Tag: berita kota bandung

  • Bandara Husein Sastranegara Tetap Siap Siaga Operasional, Ini Kata Komandan Lanud Husein Sastranegara Marsma TNI M D Irman Fathurrahman

    Bandara Husein Sastranegara Tetap Siap Siaga Operasional, Ini Kata Komandan Lanud Husein Sastranegara Marsma TNI M D Irman Fathurrahman

    POJOKBANDUNG.COM, KOTA BANDUNG – Wacana kembali dibukanya Bandara Husein Sastranegara untuk penerbangan komersial mendapat respons positif dari jajaran TNI AU.

    Komandan Lanud Husein Sastranegara Marsma TNI M D Irman Fathurrahman menegaskan pihaknya siap menjalankan operasional bandara kapan pun keputusan resmi pemerintah pusat diterbitkan.

    Komandan Lanud Husein Sastranegara Marsma TNI M D Irman Fathurrahman menjelaskan kesiapan Bandara Husein tidak hanya dari sisi personel, tetapi juga sarana dan prasarana penerbangan yang hingga kini masih aktif digunakan.

    “Kapan pun dibuka kami siap melaksanakan. Tinggal menunggu perintah pimpinan dan surat resmi dari Kementerian Perhubungan melalui Angkatan Udara,” Irman usai menghadiri kegiatan di Balai Kota Bandung, Senin (1/6/2026).

    Irman menyebutkan fasilitas utama bandara masih dalam kondisi layak untuk mendukung operasional pesawat berbadan besar, Airbus maupun Boeing. Aktivitas penerbangan militer dan VVIP pun hingga saat ini masih rutin dilakukan di kawasan Lanud Husein Sastranegara.

    Menurut Irman, kondisi landasan dan fasilitas penerbangan tidak menjadi kendala utama apabila pemerintah memutuskan membuka kembali penerbangan sipil dari Bandung. Persoalan yang dinilai perlu segera dibenahi justru berada di luar area bandara, terutama akses jalan menuju lokasi.

    Irman menyoroti kondisi jalur dari Gerbang Tol Pasteur menuju kawasan bandara yang dinilai masih membutuhkan perhatian serius. Saat hujan deras turun, kawasan kerap dilanda genangan hingga banjir yang menghambat mobilitas kendaraan.

    “Mudah-mudahan jalan menuju pangkalan maupun bandara bisa segera diperbaiki. Termasuk akses keluar masuk tol dari Pasteur sampai ke bandara,” katanya.

    Kondisi infrastruktur penunjang itu dinilai menjadi salah satu faktor penting apabila Bandara Husein kembali melayani penerbangan komersial dalam jumlah besar. Sebab, kelancaran akses penumpang menjadi bagian penting dalam mendukung operasional bandara.

    Irman pun mengungkapkan komunikasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) terus dilakukan terkait berbagai kebutuhan penataan kawasan sekitar bandara. Koordinasi itu mencakup pembenahan drainase hingga akses transportasi.

    Irman memastikan hubungan antara Lanud Husein dengan pemerintah daerah berjalan baik dan intensif. Berbagai persoalan yang berkaitan dengan operasional bandara dibahas secara berkala agar kesiapan tetap terjaga.

    “Komunikasi dengan pemerintah kota maupun pemerintah provinsi selalu kami lakukan,” ujarnya.

    Pernyataan kesiapan muncul di tengah kembali menguatnya pembahasan soal pengoperasian Bandara Husein Sastranegara setelah sebelumnya sebagian besar penerbangan dialihkan ke Bandara Kertajati di Majalengka.

    Sejumlah kalangan menilai keberadaan Bandara Husein masih memiliki peran strategis karena lokasinya berada dekat pusat Kota Bandung dan menjadi pilihan praktis bagi masyarakat maupun pelaku bisnis.

    Selain faktor kedekatan lokasi, aksesibilitas dan efisiensi waktu perjalanan juga menjadi alasan Bandara Husein masih diminati banyak penumpang dari Bandung Raya dan wilayah sekitarnya.

    Meski demikian, keputusan pembukaan kembali penerbangan komersial tetap berada di tangan pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan bersama otoritas terkait lainnya.

    Lanud Husein Sastranegara pun kini menunggu keputusan resmi sambil memastikan seluruh fasilitas, personel, dan dukungan operasional tetap dalam kondisi siap digunakan sewaktu-waktu.(dsn)

  • Jalan Rusak Bahayakan Pengendara Sepeda Motor di Jalan Gunung Batu Kota Bandung

    Jalan Rusak Bahayakan Pengendara Sepeda Motor di Jalan Gunung Batu Kota Bandung

    POJOKBANDUNG.COM, KOTA BANDUNG – Pengemudi kendaraan melintasi jalan berlubang di kawasan Gunung Batu, Kota Bandung, Minggu (31/5/2026).

    Jalan Rusak Bahayakan Pengendara Sepeda Motor di Jalan Gunung Batu Kota Bandung
    Pengemudi kendaraan melintasi jalan berlubang di kawasan Gunung Batu, Kota Bandung, Minggu (31/5/2026). Foto-foto : Taofik Achmad Hidayat/Pojok Bandung.

    Jalan rusak berlubang tersebut di sayangkan oleh pengendara yang melintas di jalan di kawasan Gunung Batu, Kota Bandung tersebut dikarenakan dapat menyebabkan kecelakaan bagi pengendaran motor apa bila melintas dengan kecepatan penuh. (opk)

  • Lapak Kurban Kolektif di Kota Bandung Dinilai Efektif, Penjualan Hewan Kurban Lebih Tertib

    Lapak Kurban Kolektif di Kota Bandung Dinilai Efektif, Penjualan Hewan Kurban Lebih Tertib

