Tag: berita subang
-

Bapor Korpri Subang Gelar Ngabret Pedal Tournamen
POJOKBANDUNG.COM, SUBANG-Badan Pembina Olahraga Korps Pegawai Republik Indonesia (BAPOR KORPRI) Kabupaten Subang menyelenggarakan Ngabret Padel Mini Tournament Session 1 yang berlangsung di Flash Padel Subang.Ngabret Padel Mini Tournament Session 1 terselenggara atas inisiasi BAPOR KORPRI Subang yang bekerjasama dengan Bank BJB, Perumda PDAM Tirta Rangga Subang serta Flash Padel.Turnamen tersebut diikuti oleh 12 pasangan peserta dari unsur ASN, swasta, dan BUMD. Pada kompetisi tersebut, pasangan Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita yang berpasangan dengan Seka berhasil meraih juara pertama.Sementara itu, pasangan H. Iman dan Hendra meraih juara kedua, serta pasangan Iwan Syahrul Anwar dan Temi menempati posisi juara ketiga.Dani Muhammad selaku ketua pelaksana kegiatan, menyampaikan bahwa Ngabret Padel Mini Tournament ini merupakan turnamen Padel yang diselenggarakan oleh BAPOR KORPRI Kabupaten Subang dengan peserta dari unsur ASN, pegawai pemerintahan, pegawai perbankan dan pegawai BUMD di Kabupaten Subang serta pelatih Flash Padel Subang.Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya olahraga sebagai bagian dari pola hidup sehat.Selain itu, turnamen ini juga menjadi media untuk memperkenalkan olahraga padel kepada masyarakat Kabupaten Subang.“Memasyarakarkan Olahraga dan Mengolahragakan Masyarakat, itulah harapan saya, ” ujarnya, Sabtu.Turnamen ini merupakan pelaksanaan Session 1 dan diharapkan dapat terus berlanjut pada kesempatan berikutnya dengan penyelenggaraan yang lebih baik, lebih meriah, serta melibatkan lebih banyak peserta. (anr) -

TPS Jalancagak di Tutup, Kinerja DLH Subang Disorot
POJOKBANDUNG.COM, SUBANG-:Kinerja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Subang dan Pemerintah Kecamtan Jalancagak, kini mendapat banyak sorotan menyusul tak kunjung tertanggulanginya kondisi darurat sampah di wilayah tersebut.
Pasalanya, hingga rapat ke empat antara pihak DLH Subang dan para pihak lainnya belum ada langkah kongkret dalam penanganan tumpukan sampah di TPS Camperenik Jalancagak
Tokoh Pemuda Jalancagak Kang Beno mengatakan sejauh ini belum ada langkah kongkret dari Pemkab Subang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Pemcam Jalancagak dalam penanganan darurat sampah.
“Pertanyaannya, sampai kapan kita akan menghadapi kondisi seperti ini?. Kini menghadapi darurat sampah yang semakin mengkhawatirkan,” tuturnya.
Penutupan TPS Jalancagak bukan solusi. Penutupan TPS hanya akan memunculkan babak baru persoalan sampah di wilayah Jalancagak, terlebih dari penataan lingkungan di desa -desa dan menyisakan risiko munculnya TPS liar jika pengawasan dan solusi pengganti tak berjalan cepat.
“Pertanyaanya, apakah kita harus kembali melihat potret ceceran sampah di kiri dan kanan jalan raya?. Kalau memang itu kembali harus terulang, moto jalancagak camperenik lupakan saja. Memang terdengar tidak elok, tapi jika tidak dimulai sekarang, kita hanya akan menunda ledakan sampah yang lebih parah lagi,” kata Beno,Jumat (8/5/2026).
Sementara itu, DLH Subang mengakui kondisi darurat sampah di wilayah Jalancagak belum tertangani maksimal. Pihaknya juga menegaskan hingga kini pihaknya masih berupaya mencari formulasi terbaik soal penanganan soal sampah di TPS Jalancagak.
“Hari ini rapat yang ke empat kalinya ya, bersama Muspika Jalancagak dan para kepala desa. Untuk masalah sampah di TPS Jalancagak kita tutup sementara. Untuk sampah dari desa desa akan kita tangani olah armada DLH sambil kita berupaya mencari formulasi terbaik soal penanganan soal sampah di TPS Jalancagak, ” ujar Andri Kadis LH Subang, Kamis (7/5/2026). (anr)
-

