Tag: terminal cicaheum

  • Pedagang di Terminal Cicaheum Kota Bandung Minta BRT Dikaji Ulang

    Pedagang di Terminal Cicaheum Kota Bandung Minta BRT Dikaji Ulang

    POJOKBANDUNG.COM, KOTA BANDUNG – Rencana perpindahan aktivitas Terminal Cicaheum ke Terminal Leuwipanjang kembali menuai penolakan dari para pedagang dan warga terminal yang selama puluhan tahun menggantungkan hidup di kawasan Terminal Cicaheum.  Mereka meminta pemerintah mengkaji ulang kebijakan proyek Bus Rapid Transit (BRT) karena dinilai mengancam mata pencaharian masyarakat kecil.

    Perwakilan warga terminal dan pedagang Terminal Cicaheum, Ronny mengatakan sebagian besar pedagang hingga pekerja informal di sekitar terminal belum siap menghadapi penutupan aktivitas terminal. Kompensasi maupun solusi pengganti yang dijanjikan pemerintah hingga kini belum memberikan kepastian yang jelas.

    “Kami hanya meminta jangan ditutup dulu sebelum ada kejelasan. Karena kehidupan kami memang dari jualan di sini. Kalau langsung dipindahkan atau ditutup, kami harus makan dari mana,” ujar Ronny saat ditemui di Terminal Cicaheum, Senin (1/6/2026).

    Ronny mengungkapkan aspirasi tersebut sebelumnya sudah disampaikan kepada pihak Kementerian Perhubungan, Dinas Perhubungan, hingga pengelola proyek BRT saat sosialisasi berlangsung di kawasan terminal. Dalam pertemuan itu, para pedagang meminta pemerintah mempertimbangkan ulang dampak sosial yang muncul akibat relokasi terminal.

    Menurut Ronny, yang terdampak bukan hanya pedagang kios resmi, tetapi juga pedagang asongan, tukang cuci kendaraan, buruh jasa angkut, hingga warga yang tinggal di sekitar terminal. Sebagian bahkan menjadikan lapak jualan sebagai tempat tinggal bersama keluarga mereka.

    “Kami ini bukan hanya jualan, ada yang tidur di sini, anak-anaknya tinggal di sini juga. Jadi kalau dipindah mendadak, kami bingung harus bagaimana,” katanya. (dsn)

  • Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 di Terminal Cicaheum Kota Bandung Penumpang Naik Dua Gelombang, Bus Tambahan Dikerahkan

    Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 di Terminal Cicaheum Kota Bandung Penumpang Naik Dua Gelombang, Bus Tambahan Dikerahkan

    POJOKBANDUNG.COM, KOTA BANDUNG – Puncak arus mudik Lebaran 2026 di Terminal Cicaheum, Kota Bandung, terjadi Kamis (19/3/2026), ditandai dengan lonjakan jumlah penumpang yang terbagi dalam dua gelombang besar sejak pertengahan Maret.

    Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 di Terminal Cicaheum Kota Bandung Penumpang Naik Dua Gelombang, Bus Tambahan Dikerahkan
    Suasana arus mudik Lebaran 2026 di Terminal Cicaheum, Kota Bandung, Kamis (19/3/2027), terpantau ramai namun tetap kondusif. Penumpang bus antar kota dan provinsi datang sesuai jadwal keberangkatan, sementara petugas bersama DAMRI mengoperasikan armada tambahan untuk antisipasi lonjakan pemudik pada puncak arus mudik.Foto-foto: Taofik Achmad Hidayat/Pojok Bandung.

    Kepala Terminal Cicaheum, Asep Supriadi mengungkapkan peningkatan signifikan mulai terlihat 14 hingga 15 Maret dan kembali memuncak pada 18 hingga 19 Maret 2026, menjelang libur panjang Idulfitri.

    Asep menyebut pada hari ini (19/3) jumlah pemudik masih berpotensi bertambah, meski tidak terlalu besar. Kenaikan diperkirakan berada di kisaran 5 persen dibandingkan hari sebelumnya.

