Tag: Bandara Husein Sastranegara

  • Bandara Husein Sastranegara Tetap Siap Siaga Operasional, Ini Kata Komandan Lanud Husein Sastranegara Marsma TNI M D Irman Fathurrahman

    Bandara Husein Sastranegara Tetap Siap Siaga Operasional, Ini Kata Komandan Lanud Husein Sastranegara Marsma TNI M D Irman Fathurrahman

    POJOKBANDUNG.COM, KOTA BANDUNG – Wacana kembali dibukanya Bandara Husein Sastranegara untuk penerbangan komersial mendapat respons positif dari jajaran TNI AU.

    Komandan Lanud Husein Sastranegara Marsma TNI M D Irman Fathurrahman menegaskan pihaknya siap menjalankan operasional bandara kapan pun keputusan resmi pemerintah pusat diterbitkan.

    Komandan Lanud Husein Sastranegara Marsma TNI M D Irman Fathurrahman menjelaskan kesiapan Bandara Husein tidak hanya dari sisi personel, tetapi juga sarana dan prasarana penerbangan yang hingga kini masih aktif digunakan.

    “Kapan pun dibuka kami siap melaksanakan. Tinggal menunggu perintah pimpinan dan surat resmi dari Kementerian Perhubungan melalui Angkatan Udara,” Irman usai menghadiri kegiatan di Balai Kota Bandung, Senin (1/6/2026).

    Irman menyebutkan fasilitas utama bandara masih dalam kondisi layak untuk mendukung operasional pesawat berbadan besar, Airbus maupun Boeing. Aktivitas penerbangan militer dan VVIP pun hingga saat ini masih rutin dilakukan di kawasan Lanud Husein Sastranegara.

    Menurut Irman, kondisi landasan dan fasilitas penerbangan tidak menjadi kendala utama apabila pemerintah memutuskan membuka kembali penerbangan sipil dari Bandung. Persoalan yang dinilai perlu segera dibenahi justru berada di luar area bandara, terutama akses jalan menuju lokasi.

    Irman menyoroti kondisi jalur dari Gerbang Tol Pasteur menuju kawasan bandara yang dinilai masih membutuhkan perhatian serius. Saat hujan deras turun, kawasan kerap dilanda genangan hingga banjir yang menghambat mobilitas kendaraan.

    “Mudah-mudahan jalan menuju pangkalan maupun bandara bisa segera diperbaiki. Termasuk akses keluar masuk tol dari Pasteur sampai ke bandara,” katanya.

    Kondisi infrastruktur penunjang itu dinilai menjadi salah satu faktor penting apabila Bandara Husein kembali melayani penerbangan komersial dalam jumlah besar. Sebab, kelancaran akses penumpang menjadi bagian penting dalam mendukung operasional bandara.

    Irman pun mengungkapkan komunikasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) terus dilakukan terkait berbagai kebutuhan penataan kawasan sekitar bandara. Koordinasi itu mencakup pembenahan drainase hingga akses transportasi.

    Irman memastikan hubungan antara Lanud Husein dengan pemerintah daerah berjalan baik dan intensif. Berbagai persoalan yang berkaitan dengan operasional bandara dibahas secara berkala agar kesiapan tetap terjaga.

    “Komunikasi dengan pemerintah kota maupun pemerintah provinsi selalu kami lakukan,” ujarnya.

    Pernyataan kesiapan muncul di tengah kembali menguatnya pembahasan soal pengoperasian Bandara Husein Sastranegara setelah sebelumnya sebagian besar penerbangan dialihkan ke Bandara Kertajati di Majalengka.

    Sejumlah kalangan menilai keberadaan Bandara Husein masih memiliki peran strategis karena lokasinya berada dekat pusat Kota Bandung dan menjadi pilihan praktis bagi masyarakat maupun pelaku bisnis.

    Selain faktor kedekatan lokasi, aksesibilitas dan efisiensi waktu perjalanan juga menjadi alasan Bandara Husein masih diminati banyak penumpang dari Bandung Raya dan wilayah sekitarnya.

    Meski demikian, keputusan pembukaan kembali penerbangan komersial tetap berada di tangan pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan bersama otoritas terkait lainnya.