    POJOKBANDUNG.COM, KOTA BANDUNG – Sehari setelah Hari Raya Iduladha 2026, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung mulai melakukan evaluasi dan penertiban terhadap lapak penjualan hewan kurban yang masih bertahan di sejumlah titik permukiman warga. Pengawasan dilakukan bersama aparat kewilayahan dan Satpol PP untuk memastikan area bekas penjualan kembali tertib dan bersih.
    Kepala DKPP Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar mengatakan penataan lapak hewan kurban tahun ini dinilai lebih baik dibanding tahun sebelumnya karena para pedagang mulai mengikuti aturan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terkait lokasi berjualan.
    Mayoritas pedagang kini memilih berjualan secara kolektif di lapak resmi yang sudah ditentukan kewilayahan sehingga pengawasan menjadi lebih mudah dilakukan.
    “Sekarang pedagang mulai lebih paham. Banyak yang berjualan bersama di satu titik yang memang sudah ditentukan,” ujar Gin Gin, Kamis (28/5/2026).
    DKPP sebelumnya mewajibkan seluruh pedagang hewan kurban mengantongi rekomendasi dari kewilayahan sebelum membuka lapak penjualan di Kota Bandung.
    Gin Gin mengungkapkan pemkot juga mengatur lokasi penjualan minimal berjarak 200 meter dari kawasan permukiman warga untuk mengurangi gangguan lingkungan dan menjaga ketertiban umum.
    “Aturan turut disertai kewajiban pengelolaan limbah hewan kurban agar area penjualan tidak menimbulkan bau maupun pencemaran lingkungan setelah aktivitas kurban selesai,” katanya.
    Gin Gin menilai pengawasan ketat yang dilakukan sejak sebelum Iduladha cukup efektif menekan munculnya lapak liar di kawasan padat penduduk. Meski demikian, petugas masih menemukan beberapa pedagang yang mencoba membuka lapak di dekat area pemukiman menjelang hari terakhir penjualan hewan kurban.
    Gin Gin mengatakan lapak yang melanggar aturan tetap dapat ditindak dan dibongkar apabila mengganggu ketertiban lingkungan maupun melanggar ketentuan yang sudah ditetapkan pemerintah.
    “Penertiban dilakukan bersama Satpol PP dan aparat kewilayahan yang sebelumnya telah melakukan pemetaan titik penjualan hewan kurban di setiap kelurahan,” ucapnya.
    Menurutnya, selain menertibkan lapak, petugas juga melakukan pemantauan terhadap kebersihan area bekas penjualan hewan kurban H+1 Iduladha. Pedagang diminta segera membersihkan kandang sementara, sisa pakan, hingga limbah hewan agar tidak memicu keluhan warga sekitar.
    Gin Gin menyebut pola penjualan kolektif yang mulai diterapkan pedagang tahun ini memberi dampak positif terhadap pengawasan kesehatan hewan maupun pengendalian lingkungan.
    “Sistem kolektif, petugas lebih mudah melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban sekaligus memantau kondisi kebersihan di lokasi penjualan,” kata Gin Gin.
    Gin Gin menambahkan kesadaran pedagang terhadap aturan penjualan hewan kurban tahun ini terus meningkat sehingga pelaksanaan Iduladha di tahun mendatang dapat berlangsung lebih tertib, sehat, dan ramah lingkungan bagi masyarakat Kota Bandung.(dsn)
  • Prioritaskan Siswa RMP dan Disabilitas, Pemkot Bandung Pastikan Tak Ada Anak Putus Sekolah

    Prioritaskan Siswa RMP dan Disabilitas, Pemkot Bandung Pastikan Tak Ada Anak Putus Sekolah

    POJOKBANDUNG.COM, KOTA BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan jalur afirmasi dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 menjadi prioritas utama untuk melindungi hak pendidikan anak dari keluarga tidak mampu dan penyandang disabilitas. Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung menegaskan tidak boleh ada satu pun anak kehilangan akses sekolah hanya karena faktor ekonomi maupun keterbatasan fisik dan mental.

    Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Asep Saeful Gufron mengatakan penguatan jalur afirmasi tahun ini menjadi bentuk keberpihakan pemerintah terhadap kelompok rentan, khususnya siswa kategori Rawan Melanjutkan Pendidikan (RMP) dan peserta didik berkebutuhan khusus.

    Untuk jenjang SMP, Pemkot Bandung menyiapkan kuota afirmasi sebesar 30 persen dari total daya tampung sekolah negeri. Kuota diperuntukkan bagi siswa RMP dan penyandang disabilitas. Sementara untuk tingkat SD, jalur afirmasi disediakan sebesar 15 persen guna memastikan pemerataan akses pendidikan sejak usia dini.

    Asep menjelaskan kebijakan menjadi langkah konkret pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan melalui sektor pendidikan. Sekolah harus menjadi ruang aman dan terbuka bagi seluruh anak tanpa memandang latar belakang ekonomi keluarga maupun kondisi fisik siswa.

    Dalam pelaksanaannya, Pemkot Bandung menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai dasar utama penentuan siswa RMP. Peserta yang masuk kategori Desil 1 hingga Desil 5 diprioritaskan mendapatkan akses melalui jalur afirmasi.

    “Kelompok mencakup masyarakat sangat miskin, miskin, rentan miskin hingga keluarga menengah bawah yang membutuhkan bantuan sosial pendidikan,” ujar Asep, Kamis (28/5/2026).

    Pendataan siswa RMP dilakukan 4 hingga 8 Mei 2026 melalui sistem Dapodik, agar pemerintah dapat memetakan kebutuhan kursi sekolah secara lebih akurat sebelum tahapan pendaftaran umum dimulai.

    Dalam mekanismenya, sistem akan menempatkan siswa ke sekolah negeri terdekat berdasarkan domisili. Jika kuota sekolah tujuan telah penuh, sistem otomatis mengalihkan siswa ke sekolah lain yang masih memiliki daya tampung tersedia.

    “Orang tua juga dapat memantau status kepesertaan DTSEN secara daring melalui laman resmi yang telah disediakan Dinas Pendidikan Kota Bandung,” katanya.

    Tak hanya fokus pada siswa kurang mampu, Disdik Kota Bandung juga memberi perhatian khusus terhadap peserta didik penyandang disabilitas. Setiap sekolah minimal wajib menerima tiga siswa berkebutuhan khusus dalam proses SPMB tahun ini. Kebijakan yang menjadi bagian dari penguatan pendidikan inklusif di Kota Bandung.

    Untuk mengikuti jalur disabilitas, calon peserta didik diwajibkan melampirkan rekomendasi tertulis dari Unit Layanan Disabilitas Dinas Pendidikan Kota Bandung. Dokumen menjadi dasar penyesuaian layanan pendidikan agar sekolah mampu memberikan pendampingan sesuai kebutuhan siswa.

    Asep menilai sekolah reguler di Kota Bandung harus mulai bertransformasi menjadi ruang belajar yang inklusif. Keberagaman kondisi siswa bukan hambatan dalam proses pendidikan, melainkan tanggung jawab bersama yang harus difasilitasi negara melalui sistem penerimaan yang adil.

    “Setelah proses pemetaan selesai, sekolah asal melakukan verifikasi dan validasi data, 11 hingga 15 Mei 2026. Dalam tahap ini, petugas akan memeriksa kelengkapan dokumen, Kartu Keluarga Kota Bandung dan KTP orang tua guna memastikan keabsahan data domisili peserta,” jelasnya.