    Namun demikian, potensi kenaikan juga dipengaruhi oleh kondisi operasional di lapangan, terutama terkait keterlambatan kedatangan armada dari berbagai daerah.

    “Kemungkinan masih ada peningkatan, sekitar 5 persen. Tapi bisa juga terjadi penurunan karena armada dari jalur utara dan selatan mengalami keterlambatan,” ujar Asep saat ditemui di Terminal Cicaheum, Kamis (19/3/2026).

    Menurutnya, di tengah lonjakan penumpang, kondisi di dalam terminal justru terpantau relatif kondusif. Tidak terlihat adanya penumpukan signifikan, karena mayoritas pemudik menggunakan bus malam dan telah mengantongi tiket sebelum keberangkatan.

    “Pola kedatangan penumpang yang mengikuti jadwal tiket menjadi faktor utama yang menjaga arus pergerakan tetap lancar, meski volume pemudik meningkat tajam,” ucapnya.

    Asep mengungkapkan untuk antisipasi lonjakan, pihak terminal bersama DAMRI telah mengoperasikan armada tambahan, terutama untuk rute-rute padat, Kuningan dan Indramayu.

    “Bahkan, pada hari sebelumnya, permintaan penambahan armada sempat meningkat seiring tingginya minat masyarakat untuk mudik ke wilayah Jawa Barat bagian timur dan utara,” katanya.

    Asep menjelaskan armada cadangan telah dikeluarkan, masing-masing satu unit untuk rute Kertajati dan dua unit untuk tujuan Ciledug, guna memastikan kebutuhan transportasi tetap terpenuhi.

    Selain itu, koordinasi dengan DAMRI terus dilakukan untuk menyiapkan tambahan hingga lima unit armada cadangan, yang difokuskan melayani penumpang dengan sistem pemesanan tiket secara online.

    Asep mengatakan langkah tambahan armada cadangan dinilai efektif, menekan potensi lonjakan penumpang mendadak di area terminal, sekaligus menjaga kenyamanan dan ketertiban selama arus mudik berlangsung.

    “Kendala utama yang masih dihadapi, keterlambatan kedatangan bus akibat kemacetan di sejumlah jalur utama, khususnya jalur selatan, Malangbong dan Limbangan,” ucapnya.

    Keterlambatan armada rata-rata berkisar antara satu hingga dua jam, sehingga petugas di terminal harus aktif memberikan informasi terkini kepada calon penumpang.

    “Informasi posisi armada terus kami sampaikan agar penumpang tetap mendapatkan kepastian keberangkatan,” katanya.

    Secara keseluruhan, peningkatan jumlah pemudik tidak hanya terjadi di terminal, tetapi juga merata di berbagai ruas jalan utama yang menjadi jalur penghubung antar daerah.

    Sementara itu, Asep menyebutkan untuk Jumat (20/3/2026), pergerakan penumpang diperkirakan masih terjadi, namun tidak lagi signifikan seperti hari puncak, dengan dominasi perjalanan jarak dekat.

    Asep menambahkan tiket untuk tujuan Jawa, terutama 17 hingga 18 Maret 2026, telah habis terjual, sehingga keberangkatan berikutnya lebih banyak diisi oleh penumpang sisa dan perjalanan silaturahmi jarak dekat.

    Dari sisi pelayanan, pihak terminal memastikan tidak ada keluhan besar dari masyarakat selama periode arus mudik tahun ini, meskipun sempat terjadi kendala akibat keterlambatan armada.

    Situasi berhasil diatasi dengan baik berkat koordinasi antara operator dan petugas di lapangan, sehingga pelayanan tetap berjalan optimal.

    “Secara umum tidak ada keluhan besar. Armada juga tersedia cukup, bahkan dalam satu waktu bisa datang beberapa bus sekaligus, sehingga tidak terjadi penumpukan,” ujar Asep.(dsn)

  • Terminal Cicaheum Mulai Dipadati Pemudik, Armada Tambahan Disiapkan, Fasilitas Ditingkatkan

    Terminal Cicaheum Mulai Dipadati Pemudik, Armada Tambahan Disiapkan, Fasilitas Ditingkatkan

    POJOKBANDUNG.COM, KOTA BANDUNG – Memasuki puncak arus mudik Lebaran 2025, Terminal Cicaheum di Jalan A. Yani, Kota Bandung, mulai mengalami lonjakan jumlah penumpang yang hendak meninggalkan kota.

