Tag: bandung barat

  • Usai Terkatung-katung, Keluarga Ade Kembali Desa Puteran, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat

    Usai Terkatung-katung, Keluarga Ade Kembali Desa Puteran, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat

    POJOKBANDUNG.COM, BANDUNG BARAT – Satu keluarga asal Desa Puteran, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat yang terkatung-katung di Papua akhirnya bisa kembali ke kampung halamannya. Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Pelatihan, Produktivitas, Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi (P3TKT) Disnakertrans KBB, Dewi Andani, Senin (1/6/2026).

    Ia menambahkan, satu keluarga yang hidup terkatung-katung di Papua tersebut berhasil dipulangkan ke kampung halamannya dengan keadaan sehat. “Alhamdulillah sudah sampai lagi di kampung halamannya, tiba Minggu dini hari sekitar jam 01.30 WIB,” katanya.

    Masih kata dia, peristiwa tersebut berawal ketika sang kepala keluarga yakni Ade Halidan bersama istrinya Peni Herawati, serta dua anaknya berangkat ke Papua satu tahun lalu untuk berkerja di perkebunan kelapa sawit.  “Jadi awalnya sekeluarga ini ada yang menawari kerja di perkebunan sawit, mereka dibawa dulu ke Kalimantan. Kemudian dijanjikan kerja di Sorong, makanya mereka dibawa kesana,” katanya.

    Lebih lanjut ia mengatakan, usai tiba di tempat tujuan ternyata pekerjaan yang dijanjikan tidak ada lantaran perusahaan yang ditujunya ilegal. Bahkan Ade sempat bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.  “Ya mungkin sempat bekerja serabutan buat bertahan hidup. Akhirnya karena nasibnya enggak jelas juga, ditampung di dinas sosial di Sorong dan dipindahkan ke sebuah yayasan,” katanya.

    Ia menegaskan, usai berhasil dipulangkan ke kampung halamannya pihaknya akan berkoordinasi terkait pembinaan dan pelatihan untuk mendapatkan pekerjaan yang layak.  “Nanti Dinas Sosial dan Dinas Tanaga Kerja KBB akan memberikanm pendampingan untuk keluarga tersebut, nanti kita fasilitasi kepada program dinas supaya kedepannya bisa tersalurkan ke lowongan pekerjaan,” tandasnya. (kro)

  • Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail Jamin Hewan Kurban Sehat dan Aman

    Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail Jamin Hewan Kurban Sehat dan Aman

    POJOKBANDUNG.COM, KAB. BANDUNG BARAT – Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) Kabupaten Bandung Barat telah memeriksa ribuan hewan ternak menjelang hari raya Idul Adha 1447 Hijriah.

    Hingga saat ini, sebanyak 2.069 ekor sapi dan 760 ekor domba telah dinyatakan sehat usai menjalani oleh tim kesehatan hewan Dispernakan Kabupaten Bandung Barat.

    Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail mengatakan, berdasarkan pantauan langsung di lapangan hewan kurban yang dijual kepada masyarakat dalam kondisi sehat dan aman dikonsumsi.

    “Kami bersama Pak Wakil dan Ibu Kadis Perikanan dan Peternakan KBB memeriksa lapak penjualan hewan kurban yang ada di Kabupaten Bandung Barat,” katanya, Rabu (20/5/2026).

    Ia menambahkan, pemeriksaan hewan kurban tersebut dilakukan untuk memastikan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat saat melaksanakan ibadah kurban.

    “Kami ingin memastikan masyarakat yang akan membeli hewan kurban mendapatkan hewan yang aman, sehat, dan sesuai syariat,” katanya.

    Masih kata dia, selain pemeriksaan kesehatan hewan pihaknya pun melakukan vaksinasi terhadap hewan kurban untuk mengantisipasi penyebaran virus antar hewan.

    “Selain memeriksa kondisi hewan, Pemkab Bandung Barat juga memperketat antisipasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Lumpy Skin Disease (LSD), dan Brucellosis,” katanya.

    Ia menegaskan, vaksinasi terhadap penyakit tersebut diberikan gratis kepada peternak di Bandung Barat dan rutin dilakukan setiap tahun.

    “Terkait penjagaan terhadap PMK di Bandung Barat, sesuai instruksi Bupati, vaksinasi untuk PMK, LSD, dan Brucellosis diberikan secara gratis di Kabupaten Bandung Barat,” tandasnya. (kro)

  • Sampah Rumah Tangga dan Pasar Nyaris Tumpah ke Saguling di Kampung Cililin Timur

    Sampah Rumah Tangga dan Pasar Nyaris Tumpah ke Saguling di Kampung Cililin Timur

    POJOKBANDUNG.COM, KAB. BANDUNG BARAT – Sampah rumah tangga dan pasar di Kampung Cililin Timur, Desa Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), menumpuk dan nyaris tumpah ke bantaran Waduk Saguling. Kepala Desa Cililin, Tedi Kusniadi, mengatakan pihaknya telah melakukan penutupan di area tersebut namun warga tetap membuang sampah ke area ini.

