Tag: kemenhaj

  • Rangkaian Haji Selesai, Jemaah Mulai Tiba Hari Ini, Menhaj Minta PPIH Kawal yang Belum Tawaf Ifadah

    Rangkaian Haji Selesai, Jemaah Mulai Tiba Hari Ini, Menhaj Minta PPIH Kawal yang Belum Tawaf Ifadah

    POJOKBANDUNG.COM, JAKARTA – Rangkaian ibadah haji 2026 sudah berakhir. Sesuai dengan jadwal, hari ini (1/6/2026) jemaah mulai tiba di tanah air setelah sebelumnya menjalankan puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), serta di Masjidilharam.

    Rangkaian Haji Selesai, Jemaah Mulai Tiba Hari Ini, Menhaj Minta PPIH Kawal yang Belum Tawaf Ifadah
    Jemaah calon haji Indonesia saat berada di tenda jelang puncak ibadah haji di Arafah, Senin (25/5). Foto: KEMENHAJ Sementara foto atas, Ilustrasi. Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf bersama Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak bersiap mengikuti rapat kerja bersama Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/2/2026). Foto : Salman Toyibi/ Jawa Pos.

    Di antara rombongan jemaah haji yang tiba di tanah air hari ini adalah dari Embarkasi Jakarta-Pondok Gede. Berdasarkan data yang ditetapkan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Kloter 1 Embarkasi Jakarta-Pondok Gede mendarat malam ini pukul 22.45 WIB setelah sebelumnya lepas landas dari Jeddah pukul 08.00 waktu setempat.

    “Total ada 17 kloter yang pulang dari Arab Saudi pada 1 Juni.” Demikian Kemenhaj dalam keterangan tertulis kemarin (31/5/2026).

    Kemudian, setelah menempuh perjalanan udara sekitar 10 jam, ada tujuh kloter yang mendarat pada 1 Juni. Sedangkan 10 kloter lainnya mendarat pada 2 Juni.

    Data hingga 30 Mei menyebutkan, ada sekitar 130 jemaah yang wafat. Jumlah ini menurun drastis dibandingkan tahun lalu. Pada jumlah hari operasional yang sama pada 2025, jemaah yang wafat mencapai 267 orang. Di antara upaya untuk mencegah kasus kematian adalah memperketat pemeriksaan kesehatan sebelum keberangkatan.

    Sebelumnya, Menhaj Mochammad Irfan Yusuf menuturkan, fase puncak ibadah haji di Mina resmi berakhir pada 13 Zulhijah 1447 H. Seluruh jemaah haji Indonesia yang mengambil pilihan Nafar Tsani telah meninggalkan tenda-tenda di Mina. Mereka kemudian kembali ke hotel masing-masing di Makkah dengan aman, tertib, dan lancar.

    Dia menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh tahapan puncak haji tahun ini. Menurutnya, keberhasilan fase Mina merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur penyelenggara, petugas, dan jemaah haji Indonesia.

    “Mina clear dari jemaah haji Indonesia,” ujarnya di Makkah (30/5/2026).

    Layanan Tetap Berlanjut

    Data Kemenhaj menyebutkan, jemaah yang mengambil pilihan Nafar Awal telah kembali ke hotel pada 12 Zulhijah. Sementara itu, jemaah Nafar Tsani kembali ke hotel pada 13 Zulhijah setelah menyelesaikan rangkaian ibadah di Mina.

    Meski fase Mina telah selesai, Irfan menegaskan, bahwa layanan kepada jemaah haji tetap berlanjut. Sebagian jemaah telah melaksanakan tawaf ifadah pada 10 hingga 13 Zulhijah. Sebagian lainnya akan menyelesaikan tawaf ifadah dan rangkaian ibadah lainnya sebelum kembali ke Indonesia.

    Irfan menginstruksikan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi untuk terus mengawal dan mendampingi jemaah yang belum melaksanakan tawaf ifadah. Pendampingan ini penting untuk mengantisipasi kepadatan di area tawaf serta memastikan jemaah lanjut usia dan jemaah berisiko tinggi tetap mendapatkan perhatian prioritas. (wan/ttg/Jawa Pos)

     

     

  • Jumlah Jemaah Haji Kabupaten Bandung Menurun

    Jumlah Jemaah Haji Kabupaten Bandung Menurun

    POJOKBANDUNG.COM, KAB. BANDUNG – Jumlah calon jemaah haji asal Kabupaten Bandung pada tahun ini tercatat sebanyak 582 orang, mengalami penurunan dibandingkan kuota pada tahun-tahun sebelumnya. Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah daerah yang berkomitmen untuk memperjuangkan peningkatan kuota di masa mendatang.

    Bupati Bandung, Dadang Supriatna, menyampaikan bahwa biasanya Kabupaten Bandung mendapatkan kuota sekitar 2.500 jemaah setiap tahun. Namun pada tahun ini jumlah tersebut berkurang secara signifikan.

    “Kuota tersebut tidak mengurangi semangat pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada para jemaah. Pemerintah tetap memastikan seluruh proses persiapan berjalan optimal,” ujar dia, Minggu (5/4/2026).

    Sebagai bagian dari persiapan, para jemaah mengikuti kegiatan bimbingan manasik haji tingkat kabupaten yang digelar di Masjid Agung Al-Fathu. “Kegiatan itu bertujuan untuk memberikan pembekalan menyeluruh kepada jemaah sebelum keberangkatan,” ujar dia.

    Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bandung, Dudi Suryadarma, menjelaskan bahwa manasik haji merupakan tahapan penting dalam mempersiapkan jemaah secara spiritual dan teknis. Ia menegaskan bahwa jemaah diharapkan mampu menjalankan ibadah secara mandiri.

