Tag: kuliner

  • BTN Dukung Akulturasa ITB, Industri Kuliner Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi

    BTN Dukung Akulturasa ITB, Industri Kuliner Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi

    POJOKBANDUNG.COM, BANDUNG- Industri kuliner tidak lagi sekadar urusan makanan dan minuman. Namun, menyimpan potensi besar untuk menggerakkan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, hingga melahirkan inovasi yang berdampak luas bagi masyarakat.

    Makanya, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mendukung festival Akulturasa Institut Teknologi Bandung (ITB) yang akan digelar di kawasan Kampus Kampus ITB, Jalan Ganesha, pada 20-21 Juni 2026. Kepala Kantor Wilayah BTN Jawa Barat Asvianti Handaru W menuturkan, Akulturasa ITB menjadi ruang penting yang sejalan dengan komitmen BTN dalam mendukung ekosistem pertumbuhan ekonomi kreatif dan industri pangan nasional. Festival ini mempertemukan akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat dalam satu ekosistem kolaboratif.

    Asvianti menilai, investasi terbaik bukan hanya pada proyek yang menghasilkan keuntungan finansial semata. Tapi juga kegiatan yang mampu menciptakan dampak ekonomi dan sosial jangka panjang.

    “Dalam satu ekosistem kolaboratif ini dapat memperkuat jejaring, membuka peluang usaha, dan mendorong pertumbuhan ekonomi sektor kuliner,” kata Asvianti usai acara pengenalan Akulturasa di International Relation Office (IRO) ITB, Selasa (2/6).

    Industri kuliner merupakan salah satu sektor yang memiliki daya tahan kuat. Sekaligus kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Sektor tersebut juga menjadi ruang tumbuh bagi jutaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di berbagai daerah.

    “Industri makanan dan minuman memiliki efek berganda yang sangat besar. Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, sektor ini juga menciptakan lapangan kerja dan membuka peluang usaha bagi banyak masyarakat,” terangnya.

    Karena itu, BTN terus memperkuat dukungannya terhadap pelaku UMKM. Baik melalui program pembiayaan, pendampingan usaha, serta pemanfaatan teknologi digital. Sehingga pelaku usaha dapat meningkatkan daya saing sekaligus memperluas pasar mereka.

    Transformasi digital menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari oleh pelaku usaha. Termasuk di sektor kuliner. Karena mampu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memberikan pengalaman transaksi yang lebih baik bagi konsumen.

    “Bank tidak hanya hadir sebagai penyedia pembiayaan. Kami juga ingin membantu UMKM naik kelas melalui pendampingan dan digitalisasi agar bisnis mereka semakin kuat dan berkelanjutan,” jelas Asvianti.

    Makanya, selama penyelenggaraan Akulturasa ITB, BTN juga mendorong penggunaan transaksi digital oleh pengunjung maupun tenant. Selain memberikan kemudahan dan kecepatan dalam bertransaksi, langkah tersebut diharapkan dapat memperluas literasi keuangan digital di tengah masyarakat.

    Mengingat, teknologi finansial memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan bisnis kuliner. Sistem pembayaran yang praktis dan aman memungkinkan pelaku usaha lebih fokus mengembangkan produk serta meningkatkan pelayanan kepada pelanggan.

    Di sisi lain, BTN mengapresiasi kolaborasi yang terbangun antara dunia pendidikan dan industri melalui Akulturasa ITB. Perguruan tinggi memiliki posisi penting sebagai pusat inovasi yang dapat menjawab berbagai tantangan masa depan. Termasuk isu ketahanan pangan dan perubahan perilaku konsumen.

    “Akulturasa ITB diharapkan dapat menjadi momentum untuk inovasi, keberlanjutan, pengembangan talenta muda, serta praktik bisnis pangan yang bertanggung jawab terhadap ekonomi, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

    Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Komunikasi, Kemitraan, Kealumnian, dan Administrasi ITB, Dr. Andryanto Rikrik Kusmara, S.Sn., M.Sn., menjelaskan bahwa festival tersebut lahir dari keinginan kampus untuk menghadirkan berbagai hasil riset dosen dan mahasiswa kepada masyarakat luas.

    Menurut Rikrik, selama ini banyak inovasi yang dihasilkan sivitas akademika ITB. Namun belum memiliki ruang yang cukup untuk diperkenalkan secara luas. Karena itu, Akulturasa hadir sebagai wadah yang menjembatani dunia akademik dengan masyarakat.

    “Makanya saya lapor ke Rektor, dan disambut baik. Ini sangat inspiratif sehingga dibuatkan acara yang lebih besar di bawah payung Akulturasa. Ada kultur dan rasa, pertemuan sains, teknologi, seni dan budaya yang digabungkan,” ujar Rikrik.

    Dia menjelaskan, sedikitnya empat fakultas terlibat dalam penyelenggaraan festival tersebut. Yakni Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH), Fakultas Teknologi Industri Kesehatan, Sekolah Farmasi, dan Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD).

    Melalui kolaborasi tersebut, masyarakat akan diperlihatkan berbagai inovasi pangan hasil penelitian dosen dan mahasiswa. Salah satunya, produk pangan fermentasi yang dikembangkan dari bahan baku lokal seperti umbi-umbian dan rempah-rempah.

    “Jadi lewat festival ini kami harapkan dapat mengundang sivitas ITB maupun masyarakat datang ke ITB untuk melihat berbagai fenomena makanan yang diolah sedemikian rupa. Dari hasil lokal, teknologi lokal, olahan lokal, lalu bagaimana kemudian masyarakat bisa memanfaatkan apa yang sudah diperbuat oleh ITB,” paparnya.

    Rikrik menilai, keberadaan festival tersebut juga disambut antusias oleh dosen dan mahasiswa. Sebab, inovasi yang selama ini dikembangkan di laboratorium dan ruang kelas dapat langsung diperkenalkan kepada masyarakat. Serta berpotensi memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.

    “Nanti saya harapkan banyak ide-ide muncul dari UKM kita, dari masyarakat, dari adik-adik, dari pedagang dan sebagainya. Semoga apa yang sudah dimiliki oleh ITB ini bisa berdampak pada peningkatan keekonomian kita,” harapnya.

    Akulturasa ITB terbuka bagi masyarakat umum. Selain menjadi ajang edukasi dan pameran inovasi pangan, festival tersebut juga diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat dalam memperkuat ekosistem pangan nasional yang inovatif dan berkelanjutan.

  • Rumah Makan Abah Kenari Jadi Buruan Pecinta Kuliner dan Hewan Kurban di Sumedang

    Rumah Makan Abah Kenari Jadi Buruan Pecinta Kuliner dan Hewan Kurban di Sumedang

    POJOKBANDUNG.COM, SUMEDANG – Rumah Makan Abah Kenari yang berlokasi di Jalan Parakanmuncang Simpang KM 5 Nomor 9, Dusun Cibuntu, Desa Mekarbakti, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, terus menjadi magnet bagi pencinta kuliner khas Sunda.

    Menjelang Iduladha, tempat usaha milik Abah Kenari itu juga ramai oleh pemesan hewan kurban berupa kambing dan sapi.

    Pemilik Rumah Makan, Abah Kenari mengatakan usaha yang dijalaninya berawal dari hobi beternak yang sudah digeluti turun-temurun dari keluarganya. Kecintaan tersebut kemudian berkembang hingga merambah ke dunia kuliner dan wisata keluarga.

    “Dari dulu saya memang suka beternak. Bahkan itu turun-temurun dari orang tua. Awalnya saya juga penghobi burung kenari dan breeding sejak 2009. Karena itu orang-orang memanggil saya Abah Kenari,” ujarnya kepada Radar Sumedang.

    Nama tersebut kemudian dipakai sebagai identitas rumah makan yang mulai dibuka pada 2020. Awalnya, usaha itu dibangun untuk menemani sang ayah yang tinggal sendiri setelah ibunya meninggal dunia.

    “Saya tinggal di Bandung dan orang tua di sini. Setelah ibu meninggal, bapak tinggal sendiri. Jadi awalnya rumah makan ini supaya bapak ada teman dan ada aktivitas,” katanya.

    Seiring waktu, kata ia, rumah makan yang berada di kawasan berhawa sejuk itu berkembang pesat. Kini tersedia sekitar 25 menu andalan yang menjadi favorit pengunjung dari berbagai daerah.

