POJOKBANDUNG.COM, HUNGARIA -Paris Saint-Germain (PSG) akhirnya mewujudkan mimpi besar mereka dengan menjuarai Liga Champions 2026. PSG mengalahkan Arsenal melalui drama adu penalti 4-3 setelah kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit pada final Liga Champions 2026 di Puskas Arena, Hungaria, Minggu (31/5/2026) dini hari WIB.
Pemain PSG rayakan kemenangan usai Gabriel Magelhaes gagal cetak gol. Foto : Dailymail. Sementara foto atas, Kemenangan ini membuat PSG mencatat sejarah sebagai salah satu klub elite Eropa yang mampu mempertahankan gelar Liga Champions secara beruntun. Foto : Istimewa
Keberhasilan ini menjadi pencapaian bersejarah bagi Paris Saint-Germain yang selama bertahun-tahun berusaha menaklukkan kompetisi paling bergengsi antarklub Eropa tersebut.
Arsenal Unggul Cepat Lewat Kai Havertz Pertandingan berlangsung sengit sejak menit awal. Arsenal langsung mengejutkan PSG dengan gol cepat yang dicetak Kai Havertz pada menit keenam. Berawal dari kemelut di lini pertahanan PSG, bola liar berhasil dimanfaatkan Havertz yang bergerak cepat menuju kotak penalti.
Dari sudut sempit, pemain asal Jerman itu melepaskan tembakan yang gagal diantisipasi kiper Matvei Safonov. Gol tersebut membuat Arsenal tampil lebih percaya diri dan mampu mengimbangi permainan PSG sepanjang babak pertama.
Penalti Dembele Selamatkan PSG Memasuki babak kedua, PSG meningkatkan tekanan untuk mencari gol penyama kedudukan. Usaha mereka membuahkan hasil ketika Khvicha Kvaratskhelia dijatuhkan Cristhian Mosquera di dalam kotak penalti.
Wasit Daniel Siebert tanpa ragu menunjuk titik putih. Ousmane Dembele yang dipercaya sebagai algojo sukses menjalankan tugasnya dengan sempurna.
Dembele mengirim bola ke sisi kiri gawang, sementara David Raya bergerak ke arah yang berlawanan. Gol tersebut membuat skor berubah menjadi 1-1. Setelah gol penyama itu, kedua tim sama-sama menciptakan sejumlah peluang berbahaya.
Namun hingga waktu normal berakhir, tidak ada tambahan gol yang tercipta.
Drama Extra Time dan Kontroversi Penalti
Laga kemudian berlanjut ke babak perpanjangan waktu. Arsenal mencoba menambah energi dengan memasukkan Martin Zubimendi dan Eberechi Eze, sedangkan PSG menurunkan Warren Zaire-Emery.
Salah satu momen penting terjadi pada menit ke-102 ketika Noni Madueke terjatuh di area penalti setelah berduel dengan Nuno Mendes.
Para pemain Arsenal dan pelatih Mikel Arteta sempat melancarkan protes keras kepada wasit karena menganggap terjadi pelanggaran. Namun Daniel Siebert memutuskan untuk melanjutkan pertandingan dan tidak memberikan penalti.
Meski Arsenal tampil lebih agresif pada babak kedua extra time, rapatnya pertahanan PSG membuat skor tetap bertahan 1-1 hingga peluit panjang berbunyi.
PSG Menang 4-3 dalam Adu Penalti
Babak adu penalti menjadi penentu juara Liga Champions 2026.
Goncalo Ramos sukses membuka keunggulan PSG sebelum Viktor Gyokeres menyamakan kedudukan untuk Arsenal.
Desire Doue kemudian mencetak gol untuk PSG, sementara Eberechi Eze gagal menjalankan tugasnya setelah tendangannya melebar dari sasaran. Arsenal sempat menyamakan skor melalui Declan Rice setelah David Raya menggagalkan eksekusi Nuno Mendes.
Adu penalti berlangsung ketat hingga penendang kelima. Lucas Beraldo berhasil mencetak gol untuk PSG.