    “Pembuangan sampah RW itu dari dulu pernah saya tutup, dan kemarin juga sempat saya tutup. Cuma memang susahnya warga,” katanya, Senin (18/5/2026).

    Ia menambahkan, pada awalnya lokasi tersebut digunakan untuk membuang sampah oleh warga sekitar. Namun kebiasaan itu diikuti oleh warga lain yang berasal dari RW lainnya. “Kami juga sudah berkoordinasi dengan Citarum Harum. Selain sampah rumah tangga, di situ juga ada sampah dari pasar. Kalau air meluap, sampahnya ikut ngalir ke sana (Waduk Saguling),” katanya.

    Lebih lanjut ia mengatakan, hingga saat ini pemerintah desa belum memiliki lokasi Tempat Pembuangan Sementara (TPS). Oleh karena itu, kendati sudah ditutup warga tetap beraktivitas membuang sampah ke tempat tersebut.

    “Kalau ditutup, warga bertanya buang sampah ke mana. Untuk lahan pengganti buat TPS sementara sampai saat ini belum ada,” katanya.

    Lebih lanjut ia mengatakan, akses menjadi kendala lain persoalan pengangkutan sampah. Pasalnya, armada sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (Dlh) tak bisa menjangkau area tersebut.

    “Jalan menuju titik penumpukan sampah sempit dan berada di sekitar lahan warga, sehingga armada pengangkut sampah dari Dinas Lingkungan Hidup KBB belum dapat menjangkau area secara optimal,” katanya.

    Ia menegaskan, pihaknya terus memberikan imbauan kepada warga agar tidak membuang sampah sembarangan, mengingat dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.

    “Sekarang fokusnya satu-satu dulu, selesaikan persoalan di Rancapanggung, nanti baru dilanjutkan ke yang lain,” pungkasnya. (kro)

  • Begini Cerita Urip Ripana Guru Bahasa Inggris di Kampung Gabusgirang Desa Karangtanjung Cililin KBB

    POJOKBANDUNG.COM, KAB. BANDUNG BARAT – Salah seorang guru SDN Giriasih di Kampung Gabusgirang, Desa Karangtanjung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat menceritakan perjuangannya mengajar di sekolah yang berada di kawasan terpencil.

    Dialah Urip Ripana seorang guru bahasa Inggris berusia 27 tahun, ia menceritakan awal mula memilih untuk mengajar di SDN Giriasih dan perjalanan menuju sekolah yang dialaminya setiap hari.

    Ia mengatakan, dirinya merupakan alumnus sekolah yang berjarak 2,6 kilometer dari jalan utama Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat tersebut. Kesehariannya menuju lokasi sekolah yang terjal dan rawan longsor ternyata kebiasaannya sejak dulu.

    “Sudah terbiasa dulu saya jalan kaki pulang pergi saat bersekolah maupun kuliah juga. Sesuatu yang sangat menghawatirkan di sini adalah saat curah hujan tinggi karena akses jalan sering tertutup oleh material longsor,” katanya saat ditemui belum lama ini.

    Ia menambahkan, saat musim penghujan tiba tidak jarang batu berukuran cukup besar jatuh dari atas bukit. Terlebih jalan berukuran lebar satu meter tersebut merupakan akses satu-satunya yang dilewati untuk menuju sekolah.

    “Yang paling sering ada baru berjatuhan menghalangi jalan dan hal itu harus kami hadapi ketika musim hujan datang,” katanya.

    Statusnya sebagai guru honorer saat ini masih dinikmatinya. Terlebih adanya Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 7 Tahun 2026 yang mengatur masa penugasan guru honorer dibatasi hingga 31 Desember 2026.

    “Menurut saya sangat menghawatirkan bagi guru honorer. Saya tahu pemerintah tidak akan mungkin membiarkan nasib kami (guru honorer),” katanya.

    Masih kata dia, terkait kebijakan pemerintah pusat tersebut memaksa dirinya untuk setiap hari mengupdate informasi terbaru. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui pasti alasan pemerintah membatasi masa tugas guru honorer hingga tahun 2026.

    “Itu bukan pemutusan tapi maksudnya agar kami diperpanjang dengan status yang baru bukan diberhentikan agar kami status jelas dan disejahterakan, mungkin seperti itu,” katanya.

    Ia menegaskan, pemerintah harus menyadari bahwa keberadaan tenaga guru honorer di Indonesia merupakan solusi di tengah keterbatasan guru yang ada di saat ini.