    Asep menyampaikan orang tua siswa juga diminta menandatangani surat pernyataan kesediaan ditempatkan di sekolah hasil pemetaan sistem, untuk menghindari penolakan sepihak dan memastikan seluruh siswa afirmasi memperoleh kepastian bangku sekolah.

    Kepastian penempatan siswa afirmasi diumumkan, 22 Mei 2026. Jika masih terdapat sisa kuota yang belum terisi, pemerintah akan mengalihkannya ke kuota afirmasi non-penempatan sehingga masyarakat tetap dapat memilih sekolah secara mandiri saat masa pendaftaran resmi dibuka.

    Siswa jalur afirmasi SMP diberi fleksibilitas lebih luas dengan pilihan hingga dua SMP Negeri dan dua SMP Swasta dalam wilayah domisili. Kebijakan disiapkan untuk antisipasi keterbatasan daya tampung sekolah negeri sekaligus memastikan siswa RMP tetap memperoleh akses pendidikan melalui dukungan pembiayaan pemerintah.

    Selain menjamin akses sekolah, Asep juga menegaskan larangan pungutan kepada siswa afirmasi. Ia meminta seluruh kepala sekolah tidak mengaitkan proses daftar ulang dengan biaya apa pun.

    “Program sekolah gratis harus benar-benar dirasakan siswa dari keluarga kurang mampu agar tidak muncul hambatan baru dalam proses pendidikan,” ungkapnya.

    Tahapan pendaftaran jalur afirmasi dan prestasi dijadwalkan berlangsung, 8 hingga 12 Juni 2026. Hasil seleksi final akan diumumkan, 19 Juni 2026, sedangkan daftar ulang dilakukan pada 22 hingga 23 Juni 2026. Seluruh proses dapat dipantau secara daring untuk menjaga transparansi sekaligus mencegah praktik titip-menitip siswa dalam penerimaan murid baru.

    “Kami ingin SPMB 2026 menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam melindungi masa depan anak-anak di Kota Bandung, tanpa memandang latar belakang ekonomi,” ujar Asep Saeful Gufron.(dsn)

  • Baru 104 Ekor Masuk RPH Kota Bandung, Pemotongan Hewan Kurban 2026 Menurun

    Baru 104 Ekor Masuk RPH Kota Bandung, Pemotongan Hewan Kurban 2026 Menurun

    POJOKBANDUNG.COM, KOTA BANDUNG – Aktivitas pemotongan hewan kurban di Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Bandung mengalami penurunan cukup signifikan saat Hari Raya Iduladha 2026. Hingga akhir Mei, jumlah hewan yang terdaftar untuk dipotong di RPH baru mencapai 104 ekor, jauh lebih rendah dibanding tahun-tahun sebelumnya.

    Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar mengatakan penurunan terlihat dari berkurangnya antrean pemotongan di dua RPH milik pemerintah, RPH Cirangrang dan RPH Ciroyom.

    “Tahun ini yang baru mendaftar sekitar 104 ekor. Ciroyom sekitar 74 ekor dan Cirangrang sekitar 30 ekor,” ujar Gin Gin, Rabu (27/5/2026).

    Gin Gin mengungkapkan jumlah pendaftar menurun dibanding tahun lalu yang sempat mencapai sekitar 127 hingga 177 ekor selama periode Iduladha. Aktivitas pemotongan tahun ini juga dinilai tidak seramai tahun sebelumnya.

    Meski terjadi penurunan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tetap membuka layanan pemotongan hewan kurban di RPH untuk masyarakat umum. Fasilitas disediakan agar proses pemotongan berlangsung lebih higienis, aman, dan sesuai aturan kesehatan hewan.

    Gin Gin memastikan layanan RPH dapat dimanfaatkan warga Kota Bandung yang ingin melakukan pemotongan hewan kurban secara resmi dan terkontrol.

    Menurutnya, untuk menggunakan fasilitas layanan RPH, masyarakat diwajibkan memiliki KTP Kota Bandung serta melakukan pendaftaran terlebih dahulu karena kapasitas pemotongan terbatas.

    Gin Gin menjelaskan sistem pendaftaran dilakukan untuk mengatur jadwal pemotongan agar tidak terjadi penumpukan hewan maupun antrean panjang saat hari raya kurban. Selain itu, warga juga diperbolehkan membawa juru potong sendiri selama mengikuti ketentuan operasional yang berlaku di RPH.

    “Jadi masyarakat bisa memanfaatkan fasilitas kami, bahkan boleh membawa juru potong sendiri,” katanya.

    Gin Gin juga menetapkan biaya retribusi pemotongan yang relatif murah, Rp35 ribu per ekor. Tarif yang berlaku untuk penggunaan fasilitas RPH selama momentum Iduladha.

    “Keberadaan RPH menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin memastikan proses penyembelihan dilakukan secara bersih dan memenuhi standar kesehatan,” ucapnya.

    Gin Gin mengatakan Petugas DKPP juga melakukan pengawasan ketat selama proses pemotongan untuk memastikan hewan yang dipotong telah lolos pemeriksaan kesehatan dan layak dikurbankan.

    Selain pemeriksaan kesehatan hewan, pengawasan dilakukan terhadap kebersihan lokasi, penanganan limbah, hingga distribusi daging kurban agar tetap aman untuk masyarakat.

    Gin Gin berharap masyarakat semakin memanfaatkan fasilitas RPH resmi dibanding melakukan pemotongan di lokasi yang kurang memadai. Selain lebih tertib, pemotongan di RPH dinilai mampu meminimalkan risiko pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan.

    “Meski jumlah pemotongan tahun ini menurun, Pemkot Bandung memastikan layanan RPH tetap berjalan optimal selama Iduladha 2026 demi mendukung pelaksanaan kurban yang aman, sehat, dan sesuai syariat,” ujar Gin Gin.(dsn)

  • Iduladha, Pedagang Dadakan Peralatan Sate di Pasar Ciroyom, Kota Bandung Menjamur

    Iduladha, Pedagang Dadakan Peralatan Sate di Pasar Ciroyom, Kota Bandung Menjamur

    POJOKBANDUNG.COM, KOTA BANDUNG – Pedagang melayani pembeli peralatan sate di pinggir jalan Kawasan Pasar Ciroyom, Kota Bandung, Selasa (26/5/2026).

    Iduladha, Pedagang Dadakan Peralatan Sate di Pasar Ciroyom, Kota Bandung Menjamur
    Pedagang melayani pembeli peralatan sate di pinggir jalan Kawasan Pasar Ciroyom, Kota Bandung, Selasa (26/5/2026). Foto-foto : Taofik Achmad Hidayat/Pojok Bandung.