Sys Santo Jabat Anggota DPRD Subang Gantikan Almarhum Daeng Agung
POJOKBANDUNG.COM, SUBANG- H.Sys Santo Delvis Kader PDI Perjuangan resmi mengemban amanah sebagai anggota DPRD Subang melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW) untuk masa jabatan 2024-2029. Ia hadir menggantikan mendiang Almarhum Daeng Agung.
Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan berlangsung khidmat di Gedung DPRD Subang, Kamis (7/5/2026)
Usai pelantikan, Sys Santo menyampaikan rasa terima kasih sekaligus komitmennya untuk melanjutkan napas perjuangan pendahulunya.
“Ini adalah amanah pergantian antar waktu. Almarhum Pak Agung Daeng beliau adalah sahabat saya. Bismillah, saya akan melanjutkan kebaikan kebaikan yang sudah beliau lakukan, terutama konsistensi turun ke masyarakat di Dapil 6 maupun di wilayah Subang ” ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa dirinya akan segera menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja baru di DPRD Subang.
Ia juga menilai komunikasi dengan sesama anggota dewan menjadi langkah awal yang penting dalam menjalankan tugas legislatif.
“Jadi untuk ke depannya saya pasti lebih banyak komunikasi sama rekan -rekan,” katanya.
Sys yang mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) 6 di Kabupaten Subang itu akan menempati posisi di Komisi I DPRD.
“Prinsipnya adalah menjalankan tugas kedewanan, fungsi kontrol, dan turun ke masyarakat. Itu yang utama. Perintah Ketua Umum PDI Perjuangan Ibu Megawati Soekarnoputri sangat jelas, kader harus berada di tengah tengah rakyat,” pungkasnya.
Diketahui, Sys Santo menggantikan almarhum Dang Agung yang sebelumnya merupakan anggota DPRD Subang dari Fraksi Partai PDI Perjuangan Kabupaten Subang.
Kursi tersebut kosong setelah Dang Agung meninggal dunia pada 5 Agustus 2025 dan kemudian diisi melalui mekanisme PAW sesuai ketentuan yang berlaku. (anr)
-

BAZNAS Subang Gelar Pelatihan Juru Sembelih Halal alias Juleha
POJOKBANDUNG.COM, SUBANG-Juru sembelih halal (Juleha) mengikuti pelatihan penyembelihan hewan kurban. Kegiatan ini yang diinisiai Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Subang, bertempat di Aula BAZNAS Subang , Kamis(7/5/2026).
Ketua BAZNAS Subang, Ahmad Sukandar, mengatakan pelatihan ini dilaksanakan dalam rangka memberikan ketrampilan penyembelihan hewan kurban yang halal dan thayyiban jelang Hari Raya Idul Adha tahun ini.
Menurutnya, masih banyak juru sembelih yang melakukan proses penyembelihan tanpa memahami kaidah syariat secara tepat.
“Pelatihan Juleha ini dalam rangka memberikan kapasitas kepada para juru sembelih tentang standar sembelih yang halal. Sebab saat ini ditengarai banyak juru sembelih hewan kurban asal menyembelih saja, tidak tahu standarnya,” ujar Ahmad.
Ia menyebut terdapat empat saluran utama yang wajib terputus dalam proses penyembelihan, yakni saluran pernapasan (Al hulqum), saluran makanan dan minuman (Al mari’), serta dua urat nadi di sisi kiri dan kanan leher hewan.
“Ada empat saluran yang harus terputus saat menyembelih hewan. Empat saluran ini harus terputus agar hasil penyembelihan dianggap halal. Artinya tidak cukup hanya halal tetapi juga wajib thayyiban. Artinya thayyiban hewan kurban harus sejahtera sebelum, saat dan setelah penyembelihan halal,” jelas Ahmad kepada awak media.
Menurunya pelatihan Juleha ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas para juru sembelih agar memahami tata cara penyembelihan hewan kurban sesuai syariat Islam dan standar halal.
Tidak cukup hanya halal tetapi juga wajib thayyiban. Artinya thayyiban hewan kurban harus sejahtera sebelum, saat dan setelah penyembelihan halal,” jelas Ahmad kepada awak media.
Pelatihan diikuti sekitar 35 peserta dari 30 kecamatan di Kabupaten Subang. Para peserta mendapatkan pembekalan teknis sekaligus pemahaman syariat mengenai tata cara penyembelihan hewan yang benar dan halal. (anr)
-