    “Hampir semua sekolah kekurangan guru kalau sekarang guru honorer dirumahkan bagaimana dengan nasib anak-anak (siswa),” tandasnya. (kro)

     

  • Ketua Komisi I DPR KBB, Sandi Supyandi Beberkan Pilkades Serentak Sebagai Momentum Menjaga Stabilitas Daerah

    Ketua Komisi I DPR KBB, Sandi Supyandi Beberkan Pilkades Serentak Sebagai Momentum Menjaga Stabilitas Daerah

    POJOKBANDUNG.COM, KAB. BANDUNG BARAT – Kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2027 Kabupaten Bandung Barat merupakan momentum menjaga stabilitas daerah, memperkuat demokrasi akar rumput, dan melahirkan pemimpin desa yang visioner.

    Hal tersebut diungkapkan Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung Barat, Sandi Supyandi ketika disinggung terkait Pilkades serentak 2027 mendatang pada Minggu (10/5/2026).

    Ia mengatakan, Komisi I DPRD Kabupaten Bandung Barat memandang Pilkades bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan desa. Namun banyak hal yang harus dicapai untuk kebaikan masyarakat Bandung Barat.

    “Kami mendorong pengawasan menyeluruh sejak tahap persiapan, regulasi, penganggaran, keamanan, hingga pasca pemilihan,” katanya.

    Ia menambahkan, pihaknya mendorong deteksi dini terhadap potensi konflik sosial, politik uang, maupun penyalahgunaan kewenangan agar Pilkades menjadi agenda demokrasi yang bermartabat dan berkualitas sesuai dengan potensi desanya.

    “Kami ingin Pilkades 2027 menjadi contoh demokrasi desa yang modern, damai, dan berintegritas. Karena itu, DPRD mendorong penyempurnaan regulasi agar tidak menimbulkan multitafsir di lapangan,” katanya.

    “Selain itu hal yang tidak kalah penting adalah memperkuat profesionalisme panitia, memastikan netralitas aparatur, serta meningkatkan partisipasi masyarakat secara sehat dan dewasa,” imbuhnya.

    Lebih jauh dari itu, Komisi I DPRD KBB mendorong penggunaan pola pengawasan berlapis dan terpadu dengan pendekatan persuasif agar Pilkades tidak menjadi ruang konflik, tetapi ruang adu gagasan dan program untuk kemajuan desa dan pemberdayaan masyarakat desa.

    “Target besarnya adalah menjadikan Kabupaten Bandung Barat sebagai daerah yang mampu menyelenggarakan Pilkades yang aman, tertib, demokratis, dan menjadi contoh nasional atau “etalase politik Indonesia” dalam praktik demokrasi desa yang sehat,” katanya.

    Ia menyebut, kontestasi Pilkades serentak ini harus melahirkan kepala desa yang memiliki legitimasi kuat, kapasitas kepemimpinan, integritas, serta keberpihakan kepada rakyat. Selain itu, Pilkades ini pun mampu meningkatkan kedewasaan politik masyarakat desa dan memperkuat persatuan warga setelah kontestasi selesai.

    “Harapan kami, Pilkades serentak 2027 menjadi momentum lahirnya pemimpin-pemimpin desa terbaik yang mampu membangun desa secara inovatif, transparan, dan berpihak kepada masyarakat. Sesuai dengan UU desa bahwa desa memiliki asas rekognisi dan asas subsidiaritas itu harus membumi,” katanya.

    Ia berharap seluruh elemen masyarakat menjaga kondusivitas, mengedepankan persaudaraan, dan tidak mudah terprovokasi oleh kepentingan sesaat. Demokrasi desa harus menjadi sarana memperkuat persatuan, bukan memecah belah masyarakat.

    “Jika Pilkades dapat berjalan aman, damai, dan bermartabat, maka Kabupaten Bandung Barat tidak hanya sukses secara teknis, tetapi juga berhasil menunjukkan kualitas demokrasi lokal yang matang dan berkelas di tingkat nasional,” katanya.

    Masih kata dia, Komisi I DPRD KBB berkomitmen memastikan anggaran Pilkades tersedia secara memadai, tepat sasaran, dan tidak mengganggu pelayanan publik lainnya.

    “Kami mendorong agar penganggaran Pilkades tidak hanya fokus pada pelaksanaan teknis, tetapi juga mencakup aspek keamanan, pengawasan, pendidikan politik masyarakat, peningkatan kapasitas panitia, hingga antisipasi potensi konflik sosial,” katanya.

    Ia menegaskan, anggaran Pilkades harus menjadi investasi demokrasi. Yang sudah diusulkan justru pihaknya mendorong ada tambahan angka untuk tujuan yang lebih baik dan melahirkan pemimpin yang progresif jangan sampai keterbatasan anggaran justru melahirkan kerawanan, konflik, atau menurunkan kualitas demokrasi desa.