    Terminal Cicaheum Mulai Dipadati Pemudik, Armada Tambahan Disiapkan, Fasilitas Ditingkatkan
    Ruang tunggu tersedia bagi para pemudik yang hendak melakukan perjalanan mudik, Jumat (28/3/2025). Foto-foto: Diwan Sapta Nurmawan/Pojok Bandung

    Berdasarkan pantauan di Terminal Cicaheum Jumat (28/3/2025), arus pemudik yang memanfaatkan transportasi umum meningkat sejak sore hari.

    Mereka yang berangkat dari Terminal Cicaheum mayoritas menuju berbagai kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur, Yogyakarta, Semarang, Solo, hingga Surabaya.

    Baca Juga :Pantauan Arus Mudik Lebaran H-3 di Cibiru Kota Bandung

    Kepala Terminal Cicaheum, Asep Supriadi, mengonfirmasi pergerakan pemudik mulai terlihat signifikan sejak pukul 16.00 WIB.

    “Dari sore hari, jumlah penumpang yang datang ke terminal untuk berangkat ke kampung halaman terus bertambah. Untuk tujuan Jawa Tengah dan Jawa Timur, Yogyakarta, Semarang, dan Surabaya, jumlah penumpangnya cukup banyak. Sementara itu, untuk daerah yang sedang merayakan Nyepi, aktivitas perjalanan lebih minim karena keterbatasan operasional di sana,” jelas Asep saat ditemui, Kantor Terminal Cicaheum, Jumat (28/3/2025).

    Asep mengungkapkan meskipun keberangkatan berjalan lancar, hujan yang turun di malam hari sempat berpotensi menyebabkan keterlambatan.

    Baca Juga :Kapolres Cimahi AKBP Tri Suhartanto Lepas Tiga Bus Mudik Gratis

    Namun, pihak terminal telah mengantisipasi hal tersebut dengan menyiapkan armada reguler tambahan untuk memastikan semua penumpang tetap bisa berangkat sesuai jadwal.

    “Faktor cuaca bisa berdampak pada kelancaran perjalanan. Oleh karena itu, siapkan armada cadangan yang bisa digunakan untuk mengakomodasi penumpang yang mengalami keterlambatan. Armada ini sudah standby sejak pukul 12.00 siang, sehingga jika ada penyesuaian jadwal, penumpang tetap bisa terlayani dengan baik,” ungkap Asep.

    Selain itu, menurutnya pihak terminal juga memberikan perhatian khusus terhadap kondisi fisik para pengemudi, selalu menekankan kepada sopir bus mereka wajib beristirahat sebelum melakukan perjalanan panjang.

    Baca Juga :Hadapi Lonjakan Pemudik, Ribuan Penumpang Diberangkatkan dengan Armada Tambahan

    Istirahat yang cukup sangat penting untuk menghindari risiko kelelahan di jalan.

    Pihak terminal ingin memastikan perjalanan mudik ini aman, nyaman, dan bebas dari potensi kecelakaan akibat pengemudi yang kelelahan.

    Asep mengungkapkan saat ini, jumlah armada di Terminal Cicaheum masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan penumpang.

    Layanan reguler

    Beberapa perusahaan otobus, tetap beroperasi dengan layanan reguler.

    “Alhamdulillah, ketersediaan armada masih bisa mengakomodasi jumlah pemudik yang terus meningkat. Semua kendaraan juga telah melewati pengecekan dan dipastikan dalam kondisi layak jalan,” ujar Asep.

    Menurutnya, selain menyiapkan armada yang cukup, Terminal Cicaheum juga berupaya meningkatkan kenyamanan pemudik dengan menambah fasilitas ruang tunggu.