Sebaliknya penendang terakhir Arsenal, Gabriel Magalhaes gagal menaklukkan Safonov setelah tendangannya melambung di atas mistar gawang.
Kegagalan Gabriel memastikan kemenangan PSG 4-3 dalam adu penalti sekaligus mengantarkan Les Parisiens meraih gelar Liga Champions 2026.
PSG Ukir Sejarah di Eropa
Keberhasilan ini menjadi tonggak penting dalam sejarah Paris Saint-Germain. PSG akhirnya mampu mengangkat trofi Si Kuping Besar untuk kedua kalinya berturut-turut. Di bawah arahan Luis Enrique, PSG menunjukkan mental juara sepanjang musim dan menutup perjalanan mereka dengan kemenangan dramatis atas Arsenal di partai puncak.
Trofi Liga Champions 2026 sekaligus menegaskan status PSG sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Eropa saat ini.
Bagi pelatih Luis Enrique, dia mengikuti jejak Zinedina Zidane (Real Madrid) yang mmpu mempertahankan gelar trofi Liga Champions secara beruntun. (rak/radar surabaya)
POJOKBANDUNG.COM, MUNICH – Desire Doue, pemain muda asal Prancis, mencuri perhatian dunia sepak bola.
Desire Doue tampil gemilang bersama Paris Saint-Germain (PSG) di Liga Champions musim 2024/25.
Pada usia 19 tahun, Desire Doue tidak hanya membantu PSG meraih gelar Liga Champions pertama mereka.
Desire Doue mencatatkan sejarah sebagai pemain termuda yang mencetak dua gol dan memberikan satu assist dalam final kompetisi tersebut.
Dilansir melalui laman Transfermarkt, Doue lahir di Angers, Prancis, pada 3 Juni 2005. Desire Doue memulai karir sepak bolanya di akademi Stade Rennais pada 2011.
Setelah menandatangani kontrak profesional pertamanya pada April 2022, Doue melakukan debut di Ligue 1 pada 7 Agustus 2022 saat Stade Rennais FC bertemu FC Lorient.
Performa impresifnya bersama Rennais menarik perhatian klub-klub besar Eropa.
Pada Agustus 2024, PSG merekrut Doue dengan nilai transfer sekitar Rp 521,45 miliar, menjadikannya bagian dari proyek jangka panjang klub di bawah asuhan pelatih Luis Enrique.
Doue tampil konsisten di berbagai posisi, termasuk sebagai gelandang serang dan winger.
Dalam 54 pertandingan di semua kompetisi musim ini, Doue mencetak 15 gol dan memberikan 16 assist.
Melansir melalui laman resmi UEFA, puncak penampilannya terjadi di final Liga Champions melawan Inter Milan.
Desire Doue mencetak dua gol dan satu assist dalam kemenangan 5-0 PSG.
Atas performa tersebut, Doue dinobatkan sebagai Pemain Muda Terbaik Liga Champions 2024/25 oleh UEFA.
Dengan pencapaian luar biasa di usia muda, Desire Doue diprediksi akan menjadi salah satu bintang besar sepak bola dunia.
Dia juga menjadi kandidat kuat untuk penghargaan Golden Boy dan diharapkan menjadi pilar utama tim nasional Prancis di masa mendatang. (jpc)
POJOKBANDUNG.COM, MILAN – Melawan tuan rumah Inter Milan jadi misi sulit bagi Die Roten yang tertinggal 2-1 dalam agregat sementara babak delapan besar Liga Champions.
Striker Bayern Muenchen Harry Kane merayakan gol. Foto : Dok. Instagram/@fcbayern. Sementara foto atas, penyerang Inter Milan Laotaro Martinez saat selebrasi gol. Foto:Dok.AFP
Inter Milan berhasil membawa pulang kemenangan 1-2 dari pertandingan leg 1 di markas Bayern Munchen, pada pekan lalu.
Kemenangan tersebut menjadi bekal berharga bagi Nerazzurri jelang leg 2.