    Lanud Husein Sastranegara pun kini menunggu keputusan resmi sambil memastikan seluruh fasilitas, personel, dan dukungan operasional tetap dalam kondisi siap digunakan sewaktu-waktu.(dsn)

  • Traveler Bandara Husein Sastranegara Dimanjakan dengan Digitalisasi Validasi Dokumen Kesehatan

    Traveler Bandara Husein Sastranegara Dimanjakan dengan Digitalisasi Validasi Dokumen Kesehatan

    POJOKBANDUNG.com – Bandara Internasional Husein Sastranegara telah mengimplementasikan Surat Edaran Menteri Kesehatan SE 847 tentang Digitalisasi Dokumen Kesehatan bagi pengguna transportasi udara yang terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi.

    R Iwan Winaya Mahdar, Executive General Manager Bandara Internasional Husein Sastranegara, mengatakan,
    para penumpang yang akan berangkat dari Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung dapat melakukan validasi dokumen kesehatan secara mandiri dengan melakukan scan barcode pada aplikasi PeduliLindungi.

    “Caranya yaitu dengan cara klik aplikasi PeduliLindungi, klik Paspor Digital dan klik Hasil Test Covid19 selanjutnya akan mendapatkan barcode, dan barcode tersebut dapat langsung di scan di fasilitas Barcode scaner yang telah disediakan di bandara, dan akan tampil pada layar 2 tampilan , yaitu  warna Hijau *Layak Terbang* ataupun warna Merah *Tidal Layak Terbang*, akan muncul warna hijau Layak Terbang  apabila calon penumpang sudah melakukan Vaksinasi dosis 1 minimal dan hasil RT PCR negatif dalam kurun waktu 2 x 24 jam sebelum keberangkatan,” katanya.

    Hasil RT PCR ataupun Rapid Antigen ini akan terdeteksi di aplikasi PeduliLingungi tentunya apabila laboratorium dan  fasilitas pelayanan kesehatan yang melakukan pemeriksaan _Rapid Diagnostic Test (RDT)_ Antigen  dan _Polymerase Chain Reaction (PCR)_ milik Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan masyarakat / swasta yang telah melakukan entry dari hasil pemeriksaan RDT Antigen dan Uji Real time PCR ke dalam aplikasi _allrecord-tc-19 (NAR)_ yang selanjutnya akan terintegrasi dengan SYSTEM Informasi satu data COVID-19 PeduliLindungi secara real time.

    Menurutnya, diimbau agar calon penumpang untuk dapat mendonwload aplikasi PeduliLindungi agar lebih cepat melakukan validasi secara digital & mandiri pada fasilitas yang telah disiapkan oleh PT Angkasa Pura II (Persero) KC Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung.

    “Dan diharapkan dapat melakukan Test COVID 19 laboratorium dan  fasilitas pelayanan kesehatan yang sudah terdaftar dan terintegrasi ke dalam  SYSTEM Informasi satu data COVID-19 PeduliLindungi secara real time,” pungkasnya. (mun)

  • Bandara Internasional Husein Sastranegara Terintegrasi dengan Aplikasi PeduliLindungi

    Bandara Internasional Husein Sastranegara Terintegrasi dengan Aplikasi PeduliLindungi

    POJOKBANDUNG.com – Pada Rabu (28/7/2021) Bandara Internasional Husein Sastranegara telah mengimplementasikan Surat Edaran Menteri Kesehatan SE 847 tentang digitalisasi dokumen kesehatan bagi pengguna transportasi udara yang terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi.

    Para Penumpang yang akan berangkat dari Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung dapat melakukan validasi dokumen kesehatan secara mandiri dengan melakukan scan barcode pada aplikasi PeduliLindungi.

    Caranya yaitu dengan cara klik aplikasi PeduliLindungi, klik Paspor Digital dan klik Hasil Test Covid19 selanjutnya akan mendapatkan barcode, dan barcode tersebut dapat langsung di scan di fasilitas Barcode scaner yang telah disediakan di bandara, dan akan tampil pada layar 2 tampilan , yaitu warna hijau Layak Terbang ataupun warna merah Tidal Layak Terbang, akan muncul warna hijau Layak Terbang apabila calon penumpang sudah melakukan Vaksinasi dosis 1 minimal dan hasil RT PCR negatif dalam kurun waktu 2 x 24 jam sebelum keberangkatan.