    Tenda tambahan

    “Siapkan tenda tambahan untuk memperluas area ruang tunggu, sehingga penumpang bisa menunggu jadwal keberangkatan dengan lebih nyaman. Selain itu, fasilitas MCK juga pihak terminal pastikan tetap bersih dan siap digunakan oleh para pemudik,” jelasnya.

    Asep menambahkan dalam aspek kesehatan, pihak terminal bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Bandung untuk melakukan pemeriksaan kesehatan bagi pengemudi dan penumpang.

    “Memastikan semua pengemudi dalam kondisi prima sebelum melakukan perjalanan. Jika ada yang mengalami kelelahan atau kondisi kesehatan yang kurang baik, dianjurkan untuk beristirahat terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan,” tambahnya.

    Habis terjual

    Asep mengungkapkan seiring dengan meningkatnya jumlah pemudik, tiket untuk beberapa tujuan utama, Jawa Tengah dan Jawa Timur, habis lebih cepat dari biasanya.

    “Sekitar pukul 20.00 WIB, tiket ke berbagai tujuan utama sudah ludes. Namun, kami sudah menyiapkan langkah antisipasi dengan menambah armada untuk keberangkatan besok pagi,” ujar Asep.

    Asep menambahkan bagi penumpang yang belum mendapatkan tiket, pihak terminal memastikan mereka tetap bisa berangkat di hari berikutnya.

    Koordinasi

    “Koordinasi dengan berbagai perusahaan otobus untuk menyiapkan armada tambahan, sehingga semua pemudik tetap bisa pulang ke kampung halaman sesuai dengan rencana mereka,” tambahnya.

    Asep menyampaikan melalui kesiapan armada, peningkatan fasilitas, serta pengawasan ketat terhadap kesehatan dan keselamatan perjalanan, pihak Terminal Cicaheum berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik bagi para pemudik.

    Semua upaya ini dilakukan agar perjalanan mereka tetap aman, nyaman, dan lancar hingga tiba di tujuan.(dsn)

  • Hadapi Lonjakan Pemudik, Ribuan Penumpang Diberangkatkan dengan Armada Tambahan

    Hadapi Lonjakan Pemudik, Ribuan Penumpang Diberangkatkan dengan Armada Tambahan

    POJOKBANDUNG.COM, KOTA BANDUNG – Terminal Cicaheum salah satu pusat keberangkatan utama di Kota Bandung, mengalami lonjakan signifikan jumlah pemudik seiring dengan puncak arus mudik Lebaran.

    Hadapi Lonjakan Pemudik, Ribuan Penumpang Diberangkatkan dengan Armada Tambahan
    Lonjakan penumpang mulai terlihat di Terminal Cicaheum, Jl. A Yani, Kota Bandung, Kamis (27/3/2025). Foto-foto: Diwan Sapta Nurmawan/Pojok Bandung

    Kepala Terminal Cicaheum, Asep Supriadi menyampaikan program mudik gratis yang telah bekerja sama dengan Dinas Perhubungan Jawa Barat mencapai intensitas tertingginya hari ini.

    Asep menjelaskan berdasarkan data terbaru, lebih dari 3.000 pemudik telah diberangkatkan dari Terminal Cicaheum menuju berbagai daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

    Baca Juga :Serunya Acara Sauyunan #KejarRamadan Bersama Indofood Jadi Momen Doakan Persib Bandung Juara

    Angka ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat untuk memanfaatkan program mudik gratis yang disediakan pemerintah.

    “Untuk mengakomodasi kebutuhan tersebut, pemerintah telah mengerahkan 106 armada, yang terdiri atas 59 bus AKDP (Antar Kota Dalam Provinsi) serta tambahan 23 unit armada cadangan yang disediakan melalui kerja sama dengan DAMRI,” jelas Asep usai melakukan rampcheck, di Terminal Cicaheum, Jl. A Yani, Kota Bandung, Kamis (27/3/2025).

    Asep Supriadi menegaskan pihaknya telah menyiapkan strategi antisipasi jika terjadi penumpukan penumpang.