Bupati Subang Reynaldy Putra Komitmen Jaga Iklim Investasi Kondusif
POJOKBANDUNG.COM, SUBANG- Bupati Subang Reynaldy Putra dampingi Wakil Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Faisol Riza di acara Grand Opening PT. Beka Wire Indonesia yang berlokasi di CP Industrial Estate, pada Rabu (06/05/2026).
Bupati Subang menyampaikan bahwa kehadiran PT. Beka Wire Indonesia merupakan penanda semakin kuatnya kepercayaan dunia industri terhadap Kabupaten Subang sebagai daerah tujuan investasi.
“Kehadiran PT. Beka Wire Indonesia tentu menjadi langkah strategis dalam memperkuat sektor industri manufaktur di Subang, sekaligus menjadi penanda semakin kuatnya kepercayaan dunia industri terhadap Kabupaten Subang sebagai daerah tujuan investasi,”ujarnya
Ia berharap agar PT. Beka Wire Indonesia dapat tumbuh bersama dengan melibatkan tenaga kerja lokal dan dapat memberikan dampak positif berkelanjutan.
“Kami berharap PT.Beka Wire Indonesia dapat tumbuh bersama masyarakat melibatkan tenaga kerja lokal, serta memberikan dampak positif yang berkelanjutan”ungkapnya.
Pria yang akrab disapa Kang Rey ini juga menegaskan komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Subang bersama unsur Forkopimda dalam menjaga iklim investasi yang kondusif di Subang.
“Kami bersama Forkopimda Kabupaten Subang berkomitmen untuk menjaga keamanan dan kenyamanan investasi di Kabupaten Subang. Apabila terdapat kendala, silakan dilaporkan dan akan kami tindak secara tegas tanpa kompromi”tegasnya.
Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza, menyampaikan apresiasinya atas diresmikannya PT. Beka Wire Indonesia di tengah tantangan kondisi geopolitik global.
Ia juga mengapresiasi upaya Pemkab Subang dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif.
“Terima kasih kepada Bupati Subang atas kerja kerasnya dalam meyakinkan para investor bahwa Kabupaten Subang merupakan tempat yang aman dan nyaman untuk berinvestasi”tambahnya. (anr)
-

Oknum PNS di Subang Ditangkap Polisi, Modus Tawarkan Proyek Fiktif
POJOKBANDUNG.COM, SUBANG- MR (52) Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di salah satu dinas di Kabupaten Subang ditangkap Sat Reskrim personel Polres Subang. Pria tersebut melakoni aksi penipuan bermodus menawarkan proyek fiktif.
Dalam kasus tersebut, Polisi tidak hanya menangkap MR, seorang karyawan swasta asal Kabupaten Cianjur berinisial NR turut diamankan.
Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono mengatakan para tersangka melakoni penipuan dan penggelapan dengan modus operandi menawarkan proyek piktif. Tersangka NR berperan membuat dokumen fiktif berupa surat pemesanan dan berita acara serah terima dana. M.R meyakinkan korban dengan mengaku sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
“Peran kedua tersangka ini berbeda, tersangka RN berperan membuat dokumen fiktif, sedangkan tersangka M.R meyakinkan korban dengan mengaku sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Dari perbuatannya, tersangka M.R diketahui menerima uang sebesar Rp15.000.000 untuk kepentingan pribadi, “ungkap Kapolres dalam konferensi pers, Selasa malam.
Pengungkapan kasus ini dilakukan pada Kamis, 23 April 2026, setelah Sat Reskrim Polres Subang mendapatkan informasi terkait keberadaan tersangka M.R. Petugas kemudian mengamankan tersangka di Kantor Kesbangpol Kabupaten Subang untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Dalam perkara ini, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa tiga bundel rekening koran, lima bundel berita acara serah terima dana, serta lima bundel surat pemesanan.
Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 492 dan/atau Pasal 486 dan/atau Pasal 20 huruf c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, dengan ancaman pidana penjara maksimal empat tahun.
Kapolres Subang menegaskan bahwa pihaknya akan terus berkomitmen dalam memberantas segala bentuk tindak kejahatan serta mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan.
“Polres Subang tidak memberi ruang bagi pelaku kejahatan. Penegakan hukum dilakukan secara tegas, profesional, dan terukur. Kami juga mengajak masyarakat untuk segera melapor apabila menemukan atau menjadi korban tindak pidana,” tegas Kapolres Subang AKBP Dony. (anr)
-

