Tag: Prancis

  • Bahasa Prancis Disarankan Jadi Ekstrakurikuler Saja, Prabowo Instruksikan Pengajaran di Sekolah setelah Sebelumnya Bahasa Portugis

    Bahasa Prancis Disarankan Jadi Ekstrakurikuler Saja, Prabowo Instruksikan Pengajaran di Sekolah setelah Sebelumnya Bahasa Portugis

    POJOKBANDUNG.COM, PARIS–Di hadapan Presiden Brasil Lula da Silva yang berkunjung ke Jakarta pada 23 Oktober tahun lalu, Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan pengajaran bahasa Portugis—bahasa nasional di Brasil—diajarkan di sekolah. Tujuh bulan berselang, saat dijamu Presiden Prancis Emmanuel Macron di Paris, giliran bahasa Prancis yang diwajibkan untuk diajarkan.

    “Sekarang saya sudah instruksikan bahwa semua tingkatan sekolah-sekolah Indonesia harus belajar bahasa Prancis melihat perkembangan dunia ke depan,” kata Prabowo saat dijamu Macron Kamis (28/5/2026) lalu.

    Padahal, sampai sekarang, tak tampak ada gerakan penerapannya di sekolah atau madrasah. Bagaimana nantinya dengan bahasa Prancis?

    Pengamat pendidikan Jejen Musfah menyebut, pada prinsipnya dia setuju dengan penambahan bahasa asing yang diajarkan di sekolah atau madrasah, termasuk bahasa Prancis. Namun, dia memberikan sejumlah catatan.

    “Sebaiknya cukup di jenjang SMA, MA, atau SMK saja. Karena bisa jadi bekal untuk kuliah atau kerja di sana (Prancis),” tuturnya kepada Jawa Pos kemarin (29/5/2026).

    Itu pun, lanjutnya, tidak di kelompok kurikulum inti. “Dalam bentuk ekstrakurikuler setengah wajib,” jelasnya.

    Kemudian, tambah Jejen, pelajaran bahasa Prancis itu tidak diberlakukan di sekolah secara menyeluruh, melainkan di sekolah tertentu atau unggulan. Misalnya, di Madrasah Aliyah (MA) yang mempunyai jurusan bahasa. Kemudian di MAN Insan Cendekia, Sekolah Garuda, Taruna Nusantara, Sekolah Maung (khusus di Jawa Barat), Sekolah Rakyat, dan sejenisnya.

    Pelajaran bahasa Prancis yang bersifat tidak wajib itu dikhususkan menyasar peserta didik yang berminat melanjutkan studi ke Prancis atau bekerja di sana. Untuk sumber daya guru, Jejen menyebut, jumlahnya sebenarnya banyak.

    “Hanya komitmen negara merekrutnya bagaimana,” tuturnya.

    Relasi Indonesia-Prancis

    Dalam pertemuan Prabowo-Macron tersebut dibahas pula penguatan kerja sama di bidang pertahanan, pendidikan, riset, hingga percepatan penyelesaian perjanjian Indonesia-European CEPA. Prabowo menyatakan, Indonesia ingin memperluas kerja sama pendidikan dengan Prancis.

    Indonesia, kata Prabowo, juga membuka peluang investasi lebih besar bagi perusahaan-perusahaan Prancis. Dia menyambut postifi pembentukan France-Indonesia High Level Business Consult yang dinilai penting untuk memperkuat hubungan ekonomi kedua negara. “Kita akan sangat gembira dengan partisipasi dan kehadiran perusahaan-perusahaan Prancis di ekonomi Indonesia,” ujarnya.

    Di bidang geopolitik, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia dan Prancis memiliki pandangan serupa mengenai pentingnya stabilitas Timur Tengah. Dia juga mengapresiasi sikap Prancis yang mendukung solusi dua negara bagi Palestina. “Indonesia tetap berpandangan tidak mungkin ada perdamaian di Timur Tengah tanpa solusi dua negara, tanpa keadilan bagi rakyat Palestina,” ucapnya. (lyn/wan/mia/ttg/Jawa Pos)

  • Gelandang Asal Prancis Paul Pogba Kembali Aktif Setelah Selesaikan Larangan Doping Selama 18 Bulan

    Gelandang Asal Prancis Paul Pogba Kembali Aktif Setelah Selesaikan Larangan Doping Selama 18 Bulan

    POJOKBANDUNG.ID, PARIS – Paul Pogba, gelandang asal Prancis, kembali aktif di dunia sepak bola setelah menyelesaikan masa larangan bertanding selama 18 bulan akibat pelanggaran doping.

