersebut. “Apakah ini masuk ranah hukum atau hanya langkah administratif dari pihak mereka (Kopertis), kita masih tunggu hasil koordinasinya nanti, kita hormati segala keputusannya nanti,” tutur Ade.

    Ade mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum melakukan penyelidikan bersama pihak Kopertis terkait, adanya kampus bodong di wilayah hukum Jabar. “Tidak ada join investigation, kan kita belum tahu apakah mau dibawa ke ranah hukum atau tidak, sejauh ini kita baru melakukan koordinasi saja,” katanya.

    Kemungkinan kampus-kampus lain juga diduga ada yang bodong, Ade mengatakan, sampai sejauh ini pihaknya belum menemukan kembali ada kampus bodong di wilayah hukum Polda Jabar. “Sejauh ini tidak ada lagi, namun untuk ada pastinya kita belum mengetahui, kopertis itu yang lebih banyak paham soal ini,” ungkap Ade.

    Meski berstatus nonaktif sebagaimana keterangan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Kampus Politeknik Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi Indonesia (LP3I) Bandung, masih melangsungkan Kegiatan perkuliahan.

    Politeknik LP3I merupakan satu dari 27 perguruan tinggi di Jawa Barat yang dinonaktifkan oleh Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi, Kemenristek Dikti. Sebelumnya, Kemenristek Dikti melalui Kopertis telah mengumumkan 243 kampus nonaktif karena bermasalah.

    Public Relation dan Marketing LP3I, Meli Siagawati menuturkan, setelah Kemenristek Dikti melalui Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) mengumumkan penonaktifan 243 perguruan tinggi, pihak kampus resah. Pasalnya, pengumuman itu memukul rata semua kampus. “Mahasiswa sempat bingung, tetapi kami langsung memberikan sosialisasi mengenai keadaannya. Alhamdulillah tidak mengganggu proses belajar mengajar di kampus. Mereka menginginkan masalah ini cepat selesai,” katanya kepada wartawan, Senin (5/10).

    Selama ini Politeknik LP3I membuka empat jurusan yaitu Accounting, Administrasi Bisnis, Public Relation, dan Manajemen Informatika. “Perkuliahan di kampus ini jelas dan perizinan kampus juga jelas. Dan memang kami menjanjikan bekerja setelah lulus dari sini. Pekerjaan tersebut diperoleh dari relasi-relasi yang kita bina hingga saat ini,” tuturnya.

    Meli menjelaskan kampus Politeknik LP3I dinonaktifkan dari sisi administrasi dan masalah tersebut hanya sementara. “Sebetulnya dinonaktifkan itu banyak kategorinya mulai dari yang berat sampai ringan. Kita (kampus) dinonaktifkan hanya karena segi administrasi. Tertib administrasi ini hanya untuk sejenak,” terangnya.

    Dia menjelaskan, setelah mendapatkan surat nonaktif dari Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) yang telah disetujui Kemenristek pada Agustus tahun ini, Politeknik LP3I langsung menindaklanjuti. “Kita langsung tindaklanjuti dengan melaksanakan tahapan-tahapan pengaktifan kembali,” ujar Meli.

    Hingga saat ini, menurut Meli,  pihaknya masih menunggu keputusan dari Kemenristek Dikti. Kejadian itu, kata dia, menjadi pelajaran berharga bagi Politeknik LP3I mengenai ketertiban administrasi.
    Selain itu, Meli mengakui, pihak Kemenristek patut diacungi jempol dengan penonaktifan tersebut dapat disimpulkan ada kepedulian pemerintah terhadap dunia pendidikan. “Ini jadi pelajaran bagi kami dan juga kampus lain untuk tidak menunda mengurus administrasi,” pungkasnya. (radarbandung/sar/bie)

  • Curug Cilengkrang   Cocok Hilangkan Penat

    Curug Cilengkrang Cocok Hilangkan Penat

    Seorang pengunjung tengah menikmati panorama Curug Cilengkrang
    Seorang pengunjung tengah menikmati panorama Curug Cilengkrang

    POJOKBANDUNG.ID,BANDUNG-Berlibur diakhir pekan memang selalu dinanti oleh siapapun. Wisata alam kerap kali menjadi salah satu tujuan untuk berlibur. Bersantai dan menikmati pemandangan alam bersama teman, kerabat serta sanak saudara bisa menjadi momen yang sangat berharga.

    Bagi warga Bandung, berlibur ke tempat-tempat wisata yang berada di tiap sudut Kota Bandung mungkin sudah tidak asing lagi, khususnya air terjun atau yang lebih dikenal curug. Banyak sekali curug yang terdapat di Bandung, salah satunya Curug Cilengkrang.