    “Karna kami melihat Desa harus menjadi modal dan harapan kehidupan dan masa depan politik indonesia. Yang ingin diraih bukan hanya sukses administratif, tetapi sukses demokrasi dan sukses sosial. Melahirkan pemimpin desa yang memiliki sikap negarawan dgn berpegang teguh terhadap ideologi bangsa dan negara,” tandasnya. (kro)

     

  • Sat Res Narkoba Polres Cimahi Bekuk Pengedar Sabu dan Sinte di Lembang Bandung Barat

    Sat Res Narkoba Polres Cimahi Bekuk Pengedar Sabu dan Sinte di Lembang Bandung Barat

    POJOKBANDUNG.COM, KOTA CIMAHI – Sat Res Narkoba Polres Cimahi berhasil mengamankan seorang pria pengedar sabu di Desa Lembang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

    Dari tangan tersangka bernama Topan Oktavian (37) tersebut, pihak kepolisian berhasil mengamankan barang bukti berupa sabu seberat 81,61 gram dan sinte 23,06 gram.

    Kapolres Cimahi AKBP Niko N Adi Putra menjelaskan, saat diamankan tersangka menyimpan sabu tersebut di dalam penyimpanan beras.

    “Kami mengamankan tersangka Topan dengan BB sabu yang ditemukan tersimpan di dalam tempat penyimpanan beras,” katanya, Jumat (8/5/2026).

    Ia menambahkan, tersangka mendapatkan barang tersebut dari seseorang dengan cara dikirim terlebih dahulu dan dibayar belakangan.

    “Tersangka membeli sabu tersebut sebesar Rp70 juta untuk 100 gram. Kemudian oleh tersangka dibagi menjadi paketan kecil seberat 0,10 gram per paket ukuran S,” katanya.

    “Tersangka menjual sabu tersebut dengan harga Rp200 per paket, dari 100 gram sabu tersebut dapat dijadikan 1.000 paket ukuran S,” sambungnya.

    Lebih lanjut ia mengatakan, tersangka mengedarkan dengan cara sistim tempel dengan menggunakan media sosial melalui akun instagram. Tersangka mengedarkan narkotika jenis sabu sejak bulan Agustus 2025.

    “Tersangka mendapatkan keuntungan dari mengedarkan sabu tersebut sebesar Rp1.300.000 dari 1 gram atau Rp130.000.000 dari 100 gram,” tandasnya.

    Akibat perbuatanya, tersangka dijerat Pasal 114 UU RI No. 35 Th 2009 tentang Narkotika dan atau Pasal 610 ayat (1) huruf a UU RI No. 1 tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana Ayat (1) Penjara Minimal 5 Tahun Maksimal 20 Tahun dan atau Denda Minimal 1 miliar maks 10 miliar. (kro)

  • Tertimpa Longsor, Warga di Kampung Cibitung, Desa Ganjarsari, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat Terluka

    Tertimpa Longsor, Warga di Kampung Cibitung, Desa Ganjarsari, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat Terluka

    POJOKBANDUNG.COM, KAB. BANDUNG BARAT – Seorang warga di Kampung Cibitung, Desa Ganjarsari, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat mengalami luka usai tertimpa material longsor pada Selasa (5/4/2026).

    Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Umum Kecamatan Cikalongwetan, Pipin Irawan menjelaskan, peristiwa longsor tersebut dipicu lantaran hujan intensitas tinggi yang menyebabkan rumah korban roboh.

    “Longsor terjadi sekitar pukul 12.30 WIB akibat hujan deras yang menyebabkan tebing tanah di sekitar permukiman menjadi labil dan akhirnya runtuh menimpa rumah warga,” katanya, Rabu (6/5/2026).

    Ia menambahkan, seorang penghuni rumah mengalami luka akibat tertimpa material longsor berupa tanah dan puing rumah. Akibatnya, korban dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

    “Satu rumah warga tertimpa material tanah dan seorang penghuni sempat tertimbun. Korban yang tertimpa bernama Kurnia Atmaja, yang saat kejadian berada di dalam rumah,” katanya.

    Lebih lanjut ia mengatakan, melihat peristiwa tersebut warga setempat langsung berupaya mengevakuasi korban yang tertimbun material longsor.

    “Proses evakuasi berlangsung sekitar 20 menit dengan melibatkan masyarakat setempat. Korban sempat tertimbun, namun warga bergerak cepat melakukan evakuasi hingga akhirnya berhasil diselamatkan dalam kondisi hidup,” katanya.

    Ia menyebut, korban bersama keluarga saat ini mengungsi untuk sementara waktu ke rumah kerabat terdekat untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

    “Total terdapat satu kepala keluarga dengan empat jiwa yang terdampak akibat kejadian tersebut. Mereka terpaksa mengungsi sementara ke rumah kerabat terdekat,” katanya.

