Tag: tni au

  • Bandara Husein Sastranegara Tetap Siap Siaga Operasional, Ini Kata Komandan Lanud Husein Sastranegara Marsma TNI M D Irman Fathurrahman

    Bandara Husein Sastranegara Tetap Siap Siaga Operasional, Ini Kata Komandan Lanud Husein Sastranegara Marsma TNI M D Irman Fathurrahman

    POJOKBANDUNG.COM, KOTA BANDUNG – Wacana kembali dibukanya Bandara Husein Sastranegara untuk penerbangan komersial mendapat respons positif dari jajaran TNI AU.

    Komandan Lanud Husein Sastranegara Marsma TNI M D Irman Fathurrahman menegaskan pihaknya siap menjalankan operasional bandara kapan pun keputusan resmi pemerintah pusat diterbitkan.

    Komandan Lanud Husein Sastranegara Marsma TNI M D Irman Fathurrahman menjelaskan kesiapan Bandara Husein tidak hanya dari sisi personel, tetapi juga sarana dan prasarana penerbangan yang hingga kini masih aktif digunakan.

    “Kapan pun dibuka kami siap melaksanakan. Tinggal menunggu perintah pimpinan dan surat resmi dari Kementerian Perhubungan melalui Angkatan Udara,” Irman usai menghadiri kegiatan di Balai Kota Bandung, Senin (1/6/2026).

    Irman menyebutkan fasilitas utama bandara masih dalam kondisi layak untuk mendukung operasional pesawat berbadan besar, Airbus maupun Boeing. Aktivitas penerbangan militer dan VVIP pun hingga saat ini masih rutin dilakukan di kawasan Lanud Husein Sastranegara.

    Menurut Irman, kondisi landasan dan fasilitas penerbangan tidak menjadi kendala utama apabila pemerintah memutuskan membuka kembali penerbangan sipil dari Bandung. Persoalan yang dinilai perlu segera dibenahi justru berada di luar area bandara, terutama akses jalan menuju lokasi.

    Irman menyoroti kondisi jalur dari Gerbang Tol Pasteur menuju kawasan bandara yang dinilai masih membutuhkan perhatian serius. Saat hujan deras turun, kawasan kerap dilanda genangan hingga banjir yang menghambat mobilitas kendaraan.

    “Mudah-mudahan jalan menuju pangkalan maupun bandara bisa segera diperbaiki. Termasuk akses keluar masuk tol dari Pasteur sampai ke bandara,” katanya.

    Kondisi infrastruktur penunjang itu dinilai menjadi salah satu faktor penting apabila Bandara Husein kembali melayani penerbangan komersial dalam jumlah besar. Sebab, kelancaran akses penumpang menjadi bagian penting dalam mendukung operasional bandara.

    Irman pun mengungkapkan komunikasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) terus dilakukan terkait berbagai kebutuhan penataan kawasan sekitar bandara. Koordinasi itu mencakup pembenahan drainase hingga akses transportasi.

    Irman memastikan hubungan antara Lanud Husein dengan pemerintah daerah berjalan baik dan intensif. Berbagai persoalan yang berkaitan dengan operasional bandara dibahas secara berkala agar kesiapan tetap terjaga.

    “Komunikasi dengan pemerintah kota maupun pemerintah provinsi selalu kami lakukan,” ujarnya.

    Pernyataan kesiapan muncul di tengah kembali menguatnya pembahasan soal pengoperasian Bandara Husein Sastranegara setelah sebelumnya sebagian besar penerbangan dialihkan ke Bandara Kertajati di Majalengka.

    Sejumlah kalangan menilai keberadaan Bandara Husein masih memiliki peran strategis karena lokasinya berada dekat pusat Kota Bandung dan menjadi pilihan praktis bagi masyarakat maupun pelaku bisnis.

    Selain faktor kedekatan lokasi, aksesibilitas dan efisiensi waktu perjalanan juga menjadi alasan Bandara Husein masih diminati banyak penumpang dari Bandung Raya dan wilayah sekitarnya.