    Baca Juga :Bank Bjb Berikan Layanan Operasional Terbatas dan Weekend Banking Selama Momen Ramadan Jelang Idulfitri untuk Memenuhi Kebutuhan Transaksi Nasabah

    “Telah disiapkan armada tambahan untuk mengatasi lonjakan penumpang. Namun, hingga saat ini kondisi masih terkendali dengan kendaraan reguler. Jika nantinya ada lonjakan yang lebih besar, sudah siap dengan unit cadangan,” ujarnya.

    Asep menambahkan meski puncak arus mudik telah terjadi hari ini, jumlah pemudik diperkirakan masih akan meningkat 28 Maret 2025, terutama untuk keberangkatan di luar program mudik gratis.

    “Berdasarkan tren peningkatan yang telah diamati, pihak Terminal Cicaheum terus bersiap menghadapi lonjakan tambahan dengan memastikan armada dan sistem pengelolaan penumpang berjalan optimal,” ungkapnya.

    Baca Juga :Penyerang Persib Bandung Ciro Alves Belum Mau Pikirkan Peluang Juara

    Menurutnya, laporan perhitungan sebelumnya, jumlah pemudik yang berangkat dari Terminal Cicaheum Rabu (26/3/2025) mengalami peningkatan 3% dibandingkan tahun sebelumnya.

    Jika tahun 2024 jumlah pemudik tercatat 1.490 orang, maka tahun 2025 meningkat menjadi 1.534 orang. Adapun jumlah bus yang diberangkatkan mencapai 112 unit, yang terdiri dari layanan reguler dan tambahan.

    Asep mengungkapkan untuk data Kamis (27/3/2025), peningkatan jumlah penumpang diperkirakan akan lebih dari 10% dibandingkan hari sebelumnya.

    Namun, angka pastinya masih dalam proses rekapitulasi dan akan dilaporkan secara resmi setelah pukul 20.00 WIB.

    “Pergerakan pemudik hari ini cukup signifikan. Mayoritas tujuan masih didominasi oleh daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur, yang selalu menjadi rute favorit pemudik dari Bandung,” jelas Asep Supriadi.

    Asep menabahkan pihak Terminal Cicaheum terus memantau perkembangan arus mudik dengan berkoordinasi bersama Dinas Perhubungan, kepolisian, serta operator transportasi untuk memastikan kelancaran keberangkatan. Fokus utama adalah mencegah terjadinya penumpukan penumpang yang berlebihan, memastikan ketersediaan armada, serta memantau kondisi lalu lintas di sekitar terminal agar tidak terjadi kemacetan yang menghambat kelancaran perjalanan.

    “Pemantauan intensif terus dilakukan, jika terjadi lonjakan di luar perkiraan, strategi sudah disiapkan termasuk penyediaan armada cadangan serta rekayasa arus keluar, masuk terminal untuk menghindari kepadatan yang berlebihan,” tambah Asep Supriadi.

    Asep menyampaikan melalui sistem pengelolaan yang telah dipersiapkan secara matang, arus mudik dari Terminal Cicaheum tahun 2025 dapat berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi para pemudik.

    “Pihak terminal mengimbau seluruh penumpang untuk tetap mengutamakan keselamatan, menjaga barang bawaan, dan mengikuti aturan yang telah ditetapkan demi perjalanan yang lebih baik,” pungkasnya.(dsn)

  • Terminal Cicaheum Kota Bandung Bersiap Hadapi Puncak Arus Penumpang Jelang Tahun Baru 2025, Ini Langkah-Langkahnya

    Terminal Cicaheum Kota Bandung Bersiap Hadapi Puncak Arus Penumpang Jelang Tahun Baru 2025, Ini Langkah-Langkahnya

    POJOKBANDUNG.COM, KOTA BANDUNG – Menjelang pergantian tahun, Terminal Cicaheum Kota Bandung tetap siaga menghadapi potensi peningkatan jumlah penumpang yang diprediksi terjadi pada 31 Desember 2024.