    Menu paling populer adalah ikan bakar etong, ikan laut khas Pantura yang jarang ditemukan di wilayah Sumedang. Selain itu, tersedia paket nasi liwet lengkap dengan ayam bakar, ikan nila, jengkol, sambal, tahu tempe, dan sayuran.

    Tak hanya itu, pengunjung juga dapat menikmati aneka olahan entog, ayam bakakak kampung, sate sapi, sate kambing muda, hingga gulai kepala kambing utuh yang menjadi menu spesial rumah makan tersebut.

    “Orang banyak penasaran dengan ikan etong karena di daerah sini jarang ada. Setelah coba biasanya balik lagi,” ucapnya.

    Abah Kenari menuturkan kualitas rasa menjadi perhatian utama. Untuk menjaga konsistensi cita rasa, setiap menu memiliki takaran khusus dan rutin dievaluasi bersama tim dapur.

    “Kita punya standar khusus supaya rasa tetap sama. Setiap minggu juga ada evaluasi,” katanya.

    Selain kuliner, Abah Kenari juga mengembangkan usaha peternakan kambing dan sapi yang kini ramai dipesan masyarakat untuk kebutuhan kurban.

    Menurutnya, permintaan hewan kurban mulai meningkat beberapa pekan menjelang Iduladha.

    Tak berhenti di situ, kawasan usaha tersebut juga dilengkapi kolam pemancingan serta tengah disiapkan menjadi lokasi wisata kuliner dan camping ground. Bahkan sejumlah komunitas dan sekolah mulai melirik lokasi itu untuk kegiatan outbound.

    “Ke depan kami ingin mengembangkan wisata kuliner di sini saja. Ada pemancingan, peternakan, sampai rencana camping ground,” katanya.

    Di tengah persaingan usaha kuliner, Abah Kenari menilai media sosial memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan usahanya. Banyak pelanggan datang karena melihat konten di TikTok maupun Instagram.

    Ia pun berpesan kepada generasi muda agar tidak takut memulai usaha meski banyak tantangan menghadang.

    “Kalau punya keinginan usaha, jalankan dulu. Nanti sambil berjalan akan kelihatan kekurangannya. Yang penting optimistis dan jangan mudah menyerah,” tandasnya. (tha)

  • ESB Perkuat Ketahanan Pebisnis Kuliner Bandung

    ESB Perkuat Ketahanan Pebisnis Kuliner Bandung

    POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Disaat ribuan bisnis kuliner di seluruh Asia Tenggara terpaksa tutup akibat lonjakan biaya bahan baku dan efek domino krisis ekonomi global 2026, ESB (PT Esensi Solusi Buana) justru membawa solusi langsung ke jantung salah satu kota kuliner
    paling dinamis di Indonesia: Bandung.

    ESB — penyedia ekosistem teknologi F&B terintegrasi terbesar di Indonesia yang meraih pengakuan Forbes Asia 100 to Watch 2025 — resmi membuka rangkaian roadshow nasional “F&B Mentoring Day” di Bandung. Program ini dirancang sebagai respons nyata terhadap tekanan ganda (double squeeze) yang kini dihadapi para pengusaha kuliner: kenaikan harga bahan baku akibat krisis energi global sekaligus tuntutan konsumen akan layanan yang lebih cepat, transparan, dan berkesan.

    Bandung dipilih sebagai kota pembuka dari 10 kota roadshow nasional bukan tanpa alasan.

    Berdasarkan Open Data Jawa Barat, Kota Bandung tercatat memiliki 187.355 unit UMKM kuliner aktif — menempatkannya sebagai kota dengan ekosistem kuliner terbesar ketiga di Jawa Barat. Data BPS 2024 mencatat PDRB sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum Jawa Barat mencapai Rp 86,66 triliun, tumbuh 9 persen secara tahunan.

    Sementara OJK Jawa Barat (per Januari 2026) mencatat total kredit UMKM di Jawa Barat telah mencapai Rp186 triliun — terbesar kedua secara nasional — dengan Kota Bandung menjadi penyalur terbesar di Jawa Barat sebesar Rp 25,05 triliun. Besarnya skala ini merepresentasikan tantangan sekaligus peluang strategis yang dihadapi ekosistem kuliner Indonesia: permintaan konsumen yang kuat, namun margin yang terus tergerus akibat lonjakan COGS (Cost of Goods Sold) atau Harga Pokok Penjualan (HPP) yang tidak terkontrol.

    Memasuki Era Lean-Service: Teknologi sebagai Tulang Punggung Operasional
    Gunawan, Co-Founder dan CEO ESB menyampaikan bahwa di era 2026, profitabilitas bisnis F&B tidak lagi bisa mengandalkan estimasi atau intuisi semata. Ekosistem ESB — yang mencakup aplikasi kasir ESB POS, sistem ERP ESB Core, sistem order online ESB Order, dan asisten AI OLIN — dirancang sebagai ekosistem terintegrasi yang membantu setiap pengusaha kuliner beroperasi lebih efisien, presisi, dan adaptif.

    Gunawan menambahkan “Di tahun 2026, margin keuntungan tidak lagi bisa mengandalkan estimasi. Memasuki era Lean-Service, kami membantu pelaku usaha di Bandung mengeliminasi berbagai bentuk pemborosan operasional. Melalui Business Intelligence (BI) yang terintegrasi, setiap data transaksi dari berbagai aplikasi ESB dapat diolah menjadi wawasan strategis — menjaga kesehatan arus kas secara presisi dan real-time.”

    Dalam kesempatan ini, ESB juga menyoroti pentingnya integrasi data berbasis BI yang diperkuat oleh OLIN, asisten pintar berbasis Artificial Intelligence (AI). Teknologi ini mampu memprediksi target penjualan, mengidentifikasi promosi paling efektif, merekomendasikan kombinasi menu, mendeteksi potensi fraud, dan memantau kesehatan bisnis secara real-time dengan akurasi hingga 98%.

    ESB juga mendorong para pengusaha kuliner Bandung untuk menjadikan kekayaan bahan baku lokal Jawa Barat sebagai keunggulan kompetitif. Di saat harga bahan baku impor bergejolak, komoditas lokal seperti rempah, sayuran dataran tinggi Lembang, serta produk olahan susu Bandung justru lebih tahan terhadap fluktuasi rantai pasok global.

    “Kami ingin pelaku usaha kuliner di Bandung tidak hanya viral, tetapi juga tangguh. Dengan memadukan kreativitas menu berbasis bahan lokal dan manajemen berbasis data dari sistem ESB, bisnis akan jauh lebih adaptif menghadapi berbagai guncangan ekonomi,” ungkap Gunawan.

    Bukti Nyata: Pengusaha Kuliner Bandung Rasakan Dampaknya

    Dampak nyata dari adopsi ekosistem ESB telah dirasakan langsung oleh beberapa brand kuliner Bandung yang menjadi bagian dari 30.000+ merchant aktif ESB. “Sejak menggunakan sistem ERP terintegrasi dan aplikasi kasir dari ESB, kebocoran finansial dan pemborosan stok di outlet kami berkurang drastis. Kami jadi punya kendali penuh atas bisnis, bahkan saat harga pasar sedang tidak menentu,” terang Arnold Dharmma, Founder
    Jabarano Coffee.

    Sementara itu Didit Helditia & Meizal Rossi, Founder Kopi Moyan, menyatakan bahwa Kopi Moyan dibuat untuk ‘merayakan pagi’, khususnya bagi para morning person dengan beragam rutinitas, mulai dari mereka yang aktif berolahraga, hingga orang tua yang mampir setelah mengantar anak ke sekolah. Mengusung konsep dine-in semi outdoor, Kopi Moyan menawarkan pengalaman sarapan yang nyaman di bawah rindangnya pepohonan dan udara sejuk Kota Bandung. Suasana ini dirancang untuk menghadirkan momen pagi yang lebih rileks, hangat, dan terhubung dengan lingkungan sekitar.