    Meski demikian, keputusan pembukaan kembali penerbangan komersial tetap berada di tangan pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan bersama otoritas terkait lainnya.

    Lanud Husein Sastranegara pun kini menunggu keputusan resmi sambil memastikan seluruh fasilitas, personel, dan dukungan operasional tetap dalam kondisi siap digunakan sewaktu-waktu.(dsn)

  • Terbang Pertama Siswa Sekbang A97

    Terbang Pertama Siswa Sekbang A97

    SUBANG – Komandan Wing 8 Lanud Suryadarma, Kolonel Pnb M. Taufiq Arasj mewakili Komandan Lanud Suryadarma Marsekal Pertama TNI I Wayan Sulaba, memimpin doa bersama dalam acara selamatan bina terbang Siswa Sekbang terpadu Angkatan 97 jurusan Helikopter TA 2019 di Hanggar Colibri di Skadron Udara 7, Lanud Suryadarma Kalijati Subang, Senin (4/11/2019).

    Dalam sambutannya Komandan Wing 8 mengatakan dengan dilaksanakannya terbang perdana para siswa sekbang terpadu A-97 ini harapannya agar para siswa dapat melaksanakan kegiatan terbang ini dengan sungguh sungguh.

    Selain itu, melakukan pengecekan fisik pesawat sebelum terbang dan menyerap seluruh ilmu sebagai bekal awal dalam belajar terbang.

    “Kalau kalian tidak paham dan belum mengetahui, tanyakan kepada instruktur. Jangan jaga jarak dengan instruktur, teknisi maupun dengan mekanik. Kalian harus jadi penerbang yang handal dan kebanggaan TNI,” kata Taufiq.

    Ditambahkan, Kadispers Lanud Suryadarma Kolonel Pnb Tarmuji Hadi Susanto selaku instruktur Sekbang Angkatan 97 meninta para siswa Sekbang agar tetap utamakan safety dan belajar yang tekun.

    “Laksanakan perintah dan arahan dari para instruktur sehingga pelaksanaan terbang perdana para siswa Sekbang berjalan dengan lancar, selamat dan sesuai dengan kurikulum yang direncanakan,” ujar Tarmuji.

    Hadir pada acara tersebut Kadisops Lanud Suryadarma, Komandan Skadron Udara 7 Lanud Suryadarma, para pejabat Lanud Suryadarma dan seluruh anggota Skadron Udara 7.

    (anr)

  • Koopsau Torehkan Tinta Emas

    Koopsau Torehkan Tinta Emas

    POJOKBANDUNG.com, SUBANG- Sejak dibentuk pada tanggal 15 juni 1951, Komando Operasi TNI Angkatan Udara telah menorehkan banyak tinta emas dalam setiap lembaran sejarah pengabdiannya.

    Dedikasi dan integritas dalam pengabdian tersebut hendaknya menjadi sumber inspirasi untuk semakin memantapkan peran dan tugas Koopsau selaku Komando utama pembinaan dan Komando utama operasi TNI Angkatan Udara.

    Demikian Sambutan Kasau yang dibacakan Kadisops Lanud Suryadarma Kolonel Pnb Antonius Adi Nur Wahyono selaku Irup Upacara Peringatan ke-68 HUT Koopsau, dilapangan Dirgantara, Lanud Suryadarma, Senin kemarin.

    Dalam amanatnya Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna, menjelaskan bahwa dimensi ancaman yang kita hadapi saat ini menjadi semakin kompleks. Konsep perang konvensional yang mengerahkan kekuatan militer secara terbuka bergeser menjadi peperangan asimetris, termasuk di antaranya perang proxy yang menggunakan pihak ketiga.

    Sementara itu, dimensi ancaman nirmiliter seperti bencana alam, membutuhkan dukungan dalam pendistribusian bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana secara cepat kondisi tersebut, menuntut kesiapsiagaan Koopsau sebagai salah satu inti dari kekuatan udara.