    Terminal Cicaheum Kota Bandung Bersiap Hadapi Puncak Arus Penumpang Jelang Tahun Baru 2025, Ini Langkah-Langkahnya

    Para penumpang saat membeli tiket bus dan saat menaiki bus di Terminal Cicaheum Kota Bandung. Foto-foto:Taofik Achmad Hidayat/Pojok Bandung

    Kepala Terminal Cicaheum Kota Bandung, Asep Supriadi, Minggu, (29/12/2024), menjelaskan bahwa selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024-2025, arus keberangkatan penumpang masih terpantau lancar dan terkendali.

    Pada puncak arus mudik yang terjadi pada 24 Desember 2024, tercatat sebanyak 1.873 penumpang diberangkatkan dengan menggunakan 103 armada bus di Terminal Cicaheum Kota Bandung.

    Baca Juga : Terminal Cicaheum Siap Sambut Puncak Arus Mudik Nataru 2024-2025, Ramp Check, Pengamanan, dan Layanan Kesehatan Gratis

    Meski jumlah ini mengalami penurunan sebesar 8 persen dibandingkan periode yang sama pada Nataru tahun sebelumnya, aktivitas terminal tetap berjalan normal tanpa kendala signifikan.

    “Meskipun jumlah penumpang sedikit menurun, kami tetap mempersiapkan segala kemungkinan, terutama saat puncak keberangkatan pada akhir tahun,” ungkap Asep Supriadi.

    Pihak terminal telah menyiapkan strategi antisipasi bilamana terjadi lonjakan penumpang, termasuk kesiapan armada tambahan atau cadangan.

    Baca Juga : Ribuan Pemudik Tiba di Kota Badung Via Terminal Cicaheum Usai Lebaran

    Namun, hingga saat ini, seluruh kebutuhan penumpang masih dapat terakomodasi dengan armada reguler, baik untuk rute Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) maupun Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP).

    “Armada reguler masih mencukupi sehingga kendaraan cadangan belum digunakan. Tapi, kami tetap siaga untuk menghadapi potensi lonjakan mendadak, terutama saat malam pergantian tahun,” jelas Asep.

    Selain armada, petugas lapangan juga terus bersiaga penuh untuk mengelola pergerakan penumpang, memastikan tidak terjadi penumpukan di area terminal, dan menjaga kelancaran operasional di lapangan.

    Baca Juga :Akses Tol Fungsional Baru, Solusi Kelancaran Nataru di Padaleunyi

    Penurunan jumlah penumpang sebesar 8 persen dibandingkan Nataru 2023 dinilai dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti tren penggunaan kendaraan pribadi yang masih menjadi pilihan banyak masyarakat.

    Selain itu, meningkatnya akses ke transportasi lain, seperti kereta api dan moda transportasi online, juga turut memengaruhi preferensi penumpang.

    Namun, meski terjadi penurunan, Terminal Cicaheum tetap memegang peranan vital sebagai pusat transportasi publik yang melayani berbagai rute penting, baik dalam provinsi maupun antarprovinsi.

    Optimistis melayani seluruh penumpang dengan baik

    Menjelang puncak arus pada 31 Desember 2024, Terminal Cicaheum optimis dapat melayani seluruh penumpang dengan baik.

    Asep Supriadi mengimbau para penumpang untuk memanfaatkan fasilitas yang telah disiapkan oleh terminal dan memastikan kelengkapan tiket serta dokumen perjalanan agar perjalanan lebih nyaman.

    “Semua layanan sudah kami persiapkan untuk mendukung mobilitas masyarakat dengan aman dan nyaman. Kami juga mengingatkan penumpang agar datang lebih awal untuk menghindari keterlambatan dan memastikan perjalanan berjalan lancar,” pesan Asep.

    Selain mempersiapkan armada dan petugas yang siaga, Terminal Cicaheum juga terus bertransformasi menjadi terminal dengan fasilitas yang ramah penumpang. Di tengah suasana libur akhir tahun, area terminal menjadi ruang yang lebih nyaman dengan tambahan fasilitas seperti ruang tunggu yang luas, gerai makanan, dan akses fasilitas kesehatan gratis.