    “Melalui fitur ESB Order yang kami gunakan sekarang, pelanggan dapat melakukan pemesanan baik secara langsung di kasir maupun langsung dari meja menggunakan teknologi pemindaian barcode. Sistem ini memungkinkan alur pemesanan yang lebih fleksibel dan efisien, menyesuaikan dengan preferensi masing-masing pelanggan. Penerapan sistem ESB juga membantu tim operasional Kopi Moyan dalam mengelola pesanan secara lebih terintegrasi dan rapi, sehingga meminimalkan antrian serta potensi kesalahan. Dengan proses yang lebih efisien, tim dapat lebih fokus dalam memberikan pelayanan dan pengalaman terbaik bagi setiap tamu yang datang.”

    Sinergi Ekosistem: Kolaborasi untuk Ketangguhan Bisnis Keberhasilan transformasi digital di industri kuliner tidak dapat berdiri sendiri. Semangat kolaborasi ini terwujud melalui kehadiran tiga mitra strategis dalam F&B Mentoring Day Bandung, yang bersama-sama memberikan solusi end-to-end bagi para pengusaha:
    ● BCA (Official Payment Partner) — Memperkuat fundamental keuangan bisnis melalui ekosistem pembayaran OCEAN by BCA. Integrasi EDC BCA dan QRIS langsung dengan sistem kasir ESB POS memungkinkan setiap transaksi berjalan mulus, aman, dan tercatat akurat untuk keperluan rekonsiliasi keuangan.
    ● GoApp — Menghadirkan solusi Customer Relationship Management (CRM) berbasis agentic AI yang menggabungkan loyalty system dan data analytics untuk membantu bisnis meningkatkan repeat order. Melalui integrasi data transaksi
    dengan ESB, GoApp memungkinkan personalisasi campaign dan automasi
    komunikasi yang lebih tepat sasaran sehingga bisnis dapat berkembang tanpa
    bergantung pada diskon.
    ● IWARE — Menyediakan perangkat keras (hardware) terkini yang dirancang khusus untuk mengimbangi kecepatan ekosistem ESB. Dengan infrastruktur yang andal IWARE memastikan strategi Lean Operations tetap konsisten dari meja kasir hingga ke dapur, tanpa hambatan teknis.

    Roadshow 10 Kota: Komitmen ESB untuk Indonesia Program ini dirancang sebagai forum edukasi dan diskusi bagi owner, founder, serta decision maker bisnis kuliner. Melalui sesi mentoring, studi kasus, dan diskusi bersama praktisi, ESB berharap dapat membantu lebih banyak pelaku usaha F&B ‘naik kelas’ melalui
    pemanfaatan teknologi yang tepat guna.

    Selain menghadirkan edukasi seputar operasional dan digitalisasi, program ini juga membuka ruang kolaborasi dengan komunitas bisnis lokal seperti PKID, TDA, HIPMI, serta asosiasi kuliner di berbagai daerah. (apt)

  • Kekuatan Data di Balik Pertumbuhan Rasa Juara

    Kekuatan Data di Balik Pertumbuhan Rasa Juara

    POJOKBANDUNG.COM, BANDUNG – Berawal dari dapur sederhana di sebuah ruko di kawasan Pasir Kaliki, Bandung, Christ Abraham membangun Rasa Juara tanpa banyak perhitungan rumit.

    Awalnya, ia hanya memanfaatkan ruang kosong di lantai bawah untuk berjualan makanan sederhana bagi pekerja kantoran sekitar.

    Menu yang dijual pun tidak muluk-muluk, mulai dari nasi goreng hingga jajanan seperti cireng. Bahkan saat pertama kali mengenal seblak, Christ sempat ragu karena bentuknya yang tidak biasa. Namun justru dari menu itulah, Rasa Juara menemukan identitas produknya.

    Perjalanan bisnis ini mulai berubah arah ketika ia masuk ke dunia produk kemasan dan e-commerce. Dari situlah, Christ mulai menyadari bahwa data bisa menjadi “kompas” untuk membaca pasar, bukan sekadar pelengkap strategi.

    Seiring berkembangnya bisnis, Rasa Juara tidak lagi mengandalkan intuisi semata. Data menjadi dasar dalam hampir semua keputusan penting, mulai dari pengembangan produk hingga ekspansi pasar.

    Melalui data e-commerce, Christ bisa melihat siapa konsumennya, dari mana mereka berasal, hingga bagaimana perilaku belanja mereka. Informasi ini kemudian diterjemahkan menjadi strategi distribusi yang lebih tepat sasaran.

    “Kita bisa lihat siapa yang beli, dari mana, umur berapa. Dari situ kita mapping,” ujar Christ.

    Dengan pendekatan ini, Rasa Juara mampu membaca bahwa pasar di luar Pulau Jawa justru sangat potensial. Hal itu kemudian mendorong ekspansi ke berbagai wilayah seperti Kalimantan, Sulawesi, hingga Bali.

    Salah satu strategi unik yang diterapkan Rasa Juara adalah menggunakan e-commerce sebagai tempat uji coba produk baru. Sebelum diproduksi dalam skala besar, produk akan diuji terlebih dahulu di pasar online.

    Jika produk mendapat respons positif, maka akan dilanjutkan ke distribusi offline. Namun jika tidak, produk bisa langsung dihentikan.

    “Kalau launching produk baru kita lihat di Shopee. Jalan enggak produknya? Kalau enggak jalan, ya kita stop,” jelasnya.

    Pendekatan ini membuat bisnis lebih efisien dan minim risiko. Tidak ada lagi keputusan besar yang diambil tanpa validasi pasar.

    Selain data angka, Rasa Juara juga memanfaatkan hal-hal sederhana seperti ulasan pelanggan untuk memahami pasar lebih dalam.

    Dari cara konsumen menulis review, mereka bisa membaca segmentasi usia hingga preferensi penggunaan produk.

    “Dari review saja kelihatan, yang muda biasanya bilang ‘makasih ya kak’, yang dewasa lebih ke fungsi,” kata Christ.

    Insight ini kemudian digunakan untuk menentukan gaya komunikasi brand, desain kemasan, hingga strategi pemasaran agar lebih relevan dengan target pasar.

    Meski data dari e-commerce sangat penting, Christ menegaskan bahwa platform online bukan satu-satunya tumpuan bisnis.

    Menurutnya, e-commerce lebih berfungsi sebagai alat untuk membangun awareness dan validasi pasar. Sementara kekuatan utama tetap ada pada kombinasi kanal online dan offline.

    “E-commerce itu enggak bisa berdiri sendiri, harus saling melengkapi sama offline,” tegasnya.

    Dengan strategi ini, Rasa Juara tidak bergantung pada satu kanal saja, melainkan membangun ekosistem bisnis yang lebih kuat dan berkelanjutan.

  • Sate Hadori Natuna Tampil Semi Kafe, Sajikan Gulai Kepala Kambing

    Sate Hadori Natuna Tampil Semi Kafe, Sajikan Gulai Kepala Kambing

    POJOKBANDUNG.COM, BANDUNG – Generasi ketiga Sate Hadori membuka cabang berkonsep semi kafe di Jalan Natuna No 27, Kota Bandung, dengan mengandalkan menu eksklusif gulai kepala kambing yang tidak tersedia di pusat.

     

    Langkah ini dilakukan untuk menjaga eksistensi kuliner legendaris yang berdiri sejak 1940-an itu, sekaligus menyesuaikan diri dengan pola konsumsi anak muda yang gemar nongkrong di kafe.

     

    Pengelola Sate Hadori Natuna, Agung Purnama, mengatakan selain suasana yang lebih kasual, pihaknya menghadirkan sejumlah menu tambahan. Di antaranya nasi goreng kambing, sapi, dan ayam; sop kambing; sop iga sapi; tongseng; hingga gulai kepala kambing sebagai menu spesial.

     

    “Gulai kepala kambing ini tidak ada di pusat. Kita hadirkan khusus di Natuna,” ujar Agung kepada Tribunjabar.id, Minggu (15/2/2026).

     

    Menu kepala kambing dibanderol Rp200 ribu per porsi. Sementara menu lain dimulai dari Rp15 ribu untuk camilan dan Rp35 ribu untuk nasi goreng. Pengelola juga menawarkan paket berdua seharga Rp99 ribu dan paket berlima Rp599 ribu.

     

    Konsep semi kafe dihadirkan dengan dua lantai semi outdoor dan dapur terbuka di lantai pertama. Area parkir yang lebih luas menjadi nilai tambah dibanding cabang pusat yang mengusung konsep rumah makan konvensional.