    Hasil RT PCR ataupun Rapid Antigen ini akan terdeteksi di aplikasi PeduliLingungi tentunya apabila laboratorium dan fasilitas pelayanan kesehatan yang melakukan pemeriksaan Rapid Diagnostic Test (RDT) Antigen dan Polymerase Chain Reaction (PCR) milik Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan masyarakat / swasta yang telah melakukan entry dari hasil pemeriksaan RDT Antigen dan Uji Real time PCR ke dalam aplikasi allrecord-tc-19 (NAR) yang selanjutnya akan terintegrasi dengan SYSTEM Informasi satu data COVID-19 PeduliLindungi secara real time.

    Dihimbau agar calon penumpang untuk dapat mendonwload aplikasi PeduliLindungi agar lebih cepat melakukan validasi secara digital & mandiri pada fasilitas yang telah disiapkan oleh PT Angkasa Pura II KC Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung; dan diharapkan dapat melakukan Test COVID 19 laboratorium dan fasilitas pelayanan kesehatan yang sudah terdaftar dan terintegrasi ke dalam SYSTEM Informasi satu data COVID-19 PeduliLindungi secara real time. (mun)

  • Bandara Husein Tolak Pemudik Naik Pesawat, Calon Penumpang Wajib Penuhi 3 Syarat ini

    Bandara Husein Tolak Pemudik Naik Pesawat, Calon Penumpang Wajib Penuhi 3 Syarat ini

    POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pihak Bandara Husein Sastranegara Bandung menerapkan prosedur ketat bagi setiap penumpang yang hendak melakukan perjalanan. Setidaknya ada tiga dokumen yang harus dilengkapi oleh penumpang agar bisa diizinkan untuk terbang.

    Plt Executive General Manager Angkasa Pura II, R. Iwan Winaya Mahdar menyampaikan, ketiga dokumen kelengkapan yang dimaksud adalah tiket keberangkatan, surat keterangan sehat bebas COVID-19, serta surat alasan keterangan perjalanan.

    “Bagi ASN atau PNS harus mendapat tanda tangan eselon 2 dari dinas, apabila swasta dari atasan langsung dari perseroan atau dinas, kalau di luar ASN atau kerja swasta harus dapat keterangan dari Pemerintah setempat setingkat Lurah atau Camat pasti bukan alasan untuk mudik,” imbuh Iwan dalam keterangan tertulis kepada Pojokbandung, Kamis (14/5/2020).

    Setiap calon penumpang yang akan melakukan perjalanan melalui Bandara, kata Iwan, harus membawa tiga dokumen tersebut untuk diperiksa di Posko Pengendalian Percepatan Penanganan Covid-19 yang bertugas di Bandara yang terdiri dari TNI AU, Tim Kantor Kesehatan Pelabuhan, Avsec, dan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung.

    “Apabila dokumen yang dipersyaratkan tidak lengkap, maka akan disuruh kembali. Jadi 3 dokumen ini bersifat mandatori,” tegas Iwan.

  • Antisipasi Virus Corona, Bandara Husein Sastranegara  Diperketat

    Antisipasi Virus Corona, Bandara Husein Sastranegara Diperketat

    POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Tak mau kecolongan, Bandara Husein Sastranegara memperketat pengamanan seiring beredarnya wabah virus corona. Pihak bandara sudah memasang alat thermal scanner yang bisa mendeteksi suhu tinggi dari penumpang yang baru melakukan perjalanan luar negeri.

    Alat Thermal Scanner sendiri sebenarnya sudah dipasang sejak beberapa tahun lalu dan dipasang dipintu kedatangan internasional. Untuk meningkatkan pelayanan, pihak bandara menggunakan thermal scanner yang sudah diperbaharui yakni akhir tahun 2017.