    “Saat ini, kebutuhan paling mendesak bagi korban meliputi terpal, logistik, serta bantuan sandang dan pangan untuk menunjang kehidupan sehari-hari selama masa pemulihan,” tandasnya. (kro)

  • Ratusan Korban Dugaan Penipuan Proyek Perumahan Emeralda Resort Datangi DPRD KBB

    Ratusan Korban Dugaan Penipuan Proyek Perumahan Emeralda Resort Datangi DPRD KBB

    POJOKBANDUNG.COM, KAB. BANDUNG BARAT – Ratusan korban dugaan penipuan proyek perumahan Emeralda Resort di Desa Jayamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mendatangi kantor DPRD KBB, Selasa (5/5/2026).

    Kehadiran korban perumahan yang tak kunjung dibangun tersebut untuk melakukan mediasi yang difasilitasi oleh DPRD KBB untuk bertemu pengembang yakni PT Yanpro Land.

    Untuk diketahui, hingga saat ini setidaknya tercatat sebanyak 106 korban yang mengalami kerugian finansial yang mencapai angka Rp68 miliar.

    Salah seorang korban, Riki mengatakan, ketidakhadiran Direktur PT Yanpro Land, Yana Priatna pada agenda mediasi ini bukti tidak adanya itikad baik dari pengembang.

    “Rencananya akan mediasi lagi. Tadi kuasa hukumnya janji akan datang Minggu depan, kita tunggu saja,” katanya, Selasa (5/5/2026).

    Ia menambahkan, sejak tahun 2022 dirinya telah menyetorkan uang Rp475 juta, namun hingga tahun 2026 bangunan rumah tak kunjung dibangun.

    “Saya bayar Rp 475 juta dari tahun 2022, dijanjikan tahun 2026 tapi gak ada kabar. Kami para konsumen pokoknya menuntut pengembalian uang 100 persen,” katanya.

    Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD KBB, Nur Djulaeha mengaku kecewa karena pengembang tak hadir dari upaya mediasi yang dilakukan oleh DPRD.

    “Kita sangat menyesalkan pengembang tak hadir saat diberi kesempatan, malah kirim perwakilan kuasa hukum yang gak tau persoalannya,” katanya.

    “Kami tegaskan di rapat bahwa sesuai hasil kesepakatan akan ada lagi mediasi lanjutan. Memang kami ini lebih ke mediasi dan fasilitasi,” imbuhnya.

    Ia menegaskan, indikasi pelanggaran dalam kasus ini cukup kuat, terutama melihat besarnya nilai kerugian dan minimnya progres pembangunan.

    “Nilai kerugian sangat besar, dan sebagian konsumen bahkan sudah melunasi. Tapi pembangunan tidak berjalan. Ini bukan sekadar keterlambatan biasa,” ujarnya.

    Sementara  itu, Kuasa hukum pengembang perumahan Emeralda Resort Padalarang, Robbi Prasetyo mengatakan pihaknya tengah menjajaki langkah-langkah koordinasi, termasuk dengan pihak legislatif.

    “Kita usahakan untuk menjajaki pembayaran dan mengoordinasikannya dengan Komisi III maupun Komisi IV,” katanya.

    Terkait tuntutan korban, pihaknya akan segera berkoordinasi lebih lanjut guna menentukan langkah hukum maupun solusi terbaik bagi para konsumen.

    “Karena ada hal baru, kami akan berkoordinasi dan sebagai kuasa hukum akan memberikan saran-saran serta solusi terkait pengembalian tersebut,” ucapnya.

    Ia menegaskan, ke depan fokus utama pembahasan tidak lagi pada aspek lain, melainkan pada skema pengembalian dana kepada konsumen.

    “Ke depannya fokus pembahasan bukan lagi hal lain, tetapi soal pengembalian. Iya, fokusnya ke pengembalian,” tegasnya. (kro)

  • Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail Ingatkan Seluruh ASN di Mal Pelayanan Publik Berikan Pelayanan Maksimal

    Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail Ingatkan Seluruh ASN di Mal Pelayanan Publik Berikan Pelayanan Maksimal

    POJOKBANDUNG.COM, KAB. BANDUNG BARAT – Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail menegaskan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di Mal Pelayanan Publik (MPP) untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

    Hal tersebut diungkapkan Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail usai menggelar apel internal di Mal Pelayanan Publik (MPP) di lingkungan perkantoran Pemkab Bandung Barat, Selasa (5/5/2026).

    Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail mengatakan, selama ini tidak sedikit masyarakat yang mengeluhkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Bandung Barat yang dinilai belum sesuai harapan masyarakat.

    “Permasalahan pelayanan di MPP tidak semata terkait praktik percaloan, tetapi juga menyangkut sikap, responsivitas, dan integritas petugas dalam melayani masyarakat,” katanya, Selasa (5/5/2026).

    Masih kata dia,  setiap petugas pelayanan harus hadir dengan sikap ramah, profesional, dan penuh tanggung jawab.

    “ASN yang tidak siap menjalankan tugas pelayanan dengan baik dipersilakan untuk melapor kepada pimpinan agar dapat digantikan. Pelayanan publik harus berorientasi pada kenyamanan dan kepuasan masyarakat,” katanya.