    Pedagang dadakan peralatan sate seperti kipas, arang dan lidi tusuk yang dijual dari Rp5 ribu hingga Rp10 ribu itu ramai diburu warga untuk membakar daging pada Iduladha 1447 H. (opk)

  • Pasokan Bawang Merah di Kota Bandung Jelang Idul Adha

    Pasokan Bawang Merah di Kota Bandung Jelang Idul Adha

    POJOKBANDUNG.COM, KOTA BANDUNG – Kementerian Pertanian memperkuat sinergi dengan petani bawang merah, Pemda dan asosiasi terkait untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga bawang merah jelang Idul Adha 1447 Hijriah.

    Pasokan Bawang Merah di Kota Bandung Jelang Idul Adha
    Warga membeli bawang merah di Pasar Ciroyom , Kota Bandung, Selasa (26/5/2026).
    Foto-foto : Taofik Achmad Hidayat/ Pojok Bandung.

    Saat ini produksi nasional rata-rata mencapai dua juta ton konde basah atau setara 1,3 juta ton rogol kering panen per tahun sementara kebutuhan konsumsi nasional mencapai 1,26 juta ton per tahun. (Opk)

  • Asia Afrika Kota Bandung Jadi Lautan Bendera Palestina, Massa Soroti Keselamatan Relawan Indonesia di Gaza

    Asia Afrika Kota Bandung Jadi Lautan Bendera Palestina, Massa Soroti Keselamatan Relawan Indonesia di Gaza

    POJOKBANDUNG.COM, KOTA BANDUNG – Asia Afrika Kota Bandung berubah menjadi lautan bendera Palestina saat ratusan warga menggelar aksi solidaritas untuk mendukung keselamatan relawan dan jurnalis Indonesia yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla, Selasa (19/5/2026) sore.

    Aksi damai dipusatkan dari depan Hotel Savoy Homann menuju Monumen Palestina Walk. Massa berjalan kaki sambil membawa poster bergambar sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang dilaporkan diintersep tentara Israel ketika mengikuti pelayaran bantuan kemanusiaan menuju Palestina.

    Sorotan utama dalam aksi bukan hanya soal konflik Palestina-Israel, tetapi juga tuntutan agar pemerintah Indonesia segera bertindak cepat melindungi relawan kemanusiaan asal Indonesia yang berada dalam rombongan Global Sumud Flotilla. Para peserta aksi terus meneriakkan dukungan terhadap Palestina dan meminta penghentian agresi Israel yang dinilai telah menimbulkan krisis kemanusiaan berkepanjangan di Gaza.

    Orasi dilakukan secara bergantian di tengah lalu lintas Jalan Asia Afrika yang dipadati warga dan pengendara. Koordinator aksi dari Pemuda Peduli Palestina, Ridwan mengatakan masyarakat Bandung sengaja turun ke jalan karena khawatir terhadap kondisi para relawan dan jurnalis Indonesia yang dikabarkan diintersep tentara Israel di perairan internasional.

    “Kita menuntut pemerintah Indonesia menjaga aktivis asal Indonesia yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla,” ujar Ridwan kepada wartawan di sela aksi, Selasa (19/5/2026). Ridwan mengungkapkan sembilan WNI termasuk dua jurnalis berada dalam rombongan misi kemanusiaan tersebut.

    Massa meminta pemerintah tidak hanya menyampaikan kecaman, tetapi juga mengambil langkah diplomatik yang lebih kuat. Ridwan menilai aksi di Jalan Asia Afrika memiliki makna simbolis yang kuat. Kawasan tersebut dikenal sebagai lokasi bersejarah Konferensi Asia Afrika 1955 yang memperjuangkan solidaritas negara-negara melawan penjajahan dan kolonialisme.

    “Asia Afrika punya sejarah perjuangan melawan kolonialisme. Karena itu kami memilih tempat ini sebagai simbol perlawanan terhadap penjajahan modern,” katanya. Peserta aksi berasal dari berbagai latar belakang mulai dari mahasiswa, pelajar, komunitas kemanusiaan hingga masyarakat umum. Sebagian massa mengenakan syal dan atribut Palestina sebagai bentuk solidaritas. Di sepanjang aksi, sejumlah perempuan membawa poster besar berisi wajah para WNI yang berada dalam kapal kemanusiaan. Poster tersebut menjadi perhatian pengguna jalan yang melintas di kawasan pusat Kota Bandung.

    Selain meminta pembebasan para WNI, massa juga mendesak pemerintah Indonesia memberikan tekanan diplomatik lebih keras kepada Israel. Mereka menilai keselamatan relawan kemanusiaan harus menjadi prioritas negara.

    “Pemerintah harus memberikan sanksi tegas kepada Israel,” tegas Ridwan saat menyampaikan orasi di depan peserta aksi. Perwakilan Rumah Zakat, Encang Sukirman mengungkapkan lembaganya mengirim tiga relawan dalam misi Global Sumud Flotilla. Satu orang di antaranya disebut berada dalam rombongan yang diintersep tentara Israel.

    “Yang sedang diintersep ini satu orang,” kata Encang. Encang memastikan pihaknya terus melakukan koordinasi dan advokasi agar pemerintah Indonesia ikut mendorong pembebasan relawan kemanusiaan yang saat ini menjadi perhatian internasional.

    Sebelumnya, Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) mengungkapkan sekitar 40 kapal kemanusiaan dalam misi Global Sumud Flotilla 2.0 ditahan tentara Israel. Dari total 57 kapal yang berlayar, sebagian besar membawa bantuan kemanusiaan untuk warga Palestina di Gaza. Informasi disampaikan Pengarah GPCI Ahmad Juwaini saat bertemu Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat. Kondisi itu kini memicu gelombang solidaritas publik di berbagai daerah, termasuk Bandung yang kembali menjadi titik aksi dukungan untuk Palestina.(dsn)

  • Warga Kota Bandung Mulai Beralih ke Daging Ayam, Harga Sapi di Pasar Kosambi Tembus Rp160 Ribu per Kg

    Warga Kota Bandung Mulai Beralih ke Daging Ayam, Harga Sapi di Pasar Kosambi Tembus Rp160 Ribu per Kg

    POJOKBANDUNG.COM, KOTA BANDUNG – Lonjakan harga daging sapi di Pasar Kosambi, Kota Bandung, mulai mengubah pola belanja masyarakat. Di tengah harga yang menembus Rp160 ribu per kilogram, sebagian warga kini memilih membeli daging ayam karena dianggap lebih murah dan mudah didapat.

    Perubahan itu terjadi setelah sejumlah pedagang daging sapi di Pasar Kosambi mogok berjualan sejak Minggu (17/5/2026) hingga Senin (18/5/2026). Aksi dilakukan sebagai bentuk protes terhadap harga pasokan daging sapi yang terus berubah dan dinilai tidak stabil.