    Curug yang terdapat di sebelah timur Bandung ini masih jarang dikunjungi oleh wisatawan. Banyaknya pengunjung yang terdapat ditempat wisata alam terkadang bisa membuat kita kurang menikmati keindahan alam yang ada.

    “Di sini pengunjungnya ya segini segini aja, tidak terlalu ramai. Paling ramai juga kalau pas hari libur,” ujar penjaga tiket Curug Cilengkrang, Hayat Hidayat.

    Untuk bisa menikmati indahnya curug ini, kamu hanya dikenakan biaya Rp 5.000 untuk tiket masuk per orang dan Rp 2.000 untuk biaya parkir mobil atau motor. Untuk akses ke Curug ini pun tidak terlalu rumit. Kamu bisa masuk dari Jl. Cilengkrang 1 yang berada di Jl. A.H Nasution, Kecamatan Cibiru, Kabupaten Bandung. Dari sana  kamu hanya tinggal mengikuti jalan utama untuk mencapai lokasi tersebut dan jangan lupa untuk bertanya saat berada diperempatan, karena minimnya petunjuk ke arah Curug Cilengkrang.

    Di kawasan Curug Cilengkrang terdapat tujuh buah curug, yaitu Curug Batu Peti, Curug Papak, Curug Panganten, Curug Kacapi, Curug Batu Kaeraton, Curug Dampit dan Curug Leknan. Untuk mencapai curug ketujuh, kita harus menempuh perjalanan sekita 1 Km. Namun, jarak dari curug satu ke curug lainnya tidak terlalu jauh.

    “Curug ini dinamain Curug Cilengkrang karena ada di Kecamatan Cilengkrang, sedangkan jarak dari sini (gerbang masuk) ke curug paling atas sekitar 1 Km”, pungkasnya.

    Curug Cilengkrang bisa menjadi pilihan kamu untuk berlibur jika ingin menikmati alam dengan jumlah pengunjung yang minim. Air yang jernih, udara yang sejuk serta tempat yang nyaman bisa membuat kamu melepaskan penat saat weekday. Di sini juga dilengkapi fasilitas toilet, mushola, dan warung yang terdapat di pos 1 atau sekitar 20 meter dari gerbang masuk.

    Yuk, jika kamu menenangkan pikiran kamu atau ingin sekedar bersantai menikmati hijaunya pepohonan, Curug Cilengkrang bisa jadi pilihan kamu untuk mengisi waktu luang kamu. (radarbandung/job2/bbb)

  • Distro Crimonic ,  Disain Horor Style

    Distro Crimonic , Disain Horor Style

     

    Sejumlah koleksi Distro Crimonic yang bernuansa horor style.
    Sejumlah koleksi Distro Crimonic yang bernuansa horor style.

    POJOKBANDUNG.ID,BANDUNG-Jika berbicara mengenai dunia fashion, mungkin tidak ada kata cukup untuk mengekspresikan imajinasi para desainer untuk terus membuat trend-trend pakaian terbaru.

    Tampil modis di depan umum tentu membuat kita menjadi lebih percaya diri. Saat ini tidak hanya wanita yang selalu ingin terlihat menarik untuk masalah penmpilan.

    Laki-laki pun kini lebih rewel untuk masalah penampilan. Fashion yang berkembang saat ini membuat laki-laki cenderung memperhatikan penampilannya dari atas sampai bawah sesuai dengan seleranya masing-masing.

    Banyak orang yang memaknai fashoin adalah sebagian dari dirinya. Perkembangan fashion yang semakin meningkat di Indonesia membuat para desainer terus berinovasi menciptakan berbagai model pakaian. Banyak butik serta distro yang semakin tersebar luas di Indonesia.

    Banyak distro yang tersebar di Bandung yang menyediakan pakaian untuk laki-laki. Salah satunya distro Crimonic (Creative Mode Human Indonesian) di Jalan Raya Ujung Berung No 180 Bandung, yang menyediakan berbagai pakaian untuk laki-laki.

    Pemilik distro Crimonic, Wisnu (19) sudah mulai merintis kariernya sejak tahun 2011 dengan sistem online shop. Ia mulai membuka distro sejak tahun 2013. Sebagai salah satu distro yang baru membentangkan sayapnya, crimonic berani menyediakan kaos, topi, tas, jacket hingga kemeja buatan sendiri.

    Hal yang menarik pada produk ini terletak pada desain gambar terkesan horor dengan dominasi warna hitam. Konsep tersebut merupakan identitas yang membedakan dengan produk sejenis.