    Larangan bagi Paul Pogba tersebut awalnya dijatuhi pada Februari 2024 dengan sanksi empat tahun, karena hasil tes positif untuk hormon DHEA, yang dapat meningkatkan kadar testosteron dalam tubuh.

    Paul Pogba kemudian mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).

    Pada Oktober 2024, keputusan CAS menyatakan bahwa masa larangan dikurangi menjadi 18 bulan, dengan perhitungan retroaktif sejak tes positif pada Agustus 2023.

    Dengan masa larangan yang berakhir pada Maret 2025, mantan pemain Juventus dan Manchester United itu diperbolehkan kembali merumput, dan kini berstatus sebagai pemain bebas transfer.

    Selama masa hukuman, Pogba tidak diperkenankan mengikuti pertandingan resmi maupun sesi latihan bersama tim.

    Dilansir melalui akun Instagram pribadinya, dia diketahui menjalani latihan pribadi untuk menjaga kebugaran fisiknya.

    “Terus berlatih bersama teman-teman,” tulis Pogba dalam unggahan Instagram pribadinya.

    Setelah masa larangan berakhir, dia kembali melakukan latihan terbuka dan memulai komunikasi dengan beberapa klub.

    Menurut laporan dari Daily Mail Sport, Pogba telah memulai pembicaraan dengan klub yang berlaga di Liga Champions terkait kemungkinan bergabung untuk musim mendatang.

    Identitas klub yang dimaksud belum diungkapkan secara publik.

    Pogba terakhir kali tampil di pertandingan kompetitif pada September 2023, sebelum larangan diberlakukan.

    Hingga saat ini, Pogba belum mengumumkan klub tujuan berikutnya dan masih menjalani masa persiapan untuk kembali ke kompetisi profesional.(jpc)

  • Bom Meledak di Jeddah Saat Sambut Pejabat Prancis, 3 Luka-luka

    Bom Meledak di Jeddah Saat Sambut Pejabat Prancis, 3 Luka-luka

    POJOKBANDUNG.com – Sebuah bom meledak di Arab Saudi dalam peringatan Hari Veteran, Rabu (11/11). Sedikitnya 3 orang terluka pada insiden tersebut. Insiden terjadi ketika acara yang digelar di Al Balad, Jeddah tersebut dihadiri oleh delegasi pejabat Prancis.

    Bom meledak saat konsul Prancis mengakhiri pidatonya di acara tersebut untuk menandai peringatan 102 tahun berakhirnya Perang Dunia I. Area itu ditutup dan jalan menuju pemakaman diblokir setelah serangan itu. Otoritas Saudi sedang menyelidiki serangan itu.

    Media pemerintah melaporkan siapa saja identitas korban luka dalam kejadian itu. Salah satunya yakni seorang pegawai konsulat Yunani dan seorang petugas keamanan Saudi termasuk di antara yang terluka.

    Pemerintah Inggris mengatakan salah satu warganya adalah orang ketiga yang terluka. Ketiganya dipastikan menderita luka yang relatif ringan seperti dilansir dari VOA News, Kamis (12/11).

    Dalam pernyataan bersama, kedutaan besar Prancis, Amerika, Inggris, Italia, dan Yunani mengutuk serangan itu. Mereka menegaskam tindakam itu memalukan dan sepenuhnya tak bisa dibenarkan.

    Prancis sendiri sudah mengalami banyak serangan dalam beberapa pekan terakhir. Salah satunya terkait desakan permintaan maaf kepada Presiden Prancis Emmanuel Macron karena dianggap sudah menghina umat muslim.

    Prancis meminta otoritas Saudi untuk menyelidiki serangan itu dan memburu para pelakunya. Bulan lalu, insiden penikaman di konsulat Prancis di Jeddah juga menyebabkan seorang penjaga terluka.