    Menurut Koordinator Posko Pelayanan Kesehatan Bandara Hussein Sastranegara, dr Amriyah Suci Nurani, untuk mendeteksi salah satu gejala infeksi corona virus, dipintu masuk negara setiap penumpang dari perjalanan internasional akan dicek suhu badannya menggunakan thermal scanner. Apabila suhu badan mencapai 38 derajat celsius, maka akan diinvestigasi dan dibawa ke ruangan khusus untuk dicek lebih lanjut.

    “Kalau setelah diperiksa gejalanya mengarah pada virus corona maka kami rujuk ke rumah sakit rujukan Jabar yaitu Hasan Sadikin (RSHS). Karena cuma di sana yang punya ruangan khusus penyakit karantina,” katanya di Bandara Hussein Sastranegara, Kamis (23/1/2020).

    Amriyah menambahkan virus ini cukup berbahaya apabila masuk ke Indonesia. Karena langsung menyerang paru-paru dan bisa menyebabkan gagal napas. Tidak cuma di Bandara Hussein, alat thermal scanner juga dipasang di Bandar Udara International Jawa Barat (BIJB) Kertajati.

    Untuk bersiaga, Amriyah menyarankan penumpang yang baru melakukan perjalanan internasional atau berinteraksi dengan orang yang baru pulang dari negara Cina dalam masa 14 hari apabila merasakan demam dengan disertai sesak nafas, untuk segera memeriksakan diri ke puskemas terdekat. “Sejauh ini tidak ada yang terdeteksi. Mudah-mudahan jangan sampai,” sambungnya.

    Disebutkan gejala awal dari virus ini adalah demam tinggi disertai sesak napas atau napas yang pendek. Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Bandung melaksanakan kesiapsiagaan apabila nantinya coronavirus ini masuk kategori KKM (Kegawatdaruratan Kesehatan Masyarakat) maka penumpang kedatangan internasional akan diberikan kartu kewaspadaan yaitu HAC (Health Alert Card).

    Ia juga mengimbau kepada masyarakat yang berencana melakukan perjalanan ke negara Cina untuk menunda dan apabila berinteraksi dengan orang atau hewan yang berasal dari daerah penularan corona virus yaitu Wuhan, Cina dalam 14 hari dan merasakan keluhan demam, batuk disertai sesak nafas untuk segera melaporkan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

    Sebagai informasi, virus misterius bernama 2019-nCoV telah menyebabkan wabah penyakit yang mirip pneumonia di Cina. Virus ini dilaporkan telah menyebar ke negara-negara lain seperti Thailand dan Jepang. Virus ini diketahui dari jenis coronavirus. Coronavirus ialah keluarga virus yang dapat menyebabkan gejala seperti Infeksi Sal Pernafasan atas yang ringan hingga severe acute respiratory syndrome (SARS).

    Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung siap siaga dengan ancaman wabah Corona. Surat edaran kewaspadaan dini pun telah dilayangkan kepada semua fasilitas kesehatan Kota Bandung, baik puskesmas maupun rumah sakit. Seluruh puskesmas dan rumah sakit diinstruksikan agar segera melapor jika menemukan kasus pneumonia yang “asing” atau kasus dengan diagnosis yang belum bisa terdeteksi secara pasti.

    “Kami telah mendapat surat dari Kemenkes terkait kewaspadaan akan corona. Berhubungan dengan itu, sejak minggu kedua Januari, puskesmas dan rumah sakit telah kami wajibkan melapor jika ada kasus yang tidak seperti biasanya. Mewaspadai pasien dengan keluhan batuk, demam tinggi, sesak nafas, namun diagnosisnya belum bisa tegakkan,” ucap Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit, Dinkes Kota Bandung, Rosye Arosdiani Apip, saat ditemui Radar Bandung, Kamis (23/1/2020).

    (lebih…)

  • Apel Kesiapan Posko Pengamanan Bandara Husein Sastranegara.

    Apel Kesiapan Posko Pengamanan Bandara Husein Sastranegara.

    POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Memasuki musim mudik lebaran menjelang perayaan Idul Fitri 1440 H, 9 Husein S bersama seluruh stakeholder Bandar Udara Husein S menggelar Apel Pasukan Pengamanan Lebaran, bertempat di Lt. 3 Bandara Husein S, Rabu (30/5/2019).