    Produk Crimonic sangat mengedepankan kualitas dibandingkan brand. Bahan-bahan yang digunakan untuk produk Crimonic, diantaranya bahan gildan, 20 S, 24 S, 30 S, ultra coton, kenari, soft gildan dan berbagai macam bahan berkualitas lainnya.

    Untuk membuat produk yang tidak pasaran, Crimonic hanya memproduksi baju kurang dari tiga lusin per satu artikel, yang kemudian didistribusikan ke distro-distro lainnya.

    Bahkan untuk produksi kemeja satu bahan digunakan untuk membuat satu kemeja, sehingga kemeja ini hanya ada satu dipasaran. (radarbandung/job1/bbb)

  • Dua Semifinalis Dekati Konate

    Dua Semifinalis Dekati Konate

    KHAIRIZAL MARIS/RADAR BANDUNG Makan Konate
    KHAIRIZAL MARIS/RADAR BANDUNG
    Makan Konate

    POJOKBANDUNG.ID, PERSIB – Performa Makan Konate  ternyata membuat beberapa tim besar di Indonesia kepincut. Bahkan, di antaranya, dua klub yang kini masih mentas di Piala Presiden 2015,  Arema Cronous dan Sriwijaya FC.

    Hal demikian diungkapkan Konate sendiri.  Pemain asal Mali itu mengungkapkan, pasca Persib kampiun di Indonesia Super League 2014 banyak tawaran dari klub besar di Indonesia menghampirinya. Bahkan, ketika kompetisi vakum sekalipun.  Tawaran tak berhenti sampai di situ, tapi terus mengalir sampai sebelum ia memutuskan untuk kembali membela Persib di Piala Presiden.

    “Kemarin saya berkomunikasi dengan agen sebelum ke sini (Persib) ada tawaran dari Arema, Borneo, Sriwijaya dan beberapa tim lainnya,” ungkap Konate.

    Hanya saja, Konate menegaskan ingin terus membela Persib. “Saya mau di sini terus (bersama Persib). Saya enggak mau pindah ke klub lain. Cuma Persib saja,” kata Konate.
    Apa dasarnya? Pemilik nomor punggung 10 ini mengungkapkan, dua tahun membela Maung Bandung dia merasa betah hidup di Bandung. Persib, menurutnya, salah satu tim terbaik di Indonesia. Tapi selain itu dia pun menganggap tim sebagai keluarga keduanya.

    “Saya enggak mau pindah. Agen saya juga suka Persib. Saya betah, enak sekali di sini. Semua sudah seperti keluarga,” pungkasnya. (radarbandung/pra)

  • 18 Kecamatan Endemik Filariasis

    18 Kecamatan Endemik Filariasis

    ilustrasi
    ilustrasi

    POJOKBANDUNG.ID,SUBANG-Sebanyak 18 kecamatan di Kabupaten Subang diklaim menjadi endemik penyakit kaki gajah (Filariasis).
    Menurut Bupati Subang, Ojang Sohandi, Pemerintah Kabupaten Subang melalui Dinas Kesehatan berupaya melakukan eliminiasi secara maksimal. Salah satunya dengan mengoptimalkan dari anggaran kesehatan yang mencapai lebih dari 10%.

    “Untuk anggaran kesehatan kita prioritaskan tak kurang dari 10% dari APBD. Mari gunakan APBD dengan rasa dan cinta. Karena jika menggunakan APBD tanpa rasa dan cinta, nantinya tidak akan ada manfaatnya untuk masyarakat,” ujarnya kepada wartawan disela-sela acara Bulan Eliminasi Kaki Gajah ke 5 Tahun 2015 Tingkat Kabupaten Subang di Desa Padamulya Kecamatan Cipunagara.

    Ia meminta kepada masyarakat agar mau meminum obat yang diberikan petugas. Supaya 18 kecamatan yang masuk dalam wilayah endemik terbebas dari kaki gajah.”Kalau perlu segera minum didepan petugas yang memberi obatnya,” ujar Ojang.

    Di Subang penyakit kaki gajah pertama kali ditemukan tahun 2000 di di Kecamatan Pusakanagara dan sampai saat ini tercatat sudah ada 28 kasus kaki gajah yang ditemukan di 18 Kecamatan.Intuk pemberian obat, Pemkab Subang menargetkan 80% warga terlayani pada tahun 2015 atau 60% dari jumlah penduduk. Tahun 2016 adalah terakhir masyarakat minum obat kaki gajah.
    “Apabila tidak tercapai, masyarakat Subang harus terus minum obat kaki gajah sampai tahun 2018,” katanya

    Dalam acara tersebut, selain diberikan obat kaki gajah secara cuma-cuma kepada masyarakat, Bupati Subang bersama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) membagikan Kartu Indonesia Sehat kepada sejumlah warga.

