POJOKBANDUNG.com – Melaksanakan ibadah haji merupakan Impian setiap umat Muslim. Namun, dana kerap kali menjadi persoalan dalam pelaksanaan ibadah haji. Oleh karena itu, supaya tidak terasa berat Anda disarankan untuk memiliki tabungan haji sejak dini.
Tabungan haji sebaiknya dipersiapkan sejak lama, karena biaya yang besar membutuhkan perencanaan yang matang. Selain itu, ibadah haji reguler juga memerlukan waktu tunggu yang lama, sehingga semakin cepat Anda mendaftar, semakin besar peluang untuk berangkat lebih awal.
Supaya Anda semakin yakin untuk menabung mulai saat ini, berikut beberapa alasan pentingnya merencanakan tabungan haji sejak dini.
Apa Itu Tabungan Haji?
Tabungan haji adalah simpanan yang dipersiapkan khusus untuk membiayai perjalanan ibadah haji ke Tanah Suci Mekkah. Dalam konteks keuangan, tabungan haji merupakan produk perbankan syariah yang dirancang untuk membantu masyarakat mempersiapkan dana secara bertahap guna memenuhi biaya penyelenggaraan ibadah haji.
Pembukaan tabungan haji dapat dilakukan di bank syariah atau unit usaha syariah yang ditunjuk oleh BPKH, atau yang disebut dengan Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS BPIH).
Dana yang disetorkan calon jamaah ke BPS BPIH disebut dengan dana haji. Berdasarkan UU No. 34 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Haji, dana haji adalah dana setoran biaya penyelenggaraan ibadah haji, dana efisiensi penyelenggaraan haji, dana abadi umat, serta nilai manfaat yang dikuasai oleh negara dalam rangka penyelenggaraan ibadah haji dan pelaksanaan program kegiatan untuk kemaslahatan umat Islam.
Pengelolaan dana haji harus dilakukan sesuai prinsip syariah, yang mengutamakan kehati-hatian, transparansi, dan akuntabilitas.
Manfaat Memiliki Tabungan Haji Sejak Usia Muda
Selain kesiapan spiritual, pelaksanaan ibadah haji juga membutuhkan persiapan dana yang matang. Oleh karena itu, persiapan tabungan haji sejak usia muda sangat dianjurkan, supaya dana bisa dikumpulkan secara bertahap dan tidak memberatkan di masa mendatang. Berikut beberapa manfaat memiliki tabungan haji sejak usia muda yang bisa jadi pertimbangan.
1. Meringankan Beban Finansial
Ibadah haji membutuhkan dana yang cukup besar. Oleh karena itu, calon jamaah disarankan untuk membuat tabungan haji, supaya dapat meringankan beban finansial ketika sudah memiliki kesiapan untuk pergi beribadah ke tanah suci Mekkah.
Jika sudah menabung sejak usia muda, kesiapan finansial Anda untuk ibadah haji akan sangat matang. Dengan begitu, calon jamaah bisa fokus pada persiapan haji lainnya.
- Pelaksanaan Ibadah Haji Jadi Lebih Cepat
Haji reguler membutuhkan waktu tunggu yang cukup lama. Semakin lama dana terkumpul, maka makin panjang pula masa tunggunya. Maka dari itu, memiliki tabungan haji sejak usia muda sangat disarankan, terutama jika memiliki pemasukan lebih.
Dana yang dikumpulkan sejak muda ini membantu mempercepat pendaftaran calon jamaah, sehingga keberangkatan ke Tanah Suci Mekkah juga makin cepat.
3. Menghindari Kenaikan Biaya di Masa Depan
Biaya haji berpotensi naik setiap tahunnya, sehingga dengan persiapan tabungan haji sejak dini calon jamaah dapat lebih siap secara finansial dan terhindar dari tekanan biaya yang semakin besar di masa mendatang.
Selain itu, menabung lebih awal memungkinkan calon jamaah untuk mencicil dana secara bertahap sesuai kemampuan, tanpa harus mengorbankan kebutuhan lain.
4. Memiliki Persiapan Finansial yang Matang
Kesiapan finansial jadi salah satu hal yang perlu dipertimbangkan sebelum pergi beribadah haji. Sebab berdasarkan rukun Islam yang ke lima, haji diwajibkan bagi mereka yang mampu, baik secara fisik maupun finansial.
Dengan Tabungan haji yang dipersiapkan dari jauh hari, calon Jamaah bisa memiliki finansial yang matang, tanpa perlu mengorbankan kebutuhan lainnya.
- Membentuk Kebiasaan Keuangan yang Baik
Memiliki tabungan haji sejak usia muda dapat membentuk kebiasaan keuangan yang baik. Dengan memiliki tabungan haji, calon jamaah dapat menentukan prioritas keuangan dengan baik.
Selain itu, tabungan haji juga meningkatkan konsistensi Anda dalam menyisihkan sebagian pendapatan secara rutin, sehingga mendorong disiplin finansial yang bermanfaat tidak hanya untuk ibadah haji, tetapi juga untuk pengelolaan keuangan jangka panjang.
Cara Membuat Tabungan Haji
Pembuatan tabungan haji harus melewati beberapa tahapan, sebelum calon Jamaah resmi memiliki tabungan. Berikut cara membuat tabungan haji yang perlu diperhatikan.
1. Tentukan Bank Tujuan
Pembukaan rekening haji harus dilakukan di bank syariah yang ditunjuk oleh BPKH, atau (BPS BPIH). Dalam konteks ini, ada berbagai bank yang bisa jadi pilihan. Lakukan riset secara mendalam, sebelum menentukan pilihan Anda, sebab setiap bank memiliki kebijakan yang berbeda.
- Persiapkan Dokumen Pembukaan Tabungan Haji
Saat berencana membuka tabungan haji, ada sejumlah dokumen yang perlu dipersiapkan oleh calon jamaah. Beberapa dokumen umum yang perlu dipersiapkan, antara lain:
- Kartu Tanda Penduduk (KTP)
- NPWP
3. Isi Formulir Pembukaan Rekening
Setelah seluruh dokumen dipersiapkan, langkah selanjutnya adalah mengisi formulir pembukaan rekening tabungan haji. Formulir ini dapat diisi secara langsung di kantor cabang bank atau melalui layanan digital, tergantung fasilitas yang disediakan oleh bank yang bersangkutan. Pastikan semua data yang diisi sesuai dengan dokumen identitas agar proses verifikasi berjalan lancar.
- Lakukan Setoran Awal
Setelah formulir diisi dan diverifikasi, calon jamaah diwajibkan melakukan setoran awal tabungan haji. Jumlah setoran awal ini bervariasi tergantung kebijakan masing-masing bank, namun umumnya berkisar antara Rp100.000 hingga Rp500.000.
Setoran awal ini akan menjadi saldo awal yang tersimpan di rekening tabungan haji dan dapat dilanjutkan dengan setoran rutin sesuai kemampuan.