Tag: berita internasional

  • Bahasa Prancis Disarankan Jadi Ekstrakurikuler Saja, Prabowo Instruksikan Pengajaran di Sekolah setelah Sebelumnya Bahasa Portugis

    Bahasa Prancis Disarankan Jadi Ekstrakurikuler Saja, Prabowo Instruksikan Pengajaran di Sekolah setelah Sebelumnya Bahasa Portugis

    POJOKBANDUNG.COM, PARIS–Di hadapan Presiden Brasil Lula da Silva yang berkunjung ke Jakarta pada 23 Oktober tahun lalu, Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan pengajaran bahasa Portugis—bahasa nasional di Brasil—diajarkan di sekolah. Tujuh bulan berselang, saat dijamu Presiden Prancis Emmanuel Macron di Paris, giliran bahasa Prancis yang diwajibkan untuk diajarkan.

    “Sekarang saya sudah instruksikan bahwa semua tingkatan sekolah-sekolah Indonesia harus belajar bahasa Prancis melihat perkembangan dunia ke depan,” kata Prabowo saat dijamu Macron Kamis (28/5/2026) lalu.

    Padahal, sampai sekarang, tak tampak ada gerakan penerapannya di sekolah atau madrasah. Bagaimana nantinya dengan bahasa Prancis?

    Pengamat pendidikan Jejen Musfah menyebut, pada prinsipnya dia setuju dengan penambahan bahasa asing yang diajarkan di sekolah atau madrasah, termasuk bahasa Prancis. Namun, dia memberikan sejumlah catatan.

    “Sebaiknya cukup di jenjang SMA, MA, atau SMK saja. Karena bisa jadi bekal untuk kuliah atau kerja di sana (Prancis),” tuturnya kepada Jawa Pos kemarin (29/5/2026).

    Itu pun, lanjutnya, tidak di kelompok kurikulum inti. “Dalam bentuk ekstrakurikuler setengah wajib,” jelasnya.

    Kemudian, tambah Jejen, pelajaran bahasa Prancis itu tidak diberlakukan di sekolah secara menyeluruh, melainkan di sekolah tertentu atau unggulan. Misalnya, di Madrasah Aliyah (MA) yang mempunyai jurusan bahasa. Kemudian di MAN Insan Cendekia, Sekolah Garuda, Taruna Nusantara, Sekolah Maung (khusus di Jawa Barat), Sekolah Rakyat, dan sejenisnya.

    Pelajaran bahasa Prancis yang bersifat tidak wajib itu dikhususkan menyasar peserta didik yang berminat melanjutkan studi ke Prancis atau bekerja di sana. Untuk sumber daya guru, Jejen menyebut, jumlahnya sebenarnya banyak.

    “Hanya komitmen negara merekrutnya bagaimana,” tuturnya.

    Relasi Indonesia-Prancis

    Dalam pertemuan Prabowo-Macron tersebut dibahas pula penguatan kerja sama di bidang pertahanan, pendidikan, riset, hingga percepatan penyelesaian perjanjian Indonesia-European CEPA. Prabowo menyatakan, Indonesia ingin memperluas kerja sama pendidikan dengan Prancis.

    Indonesia, kata Prabowo, juga membuka peluang investasi lebih besar bagi perusahaan-perusahaan Prancis. Dia menyambut postifi pembentukan France-Indonesia High Level Business Consult yang dinilai penting untuk memperkuat hubungan ekonomi kedua negara. “Kita akan sangat gembira dengan partisipasi dan kehadiran perusahaan-perusahaan Prancis di ekonomi Indonesia,” ujarnya.

    Di bidang geopolitik, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia dan Prancis memiliki pandangan serupa mengenai pentingnya stabilitas Timur Tengah. Dia juga mengapresiasi sikap Prancis yang mendukung solusi dua negara bagi Palestina. “Indonesia tetap berpandangan tidak mungkin ada perdamaian di Timur Tengah tanpa solusi dua negara, tanpa keadilan bagi rakyat Palestina,” ucapnya. (lyn/wan/mia/ttg/Jawa Pos)

  • AS Serang Peluncur Rudal, Iran Tembak Jatuh Drone, Ancam Proses Perundingan Damai di Doha, Mojtaba Khamenei Sebut Israel Kanker-nya Timur Tengah

    AS Serang Peluncur Rudal, Iran Tembak Jatuh Drone, Ancam Proses Perundingan Damai di Doha, Mojtaba Khamenei Sebut Israel Kanker-nya Timur Tengah

    POJOKBANDUNG.COM, TEHERAN – Amerika Serikat (AS) mengulangi kebiasaan lamanya menyerang Iran saat perundingan berlangsung. Serangan kali ini malah terasa sangat paradoksal dilakukan saat delegasi kedua negara sedang merundingkan kesepakatan damai di Qatar.

    Serangan sebelumnya dilakukan AS bersama Israel ke Iran pada 28 Februari, sebelum kemudian AS-Iran menyepakati gencatan senjata yang mulai dijalankan 8 April lalu. Serangan tersebut juga dilakukan di tengah negosiasi terkait nuklir di Swiss yang sudah hampir mencapai kesepakatan.

    Serangan terbaru ke sisi selatan Iran itu kemungkinan besar bakal mengancam proses negosiasi damai yang sedang berlangsung di Doha, Qatar. Mengutip Al Jazeera, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengklaim, serangan tersebut untuk membela diri dengan tujuan melindungi pasukan AS dari ancaman Iran.

    “Targetnya termasuk lokasi peluncuran rudal dan kapal-kapal Iran yang mencoba memasang ranjau,” kata Juru Bicara CENTCOM Kapten Angkatan Laut Tim Hawkins pada Senin malam (25/5) waktu setempat.

    Teheran mengakui adanya ledakan di Bandar Abbas, kota di bagian selatan wilayah mereka, dekat Selat Hormuz. Namun, kepada Al Jazeera, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) juga menyebut, pihaknya berhasil menembak jatuh Reaper drone atau pesawat nirawak tempur dan pengintai. Namun, tak dijelaskan secara pasti di mana lokasinya.

    Dari Washington DC, Alan Fisher, jurnalis Al Jazeera, mengatakan, insiden-insiden kecil serupa pernah terjadi di awal gencatan senjata. “Tapi, waktu itu (Presiden AS) Donald Trump tak menganggapnya sebagai pelanggaran gencatan,” katanya.

    Mengenai skala serangan kali ini, tak banyak informasi yang disampaikan Gedung Putih maupun Pentagon. Tidak ada rincian, misalnya, tentang jumlah korban atau berapa banyak peluncur rudal dan kapal yang diserang.

    IRGC sebelumnya menargetkan sebuah kapal di Selat Hormuz sebelum serangan AS terjadi. Namun, tidak ada keterangan resmi mengenai kapal apa dan siapa yang dimaksud.

    Yang jelas, ketika AS menyerang, delegasi Iran yang di antaranya berisi Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf, dan Gubernur Bank Sentral Abdolnaser Hemmati, dilaporkan sudah berada di Doha, Qatar. Presiden Amerika Donald Trump sebelumnya menyebut, kesepakatan dengan Iran harus mencakup penyerahan stok uranium.

    “Tidak akan ada kesepakatan kecuali syarat itu dipenuhi,” ujar Trump seperti dikutip dari Middle East Eye kemarin (26/5).

    Namun, serangan terbaru tersebut justru berpotensi memperburuk situasi. Apalagi, Iran juga menegaskan, tidak akan ada tekanan yang membuat mereka takut.

    Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menegaskan, pembicaraan dengan AS saat ini masih berfokus pada penghentian perang. Namun, Baghaei juga menegaskan, tak ada jaminan bahwa Washington DC akan mematuhi komitmen yang dirumuskan dalam kesepakatan.

    Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Amerika Marco Rubio mengatakan, proses negosiasi kemungkinan membutuhkan waktu beberapa hari lagi. Sebab, kedua pihak masih membahas detail bahasa dalam dokumen awal kesepakatan.

    “Ada banyak pembicaraan bolak-balik mengenai bahasa spesifik dalam dokumen awal,” kata Rubio.

    Peringatan Keras

    Ketegangan juga meningkat setelah Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menyampaikan peringatan keras kepada AS. Dikutip dari The Guardian, Khamenei mengatakan, Negeri Paman Sam itu tidak lagi memiliki tempat aman di kawasan Timur Tengah.

    “Kekuatan-kekuatan di Teluk Persia tidak akan lagi menjadi tameng bagi pangkalan-pangkalan AS dan AS tidak akan lagi memiliki tempat berlindung yang aman di kawasan tersebut,” tulis Mojtaba melalui saluran Telegram-nya.

    Mojtaba juga menyebut, Israel sebagai kanker yang berbahaya dan mematikan bagi kawasan. “Israel harus dihancurkan dan memang akan hancur,” kata penerus kedudukan sang ayah, Ayatullah Ali Khamenei itu.