Jadwal leg 2 perempat final Liga Champions 2024/2025 antara Internazionale vs Bayern Munchen, dapat disaksikan via live streaming Vidio, pada Kamis (17/4/2025) jam 02.00 WIB.
Hasil leg 1 lalu, Inter Milan berhasil mengalahkan Bayern Munchen dengan skor 1-2 di markas Die Roten.
Sepasang gol Nerazzurri disumbangkan oleh Lautaro Martinez menit 38 serta Davide Frattesi menit 88.
Inter Milan kini punya bekal keunggulan agregat tipis 2-1.
Inter wajib mempertahankan keunggulan jika ingin melaju ke semifinal.
Skuad besutan Simone Inzaghi juga memiliki tren performa cukup bagus saat bermain kandang.
Musim ini Inter tercatat baru 1 kali menelan kekalahan kandang.
Lautaro Martinez menghendaki timnya menampilkan performa serupa pada leg 1, jika mereka ingin mengunci tiket lolos ke semifinal.
“Penampilan dan sikap kami harus sama di leg kedua, kami mengambil bola dari mereka di babak pertama dan melihat betapa mereka menderita, jadi kami membutuhkan kualitas serta tekad,” ucap Lautaro Martinez di laman resmi UEFA.
Di kubu seberang, Bayern Munchen menelan kekalahan kandang perdana di UCL, sejak April 2021.
Kekalahan dari Inter pada menit akhir, juga menjadi tamparan keras bagi lini pertahanan Bayern.
Kini jelang pertandingan leg 2, Die Roten dituntut meningkatkan konsentrasi serangan sembari tetap fokus di lini pertahanan.
Bayern Munchen berambisi memetik hasil positif dari lawatan ke Italia.
“Saya tidak pernah terlalu khawatir setelah pertandingan leg pertama. Ini benar-benar dapat dicapai, dan kami tetap percaya diri,” ucap Konrad Laimer di laman resmi UEFA. (pra)
POJOKBANDUNG.com, ATALANTA – Pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2019/2020 antara Atalanta vs Valencia bakal dimainkan pada Kamis (20/02/2020) mulai pukul 02.45 WIB di Stadion San Siro, Milan. Diprediksi, Tdemi impresi baik di laga perdana babak gugur Liga Champions mereka.
Atalanta mengawali petualangan pertamanya di Liga Champions dengan gugup. Pasukan Gian Piero Gasperini menelan tiga kekalahan di tiga pertandingan awal. Tetapi mereka berhasil bangkit dari dasar klasemen dan memastikan lolos ke 16 besar berkat 7 poin di tiga laga terakhir.
Penampilan impresif Atalanta bukan hal kebetulan. Performa musim lalu masih mereka pertahankan. Di ajang Serie A, La Dea masih bertengger di posisi 4 klasemen, unggul 6 angka dari pesaing terdekatnya, AS Roma yang mereka kalahkan pada pekan 24 kemarin (16/02/2020).
Dari lima laga terakhir di semua kompetisi, Atalanta memetik 4 kemenangan, 1 hasil seri, serta mencetak 19 gol. Meski demikian, Gasperini tetap akan tampil waspada dan menyebut sang calon lawan, Valencia memiliki kualitas hebat.
“Saya telah melihat beberapa laga mereka (Valencia), khususnya saat melawan Barcelona dan Atletico Madrid. Ini ujian berat. Ini tidak akan mudah, Valencia memiliki banyak kualitas, tetapi ini akan menarik. Kami akan ke San Siro dengan 40.000 orang, kami harus menikmatinya,” ucap Gasperini usai laga kontra AS Roma.
Sementara itu, Valencia bermodal performa buruk. Dari tiga pertandingan terakhir, Los Che sudah kalah 2 kali dan meraih hasil seri pada Sabtu (15/02/2020) lalu saat menjamu Atletico Madrid.
Kendati demikian, fullback Jose Gaya mengaku optimis menyambut laga kontra Atalanta. Valencia sendiri hanya memenangkan 1 dari 8 kesempatan terakhir dalam laga tandang Liga Champions.