    Sementara, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Subang, dr Budi Subiantoro menyatakan, dari 241 kabupaten/kota se-Indonesia, termasuk Subang masuk dalam kategori wilayah endemik penyakit kaki gajah yang membutuhkan penanganan yang sangat serius. “Di tahun 2015, kita menargetkan pemberian obat kepada hampir 1,3 juta penduduk Subang,” katanya. (radarbandung/anr)

  • Menunggu Amuk Zulham

    Menunggu Amuk Zulham

     

    Zulham
    Zulham

    POJOKBANDUNG.ID,PERSIB – Zulham Zamrun tak ingin jumawa dengan pencapainnya sejak gabung bersama Persib Bandung. Pemain pinjaman dari Persipura Jayapura itu tak melupakan faktor pendukung performanya yang datang dari luar lapangan.
    Faktor itu, Bobotoh! Zulham mengakui, sumbangan gol-golnya tidak terlepas dari besarnya suport Bobotoh yang selalu memberikan dukungan penuh di laga Persib Bandung di Stadion Si Jalak Harupat. Dukungan itu, diakuinya sangat memotivasinya untuk mencetak gol.
    “Mungkin salah satunya karena atmosfer pendukung yang membuat saya selalu semangat buat cetak gol,” aku Zulham. Seperti diketahui, Zulham absen saat Persib dijamu Mitra Kukar di leg I semifinal Piala Presiden, tadi malam karena hukuman akumulasi kartu kuning.
    Nah, Zulham menegaskan, dia sudah tak sabar untuk kembali mendengar diteriakan Bobotoh di leg kedua yang bakal dihelat di Stadion Si Jalak Harupat. “Kalau saya enggak cetak gol enggak ada (teriakan) nama Zulham (dari Bobotoh),” tuturnya.
    Dengan dukungan Bobotoh yang luar biasa, pemain bernomor punggung 54 itu menegaskan bakal berusaha menambah pundi-pundi golnya di pertandingan berikutnya. “Saya selalu punya target. Setiap pertandingan saya ingin mencetak gol. Tapi itu bukan janji. Saya hanya ingin berusaha,” ucapnya.
    Bergabung awal September lalu, Zulham telah mengkoleksi enam gol dalam lima pertandingan.
    Lima gol di antaranya dilesakkannya pada babak penyisihan grup dan satu gol lainnya di babak delapan besar yang sekaligus memastikan Persib lolos ke semifinal. Seluruh gol Zulham tersebut terjadi di Stadion Si Jalak Harupat. (radarbandung/pra)

  • Dua Senpi Polisi Dimaling

    Dua Senpi Polisi Dimaling

    ilustrasi
    ilustrasi

    POJOKBANDUNG.id, BANDUNG – Dua senjata organik jenis glock 17 bernomor seri MPY 877 dan MPY 878, dengan empat magasin milik organik Sespim Polri raib digondol maling.

    Sebelumnya, kedua senjata tersebut tersimpan di dalam mobil Toyota Avanza hitam bernopol BL 609 FG yang terparkir di Jalan Negla Utara, Kelurahan Isola, Kecamatan Sukasari, Kota Bandung. Spesialis pecah kaca mobil kemudian menggasak barang-barang yang ada di dalam mobil tersebut untuk dibawa kabur.

    Berdasarkan data yang diperoleh, senjata organik milik Sespim yang hilang tersebut dibawa oleh pasis Sespim yang akan digunakan untuk PKB (pekan kegiatan bersama).

    “Senjata api (senpi) tersebut akan digunakan di lapangan tembak Senayan, pada Senin (5/10) sekitar pukul 11. 30 wib,” ujar sumber di kepolisan yang enggan disebutkan namanya.

    Menurut dia, penangung jawab senjata tersebut yakni AKBP Ian Rizkian dari Polda Aceh. Selain dua senjata glock, laptop merk Asus milik Kompol Wawan dari Brimob Polda Kalimantan Timur pun ikut raib. “Kejadian tersebut terjadi ketika keduanya melakukan salat Jumat,” ujarnya.

    Sementara,  Kasubag Humas Polrestabes Bandung Kompol Reny Marthaliana, saat dihubungi Sabtu (3/10) membenarkan adanya kejadian tersebut. Hingga saat ini, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan dan penelusuran terkait raibnya dua senpi organik milik Sespim tersebut.