    Akibat aksi mogok itu, area penjualan daging sapi di pasar terlihat jauh lebih sepi dibanding hari biasanya. Banyak kios tutup sehingga pembeli kesulitan mendapatkan stok daging sapi untuk kebutuhan rumah tangga.

    Kepala Unit Pasar Kosambi, Yayan Agustina Gunawan mengatakan gejolak harga membuat pedagang berada dalam tekanan. Mereka harus menghadapi kenaikan harga dari pemasok, sementara daya beli masyarakat justru menurun.

    “Kami tahunya mereka tidak jualan dari kemarin, katanya ada kenaikan harga,” ujar Yayan, Senin (18/5/2026).

    Menurut Yayan, kondisi pasar secara perlahan mulai mengubah kebiasaan belanja masyarakat. Tidak sedikit warga yang memilih menunda membeli daging sapi dan beralih ke komoditas lain yang lebih terjangkau.

    “Tadi saya sempat mengobrol sama pengunjung, mereka juga ada yang beralih ke daging ayam dulu,” katanya.

    Saat ini harga daging sapi di Pasar Kosambi berada di kisaran Rp140 ribu hingga Rp160 ribu per kilogram tergantung jenis dan kualitas. Harga itu dinilai cukup tinggi bagi sebagian masyarakat, terutama untuk kebutuhan konsumsi harian.

    Kondisi kenaikan membuat pembeli harus memutar otak untuk menyesuaikan pengeluaran rumah tangga. Di tengah kebutuhan pokok yang terus naik, warga memilih mencari alternatif protein hewani dengan harga lebih rendah.

    Salah seorang pembeli, Ane mengaku tetap membutuhkan daging sapi meski harga mahal. Namun, dirinya kesulitan mendapatkan stok karena banyak pedagang memilih tidak membuka kios.

    “Sekarang kesulitan. Mahal juga gak apa-apa kalau ada mah,” ucap Ane.

    Selain berdampak pada pembeli, kondisi ini juga membuat aktivitas perdagangan di Pasar Kosambi melambat. Lapak-lapak yang biasanya ramai pembeli tampak lengang karena minim transaksi.

    Warga pembeli, Laiyna berharap persoalan harga dan pasokan daging sapi segera ditangani agar tidak terus berlarut. Laiyna khawatir kondisi harga serta pasokan akan semakin membebani masyarakat jika harga terus naik dalam waktu lama.

    Laiyna mengungkapkan stabilitas harga menjadi hal penting agar pedagang tetap bisa berjualan dan masyarakat tidak kesulitan memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari di pasar tradisional.

    Laiyna berharap pemerintah dan pihak terkait segera turun tangan mencari solusi atas gejolak harga daging sapi sehingga aktivitas jual beli di Pasar Kosambi dapat kembali normal dalam waktu dekat.(dsn)

  • Mantap! Kota Bandung Uji Teknologi Kompos Pit, Target Kurangi Sampah hingga 500 Ton per Hari

    Mantap! Kota Bandung Uji Teknologi Kompos Pit, Target Kurangi Sampah hingga 500 Ton per Hari

    POJOKBANDUNG.COM, KOTA BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung meluncurkan uji coba teknologi baru pengolahan sampah kompos pit yang diklaim berpotensi mengurangi timbunan sampah hingga 500 ton per hari. Langkah pengolahan sampah merupakan bagian dari upaya Pemkot Bandung untuk menangani penumpukan sampah yang menjadi tantangan utama perkotaan dan mendukung program pengelolaan sampah berbasis ramah lingkungan.

    Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menjelaskan metode kompos pit akan diuji selama 30 hari penuh di beberapa lokasi strategis di kota untuk menilai efektivitasnya dalam mengurangi volume sampah. Setiap pit dirancang agar proses pengomposan berlangsung optimal dan dapat memaksimalkan pengurangan sampah organik.

    “Ini merupakan langkah inovatif kami untuk menekan timbunan sampah yang selama ini menjadi masalah serius. Kami menargetkan pengurangan hingga 500 ton per hari dengan metode ini,” ujar Farhan, Senin (18/5/2026).

    Menurutnya, selain uji coba kompos pit, Pemkot Bandung juga memodifikasi sistem pengangkutan sampah. Rute dan jadwal armada pengangkut diatur sedemikian rupa agar tidak terjadi penumpukan sementara proses pengomposan berjalan, sehingga operasional pengelolaan sampah lebih efisien.

    Farhan menjelaskan metode kompos pit memanfaatkan teknologi pengomposan modern yang mampu mempercepat dekomposisi sampah organik menjadi kompos siap pakai. Produk kompos ini nantinya dapat dimanfaatkan untuk penghijauan kota, taman publik, hingga lahan pertanian perkotaan.

    Farhan menegaskan keberhasilan uji coba ini akan menjadi tolok ukur pengelolaan sampah di Bandung ke depan. Jika berhasil, metode ini dapat diterapkan secara masif di seluruh kecamatan untuk mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan menekan dampak lingkungan akibat sampah menumpuk.

    Farhan mengungkapkan Pemkot Bandung melibatkan tim teknis dari Dinas Lingkungan Hidup dan pihak konsultan lingkungan untuk memantau setiap tahap uji coba. Pengukuran volume sampah sebelum dan sesudah pengomposan dilakukan secara ketat agar data yang diperoleh akurat dan bisa dijadikan dasar evaluasi.

    “Selain pengurangan sampah, metode kompos pit mampu menurunkan biaya operasional pengelolaan sampah. Volume sampah yang berkurang, jumlah truk pengangkut, tenaga kerja, dan energi yang digunakan juga bisa ditekan secara signifikan,” katanya.

    Farhan menambahkan kompos pit bukan hanya solusi teknis, tetapi juga langkah edukasi bagi masyarakat. Warga di sekitar lokasi uji coba dilibatkan untuk memahami pengelolaan sampah organik dan manfaatnya bagi lingkungan.

    “Dengan melibatkan masyarakat, kami berharap warga bisa ikut mengurangi sampah dari rumah dan belajar memisahkan sampah organik agar kompos pit berjalan maksimal,” ucapnya.

    Farhan mengatakan pengujian akan berlangsung 30 hari, dengan evaluasi rutin setiap minggu. Pemkot Bandung akan menyesuaikan metode dan teknik berdasarkan temuan lapangan untuk memastikan efektivitasnya dalam jangka panjang.

    “Jika hasilnya positif, kompos pit akan diterapkan di seluruh wilayah Bandung, terutama di kawasan padat penduduk yang selama ini menjadi sumber sampah organik terbesar,” jelasnya.