    “Untuk itu, Koopsau harus mampu menyiapkan kemampuan personel dan alutsista sehingga dapat dioperasikan setiap saat, sesuai dengan eskalasi ancaman yang terjadi,” pesannya.

    Lebih lanjut Kasau menjelaskan dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan tersebut, pimpinan TNI dan TNI Angkatan Udara mengambil langkah-langkah kebijakan strategis. Salah satu langkah tersebut adalah dengan mengembangkan organisasi diwilayah timur Indonesia, seperti pembentukan Koopsau III yang bermarkas di Biak, Papua.

    Selain itu, TNI Angkatan Udara juga membentuk Skadron-Skadron Udara baru, antara lain Skadron Udara 27 di Lanud Manuhua, Biak dan Skadron Udara 33 di Lanud Sultan Hasanuddin Makassar.

    Dibagian lain, Kasau juga memberikan penekanan kepada suatu misi yang sedang dijalankan, bahwa tidak ada alasan untuk memaksakan misi yang berpotensi mengakibatkan kerugian personel dan alutsista, khususnya pada masa damai.

    “Dengan melaksanakan risk assessment, bukan berarti kita takut untuk melaksanakan tugas, tetapi hal tersebut merupakan wujud profesionalisme dalam melaksanakan tugas,”ujarnya

    Lebih baik mundur satu langkah ke belakang, untuk melompat jauh kedepan.Lebih baik kita menyiapkan segala sesuatunya dengan baik.

    “Saya menekankan kepada seluruh Panglima dan Komandan Satuan untuk melaksanakan supervisi secara ketat dalam setiap misi dan kegiatan, sehingga kita dapat senantiasa mempertahankan kondisi zero accident yang menjadi program prioritas TNI Angkatan Udara,” pungkasnya.

    Turut hadir dalam upacara tersebut Danwing 8 Lanud Suryadarma Kolonel Pnb Taufik Arasj, Para Kepala Dinas dijajaran Lanud Suryadarma, Para Komandan satuan, Para Perwira, Bintara, Tamtama dan Pegawai Negeri Sipil.

    (anr)

  • Jelang Pemilihan Umum, Kasau  Ingatkan Netralitas

    Jelang Pemilihan Umum, Kasau Ingatkan Netralitas

    POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Seluruh anggota Lanud Suryadarma, Wingdiktek, Wingdikkal dan Kipan C Yonko 461 Paskhas serta para pelajar SMK Angkasa Lanud Suryadarma mengikuti upacara Peringatan ke-73 Hari Ulang Tahun TNI Angkatan Udara, di lapangan Dirgantara Lanud Suryadarma Kalijati Subang, Selasa (9/4/2019).

    Upacara inipun dipimpin oleh Komandan Wingdikkal Kolonel Kal Ahmad Januardi sebagai inspektur upacara.

    Dalam amanatnya Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Yuyu Sutisna yang disampaikan melalui Danwingdikkal mengatakan peringatan ke-73 hari TNI Angkatan Udara ini merupakan momentum yang sangat tepat untuk melestarikan nilai-nilai historis perjuangan TNI Angkatan Udara sejak awal berdiri, serta sebagai evaluasi atas pencapaian yang telah diraih TNI Angkatan Udara sampai dengan hari ini.

    “Bagi para prajurit TNI AU, momen ini adalah saat yang tepat untuk menggali keteladanan pengabdian, semangat pantang menyerah, dan dedikasi para pelopor dan senior yang telah meletakkan fondasi perjuangan TNI AU dalam membela negara kesatuan republik Indonesia,”ujarnya.

    Menurut Kasau, bahwa kita sama-sama mengetahui bahwa pemilihan umum akan dilaksanakan pada tanggal 17 April mendatang.