“Kami memiliki perasaan bagus di laga Liga Champions Rabu mendatang. Kami harus lebih bersatu lebih dari biasanya,” kata Gaya dikutip dari laman web resmi Valencia.
“Kami memandang laga dengan antusias. Bermain di babak 16 besar Liga Champions tidak datang setiap hari. Kami akan bermain dengan mental terbaik dan mencoba mencetak gol. Kami tahu betapa pentingnya laga ini bagi kedua kesebelasan dan para pendukungnya,” imbuhnya.
Atalanta akan diuntungkan dengan banyaknya pemain Los Che yang absen. Ezequiel Garay, Manu Vallejn, Cristiano Piccini, dan Gabriel Paulista dipastikan absen. Selain nama terakhir, semuanya menderita cedera.
Sedangkan Atalanta dapat tampil dengan skuat penuh. Kedua kesebelasan belum pernah bertemu di ajang Liga Champions. Valencia sendiri tiga kali bertemu wakil Italia di babak gugur dengan rekor 2 menang serta 4 kali menelan kekalahan.
Kemenangan terakhir mereka melawan wakil Italia terjadi pada 2006 silam saat melawan AS Roma di fase grup. Tuan rumah kemungkinan akan mendominasi jalannya laga. Di Serie A, La Dea (55,4 persen) tercatat sebagai pemilik rata-rata penguasaan bola terbaik ketiga setelah Juventus (57,3 persen) dan Napoli (56,6 persen).
Keuntungan bermain di depan para suporter sendiri, meski bukan di stadion asli mereka, Atalanta kemungkinan besar akan tampil menyerang sejak menit awal. Meski diprediksi bakal menang, Valencia diyakini bakal mencuri gol tandang. Pasalnya, Atalanta selalu kebobolan di 4 laga terakhir.
POJOKBANDUNG.com, VALENCIA – Cristiano Ronaldo bakal menjadi sorotan dalam laga penyisihan Grup H Liga Champions Valencia vs Juventus di Mestalla, Kamis (20/9/2018) dini hari nanti.
Ronaldo akan jadi tumpuan Juventus untuk membayar kegagalan mereka musim lalu. “Liga Champions adalah kompetisi yang sulit dan sulit diprediksi. Bersama Ronaldo, kami masih jauh dari kemungkinan memenanginya” ucap pelatih Juve, Massimiliano Allegri di laman resmi klub.
Allegri tidak mau sesumbar. Pasalnya, Ronaldo sempat mengalami kesulitan untuk mencetak gol perdananya bersama Juventus musim ini. Kapten timnas Portugal di Piala Dunia 2018 itu baru pecah telor setelah menjalani pertandingan keempatnya bersama Bianconeri.
Namun, dua gol Ronaldo ke gawang Sassuolo, Minggu (16/9) kemarin tak hanya memberi kemenangan bagi Juventus. Tapi sekaligus menjadi pertanda bahwa mesin sang megabintang sudah mulai panas.
Ini jelas menjadi ancaman tersendiri bagi Valencia yang akan menjamu Juventus di Stadion Mestalla, Kamis (20/9) dini hari nanti. Terlebih, performa Los Che di awal musim ini kurang mengesankan.
Di bawah kendali Marcelino Garcia Toral, Valencia belum pernah meraih kemenangan di kancah La Liga. Valencia tiga kali ditahan imbang dan sekali kalah dari Espanyol. Ini menjadi modal kurang bagus bagi Valencia.
Meski tampil di kandang sendiri, tak menjamin Valencia bisa meraih hasil positif. Terlebih, Ronaldo akan punya ambisi tersendiri dalam ‘kepulangannya’ ke Spanyol kali ini. Dia kemungkinan akan termotivasi untuk kembali unjuk ketajaman setelah rival beratnya Lionel Messi mencetak hat-trick saat Barcelona menang 4-0 atas PSV Eindhoven, Rabu (18/9) kemarin.