    Farhan menambahkan selain pengolahan, ia mengimbau masyarakat tetap disiplin dalam membuang sampah sesuai jenisnya, organik, non-organik, dan residu. Hal ini penting agar metode kompos pit bisa bekerja optimal.

    “Kesuksesan pengurangan sampah ini sangat bergantung pada partisipasi warga. Sampah organik yang dipisahkan di rumah akan langsung masuk ke pit dan menjadi kompos berkualitas,” ujar Farhan.

    Melalui inovasi ini, Pemkot Bandung berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih, nyaman, dan sehat, sekaligus mengurangi tekanan terhadap TPA dan mendukung target kota hijau yang berkelanjutan.(dsn)

  • Stabilitas Harga Pangan Jadi Fokus Utama Pemkot Bandung

    Stabilitas Harga Pangan Jadi Fokus Utama Pemkot Bandung

    POJOKBANDUNG.COM, KOTA BANDUNG – Potensi kenaikan harga bahan pokok mulai menjadi perhatian serius di Kota Bandung menyusul ketergantungan tinggi terhadap impor gandum dan kedelai. Komoditas tahu, tempe, mi, hingga daging sapi diperkirakan rentan mengalami kenaikan harga di tengah pelemahan rupiah dan meningkatnya biaya distribusi pangan.

    Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bersama Badan Pusat Statistik (BPS) kini mulai memperketat pengawasan harga dan pasokan bahan pokok di pasar tradisional maupun ritel modern untuk mengantisipasi lonjakan harga yang bisa membebani masyarakat.

    Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan gandum dan kedelai yang masih bergantung pada impor membuat harga produk olahan, tahu, tempe, dan mi sangat sensitif terhadap perubahan ekonomi global dan nilai tukar rupiah.

    “Kami sedang antisipasi agar harga tahu, tempe, dan mi tidak melonjak terlalu tinggi. Ketiga komoditas ini menjadi kebutuhan pokok masyarakat dan sangat sensitif terhadap perubahan harga di pasar,” ujar Farhan, Senin (18/5/2026).

    Selain komoditas berbahan kedelai dan gandum, Pemkot Bandung juga mulai mengevaluasi kondisi harga daging sapi. Farhan mengaku menerima banyak masukan dari pedagang terkait harga daging yang dinilai sudah terlalu tinggi.

    “Pemerintah tidak ingin kondisi berujung pada kelangkaan daging sapi di pasar Kota Bandung. Karena itu, pengawasan distribusi dan stabilitas harga menjadi salah satu fokus utama dalam beberapa waktu ke depan,” katanya.

    Pemkot Bandung juga mendorong para produsen tahu dan tempe agar meningkatkan efisiensi produksi tanpa mengurangi kualitas produk yang dijual kepada masyarakat. Farhan menegaskan efisiensi tidak boleh dilakukan dengan memperkecil ukuran atau menurunkan mutu produk.

    “Efisiensinya bukan tahunya dikecilin atau tempenya ditipisin, tetapi bagaimana proses produksinya bisa lebih baik dan hemat,” ucapnya.

    Selain soal produksi, Farhan juga mengingatkan pentingnya pengelolaan limbah industri tahu dan tempe agar tidak mencemari lingkungan. Ia menilai pencemaran limbah justru akan menimbulkan persoalan hukum yang berdampak pada bertambahnya biaya produksi pelaku usaha.

    Pengawasan harga pangan, Pemkot Bandung akan bekerja sama dengan BPS untuk memantau perkembangan harga kebutuhan pokok di pasar setiap hari. Langkah yang dilakukan agar kenaikan harga bisa terdeteksi lebih cepat sebelum berdampak luas terhadap masyarakat.

    Farhan mengatakan pemerintah pusat sejauh ini memastikan impor kedelai, gandum, pupuk, dan BBM tetap aman. Meski demikian, ia mengakui kenaikan harga sejumlah komoditas masih mungkin terjadi karena pengaruh kondisi ekonomi global.

    “Pasti ada kenaikan, tetapi pemerintah pusat juga memberikan jaminan, BBM tidak naik sehingga secara psikologis masyarakat dan pelaku usaha tidak punya alasan menaikkan harga terlalu tinggi,” jelasnya.

    Pemkot Bandung berharap pengawasan ketat bersama BPS dan koordinasi lintas sektor mampu menjaga stabilitas harga pangan serta mempertahankan daya beli masyarakat dalam beberapa waktu ke depan.

    Farhan menegaskan stabilitas harga kebutuhan pokok menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kondisi ekonomi masyarakat tetap aman, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan pangan harian warga Kota Bandung.(dsn)

  • Pemerintah Kota Bandung Siapkan Perbaikan Infrastruktur, Fokus Jalan Mulus dan Trotoar Bersih

    Pemerintah Kota Bandung Siapkan Perbaikan Infrastruktur, Fokus Jalan Mulus dan Trotoar Bersih

    POJOKBANDUNG.COM, KOTA BANDUNG – Kondisi infrastruktur di Kota Bandung yang dikeluhkan warga dalam beberapa tahun terakhir kini mulai menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. Jalan rusak, trotoar yang belum tertata, hingga fasilitas publik yang dinilai kurang terawat akan menjadi fokus pembenahan setelah pembangunan besar infrastruktur kota sempat stagnan sejak 2017.

    Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan memastikan pembenahan infrastruktur menjadi prioritas utama Pemkot Bandung bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar). Perbaikan akan dilakukan secara bertahap di sejumlah titik untuk meningkatkan kenyamanan warga maupun wisatawan.

    Farhan mengakui kondisi infrastruktur di Kota Bandung saat ini masih menjadi salah satu keluhan terbesar masyarakat. Banyak ruas jalan dan fasilitas umum dinilai membutuhkan perhatian serius setelah bertahun-tahun tidak mendapat pembenahan besar secara menyeluruh.

    Farhan mengungkapkan pandemi Covid-19 menjadi salah satu faktor yang membuat pembangunan infrastruktur di Kota Bandung berjalan lambat dalam beberapa tahun terakhir. Akibatnya, sejumlah fasilitas publik mengalami penurunan kualitas dan memerlukan revitalisasi.

    “Keluhan terbesar masyarakat memang soal infrastruktur yang dianggap tidak terawat. Wajar, karena proyek besar terakhir itu sekitar tahun 2017. Setelah itu pandemi dan berbagai kondisi membuat pembangunan tidak berjalan maksimal,” ujar Farhan, Minggu (17/5/2026).