    “Selama pesta demokrasi, saya mengharapkan seluruh personel dapat menjaga soliditas dan sinergitas, baik di internal TNI AU, antar angkatan, serta antar Lembaga pemerintahan, termasuk dengan Polri. Seluruh personel TNI AU harus memegang teguh komitmen netralitas dalam pemilu tahun 2019,” tegasnya.

    Ia juga meminta, tingkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian dalam berperilaku di lingkungan masyarakat, jangan mudah terprovokasi dan jangan melakukan tindakan yang dapat mencoreng nama baik TNI Angkatan Udara .

    “Para prajurit dan penerus, banyak dan kalian punya mimpi-mimpi hebat di malam hari, namun hanya sedikit saja yang mau bangun lebih awal untuk mewujudkannya di pagi hari. Padahal kalian tidak harus menunggu menjadi sosok yang hebat, atau menduduki jabatan yang tinggi, untuk méwujudkan mimpi-mimpi itu. Mulailah dari sekarang, dan itu harus dari dirimu sendiri, dimana pun kalian berada, apa pun pangkat dan jabatanmu,” terangnya

    “Mimpi akan masa depan yang hebat itu akan terwujud jika kalian mau memulainya dan sekarang, dengan karakter hebat yang kalian miliki. Masa depanmu, masa depan angkatan udara, adalah apa yang kalian impikan dan kalian bangun sejak awal bersumpah menjadi prajurit udara,” pungkasnya.

    Usai upacara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan hadiah kejuaraan olahraga antar satuan TNI AU yang berada di Kalijati Subang diantaranya kejuaraan tenis lapangan yang di menangkan oleh satker Staf khusus Komandan Lanud Suryadarma, bola voly dimenangkan oleh Wingdikkal dan cross countri dimenangkan oleh Kipan C yonko 461 Paskhas.

    Hadir dalam upacara peringatan ke-73 Hari jadi TNI AU para Komandan Wingdikkal, komandan Wingdiktek, Komandan Wing 8,para Kepala Dinas Lanud Suryadarma dan Wingdiktekkal, Para pejabat Lanud dan Wingdiktekkal, ibu-ibu PIA AG Bakorcab Kalijati, dan Persatuan Purnawirawan Angkatan Udara. (PPAU).

    (anr)

  • Tak Hanya Ketangkasan, Ketaqwaan Juga jadi Modal Bekerja Prajurit TNI AU

    Tak Hanya Ketangkasan, Ketaqwaan Juga jadi Modal Bekerja Prajurit TNI AU

    POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Prajurit Angkatan Udara (AU) tidak hanya dilatih ketangkasan menerbangkan ‘burung besi’ (pesawat terbang). Tetapi prajurit AU diharuskan memegang teguh ketaqwaan dalam menjalankan tugasnya sebagai penjaga kedaulatan bangsa di udara.

    “Ketaqwaan ini sebagai modal prajurit dalam bekerja dan penyemangat,” tandas Komandan Depohar 10, Kol. Tek Iskak Sugandi, usai mengikuti peringatan 1 Muharram 1440 H di Masjid At Taqwa, Lanud Husein Sastranegara, Bandung, Kamis (13/9/2018).

    Dalam acara yang diikuti prajurit dan istri Satuan Pemeliharaan (Sathar) Depohar 10 Lanud Husein Sastranegara ini, Iskak mengatakan, acara tersebut merupakan program rutin yang biasa dilaksanakan setiap tahun. Bahkan sudah diagendakan dari pusat.

    “Kami juga mempunyai forum pengajian yang dilakukan setiap minggu. Selain itu juga ada perlombaan keagamaan,” tambah Iskak didampingi Dan Sathar 13 Letkol Tek Wawan Dharmawan.

    Iskak berharap, rutinnya program keagamaan ini bisa melahirkan hal-hal positif bagi para prajurit AU.

    (mun)

  • Antisipasi Penyerobotan Lahan, TNI AU dan BPN Jabar Ukur Tanah

    Antisipasi Penyerobotan Lahan, TNI AU dan BPN Jabar Ukur Tanah

    POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – TNI Angkatan Udara (AU) berkerja sama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Propinsi Jawa Barat (Jabar) melakukan kegiatan pengukuran tanah seluas 166.810 meter persegi.