    Sementara itu, Middle East Eye melansir, sejumlah analis menilai Iran justru berhasil mempertahankan pengaruh strategisnya di kawasan meski terus mendapat tekanan militer dari Amerika dan Israel. Hassan Ahmadian, salah seorang analis, menyebut, Teheran masih memegang kartu penting, terutama kendali de facto atas Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan energi dunia.

    Media tersebut juga menilai, perang berkepanjangan justru memperlihatkan kegagalan AS mempertahankan dominasinya di Timur Tengah. Iran dinilai tetap mampu menjadi penyeimbang kekuatan regional melalui kemampuan drone, rudal, hingga pengaruh politiknya di kawasan. (lyn/ttg/Jawa Pos)

  • Donald Trump dan Xi Jinping Sepakat Hormuz Dibuka dan Perang Berhenti

    Donald Trump dan Xi Jinping Sepakat Hormuz Dibuka dan Perang Berhenti

    POJOKBANDUNG.COM, BEIJING – Pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Beijing pada 14–15 Mei menjadi sorotan dunia. Keduanya membahas ketegangan dengan Iran hingga ancaman terhadap jalur energi global di Selat Hormuz.

    Dalam pernyataannya usai pertemuan, Trump menegaskan pentingnya membuka kembali jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz. Jalur tersebut merupakan salah satu urat nadi perdagangan energi dunia karena dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair global. ’’Kami tidak ingin mereka memiliki senjata nuklir. Kami ingin selat itu dibuka,’’ ujar Trump.

    Dia juga mengungkapkan bahwa Xi menolak langkah Iran yang berpotensi membatasi akses kapal di Selat Hormuz. Selain itu, Trump menyebut Xi berjanji tidak akan mengirim peralatan militer ke Iran di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat dan Israel.

    Namun, pemerintah Tiongkok hanya memberikan pernyataan singkat melalui kementerian luar negerinya, menegaskan bahwa konflik tidak seharusnya berlanjut.

    Meski mengklaim adanya kesepahaman, Trump menegaskan Washington tidak meminta bantuan khusus dari Beijing. Dia juga membuka kemungkinan mencabut sanksi terhadap perusahaan minyak Tiongkok yang membeli minyak Iran.

    Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menyatakan negaranya masih membuka peluang diplomasi dengan Amerika Serikat. Dia berharap normalisasi keamanan Selat Hormuz dapat segera terwujud, meski mengakui tingkat kepercayaan terhadap Washington masih rendah.

    Sementara itu, dinamika Timur Tengah juga dibahas dalam pertemuan bilateral Indonesia–Rusia di Moskow. Wakil Menteri Luar Negeri RI Anis Matta bertemu Deputi Menteri Luar Negeri Rusia Georgy Borisenko untuk membahas isu Palestina, Selat Hormuz, hingga stabilitas kawasan.

    Keduanya menekankan pentingnya kerja sama internasional dalam menjaga keamanan dan mendorong perdamaian, termasuk melalui forum seperti Organisasi Kerja Sama Islam dan BRICS.

    ’’Indonesia dan Rusia memiliki kesamaan pandangan bahwa kawasan Timur Tengah mengalami perubahan cepat, sehingga diperlukan kolaborasi untuk menjaga stabilitas,’’ ujar Anis Matta.

    Pertemuan di Beijing dan Moskow tersebut menegaskan bahwa stabilitas Selat Hormuz kini menjadi perhatian global. Keputusan politik dalam beberapa hari ke depan dinilai akan sangat menentukan arah ketegangan di kawasan sekaligus keamanan pasokan energi dunia. (lyn/mia/ai/Jawa Pos)

  • Kapal AS Dekati Selat Hormuz, Iran Lepas Tembakan Peringatan, Mediasi Mandek, 800 Kapal Masih Tertahan

    Kapal AS Dekati Selat Hormuz, Iran Lepas Tembakan Peringatan, Mediasi Mandek, 800 Kapal Masih Tertahan

    POJOKBANDUNG.COM, TEHERAN – Ketegangan di Selat Hormuz meningkat tajam. Amerika Serikat dan Iran kian terbuka menunjukkan kekuatan militer di jalur strategis tersebut.

    Presiden AS Donald Trump memerintahkan pengiriman kapal untuk membuka jalur pelayaran yang terhambat. Ia juga melontarkan ancaman keras. “Iran akan dilenyapkan dari muka bumi jika menyerang kapal-kapal Amerika,” ujarnya seperti dikutip The Guardian.

    Respons cepat datang dari Teheran. Media pemerintah Iran menyebut Angkatan Laut mereka melepaskan dua rudal ke arah kapal perusak AS yang mendekati Selat Hormuz. Namun, klaim itu dibantah militer Amerika. US Central Command (CENTCOM) menegaskan tidak ada kapal mereka yang terkena serangan.

    Meski demikian, Tasnim News Agency mengonfirmasi adanya tembakan peringatan yang dilepaskan Iran. Aksi itu dilakukan setelah kapal perang AS dinilai memasuki area sensitif tanpa mengindahkan peringatan.

    ’’Tidak ada solusi militer untuk krisis politik ini,” tulis Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi melalui akun X. Ia menilai langkah Washington justru memperkeruh situasi.

    Peringatan lebih keras disampaikan militer Iran. Komandan Markas Pusat Khatam al-Anbia Mayjen Ali Abdollahi menegaskan, setiap kekuatan asing yang mendekati Hormuz berisiko diserang. Iran juga meminta kapal komersial tidak melintas tanpa koordinasi dengan otoritas setempat.

    Situasi di lapangan semakin kompleks. Lebih dari 800 kapal dengan sekitar 20.000 awak dilaporkan masih tertahan di kawasan tersebut. Upaya mediasi yang difasilitasi Pakistan belum membuahkan hasil.

    UEA Tuding Serangan Drone

    Di tengah eskalasi, Uni Emirat Arab (UEA) menuduh Iran menyerang kapal tanker kosong milik ADNOC, Barakah, dengan drone. Tidak ada korban dalam insiden tersebut.

    UEA mendesak Iran menghentikan provokasi dan membuka Selat Hormuz tanpa syarat. Namun, Iran membantah tuduhan itu.

    Sumber militer yang dikutip Tasnim menyatakan tidak ada perintah menyerang UEA. Meski begitu, ia memperingatkan bahwa tindakan bermusuhan akan dibalas tegas. “Jika Emirat melakukan kesalahan, akan ada konsekuensi serius,” ujarnya. (lyn/oni/Jawa Pos)

  • Perang Terbuka, Pakistan Bombardir Afghanistan, Islamabad Unggul Kekuatan Militer, tapi Bakal Hindari Perang Darat

    Perang Terbuka, Pakistan Bombardir Afghanistan, Islamabad Unggul Kekuatan Militer, tapi Bakal Hindari Perang Darat

    POJOKBANDUNG.COM, KABUL – Saat semua mata tertuju ke kawasan Teluk Persia, di mana Amerika Serikat diperkirakan akan menyerang Iran, perang justru pecah lebih dulu di kawasan yang tak terlalu jauh dari sana.

    Perang Terbuka, Pakistan Bombardir Afghanistan, Islamabad Unggul Kekuatan Militer, tapi Bakal Hindari Perang Darat
    Ilustrasi ketegangan Afghanistan dan Pakistan. Foto : Dok. Reuters. Sementara foto atas ilustrasi Pakistan menyerang Afganistan. Foto : X.com

    Jet-jet tempur Pakistan membombardir ibu kota Kabul serta Provinsi Paktia dan Kandahar kemarin (27/2/2026).

    Sebelumnya, pada Kamis (26/2/2026) malam, Taliban, kelompok yang kembali berkuasa di Afghanistan sejak 2021, melancarkan serangan besar-besaran di sepanjang perbatasan kedua negara yang disebut sebagai Garis Durand.

    Garis Durand sepanjang 2.640 kilometer ditetapkan pada 1893 oleh Mortimer Durand, diplomat Inggris yang menjabat pejabat tinggi di pemerintahan kolonial Inggris di India—yang kala itu belum berpisah dengan Pakistan—dan Abdur Rahman Khan, Emir Afghanistan.

    Sampai sekarang Afghanistan tak mengakui keabsahan Garis Durand, sedangkan Pakistan mengakuinya.

    “Ini perang terbuka antara kami dan Taliban di Afghanistan,” kata Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif seperti dikutip dari Al Jazeera kemarin.

    Taliban menjawab pernyataan perang itu dengan menyatakan, bahwa mereka telah menargetkan berbagai fasilitas militer penting sang tetangga.

    “Itu artinya tangan kami bisa mencekik leher mereka,” kata Juru Bicara Pemerintahan Taliban Zabihullah Mujahid seperti dikutip dari BBC.