    Farhan mengatakan Pemerintah Kota Bandung kini mulai bergerak mempercepat pembenahan infrastruktur secara bertahap. Fokus utama diarahkan pada peningkatan kualitas jalan dan penataan trotoar agar lebih nyaman digunakan masyarakat.

    Farhan menyebut Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi memiliki target agar seluruh jalan di Bandung berada dalam kondisi mulus dan seluruh trotoar tetap bersih. Pemerintah Kota Bandung siap mendukung penuh target peningkatan kualitas jalan dan penataan trotoar.

    “Kalau target dari Pak Gubernur jelas, semua jalan harus mulus dan semua trotoar harus bersih. Kami di kota akan membantu sepenuhnya agar target itu bisa terwujud,” katanya.

    Menurutnya, selain memperbaiki kualitas jalan, Pemkot Bandung juga mulai menyiapkan konsep pembangunan kota yang lebih ramah bagi masyarakat.

    Infrastruktur ke depan tidak hanya berorientasi pada kendaraan bermotor, tetapi juga memberi kenyamanan bagi pejalan kaki dan penyandang disabilitas.

    Farhan menilai trotoar yang nyaman dan aman menjadi salah satu indikator penting kota modern. Karena itu, pembenahan jalur pedestrian akan menjadi bagian utama dari program revitalisasi infrastruktur Kota Bandung.

    Farhan mengatakan jalan yang baik bukan hanya sekadar mulus untuk kendaraan, tetapi juga mampu memberikan akses yang aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan tanpa terkecuali.

    Farhan menambahkan pengguna kendaraan bermotor tetap akan merasakan manfaat besar ketika kualitas jalan membaik. Namun, pembangunan infrastruktur harus tetap memperhatikan keseimbangan fungsi ruang kota untuk seluruh lapisan masyarakat.

    “Percepatan pembangunan infrastruktur dapat meningkatkan kenyamanan warga sekaligus mendukung aktivitas ekonomi dan pariwisata di Kota Bandung,” ucapnya.

    Farhan optimistis pembenahan yang mulai dilakukan saat ini bisa menjadi langkah awal untuk mengembalikan kualitas infrastruktur Kota Bandung setelah sempat tertahan selama beberapa tahun terakhir.

    Farhan menambahkan perbaikan bertahap yang disiapkan, Pemerintah Kota Bandung berharap wajah kota menjadi lebih tertata, nyaman dihuni, dan mampu menjawab berbagai keluhan masyarakat terkait kondisi fasilitas publik.(dsn)

  • Jelang Libur Long Weekend Kota Bandung Mulai Macet, Pasteur dan Kawasan Sukajadi Ramai

    Jelang Libur Long Weekend Kota Bandung Mulai Macet, Pasteur dan Kawasan Sukajadi Ramai

    POJOKBANDUNG.COM, KOTA BANDUNG – Terpantau dari lokasi Kamis (14/5/2026), kawasan Pasteur, tepatnya di Jalan Dr Djunjunan mulai mengalami kepadatan.

    Jelang Libur Long Weekend Kota Bandung Mulai Macet, Pasteur dan Kawasan Sukajadi Ramai
    Kendaraan memadati kawasan Gerbang Tol Pasteur dan Sukajadi, Kota Bandung Kamis (14/5/2026). Foto-foto : Taofik Achmad Hidayat/Pojok Bandung.

    Kendaraan terpantau hilir mudik keluar dari gerbang tol maupun arah sebaliknya.

    Selain di Pasteur, kepadatan juga nampak terjadi di kawasan Sukajadi kendaraan wisatawan yang ingin mengarah ke sejumlah tempat lokasi di wilayah Lembang, Kabupaten Bandung Barat. (opk)

  • 51 Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial Terjaring Razia Dini Hari di Kota Bandung, Imbau Warga Stop Beri Uang di Jalan

    51 Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial Terjaring Razia Dini Hari di Kota Bandung, Imbau Warga Stop Beri Uang di Jalan

    POJOKBANDUNG.COM, KOTA BANDUNG – Dinas Sosial Kota Bandung bergerak cepat menjangkau Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PPKS) di sejumlah ruas jalan protokol Kota Bandung, Kamis (14/5/2026) dini hari. Dalam operasi gabungan yang dimulai pukul 02.30 WIB itu, sebanyak 51 PPKS diamankan dari kawasan wisata hingga pusat keramaian kota menjelang long weekend dan Kirab Jawa Barat.

    Penjangkauan dilakukan di sejumlah titik yang selama ini kerap dipadati aktivitas masyarakat dan wisatawan, kawasan Asia Afrika, Braga hingga Jalan Sudirman. Operasi digelar sebagai upaya menjaga ketertiban, kenyamanan serta wajah Kota Bandung di tengah meningkatnya kunjungan wisatawan.

    Kepala Dinsos Kota Bandung, Yorisa Sativa mengatakan penertiban PPKS dilakukan secara rutin bersama lintas organisasi perangkat daerah (OPD), menjadi bagian dari program beautifikasi kota yang tengah digencarkan Pemkot Bandung.

    “Ini kegiatan rutin yang dilakukan bersama lintas OPD. Kami melakukan penyisiran di ruas-ruas jalan protokol, Asia Afrika, Sudirman, Braga dan titik-titik wisata untuk memastikan ketertiban dan kenyamanan Kota Bandung,” ujar Yorisa, Kamis (14/5/2026).

    Dinsos melibatkan sejumlah instansi mulai dari DP3A, DLH, Disdamkarmatan, DPKP, DSDABM, Satpol PP hingga Dishub. Petugas menyisir sejumlah lokasi yang dinilai rawan aktivitas mengamen, meminta-minta hingga keberadaan gelandangan di ruang publik.

    Yorisa menyebut dari total 51 PPKS yang diamankan, sebanyak 50 orang merupakan orang dewasa dan satu lainnya anak-anak. Mayoritas yang terjaring merupakan laki-laki yang ditemukan beraktivitas di kawasan jalan utama dan titik wisata Kota Bandung.

    Seluruh PPKS kemudian dibawa ke rumah singgah milik Dinas Sosial untuk menjalani proses asesmen. Pemeriksaan dilakukan mulai dari pendataan identitas, pengecekan administrasi kependudukan hingga pembinaan mental dan fisik sebelum nantinya dipulangkan.

    Yorisa mengatakan hasil pendataan sementara menunjukkan sebagian besar PPKS yang terjaring bukan berasal dari Kota Bandung. Mereka datang dari luar daerah untuk mencari penghasilan di jalanan ibu kota Jawa Barat.

    “Kalau adminduknya bukan Kota Bandung nanti akan dikembalikan ke kabupaten atau kota asalnya. Targetnya paling lama tujuh hari sudah harus direunifikasi,” katanya.