    Pengukuran tersebut bertujuan mengamankan aset tanah milik TNI AU yang ada di Jabar. Sehingga, legalitas seluruh aset tanah menjadi jelas, serta terhindar dari penyerobotan lahan oleh oknum maupun pihak tertentu yang tidak bertanggung jawab.

    Kegiatan tersebut dihadiri Kasubdis Bin BTB Disfaskonau, Kasubdis Bankum Diskumau, Kakum Koopsau I, Kasubdis Pamsut Dispamsanau, Paban V Slogau, Aslog Kaskoopsau I, Pabandya Faskon Slog Kaskoopsau I.

    Hadir pula Kadislog Lanud Husein Sastranegara Mayor Kal Bagus Setiawan, Kakum Lanud Husein Sastranegara Mayor Sus Nurdin Damay, Kasifasint Lanud Husein Sastranegara Mayor Sus T. Endo, Perwakilan PT Dirgantara Indonesia (DI) serta petugas dari BPN Jabar.

    Kadislog Lanud Husein Sastranegara Mayor Kal Bagus Setiawan mengatakan, tanah memiliki arti penting bagi TNI.

    “Tanah adalah alat pertahanan NKRI dalam bertugas melaksanakan kebijakan pertahanan negara,mempertahankan keutuhan wilayah dan melindungi keselamatan bangsa, serta pembangunan kekuatan pertahanan yang meliputi pangkalan, tempat latihan, perumahan prajurit dan kegiatan operasional, serta fasilitas militer lainnya,” papar Bagus.

    Sementara Kakum Lanud Husein Sastranegara Mayor Sus Nurdin Damay menambahkan, banyak aset bermasalah yang kini sedang dalam tahap penyelesaian.

    “Jika permasalahan aset ini berbenturan dengan kegiatan masyarakat, kita melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat agar tidak terjadi konflik,” jelasnya.

    RAPAT

    Untuk diketahui, pengukuran tersebut tindak lanjut dari apat klarifikasi rancangan peraturan pemerintah (RPP) tentang penambahan penyertaan modal negara Republik Indonesia ke dalam modal saham PT DI di Kementrian Sekretariat Negara 9 Februari 2017 lalu. (mun)

  • TNI AU Buka Pendaftaran Calon Taruna-Taruni, Gratis

    TNI AU Buka Pendaftaran Calon Taruna-Taruni, Gratis

    POJOKBANDUNG.com- Dalam rangka memenuhi kebutuhan prajurit TNI Angkatan Udara, Markas Besar TNI Angkatan Udara membuka kesempatan kepada masyarakat untuk menjadi Taruna/Taruni Akademi Angkatan Udara (AAU).

    Untuk wilayah Bandung, Cimahi, Sumedang, Garut, Purwakarta, Subang, Cirebon dan sekitarnya, Lanud Husein Sastranegara diberikan kewenangan untuk menerima pendaftaran dan melaksanakan proses seleksi, dimana Komandan Lanud Husein Sastranegara ditunjuk selaku Ketua Panitia Daerah.

    Dalam rilis yang diterima pojokbandung.com, bagi masyarakat yang berminat mengikuti kegiatan seleksi menjadi Taruna/Taruni AAU harus memenuhi persyaratannya, antara lain: Warga Negara Indonesia, berbadan sehat, beragama, tidak berkacamata, tinggi badan bagi wanita minimal 157 cm dan bagi pria minimal 163 cm serta berijazah minimal  SMA/MA jurusan IPA.

    Selain itu, para calon juga harus memenuhi syarat aspek administrasi, pemeriksaan kesehatan, kesempatan jasmani (samapta A dan B, renang serta postur), psikologi, penelitian personel/mental ideologi (MI), screening pomau, akademis dan tes potensi akademik (TPA).