    Sampai berita ini selesai ditulis pukul 19.00 tadi malam, Juru Bicara Pemerintah Pakistan Mosharraf Zaidi menyatakan, di platform X kalau sebanyak 274 pejuang Taliban Afghanistan tewas dan lebih dari 400 luka-luka.

    Sebanyak 27 pos militer Taliban juga dihancurkan dan sembilan berhasil dikuasai.

    Sementara itu, Mujahid mengatakan, 55 tentara Pakistan tewas dan 19 pos direbut.

    Namun, angka-angka tersebut masih klaim masing-masing pihak dan belum bisa diverifikasi secara independen.

    Akumulasi Ketegangan

    Perang ini merupakan akumulasi ketegangan kedua pihak selama berbulan-bulan.

    Awal bulan ini, Pakistan menuding pengeboman bunuh diri di wilayah mereka didalangi kelompok dari Afghanistan.

    “Kesabaran kami sudah habis,” ujar Asif.

    Namun, belum jelas siapa yang memprovokasi lebih dulu.

    Menurut Obaidullah Baheer, analis politik yang berbasis di Kabul, Taliban menyebut serangan mereka pada Kamis malam merupakan serangan balasan atas pengeboman madrasah dan rumah sejumlah warga Afghanistan oleh Pakistan pada Minggu (22/2).

    Secara perimbangan kekuatan militer, kedua negara sangat timpang.

    Pakistan memiliki 660 ribu tentara, sedangkan Taliban 172 ribu personel.

    Islamabad juga memiliki 6 ribu kendaraan tempur lapis baja dan lebih dari 4.600 artileri. Sementara itu, Kabul hanya memiliki beberapa kendaraan lapis baja dan artileri, sebagian besar berasal dari era Soviet, tetapi jumlah pastinya belum jelas.

    Pakistan juga merupakan negara yang memiliki senjata nuklir, sedangkan Afghanistan tidak. Begitu pula kekuatan udara. Pakistan mengoperasikan 465 pesawat tempur dan lebih dari 260 helikopter, sedangkan Afghanistan tidak memiliki jet tempur dan hanya sejumlah kecil pesawat serta helikopter tua dengan status operasional yang tidak pasti.

    Karena itu, serangan udara menjadi andalan Pakistan untuk menggempur Afghanistan. Namun, meski Asif menyebutnya sebagai perang terbuka, Pakistan diperkirakan tidak akan membawa pasukan daratnya menyeberangi perbatasan. Sebab, mereka bisa menjadi sasaran empuk Taliban yang jauh lebih memahami medan.

    Kelompok Militan
    Hubungan Kabul dan Islamabad memang sudah lama tegang karena Pakistan menuduh Afghanistan melindungi kelompok militan Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) yang melakukan serangan lintas batas. Taliban telah berulang kali membantah tuduhan itu. Mereka juga menegaskan bahwa masalah keamanan Pakistan adalah urusan dalam negeri Pakistan sendiri.

    Sejumlah negara langsung merespons perang tersebut. Menurut kantor luar negeri Arab Saudi, Menteri Luar Negeri Pakistan dan Menteri Luar Negeri Arab Saudi telah berbicara kemarin untuk membahas upaya meredakan ketegangan. Namun, tidak dijelaskan apakah Riyadh terlibat dalam mediasi gencatan senjata.

    Rusia, satu-satunya negara yang secara resmi mengakui pemerintahan Taliban, turut menyerukan penghentian perang yang terjadi. Menurut laporan media pemerintah yang mengutip Kementerian Luar Negeri di Moskow, Kremlin bahkan menyatakan, siap menjadi mediator jika diminta kedua pihak.

    Sementara itu, Sami Omari, pakar keamanan dan urusan strategis Asia Selatan dan Tengah, mengatakan bahwa bentrokan antara Pakistan dan Afghanistan sudah kerap terjadi. Sejak 2021, telah meletus 75 bentrokan antara pasukan Afghanistan dan Pakistan.

    “Selama waktu itu, Pakistan telah melakukan tujuh serangan udara independen yang terdokumentasi di Afghanistan, termasuk serangan terbaru pada hari Jumat (kemarin),” ujarnya, dikutip dari Al Jazeera.

    Terpisah, Direktur Program Asia Selatan di lembaga think tank Stimson Center di Washington DC Elizabeth Threlkeld mengatakan, bentrokan terbaru ini berakar dari ketegangan yang memburuk selama berbulan-bulan antara kedua negara.
    “Jadi, tidak, saya tidak terkejut bahwa setelah serangan-serangan kumulatif tersebut, ketegangan telah memburuk dan keadaan kembali mengarah ke arah ini, sayangnya,” paparnya.

    Pakistan sebenarnya membantu melahirkan Taliban pada awal 1990-an sebagai cara untuk memberi kedalaman strategis dalam persaingannya dengan India.

    Pakistan juga menyambut hangat kembalinya Taliban ke tampuk kekuasaan pada 2021. Namun, Islamabad segera mendapati bahwa Taliban tidak sekooperatif yang diharapkan. (mia/ttg/Jawa Pos)

  • Trump Bantah Jenderal AS Tolak Serangan ke Iran, Kepala Staf Gabungan Khawatirkan Kekurangan Amunisi dan Dukungan Sekutu

    Trump Bantah Jenderal AS Tolak Serangan ke Iran, Kepala Staf Gabungan Khawatirkan Kekurangan Amunisi dan Dukungan Sekutu

    POJOKBANDUNG.COM, WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membantah laporan sejumlah media yang menyebut Kepala Staf Gabungan Dan Caine memperingatkan dia tentang risiko besar jika melancarkan operasi militer terhadap Iran.

    Trump juga membantah Caine menolak opsi serangan ke Teheran.

    Sebelumnya, sejumlah media AS melaporkan bahwa Caine telah mengingatkan adanya berbagai risiko terkait rencana serangan terhadap Iran.

    Dalam hal ini, termasuk potensi keterlibatan AS dalam jangka panjang.

    Namun, melalui akun Truth Social-nya, Trump menyebut bahwa laporan tersebut tidak benar.

    “Jenderal Caine, seperti kita semua, tentu tidak ingin melihat perang. Tetapi, jika keputusan militer terhadap Iran diambil, menurutnya itu akan menjadi sesuatu yang mudah dimenangkan,” tulis Trump seperti dikutip dari AFP kemarin.

    Trump juga menegaskan bahwa Caine tidak pernah menyatakan, penolakan terhadap serangan militer, termasuk opsi serangan terbatas.

    “Dia hanya tahu satu hal, bagaimana cara menang. Dan jika diperintahkan, dia akan memimpin di garis depan,” lanjutnya.

    Harian The Washington Post melaporkan bahwa Caine menyampaikan kekhawatiran di Gedung Putih dan Pentagon mengenai kekurangan amunisi serta minimnya dukungan sekutu yang dapat meningkatkan risiko terhadap personel Amerika.

    Sementara itu, The Wall Street Journal menyebut Caine dan sejumlah pejabat Pentagon lain mengingatkan, potensi jatuhnya korban dari pihak AS dan sekutu. Selain itu, ada risiko terkurasnya sistem pertahanan udara AS jika serangan terhadap Iran dilakukan.

    Axios juga melaporkan bahwa Caine memperingatkan kemungkinan Amerika Serikat terseret dalam konflik berkepanjangan.

    Dalam laporan yang sama disebutkan bahwa utusan khusus Trump Steve Witkoff serta sang menantu Jared Kushner mendorong agar presiden menunda serangan dan memberi ruang bagi jalur diplomasi.

    Trump menuduh berbagai media tersebut menulis laporan yang keliru dan disengaja. “Saya yang membuat keputusan. Saya lebih memilih kesepakatan daripada tidak, tetapi jika kita tidak mencapai kesepakatan, itu akan menjadi hari yang sangat buruk bagi negara itu dan, sangat disayangkan, bagi rakyatnya,” tuturnya.

    Bakal Sulit Dikontrol

    Mantan Ketua Komite Hubungan Luar Negeri dan Keamanan Nasional Seyyed Hussein Mousavian juga mengingatkan, jika AS menyerang Iran, konflik yang terjadi bakal sulit dikontrol. Kondisinya berbeda dibandingkan Perang 12 Hari tahun lalu.

    “Bagi Iran, serangan AS-Israel berikutnya tak ubahnya ‘perang eksistensial’, tak akan lagi menahan diri dan bakal memicu konflik yang sulit dikontrol,” tulis Mousavian di Middle East Eye.

    Juni lalu, Israel meluncurkan serangan militer ke Iran berdasarkan strategi “pemerintahan dari atas ke bawah jatuh, akar rumput naik”.

    Israel dan AS berasumsi bahwa dengan membunuh para pejabat politik, militer, keamanan, dan nuklir Iran, rakyat Negeri Para Mullah itu akan mendesak perubahan rezim dan tumpah ke jalanan.

    Israel dan AS juga mengasumsikan bahwa jika mereka menyerang misil Iran, hal itu akan mencegah terjadinya serangan balik yang pada akhirnya membuka jalan terjadinya perubahan cepat.