     

    Putty Permata Sari, pengelola lainnya, menyebut perubahan konsep ini dilatarbelakangi pergeseran tren. Menurutnya, pengunjung kini tak hanya mencari rasa, tetapi juga suasana.

     

    “Kalau di pusat itu rumah makan. Di Natuna lebih santai, bisa untuk nongkrong juga,” katanya.

     

    Anggi Natalya menambahkan, lokasi yang dikelilingi kafe modern justru dilihat sebagai peluang. Pengunjung yang awalnya datang untuk ngopi, berpotensi mampir mencicipi sate.

     

    Meski konsep berubah, cita rasa tetap dipertahankan. Vitta Sukmawatie menegaskan resep dan teknik pengolahan masih mengikuti ajaran pendiri.

     

    “Dari cara memotong kambing, membakar, sampai membuat gulai tetap kami jaga. Ada bumbu rahasia yang tidak berubah,” ujarnya.

     

    Setiap hari, ribuan tusuk sate dibakar menggunakan arang. Daging dipilih segar dan dipotong dengan teknik khusus untuk menjaga tekstur agar empuk dan minim aroma prengus.

     

    Selain gulai kepala kambing, menu yang kerap diburu pelanggan adalah sate sinderet, bagian terbatas yang hanya menghasilkan sekitar 15–20 tusuk dari satu ekor kambing.

     

    Berdiri sejak era 1940-an dan pernah disinggahi sejumlah tokoh nasional, termasuk Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Sate Hadori kini dikelola generasi ketiga: Vitta Sukmawatie, Anggi Natalya, Putty Permata Sari, dan Agung Purnama.

     

    Bagi generasi penerus, tantangan terbesar bukan ekspansi, melainkan menjaga warisan rasa yang telah dinikmati lintas generasi.

     

    Sate Hadori Natuna buka setiap hari pukul 10.00 hingga 22.00 WIB.

  • bank bjb Hadirkan DIGI Ramadan Street Kuliner Festival untuk Mendorong Digitalisasi Transaksi Kuliner

    bank bjb Hadirkan DIGI Ramadan Street Kuliner Festival untuk Mendorong Digitalisasi Transaksi Kuliner

    POJOKBANDUNG.COM, KOTA BANDUNG – Dalam rangka mendukung digitalisasi transaksi keuangan di bulan Ramadan, bank bjb menghadirkan DIGI Ramadan Street Kuliner Festival.

    Program ini dirancang untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan transaksi di berbagai pusat kuliner Ramadan dengan menggunakan layanan perbankan digital bank bjb.

    Melalui penerapan QRIS bank bjb dan aplikasi DIGI bank bjb, pengunjung dan pelaku usaha dapat menikmati pengalaman bertransaksi yang lebih cepat, mudah, dan efisien.

    Baca Juga :Terminal Cicaheum Mulai Dipadati Pemudik, Armada Tambahan Disiapkan, Fasilitas Ditingkatkan

    Festival ini menjadi bagian dari upaya bank bjb dalam mendorong masyarakat beralih ke transaksi digital yang lebih praktis.

    Dengan memanfaatkan layanan perbankan digital, pelanggan dapat menikmati berbagai keuntungan yang telah disediakan selama periode festival berlangsung.

    Tujuan utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan adopsi transaksi non-tunai di sektor kuliner, terutama selama bulan Ramadan yang identik dengan meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat.

    Baca Juga :Pemudik Padati Jalur Nagreg-Cikaledong Kabupaten Bandung

    DIGI Ramadan Street Kuliner Festival menawarkan berbagai promo menarik untuk para pengunjung dan pelaku usaha.

    Salah satu program unggulan adalah voucher diskon senilai Rp10.000 bagi pengguna baru dan nasabah eksisting yang melakukan aktivasi serta transaksi digital melalui DIGI bank bjb.

    Selain itu, setiap transaksi minimal Rp30.000 yang menggunakan DIGI bank bjb pada QRIS bank bjb juga berhak mendapatkan diskon merchant sebesar Rp10.000.

    Baca Juga :Terjadi Lonjakan 30 Persen Arus Mudik di Rancaekek-Cileunyi Kabupaten Bandung

    Sebagai bentuk kepedulian sosial, bank bjb juga menghadirkan program Jumat Berkah yang membagikan 100 paket takjil gratis setiap minggunya.

    Program ini bertujuan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat luas sekaligus memperkenalkan kemudahan transaksi digital di berbagai titik lokasi festival.

    Inisiatif ini sejalan dengan upaya bank bjb dalam mendukung kegiatan sosial yang berdampak positif bagi lingkungan sekitar.

    DIGI Ramadan Street Kuliner Festival juga menyediakan Charging Booth, fasilitas isi daya ponsel yang dapat digunakan oleh pengunjung dengan berdonasi melalui QRIS bank bjb. Inovasi ini menjadi salah satu bentuk digitalisasi transaksi yang memudahkan pengunjung untuk tetap terhubung dengan layanan perbankan digital sambil menikmati suasana kuliner Ramadan.

    Untuk memberikan apresiasi kepada para pelaku usaha yang berpartisipasi, bank bjb mengadakan program Racing Tenant. Merchant dengan transaksi tertinggi setiap minggunya akan mendapatkan hadiah saldo DIGI bank bjb sebesar Rp500.000. Program ini bertujuan untuk memberikan insentif kepada para pedagang agar semakin aktif dalam menggunakan layanan transaksi digital dari bank bjb.

    DIGI Ramadan Street Kuliner Festival digelar di beberapa titik strategis di berbagai kota di Indonesia diantaranya Digi Ramadan Ambara Ats Tsaurah (Masjid Agung Ats Tsaurah Serang, Banten), Digi Ramadan Night Market Ngarsopuro (Pasar Malam Ngarsopuro Solo, Jawa Tengah), Digi Bedug Ramadan (Cipto Park, Cirebon) . Dengan jangkauan nasional, festival ini memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan digital serta mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal. Keberadaan festival ini diharapkan dapat mendorong transformasi digital di sektor perdagangan dan meningkatkan inklusi keuangan di kalangan pelaku usaha kecil dan menengah.

    Sebagai salah satu bank terkemuka di Indonesia, bank bjb terus menghadirkan inovasi layanan perbankan berbasis digital. Melalui program ini, bank bjb ingin membangun ekosistem transaksi yang lebih modern, mendukung efisiensi pembayaran, serta memberikan pengalaman berbelanja yang lebih nyaman bagi masyarakat selama bulan Ramadan.

    Digitalisasi transaksi melalui QRIS bank bjb memberikan berbagai keuntungan, seperti kemudahan pembayaran tanpa uang tunai, pencatatan transaksi yang lebih rapi, serta kemudahan dibandingkan transaksi konvensional. Dengan adanya program ini, bank bjb semakin memperkuat posisinya sebagai pelopor digitalisasi perbankan di Indonesia.

    Penerapan QRIS bank bjb di DIGI Ramadan Street Kuliner Festival juga memberikan manfaat bagi pelaku usaha dalam mempercepat proses pembayaran, mengurangi risiko kehilangan uang tunai, serta meningkatkan efisiensi dalam pencatatan transaksi harian. Keunggulan ini membuat transaksi menjadi lebih praktis dan memberikan nilai tambah bagi konsumen maupun pedagang.

    Melalui program ini, bank bjb ingin mengajak lebih banyak masyarakat untuk beralih ke transaksi digital yang lebih mudah dan menguntungkan. Dengan fitur-fitur yang semakin canggih dan promo menarik, pelanggan dapat merasakan kemudahan dalam bertransaksi tanpa harus menggunakan uang tunai.

    Dengan semakin luasnya penggunaan transaksi digital di berbagai sektor, bank bjb optimis bahwa transformasi digital di Indonesia akan semakin berkembang pesat. Inisiatif seperti DIGI Ramadan Street Kuliner Festival menjadi langkah konkret dalam mendukung gerakan cashless society.

    Informasi lebih lanjut mengenai DIGI Ramadan Street Kuliner Festival dapat diakses melalui laman resmi bank bjb di infobjb.id/kulinerramadan. Dengan berbagai keunggulan dan kemudahan yang ditawarkan, festival ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi masyarakat untuk lebih aktif dalam memanfaatkan layanan perbankan digital selama Ramadan. (Ymi)

  • Bersenanglah dalam Romantisme Makan Malam Pink Soire di Hari Valentine Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung

    Bersenanglah dalam Romantisme Makan Malam Pink Soire di Hari Valentine Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung

    POJOKBANDUNG.COM, KOTA BANDUNG – Bulan Februari adalah waktu yang tepat untuk menciptakan kenangan tak terlupakan bersama pasangan.