    Apel Kesiapam Pasukan Posko Pengamanan Lebaran dipimpin langsung oleh General Manager Angkasa Pura II Andika Nuryaman dan dihadiri oleh Komandan Lanud Husein Sastranegara Kolonel Pnb Bonang Bayuaji G. S.E., M.M.
    Pada kesempatan tersebut, Danlanud Husein S menekankan pengamanan Bandara harus lebih ditinggkatkan guna mengindari segala sesuatu yang dapat menganggu kelancaran dan kenyamanan pengguna bandara memasuki lebaran dalam rangka perayaan Idul Fitri 1440 4Hijriah tahun 2019. Untuk itu Danlanud mengimbau kepada seluruh pihak dan stakeholder agar terus berkoordinasi menjalin bekerja sama demi kelancaran dan kenyamanan penumpang

    Senada dengan Danlanud Husein Sastranegara, General Manager Bandara 7Husein Sastranegara Andika Nuryaman juga menyampaikan kesiapan Bandara Husein Sastra negara dalam meningkatkan pengamanan.

    Sejauh ini langkah pengamanan Bandara telah dilaksanakan diantaranya pemeriksaan penumpang dan barang bawaan, pemeriksaan kendaraan yang masuk dan keluar bandara hingga pemeriksaan crew pesawat.

    (mun)

  • Lanud Bandara Husein Sastranegara Tingkatkan Pelayanan Transportasi

    Lanud Bandara Husein Sastranegara Tingkatkan Pelayanan Transportasi

    BANDUNG – Selama ini keberadaan Taksi di Bandara Husein Sastranegara menjadi sorotan masyarakat. Termasuk calon penumpang penerbangan yang banyak mengeluhkan kondisi dan pelayanan taksi di bandara.

    Untuk itu, pihak Lanud Husein Sastranegara berkomitmen memberikan pelayanan prima kepada masyarakat di Bandara Internasional Husein Sastranegara. Salah satu komitmen tersebut adalah dengan meningkatkan pelayanan transportasi darat khususnya Taksi.

    “Karena itu, mulai hari ini kita melakukan penertiban dan perbaikan transportasi darat khususnya taksi. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dan juga wisatawan baik domestik maupun mancanegara terlayani dengan baik” ujar Komandan Lanud Sastranegara, Kolonel Penerbang Bonang Bayuaji Gautama, SE., MM., kepada wartawan, Minggu (5/5).

    Terkait perbaikan pelayanan tersebut, maka pihaknya meluncurkan Taksi Sembrani yang telah terkoneksi dengan aplikasi online Grab. Sehingga harga Taksi Sembrani ini sesuai dengan harga aplikasi Grab.

    “Peluncuran Taksi Sembrani ini merupakan komitmen kita demi pelayanan prima kepada masyarakat. Soal harga tidak masalah karena kita bekerja sama dengan Grab,” ungkapnya.

    Dijelaskan, saat ini Taksi Sembrani yang beroperasi sebanyak 50 unit. Dan secara bertahap, Taksi Sembrani akan akan terus ditambah.

    “Selain itu, Taksi Primkopau saat ini ada 100 dan sedang kita perbaiki juga. Untuk Taksi Sembrani baru 50 yang beroperasi” terangnya.

    Dengan peluncuran Taksi Sembrani ini, diharapkan akan memberikan imej yang positif bagi Bandara Husein. Apalagi Bandara Husein menjadi wajah Kota Bandung terutama wisatawan yang berkunjung ke Kota Bandung atau Jawa Barat.

    “Karena Bandara Husein sebagai gerbang Kota Bandung, maka kita akan terus melakukan perbaikan,” tambahnya.

    Di tempat yang sama, Sekda Jawa Barat, Iwa Karniwa sangat mengapresiasi Lanud Sulaeman. Apalagi menurut Iwa, pihaknya banyak mendapatkan keluhan mengenai keberadaan taksi di bandara.

    ” Kami sangat mendukung langkah Lanud Husein ini. Prosesnya ada sekitar satu tahun dan kita mendukung penuh,” tandasnya. (gat)