    “Serangan Juni tahun lalu menewaskan sejumlah pejabat senior Iran, tetapi rakyat ternyata tetap mendukung pemerintah,” tulis Mousavian lagi.

    Iran membalas dengan tembakan ratusan misil dan drone ke Israel, yang menyebabkan dampak signifikan.

    AS kemudian memerintahkan penyerangan ke tiga fasilitas nuklir Iran yang tidak sampai menghancurkan, tetapi membuat progres nuklir Iran tertunda hingga beberapa tahun ke depan. Gencatan sementara kemudian terjadi, yang terutama dimaksudkan untuk melindungi Israel dari serangan misil Iran berikutnya.

    Pidato di Tengah Tekanan

    Isu Iran diperkirakan menjadi salah satu fokus utama dalam pidato kenegaraan Trump di Gedung Capitol kemarin (24/2) waktu setempat (pagi ini WIB).

    Berdasarkan laporan France 24, Trump akan menggunakan momentum tersebut untuk memaparkan rencananya terkait Iran, termasuk kemungkinan intervensi militer.

    Pidato tersebut menjadi sorotan karena disampaikan di tengah menurunnya tingkat dukungan publik terhadap Trump serta meningkatnya kekhawatiran atas kondisi ekonomi domestik menjelang pemilu paruh waktu November mendatang.

    Selain Iran, Trump juga diperkirakan menyinggung putusan Mahkamah Agung yang membatalkan kebijakan tarif globalnya.

    Dia disebut akan menguraikan langkah alternatif untuk memberlakukan kembali sebagian besar bea masuk.

    Di bidang ekonomi, Trump juga disebut akan mengklaim keberhasilan melalui penguatan pasar saham, investasi sektor swasta, dan legislasi pemotongan pajak.

    Dia juga diperkirakan kembali menegaskan kebijakan perbatasan yang lebih ketat dan kampanye deportasi imigran ilegal.

    Namun, pidato tersebut berpotensi diwarnai ketegangan politik.

    Sejumlah anggota Partai Demokrat dilaporkan akan memboikot acara tersebut dan menggelar aksi tandingan di luar gedung parlemen.

    Tahun lalu, beberapa legislator Demokrat sempat melakukan interupsi sebelum akhirnya keluar dari ruang sidang.

    “Ini adalah satu-satunya kesempatan presiden saat seluruh dunia memperhatikan apa yang akan dia katakan,” kata Ahli Strategi Partai Republik Amanda Makki. (lyn/ttg/Jawa Pos)

  • Legislator Amerika Serikat Ingatkan Donald Trump Bahaya Serang Iran

    Legislator Amerika Serikat Ingatkan Donald Trump Bahaya Serang Iran

    POJOKBANDUNG.COM, WASHINGTON – Berbagai agenda Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghadapi kendala.

    Urusan tarif impor dibatalkan oleh Mahkamah Agung Negeri Paman Sam tersebut.

    Rencana menyerang Iran juga terhalang, salah satunya oleh penolakan warga negara sekutu Amerika Serikat yaitu  Inggris.

    Survei oleh YouGov yang melibatkan 5.637 orang dewasa sebagai responden menunjukkan bahwa 58 persen warga Inggris menolak skenario pemberian izin kepada AS untuk melancarkan operasi militer ke Iran menggunakan pangkalan angkatan udara Inggris.

    Rinciannya, mengutip kantor berita IRNA, 38 persen mengatakan mereka “sangat menentang” langkah tersebut, sedangkan 20 persen lainnya mengatakan mereka “agak menentang.”

    Yang menentang pun datang dari berbagai pendukung partai.

    Menurut jajak pendapat yang hasilnya dipublikasikan pada Sabtu (21/2/2026), 48 persen pendukung Partai Buruh yang berkuasa, 47 persen pendukung Partai Liberal Demokrat, dan 68 persen pendukung Partai Hijau Inggris dan Wales mengatakan mereka sangat menentang.

    Dari Washington DC, sejumlah legislator Partai Demokrat di Komite Luar Negeri, Angkatan Bersenjata, dan Intelijen DPR memperingatkan Trump yang sedang mempertimbangkan serangan militer terbatas terhadap Iran.

    Menurut mereka, serangan semacam itu akan membahayakan anggota militer AS dan berisiko menyeret sekutu mereka di kawasan itu, termasuk Israel, ke dalam konflik yang lebih luas.

    “Tanpa kerangka diplomatik yang lebih luas, serangan militer akan mendestabilisasi, berbahaya, dan kontraproduktif terhadap upaya untuk mencapai perdamaian di Timur Tengah,” kata Gregory W. Meeks, legislator Demokrat dari New York, Adam Smith dari Washington DC, dan Jim Himes dari Connecticut, dalam sebuah pernyataan bersama, seperti dikutip dari AFP.

    Sedangkan dari Teheran, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan kembali bahwa negara yang dia pimpin “tidak akan tunduk” pada tekanan dari kekuatan dunia di tengah pembicaraan nuklir dengan AS.

    “Kekuatan-kekuatan dunia berbaris untuk memaksa kita menundukkan kepala. Tetapi, kita tidak akan menundukkan kepala meskipun menghadapi semua masalah yang mereka ciptakan untuk kita,” kata Pezeshkian dalam pidato yang disiarkan langsung oleh televisi pemerintah.

    Pangkalan di Yordania

    Sementara itu, citra satelit baru dan data pelacakan penerbangan menunjukkan bahwa sebuah pangkalan di Yordania tengah menjadi pusat utama bagi perencanaan militer AS untuk kemungkinan serangan terhadap Iran.

    Citra yang diambil pada hari Jumat (20/2/2026) itu menunjukkan lebih dari 60 pesawat tempur diparkir di pangkalan tersebut, yang dikenal sebagai Muwaffaq Salti.

    Jumlah tersebut hampir tiga kali lipat jumlah jet serbu yang biasanya ada di sana.

    Namun, menurut seorang pejabat Yordania yang identitasnya dirahasiakan, pesawat dan peralatan AS ditempatkan di sana sebagai bagian dari perjanjian pertahanan dengan negara tersebut. (idr/ttg/Jawa Pos)

  • Kapal Induk AS Mendekat, Iran Siap Perang Belum Ada Rencana Evakuasi WNI, tapi RI Siapkan Rencana Kontingensi

    Kapal Induk AS Mendekat, Iran Siap Perang Belum Ada Rencana Evakuasi WNI, tapi RI Siapkan Rencana Kontingensi

    POJOKBANDUNG.COM, TEHERAN—Billboard raksasa yang berdiri tegak di Lapangan Enghelab atau Revolusi, Teheran, itu merupakan perwakilan suara Iran terhadap provokasi Amerika Serikat (AS).

    Kapal Induk AS Mendekat, Iran Siap PerangBelum Ada Rencana Evakuasi WNI, tapi RI Siapkan Rencana Kontingensi
    Ilustrasi bendera Amerika Serikat. Foto : Dok. Pexels. Sementara foto atas, ilustrasi. Bendera Iran berkibar di depan markas besar organisasi Badan Energi Atom Internasional (IAEA) di Wina, Austria. Foto : REUTERS/Leonhard Foege.

    Isinya menggambarkan kapal pengangkut pesawat dengan para penerbangnya tewas berlumuran darah.

    Darah tersebut jatuh ke laut dan membentuk bendera Negeri Paman Sam.

    Kapal pengangkut pesawat itu jelas merujuk kepada USS Abraham Lincoln, kapal induk AS yang kemarin tiba di Timur Tengah beserta pesawat tempur pendukung.

    Kedatangan itu menandai pergerakan armada militer negeri yang dipimpin Donald Trump menuju Iran.

    Awal bulan ini, Trump menyerukan kepada para demonstran anti-pemerintah Iran untuk mengambil alih lembaga-lembaga negara. Dia juga menyebutkan, bantuan sedang dalam perjalanan.

    Ketegangan antarkedua negara yang tahun lalu berhadapan dalam perang 12 hari yang juga melibatkan Israel itu pun makin meningkat.

    Dikutip dari Al Jazeera, para petinggi militer Iran sama sekali tak keder.

    “Jika kamu menabur angin, kamu akan menuai badai,” bunyi tulisan di billboard di Lapangan Revolusi yang berdiri sejak Minggu (25/1/2026) lalu yang jelas ditujukan kepada AS.

    Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menyatakan, situasi tidak aman akan memengaruhi semua orang.

    “Negara-negara Eropa harus berhati-hati agar tidak jatuh ke dalam perangkap godaan jahat dari non-Eropa,” katanya.

    Sebelumnya, sejumlah negara Eropa mempertimbangkan untuk memasukkan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), pasukan elite Iran, ke dalam daftar organisasi teroris.

    Langkah itu dilakukan atas desakan AS.