BPBD Subang Imbau Warga Waspadai Bencana Hidrometeorologi
POJOKBANDUNG.COM, SUBANG- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Subang mengimbau masyarakat mewaspadai bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor yang dipicu cuaca ekstrem.
Imbauan dari BPBD menyusul terjadinya sejumlah peristiwa tanah longsor di sejumlah wilayah. Salah satu titik tanah longsor terjadi di jalur provinsi Bukanagara yang berada di wilayah Kecamatan Cisalak, pada Minggu (3/5/2026).
“Kami mengimbau kepada masyarakat, terutama yang tinggal di daerah rawan agar meningkatkan kewaspadaan potensi bencana,” kata Kalak BPBD Subang Udin Jazudin, Senin (4/5/2026).
Peristiwa terbaru terjadi, kemarin di jalan provinsi penghubung Desa Darmaga- Desa Cupunagara atau tepatnya di wilayah Desa Cupunagara Kecamatan Cisalak, Kebupaten Subang.
Meski tak menimbulkan korban jiwa, kejadian tersebut menyebabkan terganggu lalu lintas di daerah itu lantaran adanya penerapan sistem buka tutup arus lalu lintas.
Kejadian longsor di jalur Bukanagara ini bukan kali pertama melainkan kerap terjadi akibat intensitas hujan deras menyebabkan terjadi longsor.
“Berdasarkan hasil asesmen BPBD, di wilayah itu ditemukan beberapa titik longsor, meski skalanya kecil, tepatanya di wilayah Blok Pasir Bedil. Oleh karena itu kami mengimbau warga, khusunya bagi pengendara agar lebih hati hati dan waspa saat melintasi jalur ini, terlebih saat turun hujan,” tambahnya.
Sementara itu, Uca pemilik kios di Jalur Bukanagara mengatakan, sebelum terjadi longsor, hujan deras mengguyur sebagian besar wilayah itu sejak siang hingga sore.
Hujan deras yang berlangsung lama menyebabkan kondisi tanah menjadi labil dan memicu terjadinya tanah longsor di dua lokasi.
Material longsor menutup akses jalan antar desa dengan lebar lebih kurang 3 meter dan panjang terdampak sekitar 30 meter.
“Kemarin, BPBD, TNI, Polri, Satpol PP, Tagana dan warga melakukan pembersihan material longsor. Sekarang akses jalan sudah normal kembali,” katanya. (anr)
-

Warga Jalancagak Keluhkan Air PDAM Kecil, PDAM Akui Gangguan dan Siapkan Solusi
POJOKBANDUNG.COM, SUBANG- Permasalahan distribusi air bersih dari PDAM di Desa Jalancagak, Kabupaten Subang, kembali dikeluhkan warga. Sejumlah wilayah seperti RT 10, RT 11, hingga RT 13 dilaporkan mengalami aliran air kecil sejak lama, bahkan terjadi secara berulang hingga saat ini.

Dirut PDAM Subang Lukman NH bersama Dirtek Nana saat berada di Pemerintah Desa Jalancagak pada Kamis (30/4/2026). Foto-foto:M.Anwar/Pojok Bandung Perwakilan desa menyampaikan bahwa keluhan tersebut bukan persoalan baru. Warga telah lama mengeluhkan debit air yang kecil, terutama di beberapa titik yang cukup padat penduduk.
“Masalah ini sebenarnya sudah lama. Air kecil terutama di RT 13, juga di RT 11 dan RT 10. Itu sudah dibuktikan juga oleh pihak kecamatan,”ujar Indra, Kamis (30/4/2026).
Menurutnya, salah satu penyebab yang berkembang di lapangan adalah adanya pembagian distribusi air antara siang dan malam akibat meningkatnya jumlah pelanggan. Selain itu, diduga juga adanya keterbatasan sarana seperti alat pendorong (booster) yang berdampak pada tekanan air ke pelanggan.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Teknik PDAM Subang, Nana Ruhana, mengakui adanya penurunan pelayanan air sejak Februari hingga saat ini.
Menurutnya, penurunan tersebut disebabkan berkurangnya debit air produksi dari sumber mata air Cipondok sekitar 5 liter per detik.
“Penurunan debit ini berdampak pada kontinuitas pelayanan. Yang sebelumnya bisa mengalir sekitar 10 jam, sekarang di beberapa wilayah menjadi di bawah itu,” jelasnya.
Nana menjelaskan, berkurangnya debit air kemungkinan besar disebabkan oleh dampak longsor yang mengakibatkan adanya sumbatan pada jaringan pipa.
Material seperti tanah dan batu diduga masuk ke dalam pipa sehingga menghambat aliran air.“Kemungkinan besar akibat longsor. Ada sumbatan di jaringan pipa, dan saat ini kami sedang mencari titik sumbatan tersebut,” ujarnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, PDAM Subang telah menyiapkan sejumlah langkah jangka pendek dan jangka panjang.
Dalam jangka pendek, PDAM akan melakukan normalisasi jaringan untuk mengembalikan debit air yang berkurang, serta memasang pompa dari reservoir Kasomalang guna meningkatkan stabilitas distribusi air ke wilayah Jalancagak.
“Dengan pemasangan pompa, pelayanan akan lebih stabil. Walaupun debit belum maksimal, kontinuitas bisa lebih baik,” kata Nana.
Sementara itu, solusi jangka panjang yang disiapkan adalah pemanfaatan sumber mata air alternatif, yakni mata air Cikanyere di wilayah Curugrendeng.
“Sekitar 10 persen dari potensi mata air Cikanyere bisa dimanfaatkan, dan ini menjadi solusi untuk pelayanan jangka panjang, khususnya di wilayah Ciseti dan sekitarnya,” jelasnya.
PDAM Subang juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan yang terjadi serta meminta warga untuk tetap bersabar.
“Kami memahami kebutuhan air sangat penting. Kami terus berupaya memaksimalkan pelayanan,” ujar Nana.
Masyarakat yang mengalami keluhan juga diminta untuk menyampaikan laporan melalui kantor cabang PDAM Jalancagak agar dapat segera ditindaklanjuti.
Sementara itu, Direktur Umum PDAM Subang, Lukman N.H., mengapresiasi sinergi yang telah terjalin antara PDAM dan Pemerintah Desa Jalancagak dalam menangani permasalahan ini.
Ia berharap komunikasi yang baik antara masyarakat, pemerintah desa, dan PDAM dapat terus ditingkatkan agar solusi yang diambil lebih cepat dan tepat sasaran. (anr)
-