    Jika Anda ingin membuat pasangan Anda terkesima, cobalah makan malam di salah satu restoran terbaik di Kota Bandung ini, yaitu di Swiss-Kitchen Restaurant, Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung.

    Bagaimana dengan makan malam romantis di bawah bintang-bintang di Swiss-Kitchen Restaurant, Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung?

    Baca Juga : Pemkab Bandung Larang Pendirian Bangunan tanpa Izin di Sepanjang Exit Tol Soreang

    Rayakan cinta dengan cara yang paling mempesona dengan Makan Malam Romantis Pink Soirée Valentine’s Day di Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung.

    Manjakan pasangan Anda dengan malam yang tak terlupakan yang penuh dengan romantisme, santapan mewah, dan momen-momen ajaib.

    Makan Malam Romantis Pink Soirée Valentine’s Day tersebut seharga IDR 688,000 net/pasangan atau IDR 344,000 net/orang pada tanggal 14 Februari 2025.

    Baca Juga : Lupakan Kekalahan, Skuad Garuda Muda Fokus Laga Lawan Uzbekistan

    Makan Malam Romantis Pink Soirée Valentine’s Day tersebut sudah termasuk set menu makan malam romantis dengan 4 menu: hidangan pembuka, sup, hidangan utama, hidangan penutup dengan mocktail spesial untuk pasangan.

    “Makan Malam Romantis Hari Valentine di Pink Soirée terdengar seperti cara yang indah dan elegan untuk merayakan cinta! Dilengkapi dengan dekorasi meja yang romantis dan musik akustik. Pasangan juga akan mendapatkan cokelat praline dan kue kering secara gratis. Menu makan malam romantis Valentine ini akan tersedia hingga 28 Februari 2025 untuk pasangan yang terlewatkan momen spesial di tanggal 14 Februari 2025,” ujar Gerri Primacitra, General Manager Swiss-Belresort Dago Heritage.

    Atika Nurliawati, Public Relations Manager Swiss-Belresort Dago Heritage menambahkan, pemesanan makan malam romantis bersama pasangan sangatlah mudah karena Valentine’s Day Romantic Dinner tersedia hingga 14 Februari 2025.

    Baca Juga :Sambut Ramadan, IKEA Indonesia Bagikan Tips Membangun Kebersamaan Keluarga

    ”Dan reservasi dapat dilakukan hanya dengan mengunjungi Instagram hotel @swissbelresortdago https://instagram.com/swissbelresortdago dan biarkan cinta bersemi di Pink Soirée kami-di mana setiap detilnya didesain untuk membuat hari Valentine Anda menjadi lebih istimewa,” kata Atika.

    Swiss-Belresort Dago Heritage, jaringan international hotel bintang 4, property pertama Swiss-Belresort di pulau Jawa terletak di area Dago Atas, didalam komplek Dago Heritage Golf Course, yang dibangun pada tahun 1917 dan merupakan salah satu padang golf tertua di Indonesia.

    Swiss-Belresort Dago Heritage memilikoi 161 kamar dengan rangkaian fasilitas berstandar internasional, restoran, lobby lounge dan bar, fasilitas ruang pertemuan, kolam renang air hangat dengan pemandangan tanpa batas yang dilengkapi dengan fasilitas gym, klub anak dan fasilitas spa, wine corner, dan akses mudah ke Dago Heritage Golf Course.

    Reservasi

    Untuk informasi dan reservasi hubungi +62-22 2045 9999/ WA on 08112331917 (Reservasi Kamar) http://bit.ly/SRDA-RESVWA / 087779720035 (Swiss-Kitchen Restaurant) https://bit.ly/WA-SKSRDA , email prmsrda@swiss-belhotel.com atau ikuti Instagram : @swissbelresortdago https://instagram.com/swissbelresortdago Dan  Facebook Fanpage : Swiss-Belresort Dago Heritage. (**)

     

  • Belajar Madu di Kedai Lebah

    Belajar Madu di Kedai Lebah

    POJOKBANDUNG.com, RANCABALI – Tak hanya menyiapkan sajian madu asli, Kedai Lebah di Jalan Raya Ciwidey-Rancabali Kabupaten Bandung juga memberikan edukasi bagi masyarakat yang ingin lebih mengetahui tentang makanan yang dihasilkan oleh lebah.

    Pengelola Kedai Lebah, Eri Sobari mengatakan bahwa selain menikmati madu, pengunjung juga bisa mendapatkan edukasi atau menambah pengetahuan soal madu. Yaitu dari mulai proses peternakan dari berbagai lebah penghasil madu.  Di Kedai Lebah ini sudah tersedia sarang lebah ternak jenis Trigona (Klanceng atau Teuweul dalam Bahasa Sunda), serta beberapa jenis lebah lainnya.

    “Disini kami ingin memperkenalkan dan mengedukasi masyarakat soal madu. Karena sejatinya madu itu banyak sekali variannya. Termasuk di Indonesia yang ternyata potensinya sangat melimpah sampai 80 persen,” ujar Eri saat ditemui di Rancabali, Rabu (24/2/2021).

    Pihaknya sendiri menyediakan jenis madu yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, diantaranya adalah Sumbawa, Kalimantan, Sulawesi, Binjai, NTT, NTB dan juga ada madu dari berbagai negara lain. Selain varian rasa, pengunjung juga dapat menikmati sajian madu yang diracik oleh barista di tempat itu. Termasuk minum madu a’la orang Eropa, tentunya dengan racikan berbagai manfaat dari lebah madu, seperti royal jeli, bee polen dan madu itu sendiri.

    Kata Eri, ide mendirikan Kedai Lebah ini didasari keprihatinannya terhadap minimnya pengetahuan masyarakat tentang madu asli yang berkualitas dengan beragam varian rasa dan karakter berbeda beda. Padahal, kekayaan alam Indonesia yang subur ini, ternyata punya kontribusi sebesar 80 persen untuk memasok kebutuhan madu dunia.

    Selain tak dinikmati secara luas oleh masyarakat, manisnya madu asli Indonesia ini juga tak semanis yang dirasakan oleh para peternak lebah madu. Menurut Eri, ada oknum tengkulak atau pengusaha madu “nakal” meraup keuntungan besar dari ekspor madu.

    Guna membantu para peternak agar tidak menjadi oknum tengkulak nakal, pihaknya menghimpun para peternak lebah madu di Indonesia, termasuk di Kabupaten Bandung ini untuk dijadikan mitra binaan. Jadi, Eri berharap, para peternak tidak hanya dijadikan sebagai objek usaha oleh para oknum tersebut.

    Para peternak lebah madu di daerah ini Rancabali dan sekitarnya yang menjadi mitra binaannya ini. Sengaja diedukasi dan diajarkan soal tata cara beternak lebah madu. Dengan tujuan mereka yang sebelumnya hanya petani kopi, sayuran dan lain sebagainya itu memiliki usaha lain. Sehingga tak melulu mengandalkan hasil pertanian saja.

    (fik/b)

  • Balai Karya Pangudi Luhur Kembangkan Wirausaha Kuliner

    Balai Karya Pangudi Luhur Kembangkan Wirausaha Kuliner

    POJOKBANDUNG.com, BEKASI – Sentra Kreasi ATENSI milik Kementerian Sosial yang di Balai Karya Pangudi Luhur, Bekasi Timur mulai ramai dikunjungi. Pasalnya, kawasan tersebut jadi lokasi pengembangan kewirausahaan dan vokasional serta media promosi hasil karya penerima manfaat.

    Beberapa booth di Sentra Kreasi ATENSI diisi kuliner khas nusantara.
    Hal yang tidak kalah penting yaitu pedagangnya adalah penerima manfaat. Penerima manfaat pejuang kuliner ini mulanya tidak bisa berjualan, tidak begitu mahir memasak makanan khas nusantara dan belum dibekali manajemen keuangan dalam penjualan kini mereka bisa mengelola mandiri.