Sebuah laga yang tidak mudah bagi tuan rumah. Marcelino harus bisa menemukan formula yang tepat untuk bisa menghentikan ambisi Juventus kembali meraih trofi Liga Champions setelah puasa panjang.
POJOKBANDUNG.com- LIVERPOOL dipastikan lolos ke fase grup Liga Champions setelah menyingkirkan wakil Jerman Hoffenheim di babak playoff.
Dalam laga di Anfield, Kamis (24/8) dini hari WIB, Liverpool menang 4-2, setelah di leg pertama The Reds juga menang 2-1 (agregat 6-3).
Selain Liverpool, sembilan klub lainnya dari babak playoff juga berhak ke fase grup.
Drawing fase grup akan digelar di Grimaldi Forum, Kamis (24/8) sore waktu setempat. Delapan klub sudah otomatis masuk Pot 1, tak akan diundi satu grup.
Klub di fase grup Liga Champions:
Pot 1: Real Madrid (Spanyol, juara bertahan), Bayern Munchen (Jerman), Juventus (Italia), Benfica (Portugal), Chelsea (Inggris), Shakhtar Donetsk (Ukraina), Monaco (Prancis), Spartak Moskva (Rusia)
Barcelona (Spanyol), Atletico Madrid (Spanyol), Paris Saint-Germain (Prancis), Borussia Dortmund (Jerman), Manchester City (Inggris), Porto (Portugal), Manchester United (Inggris), Tottenham Hotspur (Inggris), Basel (Swiss), Anderlecht (Belgia), AS Roma (Italia), Besiktas (Turki), Feyenoord (Belanda), RB Leipzig (Jerman)
Dari playoff: Sevilla (Spanyol), Napoli (Italia), Olympiacos (Yunani), Celtic (Skotlandia), Maribor (Slovenia), APOEL (Siprus), Qarabag (Azerbaijan), Sporting CP (Portugal), CSKA Moskva (Rusia), Liverpool (Inggris)
POJOKBANDUNG.com- LIVERPOOL yang mendarat di peringkat empat Premier League musim lalu mendapat lawan tak mudah di babak playoff Liga Champions.
Dalam undian di Nyon, Swiss, Jumat (4/8) sore WIB, tim asuhan Jurgen Kloop ditakdirkan berhadapan dengan wakil Jerman Hoffenheim.
Liverpool akan melakoni laga tandang terlebih dulu ke markas peringkat keempat Bundesliga itu pada 15 atau 16 Agustus, sebelum menjadi tuan rumah seminggu kemudian.
Sebenyak 20 tim harus melakoni playoff, untuk mencari sepuluh pemenang yang masuk ke fase grup Liga Champions.
POJOKBANDUNG.com – Final Liga Champions 2017 seperti membuka luka lama sekaligus cerita nestapa Juventus. Dari keberhasilan menembus tiga partai final beruntun, Juventus sekali merebut gelar juara.
Pada partai puncak 1998 lalu, La Vecchia Signora menyerah 0-1 dari Madrid. Gol semata wayang Predrag Mijatovic membuat Juventus harus rela kehilangan dua gelar dalam tiga partai final beruntun dalam pertandingan di Amsterdam Arena.
I Bianconeri merebut gelar pada musim 1995-95. Tim Kuda Zebra mengalahkan Ajax Amsterdam di Stadion Olimpico Roma melalui adu penalti.
Kuartet algojo Juventus menjalankan tugas tanpa cela masing-masing Ciro Ferrara, Gianluca Pessoto, Michele Padovano, dan Vladimir Jugovic.
Musim berikut, Juventus juga melangkah ke Final Liga Champions. Namun, mereka tumbang dari Borussia Dortmund dengan skor 1-3. Padahal, Juventus muncul sebagai tim favorit di laga ini. Mengingat status mereka sebagai juara bertahan.
Juventus memiliki deretan pemain berkelas di masa itu seperti Zinedine Zidane, Alessandro Del Piero, sampai kiper Angelo Peruzzi. Namun, Juventus besutan Marcello Lippi cuma bisa mencetak satu gol melalui Del Piero di menit 65.