    Gencar layanan informasi jadwal keberangkatan bus

    Terminal ini juga menggencarkan layanan informasi jadwal keberangkatan yang tersedia secara real-time melalui di lokasi terminal.

    Dengan pendekatan ini, Terminal Cicaheum tidak hanya menjadi tempat transit, tetapi juga ruang yang nyaman bagi masyarakat yang ingin memulai perjalanan mereka.

    Dengan segala persiapan yang matang dan pelayanan yang terus ditingkatkan, Terminal Cicaheum berharap dapat terus menjadi solusi transportasi publik yang andal di Bandung.

    Prioritaskan kenyamanan dan keamanan penumpang

    “Kami percaya bahwa kenyamanan dan keamanan penumpang tetap menjadi prioritas utama kami. Semoga di malam pergantian tahun nanti, semua berjalan lancar,” pungkas Asep.

    Terminal Cicaheum, sebagai salah satu gerbang utama transportasi darat di Bandung, terus menunjukkan dedikasi untuk melayani masyarakat dengan maksimal, terutama di momen spesial seperti libur Nataru.(cr1)

  • Terminal Cicaheum Siap Sambut Puncak Arus Mudik Nataru 2024-2025, Ramp Check, Pengamanan, dan Layanan Kesehatan Gratis

    Terminal Cicaheum Siap Sambut Puncak Arus Mudik Nataru 2024-2025, Ramp Check, Pengamanan, dan Layanan Kesehatan Gratis

    POJOKBANDUNG.COM, KOTA BANDUNG – Mendekati puncak arus mudik Natal 2024 dan Tahun Baru 2025, Terminal Cicaheum, Kota Bandung, menjadi pusat aktivitas dengan berbagai persiapan pengamanan dan pelayanan bagi masyarakat.

    Terminal Cicaheum Siap Sambut Puncak Arus Mudik Nataru 2024-2025, Ramp Check, Pengamanan, dan Layanan Kesehatan Gratis
    PJ Wali Kota Bandung A. Koswara Hanafi dan Kadishub Asep Kuswara memeriksa dokumen kelayakan kendaraan di Terminal Cicaheum Selasa, (24/12/2024). Langkah ini bertujuan untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan penumpang selama musim mudik. Sementara itu foto atas, Petugas Dishub memeriksa bagian bawah bus di Terminal Cicaheum sebagai bagian dari ramp check untuk memastikan kendaraan laik jalan. Kegiatan ini dilakukan menjelang puncak arus mudik Nataru 2024-2025. Foto-foto: Diwan Sapta Nurmawan/Pojok Bandung

    Pemerintah Kota Bandung, melalui Dinas Perhubungan (Dishub) dan pihak terkait, memastikan seluruh kendaraan umum yang melayani penumpang memenuhi standar keselamatan.

    Selain itu, layanan kesehatan gratis dan koordinasi pengamanan intensif di lokasi juga telah disiapkan untuk menjaga kenyamanan dan keamanan para pemudik.

    Baca Juga :Jelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025, Mendag Budi Santoso Jamin Kebutuhan Pokok Masyarakat atau Kepokmas Stabil

    PJ Wali Kota Bandung, A. Koswara Hanafi, meninjau langsung kegiatan ramp check di Terminal Cicaheum. Menurutnya, kegiatan ini menjadi prioritas dalam menjamin keselamatan kendaraan umum yang akan membawa masyarakat bepergian.

    “Keselamatan angkutan umum adalah prioritas utama. Ramp check dilakukan oleh teman-teman Dishub untuk memastikan kendaraan yang berangkat dari terminal memenuhi persyaratan teknis dan administrasi,” ujar Koswara, Terminal Cicaheum, Kota Bandung, Selasa, (24/12/2024).

    Ia juga mengingatkan bahwa tidak semua kendaraan yang membawa penumpang berangkat dari terminal resmi.

    Baca Juga : Bey Machmudin Pastikan Pengamanan Nataru Maksimal

    “Banyak kendaraan yang mengambil penumpang di luar terminal, padahal kendaraan yang berangkat dari terminal telah dijamin keselamatannya. Kami mengimbau masyarakat agar naik bus dari terminal resmi untuk memastikan keamanan perjalanan,” tambahnya.