    Sejak Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini bersama jajarannya turun langsung menjangkau beberapa pemulung dan tuna wisma pada Januari 2021, didapat beberapa pemulung dan tuna wisma yang mau diajak tinggal di Balai Karya Pangudi Luhur Bekasi.

    Selama di Balai, mereka mendapatkan berbagai pelatihan, mulai dari pelatihan olahan panganan (kuliner), pelatihan budidaya ikan air tawar, pelatihan daur ulang sampah atau pelatihan tanaman hidroponik dan lainnya.

    Risma menyebutkan, akan menggerakkan dua “mesin” di dalam keluarga pemulung dan tuna wisma. Pertama, kepala keluarga diberikan akses pekerjaan yang lebih layak, yaitu disalurkan ke perusahaan BUMN. Sedangkan istrinya, dibekali pelatihan kuliner sebagai bekal untuk mencari penghasilan tambahan.

    “Surabaya Hotel School (SHS) memberikan pelatihan memasak kepada penerima manfaat manfaat dan instruktur dari Balai Karya Pangudi Luhur Bekasi dan Balai Karya Mulya Jaya,” jelasnya.

    Tim SHS yang terdiri dari lima instruktur ini mempunyai misi memberi pembekalan bidang kuliner dengan harapan semua peserta bisa mengembangkan materi masakan dan nilai tambahnya bisa jadi ladang usaha dan menambah ‘income’ para penerima manfaat.

    Heni, salah satu penerima manfaat yang mengisi booth kuliner menyebutkan dirinya senang bisa memanfaatkan ilmunya untuk mencari rezeki.

    “Saya kemarin sempat ikut pelatihan kuliner. Saya pilih buat pecel ayam, karena saya suka, mudah juga buatnya. Saya akan teruskan usaha ini karena saya ingin maju dan sukses. Terima kasih sudah memberi kesempatan ini,” tuturnya.

    Direktur Operasi I PT. Waskita Karya (Persero) tbk, Didit Oemar Prihadi mengungkapkan, makanan yang disuguhkan rasanya ga kalah enak dengan makanan pada umumnya.

    “Ya, rasanya enak. Saya pilih mencoba lele karena saya lihat ada kolam budidaya lele disini. Saya tertarik mencoba lele hasil budidaya penerima manfaat juga,” tandasnya.

    (all)

  • Tips Menemukan Tempat Makan yang Enak dan Unik

    Tips Menemukan Tempat Makan yang Enak dan Unik

    POJOKBANDUNG.com – Pergi ke sebuah tempat makan tak hanya sekadar ingin mengenyangkan perut. Sambil makan kamu bisa ngobrol masalah, menemukan ide, dan. mengungkap perasaan. Kamu butuh tempat makan inspiratif untuk semua itu. Temukan tempat makan yang direkomendasikan pada website Manamana. Aneka inspirasi tempat makan bisa kamu temukan.

    Tempat makan yang inspiratif bakal bikin kamu betah nongkrong. Selain itu, kalau kamu sedang bersama teman, sangat cocok mengajaknya berkunjung ke sana.

    Pengunjung baru saat wisata kuliner biasanya selain ingin makan yang enak juga ingin mencari tempat unik. Inilah untungnya kalau punya referensi tempat makan unik.

    Cara Menemukan Tempat Makan Unik Paling Mudah

    Kalangan milenial biasanya menjadi kelompok pemburu utama tempat-tempat makan unik. Selain nyaman untuk nongkrong, tempat makan unik bisa jadi bahan pembuatan konten-konten berkualitas. Bagaimana cara mudah menemukan tempat makan unik yang paling mudah?

    1. Informasi di Internet
    Cara ini yang paling mudah dilakukan. Kamu bisa mencari tempat makan tak biasa menggunakan mesin pencari tergantung di mana wilayahmu berada. Biasanya para blogger akan mengulas beberapa tempat makan unik yang sering mereka kunjungi. Kamu akan menemukan desain tempat makan unik aneka jenis.

    Keunikan biasanya bisa dilihat dari desain tempat, sajian menu yang tak biasa, konsep pelayanan pada pelanggan dan hal-hal lain seperti wahana unik yang ditampilkan. Masih belum ketemu yang ingin dicari? Lanjutkan dengan cara berikut ini.

    2. Cek di website Manamana
    Manamana dapat membantu kamu menemukan tempat-tempat makan inspiratif yang tak biasa. Di sini kamu bisa melihat lokasi, desain tempat, harga, dan pilihan menu yang menarik. Layanan direktori kuliner ini sangat membantu kamu berburu tempat kuliner.

    Ada banyak tempat makan yang bisa kamu akses di berbagai daerah di Indonesia. Cocok sekali untuk jadi panduan wisata selama kamu di tempat baru. Kamu bisa memperkirakan sesuai dengan kebutuhanmu. Buka fitur ini dan cek langsung tempat makan di terdekat pada website Manamana.

    3. Informasi Rekan Kerabat
    Cara ini paling sering dilakukan orang untuk menemukan tempat makan inspiratif di sebuah lokasi yang baru. Namun, kamu perlu pertimbangkan apakah selera teman kamu itu sama dengan kamu atau tidak. Inspiratif menurut dia belum tentu sama buat kamu bukan? Apalagi jika selera makannya sama, ini jelas sulit jadi referensi.

    Namun, kalau kamu sangat dekat dan tahu persis selera temanmu itu, cara ini cukup bagus. Ditambah lagi kamu bisa melihat detailnya lebih dulu di website Manamana, hasilnya akan lebih memuaskan dan nggak bikin kamu menyesal berkunjung ke tempat kuliner tersebut.

    Memilih tempat makan ini memang susah-susah gampang, apalagi kalau kamu pergi bersama rombongan. Menyatukan selera dengan informasi yang berbeda-beda tentu sangat sulit. Kamu butuh satu referensi informasi terpercaya untuk menyatukan keinginan dan tujuan dalam berburu kuliner di tempat yang baru.

    Jangan sampai saat tiba di tempat kuliner yang dituju, kamu malah jadi menyesal. Sudah pasti bakal bikin liburan dan perjalananmu tak mengasyikkan. Kecewa soal tempat makan sungguh mengesalkan. Uang habis, selera tidak terpenuhi dan perut pun tetap lapar. Kamu butuh solusi terbaik untuk itu.

    Referensi terbaik buat kamu adalah dengan cek langsung tempat makan yang direkomendasikan pada website Manamana. Telusuri bersama teman-temanmu, buat satu pilihan yang sama dan temukan kepuasan berwisata kuliner. Jangan khawatir, banyak tempat makan yang dijamin akan membuat selera kalian bertemu.

  • 6 Makanan Pencegah Anemia

    6 Makanan Pencegah Anemia

    POJOKBANDUNG.com – Kondisi anemia tidak hanya menyerang orang dewasa saja, melainkan juga banyak terjadi pada anak-anak.

    Menurut World Health Organization (WHO), anemia adalah suatu kondisi berkurangnya kadar hemoglobin di dalam sel darah dalam tubuh. Hemoglobin merupakan zat protein yang  berada di sel darah merah. Fungsinya untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh.

    Pada anak-anak dibutuhkan 7-15 mg zat besi setiap harinya, sedangkan pada orang  membutuhkan 8-18 mg zat besi setiap harinya. Tentunya kebutuhan zat besi ini juga berbeda bagi orang yang menjalani diet vegetarian yang membutuhkan 1,8 kali nutrisi lebih banyak dibandingkan orang normal

    Oleh sebab itu, Anda yang mengalami anemia sangat perlu mengonsumsi beberapa sumber makanan berikut setiap harinya agar kebutuhan zat besi tercukupi dan terbebas dari anemia.

    1. ASI

    Bagi bayi baru lahir yang cukup bulan dan memiliki berat badan lahir normal memiliki simpanan zat besi yang cukup di dalam tubuhnya untuk 4-6 bulan ke depan. Meski demikian, untuk memaksimalkan perkembangan dan pertumbuhannya, bayi di bawah usia 6 bulan tetap memerlukan ASI sebagai sumber pemenuhan zat besi dan nutrisi yang lainnya.

    Kandungan zat besi di dalam ASI memang tidak setinggi sumber makanan lainnya, tetapi zat besi yang ada di dalam ASI 5 kali lebih mudah diserap oleh tubuh bayi dibandingkan dengan susu formula.