Tim asal Kota Turin ini benar-benar menghentak seantero Eropa dengan keberhasilan melangkah di tiga partai puncak berturut-turut.
POJOKBANDUNG.com- DRAWING semifinal Liga Champions selesai dilakukan. Hasil menarik pun muncul. Dua tim yang sudah dua kali bertemu di laga puncak perhelatan ini, Real Madrid dan Atletico Madrid, bakal bertemu lebih cepat.
Ya, Derby Madrid akan terjadi di semifinal Liga Champions.
Ini menjadi masalah tersendiri bagi Atletico. Pasalnya rekor mereka ketika menghadapi Madrid di Liga Champions jauh dari kata memuaskan.
Mereka dua kali kalah di final dari Madrid, bahkan hanya menang sekali melawan Madrid sepanjang sejarah laga di eropa.
Sementara itu, pada pertemuan lainnya laga menarik antara Juventus melawan AS Monaco akan dihelat. Sebuah laga untuk klub yang jelas punya hasrat berbeda musim ini.
I Bianconeri ingin sekali meraih sukses di Liga Champions, kompetisi yang selalu jadi masalah mereka ketika selalu sukses di liga. Sementara Monaco adalah klub kuda hitam yang performanya terus menanjak.
Laga dipastikan akan sangat menarik karena Monaco yang memiliki taktik menyerang begitu eksplosif dihadapkan kepada Juventus, salah satu tim dengan pertahanan paling istimewa di dunia.
Menariknya, Juventus punya kenangan indah melawan Monaco. Mereka dua kali melawan tim ini di Liga Champions babak Knockout yakni semifinal 1997-1998 dan perempat final 2014-2015. Dimana pada keduanya, Juventus selalu menang dan lolos.
POJOKBANDUNG.com, NYON – Lengkap sudah empat klub yang mengisi slot semifinal Liga Champions musim ini. Kemarin (20/4) Juventus dan AS Monaco menyusul Real Madrid serta Atletico Madrid yang sudah lebih dahulu memastikan langkah ke semifinal.
Di Camp Nou, Juve menahan imbang tanpa gol Barcelona. Dengan hasil itu, Juve unggul agregat 3-0 yang merupakan hasil pertemuan pertama di Turin (12/4). Lalu, di Stade Louis II, Monaco memukul wakil Jerman, Borussia Dortmund, dengan skor 3-1 untuk menang agregat 6-3.
Menuju drawing semifinal yang berlangsung di markas UEFA, Nyon, Swiss, petang nanti (21/4), sejumlah prediksi tentang siapa lawan siapa bermunculan. Hasilnya, Real dan Juve adalah dua tim yang diharapkan tidak saling jegal di semifinal alias favorit melaju ke final.
Real sebagai juara bertahan punya misi besar untuk meraih duodecima atau trofi ke-12. Sejak era modern Liga Champions (musim 1992–1993), belum pernah ada tim yang berhasil back-to-back juara. Nah, jika melihat skuad Real yang punya kualitas merata antara inti dan cadangan serta faktor pelatih seperti Zinedine Zidane, Los Merengues –sebutan Real– punya peluang untuk merealisasikannya.
Masalahnya, Juve yang sukses menyingkirkan rival abadi Real, Barca, di perempat final juga naik dalam bursa juara Liga Champions. ”Siapa pun tidak akan suka bertemu Juve (di semifinal, Red),” kata bek Juve Leonardo Bonucci seperti dilansir Football Italia.
POJOKBANDUNG.com- BARCELONA tunduk dari Juventus dalam leg pertama perempat final Liga Champions, di Juventus Stadium, Rabu (12/4) dini hari Wib.
Bermain di depan publik sendiri, Juve yang sejak awal menekan Barcelona menang tiga gol tanpa balas. Tak butuh lama bagi Si Nyonya Tua untuk membuka keunggulan.