    Tersangka adalah seorang pria Saudi dan sudah ditangkap. Prancis mengalami dua serangan terpisah pada bulan Oktober oleh Muslim kelahiran asing yang mengakibatkan pemenggalan seorang guru di Paris dan pembunuhan tiga orang di sebuah gereja di Nice.

    Tidak jelas apakah serangan hari Rabu itu menargetkan pejabat Prancis atau bukan.

    (jpc)

  • MUI Minta Pemerintah Tarik Duta Besar RI di Paris

    MUI Minta Pemerintah Tarik Duta Besar RI di Paris

    POJOKBANDUNG.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat kemarin (30/10) mengeluarkan pernyataan dan imbauan untuk memboikot semua produk Prancis. Seruan itu menyusul pernyataan kontroversial Presiden Prancis Emmanuel Macron yang membela publikasi karikatur Nabi Muhammad SAW. Boikot dilakukan sampai Macron meminta maaf kepada umat Islam.

    Surat MUI itu diteken Wakil Ketua Umum Muhyiddin Junaidi dan Sekjen MUI Anwar Abbas. MUI telah mencermati dan memperhatikan sikap Presiden Macron yang tidak menggubris sedikit pun peringatan dari umat Islam di penjuru dunia. ’’Bahkan yang bersangkutan tetap angkuh dan sombong dengan memuji sikap mereka yang menjunjung tinggi kebebasan berekspresi,’’ kata Muhyiddin.

    Surat tertanggal 30 Oktober itu tidak hanya berisi imbauan boikot. MUI juga meminta Presiden Joko Widodo untuk menarik sementara waktu Duta Besar Indonesia di Paris sampai Presiden Macron meminta maaf kepada umat Islam di dunia. MUI juga meminta penghentian tindakan penghinaan dan pelecehan Nabi Muhammad, termasuk pembuatan karikaturnya.

    ’’MUI juga mengimbau kepada umat kiranya dalam menyampaikan aspirasi dilakukan secara damai dan beradab,’’ tuturnya.

    Pernyataan terbuka juga disampaikan PKS. Presiden PKS Ahmad Syaikhu menyatakan, partainya mengirim surat melalui Kedutaan Besar Prancis di Jakarta. Intinya, secara tegas meminta Macron menarik kembali pernyataan yang menghina Islam dan meminta maaf.

    PASANG KAWAT BERDURI: Polisi menyiapkan rekayasa lalu lintas di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta, Jumat (30/10), mengantisipasi demo mengecam pernyataan kontroversial Presiden Prancis Emmanuel Macron. (HANUNG HAMBARA/JAWA POS)

    Sementara itu, pemerintah Prancis menaikkan level waspada teror ke tingkat tertinggi di seluruh penjuru negeri. Itu menyusul penyerangan di Gereja Notre-Dame, Nice, French Riviera, pada Kamis (29/10). Tiga orang tewas. Satu orang tewas karena luka tusukan dan dua lainnya karena digorok lehernya.

    Belakangan pelaku diketahui bernama Brahim Aouissaoui, 21, imigran asal Tunisia. Dia kini dirawat di Rumah Sakit Pasteur setelah menerima setidaknya enam tembakan dari polisi. Pihak kejaksaan menyatakan bahwa pelaku tidak masuk dalam radar pengawasan intelijen Prancis. Seorang pria 47 tahun yang kontak dengan Aouissaoui juga ditangkap.

    Dilansir Agence France-Presse, penjagaan gereja dan sekolah-sekolah oleh patroli militer Prancis kini ditingkatkan dari 3 ribu menjadi 7 ribu prajurit. ’’Jelas ini adalah serangan terhadap Prancis. Kami tidak akan menyerah atas nilai-nilai yang kami miliki,’’ ujar Presiden Prancis Emmanuel Macron.

    Penyelidikan kasus itu tidak hanya dilakukan di Prancis, tapi juga di tanah kelahiran pelaku, Tunisia. Kantor Kejaksaan Anti Terorisme Tunisia membuka penyelidikan atas dugaan tindak kejahatan terorisme oleh warga Tunisia di luar perbatasan nasional.