    Masih kata Jeje, pihaknya memberikan batas waktu 30 hari untuk melakukan pembenahan menyeluruh di lingkungan MPP. Dalam periode tersebut, seluruh jajaran diminta melakukan evaluasi dan perbaikan nyata.

    “Apabila masih ditemukan permasalahan yang sama setelah batas waktu tersebut. Saya akan mengambil langkah tegas,” katanya.

    Ia menegaskan tidak ada toleransi terhadap pelanggaran, khususnya keterlibatan ASN dengan calo. Setiap pelanggaran akan ditindak tegas hingga sanksi pemberhentian tidak hormat.

    “Proses investigasi yang sedang berjalan dipercepat, termasuk melalui pemeriksaan rekaman CCTV dan penelusuran data terkait,” katanya.

    Ia memastikan, bahwa seluruh keluhan masyarakat merupakan tanggung jawab pemerintah daerah, sehingga pembenahan pelayanan menjadi prioritas utama.

    “ASN harus hadir sebagai solusi, bukan menjadi bagian dari masalah. Pelayanan publik harus bersih, transparan, dan berintegritas,” tegasnya. (kro

  • Pemkab Bandung Barat Antisipasi Dampak Kekeringan  Akibat El Nino 2026

    Pemkab Bandung Barat Antisipasi Dampak Kekeringan Akibat El Nino 2026

    POJOKBANDUNG.COM, KAB. BANDUNG BARAT – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menyiapkan langkah antisipasi dampak dari kekeringan yang disebabkan oleh fenomena El Nino 2026.

    Pemkab Bandung Barat Antisipasi Dampak Kekeringan  Akibat El Nino 2026
    Ilustrasi kekeringan. Kondisi Sungai Citarum yang mengering di Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (22/10).Foto-foto : TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/POJOK BANDUNG

    Pasalnya, sebanyak 14.475 hektare lahan baku sawah berpotensi terdampak kekeringan saat El Nino dari total lahan 18.093 hektare di Bandung Barat atau 3.618 hektare yang dalam kondisi aman.

    Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Bandung Barat, Lukmanul Hakim menjelaskan, dampak El Nino menjadi ancaman terbesar bagi petani lantaran sawah yang ada didominasi lahan tadah hujan.

    “Dari total lahan baku sawah seluas 18.093 hektare, hanya sekitar 20 persen yang memiliki sistem irigasi, sementara sisanya sangat bergantung pada curah hujan,” katanya, Minggu (3/5/2026).

    Ia menambahkan, menyikapi kondisi tersebut pihaknya bakal melakukan penyesuaian teknis budidaya sebagai langkah cepat dan adaptif di tingkat petani.

    “Upaya yang kami lakukan adalah dengan penggunaan varietas tahan kering seperti padi Inpago 8, jagung Bisi 18, dan cabai Dewata 43,” tambahnya.

    Lebih lanjut ia mengatakan, petani juga diarahkan menerapkan teknik hemat air seperti penggunaan mulsa untuk menjaga kelembaban tanah, serta mengatur ulang jadwal tanam agar fase kritis tanaman tidak terjadi saat puncak kemarau.

    “Pola tanam juga kami sesuaikan. Di wilayah rawan, petani dianjurkan mengganti padi dengan palawija yang lebih hemat air,” katanya.

    Masih kata Lukman, upaya pendampingan intensif oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT), termasuk pemetaan wilayah rawan kekeringan dan sosialisasi prediksi cuaca dari BMKG menjadi salah satu upaya mitigasi yang dilakukan.

    “Pemerintah juga mendorong petani mengikuti program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) guna melindungi dari risiko gagal panen, serta memastikan kesiapan sarana seperti pompa air dan pengelolaan irigasi yang efisien,” katanya.

    “Sinergi antara petani, penyuluh, dan pemerintah menjadi kunci. Dengan penyesuaian budidaya dan mitigasi yang tepat, kami optimistis produksi pangan tetap terjaga meski dihadapkan pada ancaman El Nino,” sambungnya.

    Ia menyebut, sebagai upaya nyata kehadiran pemerintah pihaknya bakal mengoptimalkan program pompanisasi atau brigade pompa. Sepanjang 2024 hingga 2025, sebanyak 393 unit pompa telah disebar, dan pada 2026 ditargetkan bertambah 125 unit dari APBD dan APBN.

    “Pembangunan irigasi perpompaan dan jaringan irigasi air tanah juga terus dilakukan. Hingga 2025, tercatat 65 unit irigasi perpompaan dan 2 unit jaringan air tanah telah dibangun, dengan tambahan 19 unit direncanakan pada 2026,” katanya.

    Ia menegaskan, kondisi adanya ancaman El Nino ini menjadi tantangan serius bagi daerah yang sejak 2014 telah mencapai swasembada pangan dan terus menyumbang produksi beras nasional.