    Baghaei juga membantah klaim adanya komunikasi diplomatik antara utusan khusus Amerika Serikat Steve Witkoff dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.

    Menurut Baghaei, tuntutan AS kini mencakup kembalinya inspektur PBB, penghapusan uranium yang diperkaya tinggi, serta pembatasan program rudal Iran.

    “Angkatan bersenjata Iran terus memantau pergerakan militer asing dan memperingatkan akan memberikan respons keras terhadap setiap agresi,” ucapnya.

    Sekutu Iran pun memberikan dukungan. Kepala Kataib Hisbullah—kelompok pro Iran yang berpusat di Lebanon—Abu Hussein al-Hamidawi menyebutkan, kekuatan kegelapan sedang berkumpul untuk menaklukkan dan menghancurkan Iran.

    “Kami menegaskan kepada musuh bahwa perang melawan Republik (Islam) tidak akan semudah berjalan-jalan di taman,” katanya.

    Di sisi lain, dalam percakapan telepon dengan Perdana Menteri Irak Mohammed Shia al-Sudani pada Minggu (25/1/2026), Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mendesak Baghdad untuk menjaga jarak dari Iran.

    “Irak dapat sepenuhnya mewujudkan potensinya sebagai kekuatan untuk stabilitas, kemakmuran, dan keamanan di Timur Tengah,” katanya.

    Kondisi Aman

    Terpisah, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) memastikan para warga negara Indonesia (WNI) di Iran dalam kondisi aman. Kemenlu pun terus berkoordinasi dengan KBRI Teheran terkait upaya pelindungan WNI di sana.

    “Tadi malam (6/1) kami kontak terakhir dengan Dubes Roy Rolliansyah Soemirat. Semua WNI dikontak aktif oleh KBRI Teheran dan dalam kondisi relatif aman,” ujar Juru Bicara Kemenlu Yvonne Mewengkang saat ditemui di kompleks DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, kemarin (27/1).

    Disinggung soal rencana evakuasi, Yvonne mengaku, hingga kini belum ada pembicaraan terkait hal tersebut. Kendati demikian, KBRI tetap menyiapkan rencana kontingensi dalam menyikapi eskalasi di Iran.

    Saat ini, terdapat sekitar 386 WNI di Iran. Sebagian besar berada di Kota Qom dan Isfahan.

    Mereka merupakan pelajar yang tengah berkuliah di beberapa kampus di sana. (lyn/mia/ttg/Jawa Pos)

  • Bahasa Indonesia jadi Bahasa Kerja di Sidang Umum UNESCO

    Bahasa Indonesia jadi Bahasa Kerja di Sidang Umum UNESCO

    POJOKBANDUNG.COM, SAMARKAND – Momen bersejarah dalam Sidang Umum UNESCO itu dibuka Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti dengan pantun, dan diakhiri pula dengan pantun.

    “Bunga selasih mekar di taman, petik setangkai buat ramuan,” kata Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti dalam Sidang Umum UNESCO ke- 43 di Samarkand, Uzbekistan, Selasa (4/11/2025).

    “Terima kasih saya ucapkan, atas kesempatan menyampaikan pernyataan,” ujar Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti.

    Pidato tersebut menandai secara resmi penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa kerja di Sidang Umum UNESCO.

    Mu’ti turut menyampaikan apresiasi atas dukungan UNESCO dan semua negara anggota yang telah mengakui bahasa Indonesia sebagai bahasa kerja ke-10.

    Penetapannya dilakukan dalam SMU Umum UNESCO pada 20 November 2023.

    Mu’ti menjelaskan bahwa bahasa Indonesia merupakan jembatan kesatuan di seluruh kepulauan Indonesia yang memiliki lebih dari 17.000 pulau, 700 bahasa lokal, dan 1.300 etnik.

    “Dan pada hari ini (kemarin), bahasa Indonesia kembali mengukuhkan eksistensinya di dunia internasional sebagai jembatan pengetahuan antarnegara,” ungkapnya.

    Dalam kesempatan yang sama, Mu’ti turut menyinggung soal pentingnya pendidikan, sains, kebudayaan, serta komunikasi dan informasi yang membebaskan dalam menghadapi tantangan global saat ini.

    Terlebih, pendidikan adalah hak dasar setiap anak dan tidak boleh ada satu pun yang tertinggal.

    Dia mencontohkan, di Indonesia, angka partisipasi sekolah anak usia 7–12 tahun dan 13–15 tahun sudah cukup tinggi, masing-masing telah men-capai 99,19 persen dan 96,17 persen.

    Pemerintah pun terus berupaya agar setiap anak mendapatkan pendidikan bermutu dengan mengeluarkan berbagai kebijakan pendukung.

    Mulai dari pembelajaran mendalam; pengenalan kecerdasan artifisial, coding, serta penguatan pendidikan karakter; peningkatan kapasitas dan kesejahteraan guru; pemenuhan gizi anak sekolah melalui program makan bergizi gratis; hingga pengembangan sekolah rakyat bagi anak-anak dari keluarga miskin.

    Di sisi lain, Mu’ti juga menegaskan kembali komitmen Indonesia untuk secara aktif memperkuat kapasitasnya dalam bidang sains melalui berbagai program UNESCO, seperti Manusia dan Biosfer, Global Geopark, dan Situs Wa-risan Dunia.

    “Kami berkomit-men untuk terus melindungi dan memajukan keberagaman melalui program pelestarian berbasis masyarakat dan pendidikan warisan budaya,” paparnya.

    Di pengujung sambutannya, Mu’ti pun kembali menyampaikan sebuah pantun.

    “Jakarta ke Samarkand, kota bersejarah nan menawan. Jika manusia bergandeng tangan, dunia indah penuh kedamaian,” katanya, yang disambut tepukan riuh perwakilan negara-negara yang hadir. (mia/ttg/Jawa Pos)

  • Kampung Haji Indonesia di Makkah Segera Dibangun, Menag Nasaruddin Siap Dukung Kemenhaj Sesuai Arahan Presiden Prabowo Subianto

    Kampung Haji Indonesia di Makkah Segera Dibangun, Menag Nasaruddin Siap Dukung Kemenhaj Sesuai Arahan Presiden Prabowo Subianto

    POJOKBANDUNG.COM, JAKARTA – Impian besar Presiden Prabowo Subianto untuk membangun kampung haji di Makkah, Arab Saudi segera terwujud.

    Bahkan lokasi kampung haji di Makkah sudah didapat, yaitu di wilayah Jabal Hindawiyah yang berjarak sekitar 2 KM dari Masjidilharam.

    Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyambut baik progres pembangunan Kampung Haji Indonesia di Makkah.

    Dia menegaskan pembangunan Kampung Haji Indonesia tersebut sudah sepenuhnya menjadi kewenangan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), serta Danantara. Namun dia menegaskan siap mendukung pembangunan Kampung Haji Indonesia tersebut.

    Meskipun sudah jadi kewenangan Kemenhaj, Presiden Prabowo Subianto sempat menyebut nama Menag Nasaruddin Umar saat memaparkan Kampung Haji Indonesia dalam Sidang Kabinet Paripurna (20/10). Nasaruddin memberikan jawaban enteng soal namanya yang masih disebut Prabowo tersebut.

    “Karena mungkin saya yang melakukan lobi-lobi pertama dengan Pemerintah Kerajaan (Arab Saudi). Pak Presiden masih minta saya untuk membantu Pak Roslan (Danantara) untuk melahirkan gagasan besar ini,” kata Nasaruddin di kantornya Selasa (21/10/2025).

    Namun dia kembali menegaskan bahwa urusan haji sudah sepenuhnya bergeser dari Kemenag ke Kemenhaj di bawah kepemimpinan Mochammad Irfan Yusuf.

    “Kementerian Haji dan Umrah kan teman kita juga. Mungkin kita bantulah, tetapi tetap jarumnya nanti ada di Kemenhaj,” jelasnya.

    Nasaruddin menegaskan dirinya terlibat dalam lobi-lobi awal rencana pembangunan Kampung Haji Indonesia dengan Kerajaan Arab Saudi. Sampai akhirnya Saudi mengeluarkan lampu hijau, bagi negara asing untuk memiliki aset di Kota Makkah. Selama ini kepemilikan aset properti dan sejenisnya di Kota Makkah tertutup untuk pihak asing.

    “Saya masih diminta oleh Bapak Presiden melakukan langkah-langkah berikutnya bersama dengan pihak-pihak terkait. Khususnya dengan Kementerian Haji dan Umrah,” jelasnya. Namun Nasaruddin juga mengatakan bisa jadi seluruhnya akan dilakukan oleh Kemenhaj. Sehingga tugas Kemenag semakin ringan dan bisa fokus pada urusan kerukunan umat beragama di Indonesia.