    2. Daging dan makanan laut

    Daging (unggas, sapi, domba), hati, ikan dan kerang-kerangan merupakan sumber makanan yang kaya akan kandungan zat besi dan asam folat. Sumber makanan yang berasal dari hewan ini sangat mudah untuk ditemukan dan mudah untuk diolah.

    Dalam 85 gram daging sapi tanpa lemak, terkandung 2 mg zat besi. Sedangkan, pada makanan laut seperti kerang mengandung zat besi yang lebih tinggi, di mana setiap 85 gram mengandung 8 mg zat besi.

    3. Serealia dan kacang-kacangan

    Sumber zat besi yang tak terduga lainnya berasal dari serealia (seperti gandum, beras coklat) dan kacang-kacangan (seperti kedelai, kacang polong dan kacang almond, dan kacang mede). Serealia dan kacang-kacangan memiliki kandungan zat besi yang sedang, sekitar 2-3 mg setiap 85 gram.

    4. Rempah-rempah

    Jangan menganggap remeh kandungan rempah-rempah. Rupanya rempah seperti kunyit, jinten, daun thyme dan daun mint mengandung zat besi yang diperlukan tubuh.

    Dalam 1 sendok teh rempah-rempah terdapat kandungan zat besi sebanyak 1,2-1,6 mg. Jadi, jangan lupa ya untuk menambahkan rempah-rempah dalam masakan Anda sehari-hari.

    5. Sayuran

    Sayuran seperti bayam, kentang, brokoli, asparagus, kembang kol, paprika dan kale merupakan sumber zat besi dan vitamin B12 yang berasal dari tumbuhan.

    Meski kandungan zat besinya lebih rendah dan lebih sulit diserap oleh tubuh, kandungan lain pada sayur-sayuran seperti vitamin C ternyata membantu penyerapan zat besi yang lebih baik di dalam saluran pencernaan.

    6. Buah berwarna cerah

    Buah-buahan segar seperti jeruk, stroberi, kiwi, jambu dan melon merupakan makanan yang kaya akan vitamin C. Sama seperti sayuran, kandungan vitamin C dalam buah-buahan membantu penyerapan zat besi di dalam tubuh menjadi lebih cepat, sehingga proses pembentukan hemoglobin dalam darah dapat meningkat.

    Jika makanan yang mengandung vitamin C membantu memaksimalkan penyerapan zat besi, ada pula sumber makanan yang menjadi penghambat penyerapan zat besi. Produk susu seperti keju dan minuman yang berkafein seperti teh dan kopi sebaiknya dihindari untuk dikonsumsi secara bersamaan. Jika memang ingin mengonsumsinya, lebih baik beri jeda setidaknya 2 jam setelah melahap sumber makanan yang kaya akan zat besi.

    Anemia dapat dicegah dengan menerapkan pola makan yang baik agar terpenuhi kebutuhan zat besi setiap harinya. Jika Anda masih bingung tentang sumber makanan yang baik dan seberapa banyak yang harus dikonsumsi, konsultasikan saja lebih lanjut dengan dokter spesialis gizi atau ahli gizi.

    (NP/RVS]\/klikdokter)

  • Pilih Mana, Masak Gulai Kambing atau Sate? Simak Tips dan Resepnya

    Pilih Mana, Masak Gulai Kambing atau Sate? Simak Tips dan Resepnya

    POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – Daging kambing akan menjadi menu utama dalam beberapa hari perayaan Idul Adha. Masyarakat senang mengolahnya dalam berbagai resep seperti gulai atau dijadikan sate. Sebetulnya dimasak dengan cara apapun boleh-boleh saja sesuai selera.

    Chef Noldy Herling dari Hotel Mercure Jakarta Simatupang memberikan tips untuk memasak atau mengolah daging kambing lebih lezat disantap bersama keluarga. “Gampang kok mengolah daging kambing agar lebih lembut dan empuk, pertama tentunya dipotong sesuai ukuran yang diinginkan,” kata Chef Noldy kepada JawaPos.com, Sabtu (10/8.

    Dalam laman Live Strong disebutkan daging kambing adalah alternatif yang sehat pengganti daging sapi dan ayam karena total kalori, lemak dan kolesterolnya lebih rendah. Daging kambing terdiri dari 63 persen dari daging merah yang dikonsumsi di seluruh dunia.

    Bagian 3 ons daging kambing memiliki 122 kalori, yang jauh lebih sedikit dari daging sapi 179 dan ayam 162. Dalam hal lemak, kambing jauh lebih sedikit daripada yang lain. Satu porsi daging kambing mewakili hanya 4 persen dari nilai total lemak harian, berdasarkan diet 2.000 kalori.

    Kolesterol daging kambing yakni 63,8 miligram per porsi 3 ons jauh lebih sedikit daripada daging sapi dan 73,1 miligram daging babi dan 76 miligram ayam per porsi. Daging kambing juga mengandung protein dan delapan asam amino yang tidak dapat dibuat oleh tubuh. Protein kambing 23 gram per porsi sebanding dengan 25 gram dalam satu porsi daging sapi dan ayam. Faktanya, satu porsi kambing 3 ons memenuhi 46 persen nilai protein harian.

    ILUSTRASI daging kambing yang dimasak dengan lezat. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
    Tips Memasak Gulai Kambing

    Chef Noldy memberikan tips agar memasak gulai kambing menjadi lebih empuk. Adalah dengan menambahkan namas saat merendamnya.

    “Daging kambing kemudian direndam dengan buah nanas kurang lebih 3- 4 jam. Atau lebih lama lebih baik,” kata Chef Noldy.

    Pilihan yang kedua atau cara alternatif lainnya agar dagimg menjadi lebih lembut adalah dengan bubuk pelembut. Harganya juga terjangkau.

    “Pakai bubuk pelembut Tenderizer warna putih. Murah kok harganya terjangkau untuk ibu-ibu,” ungkap Chef Noldy.

    Agar rasanya lebih meresap, maka daging kambing sebaiknya ditumis terlebih dahulu. Menumis daging kambing dibarengi bumbu biar meresap dan tak amis atau bau dagingnya.

    Tips Memasak Sate Kambing

    Bumbu yang dibalurkan pada sate kambing juga sesuai selera. Hanya saja, waktu atau durasi merendam melumuri bumbu pada sate harus lebih lama.

    “Iya dibumbui dulu satenya biar lebih meresap. Simpan semalam jadi bumbunya meresap. Tambah larutan air asam Jawa dikit biar lebih enak satenya,” ujar Chef Noldy.

    Resep Kari Kambing

    Siapkan daging kambing
    3 sendok makan bumbu kari
    Lada hitam secukupnya
    Bawang merah
    Bawang putih
    Garam

    Cara Membuat
    Bersihkan dan cuci daging kambing. Tambahkan bubuk kari, lada hitam, garam, bawang merah cincang, bawang putih cincang. Campur bumbu dengan merata ke dalam daging kambing. Di atas wajan, tambahkan 1 sendok makan mentega atau minyak. Tuang daging ke dalam wajan, tumis tambah air dan masak sampai lunak. Sajikan.

    (Jpc)

  • Ayo Nikmati Gado-gado ala Hotel di ARTOTEL Bandung 

    Ayo Nikmati Gado-gado ala Hotel di ARTOTEL Bandung 

    POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Sajian gado-gado sudah begitu terkenal di Indonesia. Makanan khas Betawi ini biasa dijual di kaki lima sebagai menu untuk sarapan atau makan siang. Kalau biasanya gado-gado disajikan sedikit berantakan dan diatas piring biasa, masyarakat bisa menemukan gado-gado modern di de Braga by ARTOTEL Bandung.

    Olahan sayur mayur ini dimasak khusus oleh chef handal dan dijadikan salah satu menu best seller di Kunst Bistro. Yang membedakan disini adalah gado-gado di tata cantik di atas piring bundar nan besar. Penampilannya disajikan secara apik, namun isiannya tetap seperti biasanya yaitu sayur, saus kacang, serta peyek teri.

    Head Chef de Braga by ARTOTEL, Fian HD mengaku bahwa dirinya berupaya menghadirkan menu khas daerah namun dengan suguhan berbeda. Ia membuat gado-gado ini dengan suguhan mewah ala hotel berbintang. Selain itu yang membuatnya istimewa adalah penggunaan lontong yang diganti dengan rice paper atau kulit beras. Ia membuat itu agar masyarakat yang sedang menjalani program diet bisa mencoba tanpa takut kebablasan.