Fantastis, Piutang PBB di Kabupatan Subang Tembus Rp400 Miliar
POJOKBANDUNG.COM, SUBANG-Kepala Bapenda Subang, Yeni Nurani melalui Kasubid Penagihan Pajak, Rudi Iskandar, meyebut bahwa sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di wilayah itu menjadi penyumbang piutang terbesar saat ini.
Pasalnya, nilai piutang Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di wilayah ini tercatat mencapai angka yang sangat signifikan, yakni lebih dari Rp400 miliar lebih.
Untuk itu, dalam mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), pihaknya telah memetakan strategi agar sebagian besar tunggakan tersebut dapat segera masuk ke kas daerah.
“Piutang tertinggi saat ini adalah PBB, berada di angka 400 miliar lebih. Untuk tahun ini, kita targetkan minimal 20 sampai 30 persen bisa tertagih, “tegas Rudi saat ditemui, Kamis (30/4/2026).
Rudi menjelaskan bahwa timnya telah melakukan klasifikasi terhadap wajib pajak yang menunggak, mulai dari kategori aktif hingga pasif. Langkah hukum berupa surat teguran resmi pun mulai dilayangkan kepada para penunggak pajak kelas kakap.
“Kami sudah membuat surat teguran kepada wajib pajak yang menunggak. Setelah kita surati, ada beberapa wajib pajak besar yang sudah mulai merespons dan mencicil bayar piutangnya, ” sambung Rudi.
Lebih lanjut, kata Rudi, selain jalur formal Pemkab Subang juga melakukan pendekatan persuasif. Dalam hal ini, tim penagihan berkomunikasi langsung dengan manajemen hingga pemilik perusahaan (owner) guna mencari solusi atas tunggakan pajak mereka.
Langkah ini diambil untuk memastikan perusahaan perusahaan besar yang beroperasi di Subang memberikan kontribusi balik yang sesuai bagi pembangunan daerah.
” Sejalan dengan upaya penagihan PBB, sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) juga diperketat, ” tandas Rudi.
Sementara itu, Kepala Sub Bidang Pengawasan dan Pemeriksaan Bapenda Subang, Gugun Gustaman, menyatakan bahwa terdapat sekitar 45.000 kendaraan di Subang yang belum melakukan daftar ulang (KTMDU)
“Rencana di bulan Mei ini, kita akan melakukan pemeriksaan pajak kendaraan bermotor secara gabungan. Target kita sekitar 50 sampai 60 kendaraan terjaring di setiap operasi, “jelas Gugun.
Tak hanya berhenti di razia jalan raya, Bapenda juga akan melakukan pendataan langsung ke rumah warga mulai bulan Juni mendatang.
“Kita ada petugas penelusur yang terjun ke lapangan door -to-door ke rumah rumah warga yang domisilinya di Subang tapi kendaraannya belum bayar pajak, ” ujar Gugun.
Dengan total piutang yang mencapai ratusan miliar, pemerintah daerah berharap masyarakat dan pelaku usaha memiliki kesadaran tinggi bahwa pajak yang mereka bayarkan adalah motor utama penggerak pembangunan di kabupaten Subang. (anr)