    “Poinnya Insyaallah Kementerian Agama akan tetap mengawal (Kampung Haji Indonesia di Makkah) sesuai dengan arahan Bapak Presiden,” tuturnya. Baik itu Kemenag maupun Kemenhaj sama-sama berada dalam Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran. Sehingga tidak ada masalah untuk saling kolaborasi, tanpa harus mencampuri terlalu dalam urusan masing-masing.

    Seperti diketahui pembangunan Kampung Haji Indonesia di Kota Makkah sempat disinggung Presiden Prabowo Subianto dalam pidato pengantar Sidang Kabinet Paripurna (20/10). Pada saat yang sama Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak meninjau lokasi rencana pembangunan kampung haji tersebut.

    Lokasi Kampung Haji Indonesia nantinya menempati hamparan lahan seluas 80 hektar di kawasan Jabal Hindawiyah, Makkah.

    Jaraknya hanya 2 KM dari Masjidilharam. Jemaah bisa berjalan kaki sekitar 20 menit ke Masjidilharam.

    Dari dokumentasi foto yang dikirim tim Kemenhaj, lokasi pembangunan kampung haji itu masih berupa hamparan tanah. Di beberapa titik ditumbuhi rumput liar. Menariknya dari lokasi ini, terlihat Zam Zam Tower yang tinggi menjulang. Menara yang di dalamnya ada hotel dan pusat perbelanjaan itu, jadi penanda lokasi Masjidilharam. Karena lokasi Zam Zam Tower persis di sebelah Masjidilharam.

    Dahnil menjelaskan proses negosiasi dan lelang (bidding) untuk pengadaan lahan tengah berlangsung. Lokasi tersebut berada di dalam Masar Project. Yaitu kawasan strategis yang terintegrasi dengan jalur kereta cepat dan jalur pedestrian langsung menuju Masjidilharam.

    “Dari titik ini kita bisa melihat langsung Zam Zam Tower dan area Masjidil Haram. Jika Indonesia menang dalam proses bidding, maka di sinilah akan berdiri Kampung Haji Indonesia dengan luas sekitar 80 hektare,” ujar Dahnil.

    Politisi Gerindra itu meminta doa seluruh rakyat Indonesia agar proses tersebut berjalan lancar. Serta menghasilkan keputusan terbaik. “InsyaAllah ini menjadi alternatif utama lokasi Kampung Haji Indonesia,” katanya.

    Dia memohon doa dari seluruh rakyat Indonesia supaya kita menang lelang. Presiden Prabowo Subianto sendiri sangat serius mengupayakan hal ini dan akan berbicara langsung dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman. Proses bidding ini akan selesai pada 30 Oktober depan. Dari Indonesia sendiri, lelang lahan untuk kampung haji dipimpin langsung oleh Kepala Danantara Rosan Roeslani. (wan/Jawa Pos)

  • Capai Kesepakatan, Hamas Bebaskan Sandera, Israel Tarik Pasukan dari Jalur Gaza

    Capai Kesepakatan, Hamas Bebaskan Sandera, Israel Tarik Pasukan dari Jalur Gaza

    POJOKBANDUNG.COM, MESIR – Dari Mesir, Hamas dan Israel akhirnya menyetujui tahap awal rencana perdamaian yang disebut sebagai langkah paling nyata menuju berakhirnya konflik di Jalur Gaza.

    Capai Kesepakatan, Hamas Bebaskan Sandera, Israel Tarik Pasukan dari Jalur Gaza
    Asap meningkat menyusul ledakan di tengah serangan militer Israel di Kota Gaza, terlihat dari Jalur Gaza tengah, 6 Oktober 2025. perundingan Hamas-Israel terus berlangsung. Foto : Dawoud Abu Alkas/ Reuters. Sementara foto atas, Ilustrasi. Mesir tengah menjadi mediator untuk mengakhiri perang Israel dan Hamas. Foto : ABC News

    Inti kesepakatan itu, seperti disampaikan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, semua sandera yang ditahan Hamas bakal dibebaskan.

    Sedangkan Israel harus menarik pasukannya ke garis yang disepakati.

    “Ini hari besar bagi dunia Arab dan Muslim, bagi Israel, dan bagi seluruh dunia,” tulis Trump dalam akun Truth Social-nya pada Rabu (8/10/2025), seperti dikutip dari AFP pada Kamis (9/10/2025).

    Trump juga menyampaikan apresiasi kepada Qatar, Mesir, dan Turki yang berperan besar sebagai mediator dalam proses negosiasi panjang antara kedua pihak.

    “Kami berterima kasih kepada para mediator atas kerja sama mereka dalam mewujudkan peristiwa bersejarah dan belum pernah terjadi sebelumnya ini. Terberkahilah para pembawa perdamaian!” tulis Trump.

    Hamas mengonfirmasi kesepakatan itu. Ada juga kesepakatan pertukaran sandera dengan tahanan Palestina di penjara-penjara Israel.

    Mengutip The Guardian, pembebasan sandera diperkirakan berlangsung paling cepat akhir pekan ini. Diperkirakan masih ada 20 sandera hidup di Gaza.

    Sementara itu, sekitar 1.700 tahanan Palestina juga akan dibebaskan dari penjara-penjara Israel dalam waktu 72 jam setelah kesepakatan ditandatangani kemarin siang waktu Tel Aviv.

    Penghancurleburan Gaza sejak serangan Hamas ke wilayah Israel telah menyebabkan sekitar 67 ribu orang tewas.

    Di Tel Aviv, keluarga para sandera dan pendukung mereka tumpah ruah di jalan begitu mendengar kesepakatan tersebut.

    Mereka meneriakkan “Hadiah Nobel untuk Trump!” sambil membuka botol sampanye dan saling berpelukan dalam tangis bahagia. “Ini adalah hari yang sudah lama kami tunggu,” ujar salah seorang warga Tel Aviv.

    Sementara itu, di Gaza, suasana haru juga terasa. Banyak warga mengekspresikan kelegaan dan rasa syukur. “Alhamdulillah atas gencatan senjata, berakhirnya pertumpahan darah dan pembunuhan,” kata warga Gaza Selatan Abdul Majeed Abd Rabbo.

    Transisi Damai
    Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut kesepakatan tersebut sebagai kemenangan diplomatik, nasional dan moral bagi Israel. “Israel tidak akan berhenti berjuang hingga semua sandera kembali dan semua tujuan nasional tercapai,” ucapnya.

    Netanyahu juga dilaporkan telah berbicara langsung dengan Trump melalui telepon untuk saling memberi selamat, bahkan mengundangnya untuk berpidato di parlemen Israel sebagai bentuk penghargaan atas keberhasilan diplomatik itu.

    Dari markas besar PBB di New York, Sekretaris Jenderal António Guterres menyambut baik kesepakatan tersebut. “Semua pihak harus mematuhi sepenuhnya setiap ketentuan yang telah disepakati,” katanya.

    Dia menegaskan bahwa dunia akan mendukung langkah-langkah lanjutan guna memastikan transisi damai di Gaza dapat berjalan dengan stabil. Adapun Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi menyebut kesepakatan itu sebagai momen bersejarah.

    “Ini membuka pintu harapan bagi warga di kawasan tersebut akan datangnya masa depan yang berlandaskan keadilan dan stabilitas,” katanya, seperti dikutip dari AFP.

    Presiden Palestina Mahmud Abbas juga berharap kesepakatan tersebut menjadi awal dari solusi politik permanen. “Yang nantinya bisa mengarah pada terwujudnya negara Palestina merdeka,” katanya. (lyn/ttg/jawa pos)

     

     

  • Penolakan Negara Palestina oleh Benjamin Netanyahu Picu Kecaman Internasional hingga Desakan Pengakuan PBB

    Penolakan Negara Palestina oleh Benjamin Netanyahu Picu Kecaman Internasional hingga Desakan Pengakuan PBB

    POJOKBANDUNG.COM – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan kembali penolakannya terhadap pembentukan negara Palestina.

    Penolakan Negara Palestina oleh Benjamin Netanyahu Picu Kecaman Internasional hingga Desakan Pengakuan PBB
    Benjamin Netanyahu. Foto : Dok. Al-Jazeera. Sementara foto atas, Ilustrasi bentuk dukungan kepada Palestina. Foto : Istimewa

    Dilansir dari laman Al-Jazeera pada Jumat (12/9/2025), Netanyahu diketahui telah menandatangani perjanjian untuk melanjutkan perluasan permukiman di Tepi Barat.

    Langkah Netanyahu ini dinilai akan membuat negara Palestina di masa depan hampir mustahil terbentuk.

    Dalam acara di Maale Adumim, Netanyahu menegaskan bahwa “Tidak akan ada negara Palestina.”

    Ia menyatakan bahwa wilayah tersebut sepenuhnya milik Israel. Netanyahu juga berjanji menggandakan populasi kota permukiman itu.

    Rencana pembangunan permukiman E1 mencakup 3.400 rumah baru untuk pemukim Israel.