    Para calon berusia minimal 17 tahun 9 bulan dan maksimal 22 tahun saat pembukaan pendidikan (tanggal 1 Agustus 2017), dan bagi siswa/i SMA/MA yang masih kelas XII melampirkan surat keterangan dari kepala sekolah.

    Untuk mendaftarkan diri, para calon diwajibkan untuk mendaftar secara online dahulu di website http://au.rekrutmentni.net, kemudian datang ke Dinas Personel (Dispers) Lanud Husein Sastranegara Bandung setiap hari kerja sebelum tanggal 30 April 2017.

    Dengan membawa persyaratan sebagai berikut : Print Out pendaftaran Online, foto Copy dan asli  dari Ijazah/SKHUN SD, SMP, SMA/MA yang telah dilegalisir Kakandep Depdiknas setempat bagi sekolah swasta untuk sekolah negeri cukup dilegalisir oleh Kepala Sekolah, Akte Kelahiran dan Kartu Keluarga serta KTP (Ortu dan Calon) yang telah dilegalisir oleh pejabat yang berwenang, masing-masing 2 lembar serta pas photo terbaru ukuran 4 x 6 (berwarna biru) sebanyak 2 lembar serta soft copy/cd pas photo.

  • Korpaskhas Miliki Instalasi Vertical Wind Tunnel untuk Melatih Pasukan Penerjun

    Korpaskhas Miliki Instalasi Vertical Wind Tunnel untuk Melatih Pasukan Penerjun

    POJOKBANDUNG.com, MARGAHAYU – Korps Pasukan Khas (Korpaskhas) TNI Angkatan Udara mempunyai alat baru untuk melatih pasukan penerjun. Alat itu bernama Vertical Wind Tunnel (terowongan angin tegak).

    Komandan Korpaskhas TNI AU, Marsekal Muda TNI AU Adrian Wattimena mengatakan, dengan Vertical Wind Tunnel atau alat simulasi terjun dalam ruangan itu akan bisa meningkatkan kemampuan pasukan dalam penerjunan.

    Ia mengatakan, kemampuan terjun para prajurit TNI AU harus dilatih terus menerus. Mengingat, banyak hal yang harus dikuasai oleh prajurit, seperti kesiapan mental, teknik melayang di udara, kesiapan fisik dan hal lainnya.

    Maka, latihan secara kontinu harus dilakukan. “Kemampuan dan keahlian melayang di udara saat terjun harus dilatih secara terus menerus,” ungkapnya disela uji coba instalasi Vertical Wind Tunnel dan peresmian Gedung Jingga Knight di Komplek TNI AU Lanud Sulaiman, Kecamatan Margahayu Kab Bandung, Rabu (10/2).

    Selama ini, terangnya, latihan terjun dilakukan dengan cara membawa prajurit terbang menggunakan pesawat Hercules yang membutuhkan dana tidak sedikit, sampai puluhan juta rupiah untuk satu kali penerjunan.

    Dengan adanya instalasi vertical wind tunnel di Gedung Jingga Knight itu, bisa memangkas biaya lebih dari setengahnya jika menggunakan pesawat Hercules.

  • TNI AU Akan Libatkan KAI untuk Investigasi Jatuhnya Pesawat T50i

    TNI AU Akan Libatkan KAI untuk Investigasi Jatuhnya Pesawat T50i

    POJOKBANDUNG.com, Untuk mengetahui penyebab terjadinya kecelakaan yang menimpa pesawat tempur jenis T-50i Golden Eagle di Lanud Adi Sutjipto, Yogyakarta, TNI Angkatan Udara menyatakan akan melibatkan pihak Korean Aero Industries (KAI) Korea Selatan dalam tim investigasinya.

    Menurut Kadispen TNI AU Marsma Dwi Badarmanto mengatakan keterlibatan pihak Korea Selatan pasti dilibatkan di dalam tim investigasi.”Ya, pasti dong. Kita akan libatkan di dalam tim investigasi di dalam tim TNI,” kata Dwi saat jumpa pers di Gedung Suma III, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu (20/12).