    “Pada 2025, produksi padi Bandung Barat tercatat mencapai 274.221 ton atau setara 147.424 ton beras. Oleh karena itu, kami akan melakukan upaya maksimal untuk memberikan yang terbaik bagi petani di Bandung Barat,” tandasnya. (kro)

  • Usai Viral Konsumsi Rumput, Rizki Akhirnya Akan Dapat Bantuan Sosial

    Usai Viral Konsumsi Rumput, Rizki Akhirnya Akan Dapat Bantuan Sosial

    POJOKBANDUNG.COM, KAB. BANDUNG BARAT – Dinas Sosial (Dinsos) KBB akan memfasilitasi bantuan sosial bagi seorang anak penyandang disabilitas asal Desa Gadobangkong, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat.

    Seperti diketahui, seorang anak penyandang disabilitas bernama Muhammad Rizki berusia 11 tahun viral di media sosial lantaran kebiasaannya mengonsumsi rumput.

    Kepala Dinsos KBB, Idad Saadudin mengatakan, pihaknya saat ini akan segera mengurusi kelengkapan administrasi kependudukan (Adminduk) untuk proses pemberian bantuan.

    “Untuk bansos yang pertama NIK kita rubah sesuai DESIL-nya. Kemarin KK ikut dengan ibunya sekarang sudah dipisah dengan ayahnya,” katanya, Kamis (30/1/2026).

    Ia menambahkan, pembaharuan data tersebut dilakukan guna memenuhi kebutuhan Rizki dari sisi bantuan sosial (Bansos). Termasuk penanganan lanjutan yang akan dilakukan.

    “Tentu saja ini disesuaikan dengan kondisi DESIL yang ada, mudah-mudahan bisa disesuaikan jadi DESIL satu sampai lima,” katanya.

    Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya pun melakukan pembaharuan data tersebut agar yang bersangkutan dapat diberikan penanganan lanjutan.

    “Untuk memfasilitasi pembinaan mudah-mudahan kita rekomendasikan ke Wyataguna dalam rangka rehabilitasi tunawicara dan intelektual yang lemah,” katanya.

    Sebelumnya, Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail memastikan penanganan Muhammad Rizki oleh Pemkab Bandung Barat akan dilakukan secara komprehensif.

    “Jadi doanya dari semuanya, Rizki selalu diberikan kesehatan. Nanti juga akan disekolahkan juga serta dilakukan rehabilitasi terkait gangguan mental dan juga tunawicaranya,” katanya. (kro)

  • Hingga Kamis, Akses Kawasan Wisata Curug Malela di Rongga KBB Tertutup Longsor

    Hingga Kamis, Akses Kawasan Wisata Curug Malela di Rongga KBB Tertutup Longsor

    POJOKBANDUNG.COM, KAB. BANDUNG BARAT – Akses kawasan wisata Curug Malela di Desa Cicadas, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB), masih tertutup material longsor pada Kamis (30/4/2026).

    Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Asep Dendih mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan Curug Malela yang terdampak bencana longsor.

    “Kita terus berkoordinasi untuk pembersihan material longsor yang menutup akses masuk kawasan wisata,” katanya saat dihubungi, Kamis (30/4/2026).

    Ia menambahkan, hingga saat ini aktivitas wisata di Curug Malela masih ditutup. Selain akses yang masih tertutup, kebijakan itu juga dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

    “Pembersihan material longsor pun dilakukan secara hati-hati karena khawatir ada longsor susulan. Untuk wisata Curug Malela ditutup sampai waktu yang tidak ditentukan,” katanya.

    Sementara itu, petugas lapangan BPBD KBB, Suheri mengatakan, hingga saat ini memang akses masuk Curug Malela belum bisa dilewati karena tertutup material longsor.

    “Sudah tiga hari akses Curug Malela masih tertutup material longsor. Ada sekitar enam titik longsor di lokasi,” katanya.

    Ia menambahkan, peristiwa longsor tersebut tidak hanya menutup akses masuk tetapi juga berdampak terhadap sejumlah bangunan yang ada di area Curug Malela.

    “Ada sekitar 4 warung masyarakat yang terbawa longsor pada saat kejadian terjadi. Tapi Alhamdulillah tidak ada korban,” katanya.

    Ia menegaskan, hingga saat ini petugas belum melakukan pembersihan material longsor lantaran terkendala lokasi yang terjal dan cuaca yang masih turun hujan intensitas tinggi.

    “Di wilayah selatan ini memang masih terjadi hujan intensitas tinggi. Jadi masih berpotensi terjadi longsor susulan,” katanya. (kro)

  • Badut Cimahi Hibur Anak Korban Bencana Longsor di Desa Pasirlangu Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat

    Badut Cimahi Hibur Anak Korban Bencana Longsor di Desa Pasirlangu Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat

    POJOKBANDUNG.COM, KABUPATEN BANDUNG BARAT – Anggota Badut Nyentrik Cimahi Bandung Sauyunan (Necis) menghibur anak-anak korban bencana tanah longsor di posko pengungsian Kampung Sukaraja, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (27/1/2026).