    Proyek ini akan memisahkan Tepi Barat dari Yerusalem Timur yang diinginkan Palestina sebagai ibu kota.

    Semua permukiman di Tepi Barat dianggap ilegal menurut hukum internasional.

    Netanyahu telah lama menentang upaya perdamaian dengan Palestina.

    Ia sebelumnya mengecam Perjanjian Oslo yang diharapkan membawa solusi dua negara.

    Dalam video tahun 2001, Netanyahu mengaku telah secara de facto mengakhiri perjanjian tersebut.

    Selama masa jabatan pertamanya pada 1997, Netanyahu mendukung pembangunan permukiman Har Homa di Yerusalem Timur. Ia juga menegaskan negara Palestina tidak akan pernah terbentuk selama ia berkuasa. Pernyataannya mencerminkan penolakan tegas terhadap solusi dua negara.

    Keputusan perluasan permukiman menuai kecaman internasional. Lebih dari 100 negara mendukung resolusi PBB yang menuntut Israel menghentikan permukiman baru. Mahkamah Internasional sebelumnya menyatakan keberadaan Israel di wilayah pendudukan melanggar hukum.

    Meskipun banyak negara, termasuk Jerman, Prancis, dan Belgia, mendukung pembentukan negara Palestina, Netanyahu tetap menolak. Ia menyebut keputusan Mahkamah Internasional sebaga kebohongan. Sikap keras ini semakin mempersulit proses perdamaian.

    Di tengah meningkatnya kekerasan di Tepi Barat dan Gaza, Netanyahu terus mendorong kebijakan keras. Israel menanggapi serangan dengan operasi militer dan penangkapan besar-besaran. Di Gaza, perang berkepanjangan menambah penderitaan rakyat Palestina tanpa adanya solusi politik. (jpc)

     

  • 116 WNI Tertahan di Nepal, 18 Orang Sudah Dipulangkan, Istri Eks Perdana Menteri Dikabarkan Masih Hidup

    116 WNI Tertahan di Nepal, 18 Orang Sudah Dipulangkan, Istri Eks Perdana Menteri Dikabarkan Masih Hidup

    POJOKBANDUNG.COM, JAKARTA—Krisis politik berujung kerusuhan mematikan di Nepal berimbas terhadap nasib Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di negeri Gunung Everest itu.

    116 WNI Tertahan di Nepal, 18 Orang Sudah Dipulangkan, Istri Eks Perdana Menteri Dikabarkan Masih Hidup
    Ilustrasi: Aksi protes besar tengah terjadi di Nepal. Foto : Al-Jazeera/Jawa Pos. Sementara foto atas, WNI dievakuasi dari Nepal dampak dari kondisi negara Nepal yang belum kondusif. Foto : Dok. Kementrian Luar Negeri.

    Hingga kemarin, sebanyak 18 WNI dari Nepal telah dipulangkan ke tanah air.

    Sementara itu, tercatat ada 78 WNI yang dilaporkan berada di Nepal.

    Pada Kamis (11/9/2025), rombongan pertama WNI diterbangkan menuju Indonesia melalui Tribhuvan International Airport.

    Mereka dijadwalkan tiba di Bandara Soekarno-Hatta Jumat (12/9/2025).

    Rombongan pertama yang telah dipulangkan terdiri dari delegasi Kementerian ESDM, Kementerian Kesehatan, GIZ Indonesia, Asosiasi Hydro, akademisi Universitas Indonesia, serta WNI wisatawan.

    ”Sebagian besar rombongan yang (telah) kembali berada di Kathmandu dalam rangka pelaksanaan kerja sama energi baru terbarukan Indonesia-Nepal-Jerman pada 8–12 September 2025,” papar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI Vahd

    Nabyl A. Mulachela dalam keterangannya.
    Nabyl mengungkapkan, Tim Perlindungan WNI Kemlu dan KBRI Dhaka terus memantau kondisi WNI di sana, termasuk menghubungi mereka.

    ”Sebagai langkah cepat, Kementerian Luar Negeri RI melalui KBRI Dhaka telah berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk memastikan bahwa seluruh WNI di Nepal dalam kondisi aman,” paparnya.

    Berdasarkan data, total ada 56 WNI yang tinggal di Nepal.

    Namun, menurut catatan Tim Perlindungan WNI di Kathmandu, terdapat 78 WNI yang melakukan kunjungan singkat.

    Dengan demikian, ada 134 WNI yang berada di Nepal.

    Dari jumlah itu, masih ada 116 WNI yang bertahan.

    Di sisi lain, KBRI Dhaka telah mengeluarkan imbauan agar para WNI di Nepal menghindari lokasi demonstrasi dan selalu waspada.

    Selain itu, mereka juga diminta menghubungi hotline KBRI jika mengalami masalah.

    ”KBRI juga telah melakukan koordinasi dengan otoritas setempat untuk membantu WNI yang kesulitan mengakses bandara, karena jalanan ditutup, sehingga mereka dapat kembali ke tanah air dengan selamat,” pungkasnya.

    Situasi Terkini
    Sementara itu, kondisi Nepal masih kacau pasca demo Gen-Z yang berujung pada tergulingnya pemerintahan. Nepal kini menghadapi krisis politik baru pasca demo antikorupsi yang diwarnai kekerasan hingga merenggut 30 nyawa, sekaligus memaksa Perdana Menteri (PM) Nepal K.P. Sharma Oli mundur.

    Dikutip dari AFP pada Jumat (12/9), jumlah korban tewas dalam unjuk rasa bertambah menjadi 51 orang. Tak hanya itu, puluhan ribu narapidana juga dilaporkan kabur dari penjara.

    Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Kepolisian Nepal, Binod Ghimire.

    Ia mengatakan bahwa lebih dari 12.500 narapidana yang kabur dari berbagai penjara di seluruh negeri masih buron hingga kini.
    Sementara itu, merujuk laporan Dainik Bhaskar, hingga 48 jam pasca pengunduran diri KP Sharma Oli, siapa pengisi kursi PM Nepal belum diputuskan. Perundingan yang berlangsung masih belum mencapai kesimpulan.

    Menurut laporan, hampir ada konsensus untuk menjadikan mantan Ketua Mahkamah Agung Sushila Karki sebagai PM sementara. Namun, hal ini masih mendapat penolakan dari kubu lainnya. Karki disebut terlalu pro-India.

    Kubu yang kontra mengajukan nama Wali Kota Kathmandu Balen Shah. Jika Balen tidak menjadi PM, nama Wali Kota Dharan Harka Sampang dimunculkan sebagai alternatif. Kubu ini berdalih ingin pemimpin yang lebih muda.

    Perbedaan pendapat tak hanya terjadi di forum. Sempat terjadi perkelahian antar kelompok di luar markas tentara yang mengakibatkan sejumlah pemuda terluka.

    Istri Eks PM Nepal Selamat

    Sementara itu, perkembangan baru, Rabi Laxmi Chitrakar, istri mantan Perdana Menteri (PM) Nepal Jhalanath Khanal, dikabarkan masih hidup setelah sempat beredar luas kabar bahwa dirinya meninggal dunia akibat luka bakar.

    Kabar itu ditegaskan oleh mantan menteri sekaligus tokoh CPN (S), Jeevan Ram Shrestha, dalam wawancaranya dengan NepalPress.

    Dalam wawancara tersebut, Shrestha menyebut bahwa Chitrakar mengalami luka bakar serius ketika rumah keluarga Khanal di kawasan Dallu dibakar kelompok demonstran Gen Z yang menggelar aksi anti-pemerintah.

    Saat kejadian, Khanal sedang berada di luar, sementara istrinya berada di dalam rumah bersama sang putra, Nirbhik Khanal. ”Ia sudah dalam kondisi stabil, bahkan bisa berkomunikasi. Dokter menyebut nyawanya tidak lagi terancam,” kata Shrestha.

    Setelah dievakuasi, Chitrakar sempat dirawat di ICU Rumah Sakit Tentara Nepal di Chhauni sebelum dipindahkan ke Rumah Sakit Kirtipur untuk perawatan lanjutan.
    Peristiwa itu terjadi di tengah gejolak politik besar yang melanda Nepal.

    Ibu kota Kathmandu masih berada dalam status darurat dengan penjagaan ketat tentara, menyusul dua hari kerusuhan mematikan yang menewaskan sedikitnya 25 orang dan melukai lebih dari 600 orang.
    Kerusuhan dipicu kebijakan larangan media sosial yang sempat diberlakukan pemerintah, sebelum akhirnya dicabut setelah menuai perlawanan keras.