    Saat ini TNI AU sudah membentuk tim investigasi yang dipimpin Wakil Kepala Staf TNI AU Marsekal Madya TNI Hadiyan Sumintaatmadja. Pembentukan tim investigasi ini instruksi langsung Kepala Staf TNI AU Marsekal Agus Supriatna.

    “Tim investigasi sudah di Yogya,diketuai langsung Wakil KSAU. Beliau yang akan pimpin tim investigasi untuk cari tahu, menemukan hal yang menyebabkan (kecelakaan) bisa terjadi,” ujar Dwi.

    Kedepanya, Kepala Staf TNI AU juga akan berangkat menuju Yogyakarta untuk melihat langsung lokasi.”Kepala Staf TNI AU, bila cuaca bagus atau sore ini atau secepatnya, beliau akan berangkat ke Yogya,” tuturnya.(amd)

    – See more at: http://www.indopos.co.id/2015/12/tni-au-akan-libatkan-kai-untuk-investigasi-jatuhnya-pesawat-t50i.html#sthash.rFki4yP9.dpuf

  • Wuiih..Pilot Sukhoi TNI Berhasil Paksa Tentara AS Menyerah

    Wuiih..Pilot Sukhoi TNI Berhasil Paksa Tentara AS Menyerah

    POJOKBANDUNG.com, TARAKAN – Entah apa mimpi Mayor Anton Salapea, malam sebelum bertugas di langit Tarakan Kalimantan Utara, Senin (9/11). Salah seorang pilot Sukhoi TNI AU itu, berhasil menunaikan tugas negara dengan baik. Kedaulatan NKRI pun terjaga.

    Mayor Anton adalah penerbang yang memaksa sebuah pesawat asing mendarat di Bandara Juwata Tarakan, kemarin. Radar Tarakan (Grup JPNN) pun beruntung bisa mendapatkan cerita dari Anton.

    “Awalnya kami (bersama satu Sukhoi lainnya) hanya melakukan tugas rutin, yakni latihan terbang dan latihan pengeboman di wilayah Ambalat. Namun setibanya di Ambalat, kami mendapatkan informasi dari Komandan Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas),” tutur Anton.

    Ternyata informasi dari darat itu, mengharuskan Anton dan tim, bertugas demi negara. Sebuah pesawat asing jenis propeller single engine dengan nomor lambung N96706, telah melintas di wilayah Indonesia. Anton pun diwajibkan mengabdi demi negeri.

    “Waktu mendapatkan informasi tersebut, awalnya kami hanya ingin memastikan saja apakah pesawat yang dimaksud benar melanggar batas atau tidak. Setelah dilihat menggunakan radar, pesawat tersebut memang masuk di wilayah NKRI. Kami langsung mendekati pesawat, untuk memintanya melakukan pendaratan di bandara terdekat yaitu Bandara Juwata Tarakan,” tandas Anton.

    Sempat tegang! Saat permintaan sudah dilayangkan, pilot pesawat yang kemudian diketahui bernama James Murphy itu sempat bandel. Pilot yang mengaku terbang dari Filipina menuju Malaysia itu, tidak mau turun. Penerbang asing yang diduga masih aktif sebagai tentara Amerika Serikat berpangkat Letnan Kolonel tersebut, merasa memiliki izin untuk melintas di wilayah Indonesia.

    “Memang sempat lama di udara, karena pesawat itu memutar-mutar tidak mau turun. Namun saat dilakukan pendekatan lebih lanjut, akhirnya pesawat asing itu mau turun di landasan pacu Bandar Juwata, sehingga kontak senjata pun bisa dihindari,” terangnya.

    Kini, untuk sementara, pilot berkewarganegaraan AS itu masih harus menjalani pemeriksaan di Tarakan. (*/ima/udi/adk/jpnn