Tusukan Cuadrado gagal dihentikan di rusuk kiri pertahanan dan bola dengan mudah diarahkan kepada Paulo Dybala. Striker yang diinginkan Barcelona itu dengan satu gerakan memutar langsung melepaskan tembakan ke sudut gawang tanpa mampu dihalau Ter Stegen. GOL 1-0!
Usai gol itu, Barca bangkit dan baru tersadar usai mendapat sengatan hebat dari Juve. Tapi, pertahanan displin Juve sulit untuk ditembus.
Namun, lewat serangan balik cepat, Juve justru bisa menambah keunggulan. Sebuah sepakan bola melengkung dari Dybala pun menghiasi papan skor yang berubah menjadi 2-0!
Massimiliano Allegri sepertinya sudah paham betul bagaimana meredam serangan Blaugrana itu. Terbukti, hingga menit 40, trio MSN yang ditakuti Buffon tak berkutik dengan ketangguhan empat bek sejajar Juventus. Salah satunya, Alex Sandro yang tampil sangat gemilang dalam meredam pergerakan Messi.
POJOKBANDUNG.com, TURIN – Dua pekan lalu, Paulo Dybala masih berlatih dengan Lionel Messi. Saat itu, dua pemain ini sama-sama mengenakan jersey biru langit timnas Argentina. Akan tetapi, kemesraan yang terbangun di Ezeiza, Buenos Aires – kamp latihan timnas Argentina –itu takkan bisa terulang dini hari nanti WIB.
Ketika Dybala dan Messi sudah tak lagi berkostum Argentina, ketika mereka bakal head to head langsung saat leg pertama perempat final Liga Champions antara Juventus menghadapi Barcelona yang berlangsung di Juventus Stadium, Turin (Siaran Langsung SCTV/Fox Sports 1 pukul 01.45 WIB).
Dybala bersama Juventus dan Messi dengan Barcelona-nya. “Saya mengagumnya, saya juga respek kepadanya (Messi). Dia sudah berkali-kali memenangi Liga Champions, sedangkan saya masih memimpikannya. Kini, bersama Juve saya ingin memenanginya. Hasil di lapangan-lah yang akan menentukan, dan saya akan lakukan apapun untuk mengalahkannya,” ungkapnya kepada La Republicca.
Bukan hanya Messi. Duel di Turin juga akan menyajikan pertemuan empat pemain Argentinos yang sama-sama pernah merasakan latihan di Ezeiza. Bersama Dybala, di Juventus, ada Gonzalo Higuain yang punya 68 caps La Albiceleste – julukan Argentina. Sementara Messi tak sendirian sebagai Argentinos di Barca.
Ada Javier Mascherano sebagai sesama pemain senior timnas Argentina memperkuat La Blaugrana – julukan Barca. Sky Italia dalam tulisan tentang ulangan bentrok di Olympiastadion Berlin, dua tahun silam bahkan menyebut laga ini seperti perang mencari muka pemain-pemain Argentina di kedua klub.
Higuain sebagai top scorer Juventus di segala ajang musim ini dengan 27 gol. Sementara La Pulga – julukan Messi – tetap jadi sosok paling berpengaruh sama seperti di Argentina. Pada musim ini, Messi sudah menyumbangkan 43 gol dan menyuplai 13 kali assist pada segala ajang untuk Barca.
POJOKBANDUNG.com – Manchester United masih menjaga asa lolos ke Liga Champions musim depan, menyusul kemenangan mudah 3-0 atas tuan rumah Sunderland di Stadium of Light, Minggu (9/4/2017).
Di akhir laga, tuan rumah menyelesaikan pertandingan dengan sepuluh pemain menyusul kartu merah yang diterima Sebastian Larsson di menit ke-43.
Gol pertama MU ditorehkan Zlatan Ibrahimovic alias Ibra. Kedua oleh Henrik Mkhitaryan dan gol ketiga oleh Marcus Rashford, berkat assitsts dari Ibra.
Usai pertandingan, Ibra bercanda dengan para wartawan. Pemain yang sudah berusia 35 tahun itu membandingkan dirinya dengan karakter film Benjamin Button yang diperankan Brad Pitt.