    “Manasik juga menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman jemaah terhadap rangkaian ibadah haji secara menyeluruh. Dengan demikian, jemaah tidak hanya siap secara fisik tetapi juga mental,” ungkap dia.

    Dari total jemaah yang akan berangkat, mayoritas merupakan perempuan dengan jumlah mencapai 315 orang. Sementara itu, jumlah jemaah laki-laki tercatat sebanyak 267 orang.

    “Selain itu, terdapat variasi usia yang cukup lebar di antara para jemaah, mulai dari usia 14 tahun hingga 90 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa pelaksanaan ibadah haji melibatkan berbagai kelompok usia,” ujar dia.

    Tema manasik tahun ini juga menekankan pada aspek inklusivitas dengan mengusung konsep ramah lansia, disabilitas dan perempuan.  “Hal ini dilakukan mengingat tingginya jumlah jemaah lanjut usia yang mencapai sekitar 30 persen,” ujar dia.

    Pemerintah daerah berharap meskipun kuota menurun, kualitas pelaksanaan ibadah haji tetap terjaga. Para jemaah diharapkan dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali membawa nilai-nilai positif. (kus)

  • Biaya Haji 2026 Diusulkan Rp 88,4 Juta, Dipotong Subsidi dan Setoran Awal, CJH Hanya Perlu Tambah Rata-Rata Rp 29 Jutaan

    Biaya Haji 2026 Diusulkan Rp 88,4 Juta, Dipotong Subsidi dan Setoran Awal, CJH Hanya Perlu Tambah Rata-Rata Rp 29 Jutaan

    POJOKBANDUNG.COM, JAKARTA – Jika disetujui DPR, biaya haji tahun 2026 bakal lebih murah.

    Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengusulkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2026 sebesar Rp 88,4 jutaan per jemaah.

    Jika dibandingkan tahun ini, maka angka biaya haji tahun 2026 tersebut turun sekitar Rp 1 jutaan.

    Seperti diketahui, BPIH adalah biaya riil haji.

    Sedangkan yang ditanggung jemaah disebut biaya perjalanan ibadah haji (Bipih).

    Formulasinya, Bipih adalah BPIH dikurangi subsidi dari hasil pengelolaan dana haji oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

    Usulan biaya haji 2026 itu disampaikan Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak di Komisi VIII DPR Senin (27/10/2025).

    Dia menyampaikan usulan BPIH 2026 sebesar Rp 88.409.366 per jemaah.

    Nilai ini turun sekitar Rp 1 juta dari BPIH 2025 yang dipatok Rp 89.410.258 per jemaah.

    Dahnil melanjutkan, pemerintah mengusulkan penggunaan nilai manfaat pengelolaan dana haji sebesar Rp 33.485.365 per jemaah.

    Penggunaan nilai manfaat atau subsidi haji ini lebih rendah dari tahun 2025. Pada haji 2025, penggunaan nilai manfaat ditetapkan Rp 33.978.509 per jemaah.

    Dahnil menyampaikan, besaran rata-rata Bipih atau biaya yang ditanggung jemaah haji 2026 senilai Rp 54.924.000 atau 62 persen dari biaya riil haji (BPIH). Biaya yang jadi tanggungan jemaah itu lebih murah dibandingkan musim haji 2025. Tahun ini rerata Bipih ditetapkan Rp 55.431.750 per jemaah.

    Meski demikian, Dahnil menegaskan bahwa biaya haji untuk tiap embarkasi berbeda. Hal itu terkait dengan jarak penerbangan dari bandara embarkasi menuju Saudi. Sebagai perbandingan, tahun ini bipih untuk CJH Embarkasi Aceh sebesar Rp 46.922.333 (termurah). Sedangkan Embarkasi Surabaya dikenai Rp 60.955.751 (termahal).

    Kendati rata-rata Bipih 2026 senilai Rp 54.924.000, namun para calon jemaah haji (CJH) tidak menyetor sebesar itu. Sebab, saat pendaftaran, mereka sudah membayar Rp 25 juta untuk mendapat nomor porsi. Dengan demikian, CJH yang masuk daftar berangkat tahun depan hanya diminta membayar kekurangannya, atau rata-rata sekitar Rp 29,9 juta.

    Dahnil juga menyampaikan bahwa usulan biaya haji itu dirancang dengan prinsip efisiensi dan efektifitas. “Sehingga penyelenggaraan haji dapat terlaksana dengan baik dan biayanya wajar,” tandasnya.

    Dia menyampaikan,  asumsi kurs USD yang digunakan adalah Rp 16.500 per USD. Kemudian, asumsi kurs riyal ditetapkan Rp 4.400 per riyal.

    Mengenai kuota haji 2026, menurut Dahnil, tidak ada perubahan. Yaitu tetap 221 ribu orang. Perinciannya,  203.320 haji reguler dan 17.680 haji khusus. Untuk haji reguler dipecah-pecah lagi. Yaitu, jemaah haji reguler murni 201.585 kursi, petugas haji daerah 1.050 kursi, dan pembimbing KBIHU 685 kursi.

    Dalam berbagai kesempatan, Dahnil menyampaikan perintah Presiden Prabowo supaya biaya haji terus ditekan. Dia mengakui sulit menurunkan biaya haji dengan cara otak-atik fiskal. Sebab, ada faktor inflasi dan aturan pajak di kedua negara. Yang bisa dilakukan Kemenhaj adalah menutup celah korupsi, kickback, atau sejenisnya. Menurut Dahnil, praktik kotor itu membuat biaya haji menjadi naik dan tidak efektif. Tetapi, ketika praktik culas itu ditutup, penyedia jasa bersedia menurunkan ongkosnya. Sebab, mereka tidak perlu lagi membayar ke oknum. (wan/oni/Jawa Pos)