    Sementara itu, Prancis banjir dukungan dan belasungkawa. Di antaranya dari Paus Fransiskus, PM Inggris Boris Johnson, Presiden AS Donald Trump, dan PM Australia Scott Morrison. ’’Saya berdoa untuk para korban, keluarga mereka, dan penduduk Prancis tercinta agar mereka menanggapi kejahatan dengan kebaikan,’’ ujar Paus Fransiskus.

    Di bagian lain, Kementerian Luar Negeri RI memastikan seluruh WNI di Prancis dalam kondisi aman. KBRI Paris dan KJRI Marseille secara aktif terus berkoordinasi dengan otoritas setempat.

    Menurut Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Indonesia untuk Perancis, Andorra, dan Monako Arrmanatha Nasir, saat ini tercatat ada 4.023 WNI di Prancis dan 25 orang di antaranya berada di Nice.

    (jpc)

  • Presiden Perancis Dilantik Pakai Jas Murah

    Presiden Perancis Dilantik Pakai Jas Murah

    POJOKBANDUNG.com – Emmanuel Macron resmi menjadi Presiden Prancis setelah dilantik pada Minggu (14/5/2017) lalu.

    Pelantikan itu menjadi sorotan publik, sudah pasti. Namun, publik menyoroti secara khusus pada jas yang dipakai sang presiden.

    Dalam pelantikan, Presiden Macron disebut memakai jas yang harganya murah seharga 450 Euro atau sekitar Rp6,5 juta.

    Harga tersebut dinilai cukup murah untuk dikenakan orang nomor satu Prancis yang notabene negara maju.

    Terlebih jika jas itu dikenakan di saat acara pelantikan yang merupakan momen penting bagi negara.

    Penampilan suami dari Brigitte Trogneux itu lalu menimbulkan decak kagum publik. Pasalnya, presiden termuda Perancis itu dinilai bersahaja, berbeda dengan presiden-presiden sebelumnya yang terkenal dengan gaya hidup mewah.

    Sebagai contoh presiden Perancis Nicolas Sarkozy memiliki gaya hidup yang mencolok. Begitu juga dengan Presiden sebelumnya, Francois Hollande yang lantaran menghabiskan uang 10 ribu Euro (Rp 145,7 juta) dalam sebulan hanya untuk penata rambut.

    (ra/pojoksatu)

  • Ngebet Masuk Timnas Prancis, Karim Benzema Buka-bukaan Soal Video Seks

    Ngebet Masuk Timnas Prancis, Karim Benzema Buka-bukaan Soal Video Seks

     

    POJOKBANDUNG.com – Striker Real Madrid Karim Benzema masih berharap bisa kembali dipanggil memperkuat timnas Prancis.

    Terbaru, ia pun menyerang rekan setimya sendiri di timnas Prancis Mathieu Valbuena. Ia menyebut Valbuena seorang pembual yang luar biasa.

    Hal itu terkait dengan kasus yang menyangkut keduanya dalam kasus pemerasan video seks yang masih belum tuntas.

    “Valbuena harus berhenti membuat cerita dan bualan,” tegasnya kepada L’Equipe.

    Menurutnya, kasus yang membelit keduanya berkenaan dengan pemerasan video seks tersebut adalah ulah Valbuena, bukan dirinya.

    “Dia seharusnya mengatakan yang sebenarnya dan berhenti membohongi dunia,” lanjutnya.

    Malah, ia menyindir Valbuena bahwa dalam dunia sepakbola, seorang pemain harus bisa bermain bagus meski tak membuat gol.

    “Sebagai pesepakbola, Anda semestinya bisa bermain bagus. bukan membual,” sambungnya.

    Menurutnya, sepakbola tak seperti kompetisi NBA yang tak mementingkan rasio, statistik dan gol semata.

    “Dalam sepakbola, angka dan catatan itu memang penting. Tapi tak sepenting sepakbola itu sendiri,” tutupnya.

    Kasus pemerasan video rekaman seks itu muncul pada Oktober 2015 lalu yang melibatkan Valbuena, Benzema dan Djibril Cisse.

    Akibat kasus itu juga, Benzema akhirnya tak dipanggil ke timnas Prancis untuk berlaga di Euro 2016 lalu.

    (ruh/pojoksatu)