    Badut Necis Hibur Anak Korban Bencana Longsor di Desa Pasirlangu Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat
    Anggota Badut Nyentrik Cimahi Bandung Sauyunan (Necis) menghibur anak-anak korban bencana tanah longsor di posko pengungsian Kampung Sukaraja, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (27/1/2026).
    Foto-foto:Taofik Achmad Hidayat/Pojok Bandung.

    Kegiatan trauma healing tersebut bertujuan untuk memotivasi anak juga memulihkan kondisi psikologis sekaligus menghibur anak-anak dari trauma bencana alam longsor di lingkungan tempat tinggal mereka. (opk)

  • Wagub Bawa Beckham Temui Dua Anak Disabilitas ke Cikalong Wetan

    Wagub Bawa Beckham Temui Dua Anak Disabilitas ke Cikalong Wetan

    POJOKBANDUNG.COM, KABUPATEN BANDUNG BARAT — Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengunjungi dua anak disabilitas di Kampung Cijamur, Desa Puteran, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, Senin (28/7/2025).

    Adalah Rais Fauzi (9) dan Zalpi Alwiqadapi (6) anak yang beruntung itu. Bukan saja bisa bertemu Wakil Gubernur, tapi juga mereka bisa mengobrol dengan Backham Putra Nugraha, pemain Persib dan andalan timnas Indonesia.

    Di tengah keterbatasannya, Rais dan Zalpi tidak pernah menguburkan impiannya menjadi seorang pesepakbola seperti idolanya, Beckham.

    Kepada Rais dan Zalpi, Erwan maupun Beckham memberikan kenang – kenangan berupa bola sepak, sepatu bola, jersey Persib, serta paket sembako.

    Secara khusus Beckham memberikan semangat kepada Rais. “Rais, udah gede mau jadi apa?” tanya Beckham. Dengan penuh semangat Rais menjawab, “Pemain bola.”

    “Jadi kebanggaan keluarga ya, Rais. Semoga jadi anak saleh,” ungkap Beckham lagi.

    Erwan Setiawan mengapresiasi semangat anak-anak di daerah tersebut yang antusias terhadap olahraga sepak bola.

    “Saya lihat juga di sini banyak anak-anak yang sangat antusias terhadap sepak bola. Calon bibit pemain nasional dan Persib ada di sini,” katanya.

    Kunjungan Wagub bersama Beckham merupakan tindak lanjut dari janji yang pernah diucapkan Erwan kepada Rais, usai Persib juara liga secara back to back.

    “Seusai janji saya, tadi Beckham ke kantor saya, kemudian kami langsung ke sini,” ujar Erwan Setiawan.

  • Jangan Pakai Calo, Klaim JHT Gratis Tanpa Biaya

    Jangan Pakai Calo, Klaim JHT Gratis Tanpa Biaya

    POJOKBANDUNG.COM, CIMAHI – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK mengingatkan kepada peserta agar mewaspadai calo atau jasa pencairan terutama dalam pengajuan klaim Jaminan Hari Tua (JHT) khususnya di wilayah Kota Cimahi dan Bandung Barat.

    Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cimahi, Boby Foriawan menghimbau kepada seluruh peserta agar dalam pengajuan klaim dilakukan melalui kanal resmi BPJS Ketenagakerjaan, tidak melalui calo.

    BPJS Ketenagakerjaan tidak pernah melakukan kunjungan door to door kepada peserta terkait pengajuan klaim apapun, Kamis (22/5/2025)

    “Kami menghimbau kepada para peserta agar dalam pengajuan klaim khususnya JHT tidak menggunakan calo.  Gunakan kanal resmi BPJS Ketenagakerjaan.  Pengajuan klaim bisa dilakukan melalui aplikasi JMO, website lapakasik atau datang langsung ke kantor cabang terdekat. Pengajuan klaim di BPJS Ketenagakerjaan gratis tidak dipungut biaya apapun.” kata Boby.

    Boby menjelaskan, BPJS Ketenagakerjaan telah memfasilitasi peserta dalam melakukan pengajuan klaim melalui aplikasi JMO, atau dengan LAPAK ASIK (Layanan Tanpa Kontak Fisik) yang dapat diakses melalui lapakasik.bpjsketenagakerjaan.go.id.  Selain itu, pengajuan klaim juga bisa dengan datang langsung ke kantor cabang terdekat.

    “Dengan adanya inovasi layanan dari BPJS Ketenagakerjaan, semuanya bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi peserta, sehingga  mencegah peserta menggunakan jasa calo dalam pengajuan klaimnya. Untuk mendapatkan informasi resmi, dapat menghubungi call center 175 atau datang ke Kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat.” tutup Boby. (sol)