    Situasi genting ini juga memaksa PM Nepal K.P. Sharma Oli mengundurkan diri. Tentara Nepal menyatakan bahwa upaya koordinasi sedang dilakukan untuk meredakan ketegangan, sementara wacana dialog antara otoritas dan kelompok demonstran mulai dibahas. (mia/jpc/ant/ris/jawa pos)

     

  • Menlu Sugiono Menjelaskan Rencana Penampungan 2 Ribu Warga Gaza di Pulau Galang

    Menlu Sugiono Menjelaskan Rencana Penampungan 2 Ribu Warga Gaza di Pulau Galang

    POJOKBANDUNG.COM, JAKARTA – Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono memberikan penjelasan terkait isu penggunaan Pulau Galang untuk penampungan 2 ribu warga Gaza korban perang.

    Menurut Menlu Sugiono, belum ada keputusan final mengenai evakuasi warga gaza yang terluka ke Indonesia untuk proses pengobatan ini.

    “Ya prosesnya ini masih berjalan sebenarnya. Belum ada yang namanya final-final itu belum ada,” ujar Menlu Sugiono di Jakarta, Kamis (7/8/2025).

    Menlu Sugiono menjelaskan kembali, bahwa memang sebelumnya Presiden Prabowo telah menyampaikan jika Indonesia terbuka untuk merawat para korban perang gaza, khususnya anak-anak, orang tua, dan perempuan.

    Namun, dengan catatan semua pihak setuju.

    Niatan tersebut pun sudah disampaikan oleh Prabowo ke beberapa pemimpin negara-negara Timur Tengah.

    Pembicaraan itu dilakukan ketika presiden melakukan kunjungan kenegaraan.

    “Dan ceritanya seperti itu. Jadi waktu itu kita bersedia untuk merawat sampai seribu anak-anak ataupun korban terluka yang membutuhkan perawatan medis. Tentu saja dengan, satu, persetujuan dari seluruh pihak terkait di sana, persetujuan dari negara-negara tetangganya langsung, Jordan, Mesir, dan tentu saja otoritas Palestina sendiri,” jelasnya.

    Menurutnya, ketika sudah membuka diri tentu perlu persiapan.

    Karenanya, pemerintah pun mulai menyiapkan alternatif-alternatif lokasi untuk bisa menampung dan merawat mereka.

    Salah satunya, di Pulau Galang.

    Pulau ini menjadi salah satu pilihan lantaran dinilai siap infrastrukturnya pasca digunakan sebagai tempat perawatan Covid-19.

    “Kemudian hal-hal yang sifatnya teknis juga kan harus kita persiapkan, jadi sewaktu-waktu itu (evakuasi korban Gaza untuk dirawat di Indonesia, red) bisa dilaksanakan ya kita udah siap,” ungkapnya.

    Kendati demikian, Sekjen Partai Gerindra tersebut mengaku belum ada pembicaraan mengenai pendataan korban.

    Termasuk, teknis waktu ataupun upaya pemindahan para korban tersebut ke Indonesia.

    “(Sudah pendataan?) Belum sampai ke sana. Kemarin itu ya kan disampaikan kita ada permintaan, permintaan yang ngomongnya lebih teknis juga belum seperti apa,” katanya.

    Disinggung soal kementerian lembaga yang bakal dilibatkan, Sugiono mengaku masih belum tahu.

    Tapi, diperkirakan selain Kementerian Luar Negeri (Kemlu), ada pula Kementerian Kesehatan (Kemenkes) karena berkaitan dengan proses penyembuhan.

    “(Jumlah nakes yang disiapkan? red) Itu terlalu jauh deh,” ungkapnya.

    Belum adanya kepastian ini juga menyangkut jumlah warga Gaza yang akan diobati di Indonesia.

    Sugiono mengaku, jumlahnya tergantung kapasitas Indonesia.

    Ia juga menegaskan, belum ada keputusan soal berapa lama mereka akan ada di Indonesia nantinya.

    “(Berapa lama Untuk yang berobat di Indonesia? red) Ya ke sini aja belum. Waktu itu disampaikan kita siap menerima sampai seribu,” pungkasnya. (mia/jawa pos)

  • Thailand Tuduh Kamboja Langgar Gencatan Senjata, Presiden Prabowo Subianto Beri Apresiasi Anwar Ibrahim

    Thailand Tuduh Kamboja Langgar Gencatan Senjata, Presiden Prabowo Subianto Beri Apresiasi Anwar Ibrahim

    POJOKBANDUNG.COM, BANGKOK – Selasa kemarin (29/7/2025) Militer Thailand menuduh Kamboja melanggar gencatan senjata yang baru saja berlaku.

    Padahal Thailand dan Kamboja baru menyetujui gencatan senjata yang dicapai dalam perundingan Malaysia pada Senin (28/7/2025).

    Kesepakatan menyatakan bahwa gencatan senjata Thailand dan Kamboja dimulai pada tengah malam.

    Dilansir dari AFP, juru bicara militer Thailand Winthai Suwaree mengatakan bahwa pasukan Kamboja justru melakukan serangan bersenjata ke beberapa wilayah Thailand.

    “Ini merupakan pelanggaran yang disengaja terhadap kesepakatan dan upaya nyata untuk merusak kepercayaan bersama,” ujarnya.

    Karena merasa diserang, menurutnya Thailand memiliki hak untuk merespons dengan pembelaan diri.

    Namun, juru bicara Kementerian Pertahanan Kamboja, Maly Socheata, membantah klaim tersebut.

    “Tidak ada bentrokan bersenjata di wilayah mana pun,” katanya.

    Meski terjadi saling tuduh, kedua negara menyatakan bahwa pertemuan antara para komandan militer regional yang telah dijadwalkan sebagai bagian dari implementasi gencatan senjata tetap berlangsung atau segera dimulai.

    Di lapangan, di kota Samraong, Kamboja atau 20 kilometer dari perbatasan,  ada suara ledakan.

    Ledakan ini berhenti 30 menit sebelum tengah malam dan situasi tetap tenang hingga pagi hari.

    Kondisi itu sejalan dengan pernyataan Perdana Menteri Kamboja Hun Manet.

    Hun menyatakan melalui pesan di Facebook bahwa garis depan telah mereda sejak gencatan senjata pukul 12 malam.

    Kesepakatan gencatan senjata ini difasilitasi oleh Malaysia dan didukung oleh Tiongkok serta Amerika Serikat.

    Dalam pernyataan bersama, ketiga negara menyebut kesepakatan tersebut sebagai langkah awal penting menuju deeskalasi dan pemulihan perdamaian serta keamanan.

    Usai mendamaikan Thailand dan Kamboja, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim melakukan lawatan ke Indonesia.

    Anwar sampai di Indonesia pada Senin malam. Kemarin, Presiden Prabowo Subianto menyambut Anwar dan melakukan pertemuan kenegaraan di Komplek Istana Negara.

    Prabowo memberikan apresiasi atas kepemimpinan Anwar dalam memimpin ASEAN, khususnya keberhasilan Malaysia dalam melakukan mediasi terhadap konflik di kawasan.

    “Bapak berhasil dalam mediasi, berhasil mencapai gencatan senjata dalam konflik antara Thailand sama Kamboja. Ini suatu yang patut kita syukuri,” ujarnya.

    Kepala Negara menegaskan bahwa Indonesia siap memberikan dukungan penuh terhadap langkah-langkah yang diambil Malaysia sebagai Ketua ASEAN.

    Menurutnya, capaian tersebut merupakan terobosan penting untuk menjaga stabilitas kawasan.

    ”Kita ingin ASEAN selalu menyelesaikan konflik dengan damai, dengan konsultasi, musyawarah, negosiasi,” ujar Prabowo.

    Anwar pun menyoroti pentingnya kerja sama negara-negara Asia Tenggara dalam menjaga keamanan regional.

    Menurutnya, stabilitas kawasan adalah tanggung jawab bersama.

    “Dan sekarang ini dalam memonitoring keamanan ini, negara-negara ASEAN, khususnya Malaysia, Indonesia, Singapura, Brunei, dan Filipina, itu akan bertanggungjawab dalam memonitoring peace process ini” ungkapnya.

    Secara terpisah, Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono  menekankan bahwa Indonesia aktif berkomunikasi dengan Malaysia sebagai Ketua ASEAN untuk mendorong langkah deeskalasi Thailand vs Kamboja.

    “Sejak insiden hari pertama, para menteri luar negeri ASEAN sudah saling berkoordinasi mencoba untuk menyampaikan kepada kedua belah pihak untuk sama-sama menahan diri,” ujarnya.

    Dia juga menyatakan bahwa Indonesia juga pada saat itu sudah menyampaikan kepada Ketua ASEAN siap untuk melakukan apa saja dalam rangka mencapai deeskalasi.

    “Antara Kamboja dan Thailand itu ada yang namanya Joint Border Committee yang akan ditugaskan untuk membahas urusan perbatasan ini. Tapi kita juga menyampaikan bahwa ASEAN semuanya ada dalam suatu keyakinan yang sama bahwa kita ingin menyelesaikan ini dengan cara kekeluargaan dan dengan cara ASEAN,” imbuhnya. (lyn/jawa pos)