    Yorisa mengungkapkan berdasarkan hasil penjangkauan sebelumnya, hanya sekitar 20 persen PPKS yang tercatat sebagai warga Kota Bandung. Sisanya berasal dari berbagai daerah lain yang datang dan beraktivitas di jalanan kota.

    Menurutnya, kondisi ini dinilai menjadi tantangan tersendiri bagi pemkot. Sebab, meski operasi penjangkauan rutin dilakukan, pergerakan PPKS dari luar daerah terus terjadi terutama saat momentum libur panjang dan meningkatnya aktivitas wisata.

    Pelaksanaannya, petugas juga menghadapi kendala di lapangan. Sejumlah PPKS sempat melarikan diri saat operasi berlangsung karena diduga sudah mengetahui adanya razia gabungan yang digelar dini hari.

    “Kendalanya tadi ada yang sempat lari dan tidak terjangkau. Tapi kami akan terus melakukan monitoring bersama kewilayahan agar mereka tidak kembali lagi ke jalan,” ungkap Yorisa.

    Yorisa memastikan pengawasan akan terus dilakukan secara berkala bersama aparat kewilayahan, agar keberadaan PPKS di jalan protokol dan kawasan wisata dapat ditekan, terutama menjelang agenda besar dan musim kunjungan wisatawan.

    Selain melakukan penjangkauan, Pemkot Bandung juga mengingatkan masyarakat agar tidak memberikan uang atau santunan secara langsung di jalanan. Kebiasaan yang dinilai menjadi salah satu faktor yang memicu bertambahnya jumlah PPKS di Kota Bandung.

    “Jangan memberikan santunan di jalan, salurkan bantuan melalui lembaga kesejahteraan sosial resmi atau melalui Dinas Sosial. Karena kalau memberi di jalan itu akan membuat mereka terus datang kembali,” ujar Yorisa.(dsn)

  • Musim Kemarau Ancam Pasokan Air di Kota Bandung, Farhan Siapkan Tangki Darurat dan Antisipasi Pipa PDAM Kering

    Musim Kemarau Ancam Pasokan Air di Kota Bandung, Farhan Siapkan Tangki Darurat dan Antisipasi Pipa PDAM Kering

    POJOKBANDUNG.COM, KOTA BANDUNG – Musim kemarau mulai menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan memastikan kesiapan distribusi air bersih sudah mulai disiapkan untuk mengantisipasi gangguan pasokan air di sejumlah wilayah Kota Bandung.

    Farhan mengatakan Kota Bandung masih sangat bergantung pada sumber air baku dari berbagai titik pasokan, baik yang berasal dari sumber milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun hasil kerja sama penyediaan air dari beberapa lokasi lain yang telah dikontrak pemerintah daerah.

    Menurutnya, kondisi pasokan air membuat Kota Bandung cukup rentan ketika musim kemarau mulai berlangsung lebih panjang. Risiko utama yang diperkirakan muncul, berkurangnya debit air hingga menyebabkan beberapa jalur pipa PDAM mengalami kekeringan.

    “Bandung sekarang memang sumber air bakunya sangat bergantung dari berbagai macam sumber. Ada yang berasal dari pemerintah provinsi dan ada juga dari beberapa titik yang sudah kontrak dengan kita,” ujar Farhan, Kamis (14/5/2026).

    Menghadapi potensi itu, Pemkot Bandung mulai menyiapkan langkah darurat agar kebutuhan masyarakat terhadap air bersih tetap terpenuhi. Salah satu langkah yang diprioritaskan yakni mengaktifkan kembali armada tangki pengangkut air bersih ke kawasan yang terdampak kekeringan.

    Farhan menegaskan distribusi air menggunakan tangki darurat akan segera dijalankan ketika wilayah tertentu mulai mengalami penurunan pasokan akibat musim kemarau. Skema yang dinilai menjadi solusi tercepat untuk menjaga kebutuhan dasar masyarakat tetap aman.

    Farhan menyebut pengalaman menghadapi musim kemarau pada tahun-tahun sebelumnya menjadi bahan evaluasi penting bagi pemerintah daerah. Karena itu, kesiapan armada dan distribusi air kini mulai dipetakan lebih awal agar respons penanganan bisa lebih cepat.

    Selain menyiapkan tangki air, pemkot juga mulai memantau kondisi jaringan pipa PDAM di sejumlah titik rawan. Langkah yang dilakukan untuk mengetahui wilayah mana saja yang berpotensi mengalami gangguan distribusi ketika debit air mulai menurun drastis.

     

    Farhan mengakui persoalan air bersih menjadi tantangan yang cukup kompleks bagi Kota Bandung. Apalagi kebutuhan air masyarakat terus meningkat sementara sumber pasokan air baku masih terbatas dan bergantung pada kondisi cuaca.

    Farhan pun meminta masyarakat mulai meningkatkan kesadaran dalam penggunaan air bersih selama musim kemarau berlangsung. Penghematan air dinilai menjadi langkah penting agar distribusi air tetap merata dan tidak terjadi krisis di wilayah tertentu.

    Di sisi lain, Farhan memastikan koordinasi dengan pihak terkait terus dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan air baku. Kerja sama dengan pemerintah provinsi dan penyedia sumber air lainnya disebut menjadi bagian penting dalam menjaga suplai air Kota Bandung.

    Farhan menilai kesiapan menghadapi musim kemarau tidak bisa dilakukan secara mendadak. Karena itu, berbagai langkah antisipasi mulai dipersiapkan sejak dini agar dampak kekeringan tidak meluas dan mengganggu aktivitas masyarakat.

    “Pelayanan distribusi air bersih akan menjadi prioritas utama ketika terjadi gangguan pasokan. Pemkot tidak ingin warga kesulitan mendapatkan air bersih di tengah cuaca panas yang diperkirakan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan,” katanya.

    Farhan mengungkapkan pola cuaca yang tidak menentu membuat pemkot harus lebih siaga dibanding tahun-tahun sebelumnya. Oleh sebab itu, kesiapan armada tangki, pemetaan wilayah rawan, hingga pengawasan jaringan pipa kini mulai diperkuat.

    “Risikonya memang beberapa pipa PDAM di titik tertentu bisa mengalami kekeringan. Karena itu kesiapan tangki untuk mengangkut air bersih ke wilayah-wilayah terdampak akan segera kita aktifkan lagi,” ujar Farhan.

    Farhan menambahkan antisipasi mampu menekan dampak musim kemarau terhadap kebutuhan air bersih masyarakat. Pemkot Bandung juga memastikan pemantauan kondisi lapangan akan terus dilakukan selama musim kemarau berlangsung agar distribusi air tetap terkendali. (dsn)