“Sepertinya, semakin tua…saya semakin cerdas. Saya merasa seperti Benjamin Button, lahir tua dan akan mati muda,” kata Ibra seperti dilansir Marca.
Kemenangan 3-0 atas Sunderland ini membuat Ibra Cs mengoleksi 57 poin dari 30 laga.
Di klasemen sementara, MU menduduki posisi kelima, satu setrip di bawah zona jatah akhir Liga Champions yang diduduki Manchester City (61 poin dari 31 laga).
“Berlatih keras, tetap fokus, dan percaya pada apa yang dilakukan. Coba saja,” pungkas Ibra.
POJOKBANDUNG.com- DOA kiper dan kapten Juventus Gianluigi Buffon agaknya terkabul. Timnya terhindar dari pertemuan versus Leicester City di perempat final Liga Champions musim ini.
Tapi, sialnya bukan Monaco atau Borussia Dortmund yang kemudian dihadapi Juve kali ini. Malah raksasa Spanyol Barcelona.
Bentrok Juve lawan Barca adalah momen terbaik buat Massimiliano Allegri balas dendam. Ya, pada musim pertamanya di Juve, 2014-2015 lalu, Allegri membawa Buffon dkk ke final Liga Champions di Olympiastadion Berlin. Cuma di Berlin, Juve kemudian menyerah 1-3 kepada Barca.
Wakil Presiden Juve Pavel Nedved kepada Football Italia berkata timnya menaruh hormat kepada Barca. Namun respek itu bukan berarti Si Nyonya Tua, julukan Juve, takut kepada Barca.
“Kami sudah siap. Pertandingan ini datang di saat yang tepat ketika tim ini terus berkembang,” tutur Nedved. Juve akan menjamu Barca lebih dahulu pada 11 April kemudian bertanding ke markas Barca Camp Nou pada 19 April.
Juve versus Barca musim ini di Liga Champions mencerminkan dua tim dengan karakter yang bertolak belakang. Barca adalah tim dengan unit penyerangan terbaik dalam delapan laga dengan menghasilkan 26 gol. Sementara Juve adalah tim dengan soliditas lini belakang terbaik dengan baru kebobolan dua gol dalam delapan laga.
Soal motivasi balas dendam usai kekalahan Juve di final Liga Champions 2015 lalu, Nedved tak terlalu setuju. Sebab buat mantan gelandang timnas Republik Ceko itu jangan terlalu melihat kegagalan-kegagalan di masa lalu.
“Saya sepakat dengan (Giovanni) Trapattoni yang berkata Juve harus melihat dirinya sendiri, bukan tim lain. Dan sadar akan seberapa kuat tim tersebut,” kata Nedved lagi.
Pertemuan Juve versus Barca ini juga akan menjadi reuni yang emosional bagi Dani Alves. Alves yang berkostum Barca selama delapan musim (2008-2016) posisinya seolah tak tergantikan.
POJOKBANDUNG.com- Anda fans Barcelona sejati? Apa yang Anda lakukan untuk merayakan kemenangan mustahil Barcelona atas PSG di leg kedua Liga Champions?
Selebritis Indonesia satu ini memiliki cara nekad dan ekstrim untuk merayakan kemenangan Blaurgana itu.
Caranya, yakni dengan mengunggah foto bugil dalam posisi terlentang di atas ranjang dengan dihiasai jajaran jersey dan pernak-pernik tim asal Catalonia tersebut.
“NUFF SAID ! #thisiscampnou #barca4eva #viscaelbarça #putamadrid” demikian caption yang ia sematkan di unggahan itu.
Adalah Mario Lawalata yang berani melakukan hal itu. Selebritis yang memang sangat menggemari basket ini memang diketahui menjadi fans besar Barca sejak lama.
Tak ayal, unggahan itu pun memantik reaksi dari netizen, utamanya kaum hawa.
“Bantuin turunin hangernya,” ucap ayundafebri.
“Itu hanger mejeng aja sih,” sesal cynthiaayularas.