    “Keduanya telah datang ke Mapolrestabes dan membuat laporan,” terang Reny.

    Reny menambahkan, setelah menerima laporan tersebut seluruh anggota reskrim mulai dari polsek hingga Polrestabes sudah melakukan pengecekan di tkp.

    “Tidak hanya itu, dari fungsi intelkam, babin, sampai ke satuan Brimob pun datang ke lokasi,” tuturnya.

    Untuk proses penyelidikan dan pengungkapan kasus tersebut, lanjut dia, Kapolrestabes Bandung akan membentuk tim khusus.

    “Sementara ini, Kapolres dan tim telah membuat Tim ungkap gabungan bersama Mabes Polri,” pungkasnya.(radarbandung/sar)

  • DPRD Desak Minimarket Tuntaskan Perizinan

    DPRD Desak Minimarket Tuntaskan Perizinan

    PERIZINAN : Para karyawan salah satu minimarket saat akan membuka gerainya. DPRD Kota Cimahi mendesak kepada seluruh pengelola minimarket yang ada di Kota Cimahi untuk segera mengurus perizinannya.
    PERIZINAN : Para karyawan salah satu minimarket saat akan membuka gerainya. DPRD Kota Cimahi mendesak kepada seluruh pengelola minimarket yang ada di Kota Cimahi untuk segera mengurus perizinannya.

    POJOKBANDUNG.id, CIMAHI – DPRD Kota Cimahi mendesak kepada seluruh pengelola minimarket yang ada di Kota Cimahi untuk segera mengurus perizinannya. Sebab, dari total 124 minimarket di Cimahi, tercatat hanya sebagian kecil yang baru mengurus perizinannya.

    Anggota Komisi II DPRD Kota Cimahi, Amrullah menuturkan, banyak supermarket di Kota Cimahi yang belum mengurus dan tidak memiliki perizinan. “Persoalannya bukan karena adanya supermarket, tapi proses perizinannya. Setelah kita konfirmasi ke dinas terkait, ternyata banyak sekali yang belum berizin atau juga yang sengaja memang belum mengurus izinnya,” ujarnya, Minggu (04/10/2015).

    Dikatakan Amrullah, hasil pendataan tercatat, total ada 124 minimarket di Kota Cimahi. Dari jumlah tersebut, hanya sebagian kecil yang baru memproses izin. Bahkan, sebagian kecilnya lagi baru hanya beberapa yang izinnya sudah dikeluarkan.

    “Ada juga yang sudah diberikan surat peringatan (SP) 1, 2 dan 3. Tapi hanya sebagian saja yang mau mengurusnya dan sebagiannya lagi enggak, sampai hari ini pun masih ada yang belum mengurus,” katanya.

    Amrullah menjelaskan, sudah barang tentu dengan adanya persoalan ini, pihaknya harus menyikapinya dengan melakukan pembinaan dan menyadarkan para pengelola minimarket tersebut.
    “Kalau berusaha kan ada aturan mainnya, nah izinnya harus diurus. Kan ada prosesnya dan prosedurnya. Ketika ada orang yang tidak mengurus, tentu kita berpedoman kepada Perda (Peraturan Daerah) dengan memberikan SP 1, 2 dan 3. Dan apabila masih ada yang tidak menggubrisnya, berarti kita melakukan tindakan tegas sesuai dengan Perda,” jelasnya.

    Untuk itu, lanjut Amrullah, Satpol PP selaku garda terdepan yang memiliki kewenangan untuk melakukan tindakan, untuk menindak tegas kepada para pelanggar Perda tersebut. “Karena Satpol PP yang punya kewenangan, ya akan dilakukan tindakan sesuai dengan Perda,” jelasnya.

    Sementara itu, Kasatpol PP Aris Permono menyatakan terkait perizinan, pihaknya sudah memberikan informasi ke seluruh minimarket untuk mempersiapkan perizinan-perizinannya sesegera mungkin. “Kami sudah memberitahu akan melakukan operasi. Untuk itu, kita suruh mempersiapkan perizinannya untuk memudahkan ketika kami turun nanti,” ujarnya.

    Selain akan menindak terkait perizinan, Aris menegaskan, akan menindak juga kepada minimarket yang melanggar jam operasional. Sebab, di Kota Cimahi banyak sekali minimarket yang melanggar. “Ketika nanti ditemukan di lapangan, akan kita segel dengan penutupan langsung di tempat. Selain itu, mita juga akan tutup minimarket yang buka 24 jam,” tegasnya.(radarbandung/ham)