    “Kalau umumnya gado-gado ini pakai lontong, saya ganti sumber karbohidratnya dengan rice paper atau kulit beras. Jadi sayurannya digulung dengan kulit beras lalu diberi saus kacang dan peyek teri sebagai pelengkapnya,” terangnya ditemui Radar di lokasi, belum lama ini.

    Untuk sayurannya Fian menggunakan bahan yang sama dengan gado-gado pada umumnya yakni kacang panjang, kangkung, tauge, dan kol. Hanya saja ia membuatnya dengan porsi kecil dan dibagi menjadi enam buah. Saus kacang disajika terpisah diatas mangkuk kecil yang ditaburi bawang goreng dan juga peyek teri. Saus kacang dibuat Fian terasa berbeda dibandingkan yang lain, ia membuatnya dari kacang mede bukan kacang tanah.

    “Saus kacang saya pakai kacang mede makanya rasanya lebih light dibandingkan kacang tanah. Saya mau yang berbeda dan tidak main-main menyuguhkan gado-gado ala de Braga by ARTOTEL Bandung. Semua di tata baik,” sambungnya.

    Seporsi gado-gado ini dibanderol dengan harga Rp 35 ribu. Menu yang satu ini bisa ditemukan di Kunst Bistro de Braga by ARTOTEL Bandung yang ada di lantai tiga. Tempat makan ini buka 24 jam dan menghadirkan menu-menu lezat yang siap mengenyangkan perut pengunjung PP.

     

    (fid/pojokbandung)

  • Potensi Pengembangan Industri Kuliner Tradisional Melalui Pemanfaatan Eceng Gondok

    Potensi Pengembangan Industri Kuliner Tradisional Melalui Pemanfaatan Eceng Gondok

    POJOKBANDUNG.com, CIPONGKOR –KKN Pengembangan Industri Kuliner Tradisional Melalui Pemanfaatan Eceng Gondok M Tematik Citarum Harum Universitas Nurtanio Bandung telah tuntas beberapa waktu lalu. KKNM Tematik tersebut merekomendasikan beberapa poin penting. Salah satunya tentang pengembangan industri kuliner tradisional melalui pemanfaatan eceng gondok.

    Penangungjawab KKNM Tematik Citarum Harum yang juga Rektor Universitas Nurtanio Bandung Suparman S.T., M.M melalui Dosen Pelaksana Program KKNM Tematik Citarum Harum, Yuniati Fransisca S.E.,MM, mengatakan, eceng gondok atau enceng gondok (Latin:Eichhornia crassipes) adalah salah satu jenis tumbuhan air mengapung.

    ”Eceng gondok memiliki kecepatan tumbuh yang tinggi sehingga tumbuhan ini dianggap sebagai gulma yang dapat merusak lingkungan perairan. Seperti halnya pertumbuhan eceng gondok di wilayah sungai lain yang ada di Indonesia, tanaman ini juga dijumpai tumbuh subur di seputaran Sungai Citarum yang mengalir di Desa Cisangkang,” ujar Yuniati Senin (24/12/2018).

    Eceng gondok yang tumbuh di sekitaran sungai oleh warga sekitar hanya dianggap sebagai tanaman yang dapat menahan banjir. Jika dipahami lebih lanjut, tanaman eceng gondok dapat memberikan banyak sekali manfaat bagi manusia.

    ”Dan manfaat-manfaat ini merupakan manfaat yang bernilai ekonomis, yang artinya dapat mendatangkan keuntungan finansial bagi pihak yang dapat memanfaatkannya dengan kreatif,” sambung Yuniati

    ”Seperti telah kita ketahui, selama ini tanaman eceng gondok banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku dari barang-barang kerajinan tangan yang nilainya sangat tinggi,” ujar Dosen Pelaksana Program KKNM Sektor 9 Cipongkor Fransisca Kristiatuti S.Sos., M.M

    ”Namun selain dimanfaatkan menjadi barang-barang kerajinan tangan, tanaman eceng gondok pun dapat dimanfaatkan sebagai makanan.Menurut beberapa penelitian yang telah dilakukan terhadap kandungan gizi yang terdapat pada tanaman eceng gondok ditemukan bahwa eceng gondok mengandung zat-zat penting bagi tubuh diantaranya protein, karbohidrat, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin A, vitamin B1, dan vitamin C,” kata Yuniati Fransisca S.E., M.M

    ”Bagian dari tanaman eceng gondok yang dapat dimanfaatkan untuk diolah menjadi bahan makanan adalah daunnya. Daun eceng gondok dapat diolah menjadi makanan ringan berupa keripik atau bolu. Jika dikembangkan, makanan ringan berbahan dasar eceng gondok ini dapat dijadikan sebagai salah satu produk industri kreatif unggulan Kecamatan Cipongkor,” tutur Dosen Universitas Nurtanio Bandung Novi Ramsari S.Si., M.T yang juga tergabung dalam tim KKNM Tematik Citarum Harum.

    ”Makanan ringan berbahan dasar eceng gondok ini dapat dijadikan salah satu kuliner khas Kecamatan Cipongkor. Melalui pemanfaatan dan pengolahan eceng gondok, masyarakat dapat meningkatkan pendapatan pribadinya yang nantinya adapat berdampak juga pada pengingkatan taraf hidup masyarakat Kecamatan Cipongkor secara meluas,” pungkas Dosen Tetap Prodi Manajemen Universitas Nurtanio Bandung, Yuniati Fransisca, SE., MM.

    (azm/pojokbandung)

  • Nyam..Nyam…Cake Lezat Berstandar Artis

    Nyam..Nyam…Cake Lezat Berstandar Artis

    POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kue artis gaungnya sekarang memang sudah meredup, namun para pelaku usaha kini masih menjadikan trend tersebut sebagai standar cake yang lezat. Para chef pun berlomba-lomba membuat resep yang menggugah selera dan diminati masyarakat.

    Sriboga Costumer Center (SCC), salah satu komunitas yang menaungi para pelaku ukm terus melakukan inovasi untuk membuat kudapan kue yang lezat. Selain itu mereka juga kerap menggelar seminar yang mengundang pelaku bisnis industri cake, UKM hingga start up entrepreneur dengan tema ‘Seminar&Baking Business Solution Demo, Cake Fiesta, Cake Ala Selebriti Jaman Now’.

    “Berbagai aplikasi cake didemokan oleh Chef Rudi Nasrudin (SCC Semarang), Chef Riyandi Suherman (SCC Jakarta), Chef Vidya Listyanova (SCC Bandung),” ujar Bakery&Noodle Consultant Sriboga, Deddy Rustandi, belum lama ini.

    Para pelaku usaha kini masih menjadikan trend kue artis sebagai standar cake yang lezat.

    Menurut chef Rudi, SSC terus berkontribusi untuk kemajuan cake Indonesia. Beberapa kue yang sudah dilahirkan oleh mereka seperti Apple Green Mix Fruit Cake, Tupo Roll Cake, Waves Choco Roll Cake, Matcha Mill Cake, Pineamon Cake, Tropical Mango Cake, Black Sticky Rice Chiffon Cake, Amacheese Cake, Beef Floss Chiffon Cake, Almond Choconut Cake&Green Beans Chiffon Cake. Salah satu resep yang diminati member adalah comroll atau comro roll.

    Comroll adalah cake roll dengan isian oncom. Perpaduan pas antara cake yang lembut dan gurihnya oncom. “Agar rasanya tidak aneh, porsi gula saat pembuatan cake saya kurangin sehingga rasanya menyatu dengan oncom,” katanya. Ia mengungkapkan alasan menggunakan oncom karena bahan makanan ini adalah produk lokal yang kaya manfaat namun jarang dimanfaatkan oleh para pelaku usaha. Oleh karena itu ia ingin mengangkat kekayaan rasa Indonesia yang lezat dan tentunya sehat.

    Selain oncom, Rudi sendiri sudah membuat inovasi lain dalam pembuatan kuenya seperti ikan tuna yang digunakan sebagai isian dari lumpia atau cake roll lainnya.

     

    (fid)