    Koswara juga berharap operator bus (PO) mematuhi aturan agar memulai perjalanan dari terminal untuk memastikan kendaraan diperiksa sebelum melayani penumpang.

    Kadishub Kota Bandung, Asep Kuswara, menjelaskan bahwa ramp check tidak hanya dilakukan di terminal, tetapi juga di kantor-kantor operator bus (PO), khususnya untuk bus pariwisata yang biasanya tidak masuk terminal.

    Baca Juga : Selama Libur Nataru, Ratusan Ribu Wisatawan Melancong ke Bandung Barat

    “Kami telah memeriksa sekitar 90 bus pariwisata sebelum Nataru. Pemeriksaan ini penting untuk memastikan kendaraan tersebut memenuhi persyaratan laik jalan dan laik operasi,” jelasnya.

    Ramp check juga dilakukan pada bus reguler, baik untuk rute Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) maupun Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP), sebelum kendaraan meninggalkan terminal. Kegiatan ini melibatkan sekitar 50 personil Dishub setiap harinya, yang juga bertugas mengamankan lalu lintas, mengurai kemacetan, dan menjaga ketertiban di lapangan.

    Asep menegaskan pentingnya masyarakat memilih kendaraan yang telah memenuhi standar keselamatan.

    “Kami mengimbau masyarakat untuk selalu memilih kendaraan yang laik jalan agar perjalanan mudik dapat berlangsung aman dan lancar,” katanya.

    Kepala Terminal Cicaheum, Asep Supriadi, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyediakan layanan kesehatan gratis untuk penumpang, awak bus, dan pengemudi. Layanan ini bertujuan untuk memastikan bahwa mereka dalam kondisi fit sebelum memulai perjalanan. “Kami meminta masyarakat yang merasa kurang fit untuk memanfaatkan layanan kesehatan ini. Kami juga menghimbau penumpang agar tidak membawa barang berlebihan atau barang berharga mencolok yang dapat mengundang tindak kriminal,” paparnya.

    Selain itu, Dishub Terminal Cicaheum juga berkolaborasi dengan pihak kepolisian untuk menjaga keamanan. Penjagaan dilakukan secara intensif, baik di dalam terminal maupun di sekitar lokasi keberangkatan bus.

    Asep juga menekankan kepada para pengemudi untuk selalu berhati-hati selama perjalanan, terutama di tengah cuaca yang kurang bersahabat pada musim penghujan ini.

    “Kami mengingatkan pengemudi untuk tidak ugal-ugalan di jalan, mematuhi aturan lalu lintas, dan mengutamakan keselamatan penumpang,” ujarnya.

    Selain fokus pada pengamanan di terminal, Pemerintah Kota Bandung juga membuka flyover di berbagai titik kota untuk mengurai kemacetan.

    Namun, pengawasan ketat dilakukan untuk mencegah masyarakat berhenti atau merayakan malam pergantian tahun di atas flyover.

    Langkah ini diambil untuk memastikan lalu lintas tetap lancar dan mengurangi risiko kemacetan.

    “Pembukaan flyover disertai pengawasan oleh personil Dishub dan kepolisian. Kami meminta masyarakat agar tidak berhenti di flyover dan tetap mematuhi aturan lalu lintas,” kata Asep Kuswara.

    Terminal Cicaheum diprediksi akan mengalami lonjakan jumlah penumpang pada puncak arus mudik yang berlangsung hari ini.

    Untuk itu, pihak terminal terus memantau aktivitas penumpang dan kendaraan.

    Penjagaan dan pengawasan dilakukan secara maksimal agar seluruh penumpang dapat bepergian dengan aman dan nyaman.

    Dengan berbagai persiapan tersebut, pemerintah Kota Bandung berharap perayaan Natal dan Tahun Baru 2025 dapat berjalan dengan lancar, tertib, dan kondusif. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan menjaga kesehatan selama perjalanan.(cr1)